cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 97 Documents
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENIGKATKAN KEMAMPUAN MENARI TARI LUMONDO SISWA KELAS VIII 1 DI SMP NEGERI 2 MAPPIDECENG LUWU UTARA Sari, Puspita; Padalia, Andi; Syakhruni, Syakhruni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i1.73508

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan 1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana penerapan model kooperatif STAD tari lumondo untuk meningkatkan kemampuan menari siswa kelas VIII 1 di SMP Negeri 2 Mappedeceng luwu utara. 2) untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana tingkat keberhasilan siswa teradap pembelajaran tari lumondo melalui penerapan model kooperatif STAD. Permasalahan penelitian ini adalah kurangnya apresiasi siswa terhadap menari yaitu siswa tidak memahami wiraga dalam menari, siswa tidak memahami wirama dalam menari dan siswa tidak memahami wirasa dalam menari. Pada pra siklus nilai rata-rata siswa sebesar 39 semakin menunjukan adanya permasalahan. Sehingga Penerapan model kooperatif STAD menjadi wadah dalam meningkatkan kemampuan menari. Pada penerapan penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: a) perencanaan, b) pelaksanaan tindakan, c) observasi, dan d) refleksi. Peneliti menerapkan model kooperatif STAD dalam menyusun materi praktek menari, penerapan model kooperatif STAD ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa dalam memahmi wiraga dalam menari, wirama dalam menari, dan wirasa dalam menari. Meningkatnya kemampuan menari siswa kelas VIII 1 di SMP Negeri 2 Mappedeceng dapat dilihat dari hasil perolehan nilai tes kinerja menari yang diperoleh dari hasil penerapan model kooperatif STAD pada saat sebelum dilakukan penerapan model kooperatif STAD pada pembelajaran menari tari lumondo yaitu hasil prasiklus 39, sedangkan nilai setelah diterapkan model kooperatif STAD pada siklus I yaitu 56,7 dan nilai yang diperoleh dari siklus II yaitu 86,9. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model kooperatif STAD tari lumondo untuk meningkatkan kemampuan menari siswa kelas VIII 1 di SMP Negeri 2 Mappedecng luwu utara dinyatakan berhasil
ANALISIS KANDUNGAN DAN NILAI-NILAI DALAM PERTUNJUKAN TEATER “PRIMITIF ABAD NUKLIR” Ramli, Asia; Rafli, Rafli
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73613

Abstract

Teater eksperimental, khususnya yang mengusung gaya primitif, semakin relevan sebagai medium reflektif dalam merespons isu-isu kemanusiaan, ekologis, dan spiritual di era kontemporer yang sarat krisis multidimensional. Dalam konteks ini, bentuk pertunjukan non-konvensional menawarkan kekuatan simbolik dan ekspresi tubuh sebagai saluran komunikasi nilai-nilai yang melampaui struktur dramatik tradisional. Estetika primitif menghadirkan bahasa teatrikal yang intens, membebaskan makna dari dominasi narasi verbal dan membuka ruang interpretasi yang lebih dalam terhadap kompleksitas realitas sosial dan moral masa kini.
TEKNIK RIAS PENGANTIN DENGAN COMPLEXION TAHAN LAMA: STUDI KASUS OLEH MUA RASILIABRUSHES SERANG Sabrina, Nanda; Lestari, Dwi Juliyanti; Hadiyatno, Hadiyatno
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.74630

Abstract

This research aims to reveal the long-lasting complexion technique in bridal makeup applied by MUA Rasiliabrushes in Serang, Banten. The research uses a qualitative approach with a case study method, which allows researchers to deeply explore bridal makeup strategies from the aspect of practice and direct experience of the actors. Primary data was collected through interviews with MUAs, clients, photographers, and direct observation of the makeup process, while secondary data was obtained from literature and academic references. The results showed that the success of long-lasting complexion is highly influenced by three main aspects, skin-prep that is adjusted to the skin type, proper layering application techniques, and the selection of compatible products, especially oil-free foundation and silicone primer. Rasiliabrushes uses a systematic approach starting from cleansing, toner and serum application, to final lockdown with setting powder and spray. The layering technique is gradual and precise to create a flawless, long-lasting finish that suits the client's skin needs. In addition to technique, factors such as client comfort, room lighting, and cleanliness of makeup tools also influence makeup success. This study reinforces previous findings that emphasize the importance of personalizing makeup techniques according to skin and environmental conditions. This study contributes to the practice of bridal makeup, and can be used as a reference for MUAs and other researchers in developing long-lasting and effective complexion techniques.
PERAN TARI TRADISIONAL SEBAGAI BAGIAN DARI RITUAL DAN EKSPRESI BUDAYA MARITIM MASYARAKAT MAKASSAR Jamilah, Jamilah; Sahnir, Nurachmy
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i1.72213

Abstract

Tari tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan budaya dan spiritual masyarakat Makassar, terutama sebagai bagian dari ritual dan ekspresi budaya maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tari Pakarena dalam konteks budaya maritim, dengan fokus pada makna simbolis gerakan tarian yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan hubungan manusia dengan alam, khususnya laut. Tari Pakarena sering ditampilkan dalam acara-acara adat, seperti festival bahari, sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap laut yang dianggap sebagai sumber kehidupan nelayan. Tarian ini juga mencerminkan identitas maritim masyarakat Makassar sebagai pelaut ulung, di mana gerakan-gerakannya melambangkan keseimbangan dan harmoni antara manusia dan elemen-elemen alam, sesuai dengan filosofi Sulapa Appa'. Selain itu, peran perempuan dalam tarian ini sangat penting, karena tidak hanya menjadi simbol kesetiaan dalam menanti suami yang berlayar, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga spiritualitas dan keseimbangan sosial.  Penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Pakarena bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian integral dari identitas budaya masyarakat Makassar, yang menghubungkan kehidupan sehari-hari dengan kekuatan spiritual yang mengendalikan nasib mereka di laut.
TRANFORMASI CERITA RAKYAT GOA MAMPU MENJADI PERTUNJUKAN DRAMATARI AUD Imran, Fitrya Ali; Jannah, Miftahul
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.76495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan transformasi cerita rakyat Goa Mampu dijadikan pertunjukan dramatari bagi Anak Usia Dini (AUD) oleh mahasiswa PIAUD IAIN Bone angkatan 2023, sekaligus menemukan nilai-nilai pendidikan moral yang dapat diajarkan melalui seni gerak. Studi ini dilakukan karena masih terbatasnya model kreatif yang mengintegrasikan cerita rakyat lokal secara edukatif dalam pembelajaran seni tari untuk PAUD. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif proses latihan dan pertunjukan, wawancara mendalam dengan mahasiswa, baik itu penari maupun penata gerak, serta dokumentasi (foto, video, catatan, naskah). Data dianalisis melalui teknik interaktif secara berurutan: reduksi, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan; validitas diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi cerita rakyat Goa Mampu dilakukan melalui tiga tahapan sistematis: eksplorasi (memahami struktur naratif dan nilai budaya lokal), improvisasi (pengembangan gerak dan musik yang sinkron dengan karakter cerita), serta komposisi (integrasi visual, properti, musik, pola lantai, dan ritme menjadi dramatari yang utuh). Pertunjukan ini berhasil menginternalisasi nilai pendidikan karakter menurut Lickona: aspek moral knowing (kejujuran, tanggung jawab), moral feeling (empati, simpati, rasa bersalah, rasa hormat budaya), dan moral action (simbolisasi tindakan, pengambilan keputusan moral, kerja sama kolektif, serta teladan etis mahasiswa). Kesimpulannya, dramatari “Kutukan dari Goa Mampu” menawarkan model pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal yang efektif untuk pendidikan karakter AUD. Karya ini tidak hanya estetis tetapi juga mendidik, dengan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum seni gerak di PAUD serta penguatan kompetensi pedagogis mahasiswa. Penelitian ini direkomendasikan untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam konteks berbeda atau dengan audiens anak langsung untuk mengukur efek optimalisasi karakter.
KAJIAN TRANSIT, TRANSISI, DAN GLOBALISASI TARI SERE BISSU MAGGIRI (TARIAN BISSU) Hijrina, Andi Fauziyah
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.77541

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena perubahan budaya dalam Tari Sere Bissu Maggiri sebagai bagian dari tradisi sakral komunitas Bissu di Sulawesi Selatan, melalui pendekatan transit, transisi, dan globalisasi. Tari ini awalnya berfungsi sebagai ritus spiritual dalam upacara adat Bugis yang dipimpin oleh Bissu, sosok pendeta androgini yang dipercaya sebagai perantara antara manusia dan Dewata SeuwwaE. Namun seiring dengan masuknya Islam, tekanan politik, serta pengaruh pariwisata dan globalisasi, terjadi pergeseran fungsi, makna, dan bentuk penyajian tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan pendekatan teoretis dari Maruska Svasek (transit dan transisi budaya) dan Jonathan Friedman (globalisasi dan identitas kultural). Temuan menunjukkan bahwa Tari Sere Bissu Maggiri telah mengalami proses transit secara geografis dari pusat kerajaan ke wilayah-wilayah pinggiran, serta mengalami transisi makna dari sakral menjadi profan. Globalisasi mempercepat komodifikasi tari ini dalam ranah industri pariwisata, menggeser praktik ritual menuju bentuk pertunjukan budaya yang terlepas dari akar-akar spiritualnya. Penelitian ini merefleksikan pentingnya pelestarian makna otentik dalam tradisi budaya minoritas agar tidak tereduksi menjadi sekadar tontonan folkloristik di tengah arus homogenisasi budaya global
STRATEGI BERTAHAN HIDUP SENIMAN PERTUNJUKAN DI KOTA MAKASSAR SETELAH MASA PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DIERA PANDEMI COVID 19 Suyudi, Muhammad; Hasani, Hajrah; Sahabuddin, Romansyah; Bado, Basri
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.77581

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar terhadap industri seni pertunjukan, khususnya di Kota Makassar, dimana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan berhentinya aktivitas seni secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh seniman pertunjukan setelah berakhirnya masa PSBB. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada sejumlah seniman di Makassar. Hasil menunjukkan bahwa seniman mengadopsi berbagai cara adaptasi, seperti mengalihkan pertunjukan ke platform digital dan media sosial, melakukan kolaborasi lintas bidang seni dan komunitas, serta meningkatkan keterampilan teknis dan pemasaran digital. Selain itu, dukungan jaringan sosial dan komunitas seni menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan karya seni. Strategi diversifikasi ini membantu seniman untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik dan audience yang berkurang secara langsung akibat dampak pandemi. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas, inovasi teknologi, dan solidaritas komunitas merupakan kunci penting dalam menjaga kelangsungan seni pertunjukan di era pasca pandemi. Temuan ini memberikan kontribusi tidak hanya untuk pengembangan seni pertunjukan di Makassar, tetapi juga sebagai referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku seni dalam menghadapi situasi krisis serupa di masa depan
TARI BUAI-BUAI DI SANGGAR BUJANG SAIYO KABUPATEN PESISIR SELATAN: TINJAUAN TEKS DAN KONTEKS Rianti, Muthia; Arisyi, Dani Fajrul; Taslim Saputra, Andi
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.76915

Abstract

Di Kabupaten Pesisir Selatan masih ada beberapa sanggar yang melestarikan tari Buai-Buai, salah satunya sanggar Bujang Saiyo yang dipimpin oleh Gusman beralamat di Nagari Laban Salido Kecamatan IV Jurai, Painan, Pesisir Selatan. Tari Buai-Buai di Pesisir Selatan dikenal dengan tari Buai- Buai Duduak. Tari ini sudah ada di Pesisir Selatan semenjak tahun 1960-an, yang menceritakan kisah kerajaan Indropuro yang berada di Pesisir Selatan. Gerak tari ini bersumber dari gerak Silek yang karakter geraknya tidak memiliki pola yang sistematis. Ragam gerak yang dimiliki tari Buai-Buai ini ada 12 yaitu, Gerak Sambah, Duduak, Sentak, Ayun Lakang, Ayun Sampiang, Tagak Manyimpia, Tapuak Hantak, Lenggang Karaia, Jinjiang Bantai, Bakatiek, Marantang, dan Sambah Panutuik. Tari ini tidak banyak menggunakan pola lantai dan juga tidak menggunakan tata rias karena tari ini masi termasuk kepada tari tradisional. Untuk alat music yang digunakan juga sederhana yaitu, Adok dan juga dendang. Untuk pakaiannya hanya menggunakan pakaian Silat pada umumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pradigma kualitatif dengan metode deskriptif analisis dengan menggunakan Etnokoreologi sebagai pisau bedah dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, studi Pustaka, wawancara, dan dokumentasi.
INSTRUMEN REBAB SEBAGAI MEDIA PENJUAL ARUM MANIS DI SURABAYA Muhammad, Anbie Haldini
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.76322

Abstract

This study examines the unique phenomenon of using the rebab as a sales tool for arum manis in Surabaya, illustrating an intriguing blend of musical traditions and modern economic activity within an urban context. Employing a qualitative approach and an ethnomusicological perspective, this study explores the transformation of rebabs’ function from a traditional musical instrument to an innovative promotional medium in street food sales. An in-depth analysis reveals the rebab's role as a symbol of cultural preservation and local identity amid urban modernization, as well as its creative adaptation for contemporary commercial purposes. This research also examines how the use of the rebab shapes the unique identity of arum manis sellers in Surabaya, creating differentiation in street food competition. Additionally, the study explores the sociocultural impacts of blending traditional and modern elements in an urban context, as well as its potential to revive interest in traditional music and preserve cultural heritage. The implications of this phenomenon for strategies to develop a creative economy based on local wisdom are also discussed, thereby providing valuable insights for policymakers and creative industry practitioners. In conclusion, this study highlights the flexibility of music in adapting to socio-economic changes while maintaining its role as a cultural messenger, providing a deep understanding of the dynamics of the interaction between tradition, innovation, and the economy in contemporary urban society.Kata Kunci: Rebab, Arum Manis, Ethnomusicology, Creative Economy, and Urban Cultural Identity
TRANSFORMASI SAJIAN MUSIK KARAWITAN: PENAMBAHAN INSTRUMEN DAN GENDING BARU PADA WAYANG KULIT PURWA Subagya, Timbul; Oktaviano, Danissa Dyah
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.77557

Abstract

Wayang kulit purwa merupakan salah satu kesenian tradional Jawa yang hingga kini masih terjaga eksistensinya. Dalam perjalanan sejarahnya, perkeliran wayang kulit ini juga telah mengalami perubahan dan perkembangan. Salah satu bentuk perubahan dan perkembangan itu meliputi  bentuk sajiannya. Dalam tulisan ini disajikan perkembangan bentuk sajian dalam perkeliran wayang kulit terutama pada aspek jumlah isntrumen dan gending-gending yang digunakan. Dari aspek jumlah instrumen dapat ditemukan beberapa perkembangan yaitu dimasukannya seperangkat instrumen gamelan yang  berlaras pelog dan  penambahan alat-alat musik diatonis dalam pentas. Dari aspek pemakaian gending ditemukan adanya pemakaian lagu-lagu non  konvensional, dan  gending-gending baru ciptaan para dalang  serta adanya genre musik baru dalam perkeliran.

Page 9 of 10 | Total Record : 97