cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Pelanggaran Prinsip Kerjasama Maksim Kuantitas dalam Acara Rakyat Bersuara M. Alfan Fatkhur Rohman; M. Imron Abadi; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memosres gambaran secara obyektif. tentang pelanggaran prinsip kerjasama pada acara Rakyat Bersuara, khususnya pada maksim kuantitas. Fokus penelitian untuk mengetahui bagaimana pembawa acara dan narasumber menyampaikan informasi secara berlebihan atau justru tidak memberikan informasi yang cukup sesuai konteks pembicaraan. Jenis penelitiannya deskriptif kualitatif untuk menguraikan data. Data diambil dari transkrip percakapan pada acara rakyat bersuara episode “Kasus Keramat Harun Masiku, Siapa yang Dituju”. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam dialog publik di media televisi, pelanggaran maksim kuantitas sering terjadi karena berbagai faktor, seperti strategi komunikasi dan kepentingan narasumber dalam berpendapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa tuturan yang tidak memenuhi prinsip maksim kuantitas yaitu Informasi yang diucapkan tidak boleh melebihi informasi sebenarnya, sehingga pesan yang disampaikan kurang efektif dan menimbulkan multitafsir.
Analisis Wacana pada Talkshow Festival LIKE 2 dengan Tema “10 Tahun untuk Sustainabilitas”: Kajian Ekolinguistik Kritis Nurlaila Manja; Dwi Widayati; Rosliana Lubis
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1918

Abstract

Wacana lingkungan memiliki strategi komunikasi tertentu, salah satunya melalui penggunaan bahasa yang dihaluskan (eufemisme) guna menyamarkan atau menghindari makna yang lebih kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur wacana, identifikasi bentuk dan motif penggunaan eufemisme dalam Talkshow Festival LIKE 2. Jenis penelitian ini kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada elemen teks, struktur makro (judul wacana yang menggambarkan isi talkshow wacana ), superstruktur (kerangka wacana tekanan suatu masalah, lalu menyampaikan informasi penting tentang upaya penyelesaiannya), pada struktur mikro (menggunakan istilah teknis, kalimat aktif, kata ganti yang membangun kesan kebersamaan, dan gaya pengungkapan menggunakan gambar). Berdasarkan klasifikasi Allan dan Burridge, bentuk eufemisme dalam Talkshow Konversi Motor Listrik terdiri atas pernyataan yang meremehkan (45%), pergantian pemain satu-untuk-satu (33%), pembicaraan yang berbelit-belit (11%), dan kesembronoan (11%). Sedangkan dalam Talkshow Minim Sampah ditemukan one-for-one substitutions (57%), understatement (15%), akronim (14%), dan sirkumlocutions (14%). Motif penggunaan eufemisme pada talkshow konversi motor listrik terdiri dari dua motif, yatitu penyembunyian fakta (2 data) dan reifikasi (1 data). Sedangkan pada talkshow minim sampah, motif yang muncul hanya berupa penyembunyian fakta (2 data).
Penyimpangan Bahasa: Analisis Kesalahan Bahasa Anak di Bawah Umur dalam Komunikasi Game Online Indah Sulmayanti; Amelia Putri Kurniawan; Desti Yana Juwita; Ersi Purwa Ningsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh anak di bawah umur dalam komunikasi melalui game online. Komunikasi dalam dunia digital, terutama pada platform game online, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Namun, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah kebahasaan sering kali terjadi dan berpotensi memengaruhi perkembangan kemampuan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap percakapan anak-anak dalam game online populer. Data dianalisis untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenis-jenis kesalahan bahasa yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kesalahan kebahasaan utama, yaitu: (1) kesalahan morfologi, yang mencakup penggunaan bentuk kata yang tidak tepat seperti afiksasi yang salah atau pemotongan kata secara tidak sesuai; (2) kesalahan ejaan, yang meliputi penulisan huruf kapital yang tidak tepat, penyingkatan yang berlebihan, serta kesalahan penulisan kata; dan (3) kesalahan sintaksis, yang ditandai dengan susunan kalimat yang tidak sesuai kaidah tata bahasa, seperti struktur kalimat yang tidak lengkap atau penggunaan konjungsi yang tidak tepat. Faktor penyebab kesalahan antara lain karena pengaruh bahasa lisan yang dibawa ke dalam teks tertulis, kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa Indonesia, serta kebiasaan penggunaan bahasa informal dalam komunitas game online. Penelitian ini menekankan pentingnya pendampingan dan pembinaan penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam media digital agar tidak terjadi degradasi kemampuan berbahasa anak.
Representasi Perbedaan Nilai Budaya Visual dalam Film Pee Mak dan Kang Mak from Pee Mak sebagai Cirikhas Budaya Elsa Nur Khamilia; Bisarul Ihsan; Laila Tri Lestari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan nilai budaya visual yang terdapat dalam kedua film. Peneliti ini memilih metode penelitian deskriptif kualitatif dengan audio visual yang melibatkan penggunaan gambar dan suara untuk melihat dan mendengar suatu objek. Data yang diambil melalui tangkapan layar yang sesuai dengan nilai buday visual. Hasil penelitian dapat disimpulkan kedua film ini memiliki perbedaan niali budaya visual, peneliti menemukan beberapa temuan dalam penelitian ini terkait perbedaan nilai budaya visual, ditemukan 4 data perbedaan yang digambarkan dalam film Pee Mak dan Kang Mak From Pee Mak , yaitu (1) busana (2) Arsitektur rumah (3) Spiritual (4) simbol Spiritual ke empat data tersebut mencerminkan nilai budaya visual masing-masing yang digambarkan melalui film Pee Mak dan Kang Mak From Pee Mak.
Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Pada Channel Youtube “Mama Lela Series” Episode 412 ‘Patrol Keliling Satu Kampung’ Mella Elviana; Hendrik Furqon; Bisarul Ihsan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1955

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa pada channel YouTube “Mama Lela Series” episode patrol keliling satu kampung. Jenis metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data diperoleh berupa bentuk analisis deskripsi dan isi tuturan dialog antar tokoh pada “Mama Lela Series” episode patrol keliling satu kampung. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil penelitian ditemukan bentuk tuturan sebanyak 19 data, kemudian dipaparkan bentuk pelanggaran enam maksim berdasarkan teori Leech. Hasil analisis pada “Mama Lela Series” episode patrol keliling satu kampung yakni, 1) bentuk pelanggaran maksim kebijaksanaan 4 data, 2) bentuk pelanggaran maksim kedermawanan 3 data, 3) bentuk pelanggaran maksim pujian 3 data, 4) bentuk pelanggaran maksim kerendahatian 4 data, 5) bentuk pelanggaran maksim persetujuan 3 data, dan 6) bentuk pelanggaran maksim simpati 3 data.
Konflik Batin Keterasingan Tari dalam Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis: Kajian Psikologi Sastra Erich Fromm Afifatur Rosyidah; Hendrik Furqon; Anisa Ulfah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1956

Abstract

Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis yang diadaptasi dari lagu “Runtuh” mengisahkan tentang kondisi keterasingan yang dialami Tari. Konflik batin yang dialami Tari dianalisis menggunakan pendekatan psikologi sastra Erich Fromm karena teori tersebut membahas tentang keterasingan yang dialami individu sehingga relevan dengan konflik batin yang dialami tokoh Tari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterasingan yang dialami Tari dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis menggunakan pendekatan psikologi sastra Erich Fromm. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunaka teknik simak dan catat untuk memahami alir cerita dari film dan mencatat dialog ataupun adegan yang berkaitan dengan konflik batin keterasingan yang dialami Tari. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk konflik batin keterasingan yang dialami Tari sesuai dengan kajian pendekatan psikologi sastra Erich Fromm, yaitu keterasingan dari diri sendiri karena Tari selalu berbohong dengan dirinya sendiri dan kesulitan mengungkapkan ekspresi emosionalnya, keterasingan dari orang lain karena Tari selalu kesulitan mengungkapkan pendapat karena sering tidak diberikan ruang dalam mengutarakan pendapatnya sehingga Tari merasa kurang dihargai, dan keterasingan dari masyarakat karena Tari merasa kurang dihargai di masyarakat khususnya di kantor karena penampilannya yang tidak mengikuti perkembangan zaman.
Analisis Tulisan Bahasa Madura Dialek Pamekasan: Kajian Ortografi Puteri Ismiya Dewi; Bisarul Ihsan; Rodli Rodli
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem ortografi dalam tulisan bahasa Madura dialek Pamekasan dengan fokus pada huruf vokal, konsonan, tanda baca, dan kesesuaiannya dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh dari penutur asli melalui teknik simak dan catat terhadap teks-teks nonformal berbahasa Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ortografi dialek Pamekasan bersifat fonemis, yaitu merepresentasikan bunyi ujaran secara langsung dalam bentuk tulisan. Hal ini tampak dari penggunaan grafem khas seperti jh, rh, bh, th, dan q yang mencerminkan fonem afrikat, aspiratif, dan glotal yang tidak terdapat dalam sistem ejaan bahasa Indonesia. Selain itu, penggunaan tanda baca seperti apostrof (‘), yang menggambarkan bunyi glotal /ʔ/, dalam tulisan sering digantikan dengan huruf q. Fenomena ini menunjukkan adanya konvensi ortografi lokal yang belum sepenuhnya terstandarisasi. Perbedaan ortografi lokal dengan EYD berdampak pada rendahnya keterbacaan dan konsistensi bentuk tulisan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan dan standarisasi ortografi Bahasa Madura yang berpijak pada realitas fonologis dan kebiasaan tulis masyarakat guna menunjang pelestarian dan pewarisan bahasa daerah secara efektif.
Penerapan Media Papan Pintar pada Materi Teks Slogan Sebagai Upaya Ketuntasan Hasil Belajar Kelas VIII SMP Raden Patah Pucuk Nur Aidatus Syarifah; Laila Tri Lestari; Anisa Ulfah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1964

Abstract

Penerapan media pembelajaran dalam sebuah proses belajar merupakan hal yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk mempermudah proses pembelajaran dan pemahaman materi kepada peserta didik. Media yang dipadukan dengan teknologi seperti media papan pintar peserta didik untuk memahami teks slogan dan tidak terpaku pada bacaan yang ada di buku pegangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar peserta didik dalam materi teks slogan kelas VIII SMP Raden Patah Pucuk. Metode campuran (mixed method) digunakan untuk memperoleh dan mengolah data dalam penelitia ini. Data yang telah diolah kemudia n dijelaskan secara deskriptif. Sebanyak 12 peserta didi tuntas dalam hasil belajar dan presentase ketuntasan klaksikal pada angka 86% artinya sangat baik untuk diterapkan. Kata Kunci: media pembelajaran papan pintar, teks slogan, hasil belajar
Representasi Ketidakadilan Hukum dalam Film Miracle in Cell No. 7 Versi Indonesia dan Relevansinya di Kehidupan Nyata Sepiya Triyani; Hendrik Furqon; Laila Tri Lestari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap persamaan isu-isu sosial yang direpresentasikan dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia dengan kondisi ketidakadilan hukum di masyarakat Indonesia saat ini. Fokus penelitian diarahkan pada dua isu utama, yaitu diskriminasi dan ketidakadilan dalam sistem peradilan terhadap penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data utama berupa adegan, dialog, dan narasi dalam film yang menunjukkan ketimpangan hukum, serta data sekunder berupa berita aktual, jurnal ilmiah, dan dokumentasi kasus hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merefleksikan realitas sosial yang masih berlangsung di Indonesia, seperti penyiksaan dalam proses hukum, pengakuan paksa, kurangnya pendampingan hukum, hingga stigma terhadap penyandang disabilitas. Representasi dalam film ini menegaskan bahwa sistem hukum di Indonesia masih belum sepenuhnya berpihak pada kelompok rentan, dan bahwa media film dapat menjadi sarana kritik sosial yang kuat. Penelitian ini menghadirkan pendekatan interdisipliner melalui sintesis antara sosiologi hukum dan sastra bandingan, yang menunjukkan bahwa film dapat menjadi cermin kondisi sosial sekaligus wadah untuk memperjuangkan keadilan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wacana akademik di bidang kajian hukum, sosiologi, dan kajian media.
Analisis Tindak Tutur Antara Costumer Service dan Pelanggan dalam Proses Pengiriman Barang di JET & Technology (J&T) Muti Dwi Mutasya; Laila Tri Lestari; Bisarul Ihsan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur dalam komunikasi antara Customer Service (CS) dan pelanggan selama proses pengiriman barang di J&T. Serta mengetahui kepuasan pelanggan terhadap layanan yang di berikan CS kepada pelanggan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, merekam, mencatat dan melakukan observasi di tiga cabang J&T, yakni: Babat, Pucuk, dan Sukodadi. Hasil dari penelitian ini ialah 34 data dari dialog antara costumer service dan pelanggan. Berdasarkan data tersebut ditemukan 5 bentuk tindak tutur lokusi, 3 bentuk tindak tutur ilokusi, dari bentuk tindak tutur ilokusi peneliti memperoleh (4 bentuk tindak tutur asertif, 5 bentuk tindak tutur direktif, 7 bentuk tindak tutur ekspresif, dan 2 bentuk tindak tutur komisif, dan 3 bentuk tindak tutur deklarasi). 4 bentuk tindak tutur perlokusi.