cover
Contact Name
Munawir
Contact Email
munawir.0510@gmail.com
Phone
+6285869740005
Journal Mail Official
maghza@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur'an and Tafsir
ISSN : 25286773     EISSN : 25499971     DOI : https://doi.org/10.24090/maghza
Core Subject : Religion, Social,
Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur`an and Tafsir concerns on publishing scientific works issuing on Qur`anic studies which specifies researches on Qur`an, its commentary, its translation, and living Qur`an. It has profound and contextual vision and maqasidi-oriented. it is published twice a year. Januari-Juni edition issues on studies of Ilmu al-Qur`an dan Qur`anic translation. Meanwhile, July-December contains studies of Qur`anic commentary.
Articles 171 Documents
Kajian Al-Qur’an Di Tengah Disrupsi Digital: Pengemasan Ulang Materi Ulumul Qur’an Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Indonesia: Kajian Al-Qur’an Di Tengah Disrupsi Digital: Pengemasan Ulang Materi Ulumul Qur’an Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Indonesia Mutaqin, Enjen Zaenal
MAGHZA Vol 8 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v8i2.7833

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggali apa yang harus dilakukan oleh para cendekiawan Muslim di Indonesia, mulai dari mana, kemasan kajian Al-Quran seperti apa yang harus disesuaikan dengan tantangan zaman saat ini. Artikel ini mengulas karya-karya ilmiah mengenai temuan-temuan terbaru terkait tantangan akibat disrupsi digital sebagai landasan argumentasinya. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis sumber‘ulūm al-qur’ān dengan menggunakan metode intertekstualitas dan beberapa saran lebih lanjut. Penelitian terkini terkait kajian Al-Qur'an harus melakukan transformasi diri. Ada tiga langkah simultan yang perlu dilakukan: digitalisasi teks sumber kajian Al-Qur'an, pengumpulan seluruh penelitian terkini terkait Ulumul Quran, dan pendalaman filsafat ilmu di bidang Ulumul Qur'an. Ketiga upaya tersebut memerlukan masukan dari tiga pihak: lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menciptakan lingkungan akademik yang mendukung, tradisi penelitian dan kegiatan ilmiah yang koheren, dan jumlah ilmuwan Al-Quran yang terlibat aktif sebagai aktor dan agen perubahan yang lebih baik. Ketiga komponen tersebut tumbuh dan berkembang secara bersamaan dalam sejarah peradaban keilmuan Islam. Tanpa ketiga komponen tersebut berkembang secara bersamaan, peradaban ilmu pengetahuan Islam tidak akan mencapai potensi maksimalnya.
Makna Sāil dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqasidi Nur Hamidah, Tysa
MAGHZA Vol 8 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v8i2.8028

Abstract

Fenomena meminta-minta hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang tidak dapat dipisahkan dari realita kehidupan di masyarakat. Peminta dalam al-Qur’an disebut sebagai sāil, penyebutan ini bersamaan dengan kalimat pemberian harta, baik berupa sedekah maupun zakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatannya yaitu menggunakan Tafsir maqāṣid yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim. Tujuan dengan pendekatan ini yaitu untuk mengupas maksud dan tujuan penafsiran kata sāil dalam al-Qur’an dengan mempertimbangkan beberapa nilai-nilai kemaslahatan Maqāṣid  al-Qur’an dan Maqāṣid as-syari’ah untuk merealisasikan kemaslahatan dan menolak kerusakan. Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan beberapa nilai-nilai kemaslahatan yang terkandung dalam kata sāil yaitu; nilai kemanusian (berlaku baik terhadap sesama), nilai tanggungjawab (melindungi dan menjaga kesejahteraan sosial), dan nilai keadilan (keseimbangan antara pertumbuhan dan pemetaan). Adapun aspek-aspek yang terkandung dalam kata sāil yaitu; hifẓ  an-nafs, hifẓ  al-din, dan hifẓ  an-nasl.
Resepsi Fungsional Al-Quran dalam Tradisi Nariyahan di PP. Putri Mahyajatul Qurro' Kunir, Wonodadi Blitar Nadhiroh, Lailatun; Aini, Adrika Fithrotul
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.8625

Abstract

Functional Reception of the Quran is a study of living Quran that discusses the acceptance and response of the community to an action or tradition which is then associated with the Quran. This paper aims to explain the functional session of the Quran contained in the Nariyahan tradition in PP. Putri Mahyajatul Qurro' Kunir Wonodadi Blitar. This article uses a descriptive-qualitative method with an emic approach to the study of living Quran also focuses on the sociological theory offered by Peter L. Berger with social construction analysis. From this research, it can be seen that there are three moments in interpreting a tradition, which: (1) The moment of externalization, because it is factored by the rules of caregivers, which directs the students to follow this series of Nariyahan traditions carefully, they experience adjustments in carrying out the series of traditions; (2) The moment of objectivation of the students experiencing awareness of the advice to support, follow, live and believe that there is faḍilah in each of these traditional compositions. In addition, in the implementation of this reception they also realized that this practice is a form of effort to get the pleasure of Allah SWT. so that they gain wisdom for what they do; and (3) In the moment of internalization, each individual has a varied point of view in interpreting the functional reception of the Qur'an in the tradition. For example, gaining peace of mind, disciplining yourself, actively worshiping, increasing diligent in studying, getting blessings and the pleasure of teachers, solution providers and much more.
Teknik Komunikasi dalam Surah Yūsuf (Studi Analisis Tafsir Surah Yūsuf Ayat 78-79 Perspektif Ilmu Komunikasi) Mukhlis, Imam
MAGHZA Vol 8 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v8i2.9545

Abstract

Surah Yusuf adalah surah ke 12 dalam mushaf rasm Utsmani, ia berjumlah 112 ayat. Surah ini menyajikan kisah Nabi Yusuf AS. Kisah Nabi Yusuf dalam surah ini banyak dinarasikan dalam bentuk praktik komunikasi antar tokoh yang terlibat di dalamnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui teknik komunikasi yang digunakan dalam dialog (praktik komunikasi) antara saudara-saudara tiri Nabi Yusuf dengan al-Aziz (Nabi Yusuf AS) terkait negosiasi untuk melepaskan Bunyamin dari hukuman yang berlaku saat itu. Peristiwa tersebut diabadikan dalam bentuk narasi dalam Alquran surah Yu>suf ayat 78-79. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka atau library reseach. Setelah melakukan analisis, penulis menyimpulkan bahwa dalam praktik komunikasi antara saudara-saudara tiri Nabi Yusuf dengan al-Aziz (Nabi Yusuf AS) di surah Yusuf ayat 78-79 menggunakan dua teknik komunikasi berbeda. Pada surah Yusuf ayat 78 ditemukan adanya penggunaan pesan persuasif dengan menerapkan tiga teknik komunikasi persuasif sekaligus yaitu, teknik persuasif “say it with flower”, teknik persuasif “The swap technique” dan “teknik tataan”. Ketiga teknik tersebut dipakai oleh saudara-saudara tiri Nabi Yusuf AS. Sedangkan di ayat selanjutnya (Yusuf ayat 79) ditemukan adanya teknik komunikasi informatif yang mana teknik tersebut dipakai oleh al-Aziz (Nabi Yusuf AS) untuk mengirim feedback dari pesan yang diterimanya.
Legitimasi Al-Qur’ān tentang Konsep Kesehatan Mental Arsal, Fathur Riyadhi; Marlina, Lina
MAGHZA Vol 8 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v8i2.9632

Abstract

Antara tahun 2000 dan 2019, diperkirakan 25% lebih banyak orang yang hidup dengan penyakit mental. Dalam meneliti masalah kesehatan mental, para ilmuwan dan psikolog mungkin mengabaikan dimensi spiritual dan lebih memilih dimensi biologis dan sosial.  Peran Islam dalam kesehatan mental sangatlah penting untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan seperti kegelisahan, kecemasan, dan bahkan tekanan mental. Pada kenyataannya, setiap manusia mendambakan kehidupan yang tenang, damai, menyenangkan, dan bermanfaat bagi orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji gagasan kesehatan mental dari perspektif Al Qur’ān . Penelitian ini menggunakan strategi studi literatur atau penelitian kepustakaan, dan data dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencari Google Scholar, istilāh "Mental health dalam perspektif Al-Qur’ān" digunakan dalam pencarian yang kemudian diolah menggunakan Nvivo 12. Menurut Mustofa Fahmi kesehatan mental ada dua kategori: pertama, kesehatan mental positif (ijabĩ) adalah kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dan lingkungan sosialnya, dan kedua, kesehatan mental negatif (salabĩ) adalah terhindarnya individu dari segala bentuk neurosis (al-amrādl al-ashābiyyah) dan psikosis (al-amrādi al-dzibāniyyah). Sejalan dengan teori tersebut temuan dari penelitian ini ialah ada dua macam kesehatan mental dalam Al-Qur’ān : menjaga kesehatan mental dan penyakit kesehatan mental itu sendiri. Petunjuk dan pertolongan Allah, ibadah, keikhlasan, kebahagiaan, keseimbangan emosi, cinta diri, kesabaran, muhasabah, dan menjadikan Al-Qur’ān  sebagai penyembuh merupakan komponen-komponen dalam menjaga kesehatan mental. Depresi, kecemasan, dan penyakit mental adalah contoh masalah kesehatan. Implikasi dari penelitian ini adalah gagasan Al-Qur’ān  tentang menjaga dan mencegah masalah kesehatan mental.
Telaah Kritis Tafsir Shi>’ah: Analisis Justifikasi Us}u>l Madhhab al-Shi>’ah dalam Interpretasi Ayat Al-Qur’an Mufassir Shi>’ah Syariful Afif, Achmad Syariful Afif
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.9644

Abstract

Interpretation of the Qur'an is oftenly become a land of contestation over scientific discourse, from fiqh to theology. So, there are times when the verses of the Qur'an are only used as a tool to legitimize a thought, whereas this is not allowed in the interpretation principles. Because of this, the experts formulated the al-as}i>l wa al-dakhi>l theory as a measuring tool (mi'ya>r) to examine various interpretations so that the distinction between a valid and weak interpretations become distinguishable, this theory can be used to analyze infiltration in interpretation, both in the form of narrative (bi al-ma'thu>r) and reason based interpretation (bi al-ra'yi). This article elaborates on the main doctrine of Shi>'ah (us}u>l madhab al-Shi'ah), such as the concept of al-ima>mah, 'is}mat al-ima>m, taqiyyah, al-mahdiyyah wa al-gaibah, al-raj'ah, al-z}uhu>r, al-bada' and 'aqi>dat al-t}i>nah and then traces its arguments in Shi'ah tafsir works. This material object is then communicated with its formal object, the theory of al-as}i>l wa al-dakhi>l. So, that this research aims to produce a classification of Shi>'ah tafsir based on its validity and prove if fanaticism can affect the authenticity of an interpretation. This research is a qualitative study based on literature review, so all the data comes from sources that are literature documents. This study shows that Shi'ah tafsir works such as the tasfir of Nu'ma>n b. H{ayyu>n, al-T{abarsi>, al-'Ayya>shi> and al-Qummi> in some places interprete verses to legitimize the opinions of their madhab, although for that they must use ta'wi>l fa>sid as well as problematic narratives which contradicts with the rules and principles of interpretation.
Al-Bayan Fii Ma’rifati Ma’ani al-Qur’an Karya Shodiq Hamzah Usman: Sejarah Penulisan, Karakteristik, Format Penulisan, Metode dan Corak Penafsiran Nor Ichwan, Mohammad
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.9752

Abstract

Al-Qur'an, sebagai kitab suci utama dalam Islam, memegang peran penting dalam membimbing umat Muslim dalam aspek spiritual dan moral. Dalam upaya untuk memahami dan menginterpretasi pesan-pesan al-Qur'an, para cendekiawan Islam telah menghasilkan berbagai karya tafsir. Salah satu karya penting adalah "Al-Bayan Fii Ma’rifati Ma’ani al-Qur’an" karya Shodiq Hamzah Usman. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis sejarah penulisan tafsir "Al-Bayan Fii Ma’rifati Ma’ani al-Qur’an" karya Shodiq Hamzah Usman, mengeksplorasi karakteristik dan format penulisannya, menganalisis metode yang digunakan dalam penafsiran al-Qur'an, serta memahami corak penafsiran yang terkandung dalam karyanya. Studi ini menggunakan metode analisis historis untuk mengkaji sejarah penulisan karya Shodiq Hamzah Usman. Selain itu, metode analisis teks digunakan untuk memeriksa karakteristik, format, metode, dan corak penafsiran yang terdapat dalam "Al-Bayan Fii Ma’rifati Ma’ani al-Qur’an." Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman lebih mendalam tentang salah satu karya tafsir al-Qur'an modern, yaitu "Al-Bayan Fii Ma’rifati Ma’ani al-Qur’an" karya Shodiq Hamzah Usman. Hasil penelitian ini akan membantu dalam mengungkap sejarah penulisan karya tersebut, karakteristik dan format penulisannya, metode penafsiran yang digunakan, serta corak penafsiran al-Qur'an yang terkandung di dalamnya.
Mengeksplorasi Peran Kisah-Kisah Al-Qur’an dalam Pengembangan Moral Anak Rohman, Fatku; Uyun, Muhamad
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.9803

Abstract

Degradasi moral terus menerus terjadi pada anak-anak belakangan ini. Faktor penyebabnya salah satunya ialah tidak adanya perhatian lebih tayangan-tayangan yang anak-anak tonton. Beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah dan memperbaiki permasalahan tersebut, salah satunya melalui metode berkisah. Metode berkisah merupakan salah satu metode pembelajaran dalam bentuk cerita kisah-kisah inspiratif yang mana bisa memberikan pengalaman berkesan bagi pendengarnya. Al-Qur’an menjadi salah satu sumber referensi paling ideal untuk memperbaiki moral anak-anak karena didalamnya memuat kisah-kisah inspiratif yang penuh makna dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis dan menarik kesimpulan dari berbagai sumber dan pendapat terkait. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa terdapat banyak kisah-kisah di dalam Al-Qur’an yang dapat dijadikan sumber rujukan untuk diceritakan kisah-kisah inspiratifnya kepada anak, sehingga secara tidak langsung dapat mengembangkan moral dan membentuk karakter baik mereka melalui kisah-kisah inspiratif dan teladan yang termuat didalamnya.
Perubahan Sosial Dalam Perspektif Al-Qur’an : Studi Kepustakaan Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah Furqan MD, Muhammad; Mahmud, Hamidullah
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.9808

Abstract

Dalam ajaran Islam, layaknya seorang manusia dalam hidup sesuai dengan norma agama. Perubahan sosial yang sesungguhnya sangat mencakup dari seluruh sendi kehidupan masyarakat, sehingga menekan proses yang begitu panjang demi terciptanya suatu tatanan masyarakat yang madani sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Untuk dapat melakukan hal tersebut maka manusia harus melakukan pembauran, atau manusia harus melakukan interaksi yang pada akhirnya mengambil bentuk integrasi. Dalam konteks teoritis, ilmu sosiologi menempatkan sebuah transformasi dalam lingkungan masyarakat sebagai salah satu peristiwa yang terjadi di sekitar masyarakat yang bersifat universal. Kajian tersebut diatas pada konteks kekinian seringkali dijelaskan dengan menggunakan term multikulturalisme. Dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 menyebutkan bahwasanya deskripsi tujuan diciptakan manusia oleh Allah dalam maksud yang bersamaan ialah tidak serta merta dalam arti yang sempit. M.Quraish Shihab mencoba memberikan jalan keluar walau pada ujungnya tetap lebih cenderung kepada aliran teologi rasional. Sedangkan Hamka memberikan jawaban melalui dakwah dengan tidak ada paksaan melalui tafsir Al-Azhar.
Reinterpretasi Makna Jihad Dalam Alquran Perspektif Jasser Auda Afifah, Malihatul; Wahab, M. Royyan Nafis Fathul
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.9874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi terhadap makna jihad dalam Alquran yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya dengan menggunakan paradigma Jasser Auda. Jihad diinterpretasikan sebagai upaya bersungguh-sungguh berjuang dan berkorban di jalan Allah yang salah satunya ialah melakukan perang fisik. Padahal, jihad dengan perang fisik hanya ditemukan di dalam surat al-Taubah di mana surat tersebut memang berada pada konteks peristiwa peperangan antara umat Muslim melawan kaum musyrik. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kajian literatur. Artikel ini memakai teknik searching dan filtering pada aplikasi Publish or Perish dengan menggunakan opsi title words “Jihad dalam Alquran”, “Jihad dalam Al Qur’an”, dan “Jihad dalam Al-Quran” dari tahun 2017 – 2022 dalam mengumpulkan data pada database Google Scholar. Temuan dalam penelitian ini ialah memunculkan reinterpretasi makna jihad dalam Alquran yang didasarkan pada maqasid shari’ah Jasser Auda antara lain: Berjuang dan bersungguh-sungguh untuk menjaga perdamaian atas nama Agama (ḥifẓ al-din), Mendidik keluarga agar memiliki akhlak dan martabat yang islami serta melindungi keluarga dari ancaman luar yang berpotensi destruktif (ḥifẓ al-nasl), Berjuang dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pengetahuan sehingga dapat memunculkan temuan-temuan baru yang memberikan kemashlahatan bagi umat manusia (ḥifẓ al-‘aql), Melindungi seluruh hak asasi manusia demi memberikan keadilan sebagaimana yang telah tertulis di dalam Alquran (ḥifẓ al-‘irdh/ḥifẓ al-nafs), dan Mengorbankan sebagian harta untuk pembangunan manusia dan pengembangan ekonomi sehingga dapat memberikan kesejahteraan secara merata (ḥifẓ al-mal).