cover
Contact Name
Mesiono
Contact Email
pemajournal@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
pemajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Mudabbir: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27748391     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Mudabbir (Journal Research and Education Studies) is Published by the Association of Indonesian Islamic Education Managers (PERMAPENDIS) North Sumatra. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education. Articles published in journals are the results of research or areas of educational thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue. This journal is published regularly twice in the period January-June and July-December.
Articles 718 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Sosial Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuk Pakam Sari, Bunga Adinda Mustika; Andriani, Rini Dewi
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat mengetahui impak penerapan contoh pembelajaran inkuiri sosial terhadap akibat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan agama Islam pada kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri tiga Lubuk Pakam. Metode yg digunakan artinya eksperimen memakai desain quasi eksperimen, melibatkan peserta didik kelas VII menjadi objek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes akibat belajar, dan angket keaktifan siswa. yg akan terjadi analisis memberikan bahwa penerapan contoh pembelajaran inkuiri sosial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan yang akan terjadi belajar peserta didik, menggunakan nilai signifikansi sebanyak p < 0,005 dan donasi variabel sebesar 27%. Selain itu, contoh ini juga bisa meningkatkan keaktifan serta partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran. sesuai akibat tersebut, dapat disimpulkan bahwa contoh pembelajaran inkuiri sosial efektif dalam menaikkan akibat belajar serta keaktifan peserta didik di mata pelajaran Pendidikan kepercayaan Islam. Penerapan contoh ini bisa dipertimbangkan menjadi alternatif taktik pembelajaran yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Pertama.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Problem Solving Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Terhadap Kecerdasan Emosional Peserta Didik Kelas VIII di Yayasan Pesantren Al-Qur`An Madrasah Tsanawiyah Teluk Piyai Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Riau Panjaitan, Sintia Bella; Lubis, Parlaungan; El Hayat, Syarifuddin
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis problem solving pada mata pelajaran Akidah Akhlak terhadap kecerdasan emosional siswa kelas VIII di Yayasan Pesantren Al-Qur`an Madrasah Tsanawiyah Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada tahun pembelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas VIII sebesar 102 orang, dengan sampel 40 peserta didik yg dipilih secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket serta wawancara, sedangkan analisis data memakai teknik deskriptif serta tabel frekuensi. hasil penelitian membagikan bahwa pembelajaran berbasis persoalan solving pada mata pelajaran Akidah Akhlak berpengaruh positif terhadap kecerdasan emosional peserta didik. Hal ini tercermin dari peningkatan hasil belajar siswa, kemampuan mengenali serta mengelola emosi, motivasi diri, ikut merasakan, serta keterampilan sosial. Faktor pendukung utama keberhasilan pembelajaran ini mencakup motivasi pengajar, perhatian peserta didik, dukungan orang tua, serta tersedianya asal belajar yg memadai. Adapun faktor penghambatnya merupakan kurangnya motivasi peserta didik, keterbatasan media atau alat pembelajaran, serta keterbatasan dana. Secara keseluruhan, sebesar 70,62% siswa menyatakan putusan bulat serta sangat setuju bahwa pembelajaran berbasis persoalan solving membantu membuatkan kecerdasan emosional mereka. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan aporisma lingkungan sekolah dan sumber belajar yang tersedia, serta peningkatan motivasi dan fasilitas pendukung buat optimalisasi hasil belajar Akidah Akhlak dan kecerdasan emosional peserta didik.
Dampak Pembelajaran Berbasis Nilai dalam Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa di Kelas VII SMP Negeri 1 Patumbak Sabila, Ikhfana; Marisa, Siti; Sipahutar, Romat Efendi; Nasution, Asren
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran berbasis nilai dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap akhlak siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Patumbak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pembelajaran berbasis nilai dalam PAI dengan akhlak siswa, dengan nilai korelasi sebesar 0,468 yang termasuk kategori hubungan sedang. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis nilai berkontribusi sebesar 21,9% terhadap pembentukan akhlak siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai moral dan keagamaan dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter dan akhlak siswa yang lebih baik. Penelitian ini juga merekomendasikan perlunya inovasi metode pembelajaran dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mengoptimalkan hasil pendidikan karakter di sekolah.
Developing Students’ Critical Thinking through Problem-Based Learning in English Class at SMK Putera Puteri Cendekia Kurniawati, Elis; Ruqaiyah, Ruqaiyah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1180

Abstract

This study explores the implementation of Problem-Based Learning (PBL) in English language teaching and its contribution to developing students’ critical thinking skills at SMK Putera Puteri Cendekia. As vocational education increasingly emphasizes 21st-century competencies, critical thinking has become essential for preparing students to face real-world challenges. PBL provides a student-centered approach where learners engage with contextual problems through inquiry, group collaboration, and reflection. This research employed a qualitative descriptive method, involving one English teacher and Grade XI students. Data were collected through classroom observations, interviews, and field notes to capture the dynamics of PBL in practice. The results indicated that students actively participated in analyzing issues, constructing arguments, and presenting logical solutions. The teacher played a crucial role as a facilitator and co-investigator throughout the process. Despite several challenges, including limited time and varying English proficiency among students, the implementation of PBL fostered a supportive and engaging environment. Overall, PBL proved to be an effective strategy to enhance critical thinking in English language teaching within vocational school settings.
Analisis Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Terhadap Pembentukan Akhlakul Karimah Siswa Kelas VII di SMP PAB 2 Helvetia Medan Ramadhani, Fitri; Alawiyah, Tuti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1181

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat menganalisis sejauh mana interaksi sosial dalam pembelajaran Pendidikan kepercayaan Islam (PAI) berpengaruh terhadap pembentukan akhlakul karimah peserta didik kelas VII pada SMP PAB 2 Helvetia Medan. hubungan sosial yg dimaksud mencakup hubungan antara guru dan siswa, dan antar sesama siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. hasil penelitian memberikan bahwa hubungan sosial yang positif antara pengajar dan siswa, dan antar peserta didik, mampu menumbuhkan sikap dan sikap yg mencerminkan akhlakul karimah. pengajar berperan strategis menjadi fasilitator sekaligus teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yg religius serta harmonis. hambatan pada pembentukan akhlak mulia peserta didik umumnya berkaitan dengan syarat psikologis remaja serta dampak lingkungan luar sekolah. tetapi, melalui pendekatan pembelajaran yg menekankan keteladanan, pembiasaan perilaku Islami, serta komunikasi yang efektif, nilai-nilai akhlakul karimah dapat ditanamkan serta dikembangkan. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah, khususnya guru PAI, terus menaikkan kualitas interaksi sosial dalam pembelajaran guna membuat karakter mulia peserta didik secara berkelanjutan.
Hubungan Kesehatan Mental dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan Nabilah, Zahrah; Parianto, Parianto; Sumiati, Sumiati
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1182

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat mengetahui korelasi antara kesehatan mental menggunakan yang akan terjadi belajar peserta didik kelas VIII di mata pelajaran Pendidikan agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode korelasional. Sampel penelitian merupakan seluruh siswa kelas VIII sebesar 95 orang yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket kesehatan mental serta tes yang akan terjadi belajar Pendidikan kepercayaan Islam. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linearitas, dan uji hubungan Pearson Product Moment memakai donasi SPSS. yang akan terjadi penelitian memberikan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kesehatan mental menggunakan yang akan terjadi belajar siswa, yg dibuktikan menggunakan nilai signifikansi sebesar 0,004 (<0,05) dan koefisien korelasi sebanyak 0,297. Hal ini memberikan bahwa semakin baik kondisi kesehatan mental siswa, maka semakin tinggi juga yang akan terjadi belajar yg dicapai pada mata pelajaran Pendidikan kepercayaan Islam, meskipun korelasi yg terjadi tergolong lemah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik menjadi galat satu upaya peningkatan akibat belajar di sekolah.
Pengaruh Metode Pembelajaran Shared Reading dalam Meningkatkan Keterampilan Tartil Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Isam Kelas VII SMP Negeri Satap Kualuh Hilir Rambe, Midun; Parianto, Parianto; Nurdiani, Nurdiani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1183

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat mengetahui imbas metode pembelajaran Shared Reading pada menaikkan keterampilan tartil siswa di mata pelajaran Pendidikan kepercayaan Islam kelas VII SMP Negeri Satap Kualuh Hilir. Metode Shared Reading adalah pendekatan membaca beserta yg melibatkan guru dan peserta didik secara aktif sebagai akibatnya tercipta suasana belajar yang kolaboratif serta interaktif. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yg dipilih secara acak berasal dua kelas. Instrumen yang dipergunakan mencakup observasi, tes akibat belajar (pretest dan posttest), dan dokumentasi. yang akan terjadi penelitian memberikan bahwa penerapan metode Shared Reading menyampaikan efek signifikan terhadap peningkatan keterampilan tartil siswa. Hal ini dibuktikan menggunakan yang akan terjadi uji statistik yang menunjukkan nilai thitung dua,141 > ttabel dua,006 dan signifikansi 0,04 < 0,05, serta koefisien determinasi sebanyak 57,8%. dengan demikian, metode Shared Reading dapat dijadikan cara lain efektif pada pembelajaran Al-Qur’an untuk menaikkan kemampuan tartil peserta didik pada SMP.
The Role of Phonology in Language Learning: A Case Study of Indonesian EFL Learners Luthfi, Jihan; Melani, Melani; Zira, Nazwa Kaila; Lubis, Yani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1189

Abstract

Phonology plays a crucial role in second language acquisition, particularly in enhancing pronunciation, listening comprehension, and overall communicative competence. This study explores the role of phonology in English language learning among Indonesian EFL (English as a Foreign Language) students. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured interviews with twelve university students majoring in English Education. Findings reveal that learners often struggle with English sounds that do not exist in their first language, such as /?/ in think, which impacts pronunciation and listening. Although phonological instruction was limited, students expressed a strong belief in its importance and advocated for more explicit teaching of sound systems. The study suggests the integration of phonology-focused strategies in EFL curricula to support learners’ oral proficiency.
The Relationship Between Syllable Awareness And Pronunciation Tendencies Among Indonesian Students Wildhani, Amelia Faddya; Yulianti, Dwi; Tarigan, Najwa Ramadhani; Lubis, Yani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1190

Abstract

This research investigates the connection between syllable awareness and pronunciation preferences among Indonesian EFL students. Using a structured online survey, data were gathered from 25 Indonesian EFL students using a quantitative descriptive approach. The instrument comprised syllable-counting tasks, stress awareness questions, and reflective prompts for pronunciation difficulties. The findings show that, although the majority of students have valid syllable recognition in familiar English words, a significant number still miscount syllable counts in more sophisticated structures owing to spelling interference and first language (L1) transfer. Notably, errors frequently occur in words with consonant clusters, which learners typically follow Indonesian phonological rules by adding vowel sounds (epenthesis). The results indicate a significant association between syllable awareness and pronunciation accuracy. Students with higher awareness are more likely to have nativelike pronunciation, but those without this awareness are more likely to make phonological mistakes. This study highlights the teaching value of including explicit syllable instruction and auditory training in EFL classrooms to improve learners' phonological skills and spoken English proficiency.
The Influence of Regional Dialects on The English Pronunciation of EFL Students in Indonesia Laita, Rahma; Nasywa, Ibtisamah; Veriyansyah, Veriyansyah; Lubis, Yani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1196

Abstract

This study investigates the impact of regional dialects on the English pronunciation of Indonesian EFL (English as a Foreign Language) students. With Indonesia’s rich linguistic diversity, local dialects often influence learners’ articulation of English sounds, particularly phonemes that are absent from their native languages, such as /?/, /ð/, and /v/. Using a qualitative descriptive method, data were collected through questionnaires distributed to students from various regions, including speakers of Bataknese, Sundanese, and Javanese. The findings indicate consistent patterns of L1 interference, with dialectal features shaping learners’ pronunciation and affecting their intelligibility. While some students develop metacognitive strategies to overcome pronunciation challenges, others experience anxiety or reduced confidence due to social stigma. The study highlights the need for pronunciation pedagogy that promotes intelligibility while respecting students’ cultural identity, calling for localized and inclusive instructional practices in multilingual EFL contexts.