cover
Contact Name
Vina Maria Ompusunggu
Contact Email
vinaompusunggu@gmail.com
Phone
+6281361671189
Journal Mail Official
jurnal.curere@universitasquality.ac.id
Editorial Address
Jl. Ngumban Surbakti No 18 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL CURERE
Published by Universitas Quality
ISSN : 25979507     EISSN : 25979515     DOI : http://dx.doi.org/10.36764/jc.v6i1
Core Subject : Education,
This journal contains writings on the results of research in the field of Teacher Training either from Universitas Quality Lecturers and or from the others. The scopes of the research includes curriculum, teaching- learning, evaluation, quality education, management, and education technology.
Articles 283 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) TERHADAP HASIL BELAJAR KONSEP DASAR IPA MAHASISWA Dedi Holden Simbolon; Eka Kartika Silalahi; Rinaldy Sianturi
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.995

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan berfikir secara optimal, memperhatikan latar belakang kemampuan pemecahan masalah dengan strategi konflik kognitif dalam perubahan konseptual adalah model pembelajaran (Predict-Observe-Explain) POE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar konsep dasar IPA mahasiswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran POE dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalen post-test only control group design. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diuraikan simpulan sebagai berikut. Terdapat perbedaan hasil belajar konsep dasar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE dan model pembelajaran konvensional (F=28,177; p<0,05). Terdapat perbedaan hasil belajar konsep dasar IPA antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestetika (F=11,573; p<0,05). Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar konsep dasar IPA dan sikap ilmiah siswa (F=11,000;p<0,05). Terdapat perbedaan hasil belajar konsep dasar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE dan model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki gaya belajar visual (F=23,912; p<0,05). Terdapat perbedaan hasil belajar konsep dasar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE dan model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki gaya belajar auditori (F=0,452; p<0,05). Terdapat perbedaan hasil belajar konsep dasar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE dan model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki gaya belajar kinestetika (F=25,991; p<0,05). Hal ini menyatakan bahwa model pembelajaran POE dapat meningkatkan hasil belajar konsep dasar IPA pada siswa.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA MENGERJAKAN OPERASI HITUNG PEMBAGIAN BILANGAN NEGATIF DUA ANGKA Frikson Purba
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui  gambaran kemampuan siswa, mengetahui kesulitan yang dialami siswa dan factor penyebab kesulitan siswa dalam mengerjakan operasi hitung pembagian bilangan negative dua angka.. Penelitian akan dilasanakan di SD Negeri 101810  Biru-biru Tahun Ajaran Tahun Ajaran 2022/2023. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini karena hasil belajar mengerjakan operasi hitung pembagian bilangan negatif dua angka kurang maksimal. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 24 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan test dan wawancara dan. Soal  berjumlah 5 butir pernyataan serta wawancara juga memiliki 5 butir pertanyaan. Untuk menganalisis data digunakan rumus persentase P=(F/N) x 100% dimana P adalah persentasi dari respon mahasiswa sedangkan F adalah frekuensi dari setiap jawaban/respon mahasiswa dan N adalah jumlah mahasiswa. Setelah melakukan penelitian maka diperoleh hasil gambaran kemampuan siswa dalam belajar diperolehnya nilai rata-rata 61,25 dan termasuk dalam kategori kurang mampu, gambaran kesulitan belajar siswa adalah siswa tidak terlalu begitu menyukai pembelajaran operasi pembagian negatif bilangan dua angka, kurang pahamnya siswa terhadap langkah-langkah dalam pengerjaannya pembagian tersebut, serta masih adanya siswa yang belum mengahafal pembagian dan faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada siswa adalah faktor internal yaitu bakat dan minat, motivasi dan semangat belajar, hiperaktif dan siswa belum memahami materi dengan baik, sedangkan faktor eksternalnya yaitu guru jarang memeriksa atau menilai hasil belajar siswa yang telah dikerjakannya siswa dikelas, dan cara mengajar guru masih kurang tepat dalam pembelajaran yang diajarkannya.
PEMANFAATAN FOLKLOR (CERITA RAKYAT) SEBAGAI SUMBER DAN MEDIA BELAJAR BAGI SISWA Krista Surbakti; Endalina Br Karo Sekali; Barcly Rebin Sembiring
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1044

Abstract

Folklore is the determine the culture of implementing social learning by using method and to find out the difficulties of the students in completing addition and subtraction material in mathematics subject at level A. This research used a qualitative descriptive research method. This research involved 1 supervisor at the Kumon Setia Budi Center tutoring in Medan and 5 students that studying at Kumon Setia Budi Center tutoring who were at level A.The results of the research are as follows: 1. The learning process of level A mathematics subject at Kumon is 1) Initial activities: greeting, checking homework, giving grades: 2) Core activities: guiding homework, students working on worksheets, guiding working on worksheets: 3). Final activity: giving evaluation, giving homework. 2 The difficulties that faced by the students in completing the addition and subtraction material of mathematics subjects at level A are the students have difficulty using the concept, students have difficulty in completing the addition material, and students have difficulty in adding the two numbers are presented randomly.
MANFAAT POWERPOINT INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN DARING Yunistita Yunistita; Jainal Togatorop
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1070

Abstract

The learning process during the COVID-19 pandemic was diverted using an online system, where some adjustments had to be made to keep achieving maximum learning targets. One of the interesting learning media that can be used is the use of interactive PowerPoint applications which are proven to be able to increase students' interest and motivation, as well as improve their learning achievement.Interactive Powerpoint is an interactive slide that contains learning material so that users can use it to get information and knowledge from the media. The method of this literature study is a systematic review (systematic literature review). Based on the results of literature study research, that the use of interactive powerpoint as a learning media makes it easier for students to understand the subject matter, its use is practical, conveys information clearly because the presentation is more attractive so as to foster motivation and improve student learning outcomes.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWER POINT TERHADAP GURU DI SDN 066656 MEDAN SELAYANG Polintan Rehulina Sembiring; Paska Sriulina Tarigan; Marina Suri Br Parapat; Dilla Emaninta Tarigan
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.996

Abstract

AbstractThe rapid pace of technology is currently having an extraordinary impact on the world of education, both positive and negative, this depends on how educators and those who are educated use the technology. Effective teachers are certainly able to master subject matter and strategies as well as skills in using various kinds of good teaching media, one of which is using technology, but at this time there are still teachers who only use textbooks as the only learning media. In today's modern and all-technological era, listeners are required to be dynamic towards the rapidly developing technological developments. If the teaching system used by teachers is still conventional, it is feared that students will find it difficult to develop and keep abreast of technological developments in society. By utilizing this media technology, it is very easy for a teacher to convey his knowledge. Not only that, the use of technological media is also very useful for students to capture and understand lessons easily, power point learning media is one of them. This PowerPoint media is an alternative problem solving by developing Microsoft PowerPoint as a learning medium. The purpose of this research is to find out the description: Use of Power Point Based Learning Media for Teachers at SDN 066656 Medan Selayang. The population in this study were all teachers at SDN 066656 Medan Selayang, both civil servants and non-PNS, totaling 12 people. From the results of this study it can be concluded that the use of power point-based learning media for teachers at SDN 066656 Medan Selayang has very good criteria. The better the use of learning media, the better the teacher's performance. Keywords: Learning Media, Power Point Based
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAINWRITING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA Restio Sidebang; Rita Herlina Br PA
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1027

Abstract

This study aims to determine the influence of the Brain Writing learning model on the ability to write articles for semester 2 students of Quality University for the 2022/2023 academic year. This type of research uses quantitative methods that refer to a type of quasi-experimental research approach with a one-group pretest-posttest design method.The research subjects were 21 students. The research instrument for data collection is by essay test in the form of assignments, namely writing articles. Based on the research method, the research data is distinguished between before and after treatment using the Brainwiting model.The results of the data with the Shapiro Wilk test produced normally distributed data, homogeneous and non-homogeneous data, so that then a non-parametric test (Wilcoxon test) was used, the result of the significance t test of 0.00 was smaller than 0.005.There is a difference in the average results of student pretests before using the Brainwriting learning model and the average positive postest score, so it means that experimental class scores are better by using the Brainwriting learning model.The conclusion in this study is that the Brainwriting Learning Model affects the ability to write student articles.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA SWASTA BERSAMA BERASTAGI MELALUI RUMUS CEPAT PADA MATERI INTEGRAL Indah Simamora; Pepy Pebyola Br Tarigan
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.993

Abstract

Rumus cepat dalam matematika merupakan suatu hal yang popular di kalangan siswa. Mereka menggunakannya terutama saat mereka menghadapi ujian nasional atau ujian masuk perguruan tinggi. Rumus cepat menjadi strategi mereka dalam mensiasati ujian-ujian tersebut. Walaupun rumus cepat itu merusak konsep dasar yang sudah dibangun di sekolah namun hasilnya ternyata bisa diandalkan. Banyak siswa berhasil mendapatkan nilai ujian nasional matematika yang tinggi dan banyak juga siswa yang berhasil lolos ujian masuk perguruan tinggi favorit. Materi integral merupakan materi yang sulit dipahami dan tergolong soal HOTS. Sementara siswa dituntut untuk menjadi problemsolver, yang mengharuskan siswa memiliki pengetahuan yang kompleks, keterampilan, dan perilaku yang pantang menyerah dalam usaha    memecahkan masalah. Selain banyak latihan menjawab soal, dibutuhkan suatu strategi rumus   cepat untuk meningkatkan nilai matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMA Swasta Bersama Berastagi pada materi integral tak tentu dan tentu aljabar dengan metode rumus cepat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus, yang disetiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas XII SMA Swasta Bersama Berastagi Tahun Pelajaran 2022/2023 mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan menerapkan rumus cepat pada materi integral saat kegiatan pembelajaran. Dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar Siklus I adalah 15 siswa (53,57%) tuntas, dan 13 siswa (46,43%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 71,25 dan Siklus II terdapat 23 siswa (82,14%) tuntas, dan 5 siswa (17,86%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 86,79. Peningkatan ketuntasan belajar dari Siklus I ke Siklus II 28,57%.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN NORMATIF DAN PRODUKTIF TERHADAP SISWA KEJURUAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN PADA SMK HASANUDDIN MEDAN Muhammad Daliani; Vera Dewi Kartini Ompusunggu; Silvani Chindy Lawken Br Tarigan
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1000

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, daya saing didunia kerja sangatlah besar. Oleh karena itu perlulah menyiapkan penerus bangsa yang memiliki output yang sangat baik sehingga dapat bersaing didunia kerja pada saat ini. Pendidikan merupakan dasar kemampuan yang harus dimiliki seseorang agar mampu menjadi income keberhasilan pada saat ini. Sehingga dunia pendidikan formal harus memiliki kinerja mutu bagi lulusan yang dihasilkan. Pendidikan formal yang ada di Indonesia terdiri atas pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD/MI), sekolah menengah petama (SMP/MTs) dan sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA/MAK). Pendidikan yang paling akhir sesuai Standar Pendidikan Nasional ada pada sekolah menengah atas. Pendidikan formal pada masa sekolah menengah atas terdiri dari SMA, SMK, MA dan MAK. SMK adalah sekolah menengah kejuruan, MA adalah madrasah aliyah (yang mengarah pada Pendidikan keagamaan), dan MAK adalah madrasah aliyah kejuruan (yang mengarah pada Pendidikan keagamaan kejuruan). Berdasarkan hasil survei Pendidikan menyatakan bahwa SMK lebih banyak diminati ketimbang SMA, yang dinyatakan dengan lulusan SMP/ MTs sebesar 49,4 % memilih melanjutkan pendidikan formal ke SMK, 43% memilih melanjutkan ke SMA, 5,2% memilih sekolah lainnya dan 2,4 % memilih tidak menjawab. Sekolah menengah kejuruan menciptakan lulusan yang dapat siap terjun didunia kerja hal inilah yang menjadikan kemungkinan bahwa lulusan SMP/MTs lebih memilih melanjut kedalam pendidikan formal SMK. Menurut Darmin (mantan Gubernur Bank Indonesia), 2016, menyatakan bahwa ada 144 kompetensi keahlian SMK di Indonesia. Dari jumlah itu, ada 5 jurusan dengan siswa terbanyak salah satunya adalah jurusan teknik komputer dan jaringan (TKJ) sebanyak lebih dari 587 ribu siswa, jurusan akuntansi (AK) sebanyak 430 ribu siswa, administrasi perkantoran (AP) lebih dari 428 ribu siswa, jurusan teknik sepeda motor (TSM) sebanyak 270 ribu siswa, dan teknik kendaraan ringan (TKR) dengan lebih dari 574 ribu siswa. Sehingga jurusan yang paling besar peminat memasuki SMK ada pada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Didalam mata pelajaran yang diampu oleh pendidikan formal SMK terdiri atas mata pelajaran normatif dan produktif tanpa terkecuali juga pada jurusan TKJ. Jurusan teknik komputer dan jaringan (TKJ) juga mengampu kelompok mata pelajaran normatif dan produktif. Kelompok mata pelajaran normatif terdiri atas mata pelajaran umum sedangkan produktif terdiri atas mata pelajaran kejuruan. Berdasarkan informasi diatas maka peneliti akan melakukan penelitian terkait motivasi yang dimiliki peserta didik antara kelompok mata pelajaran normatif dengan produktif pada jurusan yang terbesar yaitu Teknik Komputer dan Jaringan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah SMK Hasanuddin Medan pada jurusan TKJ pada kelas X, XI dan XII. Penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya diperoleh dari wawancara dan kuiseoner (angket pertanyaan). Subjek penelitian terdiri atas 65 siswa. Prosedur penelitiannya dilakukan secara online menggunakan Google Form. Kemudian data tersebut dianalisis melalui pengolahan data (menggunakan aplikasi SPSS) dan penarikan kesimpulan. Hipotesis sementara yakni menunjukkan bahwa para siswa lebih tertarik dan termotivasi mengikuti mata pelajaran yang produktif dibandingkan mata pelajaran normatif
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA FKIP BAHASA INGGRIS UQB DALAM PENGEMBANGAN MATA KULIAH ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES (ESP) LEARNING MATERIALS UNTUK TUJUAN KHUSUS. Elisabeth R L Sinaga; Theresia Agatha Br Sembiring
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1036

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah skripsi mahasiswa yang mengusung tema pengembangan bahan ajar berbasis ESP (English for Specific Purposes) menumbuhkan iklim positif dalam khasanah penulisan skripsi di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian dengan topik tersebut semakin bertambah kuantitasnya dari waktu ke waktu. Bahan ajar yang berbasis ESP merupakan bahan ajar yang spesifik, ciri utamanya adalah bahwa bahan ajar tersebut disusun dan dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan (needs analysis). Sebagai komponen pokok dan pijakan utama dalam mengembangkan bahan ajar, analisis kebutuhan memegang peranan penting demi terwujudnya bahan ajar yang efektif dan berbobot. Ada beberapa prinsip dan model analisis kebutuhan yang diajukan oleh beberapa pakar ESP. Dalam pelaksanaan, idealnya mahasiswa memilih salah satu model yang sesuai dengan setting dan karakteristik pembelajar dan proses pembelajaran di situsasi target. Selain pelaksanaan analisis kebutuhan, proses pengembangan dan pengorganisisasian bahan ajar merupakan komponen krusial lainnya yang perlu dipertimbangkan. Hal ini menjadi pertimbangan penting ketika dalam eksekusi riilnya seringkali konsep dan prinsip dasar ini tidak diakomodasi secara maksimal. Disamping itu, identifikasi detail-detail informasi yang perlu diakomodasi dalam melakukan analisis kebutuhan tidak jarang antara mahasiswa satu dan lain memiliki pemahaman yang berbeda. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini urgen untuk dilakukan dengan tujuan 1) mengidentifikasi persepsi mahasiswa dalam melakukan needs analysis meliputi tantangan dan cara mengatasinya, 2) mengeksplorasi persepsi mahasiswa dalam penyusunan materi ajar pembelajaran Bahasa Inggris untuk tujuan khusus, dan 3) memetakan faktor-faktor yang menjadi kelemahan dan kelebihan yang dirasakan mahasiswa selama berproses menyusun bahan ajar berbasis ESP tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dimana data yang akan diambil dalam bentuk data kualitatif berupa ujaran diambil dari wawancara dan juga data kuantitatif yang berupa angka angka yang diambil dari kuesioner yang semuanya akan dianalis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberi informasi yang rinci terkait dengan persepsi mahasiswa dalam mengembangkan English for Specific Purposes (ESP) Learning Materials. Luaran dari penelitian ini adalah sebuah inventori/acuan tentang persepsi mahasiswa dalam mengembangkan bahan ajar berbasis ESP sehingga mahasiswa PBI yang akan menulis skripsi dengan mengusung tema tersebut memiliki bekal awal dan panduan rinci untuk memudahkan proses penulisan skripsi mereka, disamping itu hasil dari penelitian ini akan didesiminasikan kepada pihak publikasi jurnal ilmiah nasional terakreditasi
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL (YOUTUBE) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD NEGERI 068007 KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN T. A 2022/2023 Siti Zahara H. Harahap; Rinci Simbolon
JURNAL CURERE Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Curere
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v7i1.1015

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh media audio visual (Youtube) terhadap hasil belajar siswa SDN 0608007 Kec. Medan Tuntungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di Semester Genap T. A 2022/2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 0608007 Kec. Medan Tuntungan dengan jumlah 54 siswa yang terdiri VA 24 siswa VB 26 siswa. Sampel penelitiannya kelas VA berjumlah 24 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil belajar siswa pada pretest di kelas ekprimen sebesar 46,14  sedangkan di kelas kontrol sebesar 48,14. Sedangkan hasil belajar siswa pada postest di kelas eksperimen sebesar 69,32 sedangkan di kelas kontrol sebesar 62,95. Dari hasil tersebut dapat dilihat peningkatan rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen sebesar 0,43 dan untuk kelas kontrol sebesar 0,29. Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci: Media Audiovisual, Youtube, Hasil Belajar