cover
Contact Name
Sumantri
Contact Email
jurnalwanatani11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalwanatani11@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Perumahan Griya Lumandi
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Wanatani
ISSN : -     EISSN : 28087704     DOI : https://doi.org/9.jip/005
Core Subject : Agriculture,
Focus & Scope 1. Ilmu-ilmu pertanian 2. Ilmu dan Teknologi Tanaman 3. Pascapanen 4. Sosial ekonomi Pertanian 5. Ketatawilayahan
Articles 66 Documents
Karakteristik Fisikokimia Flakes Berbasis Beras Ketan Merah, Hitam, dan Putih debagai Sereal Sarapan M. Darmawan
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis beras ketan (putih, merah, dan hitam) terhadap karakteristik fisikokimia flakes sebagai alternatif sereal sarapan berbasis pangan lokal. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, dan kadar abu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Kadar air flakes berkisar antara 7,9 – 9,32%. Kadar lemak dari flakes yang dihasilkan yaitu 1,15 – 2,42%, sedangkan kadar protein yang dihasilkan yaitu 6,45 – 11,85%. Kadar abu menunjukkan hasil yang diperoleh berkisar 1,6 – 3,5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis beras ketan mempengaruhi karakteristik fisikokimia flakes, dengan beras ketan merah dan hitam menunjukkan potensi nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan beras ketan putih.
Pengaruh Modal Sosial dan Modal Finansial terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah Agribisnis di Polewali Mandar Yusran Mandala; Fitri Fitri; Rizky Ariesty Fachrysa Halik; Darmiati Dahar
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial dan modal finansial terhadap kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agribisnis di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dirancang menggunakan metode kuantitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas, serta analisis model luar (outer model) yang meliputi validitas konvergen, validitas diskriminan, composite reliability, dan Cronbach’s alpha, kemudian analisis model dalam (inner model) melalui nilai R-square, serta pengujian hipotesis, dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS SEM 8.0. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar. Populasi penelitian terdiri atas pelaku UMKM agribisnis di Kabupaten Polewali Mandar, dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai P-Value yakni 0.011 dan nilai t-statistik yakni 2.560 sehingga modal sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM agribisnis di Kabupaten Polewali Mandar. Selain itu, berdasarkan nilai P-Value yakni 0.015 dan nilai t-statistik yakni 2.434 sehingga modal finansial juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM agribisnis di Kabupaten Polewali Mandar.
Efektivitas Daun Kirinyuh Terhadap Walang Sangit (Laptocarisa acuta T.) Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Rahmawasiah Rahmawasiah; Gita Srihidayati; Inna Inna
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.694

Abstract

Hama walang sangit (Leptocorisa acuta T.) merupakan salah satu organisme pengganggu utama pada tanaman padi yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil produksi. Pengendalian yang masih bergantung pada pestisida kimia sintetis menimbulkan berbagai dampak negatif, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati dari daun kirinyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun kirinyuh terhadap hama walang sangit pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Adapun perlakuannya yaitu: P0= (tanpa perlakuan), P1= ekstrak daun kirinyuh 30 ml/liter air, P2= ekstrak daun kirinyuh 60 ml/liter air, P3= ekstrak daun kirinyuh 90 ml/liter air. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan aplikasi ekstrak daun kirinyuh setiap minggu pada tanaman padi yang telah diinokulasi dengan walang sangit. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi mortalitas dan intensitas serangan hama walang sangit pada tanaman padi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pemberian biopestisida daun kirinyuh terhadap hama walang sangit pada tanaman padi berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan dan tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 90 ml/L air (P3) yang menghasilkan mortalitas tertinggi, intensitas serangan terendah, serta waktu kematian tercepat. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan efektivitas pengendalian hama.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbasis Lamtoro (Leucaena leucocephala) Sutarjo Asman; Ria Megasari; Irwan Nooyo
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan dasar lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato pada bulan September hingga Desember 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 taraf perlakuan konsentrasi POC lamtoro (0, 10, 20 dan 30 ml/L) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun lamtoro tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14 hari setelah tanam (HST), namun berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 dan 42 HST, jumlah daun pada umur 28 HST, serta diameter batang dan bobot buah tanaman tomat. Perlakuan P3 (30 mL L⁻¹) memberikan hasil terbaik dengan menghasilkan tinggi tanaman 100,58 cm, jumlah daun 10,58 helai, diameter batang 10,01 mm, dan bobot buah 421,65 g tanaman⁻¹. Peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman diduga berkaitan dengan kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam POC daun lamtoro yang mendukung proses fotosintesis, pembentukan jaringan vegetatif, dan translokasi fotosintat ke buah. Dengan demikian, pemberian POC daun lamtoro pada konsentrasi 30 mL L⁻¹ dapat direkomendasikan sebagai konsentrasi yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada kondisi penelitian ini.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Labu Siam (Sechium edule) pada Pemberian Trichokompos dan Monosodium Glutamat Andi Safitri Sacita; Rahman Hairuddin; Fatrani Fatrani
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Trichokompos dan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman labu siam. Trichokompos dibuat dari campuran kotoran sapi dengan cendawan Trichoderma sp. yang difermentasi selama 3 minggu menggunakan composter. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo dari bulan Maret hingga Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan, diulang 4 kali, sehingga menghasilkan 24 satuan percobaan. Percobaan meliputi: P0: Tanpa Perlakuan (kontrol), P1: Trichokompos 250 g/tanaman dan MSG 8 g/tanaman, P2: Trichokompos 300 g/tanaman dan MSG 10 g/tanaman, P3: Trichokompos 350 g/tanaman dan MSG 12 g/tanaman, P4: Trichokompos 400 g/tanaman dan MSG 14 g/tanaman, P5: Trichokompos 450 g/tanaman dan MSG 16 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Trichokompos memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, dan berat buah. Pemberian pupuk Trichokompos dengan dosis 450 g/tanaman dan MSG 16 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap semua parameter yang diamati, yaitu tinggi tanaman dengan nilai rata-rata 139,13 cm, jumlah daun 31,88 helai, umur berbunga 30 HST (hari setelah tanam), dan berat buah 682,25 gram.
Karakterisasi Fisikokimia Tepung Sagu Termodifikasi sebagai Bahan Baku Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal Chalik Mawardi; Kurniati Tajuddin; Rahman Syam; Ehlisa Ehlisa
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.774

Abstract

Tepung sagu merupakan salah satu sumber karbohidrat potensial dari tanaman lokal Indonesia yang memiliki prospek besar sebagai bahan baku pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisikokimia tepung sagu termodifikasi menggunakan metode Heat Moisture Treatment (HMT) serta mengevaluasi potensinya sebagai bahan baku pangan fungsional, khususnya pada parameter kadar karbohidrat, serat pangan, dan kandungan mineral. Sampel tepung sagu dimodifikasi menggunakan metode fisik pada variasi suhu (80°C, 100°C, 120°C) dan waktu perlakuan (4, 8, 12 jam). Parameter yang dianalisis meliputi kadar karbohidrat, serat pangan (serat larut dan tidak larut), serta kandungan mineral (kalsium, fosfor, besi, dan kalium). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi HMT pada suhu 100°C selama 8 jam menghasilkan tepung sagu termodifikasi terbaik dengan kadar karbohidrat total sebesar 85,42 ± 1,23%, kandungan serat pangan total 6,78 ± 0,45% yang terdiri atas serat larut 2,14 ± 0,18% dan serat tidak larut 4,64 ± 0,31%, serta kandungan mineral meliputi kalsium (38,7 mg/100 g), fosfor (112,4 mg/100 g), besi (2,9 mg/100 g), dan kalium (145,6 mg/100 g). Modifikasi fisik secara signifikan meningkatkan kandungan pati resisten dan serat pangan dibandingkan tepung sagu alami, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional untuk mendukung ketahanan pangan berbasis lokal.