cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Karakterisasi Nano Liquid Soap Berbahan Baku VCO (Virgin Coconut Oil) Dengan Penambahan Filtrat Buah Mentimun Rauhul Akbar Kurniawan; Pramudya Ollga S.S
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.1098

Abstract

Infeksi kulit masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. penggunaan sabun mandi cair merupakan salah satu cara untuk melindungi kulit dari infeksi bakteri dan mencegah penyakit infeksi kulit dengan penambahan bahan alamI yang dapat menangkal radikal bebas. Buah mentimun merupakan buah yang memiliki kandungan potassium dan vitamin C dengan kadar cukup tinggi sehingga sangat efektif dalam menangkal radikal bebas yang membuat manusia mengalami penuaan d ini, vitamin C dalam mentimun membantu mencerahkan, mengencangkan kulit dan mencegah kerutan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian true eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul akibat adanya perlakuan tertentu seperti karakteristik sifat fisik nano liquid soap dengan bahan baku VCO yang ditambahkan filtrat buah mentimun (Cucumis sativa L.) Sampel yang digunakan adalah buah mentimun. Formulasi dibuat dengan konsentrasi yang berbeda-beda (0%, 10%, 15%, dan 20% dengan uji karakteristik sifat fisik nano liquid soap seperti uji pH, transmitan, tinggi busa, dan organoleptis. Hasil penelitian yang dilakukan dengan konsentrasi 0%, 10%, 15%, 20% pada uji pH memenuhi standar SNI 06-4085-1966 yang memiliki parameter 8-11. uji transmitan hanya formulasi dengan konsetrasi 10% yang memenuhi standar dan uji organoleptik memenuhi standar SNI yaitu warna khas, bau khas, dan penampilan cair homogeni. Kesimpulan formulasi yang paling bagus antara konsentrasi 0% , 10%, 15%, 20% yaitu formulasi 10% pada uji pH (9,2), transmitan (94,7% ), dan organoleptik. karena formulasi dengan kosentrasi 10% yang memiliki tingkat kemaksimalan yang bagus untuk pembuatan nano.
The Influence of Telmisartan on the Expression of BMP-7 in Rat Kidneys Induced by 8% NaCl Khairil Pahmi; Lale Syifaun Nufus; Sriama Muliani
JIKF Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesahatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v10i1.1099

Abstract

Excessive salt intake is one of the factors of high blood pressure leading to kidney disease while telmisartan is one of the antihypertensive drugs used in therapy. Telmisartan not only blocks the angiotensin receptor, which leads to a reduction in blood pressure, but also activates the peroxisome proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ), inhibits the expression of transforming growth factor beta-1 (TGFβ-1) and increases bone morphogenetic protein-7 (BMP-7). This experiment examines whether telmisartan increases the expression of BMP-7 in excess NaCl-induced Wistar rats. For this study, 25 male Wistars aged 2.5 to 3 months and rats weighing 100 to 150 g were used.They were grouped into 5, each consists of 5 rats. Group I (G I) as the first negative control received neither NaCl nor telmisartan. G II as the second negative control received NaCl but no telmisartan. G III, IV and V received NaCl and telmisartan 3, 6 and 12 mg/kg body weight. Treatments were given every day for 8 weeks.On day 56, all rats were sacrificed by neck dislocation and operated on to remove the kidney. BMP-7 expression was measured by immunohistochemical technique. Data were expressed as mean ± standard error. They were analyzed by parametric (ANOVA) or nonparametric (Kruskal-Wallis) testing. A value of p ≤ 0.05 was considered statistically significant. The results showed that the expression of the intraglomerular and extraglomerular protein BMP-7 was higher in the telmisartan-treated group of Wistar rats than in the negative control group (pand<0.05). In summary, intraglomerular and extraglomerular BMP-7 protein expression was higher in male Wistar rats treated with telmisartan and induced with 8% sodium chloride than in negative control group members.
Deskripsi Pengetahuan Siswi Kelas X tentang Pentingnya Mengkonsumi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMAN 1 Pringgasela Lombok Timur Erniawati Pujiningsih; Kurniatun Kurniatun
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1100

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak kemasa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah usia 10-19 tahun,yang di tandai dengan perubahan fisik dan mental. Remaja putrid memerlukan perhatian khusus dalam hal kesehatan dikarenakan kebutuhan zat besi pada remaja putri meningkat karena pertumbuhan dan datangnya menstruasi,sehingga sangat rentan sekali terjadi anemia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan siswi kelas X tentang pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMAN 1 Pringgasela Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif hanya mengetahui tentang pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Jumlah sampel adalah 30 orang yang dipilih dengan Total Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Pengetahuan siswi kelas X tentang pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yaitu 17 responden berada dalam kategori baik, dan 13 responden berada dalam kategori cukup. Diharapkan siswi kelas X mampu mempertahankan pengetahuannya mengenai pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Gambaran Pengetahuan Ibu Bekerja Tentang Manajemen Laktasi terhadap keberhasilan ASI Eksklusif di Puskesmas Dasan Tapen Tahun 2020 Shohipatul Mawaddah; Nia Supiana
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1101

Abstract

Berbagai penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dalam pemberian ASI eksklusif, antara lain penelitian yang dilakukan oleh Sri (2008) menunjukkan kegagalan ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif sering dikaitkan karena kurangnya pemahaman tentang manajemen laktasi. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang manajamen laktasi terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan 30 sampel dari 172 populasi yang terpilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Prosedur analisis data dilakukan dengan menggunakan univariat. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pengetahuan ibu bekerja tentang manajemen laktasi di wilayah kerja puskesmas Dasan Tapen pada tahun 2020 sebagian besar berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 12 responden (40%), terdapat 9 responden (30%) berpengetahuan baik dan 9 responden (30%) berpengetahuan kurang tentang manajemen laktasi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang manajemen laktasi, maka diperlukan adanya penyaluran informasi atau sosialisasi terkait masalah kesehatan khususnya tentang manajemen laktasi dari petugas kesehatan kepada masyarakat.
Pengaruh Ekstrak Etanol 96% Daun Katuk (Sauropus Androgynus) Terhadap Waktu Perdarahan (Bleeding Time) Pada Kelnci Putih Jantan (Oryctolagus Cuniculus) Dahlia Andayani; Dede Arlita; Maruni Wiwin Diarti
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1102

Abstract

Daun katuk secara empiris digunakan untuk memperlancar air Susu Ibu (ASI) pasca melahirkan baik secara normal maupun operasi sesar. Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan Tanaman yang dapat menghambat terjadinya pembekuan darah karena banyak mengandung bahan aktif, berupa senyawa flavonoid, fenol, betakaroten, dan antosionin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah daun Katuk yang dikonsumsi pasca melahirkan dapat memperpanjang masa pendarahan (bleeding time) Penelitian ini menggunakan Rancangan post-test only control group design. Sebanyak 16 ekor kelinci jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi 4 kelompok. Masing masing kelompok terdiri dari 4 ekor kelinci yang diberi perlakuan; Kelompok I control Positif diberi aspirin dosis 13,3 mg, Kelompok II control negative diberi Aqudest, kelompok III diberi perlakuan ekstrak etanol daun katuk dengan dosis 9,8 mg/ Kg BB dan Kelompok IV ekstrak etanol daun katuk dengan dosis 19,6 mg/Kg BB. Data berupa waktu pembekuan darah pada sayatan ditelinga kelinci dihitung setelah perlakuan 1 jam. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa waktu perdarahan Kelompok I rata rata 53,85 detik, kelompok II 41,99 detik, kelompok III 37,51 detik dan kelompok IV 37,4 detik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun katuk tidak memperpanjang waktu pendaharan sehingga aman dikonsumsi pasca melahirkan.
Kejadian dan Penyebab Stunting di Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020 Sriama Muliani; Nia Supiana; Nurul Hidayati
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1103

Abstract

Stunting atau disebut dengan “pendek” merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik. Sedangkan dalam jangka panjang menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit kronis. Stunting di Lombok Barat masuk jajaran ke 3 setelah Lombok Timur dan Dompu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian dan penyebab stunting di Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Jenis penelitian observasi yang dirancang secara deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting. Sampel penelitian ini adalah 19 orang balita yang mengalami stunting di Desa Mambalan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuhl. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kejadian stanting di Desa Mambalan adalah faktor pendidikan ibu pendidikan dasar dan menengah masing – masing 9 sampel (47,37%), pekerjaan ibu yaitu ibu tidak bekerja 17 sampel (89,47%) dan pendapatan orangtua sebanyak 18 sampel (94,73%). Disarankan kepada tenaga kesahatan dan para kader – kader untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kejadian stunting. Dan untuk masyarakat agar melakukan semua program yang sudah ada dengan maksimal untuk pencegahan stunting seperti mengikuti posyandu, kelas ibu hamil,mengkonsumsi tablet Fe untuk ibu hamil yang sudah diberikan.
Perbedaan Kadar Zat Besi (Fe) Pada Belut Yang Dipanggang Dengan Belut Yang Dikukus Menggunakan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Ade Irma Fitria Ningsih; Rizki Nugrahani; Novia Kharisma H.; Novia Rizki W.
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1104

Abstract

Kekurangan zat besi dapat menimbulkan penyakit defisiensi yang di sebut anemia gizi besi. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sumber zat besi, baik dari makanan yang bersumber dari hewani maupun yang bersumber dari nabati. Pada belut segar mengandung 20 mg/100 g zat besi. Kandungan zat besi pada belut lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi pada telur dan daging. Maka dari itu, kebutuhan tubuh terhadap zat besi rata-rata 12-18 mg per hari. Pengolahan dengan panas secara umum mengakibatkan kehilangan beberapa zat gizi terutama zat yang bersifat labil. Proses pemanasan dapat mendegradasi heme sehingga bioavailabilitas heme iron akan menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar zat besi pada belut yang dipanggang dengan belut yang dikukus dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (AAS) pada panjang gelombang 305,91 nm. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian Pre eksperimental. Sampel penelitian adalah belut yang dipanggang dan dikukus. Belut yang dipanggang dan dikukus dibuat dengan cara diabukan dalam muffle purnace pada suhu 650°C selama 4 jam kemudian dilarutkan dengan 10 Ml HNO3, didinginkan kemudian dimsukkan kedalam labu takar 50mL sampai tanda batas. Dilakukan pembacaan pada Spektopotometri Serapan Atom dengan tiga replikasi. Hasil pengukuran kadar zat besi pada belut dalam bentuk larutan yang telah diubah menjadi satuan mg/kg. Dimana kadar Fe pada belut yang dipanggang lebih tinggi di banding belut yang dikukus dengan kadar rata-rata 66,475 mg/kg dan 22,57 mg/kg
Ekstrak Buah Kawista (Limonia Acidissima) Sebagai Alternatif Penurunan Mual Muntah Dalam Kehamilan (Study Laboratorium Pada Mencit) Nurul Hidayati; Nia Supiana
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1105

Abstract

Mual muntah merupakan gejala yang umum pada kehamilan dan terjadi pada 50-90% wanita hamil. Meskipun mencit tidak mampu muntah mereka menampilkan reaksi menganga pada saat kadar serotoninnya meningkat. Kadar serotonin pada mencit yang tidak hamil mendekati ambang deteksi yang lebih rendah (0,004pmol/islet). Dan meningkat 200kali lipat selama kehamilan. Kadar serotonin yang tinggi dapat mengakibatkan mual.Vitamin B6 dipercaya sebagai obat yang aman dan efektif untuk menurunkan mual muntah pada kehamilan. Ekstrak buah kawista memiliki kandungan vitamin B6 yang cukup tinggi. Efek samping pada obat vitamin B6 yaitu Reaksi alergi parah (ruam; gatal-gatal; sulit bernapas; sesak pada dada; bengkak di mulut, wajah, bibir, atau lidah); menurunnya kemampuan indra peraba, suhu, atau getaran; hilangnya keseimbangan; mati rasa pada kaki atau sekitar mulut; mati rasa atau kesemutan pada kulit.
Analisis Pemantauan Efek Samping Penggunaan Obat Anti Psikosis Pada Pasien Skizofrenia di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB Nur Radiah; Lale Syifaun Nufus; Ismika Rizky Widya Pertiwi
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1106

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu dari penyakit gangguan mental yang banyak terjadi dan serius ditengah masyarakat. Obat antipsikosis sudah menjadi terapi farmakologi utama untuk Skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk memonitoring efek samping penggunaan obat antipsikosis pada pasien Skizofrenia di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada efek samping ekstrapiramidal yang timbul pada penggunaan obat antipsikosis risperidon sebesar (63.3%) sedangkan Efek samping penggunaan obat haloperidol yaitu tremor sebanyak (23.3%). Efek samping penggunaan obat clozapin yaitu hipersalivasi sebanyak (6.7%). Obat yang paling aman di konsumsi yaitu Clozapin.
Perbandingan Kadar Alkaloid Total Pada Eksudat, Infusa Dan Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Rizki Nugrahani; Intan Nurani Ikhsan; Dahlia Andayani
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1107

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah yang sangat mudah ditemukan karena mudah dibudidayakan. bagian dari tanaman pepaya khususnya bagian daunnya memiliki manfaat tersendiri untuk pengobatan. Manfaat daun papaya salah satunya dapat mengobati penyakit malaria. Dau pepanya mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid yang mampu menghambat pertumbuhan Plasmodium sp yang merupakan genus protozoa parasit yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Penelitian ini bertuajuan untuk mengetahui kadar alkaloid total pada eksudat, rebusan dan ekstrak etanol pada daun pepaya (Carica papaya L.) dan dapat mengetahui pengaruh pengolahan sampel yang berbeda terhadap kadar alkaloid total yang diperoleh. Pengujian kadar alkaloid total pada penelitian ini menggunakan metode gravimetri. Kadar alkaloid pada sampel daun papaya di ukur dari tiga jenis sampel proses dengan cara di maserasi sehingga mengasilakan ekstrak kental, dip eras untuk memperolah eksudat dan di buat dalam benuk cairan infusa . Masing-masing sampel untuk setiap perlakuan diuji sebanyak 5 gram dengan replikasi 3 kali untuk setiap sampel. Perhitungan kadar alkaloid total dihutung menggunakan rumus gravimetrik yaitu dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus gravimetri dimana data yang didapatkan berupa bobot konstan . Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar alkaloid total eksudat adalah 8,273% (8,273 g/5 g), rebusan sebanyak 4,38% (4,38 g/5 g) dan ekstrak etanol yaitu 26,115% (26,115 g/5 g). kesimpulan yang diperolah dalam penelitian ini bahwa jenis sampel yang berbeda mempengaruhi hasil kadar alkaloid total yang dihasilkan.

Page 11 of 20 | Total Record : 191