cover
Contact Name
Vina Maria Ompusunggu
Contact Email
vinaompusunggu@gmail.com
Phone
+6281361671189
Journal Mail Official
jurnal.curere@universitasquality.ac.id
Editorial Address
Jl. Ngumban Surbakti No 18 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL CURERE
Published by Universitas Quality
ISSN : 25979507     EISSN : 25979515     DOI : http://dx.doi.org/10.36764/jc.v6i1
Core Subject : Education,
This journal contains writings on the results of research in the field of Teacher Training either from Universitas Quality Lecturers and or from the others. The scopes of the research includes curriculum, teaching- learning, evaluation, quality education, management, and education technology.
Articles 283 Documents
ANALISIS PERAN ANTARA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN LITERASI DIGITAL DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR DI LINGKUNGAN SEKOLAH Muhammad Daliani; Vera Dewi Kartini Ompusunggu; Silvani Chindy Lawken Br Tarigan
JURNAL CURERE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v6i2.833

Abstract

Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Akan tetapi manfaat dan kegunaan perpustakaan dilingkungan sekolah sudah mulai berkurang akibat kemajuan teknologi dengan adanya pemerolehan komunikasi dan informasi dari dunia digital.Didalam proses belajar mengajar kegiatan membaca merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Kegiatan membaca dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu cara tradisional dan modern. Cara tradisional merupakan proses kegiatan membaca dan mencari informasi dengan menggunakan buku bacaan yang dapat diperoleh diperpustakaan, sedangkan cara modern merupakan proses kegiatan membaca dan mencari informasi dengan media digital yang dapat diakses pada handphone maupun komputer seperti e-library dan google. Pencarian informasi dengan menggunakan media digital biasa disebut dengan literasi digital.Dengan demikian dari kedua peran diatas pengamatan antara kedudukan perpustakaan dengan kemajuan teknologi pada literasi digital memiliki dampak negatif terhadap penggunaannya dilingkungan sekolah khususnya dalam kegiatan belajar mengajar.Adapun penelitian ini akan dilaksanakan pada satuan pendidikan SMK Swasta Ar -Rahman  Medan dengan populasi seluruh siswa satuan pendidikan SMK Swasta Ar -Rahman Medan dengan populasi pengamatan siswa Kelas X SMK Swasta Ar - Rahman Medan yang terdiri dari 125 siswa pada 5 kelas akan tetapi sampel yang diamati dipilih secara Sampling Random dengan pemilihan sampel 40 siswa dan 1 orang tenaga perpustakaan. Siswa kelas XI yang tidak dapat diikutsertakan dikarenakan sedang melaksanakan PKL dan kelas XII yang telah selesai melaksanakan Proses KBM. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan berupa teknik wawancara dan pemberian angket terhadap pengelola perpustakaan sekolah, Walikelas X, serta pemberian angket pada para siswa.  Data yang diperoleh dianalisis mengunakan Rumus T-Test Independent pada aplikasi SPSS, kemudian data tersebut dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hipotesis sementara menunjukkan bahwa perubahan teknologi mempengaruhi gaya membaca siswa dengan menggunakan literasi digital dibandingkan literasi buku yang mengharuskan siswa ke perpustakaan sekolah serta dalam proses kegiatan belajar mengajar guru lebih memberikan hal positif terhadap literasi digital yang dapat diakses didalam kelas saja dibandingkan harus ke perpustakaan sekolah.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PETA KONSEP PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR MATEMATIKA SD DITINJAU DARI KOMUNIKASI MATEMATIKA PRODI PGSD UNIVERSITAS QUALITY BERASTAGI Novi Tari Simbolon; Ratna Wahyuni
JURNAL CURERE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v6i2.831

Abstract

Mathematical communication ability is a very important cognitive ability to be measured in mathematics. This ability is in fact still relatively low. Students still have difficulty when working on story problems so as to improve communication skills using concept map-based mathematics learning. There are various factors that cause students' success in learning mathematics, one of which is the most basic, namely the way educators deliver learning material, how to deliver material that is considered inappropriate so that it has an impact on students' mathematics learning outcomes. Learning mathematics with lectures until now still dominates, so that students do not play an active role in learning. students tend to be bored and bored during learning because when educators enter class, they immediately encourage students to follow the learning path delivered by the teacher. Educators without prior to introducing mathematical concepts to be studied, students become confused and less interested in participating in teaching and learning activities. The basic solution offered from these problems is that educators are required to be able to create a creative learning model that can help students understand each material. One learning model that involves the creativity of students so that they can create ideas from each learning material so that it is expected to improve mathematics learning outcomes is a concept map-based learning model. Learning by applying concept maps, students become more motivated in learning, do not feel bored, and student activities are increasing, namely students are able to communicate what they find and can solve problems well.
PEMBELAJARAN E-LEARNING DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PGSD MATA KULIAH PENDIDIKAN PKN KELAS RENDAH T.A. 2021 UNIVERSITAS QUALITY BERASTAGI Johannes Keliat; Bunga Fisikanta Bukit; Susanti Br Sinaga
JURNAL CURERE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v6i2.858

Abstract

E-Learning yang diartikan sebagai materi pembelajaran atau pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronik. Jadi dengan demikian dalam e learning siswa tidak hanya belajar dari internet saja akan tetapi juga dari sumber lain seperti video dan audio. Motivasi sebagai kekuatan mental individu, memiliki tingkatan. Motivasi dapat dibedakan 2 jenis yaitu: motivasi primer dan motivasi sekunder. Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. perilaku motivasi sekunder terpengaruh oleh adanya sikap. Ciri-ciri sikap yakni merupakan kecenderungan berpikir, merasa, bertindak. Motivasi seseorang dapat bersumber dari dalam diri sendiri yang dikenal sebagai motivasi internal dan dari luar seseorang yang dikenal sebagai motivasi eksternal. Fungsi motivasi dalam belajar 1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan, 2) Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya, 3) menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Disamping itu motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seorang yang belajar akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Untuk mengembangkan potensi Mahasiswa perlu diterapkan sebuah model pembelajaran inovatif. Dalam mempersiapkan pembelajaran para pendidik (Dosen) harus memahami karakteristik materi pembelajaran, peserta didik, serta memahami metodologi pembelajaran sehingga proses pembelajaran akan bervariatif dan inovatif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga akan meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Evaluasi pengajaran merupakan suatu komponen dalam sistem pengajaran. Fungsi utama evaluasi dalam kelas adalah untuk menentukan hasil-hasil urutan pengajaran. Hasil-hasil dicapai langsung bertalian dengan penguasaan tujuan-tujuan yang menjadi target. Data subjek penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Quality Berastagi Mata Kuliah Pendidikan PKn Kelas Rendah sebanyak 66 orang. Data ini didapat dari data sekunder berupa Daftar Hadir Mahasiswa, dari anggota populasi sebanyak 66 orang diambil keseluruhan menjadi sampel penelitian. Untuk menjaring data penelitian ini digunakan angket. Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Penelitian yang digunakan adalah penelitian expost facto yang bersifat korelasional dengan pendekatan kuantitatif non eksperimental. Dari hasil penelitian menggunakan analisis korelasi product moment diperoleh r hitung sebesar = 0.007502927 taraf signifikansi 5 % pada tabel r product moment dengan jumlah sampel 66 orang dan dk = n-2 adalah 0,0000010374 , dengan demikian harga r hitung > r tabel, serta didapatkan nilai signifikansi (uji dua pihak) sebesar 0,05.   Kata Kunci : Pembelajaran E – Learning, Motivasi Berprestasi, Hasil Belajar.   
PENGARUH PENGGUNAAN KAFEIN TERHADAP VO2Max DAN DENYUT NADI SETELAH LATIHAN PADA ATLET JUNIOR KARO TAEKWONDO CLUB Julius Boy Nesra Basgimata Barus; Janwar Frihasan Sinuraya; Tommy Hejeprinta
JURNAL CURERE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v6i2.920

Abstract

Coffee is a psychostimulant drink used by athletes as a supplement when they are training, because the coffee content affects physical activity with the content of the CNS in it. In addition, the methylxanthine group contained in caffeine has an effect on increasing heart rate and frequency. So that the positive benefits arising from the use of coffee became the basis for conducting this research. The purpose of this study was to determine the effect of caffeine use on VO2max and pulse rate after exercise in Junior Karo Taekwondo Club athletes. This research is an experiment with a research design "pre-post control group design". The sample in this study used the slovin formula, so that a total sample of 60 participants was obtained. This treatment was given 12 meetings and in a week there were 3 meetings. This pulse measurement will use an oximeter. The results of this study, the average value of VO2max based on the fatigue time of the control group was 30.5612 ml/kg/minute, the treatment group was 33.8532 ml/kg/minute. Meanwhile, VO2max based on the control group's pulse was 135.501 times/minute ml/kg/minute, the treatment group was 140.145 ml/kg/minute (T-paired test data analysis with 95% significance). The average post-test pulse rate for the control group was 135,401 times/minute, the treatment group was 140,145 times/minute. The pulse recovery time was obtained when the average pretest pulse rate was 85.8 beats/minute, the control group reached the initial value at the 14th minute, while the treatment group reached the initial value at the 10th minute after exercise.
ANALISIS KESULITAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN PECAHAN BERPENYEBUT TIDAK SAMA Frikson Jony Purba
JURNAL CURERE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v6i2.816

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada hari Kamis 16 Juni 2022 yang bertujuan untuk menentukan gambaran kemampuan siswa, mengetahui kesulitan belajar siswa, dan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar siswa SD RK FR. XAVERIUS Namorambe  Tahun Ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan  wawancara.  Dimana jumlah soal tes  berjumlah 5 soal dimana tes bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan siswa dan  wawancara berjumlah 10 butir pernyataan dimana angket bertujuan untuk mencari faktor kesulitan belajar siswa. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka gambaran kemampuan siswa didapat pada kategori rendah yaitu sebesar 58,44. Hasil tersebut diperoleh dari menghitung nilai rata-rata 32 orang setelah diberi soal tes sejumlah 5 soal. Sedangkan kesulitan belajar siswa dapat ditentukan dengan rumus : P =  x 100%. Dimana P adalah Persentase Jawaban, f adalah frekuensi jawaban salah, dan N adalah banyaknya siswa. Sehingga diperolah hasil kesulitan siswa adalah 68,12%. Dan untuk mendapatkan factor kesulitan belajar siswa dapat diperoleh dengan memberikan wawancara yang isinya adalah 10 pernyataan yang diberikan kepada siswa yang nilainya dibawah KKM. Berdasarkan analisis yang dilakukan dari jawaban angket siswa maka dapat disimpulkan bahwa faktor kesulitan belajar siswa memliki 2 faktor yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal atau faktor yaitu seperti siswa kurang paham dalam pembelajaran operasi hitung penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama atau siswa tidak menguasai konsep, faktor eksternal yaitu siswa tidak diajari atau diarahkan oleh orang tua saat belajar dirumh, dengan adanya internet siswa lebih suka mencari jawaban dariinternet sehingga membuat siswa menjadi malas dalam berpikir. 
MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMA NEGERI 2 KABANJAHE Aser Paul Nainggolan; Rizki Bastanta B Manalu; Rut Alisia Br Ginting
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.965

Abstract

The purpose of this study was to analyze students' interest in participating in physical education learning at SMA Negeri 2 Kabanjahe, Karo Regency. This research is a quantitative descriptive study using survey methods. As for the respondents in this study, there were 32 students in class X SMA Negeri 2 Kabanjahe. To answer the research questions used a questionnaire instrument. While the data analysis technique used is frequency in the form of a percentage. The results showed that the interest of SMA Negeri 2 Kabanjahe students in participating in physical education learning was included in the high category of 22 students or 68.75%. Students' interest in participating in physical education learning at SMA Negeri 2 Kabanjahe is in the very high category of 3 students or 9.38%, while 5 students or 15.63%, low and very low are 1 student or 3.13% respectively. Intrinsic factors and extrinsic factors support students' interest in participating in physical education learning.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA BAHASA TOBA, KARO, DAN MANDAILING PADA PERANTAU DI KOTA MEDAN Frida Dian Handini; Tania Mauluddya
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1018

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualiatif yang bertujuan untuk melihat penggunaan alih kode dan campur kode pada penutur Bahasa Toba, Karo, dan Mandailing oleh perantau di Kota Medan. Subyek dari penelitian ini adalah perantau yang berasal dari kabupaten Toba, perantau yang berasal dari kabupaten Karo, dan yang berasal dari kabupaten Mandailing Natal yang sekarang berdomisili di kota Medan. Objek dari penelitian ini adalah tuturan Bahasa yang dituturkan oleh perantau dari kabupaten Toba, kabupaten Karo, dan kabupaten Mandailing Natal tersebut. Dalam pengumpulan data, peneliti akan melakukan observasi dan juga wawancara langsung kepada subyek penelitian serta teknik rekam untuk mendapatkan ujaran yang berisi alih kode dan campur kode. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan teknik analisis data yang dikenal dengan Interaktif Model oleh Miles, Huberman, dan Saldana yang terdiri dari beberapa tahapan analisis yaitu; a. pengumpulan data, b. penyingkatan data, pemaparan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih kode terjadi karena beberapa faktor yaitu, lawan bicara, topik pembicaraan, dan dimana terjadinya percakapan tersebut. Sedangkan pada campur kode, dari dua jenis campur kode hanya satu jenis yang ditemukan penggunaannya pada penelitian ini yaitu campur kode ke dalam.
KEMAMPUAN PENALARAN ALJABAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Juli Loisiana Butar-Butar; Wina Duwi Lara; Desi Alyya Putri
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.990

Abstract

Aljabar sebagai salah satu bidang kajian dalam Matematika belum diajarkan dalam konsep tertentu dalam pembelajaran sekolah dasar, namun konsep operasi hitung dan sifat-sifatnya sudah diajarkan. Pembelajaran aljabar membutuhkan kemampuan memahami konsep, simbol-simbol, operasi dan aturan-aturannya. Proses ini mengeksplorasi penalaran aljabar yang di dalamnya memuat keterampilan memahami pola-pola dan membuat generalisasinya. Pengenalan penalaran aljabar dalam tingkat sekolah dasar memerlukan kompetensi baru guru karena sebagian besar guru ini memiliki sedikit pengalaman dengan aspek penalaran aljabar yang kaya dan terhubung. Penelitian ini bertujuan memperkenalkan dan menerapkan penalaran aljabar sesuai dengan materi yang sudah diajarkan di sekolah dasar sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar Matematika. Penelitian ini menggabungkan kerangka poin dan level penalaran aljabar bersesuaian dengan objek penelitian. Penyampaian materi dan soal akan mendorong siswa untuk memahami dan mengaplikasi penalaran aljabar dalam memahami lebih dalam materi Matematika yang sudah dipelajari sebelumnya.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS VIII SMP SUCI MURNI Siti Rakiyah; Hasni Suciawati; Nisa Putri Parinduri
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.961

Abstract

Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Tujuan penggunaan model pembelajaran sebagai strategi bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih, bijaksana dan membangun keterampilan sosial serta komitmen. Model pembelajaran tipe CIRC merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang merupakan komposisi terpadu membaca dan menulis secara kooperatif (kelompok). Yaitu membaca materi yang diajarkan dari berbagai sumber dan selanjutnya menuliskannya ke dalam bentuk tulisan yang dilakukan secara kooperatif. Model ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk membaca dan menerima umpan balik dari kegiatan membaca yang telah dilakukan.  Kemampuan menulis cerpen sebenarnya telah dimiliki oleh siswa pada jenjang SD, tetapi tidak semua siswa mampu dan terampil menulis cerpen. Sampai saat ini, masih banyak siswa yang kesulitan ketika diminta untuk menuangkan pikiran melalui cerita pendek. 
HUBUNGAN KINERJA GURU DI MASA PERALIHAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 040443 KABANJAHE TAHUN AJARAN 2022/2023 Juwita Tindaon; Veronika Br Sembiring
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.983

Abstract

The problem in this study was that the students' Internship learning outcomes were less than optimal. The samples in this study were fifth grade students, totaling 30 students. The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between teacher performance during the transitional period of the independent learning curriculum towards student learning outcomes in class V science subject, Public Elementary School 040443 Kabanjahe, Academic Year 2022/2023. This type of research is product moment correlation. Data analysis used uses the Product Moment Correlation formula. Based on the analysis of the data, it was obtained an overview of the work performance of the teachers of the State Elementary School 040443 Kabanjahe for the 2021/2022 Academic Year, the average value was 59.60, which was included in the poor category. An overview of the results of learning science for class V students at Public Elementary School 040443 Kabanjahe for the 2021/2022 Academic Year obtained an average value of 75.93, including the quite capable category. There is a significant relationship between teacher work performance and science learning outcomes for fifth grade students at Public Elementary School 040443 Kabanjahe for the 2021/2022 academic year, because the t value in calculation = 4.942 > t in table = 2.05.