cover
Contact Name
Tety Nur Cholifah
Contact Email
tetynurcholifah@gmail.com
Phone
+6285735620790
Journal Mail Official
jurnalprimed@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari No.2, Dawuhan, Jatirejoyoso, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PRIMED:Primary Education Journal atau Jurnal Ke-SD An
ISSN : 27761703     EISSN : 27764796     DOI : https://doi.org/10.33379/primed.v2i1
Core Subject : Education, Social,
Jurnal PRIMED:Primary Education Journal atau Jurnal Ke-SD An merupakan sebuah jurnal yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang ilmu sekolah dasar, inovasi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, inovasi pembelajaran, dan manajemen pembelajaran. Jurnal PRIMED diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Agustus
Articles 436 Documents
IMPLEMENTASI MEDIA INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT DALAM PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV Ni Luh Arisma Dewi; I Gusti Ngurah Triyana; Made Gautama Jayadiningrat
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10206

Abstract

Media interaktif berbasis PowerPoint merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini antara lain (1) proses implementasi media interaktif berbasis PowerPoint dalam pembelajaran IPAS siswa kelas IV, (2) kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam implementasi media interaktif berbasis PowerPoint, dan (3) dampak implementasi media interaktif berbasis PowerPoint terhadap minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi, kendala dan upaya, serta dampak penggunaan media interaktif berbasis PowerPoint pada pembelajaran IPAS siswa kelas IV. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media interaktif berbasis PowerPoint dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan kendala teknis pada perangkat pembelajaran. Upaya yang dilakukan guru yaitu mengatur waktu pembelajaran secara efektif serta menyiapkan media dan perangkat cadangan. Implementasi media interaktif berbasis PowerPoint memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa yang terlihat dari meningkatnya perhatian, partisipasi aktif, antusiasme, dan pemahaman siswa terhadap materi IPAS.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPAS TEMA AKU DAN LINGKUNGAN SEKITARKU KELAS III Dewa Putu Gede Oka Wiradarma Tegeh; Ni Nyoman Perni; I Made Sukariawan
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10207

Abstract

Model Problem-Based Learning (PBL) memiliki keunggulan dalam pembelajaran IPAS karena berfokus pada penyelesaian masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain. (1) Bagaimana Proses PBL, (2) Bagaimana Hambatan dan Solusi, (3) Bagaimana Implikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses PBL, (2) Hambatan dan Solusi, (3) Implikasi. Teori yang digunakan adalah teori Behavioristik, Konstruktivisme, Belajar Sosial. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah,wali kelas III, dan siswa kelas III. Metode pengumpulan data adalah observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini berupa analisis data deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukan (1) Proses Penerapan Model Problem Based Learning diterapkan melalui beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Partisipasi siswa berhasil diciptakan guru melalui penerapan model Problem Based Learning sehingga mendukung interaksi siswa dan respon positif, (2) hambatan dalam penerapan model Problem Based Learning beberapa siswa pasif selama kegiatan pembelajaran adapun solusinya yaitu guru memberi pertanyaan langsung kepada siswa yang cenderung pasif, (3) implikasi yang ditunjukan oleh siswa di kelas selama pembelajaran adalah siswa mulai terbiasa untuk berpikir lebih kritis dalam menghadapi materi yang diberikan.
PENERAPAN APLIKASI KAHOOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Jiehan Nabiela; Fida Rahmantika Hadi; Eka Nofri Ari Yanto; Ferri Ardianzah
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10270

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini menggunakan aplikasi Kahoot untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SDN Tawangrejo 2 dalam materi bangun ruang. Siswa tidak memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh fakta bahwa sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70, dan metode pembelajaran masih didominasi dengan ceramah dan tidak banyak media interaktif digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara sistematis berdasarkan model Kemmis dan McTaggart termasuk tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. 11 siswa kelas V SDN Tawangrejo 2 adalah subjek penelitian. Tes kemampuan pemecahan masalah, observasi, angket, dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap prasiklus siswa belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Setelah penerapan pembelajaran menggunakan aplikasi Kahoot, terjadi peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus. Pada akhir penelitian, nilai rata-rata siswa mencapai 82 dengan persentase ketuntasan sebesar 91%, sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, penggunaan aplikasi Kahoot terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun ruang.
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL SCRAPBOOK BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V MI Rofiqoh Firdausi; Nurkholifah Usnul Khotimah
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10503

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat belajar peserta didik kelas V MI Al-Hikmah Sindurejo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan variatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran digital scrapbook berbasis Canva pada materi jenis-jenis cerita dan menguji kelayakan serta efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap. Instrumen pengumpulan data mencakup angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, dan tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Hasil validasi ahli media pada tahap akhir menunjukkan persentase kelayakan sebesar 84,4% dan validasi ahli materi mencapai 94,5%. Uji coba kelompok kecil (n=3) menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 40 menjadi 83,3, sementara uji coba kelompok sedang (n=10) menunjukkan peningkatan dari rata-rata 34 menjadi 80. Disimpulkan bahwa media pembelajaran digital scrapbook berbasis Canva layak dan efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
FORMULATING A NEURO-BEHAVIORAL INSTRUCTIONAL MODEL FOR COMPLEX LEARNING TASKS: THEORETICAL FRAMEWORK AND PRACTICAL GUIDELINES Abdur Rofik; Suwadji Suwadji; Imron Rosyadi Hamid; Eko Nurhaji Purnomo; Ruciana Galunggung
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10582

Abstract

Pengelolaan cognitive load (beban kognitif) dalam pembelajaran yang kompleks masih menjadi tantanganutama dalam desain pembelajaran karena tuntutan kognitif yang berlebihan dapat menurunkan efisiensi memori kerja dan retensi perilaku peserta didik. Meskipun teori cognitive load, neuroedukasi, dan pembelajaran perilaku telah banyak dikaji, masih sedikit penelitian yang mengintegrasikan ketiga perspektif tersebut ke dalam kerangka pembelajaran yang praktis. Penelitian ini mengusulkan model Neuro-Behavioral Instructional (NBI) yang menggabungkan regulasi cognitive load, keterlibatan neuro-afektif, dan penguatan perilaku dalam satu kerangka terpadu. Penelitian menggunakanmetode integrative literature review melalui proses pencarian dan penyaringan sistematis terhadap studi empiris pada berbagai basis data akademik utama, sehingga diperoleh 31 artikel peer-reviewed yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis mengidentifikasi mekanisme dual-channel scaffolding yang terdiri atas cognitive-support scaffolding untuk mengurangi extraneous cognitive load dan neuro affective triggers untuk meningkatkan germane cognitive load melaluipenguatan motivasi serta keterlibatan emosional peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian inimengusulkan matriks praktis desain pembelajaran yang memandu pendidik dalam menyusun urutan tugas belajar, mengintegrasikan aktivitas pembelajaran yang bermakna, menyediakan adaptive scaffolding, dan menerapkan umpan balik formatif. Alih-alih mengklaim perubahan perilaku jangka panjang secara definitif, kerangka NBI yang diusulkan menawarkan model berbasis teori yang berpotensi meningkatkan keterlibatan belajar berkelanjutan dan perkembangan perilaku positif serta menjadi landasan bagi penelitian empiris selanjutnya.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN STEM-SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KESADARAN SOSIAL Eka Nofri Ari Yanto; Fida Rahmantika Hadi
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10936

Abstract

Matematika kerap diajarkan terpisah dari kehidupan sosial siswa, padahal keduanya sebenarnya saling memperkuat. Penelitian ini bertolak dari asumsi tersebut dan menguji apakah pendekatan STEM-Sosial yang mengintegrasikan prinsip rekayasa, teknologi sederhana, dan masalah sosial nyata sebagai konteks belajar matematika mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sekaligus kesadaran sosial siswa kelas IV SD secara bersamaan. Rancangan yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group pretest-posttest, melibatkan dua kelas paralel di SDN Taman 02 Madiun: kelas eksperimen (n = 27) yang menerima pembelajaran STEM-Sosial selama delapan pertemuan, dan kelas kontrol (n = 26) yang belajar dengan pendekatan konvensional. Instrumen terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis (TKPMM) berbentuk soal uraian empat butir dan Skala Kepedulian Sosial Berbasis Situasi (SKSBS) 28 butir. Uji beda dengan independent samples t-test menunjukkan perbedaan gain score yang signifikan pada kedua variabel: untuk kemampuan pemecahan masalah matematis (t = 4,82; p = 0,000) dan untuk kesadaran sosial (t = 3,67; p = 0,001). Lebih menarik, analisis korelasi Pearson mengungkapkan hubungan positif yang cukup kuat antara peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan peningkatan kesadaran sosial (r = 0,61; p < 0,05), mengisyaratkan bahwa dua kompetensi ini tidak berjalan di jalur yang berseberangan melainkan saling memperkuat ketika berangkat dari konteks masalah yang sama.