cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
Pelatihan Pembuatan Soal berbasis HOTS bagi Guru Guru jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di kecamatan Muara gembong. daryanto; Soeprijanto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This training aims to improve teachers' capacity in compiling questions that challenge students to think more deeply, in accordance with HOTS standards. The main target of this training is teachers from all levels of education in Muara Gembong District. Each level of education has its own characteristics, but the development of HOTS-based questions can be applied at all levels, from elementary to vocational schools. The results of the needs analysis identified that many teachers still need to improve their understanding of pedagogy and fields of study. In addition, in the training on learning oriented to high-level thinking skills, the pretest results showed an average score of 55 points while the posttest results showed an average score of 70 points, this result indicates an increase in value of 15 points from the initial understanding. Although this result is still below the expected value, namely: 75%. The results obtained in this activity include: (1) increasing teachers' understanding of the HOTS-oriented learning approach; (2) increasing teachers' pedagogical and field of study competencies in managing classroom learning. The follow-up analysis in this activity is: (1) Assisting teachers in making planning plans; (2) Assistance for teachers in developing HOTS-oriented learning tools. Keywords: understanding HOTS, assistance, HOTS-oriented learning. Abstrak Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun soal yang menantang siswa berpikir lebih mendalam, sesuai dengan standar HOTS. Sasaran utama dari pelatihan ini adalah guru dari semua jenjang pendidikan di Kecamatan Muara Gembong. Setiap jenjang pendidikan memiliki karakteristik tersendiri, namun pengembangan soal berbasis HOTS dapat diterapkan pada semua tingkat, mulai dari SD hingga SMK. Hasil analisis kebutuhan teridentifikasi bahwa masih banyak guru-guru membutuhkan peningkatan pemahaman tentang pedogogik dan bidang studi. Disamping itu, pada pelatihan tentang pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata mencapai point 55 sedangkan hasil pos test menunjukkan nilai rata-rata mencapai point 70, hasil ini menandakan ada kenaikan nilai sebesar 15 point dari pemahaman awal. Walaupun hasil ini masih dibawah nilai yang diharapkan yaitu: 75%. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini diantaranya adalah: (1) meningkatnya pemahaman guru-guru tentang pendekatan pembelajaran berorientasi HOTS; (2) meningkatkan kompetensi pedagogik dan bidang studi guru dalam mengelola pembelaaran di kelas. Analisis tindak lanjut dalam kegiatan ini adalah: (1) Pendampingan guru-guru dalam membuat perencanaan perencanaan; (2) Pendampingan guru-guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi HOTS. Kata Kunci: pemahaman HOTS, pendampingan, pembelajaran berorientasi HOTS.
EDUKASI PEMANFAATAN SEREH MENJADI SPRAY DAN BODY LOTION SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KASUS DBD DI DUSUN BIRING JENE KAB MAROS Yuliati; Andi Adillah Firstania Azis; Idhar Dharlis; Alfina Baharuddin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract There were 50 cases of dengue fever in Biring Jene hamlet (35.5%). Based on the results of examinations for Aedes aegypti larvae, 12% of containers were positive for Aedes aegypti larvae in the house and 88% were negative. Meanwhile, the number of containers that were positive for Aedes aegypti larvae outside the home was 3% and those that were negative were 97%. House Index (HI)=27.6, Container Index (CI)=8.3, and Breteau Index (BI)=29.7. The aim of this service is: Reducing cases of dengue fever, increasing partner education through the use of natural ingredients such as lemongrass as a herbal ingredient in preventing dengue fever. The solution offered in this service activity is: education to partners regarding the application of natural, environmentally friendly ingredients as an effort to prevent dengue fever, namely lemongrass as lotion and spray. The results of the service showed that there was an increase in the partners' knowledge from the pre-test activities in the sufficient category (52.3%) while for the post-test it increased to 80%. There was an increase in the partners' attitudes from the pre-test activities in the sufficient category (60%) while for the post-test it increased to 83%. There was an increase in the actions of RT mothers from the pre-test activities in the sufficient category (55.0%) while for the post-test it increased to 80% Keywords: DHF, Lemongrass, Spray, lotion. Abstrak Kasus DBD di dusun biring jene terdapat 50 Kasus (35,5%). Berdasarkan hasil pemeriksaan jentik Aedes aegypti bahwa kontainer yang positif jentik Aedes aegypti di dalam rumah yaitu 12% dan yang negatif 88%. Sedangkan jumlah kontainer yang positif jentik Aedes aegypti di luar rumah yaitu 3% dan yang negatif 97%. House Index (HI)=27,6, Container Index (CI)=8,3, dan Breteau Index (BI)=29,7. Tujuan pengabdian ini adalah: Menurunan kasus DBD, Peningkatan edukasi mitra melalui pemanfaatan bahan alami sereh sebagai bahan herbal dalam pencegahan DBD. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah : edukasi kepada mitra terkait penerapan bahan alami yang ramah lingkungan sebagai upaya penceghaan DBD yaitu sereh menjadi lotion dan spray. Hasil pengabdian menunjukkan Terjadi peningkatan pengetahuan para mitra dari kegiatan pre test kategori cukup (52,3%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 80 %. Terjadi peningkatan sikap para mitra dari kegiatan pre test kategori cukup (60 %) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 83%. Terjadi peningkatan tindakan para ibu-ibu RT dari kegiatan pre test kategori cukup (55,0%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 80% Keywords: DBD, Sereh, Spray, lotion.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PEMANDU WISATA RELIGI MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DI KELURAHAN JATINEGARA KAUM Heryanti Utami; Ummu Hani; Fitri Laila Syawali Siregar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Improving the knowledge and practice of religious tour guides through the use of digital technology is a community service activity that aims to improve the practice of religious tour guides based on digital technology. In today's digital era, tour guides must improve their performance, which was previously only done traditionally, to become based on digital technology. The method used is the Participatory Action Research (PAR) method, namely through dialogue, discussion, questions and answers, and assignments regarding the practice of religious tour guides based on technology. The participants involved were 3 members of Karang Taruna and 15 members of KTH Rumah Kaum Jayakarta. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the service showed that community service activities were effective in improving the knowledge and practice of utilizing technology in religious tour guides. Through the practice of religious tour guides with the use of technology based on sites, social media, and applications, participants can feel the benefits in promoting religious tourism and making the work of tour guides more efficient.   Abstrak Peningkatkan pengetahuan dan praktik pemandu wisata religi melalui pemanfaatan teknologi digital merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang memilki tujuan untuk meningkatkan praktik pemandu wisata religi berbasis teknologi digital. Di Era digital saat ini, pemandu wisata harus lebih meningkatkan performanya yang tadinya hanya dengan cara tradisional menjadi berbasis teknologi digital. Metode yang digunakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yaitu melalui dialog, diskusi, tanya jawab, dan penugasan mengenai praktek pemandu wisata religi berbasis teknologi. Peserta yang terlibat yaitu 3 anggota karang taruna dan 15 anggota KTH Rumah Kaum Jayakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabidan masyarakat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pemanfaatan teknologi pada pemandu wisata religi. Melalui praktifk pemandu wisata religi denga pemanfaatan teknologi berbasisis situs, media sosial, dan aplikasi, peserta dapat merasakan manfaat dalam mempromosikan wisata religi serta mengefisiensikan pekerjaan pemandu wisata. 
UPAYA TANGGAP DARURAT BENCANA MELALUI PERANCANGAN SAFETY SIGN DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR MADUSARI PONOROGO Rindang Diannita; Sisca Mayang Phuspa; Siti Ma'rifah; Ahmad Ma'ruf Muzaidin Arrosit
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Disaster emergency response is a series of activities carried out as a disaster mitigation effort, to minimize the negative impacts that arise if a disaster occurs, which includes activities to rescue victims and evacuate victims. Disaster emergency response needs to be supported by safety equipment as a form of prevention, one of which is by making safety signs, namely equipment installed in environmental areas with the aim of protecting and increasing awareness of potential dangers that occur in the surrounding environment. The aim of this Community Service is to increase students' awareness of disasters and as an initial step in preparing Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo in facing disasters. The method used in Community Service is Participatory Action Research (PAR), which was carried out on students of Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo, East Java. This Community Service activity program includes socializing disaster emergency response, designing safety signs, and applying safety signs in the cottage area. The results of this Community Service are increased understanding regarding disaster emergency response and understanding regarding safety signs, as well as designing safety signs that will be installed in the Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo area, as a visual communication medium to convey information related to danger and disaster preparedness in the Pondok area Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo. Keywords: Disaster Emergency Response, Emergency Response System, Safety Signs Abstrak Tanggap darurat bencana merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana, untuk meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan jika terjadi bencana, yang meliputi kegiatan penyelamatan korban dan evakuasi korban. Tanggap darurat bencana perlu didukung dengan peralatan keselamatan sebagai bentuk pencegahan, salah satunya dengan pembuatan safety sign atau rambu keselamatan, yaitu perlengkapan yang dipasang pada area lingkungan dengan tujuan untuk melindungi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang terjadi di lingkungan sekitar. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan awareness santri terhadap bencana dan sebagai langkah awal kesiapsiagaan Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo dalam menghadapi bencana. Metode yang digunakan pada Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang dilakukan pada santri Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo, Jawa Timur. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini antara lain sosialisasi tanggap darurat bencana, perancangan safety sign, serta pengaplikasian safety sign pada area pondok. Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah peningkatan pemahaman terkait tanggap darurat bencana dan pemahaman terkait safety sign, serta perancangan safety sign yang akan dipasang di area Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo, sebagai media komunikasi visual guna menyampaikan informasi terkait bahaya dan kesiapsiagaan bencana di area Pondok Modern Darussalam Gontor Madusari Ponorogo. Kata Kunci: Rambu Keselamatan, Safety Sign, Tanggap Darurat Bencana
PKM REVITALISASI BANK SAMPAH DALAM MENUMBUHKAN SOCIALPRENEURSHIP BERBASIS MODUL HYPERCONTENT Budiaman; Cecep Kustandi; Aam Amaningsih Jumhur
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Ministry of Environment and Forestry (LHK) noted that East Jakarta has the highest annual waste generation in DKI Jakarta, reaching 836.9 thousand tons per year, with the largest contribution to the Bantargebang TPST of 620.96 thousand tons (27.14% of total waste) in 2021. The pandemic has changed people's consumption patterns with the increasing use of double wrapping, which adds to the problem of non-organic waste. The student council management owned by the partner school, SMP Negeri 158 East Jakarta, consists of students who have more awareness of environmental management. This activity was developed in an effort to protect the environment and generate economic value for each member. This concept of socialpreneurship takes advantage of business opportunities in the community to have a positive impact, focusing on the problem of high-economic value waste production and the marketing of plastic ore from plastic bottles that have been grouped. The solutions offered to these problems are in the form of assistance for school leaders and Adiwiyata coaches in fostering student socialpreneurship, empowering student council administrators to sort non-organic waste with high economic value using hypercontent modules, and revitalizing school waste banks with an inventory of equipment such as shredders, drop boxes, and greenhouses. This activity was carried out by involving partners through observation and FGD at SMP Negeri 158 East Jakarta and simulations at the Pok Lisa Waste Bank to understand the process of processing plastic waste that has economic value. Keywords: socialpreneurship; revitalizing; waste bank; Hypercontent Abstrak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat bahwa Jakarta Timur memiliki timbulan sampah tahunan tertinggi di DKI Jakarta, mencapai 836,9 ribu ton per tahun, dengan kontribusi terbesar ke TPST Bantargebang sebesar 620,96 ribu ton (27,14% dari total sampah) pada 2021. Pandemi mengubah pola konsumsi masyarakat dengan meningkatnya penggunaan double wrapping, yang menambah masalah sampah non-organik. Pengurus OSIS yang dimiliki oleh sekolah mitra yaitu SMP Negeri 158 Jakarta Timur beranggotakan siswa-siswi yang memiliki kesadaran lebih terhadap pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini dikembangkan dalam upaya menjaga lingkungan serta menghasilkan nilai ekonomi untuk setiap anggotanya. Konsep socialpreneurship ini memanfaatkan peluang bisnis di tengah masyarakat untuk memberi dampak positif, dengan fokus pada masalah produksi sampah bernilai ekonomi tinggi dan pemasaran bijih plastik dari botol plastik yang sudah dikelompokkan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan tersebut berupa pendampingan bagi pimpinan sekolah dan pembina Adiwiyata dalam menumbuhkan socialpreneurship siswa, pemberdayaan pengurus OSIS untuk memilah sampah non-organik bernilai ekonomi tinggi menggunakan modul hypercontent, serta revitalisasi bank sampah sekolah dengan inventarisasi peralatan seperti mesin pencacah, drop box, dan rumah kaca. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mitra melalui observasi dan FGD di SMP Negeri 158 Jakarta Timur serta simulasi di Bank Sampah Pok Lisa untuk memahami proses pengolahan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi. Kata Kunci: socialpreneurship; revitalisasi; bank sampah; Hypercontent
TINDAKAN LITERASI SEJARAH MELALUI KEGIATAN EXPLORATION HISTORY CLUB DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS CENDERAWASIH Kulyasin; La Ode Hasirun; Susanto T. Handoko; Meilyani Payangan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issues that arise, particularly the low literacy levels among History Education students at Cenderawasih University, as well as the lack of academic participation in helping communities explore the economic potential of coastal areas through historical perspectives, are the primary reasons behind the idea of the Exploration History Club. This initiative is aimed at solving these problems. Using a collaborative method between the service team, students, and the community, they seek to uncover and explore historical data from Sarawandori Village, Yapen Islands Regency, as part of the historical literacy phase, while also exploring the community's economic potential as a way to develop the area into a historical tourism site. As a result of this activity, students are able to contextually apply historical research methods effectively, which will enhance their independence in conducting historical research in the future. Additionally, the collaboration between academics and the community has successfully identified economic opportunities for the community by attempting to create a historical tourism village. The team concluded that the Exploration History Club activities in Yapen Islands Regency have had a positive impact on the development of historical literacy among the students of the History Education Program at Cenderawasih University. Students not only gained a deeper understanding of local and national history, but also improved their research and historical analysis skills. Through these activities, students were also involved in efforts to preserve local history and empower the surrounding community, helping to strengthen the relationship between academics and the local community.  Keywords: sarawandori village; historical exploration; historical literacy Abstrak Permasalahan yang muncul pada mahasiwa Papua, khususnya rendahnya tingkat literasi mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Cenderawasih, serta minimnya partisipasi akademisi dalam membantu masyarakat menggali potensi ekonomi wilayah pesisir melalui perspektif sejarah, menjadi alasan utama di balik lahirnya gagasan Eksplorastion History Club. Inisiatif ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dengan menggunakan metode kolaboratif antara tim pengabdi, mahasiswa, dan masyarakat, mereka berupaya mengungkap dan menggali data sejarah Kampung Sarawandori, Kabupaten Kepulauan Yapen, sebagai bagian dari fase literasi sejarah, sekaligus menggali potensi ekonomi masyarakat sebagai bentuk pengembangan kawasan tersebut menjadi tempat wisata sejarah. Hasil dari kegiatan ini, mahasiswa mampu menerapkan metode penelitian sejarah secara kontekstual dan efektif, sehingga akan meningkatkan kemandirian mereka dalam melakukan penelitian sejarah di masa depan. Selain itu, kolaborasi antara akademisi dan masyarakat berhasil mengidentifikasi peluang ekonomi bagi masyarakat dengan berupaya menciptakan desa wisata sejarah. Tim menyimpulkan bahwa kegiatan Eksploration History Club di Kabupaten Kepulauan Yapen memberikan dampak positif terhadap pengembangan literasi sejarah di kalangan mahasiswa Program Pendidikan Sejarah Universitas Cenderawasih. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah lokal dan nasional, tetapi juga meningkatkan keterampilan penelitian dan analisis sejarah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga dilibatkan dalam upaya melestarikan sejarah lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar, membantu mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat setempat. Kata Kunci: kampung sarawandori; eksplorasi sejarah; literasi sejarah
Introduction of Groundwater Filtration Technology for Drinking Water in Coastal Communities in Muara Gembong Himawan Hadi Sutrisno; Pratomo Setyadi; Jafar Amiruddin; Catur Setyawan K; Triyono; Fransisca Maria Farida
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This Community Service activity aims to introduce groundwater filtration technology to produce potable water in the coastal area of Muara Gembong Beach, Bekasi. The groundwater filtration uses a membrane filtration method combined with ultraviolet (UV) light to achieve ideal and drinkable water conditions for the community. The membrane filtration method serves to filter dissolved particles in the water that are microscopic and under low pressure. Meanwhile, the use of ultraviolet light functions to kill microorganisms that may not be filtered by the membrane. The combination of these two groundwater filtration methods produces drinking water sourced from wells around the Muara Gembong Beach area in Bekasi. Key words: drinking water, estuary gembong, training for the community Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknologi penyaringan air tanah untuk menjadi air siap minum pada daerah pesisir Pantai Muara Gembong Bekasi. Penyaringan air tanah menggunakan metode filtrasi membrane dan dikombinasikan dengan penggunaan Sinar Ultraviolet untuk mendapatkan kondisi air yang ideal dan siap minum untuk masyarakat. Metode filtrasi membrane berfungsi sebagai penyaring partikel yang terlarut pada komposisi air yang bersifat mikro dan bertekanan rendah. Sedangkan pemanfaatan sinar Ultra violet berfungsi mematikan mikro organisme yang memungkin tidak tersaring dalam filtrasi membrane. Kombinasi 2 metode penyaringan air tanah ini menghasilkan air minum yang berasal dari sumur tanah di sekitar Kawasan Pantai Muara Gembong Bekasi Kata kunci: air minum, muara gembong, pelatihan kepada masyarakat
EDUKASI KESEHATAN RAMBUT MELALUI BUKU PEMBELAJARAN GIZI KECANTIKAN RAMBUT PADA MASYARAKAT KECAMATAN MUARA GEMBONG, KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT Eti Herawati; Elvyra Yulia; Dwi Atmanto; Farah Fatmasari; Munandar Putri Nabila
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of education will certainly not be separated from a process called the teaching and learning  process. Currently, teaching and learning activities are not only limited to teachers as educators in  delivering subject matter, but various strategies, technologies and approaches that are tailored to  individual needs and students are required to be active in teaching and learning activities. In order to  improve life and livelihood in the area of Pantai Mekar Muara Gembong village, Bekasi Regency, West  Java. It is necessary to have adequate learning resources and be adjusted to the needs through the provision  of facilities and infrastructure in the form of libraries. One of the books that will be used as a library book  is a book about nutrition for hair health and beauty. The scope of this book is the definition of nutrition,  the content of nutrients needed by hair, and the relationship between nutrition and hair health and beauty. After carrying out counseling in Muara Gembong, there was an increase in knowledge about hair health  nutrition in the trainees (community) with pre-test results in the range of 40-60 amounting to 8 people  (31%), value range 61-80 amounting to 10 people (38%), value range 81-100 amounting to 8 people (31%).  Meanwhile, in the post test, the results in the range of 40-60 amounted to 6 people (23%), the score range  of 61-80 amounted to 12 people (46%), and the score range of 81-100 amounted to 8 people (31%). This  means that there was an increase in knowledge about hair health nutrition for 26 training participants  (community) in the value range of 61-80 as much as (8%). Keywords: hair health, nutritional knowledge, library books Abstrak Tujuan pendidikan tentu nya tidak akan lepas dari suatu proses yang dinamakan dengan proses belajar  mengajar. Saat ini kegiatan belajar mengajar tidak hanya terbatas pada guru sebagai pendidik dalam  penyampaian materi pelajaran, tetapi beragam strategi, teknologi dan pendekatan yang disesuaikan  dengan kebutuhan individual serta peserta didik dituntut untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar.  Dalam rangka meningkatkan kehidupan dan penghidupan di wilayah kelurahan Pantai mekar Muara  Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di perlukan sumber belajar yang memadai dan disesuaikan  dengan kebutuhan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang berbentuk perpustakan. Salah satu buku yang akan dijadikan buku perpustakaan adalah buku tentang gizi untuk kesehatan dan kecantikan  rambut.Ruang lingkup yang disusun pada buku ini adalah pengertian gizi, kandungan zat gizi yang  dibutuhkan oleh rambut, serta keterkaitan antara gizi dengan kesehatan dan kecantikan rambut. Setelah  melaksanakan penyuluhan di Muara Gembong terjadi peningkatan pengetahuan tentang gizi kesehatan  rambut pada peserta pelatihan (masyarakat) dengan hasil pre test pada rentang 40-60 berjumlah 8 orang  (31%), rentang nilai 61-80 berjumlah 10 orang (38%), rentang nilai 81-100 berjumlah 8 orang (31%). Sedangkan pada post test didapatkan hasil pada rentang 40-60 berjumlah 6 orang (23%), rentang nilai  61-80 berjumlah 12 orang (46%), dan rentang nilai 81-100 berjumlah 8 orang (31%). Artinya, terjadi  peningkatan pengetahuan tentang gizi kesehatan rambut terhadap 26 peserta pelatihan (masyarakat) pada rentang nilai 61-80 sebanyak (8%). Kata Kunci: kesehatan rambut, pengetahuan gizi, buku perpustakaan
Komitmen Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi Dalam Mengelola Sampah Berbasis Sociopreneurship Untuk Mewujudkan Indonesia Bebas Sampah Aam Amaningsih Jumhur
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The volume of waste that continues to increase along with population growth and human activities makes the capacity of final disposal sites (TPA) increasingly limited. It is estimated that the current TPA will only be able to accommodate waste until 2025 if the pattern of production and waste management does not change. Anticipating these problems, the Mutiara Waste Bank of Bekasi City optimizes waste management in RW 13, Jakamulya Village. Efforts to manage waste from its source have been carried out with waste management, sorting waste to be reused into compost and recycled plastic waste into shredded plastic that is sold to the Factory. The purpose of the Community Service Program is to optimize the management of the Waste Bank based on the concept of sociopreneurship which generates income generating so that activities continue because there is a guarantee of funds generated by independent efforts. The method or science and technology applied to the management of the Mutiara Waste Bank with the Sociopreunership concept is a business concept that carries social issues in the community. The results of the Mutiara Waste Bank's activities have 120 Waste Bank Customers who get money from their waste savings. Two benefits for the community are the awareness and commitment of residents to manage 10% of waste from its source and get savings from their waste deposits. The conclusion of waste management based on Sociopreneur to make changes towards a better social life, Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi is committed to realizing a waste-free Indonesia. Keywords: Waste Bank, Sociopreunership, Waste-free Indonesia Abstrak Volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia membuat kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) semakin terbatas. Diperkirakan TPA yang ada saat ini hanya akan mampu menampung sampah hingga 2025 jika pola produksi dan pengelolaan sampah tidak berubah. Mengantisipasi dari permasalahan tersebut maka Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi mengoptimalkan manajemen sampah pada RW 13 Kelurahan Jakamulya, Upaya-upaya untuk mengelola sampah dari sumbernya sudah dilakukan dengan manajemen sampah pemilahan sampah untuk di reuse (digunakan kembali) menjadi kompos dan di recycle (didaur ulang) sampah plastik menjadi cacahan plastik yang dijual ke Pabrik. Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat mengoptimalkan manajemen Bank Sampah berbasis dengan konsep sociopreneurship yang menghasilkan income generating sehingga kegiatan terus berlanjut karena ada jaminan dana yang dihasilkan oleh usaha mandiri. Metoda atau Iptek yang diterapkan pada manajemen Bank Sampah Mutiara dengan konsep Sociopreunership merupakan konsep Bisnis yang mengusung isu sosial di Masyarakat. Hasil kegiatan Bank Sampah Mutiara memiliki 120 Nasabah Bank Sampah yang mendapatkan uang dari hasil Tabungan sampahnya. Dua keuntungan bagi Masyarakat yaitu adanya kesadaran dan komitmen warga untuk mengelola sampah 10% dari sumbernya dan mendapatkan tabungan hasil setoran sampahnya. Kesimpulan manajemen sampah berbasis Sociopreneur untuk membuat perubahan menuju kehidupan sosial lebih baik, Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah. Kata Kunci : Bank Sampah, Sociopreunership, Indonesia bebas sampah
Needs Analysis of Clean Water to Improve the Health and Safety of the Pantai Sederhana Village Society, Muara Gembong Catur Setyawan Kusumohadi; Adi Tri Tyaasmadi; Imam Basori; Jafar Amiruddin; Himawan Hadi Sutrisno; Triyono; Pratomo Setyadi; Fransisca Maria Farida
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service activity was conduct to estimated the needs of clean water to improve the health and safety of the people of Pantai Sederhana Village. A preliminary study approach was carried out involving a survey of the health and safety conditions of the community regarding the quality of available water. This step also includes data analysis to understand the prevalence of water-related diseases. Furthermore, through active community participation, further information was obtained about their experiences and perceptions of the availability of clean water. From the results of the analysis of clean water needs, appropriate solutions will be designed, including infrastructure development and providing training to the community on maintaining clean water systems. Monitoring and evaluation will be carried out regularly to assess the effectiveness of the solutions implemented, while continuing to strengthen community capacity in terms of awareness of the importance of clean water for health and safety. Keywords: clean water, health, safety Abstrak Artikel kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari kegiatan pembuatan alat penjernih air untuk masyarakat di Pantai Sederhana, Muara Gembong. Untuk dapat merencanakan ukuran dan kapasitas alat penjernih air yang sesuai, maka perlu dilakukan perhitungan kebutuhan air bersih yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat Desa Pantai Sederhana. Pendekatan studi pendahuluan dilakukan dengan melakukan survei terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan masyarakat terkait kualitas air yang tersedia. Langkah ini juga mencakup analisis data untuk memahami prevalensi penyakit yang berhubungan dengan air. Selain itu, melalui partisipasi aktif masyarakat, diperoleh informasi lebih lanjut mengenai pengalaman dan persepsi mereka terhadap ketersediaan air bersih. Dari hasil analisis kebutuhan air bersih akan dirancang solusi yang tepat, antara lain pembangunan infrastruktur dan pemberian pelatihan kepada masyarakat tentang pemeliharaan sistem air bersih. Kata Kunci: air bersih, kesehatan, keselamatan