cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 97 Documents
PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN TARI KREASI DI SMK NEGERI 1 GOWA sartika, Dewi; Hasnawati, Hasnawati; Rahmawati, Rahmawati
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i4.69200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran tari kreasi di SMK Negeri 1 Gowa melalui penerapan metode Project-Based Learning (PJBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa yang mengikuti pembelajaran seni tari kreasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama, hanya 20% siswa yang mencapai standar ketuntasan, sementara 80% siswa lainnya belum memenuhi standar tersebut. Namun, pada siklus kedua, terdapat peningkatan signifikan, di mana 70% siswa berhasil mencapai standar ketuntasan, sementara 30% masih berada di bawah standar. Penerapan PJBL terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya tari, karena memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan ide-ide kreatif, dan berkolaborasi dalam kelompok. Meskipun demikian, masih diperlukan perhatian lebih bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan, serta evaluasi berkelanjutan untuk memaksimalkan hasil pembelajaran. Penerapan metode PBL diharapkan dapat terus dikembangkan agar pembelajaran tari kreasi di SMK Negeri 1 Gowa dapat lebih efektif dan menyeluruh. Kata Kunci: Project-Based Learning, Kreativitas, Pembelajaran Tari Kreasi, Penelitian Tindakan Kelas.
MARJINAL TAPI BERMAKNA: TANTANGAN DAN DAYA UBAH PENDIDIKAN TEATER DI SEKOLAH MINIM SUMBER DAYA Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73783

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik, tantangan, dan hasil pendidikan teater saat ini di sekolah menengah Indonesia, dengan fokus pada penelitian kasus kualitatif di satu lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana teater diintegrasikan dalam kurikulum, bagaimana teater difasilitasi di lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan apa dampaknya terhadap pembelajaran siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dalam mengumpulkan data melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen. Data dikodekan secara tematis untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang terkait dengan struktur kurikulum, ketersediaan infrastruktur, pedagogi guru, keterlibatan siswa, dan dukungan institusional. Temuan menunjukkan bahwa teater terpinggirkan dalam kurikulum seni, menerima waktu pengajaran dan perhatian institusional yang terbatas. Guru menghadapi tantangan yang signifikan karena tidak adanya ruang pertunjukan, alat peraga, dan pelatihan formal dalam teater. Meskipun demikian, melalui strategi yang berpusat pada siswa seperti improvisasi dan penceritaan kontekstual, para pendidik berhasil menumbuhkan tingkat keterlibatan dan pengembangan siswa yang tinggi. Siswa melaporkan peningkatan keterampilan komunikasi, peningkatan kepercayaan diri, dan peningkatan kecerdasan emosional sebagai hasil dari partisipasi mereka dalam kegiatan teater. Penelitian ini juga menggarisbawahi bagaimana kreativitas dan empati guru mengimbangi keterbatasan struktural, mengubah kendala menjadi peluang untuk pembelajaran yang bermakna. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun hambatan sistemik terus menghambat integrasi seni, upaya akar rumput yang dipimpin oleh para pendidik yang berkomitmen dapat menghasilkan hasil pendidikan yang hebat. Penelitian ini menganjurkan peningkatan perhatian kebijakan, pendanaan, dan pengembangan profesional untuk mendukung pendidikan teater yang berkelanjutan dan menyerukan penelitian di masa mendatang tentang aplikasi pedagogi teater yang responsif secara budaya yang lebih luas
SIMBOL DAN REPRESENTASI VISUAL DRAMATURGI: KAJIAN SEMIOTIKA PADA FOTOGRAFI MODEL TOKOH PERTUNJUKAN PANGGUNG FANTASI Oktaviani, Danissa Dyah; Subagya, Timbul; Saputra, Andi Taslim
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.74963

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana simbol dan sistem tanda bekerja dalam fotografi tokoh-tokoh pertunjukan panggung fantasi melalui pendekatan semiotika visual. Fokus kajian terletak pada konstruksi visual tokoh melalui elemen tata rias, kostum, pose tubuh, ekspresi wajah, serta latar artistik dalam foto, yang secara kolektif membentuk narasi visual dan makna konotatif. Dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis proses penandaan dalam citra fotografi model tokoh, khususnya bagaimana unsur visual ditransformasikan menjadi simbol identitas, emosi, dan nilai budaya. Tokoh-tokoh yang dikaji—termasuk representasi fantasi dari Drupadi, Dewi Swaraswati, dan Ratu Serabi—mengungkap bahwa fotografi pertunjukan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga media dramaturgi visual yang menyampaikan makna mendalam tentang peran, budaya, dan pesan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi fotografis dapat membangun persepsi tokoh secara intens melalui strategi estetika dan tanda-tanda visual yang saling berkelindan. Dengan demikian, karya foto tokoh pertunjukan dapat diposisikan sebagai teks budaya yang merekam, mengonstruksi, dan mengartikulasikan identitas serta nilai-nilai yang terkandung dalam seni panggung fantasi kontemporer.
ANALISIS STRUKTUR DAN TEKNIK PENYAJIAN TEATER “ORANG-ORANG DI TIKUNGAN JALAN” PADA FINAL MATA KULIAH PEMERANAN FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Saputra, Andi Taslim; Syaf, Rahayu Febriani
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i1.73513

Abstract

Teater sebagai medium ekspresi estetik dan refleksi sosial memiliki peran strategis dalam pendidikan seni, khususnya dalam pembentukan karakter dan kesadaran kritis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dramatik dan penyajian teater Orang-Orang di Tikungan Jalan yang dipentaskan sebagai bagian dari evaluasi akhir mata kuliah Pemeranan di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data diperoleh melalui observasi pementasan, dokumentasi produksi, dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dramatik yang digunakan bersifat linear, mengikuti pola lima tahap Aristotelian: eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi, dan denouement, yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh kelompok. Karakterisasi diperankan melalui pendekatan representasional dan realisme psikologis yang menampilkan kedalaman emosi serta latar sosial tokoh secara autentik. Selain itu, pementasan berhasil mengangkat isu-isu sosial lokal yang kontekstual, memperkuat fungsi teater sebagai ruang pembelajaran transformatif. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya integrasi pendekatan dramaturgi dan refleksi sosial dalam kurikulum seni peran, serta merekomendasikan pengembangan model pembelajaran berbasis proyek teater realis.
ANALISIS ETNOPEDAGOGI PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI ERA GLOBALISASI (STUDI KASUS GURU SENI BUDAYA DI KOTA MAKASSAR) M, Rahma
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.74062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai etnopedagogi dalam pembelajaran seni budaya di sekolah menengah Kota Makassar. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru seni budaya di lima sekolah. Hasil menunjukkan bahwa meskipun globalisasi mendorong homogenisasi budaya, sebagian guru secara aktif mengintegrasikan nilai lokal seperti siri' na pacce, sipakatau, dan unsur seni lokal Makassar ke dalam strategi pembelajaran. Penerapan etnopedagogi terbukti memperkuat identitas siswa, meningkatkan partisipasi aktif, serta membangun apresiasi terhadap budaya lokal walaupun belum semua guru memahami dengan baik metode etnopedagogi dalam pembelajaran namun, sesungguhnya esensi dari metode ini telah diterapkan, disisi lain ketidak pahaman akan hal tersebut disebabkan keterbatasan media ajar dan kurangnya pelatihan guru menjadi tantangan utama
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SKETSA PRODI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Makmun, Makmun; Suyudi, Muhammad
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i1.73522

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penilitian pengembangan (Research and Development). Tujuan dari penelitian ini yakni (i) mengembangkan modul pembelajaran untuk materi pembelajaran Sketsa, dan (ii) mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari modul pembelajaran yang dikembangkan. Tingkat kevalidan diketahui dari hasil evaluasi oleh validator terhadap modul pembelajaran yang ditinjau dari segi materi, media, dan desain. Kepraktisan dan keefektifan diperoleh dari penilaian oleh mahasiswa dan dosen sebagai pengguna produk. Prosedur pengembangan modul pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan Brog dan Gall. Prosedur ini meliputi 3 tahapan yakni (i) tahap pendahuluan, meliputi kegiatan pengumpulan informasi dan perencanaan; (ii) tahap pengembangan, meliputi kegiatan pengembangan modul pembelajaran dan validasi ahli; dan (iii) tahap uji coba dan revisi, meliputi kegiatan uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar yang kemudian direvisi di setiap tahap iji coba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran materi pembelajaran Sketsaa telah memenuhi kriteria: (i) valid yang ditinjau dari hasil penilaian oleh para ahli terhadap modul pembelajaran memenuhi kriteri sangat layak; (ii) praktis yang ditinjau dari hasil penilaian terhadap modul pembelajaran oleh mahasiswa dan dosen telah menunjukkan kriteri sangat layak, (iii) efektif dalam penggunaan modul mudah /sulit menggunakan modul, memudahkan mahasiswa dalam menggambar/Sketsa ditinjau dari hasil perolehan mahasiswa angkatan 2013 prodi pendidikan seni rupa dalam pembelajaran Sketsaa telah memenuhi standar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul pembelajaran Sketsa sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Sketsa pada prodi pendidikan seni rupa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, dan mahasiswa lainnya
MENGGABUNGKAN SISTEM TANDA BAHASA PERTUNJUKAN TEATER GENDING SRIWIJAYA Anggara MT, Alif; Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73894

Abstract

Pada dasarnya, teater adalah alat komunikasi yang menampilkan beberapa unit tanda di atas pentas. Ada kemungkinan bahwa makna dari teks naskah lakon sebelumnya dapat berubah karena pemahaman teater. Pemain adalah komponen yang dapat mengontrol makna tersebut. Pemain menggunakan bahasa dialog yang diucapkan untuk menggambarkan watak, karakter, dan hubungan mereka. Oleh karena itu, segmentasi digunakan untuk membuat sistem tanda bahasa pemain lebih mudah dipahami. “Gending Sriwijaya,” yang disutradarai oleh Ikhsan Bastian, adalah salah satu pertunjukan teater yang dianalisis dalam penelitian ini. Dialog pemain adalah sumber data penelitian ini. Di rekaman video pertunjukan, dialog didengarkan. Selanjutnya dianalisis berdasarkan bagaimana sistem tanda bahasanya dibagi menjadi bagian-bagian. Segmentasi tersebut disusun dalam tiga tingkatan, atau tingkatan fungsi tanda bahasa yang ditemukan dalam percakapan pemain. Tingkat-tingkatan ini adalah subjektif, inter-subjektif, dan objektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter setiap pemain dapat diuraikan dengan menganalisis dialog pada tingkatan subjektif. Faktor sosial dan pribadi menentukan hubungan di tingkat inter-subjektif. Tokoh-tokohnya ditempatkan dalam status sosialnya masing-masing oleh faktor sosial, yaitu dua hubungan kekerabatan keluarga, Mahawangsa Dapunta dan Ki Goblek. Penghianatan menjadi komponen penting dalam hubungan karakter. Secara objektif, budaya Melayu Palembang adalah tempat dan budayanya. Cerita ini dimulai pada abad ke-16, setelah keruntuhan Sriwijaya.
CULTURAL TRANSFORMATION THROUGH THE GAMBUSU’ IN BATTI’-BATTI’ PERFORMING ARTS OF THE SELAYAR ISLANDS: A RECONSTRUCTION OF LOCAL ARTISTIC TRADITIONS Hatta, Harmin; Saputra, Andi Taslim
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73687

Abstract

The gambusu’, a traditional musical instrument distinctive to the Selayar Islands, has undergone significant transformation in the practice of Batti’-Batti’ performing arts—both in its organological form and musical presentation—reflecting cultural shifts due to globalization. This study aims to analyze the cultural reprocessing of the gambusu’ in Batti’-Batti’ arts and examine the meaning of these changes as part of the local cultural reconstruction in Selayar society. Employing a qualitative-descriptive approach with a case study strategy, this research draws on participatory observation, in-depth interviews, documentation, and literature review, analyzed through Miles & Huberman’s interactive model. Findings reveal that the transformation of the gambusu’—now resembling an electric guitar—is not merely a physical alteration but also a representation of cultural adaptation to technology, the creative economy, and modern audience preferences. These changes further influence musical performance patterns, lyrical language use, and gender roles in performances. The evolution of the gambusu’ in Batti’-Batti’ arts reflects a strategic cultural reconstruction aimed at preserving traditional art forms. This study emphasizes the necessity of systematic documentation and the development of locally grounded arts education to ensure this cultural heritage remains vibrant and relevant for future generations.
PERAN SENI DRAMA DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI Darma, Budi; Sutardi, Edi; Sundhari, Rine; Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.72235

Abstract

Seni drama merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini, terutama dalam aspek kreativitas dan sosial-emosional. Melalui drama, anak-anak dapat mengekspresikan diri secara bebas, mengembangkan imajinasi, serta belajar berinteraksi dengan teman sebaya dalam lingkungan yang menyenangkan. Kegiatan drama memberikan pengalaman bermain peran yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi berbagai emosi, situasi sosial, serta berpikir secara kritis dan inovatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran seni drama dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosial-emosional anak usia dini. Dengan menggunakan metode studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa seni drama berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta keterampilan dalam memahami dan mengelola emosi. Selain itu, seni drama juga membantu anak dalam mengembangkan empati, kerja sama, serta membangun hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, seni drama perlu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini agar dapat mendukung perkembangan mereka secara holistik dan optimal.
METODE ROYAL ACADEMY OF DANCE (RAD) PADA PEMBELAJARAN TARI PRE BALLET MARLUPI DANCE ACADEMY Agusti Sidik, Melia Cahya; Lestari, Dwi Junianti; Septiyan, Dadang Dwi
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.74603

Abstract

This study aims to examine the application of the Royal Academy of Dance (RAD) method in learning pre ballet dance at Marlupi Dance Academy (MDA) as an effort to develop character, creativity, and motor skills in early childhood. Marlupi Dance Academy is a dance education institution that has been established since 1956 and consistently applies the RAD method as an international approach in its curriculum. The RAD method, which originated in the UK, is designed to provide a systematic, progressive, and developmentally appropriate structure for ballet learning. The research approach used was qualitative with descriptive methods, through direct observation, semi-structured interviews with trainers, students, and parents, as well as documentation in the form of photos and videos. The results show that the RAD method is applied through several stages of learning, including the provision of basic movement materials, introduction to music and expression, as well as the development of creativity and imagination. The learning process is conducted in three age-based pre ballet class categories, namely Pre School (2.5-4 years old), Pre Primary (5 years old and above), and Primary. Each category is designed to foster motor skills, musicality, and body awareness through a fun, educational, and interactive approach. The factors that influence the implementation of this method are divided into two, namely internal and external factors. Internal factors include student motivation and interest, self-confidence, physical and motor condition, as well as discipline and consistency. Meanwhile, external factors include the role of RAD-certified trainers, the quality of learning facilities and media, developmentally appropriate teaching methods, a positive learning environment, and parental support. The integration of both factors supports the effectiveness of learning, and contributes to children's character building, discipline and creativity from an early age

Page 8 of 10 | Total Record : 97