cover
Contact Name
Ridi Arif
Contact Email
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622093
Journal Mail Official
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai 5, Kampus IPB Darmaga-Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2721897X     DOI : -
Core Subject : Social,
Artikel yang dimuat pada Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (JPIM) berhubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi deskripsi inovasi, praktik, dan perubahan kondisi masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa karya ilmiah yang berisi penerapan hasil penelitian dan atau pengembangan IPTEKS (inovasi). Klasifikasi hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, berupa: 1) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberdayakan masyarakat; 2) Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat; 3)Model penyelesaian masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; atau 4) Hak kekayaan intelektual (HKI) yang berorientasi pada pengembangan komunitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Pembuatan Hand-Sanitizer Alami sebagai Upaya Peningkatan Pola Hidup Sehat Masyarakat Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo Pribawanto, Achmad Yopi Suyitno; Mudzaky, Rafi Hanif; Utami, Nani Tri; Salsabella, Hasna Farah; Faizi, Nur; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Chadirin, Yudi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4239.98 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.17-25

Abstract

Perkembangan pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Tingginya pengetahuan masyarakat tidak selalu disertai dengan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kewaspadaan masyarakat desa dalam menghadapi pandemi juga berpotensi mengalami penurunan akibat efek jenuh pada masyarakat. Sosialisasi dan pembinaan bersama masyarakat dalam upaya menghadapi pandemi dapat dilakukan dengan pelatihan pembuatan hand-sanitizer alami. Pelatihan ini dilakukan di Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo pada tanggal 6 Agustus 2021 dihadiri oleh 16 warga. Pelatihan ini diawali dengan sosialisasi bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat hand-sanitizer dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Kegiatan ini menghasilkan tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti program dan pemahaman yang baik mengenai pembuatan hand-sanitizer alami dari total 16 responden peserta. Berdasarkan tes pemahaman yang dilakukan setelah kegiatan, 93,75% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar atau 15 peserta dari 16 peserta menjawab dengan benar dan hanya satu peserta yang tidak tepat dalam menjawab. Pada pertanyaan terkait komposisi bahan yang digunakan 86,77% peserta menjawab dengan benar atau 14 dari 16 peserta menjawab dengan benar. Hasil ini menunjukkan masyarakat telah memahami dengan baik materi pelatihan. Keberlanjutan program dilaksanakan melalui pembagian produk hasil kegiatan dan resep pembuatan hand-sanitizer melalui grup percakapan sehingga dapat diproduksi ulang oleh masyarakat.
Potensi Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Talas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Situgede Kota Bogor Rizka, Reza Aunur; Nugroho, Faisal Hendro; Tambunan, Felix Mora Josua; Marpaung , Surya Hasondangan; Syasita, Nada Nadila; Putri, Annisa Rahma; Tangkilisan, Christine Vironika; Ramadianti , Laila Fitri; Malik, Hafiz Nur; Syasita , Nida Nafila; Andita Putri, Tursina
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.116-127

Abstract

Talas merupakan komoditas unggulan di Kelurahan Situgede Kota Bogor. Selain sebagai komoditas unggulan, talas juga dikenal sebagai icon Kota Bogor. Sebagai ikon, tentunya pengembangan agribisnis talas perlu dilakukan. KTD Saluyu yang merupakan salah satu kelompok tani yang berperan aktif mengembangkan agribisnis talas di Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Anggota kelompok tani perlu bersinergi dengan stakeholder untuk menciptakan inovasi baru terutama dalam hal pengolahan produk talas. Selain itu, KTD Saluyu juga perlu beradaptasi dengan teknologi digital untuk mendukung aktivitas pemasaran produk hasil pertanian maupun hasil olahannya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan KTD Saluyu untuk proses pengolahan talas menjadi produk jadi yaitu keripik talas, pembuatan brand dan desain packaging produk, serta memasarkan produk yang dihasilkan secara online melalui media sosial dan marketplace. Inovasi produk yang dihasilkan adalah Kripik Talas dan Stik Talas (Rasa Original, Coklat, Keju, dan Balado) yang dapat menghasilkan nilai tambah sebesar 44,29 persen. Inovasi produk ini diberi merek “Caritalas” dipasarkan melalui instagram (caritalas_) dan Shopee (caritalas.id).
Analisis Sebaran Komoditas Pertanian Desa Sukadamai Menggunakan Metode Penginderaan Jauh Hamdun, Mohammad; Albar, Dimas Kharizmi; Ardhana, Wigo; Fitriyah, Fadla Salma; Sutanto , Filipus Gianus; Maharama , Mochammad Zhafran Ichsan; Putri , Riska Aulia; Putri , Risky Sherly; Aulia , Syifa; Ulhaq, Yasminna Dhiya; Putra, Heriansyah
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4244.194 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.93-101

Abstract

Pemetaan lahan pertanian merupakan kegiatan survei untuk menentukan posisi satu atau beberapa titik terhadap titik lainnya sehingga tercipta lahan pertanian atau tempat kegiatan budidaya tanaman yang baik dan rapi. Perubahan kondisi suatu wilayah yang cepat mengakibatkan perlunya kecepatan dan ketepatan dalam proses pemetaan suatu wilayah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perbaikan serta proses pengembangan suatu wilayah. Pemetaan lahan dilakukan dengan metode remote sensing dan pengamatan langsung di lapangan. Pemetaan lahan pertanian dilakukan di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat menggunakan Global Stationing System (GPS), aplikasi GPS Data, Google Earth, ArcGIS, dan juga didukung oleh data hasil pemetaan sebelumnya. Pemetaan ini bertujuan mengetahui potensi komoditas tanaman di Desa Sukadamai beserta luas lahannya, serta membandingkannya dengan data tahun 2017. Pemetaan ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan pemetaan langsung di lapangan. Hasil pemetaan lahan yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan singnifikan komoditas yang dikembangkan di lokasi, seperti berkurangnya komoditas ubi jalar dari 91,15 ha menjadi 26,64 ha.
Pengembangan UMKM Melalui Optimalisasi Branding dan Penggunaan Media Digital di Desa Sindangbarang, Kabupaten Cilacap Lutfiyani, Intan Qori; Hastadi, Andre Yasip; Wahyuningsih, Fetri; Wahyuni, Ane Tika; Fauzi, Ghizela Fineartha; Nurfaizah, Ani; Mustofa, Mustofa; Rohimah, Titi; Yanuar, Rahmat
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240.127 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.70-84

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan di masyarakat, termasuk aspek ekonomi. UMKM menjadi salah satu sektor yang paling berdampak akibat adanya pandemi Covid-19 ini. Dengan adanya pandemi dan pemberlakuan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat, menyebabkan produktivitas UMKM juga menurun sehingga berdampak pada penurunan pendapatan. Desa Sindangbarang merupakan sebuah desa inovatif dan potensial untuk pengembangan UMKM yang berada di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Terdapat tiga UMKM potensial di Desa Sindangbarang diantaranya HI Binamitra Perkasa produsen minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil), UMKM Keripik Pisang, dan UMKM Pisang Asap. Namun, potensi yang dimiliki belum dioptimalkan dengan baik dan masih terdapat berbagai permasalahan yang terjadi pada UMKM antara lain: 1) Kurangnya akses pasar; 2) Pemasaran masih secara konvensional; 3) Kemasan yang sederhana; 4) Belum memiliki brand; 5) tidak memiliki catatan keuangan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya brand sebuah produk dan penggunaan media digital dalam pengembangan usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat disusun tujuan yaitu: 1) Melakukan analisis potensi dan kendala UMKM dilihat dari lingkungan bisnis internal dan eksternalnya; dan 2) Optimalisasi branding dan pencatatan keuangan UMKM dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2021. Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan berupa analisis SWOT terhadap UMKM mitra, kegiatan mentoring, kegiatan pendampingan branding produk, pembuatan poster dan promosi online, serta pelatihan pencatatan keuangan digital. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam pengembangan UMKM terbukti bermanfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM mitra.
Pengembangan Ekonomi Masyarakat melalui Program Pengolahan Keripik Bayam serta Branding dan Marketing Pada KWT Flamboyan, Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara Yogendra, I Gede; Kamal, Husnadiva Naurah; Rizkiana, Ridha; Muhamdani, Dzaki Amali; Zarkasie, Imam Buchori; Hapsari, Nimas Dwi; Aulia, Walfa Aidyna; Dzulhira, Hairunisa; Fajriani, Maulida; Kusumastuti, Gayatri; Widyastuti, Hardiana
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4284.007 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.50-61

Abstract

Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia. Menyikapi hal tersebut maka diperlukan pengambilan langkah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat terutama pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Bogor. Program ini terdiri dari pengolahan keripik bayam serta sosialisasi branding dan marketing yang dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan meskipun sebagian besar kegiatan dilakukan secara daring akibat kebijakan PPKM. Kegiatan pengolahan keripik bayam dilakukan dengan dua tahap, yaitu sosialisasi dan praktik langsung pengolahan. Sosialisasi branding dan marketing dilakukan dua tahap, materi edukasi pada tahap pertama dan materi yang berkelanjutanpada tahap kedua. Hasil dari program ini adalah anggota KWT Flamboyan dapat mengetahui langkah-langkah pengolahan keripik bayam serta cara-cara meningkatkan penjualan melalui implementasi branding dan marketing.
Optimalisasi Lahan Pekarangan Melalui Budidaya LELEKUNG (Lele dan Kangkung) dengan Menggunakan Kolam Bioflok Prasetyo, Handika Dwi; Simanjuntak, Bryan Felix; Haloho, Ayu Afrida; Hutasoit, Sonia Meyheskel; Tambunan, Elsass Riela; Siagian, Juni Artha; Aprilia, Imelda Hellen; Pasaribu, Pradinata Yopindo; Sinaga, Elma Dwi Putri; Napitupulu, Cyndi Saraswaty; Rahmana, Adhitya
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240.042 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.85-92

Abstract

Pengembangan masyarakat diharapkan dapat meningkatakan taraf kesejahteraan ekonomi dan sosial, khususnya masyarakat yang berada di desa. Pandemi menjadi salah satu penyebab keterpurukan ekonomi di desa. Wirausaha adalah salah satu yang dapat dilakukan untuk memperoleh pendapatan di desa. Berkaca pada kondisi saat ini, masyarakat perlu adopsi teknologi dan peningkatan kemampuan potensi sumberdaya yang ada untuk menjaga ekonomi dalam skala rumah tangga. Aquaponik merupakan salah satu teknik budidaya ikan yang dikombinasikan dengan tanaman khususnya sayuran. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya melalui budidaya lelekung (lele dan kangkung) dengan menggunakan ember dan kolam bioflok perlu diuji coba melalui sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, sehingga dapat diketahui kelayakan terhadap teknologi untuk masyarakat desa Nagori Pematang Panombeian. Tingkat kelayakan dapat terlihat dari keberhasilan memperoleh keuntungan dari proses budidaya kedua teknologi ini. Integrasi budidaya lele dan kangkung melalui bioflok menunjukan keberhasilan berdasarkan keuntungan yang diperoleh dari masyarakat desa yang menggunakan bioflok.
Demonstrasi Pengolahan Keripik Terong dan Boncabai sebagai Alternatif Ide Wirausaha Masa Pandemi di Kampung. Ciheulang, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta Setiani , Nur Aulia; Purwansya, Yuvicko Gerhaen; Shafira , Anisya Elsa; Fauzan , Ahmad; Liyantono, Liyantono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4246.015 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.102-115

Abstract

Desa Margaluyu merupakan salah satu desa yang dominansi perekonomiannya berasal dari pertanian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian yang menghasilkan padi, cabai rawit, cabai merah, terong, dan kacang panjang. Hasil pertanian di Desa Margaluyu biasanya dijual langsung ke pasar atau untuk dikonsumsi pribadi. Permasalahan umumnya adalah pendapatan yang relatif rendah sehingga perlu upaya dalam meningkatkan pendapatan di desa, terutama saat harga komoditas sedang turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi pengolahan keripik terong dan boncabai sebagai alternatif ide wirausaha saat masa pandemi di Kampung Ciheulang, Desa Margaluyu, Kabupaten Purwakarta. Metode pelaksanaan dalam proses berbagi ilmu dan teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan olahan dilakukan dengan metode pendampingan, yaitu melakukan praktik pembuatan produk olahan keripik terong dan bon cabai secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Demonstrasi pengolahan terong dan cabai menjadi produk olahan keripik terong dan bon cabai berlangsung dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari ibu-ibu warga RT 002 Kampung Ciheulang. Hal tersebut dapat dilihat saat proses demonstrasi berlangsung ibu-ibu warga RT 002 sangat antusias untuk memperhatikan, membantu dan ikut serta dalam proses pembuatan produk olahan tersebut. Selain itu, pengolahan keripik terong dan bon cabai yang dilakukan dapat menjadi ide wirausaha. Keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 46.521 dengan rasio R/C diperoleh 1,87 sedangkan keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 35.163 dengan rasio R/C nya 1,90.
Pengelolaan Hutan Rakyat Berbasis Ameliorasi dan Agroforestri di Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak Desa Pulosari Jawa Barat Permatasari, Jesika; Mulyani, Sri; Mahmudin, Iqbal; Arsyianti, Laily Dwi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4239.439 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.32-41

Abstract

Desa Pulosari bertetangga dengan lahan hutan, intensifikasi lahan pertanian semakin meluas seiring pertumbuhan penduduk yang semakin menambah kebutuhan atas pangan. Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian disadari menimbulkan banyak masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan global. Masalah ini bertambah berat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya luas areal hutan yang dikonversikan menjadi lahan pertanian. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kegiatan pengelolaan lahan yang optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui teknik ameliorasi dan agroforestri. Program yang diinisiasi pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ini bertujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam mengembangkan lahan miliknya yang berupa hutan rakyat atau hutan tanaman rakyat untuk diintensifkan penggunaannya agar dapat memberikan tambahan penghasilan melalui kegiatan ameliorasi dan agroforestri. Target khusus yang dicapai adalah meningkatkan keterampilan pengelolaan lahan hutan oleh petani dengan mengaplikasikan sistem ameliorasi dan agroforestri pada lahan yang tidak produktif. Tujuan khusus program KKN-T ini diharapkan dapat dicapai melalui pemberdayaan masyarakat Kelompok Tani Sumber Rejeki dengan sasaran kegiatan sosialisasi program kerja ameliorasi dan agroforestri serta pelatihan teknik ameliorasi dan agroforestri kepada petani. Desa Pulosari memiliki lahan pertanian yang sangat luas yaitu sekitar 2.500 ha dengan fokus pertanian semula pada tanaman holtikultura. Petani semakin termotivasi untuk mengaplikasikan ameliorasi dan agroforestri sehingga lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Pakan Ternak (Silase) di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang Mujahidin, Brilianza Azharul; Marfuah, Marfuah; Tiara, Tiara; Hidayah, Annisa Nur; Alfiani, Yulisa; Nailussaada, Diah; Widjaja, Hermanu
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4239.925 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.26-31

Abstract

Desa Sendangmulyo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora. Salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di Desa Sendangmulyo adalah jagung. Akan tetapi pemanfaatan komoditas jagung ini umumnya masih terbatas pada bijinya saja, sedangkan bonggolnya dibuang dan justru menjadi permasalahan karena mencemari lingkungan. Melihat adanya permasalahan ini, kelompok KKN-T IPB Rembang mengadakan webinar sekaligus praktek pembuatan silase berbahan bonggol jagung. Tujuan program ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Sendangmulyo terkait pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi silase. Webinar dilaksanakan secara online melalui platform zoom meetings untuk masyarakat umum kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan silase bersama-sama untuk masyarakat Desa Sendangmulyo. Bahan yang digunakan dalam pembuatan silase yaitu bonggol jagung dan rumput gajah yang sudah di cacah, dedak, molase, serta air. Silase yang baik dapat dilihat dari karakteristik fisik seperti warna, tekstur, aroma, dan keberadaan jamur. Berdasarkan hasil pengamatan silase yang dibuat memiliki warna cokelat terang, tidak berair dan bau yang sedikit asam tetapi masih terdapat sedikit jamur sehingga hasil silase dapat digolongkan kurang baik. Pelaksanaan webinar dan praktik secara langsung pembuatan pakan ternak silase dari bonggol jagung mendapat respon positif dari peserta webinar dan masyarakat Desa Sendangmulyo. Kekurangan dari program ini yaitu dalam pelaksanaan praktik pembuatan silase jumlah peserta terbatas karena masa PPKM sehingga penyampaian informasi belum tersampaikan secara luas.
Pemanfaatan Limbah Air Seni Kelinci menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Widorkandang, Magetan Sapanli, Kastana; Prasetyoningrum, Widya Dwi; Rawina, Qori Siela; Lestari, Ayu; Yusuf, Muhammad; Mayesti, Pawitri Adhistyana; Azizah, Aprilia Ulfatul; Denika, Pendiyan; Prastyaningrum, Garnish Eka; Fitrinuraisyah, Puti; Putri, Milenia Kusuma
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4226.396 KB) | DOI: 10.29244/pim.v4i1.40804

Abstract

Desa Widorokandang, Kabupaten Magetan , Jawa Timur memiliki potensi dalam bidang pertanian dan peternakan. Permasalahan yang dihadapi dalam usaha pertanian tentang harga pupuk dan penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang. Alternatif mengurangi penggunaan pupuk anorganik dengan menggunakan pupuk organik dapat membantu untuk memperbaiki struktur tanah karena mengandung zat hara yang baik. Hal ini didukung dengan keberadaan peternakan kelinci di desa Widorokandang yang menghasilkan limbah urine kelinci sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik cair. Proses pembuatan pupuk organik cair dilakukan dengan cara fermentasi yang mudah dilakukan oleh masyarakat. Mahasiswa KKN-T IPB bersama peternak kelinci di desa Widorokandang membuat produk pupuk organik cair “Growi”. Produk ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan pupuk di desa Widorokandang serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Nilai keuntungan relative dari usaha pupuk organik cair “Growi” memiliki nilai lebih dari 1 yang termasuk usaha yang layak.