cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
ANALISIS TINGKAT KESIAPAN PEDAGANG DALAM PEMBUATAN TOKO ONLINE (STUDI PADA PEDAGANG KEL. CIPINANG BESAR SELATAN, JAKARTA) Muhammad Rif’an Rif’an; Nur Hanifah; Soeprijanto; M Djaohar; Massus Subekti; Parjiman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.719 KB)

Abstract

Abstract The shift paradigm and ease of technology supported by the 4.0 Industrial Revolution has given birth to an online store with characteristics no physical contact, does not require a store, and an indefinite area. The current condition of the Covid-19 pandemic with limiting the movement of the community also supports online stores has become more dominant in the economy. This study aims to measure the level of readiness of traders in South Southern Cipinang, Jakarta, P2M participants in online stores, in making online stores in terms of knowledge and technology. The method used in this study is descriptive analytical regarding the phenomenon found, in the form of knowledge factors and technology factors to implement online stores. The number of respondents was 15 traders with the results that the level of preparedness of traders in the South Cipinang Selatan, Jakarta was in a moderate position with a knowledge factor of 44.4% and a technology factor of 100%.Abstrak Pergeseran paradigma dan kemudahan teknologi yang didukung revolusi industri 4.0 telah melahirkan toko online dengan ciri tidak memerlukan kontak secara fisik, tidak memerlukan toko secara fisik, dan wilayah yang tanpa batas. Ditambah pandemi Covid-19 dengan pembatasan pergerakan masyarakat menyebabkan toko online menjadi dominan dalam mendukung aktivitas perekonomian. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kesiapan para pedagang di keluarahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta, peserta P2M Pelatihan Pembuatan Toko Online, dalam pembuatan toko online dari segi pengetahuan dan teknologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitis mengenai fenomena yang ditemukan, berupa faktor pengetahuan dan faktor teknologi untuk mendukung pembuatan toko online. Jumlah responden sebanyak 15 pedagang dengan hasil bahwa tingkat kesiapan pedagang di keluarahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta ada di posisi sedang dengan faktor pengetahuan sebesar 44,4% dan faktor teknologi sebesar 100%.
PELATIHAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN EMPATI PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN E-COMIC PADA GURU-GURU SEKOLAH INDONESIA CAIRO (SIC) Awaluddin Tjalla; Wirda Hanim; Nina Nurhasanah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.923 KB)

Abstract

Abstract Teachers in basic education units at the Indonesian Elementary School and Junior High School Cairo (SIC) need the skills to carry out group guidance activities in fostering the empathetic character of students. The existence of covid 19 causes learning to be carried out only face-to-face, so it is difficult for students to develop an empathetic character. The solution offered is to train teachers in the form of workshops to be skilled at providing group guidance interventions using E-Comic media. The implementation of community service consists of: 1) Focus Group Discussion (FGD 1), 2) Workshop, 3) Focus Group Discussion (FGD 2), and 4) Development of E-Comic. The method used is the Workshop and Focus Group Discussion, as well as the practice of making E-Comic story materials. Participants in the activity consisted of principals and SIC teachers in Egypt. Through the workshop, the result received is the ability of teachers to make E-Comic story materials about empathy to be used by elementary and junior high school students to increase empathy. By conducting community service activities through Workshops and Focus Group Discussions, elementary and junior high school teachers at the Indonesian School of Cairo gain knowledge and skills in making E-Comic story materials that will be used for making E-Comic in increasing the empathetic character of students. Abstrak Para guru pada satuan pendidikan dasar di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sekolah Indonesia Cairo (SIC) memerlukan keterampilan melakukan kegiatan bimbingan kelompok dalam menumbuhkan karakter empati peserta didik. Adanya covid 19 menyebabkan pembelajaran dilakukan dengan tatap maya, sehingga peserta didik sulit mengembangkan karakter empati. Solusi yang ditawarkan yaitu melatih para guru dalam bentuk workshop agar terampil memberikan intervensi bimbingan kelompok dengan menggunakan media E-Comic. Pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari: 1) Focus Group Discussion (FGD 1), 2) Workshop, 3) Focus Group Discussion (FGD 2), dan 4) Pengembangan E-Comic. Metode yang digunakan dengan Workshop dan Focus Group Discussion, serta praktik pembuatan bahan cerita E-Comic. Peserta kegiatan terdiri dari kepala sekolah, guru dan orang tua peserta didik di SIC Mesir. Melalui workshop, hasil yang diterima adalah meningkatnya kemampuan para guru membuat bahan cerita E-Comic mengenai empati untuk digunakan oleh peserta didik SD dan SMP dalam meningkatkan empati siswa. Dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Workshop dan Focus Group Discussion para guru SD dan SMP Sekolah Indonesia Cairo mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bahan cerita E-Comic yang akan digunakan untuk pembuatan E-Comic dalam meningkatkan karakter empati peserta didik.
PELATIHAN PEWARNAAN BATIK DENGAN ZAT WARNA SINTETIS PADA KAMPUNG BATIK ‘SUJO’ SUMBEREJO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI Hapsari Kusumawardani; Annisau Nafiah; Nurul Aini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.413 KB)

Abstract

Abstract Sumberejo Village is a village assisted by the State University of Malang through the thematic KKN Program. Having batik in every area, triggers the desire of PKK women for batik skills, which is the goal of realizing Sumberejo Village as a batik village. However, the training at the dyeing stage had not yet been completed, and students were withdrawn from the village due to the Covid 19 pandemic at that time, so the training on dyeing batik with Napthol needed to be continued through community service. The purpose of this community service is for Sumberejo Village to be known as a SUJO batik village which has the characteristics of batik motifs from natural potential and local culture with quality batik that has a selling value. The method used for the delivery of naphol dye material uses the lecture and question and answer method. The implementation of immersion training uses demonstration and practical methods. The results of the service show that the mothers who are members of the batik core team are very enthusiastic and enthusiastic by regularly gathering on Tuesdays and Saturdays at the Tlekung village hall to produce batik with a large number of orders for village officials and teacher uniforms. Abstrak Desa Sumberejo merupakan desa binaan Universitas Negeri Malang melalui Program KKN tematik. Dimilikinya batik disetiap daerah, memicu keinginan ibu-ibu PKK akan keterampilan membatik yang merupakan cita-cita untuk mewujudkan Desa Sumberejo sebagai kampung batik. Akan tetapi belum tuntasnya pelatihan pada tahap pencelupan mahasiswa ditarik dari Desa terkait pandemi Covid 19 saat itu, sehingga pelatihan pewarnaan batik dengan Napthol perlu dilanjutkan melalui pengabdian masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini, ingin mewujudkan Desa Sumberejo dikenal menjadi kampung batik SUJO yang memiliki ciri khas motif dari potensi alam dan budaya setempat dengan kualitas batik yang memiliki nilai jual. Metode yang digunakan untuk penyampaian materi pewarnaan naphol menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab. Pelaksanaan pelatihan pencelupan menggunakan metode demonstrasi dan praktik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ibu-ibu yang tergabung sebagai tim inti pembatik sangat antusias dan semangat dengan secara rutin pada hari selasa dan sabtu berkumpul di balai desa Tlekung untuk memproduksi batik dengan mulai banyaknya pesanan seragam perangkat desa dan guru-guru.
TUTORIAL VIDEO PERMAINAN BERBASIS NEUROSAINS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Yusmawati; Eva Julianti; Mardian Mulyanto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.947 KB)

Abstract

Abstract Community Service at SDN X Bekasi City is carried out by paying attention to the implementation of physical education learning that refers to Neuroscience. This activity is one of the implementations of the Tri Dharma of Higher Education with the title PPM-UNJ 2021 activity about neuroscience-based video game tutorials for use in physical education learning. This tutorial also aims to provide knowledge and skills in making games that are appropriate for the age level of third grade elementary school students. This activity consists of understanding material about neuroscience, making game designs. The method of activity is carried out with a cooperative learning approach. The results of this activity students will get physical education learning by using games that refer to neuroscience in each lesson. . Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat di Sekolah Dasar Negeri X Kota Bekasi dilaksanakan dengan memperhatikan pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani yang mengacu pada Neurosains. Kegiatan merupakan salah satu pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan judul kegiatan PPM-UNJ tahun 2021 mengenai tutorial video permainan berbasis neurosains untuk dapat digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Tutorial ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan permainan yang sesuai dengan jenjang usia siswa kelas IIISekolah Dasar. Kegiatan ini terdiri dari materi-materi pemahaman mengenai neurosain, membuat desain permainan. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan cooperative learning. Hasil dari kegiatan ini adalah para siswa akan mendapat pembelajaran pedidikan jasmani dengan menggunakan permainan-permainan yang mengacu pada neurosains pada setiap belajar.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DAN LIMBAH RUMAH TANGGA DESA NATOLUTALI MENJADI MEDIA TANAM DAN KOMPOS MENGGUNAKAN KOMPOSTER MENARA Dedy Anwar Anwar; Goeroe Simatupang; Pahotan D.P. Silaen; Meiyer Marthen Kinda; Ellyas Alga Nainggolan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.841 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat khususnya masyarakat Desa Natolutali untuk memanfaatkan limbah organik pertanian dan limbah rumah tangga menjadi media tanam dan kompos menggunakan komposter menara. Pengomposan atau pembuatan pupuk organik merupakan suatu metode untuk mengkonversikan bahan-bahan organik kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana dengan menggunakan aktivitas mikroba. Media tanam termasuk ke dalam kategori bahan organik yang akan mengalami proses pelapukan atau dekomposisi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Melalui proses tersebut, akan dihasilkan karbon dioksida, air dan mineral yang merupakan sumber unsur hara yang dapat diserap tanaman sebagai zat makanan. Sehingga edukasi pemanfaatan limbah organik menjadi media tanam dan kompos kepada masyarakat sangat optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian untuk masyarakat ini yaitu dengan metode sosialisasi, diskusi dan workshop (pelatihan). Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Natolutali diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat merasa terbantu dengan mendapatkan edukasi dan pelatihan yang meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Abstract The purpose of this dedication was to educate the community, especially the people of Natolutali Village to utilize agricultural organic waste and household waste into planting media and compost using a tower composter. Composting or making organic fertilizer is a method for converting complex organic materials into simpler materials using microbial activity. Planting media is included in the category of organic matter that will undergo a weathering or decomposition process carried out by microorganisms. Through this process, carbon dioxide, water, and minerals will be produced which are sources of nutrients that can be absorbed by plants as food substances. So that education on the use of organic waste as planting media and compost to the community is optimal for increasing agricultural productivity and reducing environmental pollution due to waste. The approach method for implementing community service activities was the method of socialization, discussion and workshop (training). Based on community service activities carried out in Natolutali Village, it was concluded that the community felt helped by getting education and training that increased their agricultural productivity.
PEMBINAAN KETERAMPILAN UNTUK MENINGKATKAN SDM WARGA BINAAN LAPAS KELAS 1 MALANG Annisau Nafiah; Eddy Sutadji; Riana Nurmalasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.364 KB)

Abstract

Abstract Penitentiary institutions have a great responsibility in fostering inmates to be productive. Various fields of self-reliance development are owned by the class 1 penitentiary of Malang. One of the highlights is sewing work guidance. Based on the information obtained in the field, the sewing field is constrained by the limited human resources who can sew shirts. Therefore, to overcome this, it is necessary to recruit human resources who will be equipped with skills in sewing shirts so that the need for human resources to produce these shirt products can be maximized and fulfilled. Not only do the inmates acquire skills, but they also gain knowledge that can be developed and at the same time equip the inmates in sewing which can later be useful for themselves when they are released from detention. They can open and create their business fields so that once they blend in with the community, they are ready and can create their jobs. Based on the results of the evaluation of training activities, it was shown that 60% of participants felt the material provided was very useful, 30% was useful, and 10% quite useful. Meanwhile, based on the material presented, 50% were very easy to understand, 40 % were easy to understand and 10% were quite easy to understand. Based on the results of the evaluation, it can be concluded that this shirt-making training activity provides benefits to the inmates of class 1 Malang penitentiar Abstrak Lembaga pemasyarakatan (Lapas) mempunyai tanggungjawab yang besar dalam membina warga binaan untuk dapat produktif. Berbagai bidang pembinaan kemandirian yang dimiliki oleh lapas Kelas 1 Malang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pada bimker menjahit. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan pada bidang jahit ini terkendala pada keterbatasan sumberdaya manusia yang dapat menjahit kemeja. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya diperlukan penjaringan SDM yang akan dibekali keterampilan dalam menjahit kemeja sehingga kebutuhan SDM untuk menghasilkan produk kemeja tersebut dapat dimaksimalkan dan terpenuhi. Tidak hanya bekal keterampilan saja yang didapatkan oLeh warga binaan tetapi mereka juga memperoleh pengetahuan yang dapat dikembangkan serta sekaligus membekali warga binaan dalam bidang menjahit yang nantinya dapat bermanfaat bagi mereka sendiri ketika sudah keluar dari tahanan. Mereka dapat membuka dan menciptakan lapangan usaha sendiri sehingga begitu membaur dengan masyarakat mereka sudah siap dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pelatihan, menunjukkan bahwa 60% peserta merasakan materi yang diberikan sangat bermanfaat, 30% bermanfaat, dan 10% cukup bermanfaat. Sedangkan berdasarkan materi yang disampaikan 50% sangat mudah memahami, 40% mudah dipahami dan 10% cukup mudah dipahami. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembinaan keterampilan ini benar-benar memberikan manfaat kepada Warga Binaan Lapas Kelas 1 Malang.
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK DODOL NENAS DI DESA TANJUNG LEBAN BENGKALIS Ashaluddin Jalil; Yesi; Seger Sugiyanto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.052 KB)

Abstract

Abstract Dodol Nenas became the superior commodity of Tanjung Leban Bengkalis. It is done by women's groups and the product is in demand by the community. However, there have not been many efforts to develop dodol nenas, especially with online marketing. This devotion seeks to encourage the development of dodol nenas with a wider market reach. We apply the Participatory Rural Appraisal method in carrying out devotion, obervasi, in-depth interviews as well as hands-on practice. The materials we present are related to packaging design, licensing, marketing, and digital literacy. Successfully implementing attractive and modern product packaging, digital literacy is able to provide women's understanding of product marketing, procedures and ethics, online marketing for now is still limited through Facebook and other social media, while marketing through wider marketplaces such as shopee, tokopedia, lazada, and the like cannot be done because of licensing constraints. The devotional activities also revealed the need for cooperation, coordination and direct communication between stakeholders, especially regarding the licensing process of dodol nenas products in order to penetrate much broader marketing Abstrak Dodol Nenas menjadi komoditas unggulan Desa Tanjung Leban Bengkalis. Dikerjakan oleh kelompok perempuan dan produk tersebut diminati oleh masyarakat. Namun, belum banyak dilakukan usaha pengembangan dodol nenas terutama dengan pemasaran online. Pengabdian ini berupaya mendorong pengembangan dodol nenas dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Kami menerapkan metode Participatory Rural Appraisal dalam melaksanakan pengabdian, obervasi, wawancara mendalam serta praktik langsung. Materi yang kami sajikan terkait desain kemasan, perizinan, pemasaran, dan literasi digital. Pengabdian berhasil menerapkan kemasan produk menarik dan modern, literasi digital mampu memberikan pemahaman perempuan tentang pemasaran produk, prosedur serta etika, pemasaran online untuk saat ini masih dilakukan terbatas melalui facebook dan media sosial lain, sementara pemasaran melalui marketplace yang lebih luas seperti shopee, tokopedia, lazada, dan sejenisnya belum dapat dilakukan karena terkendala perizinan. Kegiatan pengabdian juga mengungkap diperlukan kerjasama, koordinasi dan komunikasi searah antar stakeholder terutama mengenai proses perizinan produk dodol nenas agar dapat menembus pemasaran yang jauh lebih luas.
PENINGKATAN KUALITAS GURU PRODUKTIF SMK MELALUI PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA PRAKTIK BERBASIS HOTS Riyadi; Gaguk Margono; Ratu Amilai Avianti; Rizky Nahdatul; M. Raihasabiq; Abizal Ravi Islami
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.205 KB)

Abstract

Abctract The quality of learning can be seen from the quality of the assessment instruments prepared by the teacher. Meanwhile, 21st century vocational school students need to be prepared to have higher-order thinking skills through HOTS-based practice performance assessments. To improve the ability of productive teachers in vocational schools, training is needed in developing HOTS-based practice performance assessment instruments. The development of HOTS-based performance appraisal instruments is carried out through training for productive vocational teachers. The learning approach model is carried out through the project base learning model, lectures, and discussions. The results of the instrument development were carried out by expert validation to see the suitability of the evaluation materials and concepts. Prior to the training, teachers had not been maximal in understanding and developing practical performance appraisal instruments, because so far there were rarely opportunities to explore and practice compiling practical performance appraisal instruments. The results of the training showed an increase in both understanding and ability to develop performance appraisal instruments based on the steps of instrument development and the study of instrument development theory. The teacher's ability in developing performance instruments includes basic competency analysis, preparation of instrument grids, and instrument preparation, as well as instrument validation. Abstrak Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari kualitas instrumen penilaian yang disusun oleh guru. Sedangkan siswa-siswa SMK abad 21 perlu disiapkan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui melalui penilaian kinerja praktik berbasis HOTS. Untuk meningkatkan kemampuan guru-guru produktif di SMK perlu dilakukan pelatihan dalam mengembangkan instrument penilaian kinerja praktik berbasis HOTS. Pengembangan instrumen penilaian kinerja berbasis HOTS dilakukan melalui pelatihan bagi guru-guru produktif SMK. Model pendekatan pembelajaran dilakukan melalui model pembelajaran project base learning, ceramah, dan diskusi. Hasil pengembangan instrumen dilakukan validasi ahli untuk melihat kesesuain dengan materi dan konsep evaluasi. Sebelum dilakukan pelatihan, guru belum maksimal dalam memahami dan mengembangkan instrument penilaian kinerja praktik, karena selama ini jarang ada kesempatan untuk mendalami dan berlatih menyusun instrument penilaian kinerja praktik. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan baik dari pemahaman maupun kemampuan mengembangkan instrument penilaian kinerja berdasarkan langkah-langkah pengembangan instrument dan kajian teori pengembangan instrumen. Kemampuan guru dalam pengembangan instrument kinerja meliputi analisis kompetensi dasar, penyusunan kisi-kisi instrument, dan penyusunan instrument, serta vaidasi instrumen. Abstrak Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari kualitas instrumen penilaian yang disusun oleh guru. Sedangkan siswa-siswa SMK abad 21 perlu disiapkan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui melalui penilaian kinerja praktik berbasis HOTS. Untuk meningkatkan kemampuan guru-guru produktif di SMK perlu dilakukan pelatihan dalam mengembangkan instrument penilaian kinerja praktik berbasis HOTS. Pengembangan instrumen penilaian kinerja berbasis HOTS dilakukan melalui pelatihan bagi guru-guru produktif SMK. Model pendekatan pembelajaran dilakukan melalui model pembelajaran project base learning, ceramah, dan diskusi. Hasil pengembangan instrumen dilakukan validasi ahli untuk melihat kesesuain dengan materi dan konsep evaluasi. Sebelum dilakukan pelatihan, guru belum maksimal dalam memahami dan mengembangkan instrument penilaian kinerja praktik, karena selama ini jarang ada kesempatan untuk mendalami dan berlatih menyusun instrument penilaian kinerja praktik. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan baik dari pemahaman maupun kemampuan mengembangkan instrument penilaian kinerja berdasarkan langkah-langkah pengembangan instrument dan kajian teori pengembangan instrumen. Kemampuan guru dalam pengembangan instrument kinerja meliputi analisis kompetensi dasar, penyusunan kisi-kisi instrument, dan penyusunan instrument, serta vaidasi instrumen.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PUBLIC SPEAKING DI KELURAHAN JATIMULYA KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT Ika Novitaria Marani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.655 KB)

Abstract

Abstract This community service aims to provide public speaking training to coaches or sports teachers in the Jatimulya village, Bekasi City, West Java Province, so that sports coaches or teachers can increase their knowledge of how to communicate in public (public speaking), reduce obstacles in communicate and add skills for coaches or sports teachers in choosing the right media in delivering messages. The training site was held in Jatimulya Village, Bekasi City, West Java Province. The time for the activity to be carried out is in 2021. Due to the Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM), activities are carried out online or virtual using zoom. By doing online training, it was felt that it was not optimal because the participants could not practice how to do public speaking by interacting in practice directly. However, the results of community service went well and smoothly. Programs that have been implemented include; make videos of public speaking material and share them on social media, namely YouTube. The participation and support of participants, namely trainers, is quite high, where they always play an active role in activities carried out from beginning to end so that it is hoped that they can apply the knowledge gained during training by practicing directly to the wider community and to sports people in particular. Abstrak Pengabdian Kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan public speaking kepada para pelatih atau guru olahraga di kelurahan Jatimulya Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat, agar para pelatih atau guru olahraga dapat meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana melakukan komunikasi di depan umum (public speaking), mengurangi hambatan-hambatan dalam berkomunikasi serta menambah keterampilan bagi pelatih atau guru olahraga dalam memilih media yang tepat dalam penyampaian pesan. Tempat pelatihan dilaksanakan di kelurahan Jatimulya Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan di Tahun 2021. Dikarenakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) maka kegiatan dilakukan secara daring atau virtual dengan menggunakan zoom. Dengan dilakukannya pelatlihan secara online, dirasakan kurang maksimal karena para peserta tidak dapat mempraktekkan bagaimana melakukan public speaking dengan berinteraksi praktek secara langsung. Namun, hasil Pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Program yang telah dilaksanakan meliputi; membuat video materi public speaking dan membagikannya di media sosial yaitu youtube. Partisipasi dan dukungan peserta yaitu pelatih cukup tinggi, dimana mereka selalu berperan aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan dari awal hingga akhir sehingga diharapkan mereka dapat menerapkan ilmu yang didapat saat pelatihan dengan mempraktikkan secara langsung kepada masyarakat luas dan kepada insan olahraga pada khususnya.
PELATIHAN PEMBUATAN SHIBORI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS WARGA BINAAN LAPAS KELAS 1 MALANG Sarjono; Annisau Nafiah; Eddy Sutadji; Riana Nurmalasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.949 KB)

Abstract

Abstract The Class 1 penitentiary of Malang has several work guidance which is used as a forum to equip the inmate's skills during their sentence. One of the work guidance that is of concern at this time is the work guidance of shibori batik. Conditions in the field indicate that there is still a lack of knowledge possessed by the inmates which can be seen from the work produced in this work guidance. Information was also obtained from the person in charge of working guidance for shibori batik, in his explanation he said that there was still a lack of knowledge and techniques for making shibori. Therefore, it is very necessary to provide material in the form of knowledge and techniques for making shibori in more detail so that the insight of the inmates also develops and generates new creative ideas. The solution offered to solve these problems is to provide training in making shibori motifs and manufacturing techniques. The method was used in the form of lectures and demonstrations which were attended by 30 trainees. This activity was greeted with great enthusiasm by the inmates. Various techniques of making shibori were tried to produce a variety of motifs produced by each participant. The training activities ran smoothly and received support from various parties so that the training activities could be carried out optimally Abstrak Lapas Kelas 1 Malang memiliki beberapa bimbingan kerja yang digunakan sebagai wadah untuk membekali keterampilan warga binaan selama menjalani masa hukuman. Salah satu bimbingan kerja yang menjadi perhatian saat ini adalah bimbingan kerja batik shibori. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masih minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh warga binaan yang terlihat dari hasil karya yang dihasilkan pada bimbingan kerja ini. Informasi juga digali dari penanggungjawab bimbingan kerja batik shibori, dalam penjelasannya mengatakan memang masih minim untuk pengetahuan dan Teknik pembuatan shibori. Oleh karena itu sangat diperlukan pemberian materi berupa pengetahuan dan teknik pembuatan sibori lebih detail sehingga wawasan warga binaan juga berkembang dan memunculkan ide-ide kreatif baru. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan motif shibori dan teknik pembuatannya. Metode yang digunakan dalam pelatihan berupa ceramah dan demonstrasi yang diikuti oleh 30 peserta pelatihan. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga binaan. Berbagai teknik pembuatan shibori dicoba sehingga dapat menghasilkan beragam motif yang dihasilkan oleh setiap peserta. Kegitan pelatihan berjalan lancar dan mendapatkan support dari berbagai pihak sehingga kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan dengan maksimal.