cover
Contact Name
Ridi Arif
Contact Email
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622093
Journal Mail Official
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai 5, Kampus IPB Darmaga-Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2721897X     DOI : -
Core Subject : Social,
Artikel yang dimuat pada Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (JPIM) berhubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi deskripsi inovasi, praktik, dan perubahan kondisi masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa karya ilmiah yang berisi penerapan hasil penelitian dan atau pengembangan IPTEKS (inovasi). Klasifikasi hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, berupa: 1) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberdayakan masyarakat; 2) Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat; 3)Model penyelesaian masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; atau 4) Hak kekayaan intelektual (HKI) yang berorientasi pada pengembangan komunitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
SIAPIK JENGGOT, Inovasi Aplikasi Pelayanan Administrasi Masyarakat Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan Ilham Iyadillah; Azka Al Azkiya; Muammar Ismail; Devi Surmiati; Irna Nurinayah; Mohamad Rifqi Arief Syafruddin; Akbar Sabili; Muchamad Bachtiar
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.1-12

Abstract

Sistem informasi adalah sistem pada sebuah lembaga yang mengatur keperluan pemrosesan transaksi berulang spesifik yang membantu fungsi administratif dan aktivitas strategis operasi organisasi untuk menyediakan informasi berdasar atas apa yang diperlukan kepada pihak eksternal tertentu untuk mengambil suatu keputusan. Penerapan sistem informasi kegiatan administrasi kelurahan misalnya untuk mengajukan pemberkasan terutama urusan kependudukan. Saat ini warga Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan yang hendak mengajukan pemberkasan harus datang langsung ke kantor kelurahan, kemudian mengantre dan mengisi kertas formulir. Dengan cara demikian, sering terjadi kesalahan dalam pengisian data dan memakan waktu cukup lama. Untuk memudahkan masyarakat dalam proses informasi administrasi pelayanan, maka diperlukan pengembangan aplikasi mobile sebagai bagian dari sistem informasi kelurahan. Metode penarikan dan pengumpulan data secara kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala likert (likert scale) untuk memperoleh pilihan atas jawaban responden dari sebuah pernyataan ataupun pertanyaan. Skala likert dapat juga bermanfaat untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat responden atas fenomena yang terjadi di lingkungan sosial. Skala likert dibentuk untuk memberikan keyakinan pada responden dalam menjawab pada setiap pernyataan maupun pertanyaan. Terdapat empat fitur pada aplikasi SIAPIK JENGGOT, yaitu pengajuan surat, infografis, pengaduan, dan tentang aplikasi. Program ini diawali dengan pembuatan aplikasi SIAPIK JENGGOT. Kemudian dibuat buku panduan yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam memahami cara menggunakan aplikasi tersebut. Selanjutnya diadakan dua sosialisasi, yang pertama ditujukan kepada kelurahan sebagai admin, dan yang kedua ditujukan kepada masyarakat sebagai pengguna aplikasi. Setelah jangkauan sosialisasi mulai meluas, dilakukan testing dan evaluasi kemudahan aplikasi kepada masyarakat. Secara umum dengan nilai rata-rata total sebesar 8,65, aplikasi SIAPIK JENGGOT sudah layak diaplikasikan kepada masyarakat luas.
Pemanfaatan Sri Rejeki (Dieffenbachia seguine) sebagai Biopestisida Pembasmi Hama Kutu untuk Tanaman Hortikultura Nidya Putri Zulia Kusuma Wardani; Putra Dwi Prasetyo; Ichsan Prasetyo Wardhani; Mayzya Titania Pramesti Putri; Salma Shalihah; Salma Nabilah; Lilis Nurhasanah; Jessica Mayrissa Veronica; Nurul Izzah Ramadhani; Deni Lubis
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.75-81

Abstract

Tanaman sri rejeki (Dieffenbachia seguine) merupakan jenis aglaonema yang tumbuh liar di Desa Temboro. Meskipun demikian, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida yang mampu membasmi kutu-kutu yang menyerang tanaman hortikultura karena dalam getahnya mengandung kalsium oksalat yang berbentuk jarum di dalam sel-selnya sehingga menimbulkan sifat beracun. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan tumbuhan sri rejeki (Dieffenbachia seguine) sebagai pengendali hama kutu dan pestisida alami pada tanaman sayuran. Kegiatan ini dilaksanakan pada 13-14 Juli 2022, bertempat di kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Joso dan KWT Dusun Dlisen, Desa Temboro. Bahan yang dibutuhkan adalah batang sri rejeki dan air. Setelah seluruh bahan tercampur dan sudah disaring, biopestisida dapat diaplikasikan terhadap tanaman yang terserang hama dengan cara disemprot. Bagian batang digunakan sebagai bahan utama karena kandungan getah yang tersimpan lebih banyak dibandingkan dengan bagian lainnya, sehingga harapannya kandungan kalsium oksalat yang diperoleh lebih banyak dan mampu membasmi hama kutu dengan lebih efektif. Diharapkan dinas pertanian setempat dapat meneliti kandungan, manfaat dan formulasi yang baku agar dapat diterapkan di kalangan yang lebih luas. Masyarakat dapat memanfaatkan biopestisida yang sudah diperoleh saat pelatihan dan KWT terkait dapat menjadi mentor untuk KWT lainnya.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Pentingnya Gizi dan Pola Asuh Anak di Desa Ngambarsari Avicenna Lukman Alfajri; Deni Lubis; Aramadhea Latifah Wahyu Putri; Rafidah Herawati; Muhamad Ihsan Fardiansyah; Jeanne Natasia Jaya; Nur Shabrina Khairun Nisa; Elisabeth Kurniasari Marcela Uskono; Novia Cristiyani; Retno Tri Rahayu Ningtyas; Sekar Ayu Dwi Lestari
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.98-106

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang dialami oleh para balita akibat terganggunya asupan gizi sejak masa kehamilan sehingga dapat menghambat perkembangan anak dan memberikan efek negatif jangka panjang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu mencegah angka kejadian stunting di Desa Ngambarsari sejalan dengan penurunan persentase pernikahan dini, perceraian, dan tingkat kemiskinan. Kegiatan ini dilakukan melalui aktivitas pengukuran di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), baik posyandu remaja maupun balita, serta pemberian pre-test dan post-test pada kelas untuk ibu hamil. Indikator keberhasilan pada setiap kegiatan antara lain, posyandu remaja minimal dihadiri 60% dari jumlah remaja di setiap dusun, posyandu balita minimal dihadiri 60% dari jumlah balita di setiap dusun, dan kelas ibu hamil dihadiri oleh 14 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada posyandu balita, rata-rata di setiap dusun terdapat satu balita yang mengalami stunting. Pada posyandu remaja terdapat masalah gizi anemia khususnya pada remaja putri, yaitu sebanyak 15%. Pada kelas ibu hamil didapatkan peningkatan pengetahuan terkait materi yang diberikan dengan rata-rata nilai pre-test sebesar delapan menjadi sembilan saat post-test. Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting dengan sasaran ibu balita, ibu hamil, dan remaja dapat membantu mencegah kejadian stunting dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Ngambarsari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan agar seluruh masyarakat dapat memahami permasalahan stunting dan pencegahannya.
Diseminasi Instalasi Fertigasi (Irigasi Tetes) Guna Menghemat Penggunaan Air untuk Pertanian di Kelurahan Beji Faris Abdul Jabbar; Ninuk Purnaningsih
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.90-97

Abstract

Fertigasi atau lazim disebut irigasi tetes merupakan salah satu inovasi dalam bidang pertanian yang memiliki keunggulan dapat menghemat penggunaan air. Pupuk yang digunakan adalah AB mix dan POC (pupuk organik cair) dan dicampurkan dengan media air sekaligus untuk irigasi, yang selanjutnya dialirkan langsung ke tanaman melalui selang-selang kecil. Tujuan kegiatan ini adalah mengintroduksikan teknologi fertigasi untuk mengatasi masalah keterbatasan air irigasi di lokasi mitra kegiatan. Pembuatan instalasi dimulai dari tanggal 17 Juli hingga 23 Juli 2019 di Dusun Pudak, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Sasaran dari program ini adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Beji, Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi dan warga Kelurahan Beji. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 23 juli 2019 ini dihadiri oleh 42 orang. Respon dari warga dan KWT Pelangi sangat antusias dengan program ini. Instalasi fertigasi sangat cocok diterapkan di Kelurahan Beji agar penggunaan air untuk pertanian bisa lebih efisien. Harapannya semoga instalasi fertigasi ini dapat diaplikasikan oleh warga Kelurahan Beji untuk skala rumah tangga maupun untuk skala bisnis. Setelah kegiatan selesai, instalasi diserahkan kepada KWT, dan berhasil panen pada Bulan November 2019.
Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Pembuatan Lilin Aromaterapi sebagai Ide Bisnis di Kelurahan Kedung Badak Muchamad Bachtiar; Izdihar Irbah; Dinda Fadhilah Islamiah; Fadhlan Rizakul Hafidz; Mastura Hairunnisa; Muhammad Aviandy Viratama; Sarah Chelsabiela
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.82-89

Abstract

Sejak akhir tahun 2019, dunia digemparkan dengan adanya pandemi Covid-19. Pandemik ini tidak hanya mengancam jiwa namun secara perlahan mematikan perekonomian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. UMKM menjadi salah satu tiang penyangga perekonomian dari sebuah negara. Pada kegiatan pengabdian ini akan membahas salah satu peluang usaha yang bisa dilakukan secara skala rumahan dengan peluang yang cukup menjanjikan saat ini, yakni pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi merupakan lilin yang beraroma menenangkan dan menjadi salah satu produk yang sangat diminati saat ini. Karena berbahan baku dari minyak jelantah, secara tidak langsung akan mengurangi limbah minyak jelantah. Pengolahan lilin aroma terapi berbahan dasar minyak jelantah diolah dengan cara penyaringan, pelelehan, pencetakan, dan pengemasan yang menarik. Walaupun berbahan dasar dari minyak jelantah, produk yang dihasilkan sama seperti lilin aromaterapi pada umumnya.
Edukasi Pengelolaan Sampah dan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Bogor Marciano Oscar Maida; Raihan Muhammad Iqbal Hidayatullah; Muhammad Ariq Faishal; Cantika Graviola; Dhikma Yogi Senasta Aji; Ramadhita Adji Mubarrak; Linda Sakinah; Alfan Ahadan; Muhammad Alhas Finaldin; Narni Farmayanti
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.40-50

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang menghasilkan sampah dengan jumlah terbanyak di dunia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaporkan pada tahun 2021 terdapat 21,88 juta ton sampah dihasilkan dengan 35,68% diantaranya sampah tidak terkelola. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, komposisi sampah yang dihasilkan berupa 41% jenis sisa makanan dan 40,9% bersumber dari rumah tangga. Besarnya jumlah limbah pangan menjadi masalah yang harus diselesaikan. Pengetahuan masyarakat Desa Cihideung Ilir tentang sampah dan pengelolaannya masih minim. Fasilitas pendukung yang kurang pun turut memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi akan hal tersebut baik kepada orang dewasa maupun anak-anak agar dapat diterapkan sejak dini. Salah satu pengolahannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan media budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly). Limbah pangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot, karena maggot memiliki kemampuan mendegradasi bahan organik. Maggot yang telah berkembang sempurna dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda. Cara pengelolaan sampah organik disampaikan melalui kegiatan penyuluhan, kerja bakti, serta pelatihan langsung kepada warga Desa Cihideung Ilir. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan sampah organik di lingkungan warga.
Penerapan Sistem Budikdamber di Pekarangan Rumah Masyarakat Desa Jayagiri untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga Neneng Hasanah; Tegar Subagja Hidayatulloh; Muammar Maulana Hadid; I'lma Fadillah Nur Anisa Gunawan; Dias Lestriana; Astiani Susanto; Muhammad Alifka Rahmat; Reni Fadhilah; Nida Adilah; Qisthina Hanifati; Fransiscus Prihandisha Triandi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.60-68

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pada beberapa sektor, yaitu sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi. Meskipun demikian, kebutuhan harian masyarakat harus tetap terpenuhi dan terorganisir dengan baik. Melalui pemanfaatan lahan terbatas, pekarangan rumah merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tambahan masyarakat. Namun, berdasarkan hasil kajian Badan Litbang Pertanian, pemanfaatan lahan tersebut belum mencapai sasaran yang diharapkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan alternatif solusi berupa pembuatan budikdamber, yaitu budidaya ikan dalam ember dengan pengembangan teknik atau metode akuaponik (polikultur ikan dan sayuran), yaitu ikan dan tanaman dapat tumbuh dalam satu wadah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode penerapan inovasi dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada petani mandiri yang berada di wilayah RT 04 RW 08, Desa Jayagiri, melalui beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya adalah tahapan persiapan, sosialisasi, kegiatan praktik langsung dengan tahapan berupa pre-treatment air, pembuatan budikdamber, pendampingan, dan evaluasi hasil. Hasil penerapan budikdamber yang dilakukan oleh enam keluarga di RT 04, Desa Jayagiri, menunjukkan bahwa kangkung yang ditanam berhasil tumbuh dan sebagian besar lele yang dirawat berhasil hidup. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembuatan budikdamber ini sangat bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga berkelanjutan serta sistem ini tidak membutuhkan modal yang cukup besar.
Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik sebagai Salah Satu Upaya Pengelolaan Sampah di Desa Deles, Batang Ziyan Tirta Maulitia; Mahdiyah Rossana Baruna; Caesar Dwiky Darmawan; Nur Fadhilah; Rizal Adimas Pamungkas; Firsi Nurmalisa; Alma Salsabila; Dimas Baswara Putera Djauhari; Siti Nuriyah Hasanah; Khansa Diwanggana Rehning Rayusny; Muhamad Baihaqi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.51-59

Abstract

Desa Deles sebagai salah satu mitra KKN-Tematik Institut Pertanian Bogor Tahun 2022 memiliki permasalahan yang cukup serius dalam hal pengelolaan sampah. Kegiatan membuang sampah ke sungai atau warga yang melakukan pembakaran sampah sudah menjadi hal yang sering terjadi di Desa Deles. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, maka tim KKN-T IPB melaksanakan program Ngelas (Pengelolaan Sampah). Adapun tujuan khusus diadakannya program Ngelas yaitu untuk membangun kesadaran warga Desa Deles terhadap pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan sekitar tempat tinggal dan memecahkan masalah pengelolaan sampah guna terciptanya lingkungan yang nyaman dan sehat. Kegiatan pengelolaan sampah terbagi ke dalam tiga kegiatan. Kegiatan pertama yaitu sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Kegiatan kedua adalah pelaksanaan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Kegiatan ketiga yaitu pelaksanaan kegiatan praktik pemanfaatan sampah anorganik. Program ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Program ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa Deles terutama mengenai pengadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA).
Pestisida Nabati Berbahan Baku Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) untuk Mengatasi Hama Penting pada Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis) Dina Layali Damanik; Shilfa Novianti; Cindy Anola Ifana; Lutfi Firmansyah; Sindy Wandira; Ridwan Fauzillah; Ratna Dewi; Andrian Rakanu; Ainul Firman Gupi; Salma Hanifa; Ruly Anwar; Ichsan Ahmad Fauzi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.23-30

Abstract

Asparagus merupakan tanaman dari golongan hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi pada kancah global maupun nasional. Tanaman asparagus di Indonesia merupakan jenis varietas dari hasil introduksi negara yang berada di kawasan subtropis, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman asparagus tidak dapat optimal di Indonesia. Selain itu, kondisi suhu dan kelembaban yang tinggi di Indonesia menyebabkan tanaman asparagus rentan terserang oleh penyakit dan hama. Desa Cigunungsari belum lama melakukan budidaya tanaman asparagus sehingga banyak masalah yang terjadi. Ulat grayak (Spodoptera litura) adalah hama utama yang menyerang asparagus di Desa Cigunungsari sehingga mengakibatkan adanya penurunan pada jumlah panen serta kualitas asparagus, sehingga diperlukan upaya untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi pestisida nabati dari limbah kulit bawang merah kepada masyarakat Desa Cigunungsari. Ulat grayak memiliki sifat yang polifag sehingga memungkinkan untuk menyerang tanaman lain. Pembuatan pestisida nabati cukup mudah dilakukan, yakni merendam kulit bawang dengan toples berisi air. Rendaman tersebut kemudian ditutup rapat dan difermentasi selama 48 jam sebelum diaplikasikan. Pestisida nabati ini masih belum dapat dinyatakan efektif untuk mengendalikan hama ulat grayak. Stadia telur merupakan stadia yang dilaporkan petani berhasil dikendalikan serta pestisida ini bersifat repelen bagi semut.
Edukasi Praktik Pemberian Makanan MP-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak di Bontang Kuala, Kalimantan Timur Afrilia Bagus Putri Hapsari; Farida Cintiyah; Amalia Khairina; Saut Renato Rahmat Simanjuntak; Ratasha Zahwanda Rachmani; Muhammad Primadevan Pascaharchana Noor; Kholidah Fauziah; Imelda Yanti Lumongga Simanjuntak; M. Ichwan Mutaqqin; Koekoeh Santoso
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.13-22

Abstract

Stunting ialah bagian dari kondisi gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan zat gizi dalam jangka panjang akibat asupan makanan yang tidak mencukupi untuk memenuhi gizi optimal. Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan secara tatap muka dengan masyarakat yang tinggal di Bontang Kuala, Provinsi Bontang Utara, yang juga merupakan tujuan dari survei ini. Metode yang diterapkan adalah identifikasi pola masyarakat berdasarkan analisis deskriptif yang didapat dari persepsi masyarakat dan permasalahan yang mempengaruhi stunting. Banyak keluhan masyarakat Bontang Kuala tentang balita dan bayi yang masih menangis setelah disusui. Hal ini dapat terjadi karena balita dan bayi tidak merasa kenyang setelah disusui dan asupan makanan yang diberikan tidak mencukupi. Untuk itu kelompok KKN-T telah memberikan materi tentang MP-ASI. Kegiatan KKN-T IPB di Kelurahan Bontang Kuala telah berjalan sesuai harapan, berkat kerjasama peserta KKN-T IPB, Kelurahan Bontang Kuala, kelompok PKK dan masyarakat berdasarkan analisis sosial budaya dengan analisis deskriptif.