cover
Contact Name
Khaerul Saleh
Contact Email
khaerulsaleh63@yahoo.co.id
Phone
+628129742414
Journal Mail Official
jppm@erapublikasi.id
Editorial Address
Taman Balaraja blok G 2 no.1 RT 03 RW 08 Desa Parahu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang - Banten 15610
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuuhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM)
ISSN : 28305965     EISSN : 28279557     DOI : 10.59066/jppm
Penyuluhan Pertanian, Komunikasi Pembangunan, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sosiologi dan Antropologi Pertanian, Manajemen Sumberdaya Manusia, Kepemimpinan dan Kelembagaan Pertanian, Kewirausahaan dan Sistem Inovasi Pertanian, Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Pendidikan dan Media Pembelajaran, Modal Sosial dan Pertanian Berkelanjutan Ketahanan Pertanian dan Pedesaan, Ekologi Manusia Teknologi Komunikasi dan Digital Pertanian
Articles 212 Documents
Designing Multimodal Literacy Instruction Based on the TPACK Model for Teachers at SD Negeri 149 Palembang Hesti Wahyuni Anggraini; Machdalena Vianty; Ismail Petrus; Zuraida; Amrullah; Muhammad Yazir; Tita Ratna Wulan Dari; Yentri Anggeraini; Lianasari; Firma Pradesta Amanah
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2262

Abstract

Strong literacy skills have a significant impact on the mastery of other areas, including numeracy. Although numeracy itself does not directly contribute to the core definition of multimodal literacy, numerical concepts can be taught using a multimodal approach through the use of visual, audio, and kinesthetic modes. Thus, multimodal literacy not only supports the development of language competencies, but can also enrich cross-disciplinary learning strategies. For multimodal learning to be implemented optimally, teachers need to master TPACK, which enables them to design meaningful learning experiences by effectively utilizing technology. This community service activity aims at providing solutions to these problems through training and mentoring for teachers as SD Negeri 149 Palembang in designing and implementing TPACK-based multimodal literacy, the basic principles of TPACK, and practical applications in developing lesson plans that integrate technology and multimodality. This activity was conducted from October 2025 to November 2025, at SD Negeri 149 Palembang, attended by 23 teachers. The implementation methods included four stages, namely identification of teachers’ needs and potential through observations and interviews; presentation on the theory and practice of multimodal literacy and TPACK; workshop on designing TPACK-based and multimodal learning; and the implementation and evaluation of classroom activities. Supported by simple technology applications, such as Canva and other interactive applications, the activity resulted on the knowledge about how to meaningfully integrate technology with pedagogical approaches and content to create rich and engaging learning experiences for students. The use of Topworksheets was one alternative to choose.
Edukasi Pengelolaan Uang Jajan Melalui Literasi Keuangan dalam Meningkatkan Berinvestasi dan Menabung Eka Sariningsih; Ananda Ramadya Rahmatina; Annadya Kirani; Elza Nur Annisya; Rahma Agustia
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2270

Abstract

Purpose: This community service activity was conducted to improve financial literacy among high school students through education on pocket money management. The program was implemented at SMA Negeri 2 Kalianda, South Lampung Regency, targeting students in grades XI and XII. The main problems identified were the low level of students’ awareness in managing pocket money and the lack of saving and investing habits from an early age. Through this program, participants were introduced to basic financial literacy concepts, wise pocket money management, and simple strategies for saving and investing. The implementation methods included interactive lectures, pocket money management simulations, group discussions, and learning evaluations using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in students’ financial literacy, with 85% of participants correctly answering questions related to basic financial concepts after the activity, and more than 70% expressing motivation to save regularly. This program successfully fostered healthy financial habits and increased awareness of personal financial management among students. Methodology: The implementation of this community service program employed an educational and participatory approach. The activity began with a pre-test to assess students’ initial understanding of financial literacy. The material was then delivered through interactive lectures covering financial literacy concepts, the importance of pocket money management, and an introduction to saving and simple investment. To enhance students’ understanding, pocket money management simulations and group discussions were conducted. The program concluded with a post-test to evaluate the improvement in participants’ financial literacy after the activity. Results: The results of the program indicated a significant improvement in students’ understanding of financial literacy. Based on the post-test results, 85% of participants were able to correctly answer questions related to basic financial concepts. In addition, more than 70% of students expressed motivation to start saving regularly and to manage their pocket money more wisely. Active participation during discussions and simulations also reflected increased awareness of the importance of financial planning from an early age. Conclusion: This community service activity successfully improved the financial literacy of students at SMA Negeri 2 Kalianda. The program increased students’ awareness of the importance of pocket money management, encouraged saving habits, and introduced the basics of simple investment that can be applied from school age. Therefore, this activity made a positive contribution to fostering healthy financial behavior among high school students. Limitation: The limitations of this program include the relatively short duration of implementation, which limited the depth of material delivered. In addition, the program did not include long-term mentoring to monitor the sustainability of changes in students’ financial behavior. Contribution: This program contributes to improving students’ financial literacy by introducing practical pocket money management and encouraging early saving and simple investment habits among high school students.
Peran Karang Taruna dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Limbah Kayu dan Pengembangan Tanaman Hias di Desa Panggungduwet Ibnu Wahab Manaqib; Yuni Puspitasari; Andina Prasetya
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2272

Abstract

Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pendekatan penting dalam mengatasi permasalahan ekonomi pedesaan, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya dan belum optimal dalam memanfaatkan potensi lokal. Desa Panggungduwet, Kabupaten Blitar, menghadapi permasalahan rendahnya pendapatan masyarakat serta minimnya kesadaran dalam mengelola potensi yang tersedia, seperti limbah kayu dan tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran karangtaruna dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah kayu dan pengembangan tanaman hias sebagai upaya optimalisasi perekonomian desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan subjek secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas data. Penelitian ini berfokus pada peran karangtaruna sebagai aktor utama serta pengaruh faktor kondisional dan normatif dalam proses pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karangtaruna berperan strategis sebagai inovator dalam menginisiasi program berbasis potensi lokal. Kegiatan pemberdayaan meliputi pelatihan, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna seperti greenhouse dan bengkel kayu, serta pengembangan strategi pemasaran produk. Kegiatan tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat partisipasi sosial, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pemanfaatan limbah kayu secara berkelanjutan. Kesimpulannya, pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui karangtaruna merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan perekonomian desa dan kemandirian masyarakat. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga bersifat berkelanjutan dan dapat diterapkan pada konteks desa lainnya
Pendampingan Optimalisasi Konten Instagram Berbasis Canva dan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Peningkatan Branding dan Exposure UMKM Lawon Geulis Bogor Faizah Syihab; Yunita Fitra Andriana; Bayyinah Nurul Haq
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2291

Abstract

UMKM Sanggar Ciwitan Lawon Geulis yang berlokasi di Kabupaten Bogor menghadapi kendala dalam pemasaran yang masih terbatas pada kegiatan bazar. Hal ini disebabkan kurangnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola platform digital. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam membuat dan mengoptimalkan konten Instagram sebagai media pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan desain e-poster menggunakan aplikasi Canva, pelatihan copywriting menggunakan ChatGPT-AI, serta pendampingan optimasi profil akun bisnis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan mitra; di mana 100% peserta berminat menggunakan Canva dan ChatGPT secara mandiri pasca pelatihan. Pemahaman pengoperasian Canva yang sebelumnya 69,2% menyatakan tidak tahu, meningkat menjadi 53,8% dalam kategori baik dan 15,4% sangat baik. Optimasi profil Instagram telah diterapkan dengan menambahkan tautan lokasi peta (Gmaps), keterangan pemesanan, nama pendiri, serta pemanfaatan copywriting berjenis storytelling. Kesimpulannya, program pendampingan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan peluang eksposure pemasaran digital mitra.
Pendidikan Remaja dalam Pencegahan Stunting melalui Pencegahan Pernikahan Dini di Pangkalan Jati, Cinere, Depok Maria Selvester Thadeus; Mila Citrawati; Tiwuk Susantiningsih; Yuni Setyaningsih
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2298

Abstract

Pernikahan dini masih marak terjadi di Indonesia, yang menimbulkan berbagai tantangan kesehatan dan sosial. Kedewasaan yang dibutuhkan untuk menikah tidak hanya mencakup kesiapan biologis, tetapi juga kesiapan psikologis, sosial, mental, dan spiritual. Pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi kaum muda dan generasi mendatang. Mengingat kaitannya yang erat dengan tradisi budaya setempat, pencegahan pernikahan dini memerlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, serta mengedukasi mengenai hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada remaja Masjid Al Muhajirin, Pangkalan Jati Cinere Depok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap pernikahan dini dan sebagai strategi konvergensi untuk pencegahan stunting pada remaja. Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, konseling/sosialisasi, dan evaluasi. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan postest untuk mengukur pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dan pencegahan stunting. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat di kalangan kelompok remaja dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan dini dan mengurangi prevalensi stunting dalam jangka panjang.
Peningkatan Efisiensi UMKM Tahu Gunung Sulah melalui Pencatatan Keuangan Sederhana Kusnadi Kusnadi; Iing Lukman; Yakup Adiyaksa; Doni Sawenda; Arum Vidianti; Anes Regina Maharani
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2304

Abstract

Sektor industri tahu merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh para pengrajin tahu adalah rendahnya tata kelola administrasi keuangan, di mana pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual atau hanya berdasarkan ingatan. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha sering kali mengalami kesulitan dalam memantau arus kas masuk dan keluar secara akurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan teknis bagi pelaku UMKM tahu mengenai pentingnya penerapan pencatatan keuangan sederhana sebagai landasan dalam pengambilan keputusan usaha yang lebih tepat.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi lapangan, penyuluhan materi, hingga pelatihan praktis. Materi yang diberikan difokuskan pada pembuatan buku kas harian yang mencakup pemisahan antara keuangan pribadi dan modal usaha, serta simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang spesifik untuk produk tahu. Dalam simulasi tersebut, mitra diajarkan untuk menghitung seluruh komponen biaya produksi secara mendetail, mulai dari bahan baku kedelai, asam tahu, tenaga kerja, hingga biaya overhead seperti penggunaan air dan bahan bakar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam menyusun laporan laba rugi sederhana. Dengan adanya disiplin pembukuan, para pelaku UMKM tahu kini dapat menentukan harga jual produk dengan lebih presisi, sehingga efisiensi usaha meningkat dan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dapat lebih terjamin.
Revitalization of an IoT-Based Greenhouse as a Solution for Precision and Sustainable Agriculture Renita Kawuryan; Prapdopo Prapdopo; Umi Zunaidah; ST Nurhasanah; Tandi Kadang; Aulia Zahra Ramadhani
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2313

Abstract

The community partnership program was designed to revitalize the greenhouse at the Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kutai Kartanegara through the integration of Internet of Things (IoT)-based automation and frugal innovation. The initiative was implemented collaboratively by Politeknik Negeri Samarinda using a participatory action approach that actively involved local farmers throughout the planning, implementation, and evaluation processes. The program was executed in four structured phases: (1) Preliminary Assessment and Consultation, which identified inefficiencies in the existing sprinkler irrigation system; (2) Design and Prototyping, which developed a low-cost screw-adjusted drip irrigation model allowing precise water control; (3) IoT System Development, which incorporated DHT sensors, relay switches, and smartphone-based control for real-time monitoring; and (4) Installation and Training, which ensured full system implementation and capacity building among participating farmers. The results showed a successful transformation of the greenhouse into an automated and efficient agricultural environment. The new system allowed both manual and automatic operation, improving water-use efficiency and reducing maintenance efforts. Moreover, the participatory training strengthened farmers’ digital and technical competencies, enabling them to manage and maintain the IoT-based system independently. The program’s outcomes highlight how affordable, context-appropriate technology, when supported by community participation and institutional collaboration, can contribute to sustainable and inclusive agricultural innovation. Ultimately, this initiative serves as a model for integrating low-cost digital technology into smallholder farming systems, promoting productivity, resilience, and the digital transformation of rural agriculture in Indonesia.
Pengaruh Edukasi Obesitas terhadap Pengetahuan Obesitas, Infertilitas, Gizi, dan Aktivitas Fisik pada Wus Kecamatan Bojongsari Ralitsa Putri Alfasari; Avliya Quratul Marjan
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2351

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia, khususnya pada wanita usia subur, karena dapat meningkatkan risiko infertilitas, gangguan metabolik, serta status gizi yang kurang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi obesitas terhadap peningkatan pengetahuan mengenai obesitas, infertilitas, gizi seimbang, dan aktivitas fisik pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari pada bulan September 2025 di empat lokasi berbeda dengan melibatkan 30 partisipan. Intervensi edukasi diberikan melalui penyuluhan tatap muka dengan menggunakan media leaflet sebagai sarana utama. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner pretest dan post-test. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik setelah intervensi (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi obesitas efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan diharapkan dapat mendorong penerapan perilaku hidup sehat, khususnya dalam pencegahan obesitas serta penurunan risiko infertilitas pada wanita usia subur di masyarakat.
Pendampingan Terpadu Pengembangan Anyaman Pandan melalui Inovasi Produk, Branding, dan Digitalisasi di Desa Rancagede Rudi Wijaya; Bryan Edward Pukarta; Jesslyn Emanuele Sutanto; Jonathan Jose Pranata; Rico Martin; Sheryl Angelica Widjaja; Angelica Natasha
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2404

Abstract

Desa Rancagede, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, memiliki potensi ekonomi lokal melalui kerajinan anyaman pandan duri yang selama ini diproduksi oleh sekitar 60 pengrajin aktif. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan variasi produk, pemasaran yang masih bersifat lokal, serta belum adanya identitas dan sistem usaha yang terintegrasi. Program community development ini bertujuan untuk mengembangkan anyaman pandan duri melalui inovasi produk, penguatan branding, dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan pembuatan produk inovatif berupa topi dan tas, pembuatan identitas visual desa, pengembangan media promosi digital, serta penerapan sistem pemasaran berbasis titip jual melalui akun e-commerce INAYAHSTORE14. Setelah program community development ini dilaksanakan, Desa Rancagede telah memiliki logo, media promosi digital, serta sistem pemasaran yang membantu memperluas akses pasar produk anyaman pandan duri. Produk tikar telah dapat dipasarkan melalui sistem tersebut, sedangkan produk topi dan tas masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar mampu bersaing dari segi kualitas, desain, dan harga. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan anyaman pandan duri memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara inovasi produk, branding, dan digitalisasi agar mampu meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha masyarakat.
Inovasi Kemasan Produk Olahan Kacang Kedelai dalam Meningkatkan Daya Tarik Konsumen di Desa Haduyang Natar Kusnadi Kusnadi; Yuni Ekawarti; Sylvia Zalita Irawan; Rini Fathimah; Syafnita Julia Sari
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2413

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi kemasan produk olahan kacang kedelai pada UMKM Tahu Tempe Mira Jaya, Desa Haduyang Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi penggunaan kemasan konvensional tanpa identitas merek, ketiadaan label informasi produk yang memadai, serta rendahnya daya tarik visual kemasan yang berdampak pada terbatasnya jangkauan pasar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pendampingan langsung yang mencakup empat tahap: persiapan, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan meliputi desain kemasan modern, pembuatan logo menggunakan aplikasi Canva, serta penerapan label produk secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan mitra dalam merancang kemasan yang lebih menarik, informatif, dan memiliki identitas merek yang kuat. Kemasan baru dilengkapi dengan nama merek "Mira Jaya", logo, komposisi produk, berat bersih, dan informasi kontak usaha. Inovasi kemasan yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan citra produk dan kesiapan mitra dalam menghadapi persaingan pasar modern.