cover
Contact Name
Munawir
Contact Email
munawir.0510@gmail.com
Phone
+6285869740005
Journal Mail Official
maghza@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur'an and Tafsir
ISSN : 25286773     EISSN : 25499971     DOI : https://doi.org/10.24090/maghza
Core Subject : Religion, Social,
Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur`an and Tafsir concerns on publishing scientific works issuing on Qur`anic studies which specifies researches on Qur`an, its commentary, its translation, and living Qur`an. It has profound and contextual vision and maqasidi-oriented. it is published twice a year. Januari-Juni edition issues on studies of Ilmu al-Qur`an dan Qur`anic translation. Meanwhile, July-December contains studies of Qur`anic commentary.
Articles 171 Documents
Kontribusi Qira>'a>t sya>z\z\ah dalam Ma’a>ni al-Qur’a>n dan Kaidah Bahasa Arab Pratomo, Hilmy; Nihayatun Ni’amah; Muhamad Ali Mustofa Kamal
MAGHZA Vol 9 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i2.12479

Abstract

a>t sya>z z ah adalah qira> a>t yang tidak memenuhi salah satu atau lebih dari tigarukun qira>a>t s}ah}i>hah, d i antaranya sanadnya harus s}ah}i}h, sesuai dengan mus}h}afus mani dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Meskipun demikian Imam AbuHanifah mendukung qir a> a>t sy a>z z ah untuk dijadikan sebagai istinbat } hukum atausebagai sarana memahami Al Qur an. Abdullah Saeed menyatakan bahwafenomena ini adalah lampu hijau untuk memahami Al Qur an dengan pendekatanyang berbeda Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan artikel ini mengkajisejarah qir a>a>t sy a>z z ah, kontribusi qir a>a>t sy a>z z ah terhadap ma a>ni al Qur a>n danterhadap kaidah bahasa Arab . Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaanlibrary research ), yaitu dengan cara menelaah sumber sumber tertulis dalam bukuatau kitab yang berhubungan dengan topik pembahasan, untuk memperoleh datadata yang akurat. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu mengumpulkan datakemudian diuraikan secara objektif untuk dianalisis secara sistematis dankonseptua l. Hasil penelitian ini qira a>t sya>z z ah yang telah ada sejak zamansahabat namun baru dikenal secara formal pada abad keempat Hijriyah, memilikikontribusi yang signifikan dalam dua bidang utama, yaitu pemahaman makna AlQur an dan pengembangan ilmu bahasa Arab. Dalam hal ma ani al Qur a>n , qira a>tsya>z z ah memberikan variasi penafsiran yang memperkaya makna ayat ayat AlQur an, seperti pada QS. Al Baqarah: 238 yang menjelaskan bahwa shal at wuswusṭā merujuk pada shalshalāt ashar dan pada QS. Al MMā idah: 6 yang menegaskankewajiban wudhu bagi orang yang berhadas. Selain itu, qira a>t sya>z z ah jugamemberikan pengaruh dalam penetapan hukum syariat, seperti pada QS. AlBaqarah: 196 mengenai hukum umrah yang dapat dipahami sebagai sunnahmuakkadah. Di bidang bahasa Arab, qira a>t sya>z z ah mem perkaya kaidah nahwu,terutama dalam hal fleksibilitas i rab , seperti pada isim tasniyah yang tetapmenggunakan tanda alif meskipun terjadi perubahan i rab. Dengan demikian,qira a>t sya>z z ah tidak hanya memperkaya pemahaman Al Qur an, tetapi jugamember ikan dampak positif dalam pengembangan dan pelestarian ilmu bahasaArab.
Motif Fenomena Pembacaan Al-Qur'an dengan Naghamat: Analisis Fenomenologi Alfred Schutz Aqilatuz Zakiyah; Farah Nuril Izza
MAGHZA Vol 9 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i2.12696

Abstract

Abstrak Penggunaan naghamat dalam membaca Al-Qur’an sudah menjadi budaya khas yang menarik perhatian di dunia Islam tak terkecuali masyarakat muslim Indonesia. Hampir setiap acara keagamaan, seremonial, dan ritual daur hidup diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an menggunakan naghamat martabat mujawwad. Fenomena ini tentunya terjadi disertai dengan adanya tujuan yang ingin dicapai oleh para pembaca dan juga sebab yang melatarbelakanginya. Penulis bermaksud mengungkap motif dari fenomena pembacaan Al-Qur’an dengan naghamat ini secara lebih mendalam dengan menggunakan analisis teori fenomenologi Alfred Schutz. Dengan mengetahui sebab dan tujuan dari tindakan pembacaan Al-Qur’an menggunakan naghamat, serta dengan menggali pengalaman dari individu-individu yang terlibat langsung, akan dapat diketahui motif dari fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Berdasarkan penjelasan mengenai sebab dan tujuan dari tindakan, serta dari pengalaman para individu yang terlibat langsung, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan Al-Qur’an dengan naghamat mempunyai lima motif, diantaranya adalah motif estetika, motif emosional, motif religius, motif motivasi, dan motif kesehatan.
INFILTRASI DALAM TAFSIR LUGHOWY (Studi Analisis Tafsir al-Kasysyaf Karya Al-Zamakhasyari) lia, lia nur 'aini; muflikhah, muflikhah khoiroh
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.11162

Abstract

Al-Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, sehingga salah satu cara untuk memahami maknanya adalah melalui analisis kebahasaan. Para ulama telah melakukan penelitian dengan pendekatan tafsir lughowi, meskipun terdapat berabagai perdebatan terkait metode ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah, Batasan, serta perdebatan di kalangan ulama mengenai tafsir lughowi, termasuk kitab-kitab tafsir yang bercorak lughowi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka (library research). Secara aplikatif, Rasulullah SAW menjelaskan Al-Qur’an menggunakan bahasa yang jelas dan lugas. Setelah beliau, penafsiran dilakukan oleh para sahabat, seperti Ibnu Abbas pada abad ke-1 hingga ke-2 Hijriyyah. Meskipun demikian, secara teoritis konsep tafsir lughowi mulai berkembang secara lebih sistematis pada abad ke-5 Hijriyah, dengan akarnya yang telah terlihat sejak masa para sahabat. Apabila para sahabat tidak menemukan penjelasan langsung dari Nabi Muhammad SAW mengenai suatu ayat, mereka murujuk pada kaidah kebahasaan Arab atau syair-syair Arab Klasik. Tafsir Lughowi ini umumnya memuat pembahasan tentang ilmu Nahwu, Sharaf, dan Balaghah. Keberadaan tafsir Lughowi tidak terlepas dari perdebatan di kalangan ulama’. Beberapa kritik menyebutkan bahwa tafsir ini cenderung terlalu Panjang karena menggunakan refrensi kaidah bahasa Arab daripada ayat-ayat Al-Qur’an atau hadist. Selain itu, tafsir ini dianggap subjektif karena dipengaruhi oleh pandangan pribadi para ulama, yang berpotensi mengabaikan tujuan utama memahami makna Al-Qur’an secara hakiki. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa seiring perkembangan zaman, terjadi pergeseran dalam metode tafsir lughowi. Pergeseran ini berimplikasi pada penafsiran makna ayat yang dapat menyimpang dari maksud Al-Qur’an. Fenomena penyimpang ini dikenal dengan istilah Dakhil al-Lughowi.
Respon Al-Qur’an terhadap Toxic Masculinity (Kajian Tematik Ayat-Ayat Maskulin dalam al-Qur’an Perspektif Sachiko Murata) Harahap, Dame Harahap; Zainul Arifin, Achmad
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.11689

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep toxic masculinity dalam perspektif al-Qur’an dengan menggunakan pemikiran Sachiko Murata. Penelitian ini diperoleh dari analisa terhadap Budaya masyarakat yang mengedepankan stereotip gender, dengan menuntut laki-laki untuk memenuhi standar maskulinitas yang kaku, seperti tampil macho, tidak menunjukkan emosi, dan dominan di atas perempuan. Ketidakmampuan memenuhi standar ini dapat mengakibatkan diskriminasi, bullying, hingga gangguan mental yang serius. Karena menurut psikologi tidak semua laki-laki terlahir dengan pribadi yang sama. Merespon hal tersebut al-Qur’an sebagai solusi permasalahn umat Islam memberikan perspektif berbeda terhadap konsep maskulinitas masyarakat. Melalui metode penelitian tematik tokoh yang fokus pada pemikiran Sachiko Murata yaitu maskulinitas positif dan negatif, ditemukan Ayat-ayat al-Qur’an yang menunjukkan bahwa maskulinitas yang sejati adalah pemimpin dengan kebihan secara akal dan fisik serta pemberian nafkah lahir dan bathin yang tidak akan luntur disebabkan rasa sedih dan tangisan karena hal itu adalah wajar sebagai manusia dengan akal dan persaan yang tidak boleh menjadi toxic masculanity dalam bentuk apapun.
Konseptualisasi Ajaran Tasawuf Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar Zuhair FIkri Khoiri; Septiawadi; Masruchin
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.12603

Abstract

Buya Hamka merupakan salah satu pendakwah dan sekaligus mufassir yang menyebarkan dakwahnya lewat pengajaran tasawuf modern, yang mana tasawuf modern ini merupakan terobosan baru di antara tasawuf yang dikembangkan para sufi. Buya Hamka juga memiliki sebuah karya fenomenal yaitu tafsir Al-Azhar, yang terdapat juga pengajaran tasawuf modern didalam tafsirnya. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Hamka secara konseptualisasi yang bersinergi dengan dakwah sufistik dalam penerapan dakwah Islam praktis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis konten, yaitu penulis berupaya untuk mengkaji dan menganalisa apakah ada keterkitan antara ayat-ayat sufistik didalam tafsir Al-Azhar dan ayat-ayat tasawuf yang beliau kutip dalam ceramahnya. Adapun hasil temuan dari kajian ini adalah, bahwa dalam tafsir Al-Azhar Buya Hamka lebih banyak menjelaskan makna isyarahnya, sedangkan tafsir oral Buya Hamka dala, ceramahnya terlihat berbeda, hal ini terlihat dari ayat-ayat yang ditafsirkan secara oral didalam ceramah tasawuf Buya Hamka, beliau mengutip ayat Al-Quran dan menjelaskan makna dari ayat tersebut sesuai dengan makna lahiriyahnya, yang mana terlihat bahwa tafsir oral Buya Hamka dalam ceramahnya terkesan berdiri sendiri tanpa mendasari dengan tafsir tulis Buya Hamka yaitu Tafsir Al-Azhar.
Diskursus Hijab di Ruang Digital : Analisis Penafsiran Surah An-Nur[24]: 31 dan Surah Al-A'raf [7]: 20 di Akun Instagram @quranreview Tsania, Tiara; Zaidanil Kamil, Ahmad
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.12703

Abstract

Penelitian ini menganalisis penafsiran ayat-ayat tentang hijab dalam ruang digital melalui akun Instagram @quranreview, dengan fokus pada surah al-Nur [24]: 31 dan surah al-A’raf [7]: 20. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana akun tersebut menyajikan diskusi tentang hijab dalam konteks media sosial. Dalam surah al-Nur [24]: 31, hijab dikonstruksikan sebagai bentuk ketaatan yang sadar, dengan penekanan pada penghormatan terhadap perempuan yang belum berhijab. Sementara itu, analisis surah al-A’raf [7]: 20 menyoroti larangan hijab atas nama keseragaman sebagai bentuk pembatasan hak beragama bagi Muslimah. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menelaah bagaimana hijab dikonstruksi sebagai tanda yang dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa @quranreview menggunakan ruang digital untuk membangun narasi dakwah yang inklusif dan empatik, serta mengangkat isu-isu sosial yang berkaitan dengan kebebasan beragama Muslimah. Visualisasi dalam bentuk gambar, warna, dan simbol memperlihatkan bahwa hijab tidak hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga identitas, ekspresi spiritual, dan tantangan sosial dalam era modern. Pemakaian hijab tidak sekadar refleksi ketaatan, tetapi juga keberanian dalam menghadapi dinamika sosial. Studi ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi ruang efektif dalam mendiseminasikan pemahaman agama yang fleksibel serta membangun kesadaran akan isu-isu sosial dalam bingkai keagamaan dan budaya.
Etos Kerja Qur’ani: Solusi Menghadapi Disrupsi Pendidikan Abad Ke-21 Balqisa Ratu Nata; Ahmad Yusam Thobroni; Ilma Silfiah, Rossa
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.12710

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menghadapi disrupsi akibat perkembangan teknologi, globalisasi, dan kebutuhan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta literasi digital. Etos kerja Qur’ani menjadi relevan untuk membangun generasi yang tak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai etos kerja Qur’ani dalam membentuk karakter peserta didik yang adaptif dan berdaya saing di era globalisasi serta mengeksplorasi implementasi nilai-nilai tersebut dalam sistem pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur dari tafsir al-Qur’an, jurnal, dan buku. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi untuk mengekstraksi tema-tema utama. Hasil penelitian menyoroti tiga nilai etos kerja Qur’ani: kompetisi dalam kebaikan (QS. Al-Maidah: 48), penghargaan terhadap keragaman (QS. Al-Hujurat: 13), dan kolaborasi untuk kebaikan bersama (QS. Al-Maidah: 2). Nilai-nilai tersebut mendorong peserta didik dan pendidik untuk bersikap inovatif, inklusif, serta bekerja sama dalam lingkungan pendidikan abad ke-21. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai etos kerja Qur’ani dalam pendidikan dapat membentuk generasi yang adaptif, bermoral, dan berdaya saing di era globalisasi. Pendekatan ini mendukung terciptanya sistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi keberkahan dalam menjawab tuntutan abad ke-21 dengan membekali peserta didik keterampilan dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Pencegahan Kecanduan Gadget pada Anak Usia Dini dalam Pendekatan Qur’anic Parenting Derysmono; Yaman, Achmad; Bashri Iman, Sunardi; Ansory, Isnan
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.12777

Abstract

Kecanduan gadget pada anak usia dini menjadi tantangan besar di era digital. Pendekatan Quranic Parenting menawarkan solusi berbasis nilai-nilai Al-Qur’an untuk mencegah kecanduan tersebut dengan mendekatkan anak kepada Al-Qur’an dan aktivitas yang lebih positif. Beberapa prinsip utama dalam pendekatan ini meliputi: (1) menanamkan sikap merasa diawasi oleh Allah (ihsan), (2) keteladanan dan kasih sayang dari orang tua, (3) manajemen waktu anak dan waktu berkualitas bersama orang tua, serta (4) pemanfaatan aplikasi pencegahan sebagai alat bantu dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, anak dapat teralihkan dari penggunaan gadget yang berlebihan ke aktivitas yang lebih bermanfaat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi implementasi Quranic Parenting dalam keluarga modern melalui studi empiris guna mengukur efektivitasnya secara lebih mendalam.
Integrasi Nilai Al-Qur’an dalam Mengatasi Brain Rot dan Doomscrolling pada Generasi Z Muhammad Arsyad; Noor Hasanah
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.13183

Abstract

Di era digital, Generasi Z tumbuh bersama media sosial. Gawai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Meskipun membawa manfaat, penggunaan yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menimbulkan ancaman serius seperti brain rot dan doomscrolling, yang berdampak negatif terhadap produktivitas akademik dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedua fenomena tersebut melalui pendekatan tafsir tematik Al-Quran dengan metode studi pustaka. Surah Al-‘Asr [103] dan Asy-Syams [91] diangkat sebagai basis normatif untuk membangun kerangka manajemen waktu dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), yang diperkuat dengan QS. Al-Isra [17]:36 dan QS. Ta-Ha [20]:124–126. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika fusion of horizon ala Gadamer, penelitian ini menggabungkan horizon makna teks suci dengan realitas kontemporer digital Generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Quran menawarkan solusi reflektif dan transformatif dalam mengatasi brain rot dan doomscrolling, khususnya melalui penguatan kontrol diri, pengelolaan waktu, dan pemurnian spiritual.
Implikasi Waqarna Fī Buyūtikunna terhadap Wanita Bekerja di Luar Rumah (Kajian Tafsir Tahlili QS. Al-Ahzab Ayat 33) Najjah, Safinatun; Masykuroh, Siti; Masruchin
MAGHZA Vol 10 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v10i1.13590

Abstract

Kajian ini membahas implikasi kalimat waqarna fī buyūtikunna dalam QS. Al-Ahzab ayat 33 terhadap fenomena wanita bekerja di luar rumah, dengan metode tafsir tahlili. Ayat tersebut sering menjadi rujukan dalam pembahasan mengenai peran wanita dalam Islam, terutama terkait anjuran untuk tetap di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan terhadap kitab tafsir klasik, khususnya karya Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi. Hasil kajian menunjukkan bahwa frasa waqarna fī buyūtikunna tidak bersifat larangan mutlak, tetapi merupakan ajakan untuk menjaga ketenangan, kewibawaan, dan adab dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. pada kontekstual perspektif maqashid syariah diperlukan untuk menjawab problematika kontemporer tentang wanita bekerja di luar rumah. Partisipasi perempuan dalam dunia kerja dapat dibenarkan dan merupakan bagian dari usaha mewujudkan kemashlahatan umat, namun tetap mematuhi prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami teks Al-Qur’an secara komperhensif dan kontekstual, sehingga dapat merespon dinamika sosial tanpa melepaskan nilai-nilai syar’i.