cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 110 Documents
DARI TRADISI KE KOTA KREATIF: TATA KELOLA SENI PERTUNJUKAN DALAM PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA Dani Fajrul Arisyi; Rachmat Rachmat
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i1.82985

Abstract

Seni pertunjukan merupakan praktik budaya yang tidak hanya merepresentasikan ekspresi artistik, tetapi juga mencerminkan relasi sosial, nilai budaya, dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Dalam perkembangannya, seni pertunjukan mengalami transformasi seiring dengan meningkatnya mobilitas seniman, berkembangnya wacana kota kreatif, serta perubahan kebijakan kebudayaan. Kondisi ini menempatkan seni pertunjukan dalam situasi yang kompleks, di mana keberlanjutan praktik artistik tidak lagi ditentukan semata oleh kualitas estetika, tetapi juga oleh tata kelola yang mengatur relasi antara seniman, komunitas, institusi, negara, dan pasar. Artikel ini bertujuan mengkaji tata kelola seni pertunjukan melalui perspektif ekologi budaya dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan etnografi seni. Melalui pembacaan relasional terhadap praktik seni, artikel ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan beroperasi dalam ekosistem budaya yang dinamis dan bergantung pada keseimbangan relasi sosial, ruang, serta sumber daya. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretik bagi pengembangan studi tata kelola seni serta menawarkan perspektif kontekstual bagi perumusan kebijakan dan pendidikan seni pertunjukan.
STRATEGI PEMBELAJARAN TARI KREASI “NYI RANTANG” PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI DI SMP NEGERI 2 CILAKU, CIANJUR Neni Sumiati; jaeni jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.84105

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari, terutama pada pembelajaran Tari Kreasi Nyi Rantang di SMP Negeri 2 Cilaku Cianjur. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran, serta mengetahui upaya yang dilakukan pembina untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan sifatnya variatif, terdiri dari demonstrasi, latihan berulang (drill), pembelajaran kelompok, apresiasi, eksplorasi, serta pendekatan kontekstual. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan keterampilan menari, kerja sama, dan pemahaman siswa mengenai makna filosofis tari. Adapun kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan waktu, serta kurangnya konsentrasi saat latihan. Upaya yang dilakukan oleh pembina untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan memberikan bimbingan individu, pengulangan materi secara bertahap, pemberian motivasi, dan penciptaan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran seni tari yang berbasis pada pelestarian budaya lokal.
ANALISIS STRUKTUR TARI PANGGUGAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TARI DASAR SISWA DI SANGGAR GETAR PAKUAN BOGOR Shafira Rhamadhan; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.84110

Abstract

Seni tari merupakan salah satu warisan budaya yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari munculnya berbagai inovasi dalam bentuk, struktur gerak, maupun metode pembelajaran tari. Salah satunya adalah analisis stuktur tari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tari Panggugah sebagai materi pembelajaran tari dasar di Sanggar Getar Pakuan Bogor. Tari Panggugah merupakan karya Zenzen Djuansyah yang diciptakan dengan tujuan menggugah siswa sanggar dan masyarakat untuk mencintai seni budaya, khususnya seni tari. Tari ini mengambil sumber inspirasi dari tari Oray Welang dan Keser Bojong yang merupakan bentukan awal tari Jaipongan di Padepokan Jugala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui teknik studi pustaka, studi lapangan, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Tari Panggugah terdiri dari empat konstruksi gerak, yaitu bukaan, pencugan, nibakeun, dan mincid yang membentuk kesatuan dalam unsur koreografi, iringan tari, dan busana. Struktur gerak tersebut menjadikan Tari Panggugah sebagai materi pembelajaran dasar yang memudahkan siswa dalam memahami teknik dasar tari Jaipongan.
PANANRANG : ASTRONOMI, MASA, DAN JAGAT RAYA Annisya, Nur; Linda, Johar; Syakhruni, Syakhruni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i1.85454

Abstract

Tari ini membahas uraian karya tari dengan judul Pananrang yang membahas beberapa permasalahan yaitu 1) Bagaimana proses eksplorasi Gerak yang bersumber dari gerak tari kreasi. 2) Bagaimana cara mengkomposisikan ke dalam bentuk tari secara utuh. Metode yang digunakan dalam garapan karya tari ini dengan pendekatan eksplorasi dalam garapan karya ini yaitu proses penemuan ide, improvisasi yaitu tahap penjajagan. Pada tahap ini dipikirkan motif-motif gerak yang akan digunakan dalam garapan. Tahap ini dilakukan berulang-ulang bagian perbagian dalam waktu yang tidak ditentukan, karena kemungkinan-kemungkinan perkembangan gerak muncul sehingga terjadi perubahan fase gerak yang sudah ada. Tahap pembentukan merupakan tahap akhir dimana proses kerjanya difokuskan pada bentuk garapan secara utuh. Dalam tahap ini, penata tari merenungkan dan mengoreksi kembali hubungan antar gerak yang satu dengan gerak berikutnya yang sudah didapatkan pada tahap eksplorasi, improvisasi dan proses pematangan gerak. Hasil karya ini disimpulkan bahwa: karya tari “Pananrang” mempresentasikan karya yang terinspirasi dari Suku Bugis
ANALISIS INTERPRETASI MUSIKAL DAN KOREOGRAFI SELFI YAMMA PADA LAGU “PELUKAN NYATA” (PERSPEKTIF PENDIDIKAN SENI) Faisal Faisal; Erna Setianingsih
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.86387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis interpretasi musikal dan koreografi Selfi Yamma dalam membawakan lagu “Pelukan Nyata” dari perspektif pendidikan seni, dengan fokus pada keterkaitan antara makna lirik, pengolahan vokal, dan perwujudan gerak di panggung. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen dan observasi rekaman pertunjukan, sehingga setiap keputusan artistik ditelusuri berdasarkan struktur musik dan teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa interpretasi musikal Selfi Yamma sangat bertumpu pada makna emosional lirik tentang kehilangan dan kerinduan, yang tampak dalam pengelolaan tempo, dinamika, warna vokal, frasering, dan pemanfaatan jeda untuk membangun suasana intim. Pada saat yang sama, koreografi yang diwujudkan melalui unsur wirama, wiraga, dan wirasa senantiasa mengikuti narasi emosional lagu: gerak minimal dan tertahan pada bagian yang melukiskan kesendirian, gestur mengarah ke atas dan ke kejauhan saat lirik berbicara tentang harapan yang tak tergapai, serta gerak memeluk diri dan keterbukaan tubuh pada bagian klimaks kerinduan. Keterpaduan antara interpretasi musikal dan koreografi tersebut menunjukkan bagaimana teks lagu diterjemahkan menjadi pengalaman estetik yang utuh, sehingga penampilan tidak sekadar menjadi sajian hiburan, tetapi juga media ekspresi dan komunikasi makna. Dalam perspektif pendidikan seni, temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran interpretasi yang mengintegrasikan pemahaman lirik, teknik vokal, dan koreografi sebagai satu kesatuan, agar peserta didik tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka secara artistik dan emosional dalam menafsirkan karya musik.
JEJAK TRADISI TARI DALAM GERAK MODERN Syakhruni Syakhruni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.86475

Abstract

Seni tari merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai estetika, simbolik, dan filosofis serta menjadi cerminan identitas suatu masyarakat. Di tengah perkembangan modernisasi dan globalisasi, seni tari tradisional menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensi dan nilai-nilai budayanya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana jejak tradisi tetap hadir dalam perkembangan seni tari modern serta menelaah upaya pelestarian yang dilakukan di tengah perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif dengan metode kajian literatur. Analisis difokuskan pada perubahan bentuk, fungsi, dan estetika tari tradisional, serta peran generasi muda dan teknologi digital dalam mendukung keberlanjutan seni tari. Hasil kajian menunjukkan bahwa ditengah arus modernisasi ini tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang bagi revitalisasi seni tari melalui inovasi dan kreativitas. Namun, transformasi tersebut berpotensi mengurangi makna dan nilai budaya apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian yang tepat. Oleh karena itu, pendidikan seni memegang peran penting dalam menanamkan pemahaman terhadap nilai-nilai tradisional sekaligus mendorong pengembangan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Refleksi ini menegaskan bahwa keseimbangan antara pelestarian tradisi dan inovasi merupakan kunci untuk menjaga identitas budaya melalui seni tari agar tetap hidup, berkembang, dan bermakna bagi generasi masa kini maupun masa depan.
PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MATERI TARI BODA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DI SMA NEGERI 5 MAKASSAR Andi Nabila Aini; Rahma M
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.87264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran Seni Budaya materi Tari Boda di SMA Negeri 5 Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran tari yang masih didominasi metode demonstrasi dan berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STAD mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama, keberanian berpendapat, serta hasil belajar siswa. Pada siklus I siswa mulai memahami gerak dasar dan makna budaya Tari Boda, meskipun masih ditemukan kendala pada aspek kepercayaan diri dan kolaborasi kelompok. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II melalui penguatan demonstrasi gerak, latihan terbimbing, pengaturan kelompok yang lebih seimbang, dan optimalisasi penggunaan musik pengiring, partisipasi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Rata-rata capaian hasil belajar meningkat dari 31% pada siklus I menjadi 37% pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model STAD efektif diterapkan dalam pembelajaran seni tari untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pembelajaran siswa.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN TEATER TRADISIONAL MANDAR KOA KOAYANG DI DESA RENGGEANG KECAMATAN LIMBORO POLEWALI MANDAR Salsa Dila; Prusdianto Prusdianto; Tony Mulumbot
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.87296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fungsi pertunjukan teater tradisional Mandar Koa-koayang dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan serta menganalisis isi nilai pendidikan dalam struktur dramatik dan penyajiannya sebagai bentuk teater rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Koa-koayang memiliki peranan penting sebagai sarana pendidikan yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Mandar. Nilai-nilai pendidikan yang teridentifikasi meliputi aspek moral, sosial, budaya, dan religius. Aspek moral terlihat dalam pesan etika serta penghargaan terhadap tradisi, sedangkan nilai sosial muncul melalui praktik gotong royong dan rasa solidaritas, dan nilai budaya dapat diamati dari penggunaan bahasa Mandar, simbol-simbol lokal, serta hubungan dengan ritual adat. Dengan demikian, Koa-koayang tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya masyarakat Mandar, melainkan juga sebagai medium pendidikan nonformal dan pelestarian budaya lokal. Kata Kunci: pendidikan, teater tradisional, Koa-koayang, budaya Mandar.
KONSTRUKSI ESTETIKA PERTUNJUKAN DRAMATARI CILINAYE MELALUI UNSUR GERAK, MUSIK, DAN VISUAL PANGGUNG PADA MASYARAKAT SASAK DI LOMBOK Nahdlatuzzainiyah Nahdlatuzzainiyah; Savitri Wukirasih Milandari; Baiq Larre Ginggit Sekar Wangi; Rapi Renda
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.83789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi estetika dalam pertunjukan Dramatari Cilinaye sebagai bagian dari seni pertunjukan tradisional masyarakat Sasak. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terhadap estetika dramatari yang tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan nilai budaya masyarakat pendukungnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan estetika seni pertunjukan dan etnografi seni. Penelitian dilaksanakan di Desa Selat, Dusun Merce Timur, Kecamatan Narmada, khususnya di Sanggar Kampoeng Baca Pelangi sebagai pusat kegiatan dramatari tradisional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan pelatih, penari, pemusik, dan pengelola sanggar, serta dokumentasi visual dan tertulis. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi estetika dalam pertunjukan Dramatari Cilinaye terbentuk melalui integrasi unsur gerak, musik, dan visual panggung yang disusun secara terstruktur sesuai kebutuhan dramatik pertunjukan. Unsur gerak menampilkan pola yang ritmis, dinamis, dan bermakna simbolik; unsur musik berperan mengatur ritme, tempo, serta suasana dramatik; sedangkan unsur visual panggung memperkuat karakter tokoh dan membangun simbol visual dramatari. Integrasi ketiga unsur tersebut membentuk kesatuan estetika yang menghasilkan pengalaman estetis sekaligus menyampaikan nilai budaya masyarakat Sasak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kajian estetika seni pertunjukan tradisional secara integratif serta mendukung upaya pelestarian dramatari sebagai warisan budaya lokal.
KAJIAN MANAJEMEN HAK CIPTA MUSISI JOE ARDA Sari Pertiwi; Willy Lontoh
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.87881

Abstract

Penelitian berjudul Kajian Manajemen Hak Cipta Musisi Joe Arda ini dilandasi oleh keingintahuan peneliti dalam mengungkapkan bentuk manajemen hak cipta musisi di Lubuklinggau yaitu Joe Arda. Melalui keingintahuan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah terkait edukasi kekayaan intelektual pada dunia pendidikan yang saat ini dijalankan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Tujuan tersebut diharapkan dapat tercapai dengan menjadi tambahan referensi bagi guru maupun calon guru terkait pengetahuan tentang kekayaan intelektual hak cipta karya musik. Melalui penelitian ini, diharapkan pengenalan terhadap hak cipta karya musik dapat diterapkan secara mandiri oleh guru maupun calon guru pada masing-masing sekolah. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang dirasa sesuai dengan topik penelitian dengan hasil belum jelas. Metode kualitatif yang diterapkan pada penelitian ini secara garis besar terdiri atas 5 tahap yaitu tahap penetapan lingkup lokasi dan waktu; tahap pengumpulan data primer dan sekunder; tahap analisis data menggunakan teknik transkrip dan reduksi, tahap validasi, serta tahap penyajian data dalam bentuk laporan dan artikel ilmiah. Proses mengkaji pada penelitian ini menerapkan teori manajemen secara umum yang disampaikan oleh Terry & Rue sebagai landasan utamanya. Hasil kaji menunjukkan bahwa manajemen hak cipta musisi Joe Arda dikelola bersama dengan suatu bada pengelola hak cipta di Lubuklinggau yaitu Joe Arda. Pada pengelolaannya, musisi Joe Arda bersama Nano and Friend telah menerapkan tiga fungsi pokok manajemen secara umum. Secara singkat, terdapat tiga strategi perlindungan terhadap hak cipta karya musisi Joe Arda yang berkaitan dengan fungsi perencanaan dan pengorganisasian, satu strategi perlindungan terhadap musisi Joe Arda agar tidak melanggar hak cipta karya musisi lain tanpa disengaja yang berkaitan dengan fungsi perencanaan, serta dua tindakan penyesuaian apabila musisi Joe Arda mengalami kasus hak cipta yang berkaitan dengan fungsi pengawasan

Page 11 of 11 | Total Record : 110