cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2024)" : 9 Documents clear
Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme Solusi Untuk Atasi Sampah Menjadi Pupuk Organik dan Pembersih Alami Setiawan, Muhammad Irwan; Murdianingsih, Arum; Najmailya, Fathia Nabila; Ramadhani, Muhammad; Sa’diah, Halimatus; Syifa, Widianti; Rudini, Rudini; Akbar, Syahrezza
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12753

Abstract

Penanganan limbah di Indonesia masih menjadi permasalahan yang serius. Penanganan sampah ini masih belum merata di tiap daerah, sallah satunya di Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Belum adanya sistem pengelolaan dan kurangnya kesadaran warga desa Buntu Karau akan sampah menjadi salah satu permasalahan penting yang ditemui pada desa tersebut. Menurut kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan total sampah yang dihasilkan Balangan per harinya mencapai 85 ton. Dari total tersebut hanya 22 ton sampah yang terangkut ke TPA dan sisanya terbuang ke sungai atau di sekitar lingkungan rumah warga. Oleh karena itu, tim mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Waja Sampai Kaputing (Wasaka) ULM melaksanakan program kerja eco enzyme sebagai upaya menangani permasalahan sampah organik tersebut. Pembuatan eco enzyme dirasa sesuai karena dapat diolah menjadi pupuk cair yang dapat bermanfaat bagi warga yang mayoritasnya petani. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi sekaligus pelatihan membuat eco enzyme. Limbah organik yang digunakan dalam pembuatan ini terdiri dari sisa buah-buahan serta waluh. Penggunaan waluh dipilih karena Desa Buntu Karau memiliki usaha desa yaitu kerupuk waluh, sehingga ada banyak limbah waluh yang terbuang dalam prosesnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 April 2024 dan dihadiri 46 warga.  Sosialisasi ini dibuka dengan demonstrasi pembuatan eco enzyme secara langsung, dan ditutup dengan tanya jawab. Hasil pembuatan eco enzyme dari pelatihan ini diserahkan langsung kepada warga Desa Buntu Karau.Kata kunci: Eco enzyme; sampah organik; pengelolaan sampah, pupuk organik
Penanaman Pohon Bakau Di Pantai Keraya Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup Wulandari, Lies Tiarini
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12183

Abstract

The coastal area is the border area between land and sea. Coastal areas are areas close to the sea characterized by flat areas and sandy soil composed of various kinds of ecosystems such as mangrove trees. The mangrove ecosystem is a community of tropical and sub- tropical coastal vegetation and is able to grow and develop in muddy coastal tidal areas. Mangrove trees have an important role for the environment, especially the life of flora and fauna in areas around the coast. Apart from that, mangrove trees are able to prevent abrasion and function as wave barriers. The area that has mangrove forests and is quite susceptible to abrasion is Keraya Village, Kumai District, West Kotawaringin Regency as a planting location. This activity aims to increase awareness and open insight into the importance of preserving the environment around the coast by planting mangrove trees. Through community service activities, participants can have awareness and are expected to develop a sense of love for the environment.
PENYUSUNAN PERATURAN SEKOLAH UNTUK BIJAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Haiti, Diana; Syaufi, Ahmad; Utami, Suci; Erbianti, Rizka Dwi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.11419

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi yang membuat mudah diaksesnya media sosial oleh berbagai kalangan dari dewasa hingga anak-anak, tetapi banyak pengguna yang menggunakan media sosial tidak secara bijak sehingga terjadi kasus-kasus yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Kebebasan berpendapat tidak semata-mata membuat orang dengan mudahnya menyebarkan provokasi dan ujaran kebencian dengan dalih kebebasan berpendapat. Tentu sangat disayangkan apabila hal tersebut terjadi, terlebih ada yang dilakukan oleh anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui penertiban penggunaan media sosial secara bijak di SMAN 8 Banjarmasin. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa SMAN 8 Banjarmasin belum memiliki peraturan sekolah yang resmi ditetapkan dan diterapkan, khususnya yang memuat tentang pemanfaatan gawai dan media sosial secara bijak. Sehingga dilakukan pendampingan dalam penyusunan peraturan sekolah yang memuat dasar-dasar hukum khususnya aturan pendidikan dan ITE.Kata kunci: Peraturan Sekolah, Pemanfaatan, Media Sosial, Siswa
Optimalisasi Kemampuan Pedagogik Guru Sekolah Polisi Negara Polisi Daerah Kalimantan Selatan melalui Pelatihan Strategi Pembelajaran Makaria, Eklys Cheseda; Permatasari, Nina; Setiawan, Muhammad Andri
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12374

Abstract

The importance of investing in the pedagogical skills development of teachers in educational institutions, especially in the Sekolah Polisi Negera Polisi Daerah Kalimantan Selatan, demonstrates a commitment to improving the quality of police education. Service activities are carried out through training in learning strategies for 75 Sekolah Polisi Negara teachers, focusing on improving teaching skills, student motivation, and teacher-student interactions. The results show a significant increase in support for cognitive and metacognitive strategies after training. The importance of these results lies in creating a more effective learning environment and higher student motivation at Sekolah Polisi Negara. The results of the learning strategy training for teachers at Sekolah Polisi Negara show a positive impact on improving the quality of police education, emphasizing the importance of investing in the pedagogical skills development of teachers to create a better learning environment.Pentingnya investasi dalam pengembangan kemampuan pedagogik guru di lembaga pendidikan, terutama di Sekolah Polisi Negara Polisi Daerah Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan kepolisian. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan strategi pembelajaran untuk 75 guru SPN, dengan fokus pada peningkatan keterampilan mengajar, motivasi siswa, dan interaksi guru-siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam dukungan terhadap strategi kognitif dan metakognitif setelah pelatihan. Pentingnya hasil ini terletak pada penciptaan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif dan motivasi siswa yang lebih tinggi di SPN. Hasil pelatihan strategi pembelajaran bagi guru di SPN menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan kepolisian, menegaskan pentingnya investasi dalam pengembangan kemampuan pedagogik guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik.
Penyuluhan Asal Usul Vaksin Moderna dan Pfiser Bagi Millinneal Pasca Covid-19 Di Minggu Raya (Bagian 2) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, Oni; Sanjaya, Rahmat Eko; Yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Hidayat, Yuyun; Wahyono, Sri Cahyo; sutomo, sutomo; Krisdianto, Krisdianto; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12003

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian salah satu cara sosialisasi hidup sehat era endemi atau pasca covid-19. Ulasan ringkasanya dapat disampaikan berikut ini; Pada akhir abad ke-18, Edward Jenner, seorang dokter Inggris, membuat terobosan penting dalam perkembangan vaksinasi. Jenner mengembangkan vaksin cacar pertama yang berhasil pada tahun 1796. Observasi pada para pemerah susu yang tertular/terpapar cacar sapi, yang menunjukan gejala tidak terlalu parah, dan gejala itu akibat dari terlindungi cacar sapi. Bintil-bintil cacar sapi disuntikan ulang pada seorang anak laki-laki, yang menunjukkan kekebalan terhadap cacar. Hal ini menjadi dasar bagi vaksinasi modern. Selanjutnya, Pada akhir abad ke-19, Louis Pasteur mengembangkan vaksin rabies, yang menandai tonggak sejarah lain dalam sejarah vaksin. Hasil karyanya menunjukkan bahwa vaksin dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan/atau bakteri. Keberhasilan vaksinasi cacar menyebabkan kampanye vaksinasi yang meluas untuk membasmi cacar. Para ilmuwan terus meneliti dan mengembangkan vaksin baru untuk memerangi penyakit menular yang baru muncul dan memperbaiki vaksin yang sudah ada. Contoh penting termasuk pengembangan vaksin untuk melawan human papillomavirus (HPV), retrovirus, dan covid-19. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon publik terkait tulisan ini. Evalusi uji pretest dan post test terhadap 32 responden berumur kisaran 19 tahun dan 12 responden berumur kisaran 18 tahun, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (4,32), mengerti (73,45), kurang mengerti (20,85) dan tidak mengerti (1,55); dan sangat mengerti (1,38), mengerti (75), kurang mengerti (22,22) dan tidak mengerti (1,4). Secara umum, responden yang merumur 19 tahun lebih mengerti daripada responden yng berumur 18 tahun, walaupun perbedaannya tidak terlalu berarti.Kata kunci: vaksin, cacar, rabies
PELOR (Pengelolaan Limbah Cair Domestik Dengan Pemanfaatan Pohon Kelor) di Desa Tiwingan Lama Wicaksono, Galih; Sari, Indah Purnama; Anggraini, Nishfahul Nor; Roring, Merlynnda Evitaloka; Azhwari, Ayu Riana Sari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12537

Abstract

Limbah cair domestik adalah limbah cair hasil buangan dari kegiatan perumahan (rumah tangga) yang bersifat kompleks dan ditandai dengan tingginya konsentrasi bahan organik dan nutrisi, yaitu fosfor dan nitrogen. Salah satu metode yang dapat dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji lanjutan secara statistik yang jika berdistribusi tidak normal (p<0,05) maka menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pemberian edukasi mengenai pengelolaan limbah, serta penanaman pohon kelor dan gotong royong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikat masyarakat dalam pengelolaan limbah cair domestik  melalui kegiatan penanaman pohon kelor, gotong royong dan penyuluhan mengenai pengelolaan limbah cair domestik. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pencemaran air sungai terjadi akibat air limbah domestik penduduk dibuang langsung ke badan air tanpa melewati proses pengolahan terlebih dahulu sebanyak 51% dari 41 responden, serta terbatasnya instalasi pengolahan limbah terpadu di Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam pelaksanaan intervensi terdapat 32 orang yang menjadi responden bahwa sebelum dilaksanakannya intervensi terdapat rata-rata pengetahuan masyarakat sebesar 52,31 poin sedangkan sesudah dilaksanakan terdapat 73,44 poin sehingga didapatkan perbedaan 21,13 poin dengan p-value 0,000. Hasil yang didapatkan dalam sikap masyarakat menunjukkan bahwa sebelum dilaksankannya intervensi terdapat rata-rata 17 poin dan sesudah dilakukan terdapat 21,97 poin, sehingga didapatkan perbedaan 4,97 poin dengan p-value 0,000. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa pihak terkait proses pengolahan limbah cair domestik dengan penanaman pohon kelor telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan sistem yang diterapakan.
Introduksi Pembuatan Bioetanol Berbasis Pati dan Limbah Sagu di Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan Mursyidin, Dindin H; Susilo, Tanto Budi; Badruzsaufari, Badruzsaufari; Nazari, Yudhi Ahmad; Tuhuloula, Abubakar
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12289

Abstract

Starch and sago waste are some of the raw materials most prospective to be developed into bioethanol. This activity aims to provide technical assistance in making bioethanol from starch and sago waste for sago farming communities in Sungai Tabuk District, Banjar, South Kalimantan. This activity is carried out in two stages, namely socialization and technical assistance in making bioethanol from starch and sago waste, as well as monitoring and evaluation. Technical socialization and assistance, including internal monitoring and evaluation, have been carried out by the implementation team for target communities. A total of 24 farmers who are members of sago cooperatives in the local area participated in socialization activities and technical assistance in making bioethanol from starch and sago waste. They were very enthusiastic to participate in the activity, as seen from the atmosphere of the discussion and the results of the questionnaire they filled out. In the next activity, several people were accompanied and intensively trained to make bioethanol using tools designed and made by the implementation team. As a result, these activities generally meet the targets and outputs of this activity, namely: (1) Increasing insight of sago farmers in Sungai Tabuk sub-district, South Kalimantan to utilize the starch and sago waste they produce into bioethanol products; (2) The establishment of a pilot project to make bioethanol from starch and sago waste on a small industrial scale managed by sago farming communities; (3) Good cooperation between the implementation team and the local sago farmers, and (4) Bioethanol products produced from starch and sago waste with unknown concentration levels.
Pendidikan Menjadi Motivasi Belajar Bagi Siswa Dan Menghindari Bullying Di Antara Siswa Mts Al-Barkah Murdianingsih, Arum; Irwan Setiawan, Muhammad; Nurazizah, Arma; Manalu, Samuel Agus; Syahriansyah, Akhmad
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12754

Abstract

Sangat disayangkan anak-anak yang menunjukkan perilaku antisosial di lingkungan sekolah seringkali memilih menyendiri dan menghindari pergaulan dengan teman sebayanya. Salah satu perilaku yang tidak biasa ini adalah bullying. Penindasan juga telah mencoreng wajah pendidikan Indonesia, dan penindasan sudah menjadi hal biasa dan meluas di sekolah-sekolah. Bullying merupakan fenomena yang sudah berlangsung lama. Bullying pada anak bisa saja terjadi tanpa kita sadari. Seperti kita ketahui, anak cenderung meniru perilaku yang dilihatnya. Seiring dengan berkembangnya intimidasi, anak-anak ini akan mengamati apa yang mereka lihat dan melakukan hal yang sama terhadap teman-temannya. Hal ini merupakan salah satu dampak penggunaan media sosial, khususnya bagi siswa SMA, jika tidak dikontrol oleh orang tuanya, akhirnya mereka akan menonton dan meniru perilaku bullying di media sosial. Prevalensi intimidasi di sekolah juga terlihat jelas dalam kasus-kasus intimidasi yang diberitakan di media.Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengamalkan tridharma perguruan tinggi. Selain itu, proyek pengabdian masyarakat berupaya mengatasi tiga permasalahan utama di desa, melalui sosialisasi, pengajaran, dan penyuluhan. Tiga subjek utama yang diangkat untuk diskusi adalah motivasi, bullying, dan pendidikan. Siswa, khususnya di SDN Buntukarau 001, MI Miftahuddin, dan Mts Al Barkah Buntu Karau, menghadapi permasalahan mendasar pada ketiga bidang utama tersebut. Oleh karena itu, siswa SDN Buntukarau 001, MI Miftahuddin, dan Mts Al Barkah Buntu Karau menjadi peserta yang dituju dalam latihan sosialisasi ini. Teknik sosialisasi, pengajaran, dan konseling digunakan untuk melaksanakan kegiatan dengan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan staff guru. Topik yang dibahas dalam presentasi meliputi teknik motivasi diri, bahaya bullying, dan nilai pendidikan bagi anak,serta kampanye informasi mengenai inisiatif pemerintah “isi piring saya”. Hasil kegiatan ini menunjukkan seberapa banyak siswa telah belajar tentang  bullying ini ,nilai pendidikan dan motivasi diri, dan upaya dalam menangani dampak dari ketiga mata pelajaran utama ini.Kata kunci: Bullying,  Sosialisasi, Pendidikan, Motivasi
PENYULUHAN MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SADAR AKAN KEKERASAN SERTA PENTINGNYA HUKUM KDRT DI DESA BUMI HARAPAN TANAH LAUT Fahlani, Soffyan Angga; Silvii, Silvii; Nurwidiawati, Raissa; Azkia, Zulfa
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12812

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan masalah serius yang melanda berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hukum terkait KDRT melalui kegiatan penyuluhan.  Pemilihan topik ini didasari oleh prevalensi KDRT yang masih tinggi di Indonesia, serta minimnya pemahaman masyarakat, terutama di daerah terpencil seperti Desa Bumi Harapan, terhadap hak-hak dan perlindungan hukum terhadap korban KDRT. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan langsung di desa, dengan menyediakan materi yang mencakup definisi KDRT, tanda-tanda, dampaknya terhadap korban, dan cara melaporkan serta mengakses bantuan hukum. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan partisipan mampu memahami pentingnya hukum dalam melindungi diri dari KDRT, khususnya dalam konteks perlindungan anak-anak yang rentan terhadap dampak fisik, psikologis, dan emosional. Partisipan juga mampu mengidentifikasi tanda-tanda dari pelaku kekerasan, serta memahami pentingnya melaporkan kejadian KDRT kepada pihak berwenang melalui berbagai saluran yang tersedia.

Page 1 of 1 | Total Record : 9