cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Tindak Tutur Direktif dan Strategi Bertutur Generasi Muda dalam Bahasa Nias pada Komunikasi Tidak Resmi di Kota Padang Dernius Hura
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif, strategi bertutur, dan konteks penggunaan strategi bertutur dalam tindak tutur direktif yang digunakan oleh generasi muda penutur bahasa Nias dalam komunikasi tidak resmi di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan direktif diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap dan dianalisis dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis tindak tutur direktif yang dominan digunakan adalah tindak tutur menanyakan dengan modus interogatif informatif dan konfirmatoris; (2) strategi bertutur yang paling sering digunakan adalah strategi terus terang tanpa basa-basi, sedangkan strategi yang paling jarang digunakan adalah strategi samar-samar; dan (3) konteks penggunaan strategi bertutur bervariasi tergantung pada relasi kekuasaan dan keakraban, antara lain: (a) strategi terus terang dengan basa-basi kesantunan positif dalam tindak tutur memohon digunakan ketika penutur lebih rendah atau lebih muda (+K) dan akrab (+S), (b) strategi tanpa basa-basi dalam tindak tutur menyuruh dan menyarankan digunakan ketika penutur setara (=K) dan akrab (+S), dan (c) strategi terus terang tanpa basa-basi dalam tindak tutur menyuruh digunakan dalam konteks penutur lebih tinggi atau lebih tua (-K) dan akrab (+S). Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan strategi bertutur dalam tindak tutur direktif dipengaruhi oleh faktor relasional dan sosial dalam komunikasi informal antar generasi muda penutur bahasa Nias di Kota Padang.
Pengaruh Genre Based Approach Berbantuan Flash Card Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Materi Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas V SDN Pejagan 3 Bangkalan Junaidi Junaidi; Ahmad Sudi Pratikno
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1855

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh genre based approach berbantuan flash card terhadap keterampilan menulis karangan materi teks eksposisi pada siswa kelas V SDN Pejagan 3 Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis quasi eksperimental design menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas V SDN Pejagan 3 Tahun Ajaran 2025/2026. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling jenis total sampling. Sampel penelitian sebanyak 47 siswa kelas V. Data dikumpulkan dengan menggunakan soal pre-test dan post-test. Teknik Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan uji independent sample t-test. Keterlaksanaan pembelajaran dengan hasil pertemuan pertama yakni 88% dan pertemuan kedua 96%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh genre based approach berbantuan flash card terhadap keterampilan menulis karangan teks eksposisi siswa melalui uji independent sample t-test sebesar 2.343 > 1.679 (t-test > t-table) atau sig. (2-tailed) < 0.05 (0.024 < 0.05) yang menyatakan bahwa Ha diterima yakni terdapat pengaruh genre based approach berbantuan flash card terhadap keterampilan menulis karangan teks eksposisi siswa, dan H0 ditolak tidak terdapat pengaruh genre based approach berbantuan flash card terhadap keterampilan menulis karangan teks eksposisi siswa kelas V SDN Pejagan 3 Bangkalan.
Enhancing Speaking Motivation Through Duolingo and NLP Presupposition: "There Is No Failure, Only Feedback" Ruthertati Sianturi; Juniar Elfrida Sitohang; Rita Hartati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1856

Abstract

Speaking skills in English are essential in the era of globalization; however, many learners still face challenges due to low motivation, lack of confidence, and fear of making mistakes. This study aims to analyze how the integration of the Duolingo application and the Neuro-Linguistic Programming (NLP) presupposition “There is no failure, only feedback” can enhance students’ motivation in speaking English. This research employs a qualitative approach through literature review and a survey conducted with 30 Duolingo users. The results show that 83.3% of respondents felt more enthusiastic, 90% felt more confident, 83.3% experienced significant benefits from the NLP principle, and 93.3% felt more motivated after using the combination of Duolingo and the NLP principle. Additionally, 93.3% of respondents also recommended combining these two approaches to other learners. Open responses from participants indicated that Duolingo provided a fun learning environment, while the NLP principle helped them overcome the fear of making mistakes. The discussion highlights that the synergy between enjoyable technology-based learning and a psychological approach that fosters a positive mindset towards mistakes significantly contributes to creating a supportive learning environment. These findings indicate that an approach combining learning technology and positive thinking is highly effective in helping students speak English without fear of making mistakes.
Naturalism in August Strindberg's Miss Julie Nadia Kumari; Steffani Trifena Napitupulu; Syifa Inayah Hanani Zulfa; Syamsul Bahri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1862

Abstract

Naturalism is a literary movement that emerged in the late 19th century to portray life with scientific precision, emphasizing the influence of heredity, environment, and socio-economic conditions on human behavior. In drama, this approach offers a stark and unfiltered depiction of human struggles within oppressive social systems. This study aims to explore August Strindberg's Miss Julie through the lens of naturalism, specifically using Vernon L. Parrington’s seven characteristics of the movement: Objectivity, Frankness, An Amoral Toward Material, Determinism, Inclination Toward Negativity in Choice of Detail, Characters Are Liable to Specific Enticements and Pessimism. Employing a descriptive qualitative method, the research analyzes selected dialogues from the play to identify naturalist elements. The findings reveal that Miss Julie strongly embodies all seven aspects, with a particularly dominant presence of negative detail (44%) and objectivity (20%). The discussion highlights how the characters’ actions are shaped by class conflict, psychological trauma, and instinctual drives, leading to tragic outcomes. Through its bleak realism and emotional depth, the play not only fulfills but also expands the boundaries of naturalist drama by dissecting themes of gender, power, and existential despair.
Kohesi Leksikal pada Majalah Sunday! Edisi 2022 Tri Vani Winda Devi; Nanik Setyawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Kohesi Leksikal pada Majalah Sunday! edisi 2022 sehingga dapat mengetahui wujud-wujud penggunaan kohesi leksikal dan penjelasan terkait wujud-wujud kohesi leksikal pada majalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang disesuaikan dengan aspek yang dibahas. Data yang diperoleh pada penelitian ini berasal dari kalimat yang terdapat pada artikel-artikel majalah Sunday! edisi 2022 dan terdapat bukti adanya penggunaan kohesi leksikal. Penentuan sampel data menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode teknik simak dan catat. Kemudian, untuk analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Kedua metode tersebut juga dibagi mennjadi teknik dasar dan teknik lanjutan. Metode padan menggunakan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjuutan menggunakan teknik HBS. Metode agih menggunakan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL) dan teknik lanjutannya berupa ganti, lesap, sisip. Pada penyajian data peneliti mengggunakan metode penyajian dengan informal dan deskriptif. Hasil penelitian dari majalah Sunday! edisi 2022 ditemukan adanya wujud-wujud kohesi leksikal yang diantaranya berupa penggunaan repetisi dengan 6 jenis repetisi yaitu epizeuksis, tautotes, anafora, mesodiplosis, anadiplosis, epistrofa. Kedua adanya penggunaan sinonim dengan 4 jenis sinonim berupa sinonim bebas dengan terikat, kata dengan kata, kata dengan frasa, dan frasa dengan frasa. Selanjutnya ada antonim yang terdapat bukti penggunaan antonim dari 3 jenis antonim yaitu oposisi mutlak, oposisi kuub, oposisi hubungan. Terakhir juga ditemukan adanya penggunaan wujud kohesi leksikal berupa hiponim, kolokasi dan ekuivalensi pada majalah Sunday! edisi 2022.
Analisis Kuantitatif Hubungan Kecerdasan Emosional dan Prestasi Akademik Siswa Sekolah Dasar Marini Trianingsih; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1864

Abstract

This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and academic achievement among elementary school students. The research was motivated by concerns about low academic performance and whether it is related to students' emotional intelligence levels. This quantitative correlational study involved 32 fifth-grade students from a public elementary school in East Jakarta. The instruments used included an emotional intelligence questionnaire and mid-semester examination scores as indicators of academic achievement. Validity and reliability tests were conducted to ensure instrument quality, followed by normality tests, linearity tests, and Pearson correlation analysis. The results using Spearman Rank correlation analysis showed a correlation coefficient of -0.098 with a significance level of 0.592 (> 0.05), indicating no significant relationship between emotional intelligence and academic achievement. These findings contribute to the scientific understanding that emotional intelligence is not the sole determinant of academic success and emphasize the need for comprehensive and contextual educational approaches in elementary education. The study suggests that other factors beyond emotional intelligence may play more crucial roles in determining academic performance among elementary school students, highlighting the complexity of factors influencing educational outcomes.
Metaphorical Figurative Language in Literature: A Translation Perspective Ainun Fatimah; Muhammad Nur Iman; Kamsinah Kamsinah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1866

Abstract

This paper is motivated by the existence of the novel The Secret History (1992, 2010) which is rich in meaning and recognized as one of the important and influential literary works. The purpose of this research is to show the dominant type of figurative language used in the novel. This research was conducted by identifying and classifying the use of figurative language consisting of (1) metaphor, (2) idiom, (3) hyperbole, (4) verbal irony, (5) indirect request, and (6) contextual expression (Colston, 2015). The findings of the study show that this novel is dominated by the use of metaphor, while contextual expression has the least occurrence. This finding is consistent with the hypothesis that humans use metaphors six times per minute in conversation, indicating that the use of figurative language in this novel not only enriches the narrative but also reflects broader human communication patterns. Thus, this study contributes to the understanding of the role of figurative language in literature and its impact on readers.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Percakapan Masyarakat Kecamatan Lamasi Suparman Suparman; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada percakapan masyarakat Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, teknik rekam, teknik transkripsi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi adalah kesalahan penggunaan kata yang tidak tepat dalam kalimat kemudian menyusul kesalahan dalam tataran fonologi dan kesalahan dalam kalimat (kalimat rancu). Faktor utama kesalahan berbahasa adalah: 1) masyarakat menggunakan dua bahasa dalam berkomunikasi (mengetahui lebih dari satu bahasa), dan 2) tidak adanya aturan penggunaan bahasa meskipun dalam suasana resmi harus menggunakan bahasa yang tidak resmi.
Analisis Semantik Leksikal pada Hapax Legomena dalam Buku Peradaban dan Kekecewaanya karya Sigmund Freud Rizki Ziadah Akbar; Ade Siti Haryanti; Lulu Ur Rohmah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1871

Abstract

This study aims to analyze the lexical meanings of Hapax Legomena found in the book Civilization and Its Discontents by Sigmund Freud, as well as to trace their semantic relations based on the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) or the Great Dictionary of the Indonesian Language. Hapax Legomena refers to words that appear only once within a given text or corpus. These words are often marked by their expressive value, complex nuances of meaning, and stylistic function in constructing discourse. Therefore, this research considers Hapax Legomena as the central object of analysis to explore the semantic depth embedded in Sigmund Freud lexical choices. The study employs a descriptive qualitative approach through a literature-based analysis. Data were collected from the translated Indonesian version of Freud’s book, and the Hapax Legomena identified were then analyzed using lexical semantics, referencing definitions provided in the KBBI. Further analysis was conducted to examine their semantic relations, including synonymy (similarity of meaning), antonymy (opposition of meaning), and hypernymy (general-specific relationships). The findings reveal 96 Hapax Legomena that carry literal meanings traceable in the dictionary and exhibit semantic connections to other words within the text. These results indicate that, despite their singular occurrence, such words hold significant semantic value and contribute meaningfully to the richness of the discourse. Moreover, the analysis demonstrates the potential of lexical semantic approaches in enhancing the teaching and learning of the Indonesian language, particularly in areas such as contextual meaning interpretation, vocabulary enrichment, and appreciation of authorial style. Thus, this research contributes not only to theoretical linguistic studies but also offers practical implications for language education and therapeutic communication.
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja: Kajian Sosiolinguistik Indah Nur Amalia; Ririn Nurul Azizah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi alih kode serta campur kode dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja dengan pendekatan sosiolinguistik. Film ini dipilih karena mencerminkan praktik kebahasaan masyarakat multibahasa di Indonesia, terutama dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Jawa urban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pemerolehan data berupa: menonton film secara menyeluruh, menyimak dialog antartokoh, melakukan tangkapan layar pada adegan yang relevan, mentranskrip, dan mengelompokkan data berdasarkan jenis serta fungsi alih kode dan campur kode. Data dianalisis melalui pendekatan kontekstual dengan mengaitkan situasi tutur dan tujuan komunikatif para tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dalam film ini terdiri atas alih kode intern (antarvarietas dalam satu bahasa) dan alih kode ekstern (antarbahasa berbeda), sedangkan campur kode meliputi campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Fungsi dari alih kode antara lain sebagai bentuk penyesuaian konteks situasi, penanda emosi, alat menjaga hubungan sosial, dan simbol identitas lokal. Campur kode digunakan untuk menunjukkan keakraban, kesopanan, daya tarik retoris, serta pengaruh global. Penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa asing dalam film ini memperlihatkan praktik translanguaging yang cair dan sarat makna sosial. Penelitian ini membuktikan bahwa film merupakan sumber data yang kaya untuk analisis sosiolinguistik, khususnya dalam memahami dinamika kebahasaan dan identitas sosial dalam masyarakat multikultural. Selain itu diharapkan penelitian dapat memberi kontribusi pada perekmbangan teori bahasa.