cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Gambaran Perilaku Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap Protokol Kesehatan Khairunnisa Lizzikrillah; Yulistini Yulistini; Abdiana Abdiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.1010

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus disease-2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular diakibatkan oleh virus corona yang berasal dari Wuhan, Cina. Penyakit ini menyebar dengan sangat cepat melalui cairan tubuh dan menyerang saluran pernafasan manusia dengan gejala umumnya adalah demam tinggi dan sesak nafas. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study yang dilakukan dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Januari hingga Februari 2022 dengan 342 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas angkatan 2018, 2019, dan 2020. Data yang diperoleh adalah data primer yang dikumpulkan dari kuesioner yang dikumpulkan secara daring yang kemudian di analisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki persentase tingkat pengetahuan baik 86,5%, sikap baik 72,5%, dan tindakkan baik 56,1% terhadap protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakkan baik terhadap menjalankan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Dismenorea Primer pada Mahasiswi Kedokteran Dira Desfi Rahmayani; Lili Irawati; Yusrawati Yusrawati; Laila Isrona; Taufik Ashal
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.1044

Abstract

Latar belakang: Dismenorea primer adalah keadaan nyeri pada perut bagian bawah yang dialami wanita ketika mengalami menstruasi akibat terjadinya kontraksi otot-otot uterus yang berlebih karena tingginya kadar prostaglandin. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan dismenorea primer, seperti aktivitas fisik, merokok, masa menstruasi, tingkat stres dan status gizi. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan status gizi dengan kejadian dismenorea primer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik total sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 68 orang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Data responden diperoleh dari kuisioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian derajat dismenorea primer lebih dari separuh responden mengalami derajat sedang (56%), tingkat stres pada responden mayoritas mengalami tingkat stres ringan-sedang (91,7%) dan mayoritas responden memiliki status gizi normal (68,7%). Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenorea primer dengan p=0,069 (p>0,05), dan tidak terdapat hubungan status gizi dengan kejadian dismenorea primer dengan p=0,868 (p>0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dan status gizi dengan kejadian dismenorea primer. Kata kunci: dismenorea primer, status gizi, tingkat stres
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang Sherly Vanessa Putri Hadiyanto; Amirah Zatil Izzah; Siti Nurhajjah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.1059

Abstract

Latar Belakang: Penyakit infeksi saluran kemih pada anak masih menjadi masalah kesehatan karena tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit ini menempati urutan kedua penyakit infeksi tersering pada anak setelah infeksi saluran nafas atas. Kejadian ISK dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor risiko, seperti sirkumsisi, konstipasi kronis, status gizi, dan cara membersihkan genitalia. Objektif: Mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian ISK pada anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian case control. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 120 orang, yang terdiri dari 60 orang pasien anak dengan infeksi saluran kemih pada kelompok kasus dan 60 orang pasien anak tanpa infeksi saluran kemih pada kelompok kontrol di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 – Desember 2021. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien infeksi saluran kemih pada anak yang terbanyak yaitu usia <1 tahun (43,3%), laki-laki (51,7%), belum sirkumsisi (77,4%), tidak ada konstipasi kronis (63,3%), gizi kurang (53,3%), dan cara membersihkan genitalia dari arah depan ke belakang (62,1%). Secara statistik ditemukan hubungan yang bermakna antara konstipasi kronis (p=0,006), status gizi (p=0,005) dengan kejadian infeksi saluran kemih pada anak, sedangkan sirkumsisi (p=0,569), cara membersihkan genitalia (p=0,395) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian infeksi saluran kemih pada anak. Kesimpulan: Konstipasi kronis dan status gizi merupakan faktor risiko kejadian infeksi saluran kemih pada anak sedangkan sirkumsisi dan cara membersihkan genitalia tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian infeksi saluran kemih pada anak.
Hubungan Rasio Neutrofil-Limfosit dengan Derajat Keparahan COVID-19 pada Pasien Diabetes Zahara Findi; Beni Indra; Netti Suharti; Muhammad Zulfadli Syahrul; Roza Mulyana; Elfira Yusri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.1072

Abstract

Latar Belakang: Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2). Peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia cukup cepat dan menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Diabetes Melitus merupakan salah satu komorbiditas yang berkaitan dengan infeksi berat COVID-19, gagal napas akut, dan peningkatan mortalitas pasien COVID-19. Oleh karena itu, diperlukan penanda klinis yang ekonomis, cepat, dan bersifat sensitif dan spesifik. Peningkatan rasio neutrofil-limfosit merupakan biomarker peradangan yang mudah dianalisis untuk memprediksi risiko COVID-19 dan menilai keparahan COVID-19. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara rasio neutrofil-limfosit dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien diabetes. Metode: Jenis penelitian adalah kohort retrospektif dengan teknik convenience sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 84 pasien diabetes yang terkonfirmasi COVID-19 pada bulan April 2020 hingga Agustus 2021 di RS Universitas Andalas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Independent group t-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan derajat keparahan COVID-19 paling banyak pada derajat berat (32,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara rasio neutrofil-limfosit dengan derajat keparahan COVID-19 (p = 0,00). Gula darah sewaktu pada kasus severe (291.82 mg/dL) lebih tinggi dibandingkan dengan kasus non severe (272.33 mg/dL), tetapi secara statistik tidak signifikan (p = 0,389). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara rasio neutrofil-limfosit dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien diabetes. Peningkatan rasio neutrofil-limfosit ini dapat digunakan sebagai penanda awal yang mempengaruhi derajat keparahan COVID-19 pada pasien diabetes.
Amoebic Liver Abscess with Empyema Redo Kurniawan; Raveinal Raveinal; Arnelis Arnelis
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.1131

Abstract

Pendahuluan: Abses hepar merupakan peradangan supuratif pada parenkim hepar yang dapat disebabkan oleh bakteri, jamur atau mikroorganisme seperti parasit. Kejadian amubiasis terjadi pada 10% dari populasi dunia dan paling umum terjadi pada daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini sering di derita pada usia muda dan berisiko 10 kali pada pria dibandingkan wanita. Penatalaksanaan invasif amoeba sebaiknya dilakukan pemberian amebisid jaringan, seperti metronidazol dan tinidazole. Objektif: Meningkatkan kemampuan dalam menegakkan diagnosa serta menatalaksana abses hepar amoeba dengan empiema. Metode: Laporan kasus Laporan Kasus: Telah dirawat seorang pasien laki–laki, usia 42 tahun di bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan abses hepar amoeba dengan empiema ec abses hepar amoeba. Keluhan utama pada pasien berupa sesak napas dan nyeri perut kanan atas sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik hemitoraks kanan pasien didapatkan suara napas menghilang setinggi RIC II, dan pemeriksaan fisik abdomen terdapat nyeri tekan hipokondrium kanan dan hepatomegali. Pemeriksaan laboratorium terdapat leukositosis 15.970/mm3, dan anti amoeba positif 92,4. Rontgen toraks pasien didapatkan kesan efusi pleura masif dekstra dan USG abdomen terdapat lesi desak ruang ukuran 11,57cm x 9,65cm dengan kesan abses hepar dd/ hepatoma. Pada pasien diberikan terapi metronidazole injeksi 3x750mg selama 10 hari dan selama rawatan pasien menunjukkan perbaikan secara klinis. Kesimpulan: Kejadian abses hepar pada kasus ini merupakan suatu proses peradangan yang disebabkan oleh amoeba. Terjadinya empiema pada kasus ini merupakan komplikasi hepatopulmoner secara langsung dari abses hepar.
Gambaran Kejadian Nyeri Tenggorok Pascaoperasi pada Pasien yang Menjalani Anestesi Umum dengan Intubasi Endotrakeal Muhammad Amirul Ihsan Saputra; Dedy Kurnia; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.641

Abstract

Latar Belakang. Nyeri tenggorok pascaoperasi (POST) merupakan nyeri tenggorok pada pasien yang dilakukan intubasi dengan pipa endotrakeal yang mengakibatkan terjadinya cedera mekanik, kerusakan mukosa karena tekanan oleh cuff ETT, dan dehidrasi pada mukosa. Angka kekerapan POST pada pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal yaitu antara 21% sampai 65% dan merupakan keluhan utama yang berhubungan dengan airway selain keluhan seperti suara serak dan dysphagia (sulit menelan). Tujuan: Mengetahui gambaran kejadian nyeri tenggorok pascaoperasi pada pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan selama bulan Januari sampai Februari 2020 di recovery room IBS, HCU Bedah, Bangsal Bedah pria dan wanita di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel sebanyak 64 pasien pascaoperasi dengan anestesi umum teknik intubasi endotrakeal diambil menggunakan metode consecutive sampling. Hasil: Didapatkan sebanyak 15 dari 64 pasien (23,4%) mengalami POST dengan derajat ringan sebanyak 9 pasien (14,1%) dan derajat sedang sebanyak 6 orang (9.3%). Angka POST tertinggi terjadi pada jam ke-0 (23,4%) di bandingkan jam ke-2 (15,6%) dan jam ke-24 (4,7%). Kejadian POST terbanyak pada pasien laki – laki (25%), kelompok usia diatas 65 tahun (36,36%), memiliki riwayat merokok (34,6%), lama terintubasi lebih dari 120 menit (30,56%) dan ukuran pipa ETT 7,5 mm (42,86%) pada pasien laki - laki serta ukuran pipa ETT 7 mm (29,4%) pada pasien perempuan. Simpulan: Secara umum, gambaran kejadian nyeri tenggorok pascaoperasi banyak ditemukan pada jam ke-0 dengan nyeri tenggorok derajat ringan. Terbanyak ditemukan pada pasien laki – laki, usia diatas 65 tahun, memiliki riwayat merokok, lama terintubasi lebih dari 120 menit dan ukuran pipa ETT yang lebih besar digunakan pada masing - masing jenis kelamin pasien.
Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) terhadap Ekspresi TNF-Α pada Tikus Diabetes Melitus Gestasional Muhammad Faisal Rachman; Hirowati Ali; Siti Nurhajjah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.762

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita diabetes melitus gestasional terus meningkat di seluruh dunia. Kondisi hiperglikemia yang terjadi pada masa kehamilan dapat memicu terjadinya stress oksidatif yang dapat menstimulasi peningkatan ekspresi Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α). Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) mengandung zat antidiabetes dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap ekspresi TNF-α pada tikus model diabetes melitus gestasional. Objektif: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ektrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap ekspresi TNF-α pada tikus model diabetes melitus gestasional. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode post test only control group design. Sampel penelitian menggunakan bahan biologis tersimpan dari RNA tikus yang telah diinduksi streptozotocin 40 mg/KgBB sebagai animal model DMG pada manusia yang disimpan di Lab Biomedik FK Unand. Hasil: Ekspresi TNF-α pada kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan satu dan perlakuan dua berturut-turut adalah 1,01, 1,06, 0,95, dan 0,61. Kesimpulan: Menunjukkan adanya pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap ekspresi TNF-α pada tikus model diabetes melitus gestasional.
Hubungan Tingkat Stres dan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran Raisa Hussein; Eldi Sauma; Endrinaldi Endrinaldi; Afriwardi Afriwardi; Havriza Vitresia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1045

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang rentan terhadap kualitas tidur yang buruk dan dianggap memiliki tingkat stres yang tinggi dibandingkan dengan mahasiswa jurusan lain. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur seseorang maka perlu penerapan praktik sleep hygiene secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Sleep hygiene merupakan serangkaian perilaku dan lingkungan untuk menciptakan kualitas tidur yang optimal. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2019-2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 160 responden. Data responden didapatkan dari kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan responden perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki, dengan usia terbanyak adalah 21 tahun (32,5%). Lebih dari setengah mahasiswa memiliki tingkat stres normal (61,9%) dan sleep hygiene kategori tidak baik (63,8%). Mayoritas mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk (90,6%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p = 0,215) dan tidak terdapat hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur (p = 1,000). Kata kunci: Tingkat stres, sleep hygiene, Kualitas Tidur
Gambaran Faktor Risiko Penderita Stroke dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Musrizal Adli; Restu Susanti; Gusti Revilla; Afriwardi Afriwardi; Dedi Sutia; Eldi Sauma
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1054

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi kedua di dunia. Pada massa pandemi COVID-19 berbagai temuan neurologis termasuk stroke ditemukan pada penderita COVID-19. Terjadinya stroke pada pasien COVID-19 dipicu keadaan hiperinflamasi dan hiperkoagulasi yang umum terjadi pada pasien COVID-19. Objektif : Mengetahui gambaran faktor risiko penderita stroke dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Maret 2020-Desember 2021. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional menggunakan data rekam medis pasien yang terdiagnosis stroke dengan COVID-19. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis data secara univarian untuk mencari distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji fisher exact untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan penyakit storke pada pasien COVID-19. Hasil : Hasil penelitian didapatkan 381 pasien stroke. Pasien stroke dengan COVID- 19 sebanyak 36 orang (9,4%). Stroke iskemik dengan COVID-19 sebanyak 26 orang (72,22%) dan stroke hemoragik dengan COVID-19 sebanyak 10 orang (27,78%). Kelompok usia terbanyak ≥65 tahun (47,2%) dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (55,5%). Urutan faktor risiko mulai dari yang terbanyak yaitu hiperkoagulsi, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, dan riwayat penyakit jantung. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dengan terjadinya stroke dengan COVID-19. Kesimpulan : Frekuensi pasien stroke dengan COVID-19 sebesar (9,4%). Pasien umumnya mengalami gangguan koagulasi, ditandai dengan peningkatan nilai D-dimer. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara faktor risiko hipertensi dengan kejadian stroke pada pasien COVID-19. Kata kunci: Faktor risiko, Stroke, Iskemik, Hemoragik, COVID-19 Background : Stroke is the sceond leading highest mortality rate in the world. During the COVID-19 pandemic, various neurological findings including stroke in patient with COVID-19 disease. Stroke in COVID-19 patients is triggered by hiperinflammation and hypercoagulability which are common in COVID-19 patients. Objective : To describe the risk factors of stroke on COVID-19 Patients hospitalized in DR. M. Djamil Padang during Maret 2020-Desember 2021 period. Methods : This study used a cross-sectional method using medical record data of patients diagnosed with stroke in COVID-19 patients. The sample was taken using the total sampling method. The data analysis was conducted Univariate to find the frequency distribution and bivariate using the Fisher's exact test to determine the relationship between risk factors and stroke in COVID-19 patients. Results : The result of study were 381 patients strokes. There are 36 patients strokes with COVID-19. Patient ischemic stroke with COVID-19 were 26 (72,22%) and hemorrhagic stroke with COVID-19 were 10 (27,78%). The most age group is ≥65 years old (47,2%) and the gender are more male (55,5%). The sequence of risk factors starting from the most is hypercoagulation, hypertension, diabetes mellitus, dyslipedimia, obesity, and history of heart disease. This study showed relationship between hypertension and the occurence of stroke in COVID-19 patients. Conclusion : The frequency of stroke in COVID-19 patient is 9,4%. Patient generally had coagulation disorders which are showed by increased D-dimer values. This study also showed the relationship between hypertension and the occurence of stroke in COVID-19 patients while other risk factors have no relationship. Keyword: Risk Factors, Stroke, Ischemic, Hemorrhagic, COVID-19
Pola Bakteri dan Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Sheila Jihan Safira; Eva Decroli; Yustini Alioes
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1061

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi dan memiliki tingkat perawatan di rumah sakit yang tinggi. Salah satu penyebab ulkus kaki diabetik adalah infeksi bakteri sehingga untuk penanganan diberikan antibiotik sesuai bakteri penyebabnya, tetapi untuk penanganan awal dapat diberikan antibiotik secara empiris. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan sensitivitasnya terhadap antibiotik pada pasien ulkus kaki diabetik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Sampel penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien ulkus kaki diabetik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2018–2021 dengan total 35 sampel. Sampel dianalisis dengan menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pasien terbanyak yang dirawat adalah perempuan dengan usia ≤60 tahun. Bakteri terbanyak berdasarkan kelompok Gram positif dan negatif adalah bakteri Gram negatif, yaitu Proteus sp (28,6%), Klebsiella sp (17,1%), Escherichia coli (8,6%), dan Acinetobacter baumannii (8,6%). Hasil penelitian berdasarkan kelompok bakteri aerob dan anareob didapatkan yang terbanyak adalah bakteri aerob, yaitu Proteus sp (28,6%), Klebsiella sp (17,1%), Escherichia coli (8,6%), Staphylococcus aureus (8,6%), dan Acinetobacter baumannii (8,6%). Antibiotik yang paling sensitif adalah meropenem, amikacin, dan trimethoprim/sulfamethoxazole. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah bakteri terbanyak yang menginfeksi pasien ulkus kaki diabetik adalah bakteri aerob Gram negatif. Antibiotik dengan tingkat sensitivitas yang tertinggi adalah meropenem.