cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
murtiana@idu.ac.id
Editorial Address
Universitas Pertahanan RI
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Ilmiah
Published by bajang Institute
Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan pihak yang-pihak lain. Dalam penelitian studi literatur ini penulis akan menganalisis bagaimana upaya terbaik setelah menemukan implemantasinya saat ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,308 Documents
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKPATUHAN DIET PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AEK HABIL KOTA SIBOLGA Devi Kristina Hutagalung; Afrul Silaban; Angel Mendrofa
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes melitus terutama lansia yang dapat dilakukan secara mandiri adalah dengan melaksanakan diet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor penyebab ketidak patuhan diet pada lansia pada penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Aek Habil Kota Sibolga. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analitik. Populasi penelitian sebesar 132 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 18 orang sesuai dengan kriteria sampel yang diinginkan. Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan uji chi squer dimana hasil analisa data yang diperoleh kemudian dipaparkan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor peran keluarga, lingkungan, peran petugas kesehatan mempunnyai hubungan kuat dengan ketidakpatuan diet pada lansia penderita diabetes melitus, dibuktikan nilai masing-masing nilai p>0,05.Sedangkan faktor pengetahuan, sosial ekonomi tidak mempunnyai hubungan dengan ketidakpatuhan diet pada lansia penderita diabetes melitus, dibuktikan nilai hasil hitung nilai p>0,05. Kesimpulan bahwa faktor penyebab ketidakpatuhan diet pada lansia penderita diabetes melitus adalah peran keluarga, lingkungan, peran petugas kesehatan. Untuk itu hendaknya lebih ditingkatkan lagi peran perawat sebagai health edukator dalam upaya mensosialisasikan informasi atau pengetahuan tentang pentingnya diet bagi lansia penderita diabetes melitus, sebagai salah satu usaha meningkatkan umur harrapan hidup bagi lansia, yang tentu saja hal ini harus didukung pula oleh partisipasi aktif dari keluarga dan masyarakat
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE MANAJEMEN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PERAWATAN PLUS AWA'AI KECAMATAN SITOLU ORI KABUPATEN NIAS UTARA TAHUN 2024 Dedi Mizwar Tarihoran; Percaya Hia; Siti Ratna Harefa; Indah Mardia Parangin-Angin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami kenaikan pada kadar glukosa darah dalam tubuhnya. Dukungan yang biasa diterima pasien biasanya memberikan semangat, serta membantu dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Self Care manajemen pasien diabetes mellitus di Puskesmas Perawatan Plus Awa'ai Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu peneliti melakukan pengukuran atau penelitian dalam satu waktu.). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling. Sampel yang digunakan dalam hal ini adalah 34 orang penderita diabetes melitus di Puskesmas Perawatan Plus Awa'ai Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara. Hasil penelitian didapatkan bahwa 28 responden (82,4%) yang memiliki dukungan keluarga yang baik, dari 6 responden (17,5%) yang memiliki dukungan keluarga yang cukup. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa dari 19 responden (55,9%) melaksanakan self care manajemen dengan baik, dari 15 responden (44,1%) melaksanakan self care manajemen yang cukup. Dari hasil pengujian statistik dengan uji korelasi rank spearman dengan SPSS, didapatkan hasil korelasi hubungan antara dukungan keluarga dengan self care manajemen pada pasien diabetes melitus adalah dukungan keluarga (0,918) dengan tingkat signifikan (lebih kecil dari 0,05). Sehingga sesuai dengan kriteria bisa disimpulkan bahwa Hı diterima yang artinya dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan self care manajemen pada pasien diabetes melitus terbukti kebenarannya
GAMBARAN HITUNG JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU Tedy Febriyanto; Halimah, Halimah; Muhammad Geo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or resistance. One common complication includes hematological abnormalities, such as changes in platelet count and function. This study aimed to describe the platelet count in T2DM patients as an early detection of complications. Methods: This descriptive quantitative study involved 39 T2DM patients from the Puskesmas Jembatan Kecil, Bengkulu City, selected through accidental sampling. Venous blood samples were analyzed using the Rayto RT-7600 Hematology Analyzer, and data were processed using univariate analysis. Results: The majority of respondents (89.7%) had platelet counts within the normal range (150,000–400,000/mcL), 2.5% had thrombocytopenia, and 7.6% had thrombocytosis. Most respondents were over 35 years old (97.5%), 66.6% had been diagnosed for less than five years, 46.1% had other complications, and 56.4% were female.Conclusion: Most T2DM patients had normal platelet counts, but a small proportion showed abnormalities. Routine laboratory evaluation is essential for early detection and prevention of complications, and platelet function assessment is recommended even when counts are within normal range
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN RENDEMEN TERHADAP SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Yohanes M. Abanit; Putra J. P. Tjitda; Emanuel G. A. Rahmat; Yulianti K. Banhae; Jesika A. Soares
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak metanol daun belimbing wuluh memiliki beberapa senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan senyawa fenolik yang dapat diidentifikasi melalui uji kualitatif dan kuantitatif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan rendemen terhadap skrining fitokimia ekstrak metanol daun belimbing wuluh. Metode: metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan metanol 70% sebagai larutan penyari dengan menggunakan ukuran partikel simplisia 20 mesh, 60 mesh dan 100 mesh. Hasil: menunjukkan bahwa ekstrak dengan ukuran partikel 20 mesh memiliki rendemen 12,63% dan tidak mengandung senyawa flavonoid, stereoid dan terpenoid serta senyawa fenolik. Ukuran partikel 60 mesh memiliki rendemen 15,12% dan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan polifenol, steroid dan terpenoid, fenolik. Ukuran partikel 100 mesh memiliki rendemen 15,05% dan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan polifenol, steroid dan terpenoid, fenolik. Simpulan: ukuran partikel dan rendemen berpengaruh terhadap hasil skrining fitokimia ekstrak methanol daun belimbing wuluh. Semakin besar ukuran partikel, maka hasil skrining fitokimia menunjukkan hasil negatif dan semakin besar persentase rendemen ekstrak, semakin mengindikasikan terkandungnya senyawa aktif dalam ekstrak
ORIENTASI SEKSUAL ORANG DEWASA PENIKMAT KONTEN BOYS’ LOVE Sonia Izabell Putri Ganov
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran orientasi seksual pada orang dewasa yang menikmati konten boys' love. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara dan observasi dalam kerangka kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi konten boys' love dapat memengaruhi orientasi seksual individu. Temuan utama mengindikasikan bahwa semua partisipan mengalami perubahan dalam orientasi seksualnya sebagai hasil dari paparan konten tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa orientasi seksual orang dewasa dapat mengalami perubahan sebagai hasil dari konsumsi konten media tertentu, seperti boys' love. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara media dan orientasi seksual serta menekankan perlunya kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perubahan orientasi seksual
ANALISIS YURIDIS TERHADAP REFORMASI DALAM PRESPEKTIF ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA Munazar Umar; Ali Hadi La Dimuru
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agenda reformasi birokrasi di Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pemerintahan yang transparan, efisien, dan akuntabel. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara yuridis dasar-dasar hukum yang mendasari reformasi administrasi publik, serta menilai implementasinya dari perspektif hukum administrasi negara. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, analisis dilakukan terhadap sejumlah regulasi penting seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, beserta aturan pelaksanaannya. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum telah dibentuk secara cukup menyeluruh, pelaksanaannya masih mengalami tantangan, antara lain ketidakharmonisan regulasi, lemahnya penerapan prinsip Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), serta belum maksimalnya perlindungan hukum bagi ASN. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan aspek yuridis reformasi birokrasi melalui harmonisasi peraturan, peningkatan efektivitas penegakan hukum, dan responsivitas regulasi terhadap perkembangan sosial dan teknologi. Dengan demikian, diharapkan reformasi administrasi publik dapat menghasilkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas
EVALUASI UI/UX APLIKASI BONDOWOSO BERKAH MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION Zihan Muhammad; Tri Agustina Nugrahani
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 11: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Bondowoso Berkah menyediakan informasi dan berita seputar Bondowoso, termasuk kalender kegiatan, tempat wisata, hotel, kuliner, belanja, suvenir, dan travel, di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini mengevaluasi user interface (UI) dan user experience (UX) aplikasi menggunakan metode heuristic evaluation berdasarkan sepuluh prinsip Nielsen. Dua evaluator ahli UI/UX melakukan evaluasi dan menganalisis temuan dengan severity rating. Hasil menunjukkan masalah utama pada aspek visibility of system status, consistency and standards, serta aesthetic and minimalist design dengan tingkat keparahan tertinggi. Rekomendasi perbaikan meliputi penyeragaman desain tombol, penambahan umpan balik sistem, perbaikan navigasi, dan penyederhanaan tampilan visual. Implementasi solusi ini terbukti meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan aplikasi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan pengembang dalam meningkatkan kualitas aplikasi Bondowoso Berkah dan pengalaman pengguna. Saran penelitian selanjutnya adalah melibatkan lebih banyak evaluator dan melakukan pengujian usability langsung dengan pengguna akhir untuk hasil yang lebih komprehensif dan objektif
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V SD NEGERI 8 WATAMPONE KABUPATEN BONE MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN Muh. Idris Jafar; Sudarto, Sudarto; Fauziyah Amalia Masyura
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 11: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a pre-experimental study that aims to determine whether the application of the Round Robin type cooperative learning model can or cannot improve the speaking skills of the fifth Grade students of SD Negeri 8 Watampone. The variables in this study are the Round Robin type cooperative learning model (independent variable) and the speaking skills (dependent variable). The population and the sample in this study were all of the fifth Grade students of SD Negeri 8 Watampone in totaling of 22 students. The data analysis technique used was a descriptive statistical technique. The results of this study indicate that the average pretest score was of 59.45 while the average posttest score was of 81.59. Conclusion: the implementation of the Round Robin type cooperative learning model can improve the speaking skills of the fifth Grade students of SD Negeri 8 Watampone, Bone Regency
FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SIRUP HERBAL: TINJAUAN LITERATUR DARI BERBAGAI TANAMAN OBAT INDONESIA Dhea Nadilla; Iqbal Nurwahid; Nor Latifah
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 11: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk sediaan sirup terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap obat herbal yang praktis dan mudah dikonsumsi. Kajian ini bertujuan untuk mereview enam jurnal terkait formulasi dan uji stabilitas sirup herbal yang dibuat dari berbagai tanaman seperti daun iler, kunyit asam, serai, kemangi, daun gaharu, seledri, dan temulawak. Dalam kajian ini dianalisis metode formulasi, uji stabilitas fisik, uji aktivitas farmakologis (mukolitik), dan uji mutu organoleptik (hedonik). Metode review dilakukan dengan menelaah isi jurnal secara sistematis dan komparatif terhadap aspek-aspek yang menjadi fokus penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa semua sediaan sirup tersebut diformulasikan dengan prinsip dasar sediaan cair oral, dengan komponen utama meliputi bahan aktif herbal, pelarut (biasanya air), pemanis (sukrosa atau stevia), dan bahan pengawet seperti natrium benzoat. Dari segi stabilitas fisik, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa sirup herbal tetap stabil dari segi warna, bau, pH, dan viskositas selama periode uji. Uji hedonik pada beberapa sirup juga menunjukkan tingkat penerimaan rasa yang baik dari panelis. Namun, masih terdapat keterbatasan dalam standarisasi ekstrak dan data farmakokinetik. Dapat disimpulkan bahwa sirup herbal memiliki potensi besar dalam pengembangan obat tradisional modern, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk mendukung keamanan dan efektivitasnya secara ilmiah
REVIEW JURNAL: EVALUASI UJI STABILITAS SEDIAAN CAIR ORAL Wima Triana; Alfia Mujahra; Nor Latifah
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 11: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan cair oral banyak digunakan dalam praktik farmasi karena kemudahan pemberian dan penerimaannya, terutama pada populasi pediatrik dan geriatri. Namun, kestabilan fisik, kimia, dan mikrobiologis sediaan ini sangat rentan terganggu oleh kondisi penyimpanan dan formulasi yang tidak optimal. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis uji stabilitas sediaan cair oral berdasarkan studi literatur terkini dalam rentang 2018–2024. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap jurnal ilmiah, pedoman ICH, serta laporan WHO dan BPOM. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan eksipien yang tepat, pemilihan kemasan pelindung seperti botol kaca amber, serta penerapan metode uji stabilitas jangka panjang dan dipercepat sangat menentukan mutu dan umur simpan sediaan. Selain itu, pemantauan parameter seperti viskositas, pH, potensi zat aktif, dan kontaminasi mikrobiologis merupakan langkah penting untuk menjamin kualitas produk. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan Quality by Design (QbD) dan validasi metode analitik sebagai dasar pengembangan formulasi yang aman dan stabil. Kesimpulannya, strategi stabilisasi berbasis bukti sangat krusial dalam memastikan efektivitas dan keamanan sediaan cair oral di berbagai kondisi penyimpanan.