cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Penyuluhan Kesehatan dan Pelatihan Senam Sebagai Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Pada Lansia di Desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Lolla Illona Elfani Kausar; Nor Ella Dayani; Aqil Andika Pratiwi; Noorlita Widyastuti; Sandra Barbara Magdalena; Siti - Rahmah; Yoga Maulana Hernowo
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11132

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang telah berusia di atas 60 tahun. Perubahan yang terjadi pada diri lansia meliputi perubahan kognitif, fisik, spiritual, mental dan psikososial. Data hasil penelitian di Desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar didapatkan lansia yang tidak pernah berolahraga, informasi yang dibutuhkan lansia adalah Penyakit Degeneratif, lansia yang jarang memeriksakan kesehatannya, gangguan kognitif dan resiko jatuh. Hal ini dapat menyebabkan lansia mengalami kerusakan pada fungsi kognitifnya, kesehatan lansia tidak terpantau secara rutin, kekuatan fisik lansia menurun, kurangnya informasi mengenai kesehatan dan lansia dapat mengalami resiko jatuh. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah terjadinya kerusakan pada lansia di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar terkait pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan dan pelatihan senam lansia. Urgensi dari pengabdian ini adalah untuk mencegah dan mengimplementasikan hasil yang diperoleh, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan lansia dan mampu melakukan pencegahan dini. Metode kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, senam otak dan senam Otago untuk lansia. Hasil yang diinginkan adalah lansia memahami materi yang disampaikan dan mempraktekkan senam tersebut di rumah.
Pendampingan dari Diagnosis Implementasi Green House Level Medium Sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrim Hesty Heryani; Arif Rahman Hakim; Panggih Prabowo Rona Saputra
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11239

Abstract

Kebutuhan dasar bagi masyarakat harus terpenuhi dengan pengeluaran melebihi Rp. 10.739/orang/hari. Kondisi demikian menyatakan bahwa Indonesia pada Tahun 2024 sudah bebas dari kemiskinan ekstrim, akan tetapi kondisi lahan yang dimiliki masyarakat sangat terbatas bahkan tidak ada, terjadi perubahan iklim drastis, lahan marginal yang tidak subur serta harga produk hortikultura yang murah dan mudah rusak. Tujuan Pengabdian pada Masyarakat adalah mendesiminasikan Teknologi Green House Level Medium dalam Pengembangan Komoditas Hortikultura dengan pengembangan produk hortikultura melalui pelatihan dan bimbingan sehingga dapat memasuki pasar modern seperti pasar SNI 8152: 2021 dan pasar pusat perbelanjaan modern lainnya yang berada di Mall. Metode yang dikembangkan di masyarakat dengan pelatihan mendesain green house level medium, melakukan pelatihan dan pendampingan teknik budidaya hortikultura dalam green house, pelatihan dan pendampingan dalam membuat formula nutrisi, melakukan kontrol nutrisi saat proses produksi berjalan serta penangan pasca panen hingga dapat masuk pasar modern, serta kuesioner evaluasi kegiatan.  Hasil yang diperoleh dalam dua replika penanaman, Kelompok UMKM Target dapat menyerap transfer teknologi mencapai 88,3%, pemahaman konsep teknologi berkelanjutan mencapai 98%, kemampuan dalam mendesain green house level medium mencapai 99% serta sudah mampu memformula nutrisi, menyemai, menanam, memelihara hingga              panen dan mempersiapkan ke Pasar Moderen. Pelatihan dan pendampingan pada masyarakat demikian merupakan solusi yang ditawarkan pada kondisi ketersediaan lahan minim, perubahan iklim drastis, kondisi tanah marginal serta produk hortikultura organik yang sulit dapat menembus pasar modern.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis 3r Sebagai Upaya Mitigasi Banjir Pada Masyarakat Di Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Masjid Kota Banjarmasin Farida Heriyani; Nika Sterina Skripsiana; Widya Nursantari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10739

Abstract

Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Mesjid berada di wilayah Kota Banjarmasin. Letak wilayahnya yang berada di bantaran Sungai rentan banjir dengan penduduk yang padat menyebabkan banyak sampah yang dihasilkan, dibuang sembarangan di sekitar rumah, selokan dan sungai, sehingga dapat menyebabkan banjir di daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dengan pelatihan kepada masyarakat untuk  pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya mitigasi banjir. Metode kegiatan ini berupa pelatihan kepada masyarakat, terdiri dari pemberian edukasi dengan metode ceramah dan diskusi serta pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, dan recycle). Target dari kegiatan ini adalah terdapat pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPS dan tidak ada yang dibuang ke sungai atau selokan sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Evaluasi jangka pendek dilakukan melalui pemberian pretest dan  post-test pengetahuan peserta. Hasil kegiatan didapatkan nilai rerata pretest sebesar 5,93, posttest sebesar 9,00 dan uji Wilcoxon nilai p 0,000. Kesimpulan yang didapat adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengelolaan sampah tepat guna dan mampu mendaur ulang sampah sebagai upaya mitigasi banjir. 
Pemanfaatan Sampah Organik untuk Budidaya Sayuran Organik dengan Sistem Vertikultur Bakti Nur Ismuhajaroh; Hilda Susanti; M. Laily Qadry Sukmana; Gani Jawak; Juharni Juharni; Muhammad Ihsan Fadhiel; Andi Rahman Halim
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.12005

Abstract

Pemenuhan kebutuhan gizi khususnya sayuran yang sehat di masyarakat perkotaan memerlukan biaya yang tinggi. Ketersediaan lahan yang sempit dan kurangnya pengetahuan menyebabkan rendahnya minat budidaya tanaman masyarakat perkotaan. Pemanfaatan sampah organik limbah rumah tangga untuk budidaya sayuran secara organik dengan sistem vertikultur dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dan produksi sayuran sehat.  Kegiatan ini dilaksanakan di RT. 40 dan RT. 47, RW. 07 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi, praktik pembuatan demplot, dan monitoring. Pelaksanaan kegiatan ini secara berkelanjutan akan meningkatankan kondisi lingkungan, memenuhi kecukupan gizi rumah tangga dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pemberdayaan Petugas Kesehatan Dalam Deteksi Dini Kanker Prostat Di Puskesmas Banjarbaru Utara Eka Yudha Rahman; Roselina Panghiyangani; Nia Kania; Nika Sterina Skripsiana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11177

Abstract

Kanker prostat merupakan keganasan nomor dua tersering pada pria serta penyebab kematian keenam pada pria di dunia. Jumlah lansia pria di Kota Banjarbaru, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara terus mengalami peningkatan. Jumlah lansia di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara pada tahun 2022 sebanyak 11.920 jiwa (32,02% dari total penduduk), dengan jumlah lansia pria sebanyak 6,052 jiwa (16,26% dari jumlah penduduk). Hal ini merupakan faktor risiko kanker prostat pada lansia pria di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara. Perlu dilaksanakan pemberdayaan petugas kesehatan dalam deteksi dini kanker prostat di Puskesmas Banjarbaru Utara. Petugas kesehatan yang menjadi sasaran adalah dokter dan perawat yang memberi pelayanan kepada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Banjarbaru Utara. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan deteksi dini kanker prostat dan penyuluhan kanker prostat kepada masyarakat. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 14 orang petugas kesehatan Puskesmas Banjarbaru Utara. Tujuan kegiatan pelatihan adalah untuk melatih petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker prostat sehingga dapat mendiagnosis kanker prostat lebih dini pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dinilai dari meningkatnya pengetahuan peserta (nilai rata-rata pretest 74,29 dan posttest 92,86) dan meningkatnya keterampilan petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker prostat dinilai dari keaktifan peserta saat responsi. Kegiatan penyuluhan kanker prostat diikuti 33 orang lansia. Tujuan kegiatan penyuluhan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang faktor risiko, deteksi dini dan pencegahan kanker prostat. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dinilai dari meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan (nilai rata-rata pretest 59,39 dan posttest 88,48).
Seni Musik Tifa Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Afrika-Papua Di Rusunawa Banjarbaru Tanto Budi Susilo; Krisdianto Krisdianto; Tetti Novalina Manik; Thresye Thresye
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11943

Abstract

Tulisan ini, bagian program pengabdian masyarakat; dengan judul “Podcast: Seni sebagai media pembelajaran sains” tiga tahun lalu. Berikut ini ulasannya; tifa atau Jimbe (bahasa Mali, djembe: kumpul) merupakan instrumen musik modern dan/atau kontemporer yang berasal dari negara Jamaica, Amerika Tengah. Instrumen ini mengandung memori dan simbolisasi penindasan bangsa Mali-Afrika Barat, dihinakan, dihewankan dan diperbudak oleh bangsa Spanyol, di benua Amerika, era kolonialisasi (abad 15-17), sebelum pindah kuasa ke Inggris (abad 17-19). Adalah dia, manusia Afrika Barat menyuarakan dan mengekspresikan sedihnya di atas drum, bedug atau djembe/kendang. Era milinialisasi, Si Mali, Si Jimbe hadir kembali untuk menghibur, untuk menuntun perasaan bangsa manusia dengan nada tersendiri dan unik. Terdapat tiga nada pada jimbe; nada tinggi ada di bagian tepi jimbe, sedang ada di bagian agak tengah jimbe dan rendah ada di bagian tengah jimbe. Patitur jimbe terletak pada cara drummer memainkan dengan kecepatan dan variatif. Metode Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap performance lagu Tifa Afrika, sebagai berikut; sangat mengerti (14,8%), mengerti (56,5%), kurang mengerti (28,2%) dan tidak mengerti (0,5%). Diharapkan seni musik dapat digunakan sebagai media untuk pembelajaran sain sosial dan sain natural.
Revitalisasi Peran Pemangku Sungai dalam Pengelolaan Sampah Sungai untuk Mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat Herawati Herawati; Lola Ilona Elfani Kautsar; Anggi Setyowati; Kurnia Rachmawati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11313

Abstract

Sungai berperan vital dalam kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin, namun kondisi sebagian besar sungai di Kota Banjarmasin masih belum bersih dan terjadi pendangkalan. Upaya membersihkan sampah sungai telah dilakukan pemerintah Kota Banjarmasin salah satunya dengan melibatkan pemangku sungai melalui program “Merahagu Sungai”, tetapi hasilnya belum optimal. Data menunjukkan bahwa luas kumuh di bantaran sungai sebanyak 42% dan sebanyak 28,89% sistem pengelolaan sampah di daerah sungai tidak sesuai dengan standar teknis, dan sebanyak 100% tidak terpeliharanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, serta kontribusi paling besar sumber sampah sungai yaitu sampah rumah tangga, yakni sebesar 65,65%. Hal ini salah satunya dikarenakan masih kurangnya pemahaman dan kesadaran pemangku sungai terhadap kontribusinya dalam mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat melalui sungai yang bersih. Mengingat pentingnya peran pemangku sungai, maka solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra sesuai dengan analisis situasi yaitu “Pelatihan dan pendampingan pemangku sungai Kota Banjarmasin terkait perannya dalam pengelolaan sampah sungai serta kontribusinya dalam mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat”. Kegiatan ini melalui 3 tahap selama jangka waktu April-Oktober 2023. Pelaksanaan kegiatan yaitu: (1) Pengkajian awal pengetahuan pemangku sungai mengenai perannya, (2) Pelatihan dan Pendampingan terkait Peran Pemangku Sungai, (3) Evaluasi pengetahuan pemangku sungai mengenai peran pemangku sungai. Evaluasi pre dan post test pengetahuan pemangku sungai didapatkan peningkatan skor rerata peserta adalah 70,77, dan hasil post test setelah dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan adalah 85,71. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan yaitu sebesar 14,94%. Kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemangku sungai dalam pengelolaan sampah sungai dan kontribusinya dalam mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat.
Pembentukan Kelas Hattra (Kesehatan Tradisional) Bagi Ibu Yang Memiliki Bayi Dan Balita Di Posyandu Desa Keliling Benteng Ulu Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Didik Dwi Sanyoto; Triawanti Triawanti; Sherly Limantara
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10948

Abstract

Di Kalimantan Selatan prevalensi balita stunting menurut SSGI tahun 2021 yaitu 24,6 melebihi prevalensi nasional. Kabupaten Banjar memiliki prevalensi stunting 26,4%. Desa Keliling Benteng Ulu termasuk desa yang berada di zona merah kasus stunting yaitu sebesar 23,68%. Pada tahun 2022 terdapat 54 anak balita yang mengalami stunting. Desa keliling Benteng Ulu (KBU) merupakan daerah rawa pasang surut dan aliran Sungai Martapura. Untuk itu perlu dicari solusi upaya pencegahan. Salah satunya melalui upaya kesehatan tradisional (Hattra). Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan bersama-sama dengan kepala desa, kader posyandu dan kader PKK diketahui di Desa KBU belum banyak ibu bayi/ balita yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan tradisional yang dapat mendukung upaya pencegahan stunting. Kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pada kegiatan ini ditawarkan solusi kepada masyarakat yaitu untuk membentuk kelas Hattra bagi ibu-ibu yang memiliki bayi/balita. Program di kelas Hatra yaitu pelatihan tentang pijat bayi dan pengolahan temulawak menjadi permen yang disukai anak. Pemijatan pada bayi diketahui dapat merangsang tumbuh kembang bayi termasuk ebrat badan dan tinggi badan, sedangkan temulawak telah digunakan secara turun temurun sebagai peningkat nafsu makan. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pretest-posttest menunjukan peningkatan pemahaman dari nilai rata-rata 68,4 menjadi 80, juga terkait manfaat kegiatan ini dalam bentuk kuisioner menunjukkan sebagian besar peserta merasa manfaat yang banyak dari kegiatan ini.
PKM Pengolahan Nira Dari Pohon Aren (Arenga Pinnata) Di Desa Munggu Raya Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Yamani; Sunarno Basuki; Siti Rahmah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10557

Abstract

Pengolahan nira dari pohon aren di Desa Munggu Raya menghasilkan produk minuman sehat. Nira aren dikemas warga dengan plastik seadanya atau dengan botol bekas kemasan air mineral, terkadang dimasukkan kedalam tabung bambu dan jika dipasarkan kekonsumen langsung dituangkan ke dalam gelas. Warga Desa Munggu Raya sangat ingin mendapatkan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah peralatan produksi masih tradisional, pengemasan air nira aren dan manajemen usaha. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan dan pengemasan air nira aren serta manajemen usaha (cara pemasaran dan pembukuan yang sederhana). Metode yang diterapkan yaitu melakukan penyuluhan dan diskusi, pelatihan produksi, pemantauan dan evaluasi. Hasil pengabdian Mitra PKM mampu menerapkan Iptek dalam proses produksi air nira aren. Selain produksi meningkat 100% juga kemasan produk air nira dari pohon aren tradisional menjadi lebih modern serta sistem pemasaran dan manajemen usaha mulai diterapkan oleh mitra. Pembinaan dan kerjasama dengan instansi terkait untuk mengembangkan usaha pengolahan air nira dari pohon aren tradisional di Desa Munggu Raya ini perlu dilakukan agar masyarakatnya lebih Sejahtera. 
Pemanfaatan Briket Limbah Sekam Padi Sebagai Energi Alternatif Di Desa Kayu Bawang Melalui Teknologi Briket Abdul Ghofur; Aqli Mursadin; Rudi Siswanto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11210

Abstract

Kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui  Kemitraan Masyarakat umum atau masyarakat non produktif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mitra dalam upaya memberikan solusi energi alternatif dan pemanfaatan limbah penggilingan padi di desa Kayu Bawang.. Sebagian besar kebutuhan energi  penduduk pedesaaan adalah untuk sektor rumah tangga dan usaha kecil. Berdasarkan data BPS Kabupaten Banjar tahun 2022, rata-rata produksi padi sawah di Gambut sebesar 39,41 ton/ha dengan luas lahan sawah sekitar 7,673 Ha. Secara otomatis, usaha penggilingan padi marak berada di Gambut, produk dari penggilingan padi akan menghasilkan 20 persen beratnya berupa kulit padi atau sekam. penggilngian padi ini biasanya hanya dibakar menjadi abu gosok atau digunakan menjadi campuran kompos. Pemanfaatan biomassa dengan pembakaran secara langsung tidaklah efektif karena densitas energi yang rendah sehingga biomassa perlu dikonversi dengan cara pemadatan, yang biasanya disebut briket. Selain dapat meningkatkan densitas energi dan kapasitas kalor, briket juga dapat memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan. Namun briket memiliki kelemahan yaitu agak sulit terbakar saat pertama digunakanMetode yang gunakan adalah studi lapangan, diskusi, pembuatan cetakan briket. Target luaran yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah produk cetakan briket sekam padi. Dari kegiatan ini dihasilkan produk briket sekam padi yang bisa digunakan sebagai energi alternatif  oleh warga di Desa Kayu Bawang ini. Meskipun nilai kalor briket sekam ini tidak terlalu besar namun pemanfaatan sekam sebagai limbah menjadi bahan bakar alternatif memberikan nilai yang positif.