cover
Contact Name
fery eko pujiono
Contact Email
ferypujiono@gmail.com
Phone
+6288217150340
Journal Mail Official
jurnalsintesis@gmail.com
Editorial Address
Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299 | Fax. (0354)771539
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya
ISSN : -     EISSN : 27459918     DOI : 10.106908/jst
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya merupakan jurnal ilmiah penelitian dengan nomor ISSN 2745-9918 yang diterbitkan Fakultas Sains Teknologi dan Analisis Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata oleh kelompok Bidang Minat bidang minat Sains, Sains Terapan dan Analisis Sains. Jurnal ini dipublikasikan pertamakali pada bulan Juni Tahun 2020. Jurnal Sintesis Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya ini diterbitkan sebanyak dua kali setiap tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dibidang (scope) : Sains Murni (seperti Matematika, Fisika, kimia dan biologi), Sains Terapan meliputi Bidang Laboratorium Medis (Seperti Hematologi, Kimia Klinik, Bakteriologi, Imuserologi, Toksikologi, Parasitologi, Mikologi, Dan Sistohistopatologi), Bidang Analisa (Seperti Analisis Obat, Analisis Obat Tradisional, Analisis Makanan Dan Minuman, Analisis Kosmetika, Dan Mikrobiologi) serta penelitian lain dibidang sains terapan seperti kesehatan Lingkungan, Statistika Kesehatan, dan Bioteknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025" : 20 Documents clear
Uji Aktivitas Daun Salam (Sizygium poyantha) Sebagai Antihipertensi Pada Tikus Jantan Yang Diinduksi Angiotensin II oentari, octaviana dyah
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.285

Abstract

Bay leaves are one of the plants that can be used for hypertension. Matoa leaves are thought to have hypertensive activity because they contain flavonoids. Flavonoids can lower blood pressure modulated by the Renin-Angiotensin-Aldosterone System (RAAS). The purpose of this study was to determine the administration of bay leaf extracts and fractions in lowering blood pressure.  This study used a maceration method with 96% ethanol solvent and fractionated with a liquid-liquid method using n-hexane fraction solvent, ethyl acetate fraction, water fraction. In this study, 21 male white rats of the Wistar strain were used as test animals divided into 7 groups. All groups except the normal group were induced with Angiotensin II. The antihypertensive activity of bay leaf extracts and fractions was observed from the percentage decrease in systolic and diastolic blood pressure. The results showed that bay leaf extract at a dose of 300 mg/kg BW could lower blood pressure in rats induced by angiotensin II.
Dinamika Aktivitas Fisik terhadap Profil Glikemik pada Lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dari Perspektif Fisika Energi Prodyanatasari, Arshy; Mely Purnadianty; Mardiana Prasetyani Putri; Novia Agustina
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.289

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada lansia memerlukan pendekatan penanganan yang holistik, termasuk melalui aktivitas fisik. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan profil glikemik pada populasi lansia di Puskesmas Silir, Kabupaten Kediri, masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap profil glikemik, meliputi kadar gula darah puasa, postprandial, dan HbA1c, pada lansia penderita DMT2. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden lansia berusia 60–70 tahun di wilayah kerja Puskesmas Silir. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk menilai profil glikemik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43% responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki kadar gula darah yang tinggi, sementara responden dengan aktivitas fisik berat menunjukkan profil glikemik terbaik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan intensitas aktivitas fisik dengan perbaikan kadar gula darah (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat berhubungan dengan kontrol glikemik yang lebih baik pada lansia penderita DMT2. Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari manajemen DMT2 pada lansia. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi longitudinal guna mengevaluasi dampak jangka panjang aktivitas fisik terhadap stabilitas glikemik pada populasi ini.
Analisis Komparatif Kualitas Pewarnaan Histopatologi dengan Hematoxylin Mayer dan Harris di RSD Nganjuk Fitriana, Vina; Sabban, Indra; Mardya Filosa, Devi; Hermawan, Rizal; Erawati; Septika W, Ida; Endah Rahayu M, Mike; Kusdinar, Gilang; Wahyuni, Ismiy; Rizqa Nuraini, Ida; Widyawati, Nurul
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.290

Abstract

Latar belakang: Pewarnaan yaitu pemberian warna pada sel yang akan dipotong hingga membentuk sel pada jaringan, sehingga dapat diamati pada mikroskop. Pewarnaan Hematoxillin-Eosin (HE) memiliki prinsip dimana inti yang bersifat asam akan menarik zat atau larutan Hematoxillin yang bersifat basa dan akan bewarna biru sampai ungu. Sedangkan sitoplasma yang bersifat basa akan menarik zat atau larutan Eosin yang bersifat asam sehingga memberikan warna merah muda. Hematoxillin yang sering digunakan adalah Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris. Tujuan: Untuk mengetahui analisa perbandingan hasil pewarnaan HE sediaan histopatologi menggunkan Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap, acak kelompok atau faktorial. Populasi yang dilakukan dalam penelitian ini blok parafin jaringan tubuh manusia yang tersimpan di laboratorium Patologi Anatomi RSD Nganjuk. Teknik sampling penelitian yang digunakan adalah Quota Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 16 responden. Hasil: hasil Hematoxillin Mayer dengan jumlah 16 responden didapatkan keterangan Kurang baik sebanyak 3 sampel dan baik sebanyak 13 sampel sedangakan pada Hematoxillin Harris didapatkan keterangan tidak baik sebanyak 4 sampel, kurang baik sebanyak 8 sampel dan baik sebanyak 4 sampel. Berdasarkan uji statistik Independent Sampel T-Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara pewarnaan Hematoxillin Mayer dengan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk dibuktikan dengan nilai sig. = 0.184 atau nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Simpulan dan saran: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan pada hasil pewarnaan sediaan histopatologi dan pewarnaan Hematoxillin mayer lebih baik dibandingkan dengan Hematoxillin harris di RSD Nganjuk.
Gambaran Perilaku Personal Hygiene Mengenai Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Badung Virgiana, Ni Kadek Nana; Wirata, I Nyoman; Mahayati, Ni Made Dwi
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.307

Abstract

Personal hygiene merupakan upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, yang mendukung kesejahteraan fisik serta psikologis seseorang. Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki IQ di bawah angka 70 dan mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas seperti merawat diri sendiri atau bersosialisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku personal hygiene pada remaja putri tunagrahita terkait kesehatan reproduksi di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Badung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang melibatkan 32 responden dan data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 20 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian mayoritas responden berusia 35-40 Tahun (34,3%). Mayoritas umur anak 15-17 tahun (62,5%). Mayoritas menarche 13-16 tahun (71,8%). Mayoritas tunagrahita ringan (68,7%), dan perilaku personal hygiene yang baik yaitu 22 (68,7%). Kesimpulan penelitian ini yaitu mayoritas perilaku baik 68,7%, diharapkan siswi dapat lebih meningkatkan perilaku personal hygiene mereka, didukungan oleh orang tua, sekolah dan fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah.
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Batang Duwet (Syzygium cumini L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Fitria, Faizatul; Untarto Swandono, Hari; Agusti Lukis, Prima; Werdiningsih, Wiwik
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.313

Abstract

Bacterial infections, especially those caused by Staphylococcus aureus, are a serious global health problem. This bacterium can cause a range of diseases, from mild skin infections to potentially fatal sepsis. It has also been reported to have developed resistance to antibiotics, which highlights the need for developing natural antibiotics with minimal side effects. The Duwet plant (Syzygium cumini L.), particularly its bark, is traditionally used to treat dysentery, diarrhea, and dyspepsia, and contains numerous bioactive compounds. Due to these benefits and its compounds, the bark of the duwet tree has the potential to possess beneficial antibacterial properties. The purpose of this study was to determine the extent to which the ethanol extract of duwet bark can inhibit the growth of Staphylococcus aureus in a laboratory setting (in vitro). The methods used included an extraction process where the duwet bark was soaked in 96% ethanol, followed by a phytochemical test to determine its chemical content. The extract was then tested for its ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus using the well diffusion method at concentrations of 20%, 40%, and 60%. The results showed that the duwet bark extract had the strongest antibacterial activity at a concentration of 60%, with an inhibition zone of 10.67 ± 2.25 mm, which falls into the moderate category.
Korelasi Kadar C-Reactive Protein (CRP) dengan Kadar Hemoglobin A1c (Hba1c) pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Zahrani, Azka Hasbia; Khoirul Abror, Yogi; Marliana, Nina; Merdekawati, Fusvita
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.314

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi meningkatnya kadar gulosa yang disebabkan oleh kesalahan fungsi insulin oleh sel beta pankreas. HbA1c digunakan sebagai penanda kontrol glikemik jangka panjang sementara CRP merupakan biomarker inflamasi yang digunakan sebagai biomarker inflamasi sistemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi CRP dengan HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis observasional dengan desain cross-sectional terhadap 30 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Baleendah. Kadar CRP diukur menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan kadar HbA1c diperoleh melalui rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata CRP sebesar 11,26 mg/L dan HbA1c sebesar 9,8%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukan nilai signifikasi p = 0,002 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,552 yang artinya terdapat korelasi positif yang signifikan antara kadar CRP dan HbA1c. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kadar CRP, sebagai indikator peradangan sistemik, berhubungan dengan buruknya kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Korelasi Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Kadar Interleukin-6 Pada Pasien Hiperkolesterolemia Retnaningsih, Nur Alifah; Khoirul Abror, Yogi; Rohayati, Rohayati; Nurhayati, Dewi
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.315

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan fraksi lipid, terutama kolesterol total dan kolesterol LDL, dan menjadi penyebab utama aterosklerosis yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sel pro-inflamasi yang teraktivasi melepaskan Interleukin-6 sebagai respons terhadap stres oksidatif atau kerusakan endotel, serta memainkan peran penting dalam patogenesis aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar LDL dan kadar IL-6 pada pasien hiperkolesterolemia. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan teknik purposive sampling. Metode pemeriksaan IL-6 menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA). Dari 30 sampel pasien hiperkolesterolemia dengan kriteria kadar kolesterol total > 200mg/dL dan kadar LDL >130mg/dL didapatkan rata-rata kadar LDL yaitu 154.33 mg/dL dan rata-rata kadar IL-6 yaitu 5.79 pg/mL. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.653 sehingga dapat disimpulkan terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar LDL dan kadar IL-6 pada pasien hiperkolesterolemia. Hal ini mendukung hipotesis bahwa LDL berperan dalam memicu respons inflamasi sistemik yang terlihat dari kenaikan IL 6, serta berkontribusi pada progresi inflamasi vaskular dan pembentukan plak aterosklerotik. Kata kunci: Low Density Lipoprotein (LDL), Interleukin-6 (IL-6), Hiperkolesterolemia
Adsorpsi Serbuk Kunyit dan Jahe Emprit untuk Menurunkan Bilangan Asam Minyak Jelantah Mardiana Prasetyani Putri; Prodyanatasari, Arshy; Mely Purnadianty
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.317

Abstract

Limbah minyak jelantah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, upaya regenerasi atau pemurnian kembali minyak tersebut diperlukan. Salah satu metode yang dinilai efektif untuk tujuan tersebut adalah proses adsorpsi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis efektivitas proses adsorpsi dalam menurunkan bilangan asam pada minyak jelantah dengan variasi waktu kontak yang berbeda. Pendekatan eksperimental diterapkan dengan membandingkan nilai bilangan asam sampel sebelum dan setelah perlakuan adsorpsi. Proses adsorpsi menggunakan kombinasi adsorben dari kunyit (Curcuma longa) dan jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) dengan komposisi massa 1:1. Sampel yang digunakan merupakan minyak goreng sawit yang telah dimanfaatkan sebanyak tiga kali untuk menggoreng produk ikan. Adsorpsi dilakukan pada kondisi suhu tetap 70°C dengan variasi durasi kontak secara bertahap, yaitu 30, 35, 40, 45, 50, 55, dan 60 menit. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bilangan asam awal minyak jelantah sebesar 0,3636 mg NaOH/g. Setelah proses adsorpsi, terjadi penurunan nilai bilangan asam yang signifikan seiring dengan meningkatnya waktu kontak. Nilai bilangan asam pada masing-masing variasi waktu tersebut secara berurutan adalah 0,2460; 0,1654; 0,1328; 0,1197; 0,0914; 0,0827; dan 0,0457 mg NaOH/g. Tren penurunan ini mengindikasikan bahwa efisiensi proses adsorpsi meningkat sejalan dengan pertambahan waktu kontak. Fenomena penurunan bilangan asam ini diduga kuat disebabkan oleh kehadiran senyawa antioksidan, yakni kurkumin pada kunyit dan gingerol pada jahe emprit. Senyawa-senyawa bioaktif tersebut bekerja secara efektif dalam menghambat mekanisme oksidasi lemak, yang merupakan faktor primer peningkatan bilangan asam.
Neutrophil Extracellular Traps as Potential Therapeutic Targets in Systemic Lupus Erythematosus: A Systematic Review of Current Evidence Primartati, Danny Meganingdyah; Fatmariza, Aulia Risqi; Darmawan, Rahmad; Fadillah, Noor
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.318

Abstract

Introduction: Systemic Lupus Erythematosus is an autoimmune disorder in which the immune system becomes increasingly dysregulated, inflamed, and involves multiple organ systems. While NETs play an essential role in antimicrobial defence, in SLE, they enhance immunopathological damage by driving type I interferon response, autoantibody production, and tissue damage. NETs, due to their unique capability of serving both as disease extraditional and as disease instigators, are a promising target in SLE. Methods: The current review is in accordance with PRISMA guidelines and registered in PROSPERO (CRD420251129386). Comprehensive searches were performed in PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, and JSTOR, published between 2021 and 2025. Primary research investigating NETs or interventions aimed at them in SLE were included. Articles were excluded for non-originality, focus outside SLE and NETs, and lack of therapeutic focus. Documents were appraised for design, population, sample size, intervention, outcome, and therapeutic relevance for extraction. Results: A total of 1.065 articles were initially identified, of which six studies met inclusion criteria. Clinical studies consistently demonstrated elevated NET remnants, impaired NET degradation, and organ-specific deposition associated with lupus nephritis and vascular involvement. Preclinical models showed that PAD4 inhibition, DNase I supplementation, and mitochondrial-targeted antioxidants reduced NET formation, attenuated interferon-driven immune responses, and ameliorated renal and vascular pathology. Conclusion: Existing data underscore the role of NETs as critical pathogenic components of SLE and corroborate the possibility of NETs as therapeutic targets. There is, however, an immediate need for bespoke NET assays, active-signed NET biomarker stratification, NET-guided patient stratification, and rigorous clinical trial design.
Identifikasi Bakteri Pada Ulkus Diabetikum Di Praktik Klinik Mandiri Keperawatan Kabupaten Madiun Mu’arofah, Binti; Setyo Triariyati , Wahyu; Anandita Putri Santoso, Siska; Agustina, Novia; Wardani, Siska; Munawaroh, Siti; Eka Kurniawan, Angga
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.320

Abstract

Ulkus diabetikum, atau luka pada kaki penderita diabetes, merupakan masalah serius karena Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf, yang akhirnya menyebabkan komplikasi pada pembuluh darah besar dan keci. Kerusakan ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang dan sensasi rasa sakit menurun. Akibatnya, luka kecil pun bisa berkembang menjadi luka besar tanpa disadari. Luka tersebut menjadi tempat baik bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi inilah yang seringkali memperburuk kondisi ulkus, bahkan bisa mengarah pada amputasi jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan persentase bakteri pada ulkus diabetikum di Praktik Klinik Mandiri Keperawatan Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan purposive sampling untuk mengambil 15 sampel. Sampel-sampel ini kemudian dikultur pada beberapa media, yaitu MCA, BAP, Urea, TSIA, IMVIC, MSA, dan NAS. dan dilanjutkan dengan tes katalase dan koagulase. Setelah dilakukan penelitian di dapatkan adanya bakteri Batang Gram Negatif yang terdapat pada 15 sampel dengan presentase Escherichia coli (7%), Pseudomonas sp. (7%), Salmonella parathypi B (3%), Klebsiella sp. (33%), dan ditemukan bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus (50%). Oleh karena itu, diharapkan pasien penderita luka ulkus diabetikum dapat menjaga kebersihan kaki serta melakukan perawatan luka yang tepat dan melakukan cek gula darah secara rutin sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Kata kunci: Ulkus, Bakteri Gram Negatif, Gram Positif

Page 1 of 2 | Total Record : 20