cover
Contact Name
Yunita Firdha Kyswantoro
Contact Email
nita.bappedayogya@gmail.com
Phone
+6282245193075
Journal Mail Official
litbang@jogjakota.go.id
Editorial Address
Jalan Kenari No. 56 Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Jarlit
ISSN : 19780052     EISSN : 29622344     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Jarlit (Jaringan Penelitian) ini untuk mempublikasikan karya tulis terkait inovasi dalam rangka mengatasi permasalahan kota, serta perencanaan dan kebijakan dalam pembangunan perkotaan. Dalam rangka mengatasi permasalahan kota, serta perencanaan dan kebijakan dalam pembangunan perkotaan. Maka Jurnal Jarlit akan mempublikasikan karya tulis yang terbagi menjadi 3 fokus utama yaitu Inovasi Daerah, Kebijakan Pembangunan Daerah, Perencanaan Perkotaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN DESAIN RUANG KREATIF SEBAGAI WADAH INTERAKSI DAN EKSPRESI BERBASIS PARIWISATA BUDAYA UNTUK KEBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI YOGYAKARTA Martino Dwi Nugroho, Martino Dwi Nugroho; Mahdi Nurcahyo; Hartoto Indra Suwahyunto; Prasojo, Bintang
Jurnal Jarlit Vol. 19 No. 1 (2023): Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masya
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70154/jid.v19i1.63

Abstract

Pelestarian budaya di Kota Yogyakarta perlu dilakukan dengan menyediakan ruang publik. Fungsi ruang publik tersebut adalah untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan kreatif dalam merawat nilai-nilai tradisi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan ruang kreatif di Kota Yogyakarta khususnya di Ruang Terbuka Hijau Publik dan Daerah Aliran Sungai (DAS) ditinjau dari komponen pariwisata budaya. Serta membuat parameter desain yang bisa diterapkan pada ruang kreatif di Kota Yogyakarta sehingga mencapai desain yang memiliki nilai-nilai lokalitas dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif. penelitian ini menggunakan metode Design thinking, metode kualitatif dan kuantitatif serta metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan ruang publik kreatif berbasis pariwisata budaya dapat ditelisik dari aspek daya tarik wisata dengan menghadirkan potensi ekonomi kreatif yang unggul dan berkualitas. Ini menjadi faktor kunci yang dapat menentukan motivasi wisatawan untuk berwisata sekaligus menjadi alasan fundamental dari pertimbangan mengapa seseorang memilih satu destinasi tertentu. Daya tarik wisata juga sangat menentukan tingkat kepuasan dan loyalitas wisatawan yang akan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat terhadap keberlanjutan destinasi wisata. Beberapa hal yang perlu diperhatian dalam pengelolaan pariwisata berbasis budaya yang akan diterapkan di DAS dan Perkampungan antara lain: 1) Identitas lokal, 2) Penerapam Eko Budaya, 3) perlunya pendampingan dalam pengelolaan lembaga, 4) perlunya penyediaan infrastruktur, 5) tersedianya aksesibilitas yang memadai, 6) Melibatkan warga dalam pengelolaan wisata dengan model kelola pariwisata berbasis masyarakat Community Based Tourism (CBT).
MODEL SOSIAL EKONOMI URBAN FARMING: STUDI KASUS KELOMPOK TANI KELURAHAN GIWANGAN KOTA YOGYAKARTA Devi, Laksmi Yustika; Ramadhani, Amesta Kartika; Pitria, Meidesta; Prasojo, Bintang
Jurnal Jarlit Vol. 19 No. 1 (2023): Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masya
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70154/jid.v19i1.64

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang mengkaji sosial ekonomi urban farming di Kalurahan Giwangan, Kota Yogyakarta secara rinci dengan metode kualitatif dan kuantitatif sehingga mendapatkan pemahaman dan wawasan mengenai profil sosial ekonomi pelaku, peran, hingga model sosial ekonomi urban farming. Secara detail, tujuan penelitian ini adalah: (1) identifikasi awal, tinjauan pustaka, landasan teori dan benchmarking terkait dengan urban farming pada Kalurahan Giwangan Kota Yogyakarta; (2) pengambilan data melalui survei dan wawancara, pengolahan dan analisis data; (3) penyusunan model sosial ekonomi urban farming; dan (4) monitoring serta evaluasi peran dan penerapan model sosial ekonomi urban farming. Penelitian ini dilakukan dengan metode participatory action research. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan ketua kelompok tani, survei pada pelaku urban farming, dan FGD dengan melibatkan pemangku kepentingan. Kuesioner disebarkan kepada 85 anggota kelompok tani yang tergabung ke dalam 16 KT/KWT di Kalurahan Giwangan. Hasil dari penelitian menegaskan penelitian sebelumnya bahwa praktik urban farming sudah dilakukan cukup lama di Kelurahan Giwangan, meskipun ada beberapa yang masih rintisan. Pelaku urban farming sebagian besar berusia 51-60 tahun yang melakukan kegiatan untuk hobi dan tujuan pelestarian lingkungan (tidak berorientasi profit). Beberapa pelaku menginginkan pengembangan bisnis melalui keterlibatan anak muda untuk membantu dari aspek teknologi. Hambatan yang umum dialami adalah gangguan hama, kekurangan modal dan tenaga kerja. Selain itu tantangan yang masih dihadapi adalah keberlanjutan, baik keberlanjutan program urban farming kelompok maupun keberlanjutan bisnisnya. Beberapa aspek urban farming yang masih perlu ditingkatkan, yaitu aspek pengembangan ketahanan pangan, aspek pelestarian lingkungan, dan aspek peningkatan penghasilan.
STUDI PENERIMAAN BUKU PETUNJUK KEAMANAN PANGAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH PADA PASAR KULINER Prasetyaningrum, Yunita Indah; Sukismanto, Sukismanto; Kadaryati, Sri; Prasodjo, Bintang; Wardani, Desy Fitria
Jurnal Jarlit Vol. 19 No. 1 (2023): Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masya
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70154/jid.v19i1.65

Abstract

Manajemen Masjid Jogokariyan membina hampir seratus UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan memiliki kegiatan ekonomi UMKM secara rutin. Salah satu masalah yang harus diperhatikan pada wisata kuliner yaitu keamanan pangan. Masalah keamanan pangan di Indonesia rentan karena perlu adanya pemahaman kepada masyarakat. Masalah sampah juga merupakan masalah yang turut mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat. Tujuan pengembangan buku petunjuk keamanan pangan dan pengelolaan sampah pada pasar kuliner agar daerah lain yang ingin menyelenggarakan kegiatan serupa dapat memodifikasi dari penyelenggaraan pasar kuliner yang sudah dilaksanakan di Jogokariyan. Buku petunjuk ini dapat memberikan gambaran dan petunjuk bagi penyelenggaraan pasar kuliner di daerah yang lebih luas. Penelitian dilaksanakan lingkungan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Waktu pelaksanaan penelitian selama 6 bulan dimulai bulan Mei – Agustus 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dengan melibatkan pemerintah, pengelola pasar kuliner, dan pedagang. Penelitian telah mendapatkan Ethical Clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan nomor 3003/KEP-UNISA/VI/2023. Hasil penelitian menyebutkan buku petunjuk dapat diterima dengan baik dan mendapatkan tanggapan positif dari seluruh responden. Beberapa masukan terkait isian buku adalah menambahkan desain yang lebih informatif. Buku petunjuk ini memiliki peluang untuk diaplikasikan pada masyarakat lebih luas karena informatif, lengkap, mudah dipahami, dan disusun ringkas. Beberapa hampatan yang perlu diperhatikan adalah implementasi pengeloaan sampah pada pasar kuliner di masyarakat karena terkait erat dengan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian bahwa buku petunjuk dapat diaplikasian pada penyelenggaraan pasar kuliner yang memerhatikan penerapan keamanan pangan dan pengelolaan sampah sesuai standar di daerah lain yang lebih luas.
GAMBARAN PENGETAHUAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DAN SIKAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA PADA TOKOH MASYARAKAT SERTA KADER KESEHATAN LANSIA DI KELURAHAN WIROBRAJAN YOGYAKARTA: Indonesia Zukhruf Saputri, Ginanjar; Akrom; Dwi Utami; Kyswantoro, Yunita Firdha; Agita, Adinda Puspa; Najelita, Athiyah
Jurnal Jarlit Vol. 19 No. 1 (2023): Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masya
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70154/jid.v19i1.66

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data 3 dekade terakhir menunjukkan peningkatan kasus PTM sebesar 69% dari 39% pada tahun 2017, berupa penyakit stroke, ischemic haert disease, dan diabetes melitus. Prevalensi kejadian PTM masih cukup tinggi pada populasi lansia. Adanya Posyandu Lansia menjadi salah satu upaya dalam pendampingan dan monitoring kesehatan lansia. Namun demikian pelaksanaan posyandu lansia masih belum bisa secara berkala dan monoton pada beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada pelaksanaan posyandu lansia, mengetahui gambarab pengetahuan tokoh masyarakat maupun kader kesehatan terkait PTM, serta sikap pemanfaatan posyandu lansia di area Wirobrajan Yogyakarta. Penelitian menggunakan mix metode yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif melalui FGD (Forum Group Discussion) bersama tokoh masyarakat dan kader posyandu lansia untuk menggali faktor-faktor yang berpengaruh pada pelaksanaan posyandu lansia. Adapun pendekatan kuantitatif dilakukan dengan wawancara kuisioner terkait pengetahuan PTM dan Sikap pemanfaatan posyandu lansia pada tokoh masyarakat maupun kader kesehatan. Penelitian melibatkan sejumlah 35 responden baik tokoh masyarakat atau kader kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi. Rekrutmen berdasarkan informed consent. Pengambilan data wawancara menggunakan kuisioner yang telah dilakukan uji validasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji deskriptif untuk menggambarkan variabel pengetahuan serta sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh adalah kurangnya perkaderan pada anggota posyandu lansia, partisipasi lansia laki-laki yang masih rendah, variasi materi dalam isian posyandu lansia masih monoton. Adapun gambaran pengetahuan PTM pada kader kesehatan menunjukkan skor lebih tinggi (27,38) dibandingkan tokoh masyarakat (26,64). Sedangkan skor rerata pemanfaatan posyandu pada tokoh masyakarat adalah 48,55 dan kader kesehatan menunjukkan skor 48,50. Kesimpulan yang dapat diambil mayoritas tokoh masyarakat maupun kader kesehatan lansia memiliki tingkat partisipasi yang baik dalam pemanfaatan posyandu lansia, serta pengetahuan yang cukup baik terkait PTM. Namun demikian beberapa hambatan dalam pelaksanaan posyandu lansia perlu dievaluasi untuk kontinuitas kegiatan.
DIGITALISASI INFRASTRUKTUR PEWARTA PROGRAM KAMPUNG SAINS KARANGKAJEN (PEPAK) UNTUK PENGUATAN KAMPUNG WISATA CERDAS YOGYAKARTA Fatimah, Nur; Soviyah; Abbas, Azwar; Azhari, Ahmad; Kyswantoro, Yunita Firdha; Suryanto, Indra
Jurnal Jarlit Vol. 19 No. 1 (2023): Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masya
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70154/jid.v19i1.68

Abstract

Sebagai tujuan wisata edukatif, Kampung Sains Karangkajen (KSK), Kelurahan Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta menjadi tempat belajar sains secara nonformal, menyenangkan dengan potensi warga dan kampung melalui beragam pojok sainsnya. Dengan dukungan warga dan kunjungan wisatawan, KSK menjadi jalan untuk pemberdayaan ekonomi dan mendukung terwujudnya smart city dilihat dari kesiapan warga, sumber daya alam, lingkungan dan kebijakan pemerintah. Akan tetapi masih ada kendala infrastruktur terkait penyebaran informasi KSK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi sebagai bentuk digitalisasi infrastruktur untuk penguatan kampung wisata cerdas. Penelitian ini adalah riset pengembangan dengan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Analisis situasi dilakukan pada pengelola KSK sebagai needs analysis melalui wawancara. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dikembangkan infrastruktur digital berupa aplikasi untuk KSK. Produk divalidasi dan mendapat feedback dari ahli dan pengguna. Analisis data kualitatif dibuat sesuai tema penelitian berdasar hasil wawancara, dan masukan ahli melalui isian lembar observasi dan evaluasi produk, sementara data kuantitatif berdasarkan hasil UAT (User Acceptance Test) yang diisi pengguna aplikasi. Penelitian menghasilkan profil KSK, dan aplikasi PEPAK. Fitur utama PEPAK terdiri dari profil KSK, artikel, video, eduekowisata, produk yang dihasilkan KSK dengan warga Karangkajen dan fitur yang mencatat transaksi user dengan KSK. Selanjutnya PEPAK akan mengalami penyesuaian dalam tampilan dan isinya untuk diintegrasikan ke dalam sistem JSS (Jogja Smart Service) Pemerintah Kota Yogyakarta. Produk PEPAK dengan penyesuaian tetap bisa menjadi rujukan tentang kegiatan dan layanan KSK bisa memiliki kemanfaatan dan daya jangkau dan daya saing global.
INTEGRASI TRANSPORTASI PERKOTAAN UNTUK MENDUKUNG DESTINASI WISATA KOTA YOGYAKARTA Widodo, Widodo; Dianna Ratnawati
Jurnal Jarlit Vol. 17 No. 1 (2021): PERCEPATAN PEMULIHAN SOSIAL EKONOMI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Destinasi Wisata, khususnya di Kota Yogyakarta, selama ini hanya berpusat diarea Malioboro dansekitarnya, akibatnya berbagai potensi daerah semisal obyek wisata berupa museum dan kampung wisatacenderung terlewatkan karena kurang dikenal dan tidak ada media moda transportasi khususnyatransportasi tradisional yang melalui rute-rute menuju obyek wisata tersebut. Sebagaimana kita ketahui,bahwasannya di kota Yogyakarta terdapat berbagai moda transportasi yang sebenarnya memiliki potensiyang mampu berperan aktif atas kebangkitan pariwisata di Kota Yogyakarta, semisal: moda transportasibertrayek (Trans Jogja, Si Thole, DAMRI, Coffee on The Bus), transportasi dengan tenaga penguat(Becak Listrik) dan transportasi tradisional (Becak kayuh, andong dan sepeda). Trayek berupa jalur/ruteyang menghubungkan antara satu obyek wisata dengan obyek wisata yang lain, lebih memberikanefektifitas didalam penggunaan dan pemilihan sarana transportasi yang disesuaikan dengan keinginandan kemampuan dari wisatawan. Penerapan tarif dasar, dilakukan dengan cara perhitungan tariftransportasi tradisional dalam setiap jamnya (berdasarkan wawancara), sehingga nantinya mampuditerapkan range tarif minimal dan maksimal didalam pelaksanaan rute-rute tersebut. Selain itu promosiatas beberapa obyek wisata baru yang dapat dilakukan dengan santai dan tidak memungkinkan ditempuhdengan andong/becak, maka dilakukan dengan sepeda, sebagaimana rute-rute Gowes Kota Yogyakartadidalam aplikasi JSS (Jogja Smart Service), yakni: rute romansa Kota Lawas, rute Tilik Jeron Beteng,rute Jelajah Kampung Susur Sungai dan rute Taman Pintar
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS KOMUNITAS DI RTHP WARUNGBOTO Nurlaela, Siti Nurlaela; Panicara, Salsadila; Aryati, Rina; Ambarwati, Mbari; Kyswantoro, Yunita Firdha
Jurnal Jarlit Vol. 20 No. 1 (2024): Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Keberlanjutan Pembangunan Kota Yo
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kesadaran pengelolaan sampah menjadi problem terbesar saat ini. Pemberdayaan berbasis komunitas menjadi salah satu upaya penting untuk memulai perubahan dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini berupaya menemukan tahapan pengelolaan sampah dan tahapan pemberdayaan yang efektif berbasis komunitas berkelanjutan di kawasan Ruang Terbuka Hijau Kalurahan Warungboto Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan Januari - Juli 2024, pendekatan mix method (kualitatif-kuantitatif) model LFA (Logical Framework Approaach) dan Analisis SWOT. Subyek penelitian semua stake holder yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah, yakni anggota Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari sebagai masyarakat yang didampingi, pendamping (Komunitas Great and Green), nasabah sampah organik, dan pemerintah. Metode pengambilan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan FGD (Focus Group Discussion). Tahapan dalam penglolaan sampah menjadi pupuk adalah: pengumpulan (nasabah menyetorkan sampah organik ke RTH), pemilahan (petugas piket menimbang sampah organik yang masuk), pengolahan (petugas piket memasukkan sampah di tong dan mencampur dengan kotoran hewan, daun kering dan menyemprotkan bioaktivator), penjemuran (menjempur sampah yang sudah matang), pengayakan (petugas piket melakukan pengayakan pupuk yang sudah kering, packaging, pemasaran (pemasaran dilakukan oleh semua anggota melalui media sosial dan ditawarkan secara langsung, pada pengunjung RTH. Selanjutnya, tahapan pemberdayaan dilakukan dengan analisis LFA dan SWOT. Diawali dari pemetaaan potensi dan masalah, pelibatan komunitas, pendampingan oleh local champion, pemberdayaan berbasis bottom up. Pengembangan kegiatan berupa: pertanian perkotaan, hidroponik, budidaya maggot, agrowisata dan pelatihan. Inovas berupa: social inovation (tukar sampah berhadiah) pengembangan medsos (IG, website, aplikasi). Kunci keberlanjutan: keterlibatan aktif masyarakat- pendamping, memberikan kebermanfaatan nyata, dan adanya kerjasama dengan pemerintah, kampus dan swasta.
PROGRAM NGAJENI (NGAJAK INTERGENERASI JADI INSPIRASI) UNTUK PROGRAM POSYANDU LINTAS GENERASI Rohmawati, Zubaida; Indriani; Linawati, Sri Lestari; Fatmawati, Veni; Kyswantoro, Yunita Firdha
Jurnal Jarlit Vol. 20 No. 1 (2024): Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Keberlanjutan Pembangunan Kota Yo
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program NGAJENI dirancang untuk meningkatkan interaksi sosial antara remaja dan lansia di Yogyakarta dengan tujuan memperbaiki pemahaman, sikap, dan kualitas interaksi antar generasi. Latar belakang penelitian ini didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi kesenjangan sosial dan stereotip antara kelompok usia yang berbeda. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok intervensi dan dua kelompok kontrol. Total responden adalah 76 orang, terdiri dari 18 lansia dan 20 remaja di kelompok intervensi, serta 18 lansia dan 17 remaja di kelompok kontrol. Metode penelitian melibatkan sosialisasi, aktivitas fisik, seni, dan permainan yang melibatkan kedua kelompok. Analisis statistik menggunakan uji t untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan tentang aging health dan peran sosial, dengan p-value < 0.05 pada kesehatan mental dan hubungan sosial. Remaja mengalami peningkatan empati dan rasa hormat (p-value < 0.05), sedangkan lansia menjadi lebih terbuka terhadap kontribusi remaja (p-value < 0.05). Interaksi sosial antara kedua kelompok juga meningkat. Program NGAJENI terbukti efektif dalam mengubah sikap dan memperkuat hubungan antar generasi. Kesimpulannya, program ini tidak hanya memperbaiki interaksi sosial tetapi juga berfungsi sebagai model yang dapat diterapkan di komunitas lain untuk mempromosikan kohesi sosial dan mengurangi kesenjangan generasi.
STRATEGI PEMBAGIAN DAN PENGUATAN PERAN POKDARWIS DAN PENGURUS KAMWIS DALAM MENUNJANG PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PARIWISATA BERDASARKAN PERGUB DIY NOMOR 40 TAHUN 2020 Setya Nugraha, Bima; Putranti, Deslaely; Eko Prabowo, Husni; Prasojo, Bintang
Jurnal Jarlit Vol. 20 No. 1 (2024): Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Keberlanjutan Pembangunan Kota Yo
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurus Pokdarwis dan Pengurus Kampung Wisata Se-Kota Yogyakarta telah terbentuk, namun perannya belum optimal dalam menggerakkan partisipasi masyarakat kampung dalam bidang pariwisata sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat dari destinasi wisata belum optimal. Hal ini juga disebabkan masih adanya tumpang tindih peran dalam aturan perundang-undangan (antara Pergub DIY No 40 tahun 2020 dan Perwal Kota Yogyakarta No 116 tahun 2016) dan belum jelasnya pembagian peran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya peran pokdarwis dan pengurus kampung wisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah penentuan peran menggunakan metode job analysis dengan alat observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil kegiatan penelitian menunjukkan bahwa di Kota Yogyakarta ini pariwisata berbasis masyarakat sudah banyak berkembang. Terdapat 25 kampung wisata dan 45 kelompok sadar wisata yang terlibat dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Dalam penelusuran di lapangan ternyata hubungan antar kelembagaan dalam pengelolaan pariwisata di wilayah cukup kompleks. Selain dua lembaga tadi juga terdapat pengelola wisata lainnya yang berasal dari komunitas dan pribadi. Dilihat dari permasalahan terkait dari ketugasan pokdarwis dan kampung wisata dalam pengekolaan pariwisata di wilayah sebenarnya masing-masing pihak sudah memahami peran dan ketugasannya namun belum ada pembagian peran yang bersifat tertulis. Selanjutnya perlu disusun dan disahkan peraturan walikota untuk menjadi pedoman dan menjamin pelaksanaan peran masing-masing pokdarwis dan kampung wisata dalam mengelola potensi wisata berbasis masyarakat di Kota Yogyakarta.
INTRODUKSI KAMPUNG ANGGUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KONTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM RANGKA OPTIMALISASI EKOWISATA KAWASAN PEDESTRIAN CODE GUMREGET saputro, wahyu adhi saputro; Ali Hasyim Al Rosyid; Liana Fatma Leslie Pratiwi; Irene kartika Eka Wijayanti; Yunita Firdha Kyswantoro
Jurnal Jarlit Vol. 20 No. 1 (2024): Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Keberlanjutan Pembangunan Kota Yo
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Yogyakarta City government's efforts to minimize slum areas by realizing road widening on the banks of the Code River. This initiative was realized by creating the Pedestrian Code Gumreget (PCG). The aim is to improve the standard of living of people close to the river. The potential possessed by PCG, especially in the lower gemblakan area, is still accompanied by several existing problems. The first problem is the tourism potential that can still be optimized by adding new tourism items that can attract tourists to visit. The second problem is that the good tourism potential has not been supported by digital marketing in promotional efforts. This study uses a descriptive qualitative method approach. Data analysis techniques are preceded by compiling, preparing data, reading the data owned and analyzing data with a coding process ending with a description. In this Grape Village Introduction study, there are five activities that will be carried out, namely strengthening institutions, making processed grape products, cultivating grapes, digital marketing, social engineering and benchmarking. The results of the study showed that KWT GEMARI PCG succeeded in utilizing local potential by developing processed grape-based products, mastering grape cultivation techniques to grafting, and utilizing digital marketing to expand the market. The conclusion of this study emphasizes the importance of empowering human resources in supporting ecotourism aspirations in Kampung Anggur, and shows that this initiative has great potential to improve community welfare through sustainable ecotourism.

Page 3 of 4 | Total Record : 40