cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2025): Juli" : 11 Documents clear
Pengaruh Pemberian Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Computer Vision Syndrome Pekerja Administrasi Perkantoran RSDM Surakarta Fauzan, Ahmad Nur; Ismayenti, Lusi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.404

Abstract

Latar belakang: Komputer sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari untuk mempermudah dalam menjalankan pekerjaan administrasi. Kantor, sekolah, dan rumah menjadi lokasi utama penggunaan komputer. Bekerja dengan komputer dalam waktu lama dapat mengakibatkan gangguan computer vision syndrome (CVS). Survey di Amerika, mencatat 80% penggunaan perangkat digital lebih dari 2 jam/hari mengalami gejala CVS diantaranya yaitu nyeri leher dan bahu, ketegangan mata, penglihatan kabur, dan mata kering. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap pengetahuan computer vision syndrome pekerja administrasi perkantoran. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan quasi esperiment two groups pretest-posttest design. Partisipan berjumlah 60 orang yaitu seluruh pekerja administrasi perkantoran RSDM Surakarta. Partisipan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Edukasi tentang CVS diberikan kepada kelompok eksperimen dengan metoda pemutaran video edukasi sebanyak 3 kali selama 4 minggu. Pengetahuan CVS diambil dari kedua kelompok sebelum dan setelah edukasi, lalu hasilnya dibandingkan. Hasil: Pengetahuan CVS kelompok eksperimen berbeda signifikan antara sebelum dan setelah edukasi (p= 0,017), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan (p= 0,213). Pengetahuan CVS antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah kegiatan edukasi memiliki perbedaan signifikan (p= 0,000). Kesimpulan: Edukasi CVS menggunakan media video dapat memberikan dampak positif peningkatan pengetahuan para pekerja administrasi perkantoran di RSDM Surakarta. Kata kunci: computer vision syndrome, pekerja administrasi, video edukasi ____________________________________________________________________ Abstract Background: Computers have become a part of our daily lives to facilitate administrative work. Offices, schools, and homes are the main locations for computer use. Working with computers for extended periods can cause computer vision syndrome (CVS). A survey in America noted that 80% of digital device users who use their devices for more than 2 hours/day experience CVS symptoms, including neck and shoulder pain, eye strain, blurred vision, and dry eyes. Objective: To determine the effect of providing educational videos on the knowledge of computer vision syndrome among office administration workers. Method: A quasi-experiment with groups pretest-posttest design was conducted with participants. The participants numbered 60 people, namely all office administration workers at RSDM Surakarta. Participants were divided into two groups, namely the experimental and control groups. Education videos about CVS were given to the experimental group three times for four weeks. CVS knowledge was taken from both groups before and after education, then the results were compared. Result: CVS knowledge in the experimental group was significantly different between before and after education (p = 0.017), while in the control group there was no difference (p = 0.213). There was a significant difference in CVS knowledge between the experimental and control groups after the educational activity (p=0.000). Conclusion: CVS education using video media can have a positive impact on increasing the knowledge of office administration workers at RSDM Surakarta. Keywords: computer vision syndrome, administration workers, educational video
Komunikasi Antar Personal (KAP) Pada Hipertensi di Gampong Suka Damai Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh Khairunnisa; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin , Dharina
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.683

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat setiap tahun, dengan dampak serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Faktor risiko hipertensi mencakup usia, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan stres. Pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehat dan program edukasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hipertensi, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pemahaman dan keterbatasan waktu tenaga kesehatan. Tujuan: menganalisis peran komunikasi antar personal dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Gampong Suka Damai, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Metode: Analisa  data  pelaksanaan  pengabdian  kepada masyarakat  ini  dilakukan  secara  deskriptif  dikarenakan  tidak  ada  data kuantitatif  yang  dikumpulkan  selama  kegiatan  berlangsung.  Keberhasilan kegiatan ini diukur pada kehadiran dan keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini akan dilakukan di gampong Suka Damai kecamatan Lueng Bata kota Banda Aceh pada Januari 2025. Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruh masyarakat tanpa memandang usia. Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistik, rata-rata skor KAP pada Hipertensi mengalami peningkatan dari 7.1429 pada pre-test menjadi 12.5714 pada post-test. Nilai simpang baku menunjukkan dengan nilai 2.105 pada pre-test dan 1.982 pada post-test. Selain itu, nilai p-value sebesar 0.000 mengindikasikan bahwa perbedaan antara pre-test dan post-test sangat signifikan secara statistik (p< 0.05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman responden setelah dilakukan intervensi atau edukasi. Hasil ini menegaskan pentingnya edukasi dan komunikasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap hipertensi. Dengan meningkatnya pengetahuan, masyarakat dapat lebih baik dalam mencegah dan mengelola hipertensi, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi di masa depan. Kata kunci: hipertensi, komunikasi antar personal, pencegahan hipertensi _________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension or high blood pressure is a global health problem that is increasing every year, with serious consequences such as stroke, heart failure, and kidney failure. Risk factors for hypertension include age, unhealthy diet, physical inactivity, and stress. Prevention can be done through healthy lifestyle changes and educational programs. Interpersonal communication (IEC) plays an important role in increasing public awareness about hypertension, but still faces various challenges such as lack of understanding and limited time of health workers. Objective: to analyze the role of interpersonal communication in the prevention and management of hypertension in Gampong Suka Damai, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Method: Data analysis of the implementation of this community service was carried out descriptively because there was no quantitative data collected during the activity.  The success of this activity is measured by the attendance and activeness of the participants during the activity. This activity will be carried out in Suka Damai village, Lueng Bata sub-district, Banda Aceh city in January 2025. The target of this activity is the entire community regardless of age. Result: Based on the results of statistical analysis, the average score of IEC in Hypertension has increased from 7.1429 in the pre-test to 12.5714 in the post-test. Standard deviation shows a value of 2.105 in the pre-test and 1.982 in the post-test. In addition, the p-value of 0.000 indicates that the difference between pre-test and post-test is highly statistically significant (p < 0.05). Conclusion: This shows an increase in respondents' understanding after intervention or education. This result confirms the importance of education and communication in improving people's understanding and awareness of hypertension. With increased knowledge, people can better prevent and manage hypertension, thereby reducing the risk of complications in the future. Keywords: hypertension, interpersonal communication, hypertension prevention
Peningkatan Efektivitas Pelaporan Rekam Medis Pada SIRS Online Melalui Simplifikasi Sistem di RSUD Salatiga Anindya Sarathi, Fitri; Sari Wardani, Ratih; Prasetyo, Aljuned; Astuti, Rahayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.721

Abstract

Latar belakang: Penerapan sistem informasi rekam medis elektronik (SIRS Online) di rumah sakit telah menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, implementasi sistem ini tidak lepas dari tantangan, terutama terkait dengan penggunaan, pelatihan, dan infrastruktur. Tujuan: Untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan dampak penggunaan SIRS online di RSUD Kota Salatiga. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, visitasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan evaluasi. Wawancara dilakukan terhadap enam petugas rumah sakit yang terlibat dalam penggunaan SIRS Online dan kuesioner yang dibagikan kepada petugas lainnya. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa SIRS Online meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan pengambilan keputusan medis. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia terlatih, gangguan teknis, dan ketergantungan pada konektivitas internet yang masih menjadi masalah utama. Penggunaannya juga belum sepenuhnya terintegrasi antar unit rumah sakit. Kesimpulan: SIRS Online memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pelayanan medis, perbaikan dalam pelatihan, integrasi sistem, dan infrastruktur sangat diperlukan untuk memaksimalkan manfaatnya. Simplifikasi antarmuka dan perbaikan konektivitas juga direkomendasikan untuk mengatasi kendala yang ada. Kata kunci: SIRS, rekam medis, sistem pelaporan, rumah sakit _________________________________________________________________________ Abstract Background: The implementation of an electronic medical records information system (SIRS Online) in hospitals has been a significant step in improving the efficiency and quality of healthcare services. However, implementation of this system is not without challenges, particularly related to usage, training, and infrastructure. Objective: To determine the advantages, disadvantages, and impact of using SIRS online at Salatiga City Hospital. Method: This community service activity was conducted in several stages: preparation, visitation, interviews, completion of questionnaires, and evaluation. Interviews were conducted with six hospital staff members involved in the use of SIRS Online, and questionnaires were distributed to other staff members. Result: SIRS Online increases efficiency, data accuracy, and medical decision-making. However, obstacles such as limited trained human resources, technical disruptions, and dependence on internet connectivity remain major issues. Its use is also not fully integrated across hospital units. Conclusion: SIRS Online has made a positive contribution to the quality of medical services; improvements in training, system integration, and infrastructure are essential to maximize its benefits. Interface simplification and connectivity improvements are also recommended to address existing challenges. Keywords: SIRS, medical records, reporting system, hospital
Edukasi Terapi Senam Otak Untuk Pencegahan Dini Demensia (Alzheimer) Pada Lansia Fatmawati, Dewi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.728

Abstract

Latar belakang: Pelayanan pasien geriatri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong semakin meningkat yang melakukan pemeriksaan dan kontrol rutin serta melakukan rehabilitasi medis. Dalam hal ini perlu upaya khusus dan berkesinambungan dalam mempertahankan tingkat kesehatan yang prima yaitu dengan memberikan edukasi tentang demensia dan senam otak dapat membantu meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga lansia untuk melakukan pencegahan dini kasus demensia, sehingga kegiatan edukasi bersama tim PKRS dan tim geriatri dilakukan di Poli Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Mayong dengan peserta pasien geriatri dan keluarga. Tujuan: Memberikan edukasi kepada lansia di Poli Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara tentang pentingnya pencegahan dini demensia salah satunya dengan senam otak. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif tentang demensia dan simulasi praktik langsung senam otak. Hasil: pada saat dilakukan pre test dan post test sebelum dan sesudah  dilakukan edukasi tentang pengetahuan didapatkan   hasil kategori pengetahuan sebelum dilakukan edukasi sebagian kurang sebesar 70,2%, sedangkan setelah dilakukan edukasi kategori pengetahuan lansia meningkat sebagian besar cukup sebesar 37,8%. Kesimpulan: Intervensi yang diberikan untuk pencegahan dini akan penyakit  demensia (alzheimer) salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan senam otak. Senam otak memiliki berbagai manfaat antara lain untuk mencegah kemunduran fungsi kognitif, menurunkan tingkat stress pada lansia,  meningkatkan fungsi memori dan meningkatkan kesehatan mental lansia. Kata kunci: dimensia, lansia, terapi senam otak ____________________________________________________________________ Abstract Background: The demand for geriatric patient services at PKU Muhammadiyah Mayong Hospital is increasing, which involves routine checks and medical rehabilitation. In this case, special and continuous efforts are needed to maintain a prime level of health, namely by providing education about dementia and brain gymnastics can help improve the knowledge of elderly patients and families to carry out early prevention of dementia cases, so that educational activities with the PKRS team and the geriatric team were carried out at the Outpatient Clinic of PKU Muhammadiyah Mayong Hospital with geriatric patient participants and families. Objective: To provide education to the elderly at the Outpatient Clinic of PKU Muhammadiyah Mayong Hospital, Jepara, about the importance of early prevention of dementia, one of which is through brain gymnastics. Method: The activity was carried out through interactive lectures on dementia and direct simulations of brain gymnastics practice. Result: When the pre-test and post-test were carried out before and after education on knowledge, the results of the knowledge category before education showed that some were lacking by 70.2%. After education, the elderly's knowledge category increased by most, by 37.8%. Conclusion: One of the interventions given for early prevention of dementia (Alzheimer's) can be done by doing brain gymnastics. Brain gymnastics has various benefits, including preventing cognitive decline, reducing stress levels in the elderly, improving memory function and improving the mental health of the elderly. Keywords: dementia, the elderly, brain gymnastics therapy
Peningkatkan Pengetahuan Tentang Diabetes Mellitus Melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu di SMA Toroh 1 Hafidzah, Sarah; Wardani, Ratih Sari; Chakim, Irfanul
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.731

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diabetes Mellitus (DM) menjadi ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, menciptakan beban signifikan bagi individu, keluarga, dan sistem kesehatan. Peningkatan kasus DM ini banyak dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan tidak sehat serta obesitas, yang kini juga memengaruhi anak-anak dan remaja, meskipun faktor genetik juga berperan. Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan tinggi gula dan rendah gizi, seperti bakso goreng dan gorengan, ditambah kurangnya aktivitas fisik, turut memperburuk risiko. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang mengintegrasikan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gula darah sewaktu dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Toroh 1 mengenai diabates mellitus. Metode: Metode pengabdian dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan, dengan media penunjang yang digunakan adalah leaflet, kegiatan diikuti dengan pemeriksaan kadar gula darah menggunakan easy touch. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Hasil: Remaja menunjukkan pemahaman yang baik terkait waspada diabetes mellitus. Hal ini dilihat dari sesi diskusi dan tanya jawab, dimana remaja aktif bertanya saat dilakukukan komunikasi dua arah oleh pengabdi dan remaja. Hasil pemeriksaan menunjukkan 90% remaja memiliki kadar gula darah normal. Kesimpulan: Hasil dari pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gartis di SMAN 1 Toroh yaitu sebagaian besar 90% siswa SMAN 1 Toroh memiliki kadar gula darah sewaktu yang normal. Secara keseluruhan, penyuluhan dan pemeriksaan gula darah sewaktu ini berhasil mengidentifikasi potensi risiko Diabetes Mellitus pada kelompok remaja dan sekaligus memberdayakan mereka dengan pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat Kata kunci: diabetes mellitus, gula darah sewaktu, penyuluhan kesehatan _________________________________________________________________________ Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a global health threat with a growing prevalence, creating a significant burden for individuals, families and health systems. This increase in DM cases has been attributed to unhealthy lifestyles and diets as well as obesity, which now also affects children and adolescents, although genetic factors also play a role. The habit of eating processed foods high in sugar and low in nutrients, such as fried meatballs and fried foods, coupled with a lack of physical activity, exacerbates the risk. Objective: To evaluate the effectiveness of an intervention integrating health counseling and blood glucose testing in improving Toroh 1 high school students' knowledge of diabetes mellitus. Method: The service method in this activity is health counseling, with the supporting media used is leaflets, activities followed by checking blood sugar levels using easy touch. The service was carried out in several stages, namely preparation, implementation and evaluation. Result: Teenagers showed a good understanding of diabetes mellitus alert. This can be seen from the discussion and question and answer session, where adolescents actively ask questions when two-way communication is carried out by servants and adolescents. The examination results showed 90% of adolescents had normal blood sugar levels. Conclusion: The result of the implementation of the free health check at SMAN 1 Toroh is that 90% of the students of SMAN 1 Toroh have normal blood sugar levels. Keywords: diabetes mellitus, blood glucose levels, health counseling
Edukasi Tentang General Check-Up Sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Fristiani, Arista Kurniasari Budi; Almawadah, Arini Nur; laenaturohmah, Laenaturohmah; Akmal, Ikhsanuddin; Tama, Innes Wahyu; Fazlina, Novia Dewi; Sari, Devi Ayunda; Lutpia, Nadiya Sabila; Hamdani, Mohammad Khoirul; Rahmawati, Nicky Dwi; Amaliah, Nuril; Ariyadi, Tulus
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.734

Abstract

Latar belakang: Kesehatan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun masih banyak warga yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Keterbatasan akses, waktu, dan biaya menjadi kendala utama dalam menjalani pemeriksaan kesehatan dasar, sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis yang tidak terdeteksi sejak dini. Melalui program General Check-Up (GCU). Tujuan: kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses serta edukasi gaya hidup sehat guna mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas. Metode: kegiatan dilakukan pendekatan kepada warga di wilayah RW 5 Kelurahan Lamper Tengah dengan memperkenalkan diri dan menjalin hubungan yang baik dengan warga setempat. Sosialisasi menggunakan leaflet untuk menjelaskan serta mendemontrasikan terkait pemeriksaan kesehatan atau GCU, kemuadian dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2025. Sasaran dari program pemeriksaan kesehatan ini adalah warga berusia diatas 60 (lansia) tahun ke atas. Hasil: kelompok partisipan dengan kisaran usia 60-80 tahun, didapati hasil tensi tertinggi sebesar 152/110 mmHg dan terendah 100/70 mmHg. kadar gula darah tertinggi sebesar 512 mg/dL dengan angka terendah ssebesar 44 mg/dl. kadar tertinggi sebesar 317 mg/dL, dan angka terendah sebesar 130 mg/dl.  Kadar asam urat pada partisipan tercatat sebesar 11,4 mg/dL terendah 3,9 mg/dl. Terdapat peningkatan nilai post test dibanding pre test Kesimpulan: Kegiatan  sosialisasi dan  pemeriksaan kesehatan dapat  meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kata kunci: asam urat, GCU,glukosa, kolesterol, tekanan darah _________________________________________________________________________ Abstract Background: Health is a crucial factor in improving the quality of life of the community, but many residents are still unaware of the importance of regular health checks. Limited access, time, and costs are the main obstacles to undergoing basic health checks, thus increasing the risk of chronic diseases that are not detected early. Through the General Check-Up (GCU) program. Objective: This community service activity aims to provide easily accessible health services and promote healthy lifestyle education to support community-level promotive and preventive efforts. Method: The activity was carried out by approaching residents in the RW 5 area of ​​Lamper Tengah Village by introducing themselves and establishing good relationships with residents. Socialization used leaflets to explain and demonstrate health checks or GCU, then continued with carrying out health check activities. This activity was carried out on January 19, 2025. The target of this health check program was residents aged over 60 (elderly) years and above. Result: The participant group with an age range of 60-80 years, found the highest blood pressure results of 152/110 mmHg and the lowest 100/70 mmHg. The highest blood sugar level was 512 mg/dL, with a lowest of 44 mg/dL. The highest level was 317 mg/dL, and the lowest was 130 mg/dL. Participants' uric acid levels were recorded at 11.4 mg/dL, with a lowest of 3.9 mg/dL. There was an increase in post-test scores compared to pre-test scores. Conclusion: Socialization and health check-ups can increase public awareness of the importance of regular health check-ups. Keywords: uric acid, GCU, glucose, cholesterol, blood pressure
Gambaran Penyelidikan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pariaman Andirasdini, Lolita Suchyana; Sumanto, Didik; sayono, Sayono
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.737

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih efektif terutama di Kota Pariaman yang menjadi salah satu daerah dengan angka kejadian tertinggi di Sumatera Barat. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD serta memberikan alternatif pemecahan masalah dalam pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD. Metode: pelaksanaan kegiatan menggunakan penelitian deskriptif, dengan melakukan observasi terlebih dahulu, menganalisis masalah kesehatan, kemudian melakukan prioritas masalah dan menetapkan pemecahan masalah. Hasil: pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD di wilayah kerja Puskesmas Pariaman ditemukan House Index 27,27%, Container Index (CI) 19,56%, Bruteu Index (BI) 18,18% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) 72,73%. Kesimpulan: Permasalahan ini dapat diatasi dengan mengadakan sosialisasi berkelanjutan tentang DBD dan pelaksanaan PSN 3Mplus pemberdayaan masyarakat melalui Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta pembentukan Tim Gerak Cepat (TGC) melalui advokasi dan kemitraan. Komitmen semua pihak diharapkan dapat menurunkan angka kejadian DBD dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Kata kunci: demam berdarah dengue, penyelidikan epidemiologi, PSN 3Mplus, tim gerak cepat _______________________________________________________________________ Abstract Background: The increase in Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases in recent years demonstrates the need for more effective prevention and control efforts, especially in Pariaman City, one of the areas with the highest incidence rates in West Sumatra. Objective: To describe the implementation of DHF epidemiological investigations and to provide alternative solutions to problems in conducting DHF epidemiological investigations. Method: The activity was implemented using descriptive research, by first conducting observations, analyzing health problems, then prioritizing problems and determining solutions. Result: The DHF epidemiological investigation in the Pariaman Community Health Center (Puskesmas) work area found a House Index of 27.27%, Container Index (CI) of 19.56%, Bruteu Index (BI) of 18.18%, and Larvae Free Rate (ABJ) of 72.73%. Conclusion: This problem can be addressed by conducting ongoing DHF outreach and implementing the 3Mplus National Action Plan (PSN), community empowerment through Larvae Monitoring Officers (Jumantik), and the formation of a Rapid Response Team (TGC) through advocacy and partnerships. Commitment from all parties is expected to reduce DHF incidence and improve public health. Keywords: dengue fever, epidemiological investigation, PSN 3Mplus, rapid response team
Intervensi Strategi Promkes Pada Penderita TB Paru Melalui Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga Iin Kristanti; Desi Andalasari; Herawati, Cucu; Suzana Indragiri; Supriatin; Nuniek Tri Wahyuni; Laili Nurjannah Yulistiyana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.740

Abstract

Latar belakang: Capaian pelaksanaan PIS-PK indikator TB Paru Puskesmas belum terpenuhi yaitu kurang dari 100%. Program PIS-PK salah satu upaya untuk mendukung terwujudnya standar pelayanan minimal indeks keluarga sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan terutama pasien TB Paru. Metode: Kegiatan pengabdian di Puskesmas Pancalang Kabupaten Kuningan. Bentuk pengabdian kepada Masyarakat bersifat terapan dan partisipatif, untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat secara langsung. Sasaran kegiatan pengabdian yaitu penderita TB Paru. Analisis data menggunakan metode USG dengan scoring. Hasil: Tiga indikator dengan cakupan rendah yaitu penderita TB Paru yang berobat sesuai standar (51,12%), penderita hipertensi yang berobat teratur (66,36%), dan penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan (48,53%). Kesimpulan: Masalah utama penderita TB Paru yang berobat sesuai standar masih dibawah target. Intervensi pemecahan masalah dengan melakukan pengawasan minum obat, mengadakan peningkatan pelatihan kader kesehatan, menyediakan media KIE untuk kader, kunjungan rumah, dan advokasi kepada lintas sektor. Kata kunci:  promosi kesehatan, TB Paru, program indonesia sehat, pendekatan keluarga ____________________________________________________________________ Abstract Background: The implementation of the PIS-PK indicator for tuberculosis at the Community Health Center has not been achieved, with less than 100% total coverage. The PIS-PK program is one effort to support the realization of minimum service standards for a healthy family. Objective: To increase public understanding of the importance of health services, especially for Pulmonary TB patients. Method: Community service activities at the Pancalang Community Health Center, Kuningan Regency. The form of community service is applied and participatory, to directly solve real problems in the community. The target of the community service activities is patients with tuberculosis. Data analysis used the USG method with scoring. Result: Three indicators with low coverage are Pulmonary TB patients who received treatment according to standards (51.12%), hypertension patients who received regular treatment (66.36%), and patients with severe mental disorders who were treated and not neglected (48.53%). Conclusion: The main problem of Pulmonary TB patients who received treatment according to standards is still below the target. Problem-solving interventions include monitoring medication intake, conducting increased training for health cadres, providing IEC media for cadres, home visits, and advocacy to cross-sectors. Keywords: health promotion, pulmonary TB, healthy Indonesia program, family approach
Peningkatan Higiene dan Sanitasi Proses Produksi Jamu “Golden Milk” di Buana Al-Faza PCNA Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah Diniatik, Diniatik; Astuti, Ika Yuni; Annisa, Rully; Rusman, Ade
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.744

Abstract

Latar belakang: Rawalo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki banyak pelaku usaha rumahan yang memproduksi makanan dan minuman. Salah satunya Buana Al-Faza milik Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyah (PCNA) Rawalo yang memproduksi minuman jamu susu “Golden MilK”. Minuman jamu “Golden Milk” memiliki 4 varian rasa yaitu: original, teh, kayu manis dan lemon. Proses produksi masih menggunakan peralatan produksi sederhana. Tujuan: Untuk meningkatkan higiene dan sanitasi proses produksi minuman jamu “Golden Milk” Buana Al-Faza PCNA Rawalo. Metode: Presentasi penyampaian materi, diskusi pendalaman materi dan praktek. Dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan anggota kelompok dengan nilai pre-test (59,375±8,634), nilai post-test (81,25±4,432) (p= 0,001). Kesimpulan: Pelatihan peningkatan higiene dan sanitasi proses produksi jamu  susu “Golden Milk” Buana Al-Faza PCNA Rawalo mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kata kunci: banyumas, higiene, sanitasi, jamu _________________________________________________________________________ Abstract Background: Rawalo is a sub-district in Banyumas Regency, where many home-based businesses produce food and beverages. One of them is Buana Al-Faza, owned by the Nasyiatul Aisyah Branch (PCNA) Rawalo, which produces the herbal milk drink "Golden Milk". The herbal drink "Golden Milk" has four flavors: original, tea, cinnamon, and lemon. The production process still uses simple production equipment. Objective: To improve hygiene and sanitation in the production process of the herbal drink "Golden Milk" Buana Al-Faza PCNA Rawalo. Method: Presentation of material delivery, in-depth discussion of the material, and practice. Pre-test and post-test were conducted to measure the increase in participants' knowledge. Result: The training activities increased the knowledge of group members from pre-test scores (59.375±8.634) to post-test scores (81.25±4.432) (p= 0.001). Conclusion: The training on improving hygiene and sanitation in the production process of Buana Al-Faza PCNA Rawalo's "Golden Milk" herbal medicine (jamu) improved participants' knowledge and skills. Keywords: banyumas, hygiene, sanitation, herbal medicine
Edukasi Kesehatan dan Peningkatan Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Tunjungan Blora Masjadi; Astuti, Rahayu; Chakim, Irfanul; Prasetyaningsih, Maria
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.788

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi penyakit, namun pelaksanaannya di Indonesia masih rendah dengan hanya 20% masyarakat melakukannya setiap tahun. Rendahnya partisipasi dipengaruhi kurangnya pemahaman, keterbatasan akses fasilitas kesehatan, biaya tinggi, serta stigma sosial. Tujuan: mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis. Metode: Kegiatan edukasi dengan metode interaktif dan pemeriksaan kesehatan langsung. Hasil: Peningkatan pemahaman peserta, ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan dari 53,59% menjadi 72,3% setelah intervensi. Temuan kesehatan gigi bermasalah pada hampir 70% ibu hamil serta 36% dengan tekanan darah tidak normal menekankan perlunya pemantauan dan edukasi berkelanjutan. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dan skrining gratis mampu meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan mendeteksi penyakit, sehingga program ini sangat bermanfaat bagi promosi kesehatan. Kata kunci: cakupan layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan ____________________________________________________________________ Abstract Background: Routine health checkups are crucial for the early detection and prevention of disease complications. However, their implementation in Indonesia is low, with only 20% of the population undergoing checkups annually. This low participation rate is influenced by a lack of understanding, limited access to healthcare facilities, high costs, and social stigma. Objective: Identify and analyze the effectiveness of health education in raising public awareness of the importance of free health checkups. Method: Health education activities using interactive methods and direct health screenings. Result: Participants demonstrated an improved understanding, as evidenced by a significant increase in knowledge from 53.59% to 72.3% after the intervention. Nearly 70% of pregnant women and 36% of participants with abnormal blood pressure had dental health issues, emphasizing the need for ongoing monitoring and education. Conclusion: Health education and free screenings can enhance public awareness and preparedness in preventing and detecting diseases, making this program highly beneficial for promoting health. Keywords: increased coverage, medical checkups, health education

Page 1 of 2 | Total Record : 11