cover
Contact Name
Mustasim
Contact Email
mustasim06102010@gmail.com
Phone
+6281247234924
Journal Mail Official
mustasim06102010@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Airaha
ISSN : 21307163     EISSN : 26219638     DOI : https://doi.org/10.15578/ja.
Jurnal Airaha is published 2 (two) times a year (June, and December) with ISSN Number 2301-7163 and E-ISSN Number 2621-9638. Jurnal Airaha contains articles from original research and peeling (review) Journal of Research Related to The Disciplines of Fishing Technology, Fishery Machinery, Aquaculture, Coastal Resource Management and Fishery Processing, Marine Tourism, Processing and Storage of Catches. By submitting the manuscript to Jurnal Airaha, the author automatically agrees that the manuscript sent to Jurnal Airaha is a manuscript that has not been and will not be published in other similar media, unless the manuscript has been declared unable to be published in Jurnal Airaha.
Articles 160 Documents
Struktur Komunitas dan Sebaran Lamun di Pulau Soop - Kota Sorong Handayani Handayani; M. ALi Ulat; Amir M Suruwaky; Mustasim Mustasim; Abdul Gofir
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.666 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposis lamun, penutupan lamun, kerapatan jenis lamun, dan sebaran lamun di Perairan Pulau Soop Kota Sorong-Papua Barat. Metode penelitian adalah eksploratif, yang mana pengambilan data keragaman jenis, komposisi dan kerapatan dilakukan menggunakan transek garis. Pengambilan data dengan Transek garis yang dilakukan pada setiap stasiun dengan cara posisi tegak lurus dengan garis pantai sepanjang setiap 10 m. Setiap transek garis dilakukan pencatatan data pada setiap 10 m tersebut, yang dimulai dari tepi pantai sampai tubir atau kedalaman tertentu. Data primer meliputi jenis lamun, tipe substrat, kerapatan, dan estimasi tutupan serta titik koordinat luasan dan titik pengambilan sampel. Kemudian data di analisis dan dibuatkan dalam bentuk peta dengan menggunakan software Arc-gis 10.6. Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Soop terdapat 7 jenis lamun yaitu yaitu jenis Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprici, Cymodocea serrulate, Thalassodendron ciliatum, Halophila ovalis, Enhalus acoroides dan Halodule uninervis. Penutupan lamun tertinggi di stasiun penelitian sebelah Utara perairan pulau Soop sebesar 51,58%, sedangkan penutupan lamun tertinggi di stasiun penelitian sebelah Selatan pulau Soop sebesar sebesar 38.35%. Luas sebaran lamun di sebelah utara dan selatan Perairan Pulau Soop sekitar 2.665.00 m2.
Konsentrasi Madu Pelawan yang Berbeda Terhadap Nisbah Kelamin Ikan Gapi (Poecilia reticulata) Dwi Rosalina; Depika Amelisa
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.006 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.189

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh konsentrasi madu pelawan yang berbeda terhadap nisbah jantan Ikan Gapi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini ada empat perlakuan yang pertama konsentrasi tanpa madu pelawan (0 ml/liter) sebagai kontrol, perlakuan ke-2 (konsentrasi madu 55 ml/liter), perlakuan ke-3 (konsentrasi madu 60 ml/ liter), dan ke-4 (konsentrasi madu 65 ml/ liter). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 3 induk Ikan Gapi sehingga jumlah keseluruhan induk sebagai ikan uji adalah 12 ekor. Penelitian menghasilkan bahwa konsentrasi madu pelawan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap nisbah jantan. Ikan Gapi dan konsentrasi optimum untuk pengarahan kelamin Ikan Gapi adalah 60 ml/l madu/liter media. Sehingga untuk optimalisasi produksi monosex jantan ikan gapi dapat dilakukan menggunakan madu pelawan dengan konsentrasi 60 ml/l agar meningkatkan profit dalam budidaya ikan Gapi.
Penentuan Rute Pelayaran Zona Pantai yang Optimal dengan System Kombinasi Navigasi Datar dan Navigasi Eletronik ( Studi Kasus Alur Muara Pelabuhan Perikanan Kabupaten Bone ) Arham Rumpa; Muhammad Maskur; Khaerudin Isman; Tamrin Tamrin; Paduartama Tandipuang
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.683 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi benda bantu navigasi dan karang berbahaya guna optimalisasi rute pelayaran yang efektif berdasarkan kombinasi tampilan peta laut kertas, GPS Map dan tampilan aplikasi google eart. Metode yang di gunakan adalah observasi Sedangkan data di Analisis secara deskriptif dalam bentuk gambar dan tabel, untuk perhitungan titik koordinat dan nilai jarak di gunakan menu yang terdapat pada aplikasi Google Earth Pro 2019, menu pada GPS map Garmin 585 dan titik jarak pada peta laut kertas dengan menjangka peta (plotting). Hasil penelitian menunjukan Adanya perbedaan tampilan posisi dan jarak suatu benda bantu navigasi yang terdapat pada Buku Publikasi Navigasi (Buku DSI 2014) dengan kombinasi pengukuran lapangan berkisar 737 – 935 meter, selain itu terdapat perbedaan Jumlah dan posisi tanda bahaya (karang) pada tampilan aplikasi google eart, peta laut kertas dan peta laut eletronik pada GPS garmin 585, Untuk itu pengukuran secara kombinasi sangat perlu di lakukan, terutama pemanfaatan aplikasi google eart untuk validasi sehingga terciptanya dan adanya Rute pelayaran baru pada Zona Pantai Alur Muara Pelabuhan Perikanan Kabupaten Bone Yang Optimal Dengan System Kombinasi Navigasi Datar dan Navigasi Eletronik.
Pengaruh Suhu dan Kedalaman Terhadap Hasil Tangkapan Yellowfin Tuna di Perairan Samudera Indonesia Selatan Pulau Jawa Dian Sutono HS; Suharyanto Suharyanto; Robert Perangin-angin; Agung Ferdinand Wera; Mustasim Mustasim
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.829 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.192

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di PPS. Cilacap dengan daerah penangkapan Samudera Indonesia pada bulan Maret sampai dengan Mei 2020 yang bertujuan untuk menmgetahui pengaruh suhu air laut dan kedlaman pancing terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengamatan langsung mengikuti operasi penangkapan long line selama 1 (satu) trip dengan KM. Trans Bahari 3, meliputi data waktu setting dan hauling, panjang main line, jumlah pancing, hasil tangkapan, daerah penangkapan (fishing ground), serta data suhu dan kedalaman perairan. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan melalui wawancara dan data Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Analisa data dilakukan dengan menghitung nilai hook rate, kedalaman mata pancing, serta pengaruh suhu dan kedalaman pancing terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna melalui metode uji t. Dari hasil Analisa data diperoleh nilai total hook rate sebesar 1,33, kedalaman mata pancing berada antara 90,2 m – 181,4 m, dengan kisaran suhu vertikal antara 12,5⁰ C – 25,0⁰ C. Pengaruh suhu dan kedalaman terhadap hasil tangkapan yellow tuna berpengaruh nyata (significant) antara kedalaman A dengan C, sedangkan antara kedalaman A dengan B, dan kedalaman B dengan C masing-masing tidak memberikan perbedaan yang nyata (non significant).
Karakteristik Kandungan Mineral Pada Tepung Cangkang Kerang Simping (Placuna placenta Linnaeus, 1758) Zul Khairiyah; Fatma Fatma; Arnold Kabangnga; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Airaha Vol 11 No 01: June 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.182 KB) | DOI: 10.15578/ja.v11i01.205

Abstract

Masyarakat Sulawesi Selatan belum banyak yang memanfaatkan kerang simping secara optimal. Cangkang kerang simping memiliki potensi kandungan nutrisi, pada umumnya cangkang bivalvia terdiri dari komposisi mineral yang cukup lengkap dan kandungan kalsium karbonat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kandungan mineral (kalsium, magnesium, kalium, natrium dan fosfor) pada tepung cangkang kerang simping (Placuna placenta Linnaeus, 1758) berdasarkan korelasi ukuran. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 215 individu selama 6 kali sampling dari bulan Juni sampai Agustus 2020 di perairan Pantai Lantebung Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pengukuran morfometrik cangkang dan analisis pengujian kadar mineral dengan metode destruksi basah dilakukan di Laboratorium Produktivitas dan Kualitas Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Data analisis morfometrik dikelompokkan menjadi tiga kelas berdasarkan ukuran yaitu 111– 128 mm untuk ukuran cangkang kecil, ukuran sedang 129-146 mm dan kelas ukuran cangkang besar yaitu 147-163 mm. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa ukuran cangkang kerang simping berpengaruh nyata terhadap kandungan mineral yang dimilikinya. Kisaran ukuran panjang kerang 129–146 mm (ukuran cangkang sedang) memiliki kandungan mineral terbanyak dibandingkan dengan ukuran lain, sehingga efisien dimanfaatkan pada ukuran tersebut.
Identifikasi Kearifan Lokal Dimensi dan Bentuk Kasko Kapal Pancing Ulur KMN. Reski 01 Berbasis di Kelurahan Panyula, Bone Paduartama Tandipuang; Tamrin Tamrin; Muhammad Maskur; Nurwahidin Nurwahidin; Khairudin Isman; Arham Rumpa; Tri Setianto; Asia Asia
Jurnal Airaha Vol 10 No 01: JUNE 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.652 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i01.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rasio dimensi utama KMN. Reski 01 dengan rasio dimensi utama kapal ikan static gear umumnya di Indonesia dan menentukan tipe bentuk lambung kapal KMN. Reski 01 dari gambaran bentuk gading terbesar. Metode studi kasus digunakan untuk mengetahui penyebab kapal ikan ini memerlukan alat stabilizer tambahan saat drifting. Identifikasi dimulai dari rasio dimensi utama dan tipe bentuk lambung kapal dari gambaran kelengkungan gading terbesar sebagai data primer. Data sekunder diperoleh dari hasil pengolahan data penelitian yang telah dilakukan Iskandar & Pujiati, 1995. Analisa data dilakukan menggunakan metode comparative numeric dan deskriptif dengan bantuan software coreldraw. Berdasarkan hasil analisa, rasio dimensi kapal KMN. Reski 01 yang terdiri dari perbandingan L/B, L/D, dan B/D, masih masuk dalam kisaran kapal ikan static gear di Indonesia. Akan tetapi walaupun nilai perbandingan dimensi L/B berada di kisaran modus, nilai L/D dan B/D berada di atas kisaran modus dan median. Kapal KMN. Reski 01 yang merupakan kapal ikan static gear memiliki tipe lambung round bottom. Tipe lambung kapal ikan seperti ini lebih umum digunakan pada kapal ikan yang mengoperasikan alat tangkap aktif dari pada kapal ikan static gear.
Struktur dan Komposisi Jenis Mangrove di Kabupaten Bangka Barat Dwi Rosalina; Katarina Hesty Rombe
Jurnal Airaha Vol 10 No 01: JUNE 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.541 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i01.219

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui struktur dan komposisi mangrove di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dimana penentuan stasiun dengan memilih daerah yang mewakili lokasi pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sembilan jenis mangrove yang ditemukan pada stasiun penelitian, yang paling banyak ditemukan jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, nilai kerapatan terbesar terdapat pada stasiun 1 berkisar 0,117 dengan jenis Rhizophora apiculata. Nilai frekuensi jenis terbesar yaitu 1 terdapat pada stasiun I, III dan V dengan jenis mangrove Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Xylocarpus granatum. Nilai penutupan jenis sebesar 48, 410 % terdapat pada stasiun I dengan jenis mangrove Rhizophora apiculata dan INP sebesar 169,010 terdapat pada stasiun I dengan jenis mangrove Rhizophora apiculata. Jenis Rhizophora sangat mendominansi karena Rhizophora memiliki adaptasi yang tinggi terhadap faktor parameter lingkungan seperti tipe substrat, fluktuasi salinitas, pasang surut, kandungan bahan organik, suhu dan pH. jenis Rhizophora apiculata mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi dimana tempat jenis ini tumbuh.
Persepsi Nelayan Terhadap Ice Flake Machine Sebagai Sarana Rantai Dingin di Kota Padang Fitria Wahyu Andriani; Yusra Yusra; Guntur Adhi Rahmawan
Jurnal Airaha Vol 10 No 01: JUNE 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.187 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i01.221

Abstract

This study aimed to determine fishers' perceptions of IFM as a cold chain tool in Padang City. The data used in this study were from interviews/questionnaires with IFM managers and anglers around the City of Padang. We also employed fish caught data in 2019 and ice flake sales from 2 (two) IFM providers in Padang City from January to August 2019. The statistical analysis used was linear regression. Most anglers did not know the IFM machine's availability and how to treat the fishery products using ice (cold chain systems). The lack of socialization from the provider to fishers and fisheries business parties in the surrounding area is believed to cause the decreased demand for ice flakes, resulting in the inactive operation of IFM’s in Padang City.
Parameter Uji Fisik dan Uji Kimiawi Pada Tingkat Kesegaran Ikan Ekor Kuning (Cassio cuning) di Pedagang Keliling Kota Makassar Muhammad Maskur; Mohammad Roin Najih
Jurnal Airaha Vol 10 No 01: JUNE 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.144 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i01.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parameter uji fisik (suhu dan pH) dengan parameter uji kimiawi (total volatile base dan angka peroksida) terhadap tingkat kesegaran ikan ekor kuning (Cassio cuning) pada pedagang keliling di kota makassar. Data hasil pengukuran terhadap suhu, pH, TVB, dan angka peroksida dianalisis menggunakan Anova selanjutnya hasil analisis yang signifikan diuji lanjut menggunakan uji LSD untuk mengetahui perbedaan antar titik penjualan. Hubungan antar parameter yang diukur selanjutnya dianalisa menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai hubungan suhu dan pH ikan ekor kuning yaitu pada suhu 18,83°C nilai pH 6,64 (TPI Paotere), suhu 17,54°C nilai pH 6,60 (titik penjualan kedua) dan suhu 24,96°C nilai pH 6,61 ((titik penjualan ketiga). Nilai hubungan suhu dan TVB pada ikan ekor kuning yaitu pada suhu 18,83°C kadar TVB 13,12 mgN/100g (TPI Paotere), suhu 17,54°C kadar TVB 17,12 mgN/100g (titik penjualan kedua), dan suhu 24,96°C kadar TVB 19,93 mgN/100g (titik penjualan ketiga). Nilai hubungan suhu dengan angka peroksida pada ikan ekor kuning yaitu pada suhu 18,83°C angka peroksida 11,46 mEq/kg (TPI Paotere), suhu 17,54°C angka peroksida 22,32 mEq/kg (titik penjualan kedua), dan suhu 24,96°C angka peroksida 23,91 mEq/kg (titik penjualan ketiga). Nilai hubungan pH dengan kadar TVB pada ikan ekor kuning yaitu nilai pH 6,64 kadar TVB 13,13 mgN/100g (TPI Paotere), nilai pH 6,60 kadar TVB 17,12 mgN/100g (titik penjualan kedua), dan nilai pH 6,61 kadar TVB 19,93 mgN/100g (titik penjualan ketiga). Nilai hubungan pH dengan angka peroksida pada ikan ekor kuning yaitu nilai pH 6,64 angka peroksida 11,46 mEq/kg (TPI Paotere), nilai pH 6,60 angka peroksida 22,32 mEq/kg (titik penjualan kedua) dan nilai pH 6,61 angka peroksida 23,91 mEq/kg (titik penjualan ketiga).
The Kelayakan Dasar Pengolahan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Nobashi Ebi Anggun Putrisila; Yuliati H. Sipahutar
Jurnal Airaha Vol 10 No 01: JUNE 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.98 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i01.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan GMP dan SSOP pada proses pengolahan Nobashi Ebi. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan survey, dengan mengikuti secara langsung seluruh proses penerapan GMP dan SSOP mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan, dengan melakukan pengujian terhadap mutu (organoleptik, mikrobiologi, antibiotik), pengamatan penerapan rantai dingin, rendemen, dan produktivitas tenaga kerja. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan GMP dan SSOP pengolahan udang vannamei nobashi ebi sudah dilakukan dengan baik sesuai SNI. Penerapan rantai dingin pada PT. Misaja Mitra dilakukan dengan baik dengan suhu bahan baku 4,5°C. Hasil pengujan mutu organoleptik bahan baku dan produk akhir adalah 8, hasil uji mikrobiologi sesuai dengan SNI dan not detected untuk hasil uji antibiotik. Hasil perhitungan rendemen pada pemotongan kepala dan pengupasan kulit rata – rata 66,3% dan 85,9% sesuai dengan standar perusahaan. Hasil pengamatan produktivitas pada proses pemotongan kepala dan pengupasan kulit adalah 31,4 kg/jam/orang dan 10,7 kg/jam/orang, sesuai dengan standar perusahaan. Kelayakan pengolahan nobashi ebi telah dilakukan dengan menerapkan persyaratan dasar dengan baik. Hasil penilaian SKP menunjukkan jumlah penyimpangan yaitu terdapat 2 minor, 1 mayor dengan rating A (sangat baik).

Page 11 of 16 | Total Record : 160