cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PEMBERDAYAAN PEKERJA IMIGRAN INDONESIA DI SINGAPORE DALAM MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN DARI SENI MELIPAT HANDUK Prastiti Laras Nugraheni; Nurlaila Abdullah Mashabi; Elmanora; Dila Aprillia; Naura Dwinta Sari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract 70% of migrant workers in Singapore work in the informal sector as domestic helpers. However, there are still many Indonesian migrant workers who have problems due to low education and lack of competence. Therefore, it is necessary to improve the competence and knowledge of migrant workers to improve family welfare. One of the competencies that can be learned is the art of folding towels. The art of folding towels can not only help them organize their rooms where they work, but can also be a wedding gift business. This community service was carried out in August, and in collaboration with Elite Dreams Ins. PTE. LTD, Singapore and involved 16 migrant workers. This community service began with the preparation stage of making a towel art and towel creation guidebook as a training medium; the implementation stage was carried out with presentations, demonstrations, practices; and the evaluation stage. The evaluation results showed an increase in participants' knowledge and skills in making gifts from the art of folding towels shown by all participants, there was an increase in pre-test and post-test scores of 100%, and participant satisfaction with the resource person was 81.3%, training materials 93.8%, methods 87.5%, facilities 100%, and usefulness 100%. It is hoped that this community service will not only make migrant workers more capable in their jobs but also improve family welfare through wedding gift businesses. Keywords: the art of folding towels ; migrant workers; wedding gift Pekerja migran di Singapura 70% bekerja di sektor informal sebagai asisten rumah tangga. Namun masih banyak pekerja migran Indonesia yang bermasalah akibat pendidikan yang rendah dan kurangnya kompetensi yang dimiliki. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kompetensi dan pengetahuan para pekerja migran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu kompetensi yang bisa dipelajari adalah seni melipat handuk. Seni melipat handuk bukan hanya dapat membantu mereka dalam menata kamar di tempat mereka bekerja, namun dapat menjadi usaha hantaran pernikahan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan agustus, dan bekerjasama dengan Elite Dreams Ins. PTE. LTD, Singapore serta melibatkan 16 orang pekerja migran. Pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan tahapan persiapan membuat buku panduan towel art dan towel creation sebagai media pelatihan ; tahap pelaksanaan dilakukan presentasi, demonstrasi, praktik ; dan tahap evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat hantaran dari seni melipat handuk yang ditunjukkan seluruh peserta terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 100% , dan kepuasan peserta terhadap narasumber sebesar 81,3%, bahan pelatihan 93,8%, metode 87,5%, fasilitas 100%, dan kebermanfaatan sebesar 100%. Diharapkan pengabdian masyarakat ini tidak hanya membuat pekerja migran semakin cakap dalam pekerjaannya namun juga meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha hantaran pernikahan. Kata Kunci: hantaran pernikahan; pekerja migran; seni melipat handuk
Pengabdian Masyarakat kerjasama Mitra DUDI UMKM Pengolahan daur ulang limbah serat daun Nanas menjadi produk Tekstil terbarukan. Dewi Suliyanthini; Florentina Br Ginting; Sevira Dwi Cahya; Afkhar Miftah Annur Haibah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Community Service Cooperation Scheme with the business world and industry to process pineapple fiber waste into renewable textile products, Al Fiber UMKM in Subang Regency, West Java, with participants in the gen-Z youth activities so that they have scientific insight and skills in turning pineapple leaf waste into renewable textile products that can be used as fashion products so that it can be used as a creative economy business opportunity. Subang is the city that produces the most pineapples, so pineapple leaf waste can be reprocessed into textiles for fashion products. The results of the service activities of the Alpha generation teenagers are very happy, enthusiastic and motivated to take part in training on processing pineapple leaf waste which is extracted into fiber and spun into yarn to the process of making fabric with a non-machine loom (ATBM), which can then be used as fashion products such as bags, clothing, and fashion accessories. Keywords: Pineapple leaf recycling, Renewable textiles, creative economy . Abstrak Pengabdian Masyarakat skema kerjasama dengan dunia usaha dan industry pengolahan limbah serat Nanas menjadi produk tekstil terbarukan, UMKM Al Fiber di Kabupaten Subang Jawa Barat, dengan peserta kegiatan remaja gen-Z agar memiliki wawasan keilmuan dan keterampilan pada pengoalahan limbah daun nanas menjadi produk tekstil terbarukan yang dapat digunakan sebagai produk fashion sehingga dapat dijadikan peluang bisnis ekonomi kreatif. Subang merupakan kota penghasil buah nanas terbanyak, sehingga limbah daun nanas dapat diolah kembali menjadi tekstil untuk produk fashion. Hasil kegiatan pengabdian para remaja generasi Alpha sangat senang, antusias dan termotivasi untuk mengikuti pelatihan pengolahan limbah daun nanas yang di ekstraksi menjadi serat dan dipintal menjadi benang sampai pada proses pembuatan kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), yang kemudian dapat dijadikan produk fashion seperti tas, busana, dan pelengkap busana. Kata kunci : Daur Ulang daun Nanas, Tekstil terbarukan, Ekonomi Kreatif
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELOMPOK MASYARAKAT DESA KARYA PANDAI BESI MELALUI PENGGUNAAN MESIN TEMPA UNTUK MENINGKATKAN KUANTITAS BARANG PRODUKSI Aan Suryana; Awaludin Nugraha; Nana Darna; Rina Wahyunita; Cipto Surya Pramesti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Blacksmith Village community group is one of the community groups whose livelihood is  blacksmithing, so they can produce work that has economic value. However, in the process, this  community group faces many problems, including the use of traditional production tools, so the number  of goods produced every day still needs to be improved. The PKM activities aim to resolve the problems  faced by partners, namely by using more modern production equipment such as forging machines. The  method implemented in PKM activities is a method that involves the community directly in participating  in each PKM program that is implemented, through socialization, training and practice, mentoring,  evaluation, and sustainability of the program after the PKM is completed. The results of PKM activities  show that partners' understanding regarding the use of forging machines has increased based on the  results of distributing questionnaires, namely from 50% to 90%. Apart from that, the use of forging  machines can increase the quantity of goods produced every day from 1-2 pieces of equipment to 3 pieces  of equipment. Based on this, it can be concluded that the use of more modern equipment can help  partners/craftsmen to increase the quantity of goods produced. Abstrak Kelompok masyarakat desa karya pandai besi merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki  mata pencaharian sebagai pandai besi, sehingga mereka mampu mengahsilkan karya yang memiliki nilai  ekonomi. Namun dalam prosesnya kelompok masyarakat ini menghadapi banyak permasalahan,  diantaranya penggunaan alat produksi yang masih tradisional, sehingga jumlah barang yang dihasilkan  setiap harinya masih belum maksimal. Kegiatan PKM yang dilaksnakan bertujuan untuk menyelesaikan  permaslahan yang dihadapi mitra, yaitu dengan menggunaan alat produksi yang lebih modern seperti  mesin tempa. Metode yang dilaksakan dalam kegiatan PKM, yaitu metode yang melibatkan masyarakat  secara langsung untuk mengikuti setiap program PKM yang dilaksankan, melalui langkah-langkah  sosialisasi, pelatihan dan praktek, pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan program setelah PKM  selesai dilaksanakan. Hasil kegiatan PKM menunjukan bahwa pemahaman mitra terkait penggunaan  mesin tempa meningkat berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, yaitu dari 50% menjadi 90%. Selain  itu, penggunaan mesin tempa mampu meningkatkan kuantitas barang yang dihasilkan setiap harinya dari  yang awalnya 1-2 kodi alat perkakas menjadi 3 kodi. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan  bahwa penggunaan peralatan yang lebih modern dapat membantu mitra/perajin untuk meningkatkan  kuantitas barang yang dihasilkan.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN IMPLEMENTASI E-COMMERCE PADA KELOMPOK SUTERA SURE SALAKA DI KABUPATEN PINRANG Yusran Bachtiar; Dr. Nirwana Sampara; Andi Wafiah; Mugaffir Yunus; Aslan; Sri Wahyuni Y; Firman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community empowerment in the partner area has not reached its optimal potential, which has an impact on their low income. On the other hand, the sure salaka silk group, which is engaged in the production of silk fabrics, has a great opportunity to advance the local economy. The availability of raw materials and adequate resources make this business very potential. The existing problems include low motivation and skills of business actors, low production quality and quantity, lack of product standardisation, lack of knowledge in financial management, and not utilising information technology and e-commerce. The proposed solutions include increasing the motivation and skills of business actors, training on product management and implementation of good production practices, training on financial management, marketing strategies with information technology and e-commerce, and socialisation. Workshops were also conducted to improve motivation and human resource capabilities, entrepreneurial managerial skills, product development, as well as assistance in the use of information technology for marketing through website-based e-commerce, and evaluation of partner business management. The results of this activity show that the training has met expectations. The high participation of partners has a positive impact on the programme, with increased partner motivation in the role of implementing activities, increased knowledge of financial management, and the creation of a website-based e-commerce application that is currently used by partners is expected to increase production. Keywords: empowerment; umkm; e-commerce Abstrak Pemberdayaan masyarakat di wilayah mitra belum mencapai potensi optimal, yang berdampak pada rendahnya pendapatan mereka. Disisi lain kelompok sutera sure salaka yang bergerak di bidang produksi kain sutera memiliki peluang besar untuk memajukan ekonomi lokal. Ketersediaan bahan baku dan sumber daya yang memadai menjadikan usaha ini sangat potensial. Masalah yang ada meliputi rendahnya motivasi dan keterampilan pelaku usaha, rendahnya kualitas dan kuantitas produksi, kurangnya standarisasi produk, kekurangan pengetahuan dalam manajemen keuangan, serta belum memanfaatkan teknologi informasi dan e-commerce. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan motivasi dan keterampilan pelaku usaha, pelatihan manajemen produk dan penerapan praktik produksi yang baik, pelatihan manajemen keuangan, strategi pemasaran dengan teknologi informasi dan e-commerce, serta sosialisasi. Workshop juga dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan SDM, keterampilan manajerial kewirausahaan, pengembangan produk, serta pendampingan dalam penggunaan teknologi informasi untuk pemasaran melalui e-commerce berbasis website, dan evaluasi manajemen usaha mitra. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan telah memenuhi ekspektasi. Tingginya partisipasi mitra berdampak positif pada program, dengan peningkatnya motvasi mitra dalam peran pada pelaksanaan kegiatan, meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan, dan terciptanya aplikasi e-commerce berbasis website milik mitra yang saat ini dimanfaatkan mitra diharapkan dapat meningkatkan produksi. Kata Kunci: pemberdayaan; umkm; ecommerce
PENDAMPINGAN STRATEGI BISNIS UNTUK KEBERLANJUTAN UMKM PADA UNIT USAHA DI BAWAH NAUNGAN YAYASAN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL PARUNG, BOGOR Hamidah; Dewi Susita; Rd. Tuty Sariwulan; Puji Wahono; Widya Parimita; Agung Dharmawan Buchdadi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtrak              Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Boarding School, Bogor. Program ini melibatkan 56 peserta, terdiri dari 20 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dan 36 santri Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman. Selain itu, pendampingan kegiatan ini juga dilakukan oleh para dosen home base Prodi S3 Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para santri yang diberi tanggung jawab dalam mengelola berbagai unit bisnis di bawah naungan pondok pesantren. Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan dan bimbingan dalam bidang manajemen, kewirausahaan, serta pengembangan bisnis berbasis pesantren. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan bisnis pesantren, serta meningkatkan kemandirian dan keterampilan santri dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
OPTIMALISASI PELATIHAN MANAJEMEN BISNIS PRODUKSI DAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN KAMPUNG BAMBU MOJOREJO GUNA MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL Mohammad Muslih; Lathiefa Rusli; Maya Tsurroya Alfadla; Bambang Setyo; Rindang Diannita; Nur Aini; Danial Khaled Syamna; Muhammad Rizky Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mojorejo Village has 15 ha of bamboo farming land which can be used to develop the village's potential through improving the village's bamboo craft center. However, public awareness of the opportunities for developing bamboo villages in economic empowerment is still low, so that the production of bamboo crafts is still limited to common and simple products. This training activity aims to provide literacy and assistance to the community, especially the people of Mojorejo Village who are members of the Rumah Bamboe Group and Studio Deling in the production process and innovation of bamboo crafts so that they can improve the local economy. The Asset Based Community Development (ABCD) approach and product innovation assistance are used in this PKM activity. The results of this PKM activity show a significant increase in the quality of productivity which has a positive impact on increasing craftsmen's income and product competitiveness in local and national markets. Local economic empowerment experienced an increase in new product innovation with the addition of 22 innovative products and a 28% increase in production processes in one month. This article concludes that with the right strategy, the Mojorejo Village bamboo craft center can become a successful model for sustainable local economic empowerment. Keywords: quality; productivity; bamboo craft; local economic Abstrak Desa Mojorejo memiliki lahan pertanian bambu seluas 15 ha yang dapat digunakan dalam mengembangkan potensi Desa melalui peningkatan kerajinan sentra Desa bambu. Namun demikian, kesadaran masyarakat akan peluang pengembangan Desa bambu dalam pemberdayaan ekonomi masih rendah, sehingga produksi kerajinan bambu masih terbatas pada produk umum dan sederhana. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan literasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Desa Mojorejo yang tergabung dalam Kelompok Rumah Bamboe dan Studio Deling dalam proses produksi dan inovasi kerajinan bambu sehingga dapat meningkatkan ekonomi lokal. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan pendampingan inovasi produk digunakan dalam kegiatan PKM ini. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas produktivitas yang berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan pengrajin dan daya saing produk di pasar lokal dan nasional. Pemberdayaan ekonomi lokal mengalami peningkatan inovasi produk baru dengan adanya penambahan 22 produk inovasi dan sebanyak 28% peningkatan proses produksi dalam satu bulan. Artikel ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat, sentra kerajinan bambu Desa Mojorejo dapat menjadi model keberhasilan pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Kata Kunci: optimalisasi; kualitas; produktivitas; kerajinan bambu; ekonomi lokal
PENINGKATAN TAX AWARENESS DALAM UPAYA KEPATUHAN WAJIB PAJAK DI SAMSAT KOTA TEGAL Mohammad Rezza Fahlevvi; Titis Sari Putri; Ari Apriyansa; Arya Pangestu; Zikri Hadi Prawira; Nurhikmah Dhita Sari; Muhammad Reza Pahlevi; Lalang Pratama Akhmad Putra; Muhammad Athaillah Akbar Iskandar; Putrie Saridewi; Ahmad Ali Zanki; Ahmad Fikri Rahman; Theresia Farica De Ganza
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Motor Vehicle Tax (PKB) is one of the sources of Regional Tax managed by the Regional Government. Tegal City is one of Central Java Province's cities with the authority to collect motor vehicle tax independently. PKB management in Tegal City is carried out through the One-Stop Integrated Administration System (SAMSAT), a collaboration between the regional government, police, and Jasa Raharja. One of the problems often faced by local governments, including Tegal City, is the low level of taxpayer compliance in paying Motor Vehicle Tax (PKB). In the Bakti Karya Praja (BKP) Program of the Institute of Domestic Government (IPDN), the socialization of Motor Vehicle Tax Payment notifications is one of the government's efforts to increase taxpayer compliance. To determine the effectiveness of PKB notification socialization in increasing taxpayer awareness and compliance in Tegal City. The method used in this service is socialization through direct counseling. Data was collected through socialization and delivered door-to-door to 1548 taxpayer houses that were late paying taxes in Margadana District, South Tegal District, and Tegal City. The socialization activity has proven effective in increasing public knowledge about the obligation to pay taxes for motor vehicles. This can be seen from the increase in the number of taxpayers who made payments after the door-to-door activity. In addition, this activity also succeeded in changing public perception of motor vehicle tax, making it more viewed as an obligation that is beneficial to the regional income of Tegal City rather than just a burden. Abstrak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber Pajak Daerah yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan Kota Tegal merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang berwenang untuk memungut pajak kendaraan bermotor secara mandiri. Pengelolaan PKB di Kota Tegal dilakukan melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT), yang merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan jasa raharja. Masalah yang sering dihadapi oleh pemerintah daerah, termasuk Kota Tegal salah satunya adalah rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pada Program Bakti Karya Praja (BKP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dilakukan sosialisasi pemberitahuan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Untuk mengetahui efektivitas sosialisasi pemberitahuan PKB dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak di Kota Tegal. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah sosialisasi melalui penyuluhan langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui Sosialisasi yang disampaikan secara door-to-door pada 1548 rumah wajib pajak yang terlambat membayar pajak pada Kecamatan Margadana, Kecamatan Tegal Selatan dan Kota Tegal. Kegiatan sosialisasi telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kewajiban membayar pajak bagi kendaraan bermotor. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah wajib pajak yang melakukan pembayaran setelah dilakukan kegiatan door-to- door tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil mengubah persepsi publik terhadap pajak kendaraan bermotor, menjadikannya lebih dipandang sebagai suatu kewajiban yang bermanfaat bagi pendapatan daerah Kota Tegal daripada sekadar beban.
Kolaborasi Multidisipliner: Membangun Desa Mandiri di Daerah Kepulauan Provinsi Maluku Mohamad Syahril Sabda; Peni Pinandhita; Faza Ruziqyani Firdausa; Annisa Marsha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mandiri Village is a village that has a Village Development Index (IPD) of 78/100. An independent village describes the condition of a village which in all its parts has a quality that is close to good. To reach the level of an independent village, a village must improve and it needs a real role from various parties who can make reforms, this is also the case with Maluku Province. The method used in this service is ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, and Evaluation). Introduction begins with discussions and introductions to programs and cooperation agreements, Communication by communicating the outline of community service, Application with socialization activities and implementation of work programs, Reflection by reflecting on joint programs, and Extension by making program sustainability. The results of this community service are that the community welcomes every work program carried out, the subjects targeted in each work program participate actively, work program held is a solution to the problems found, and the government wants to continue some of the programs that have been made. This community service was carried out in Maluku Province through the XIIth Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan with the locations that will be discussed being Negeri Latuhalat, Negeri Mamala, Negeri Rumahkay, and Negeri Saleman. Abstrak Desa Mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Pembangunan Desa (IPD) 78/100. Desa mandiri menggambarkan keadaan desa yang di seluruh bagiannya sudah memiliki kualitas yang mendekati baik. Untuk mencapai level desa mandiri maka sebuah desa harus berbenah dan perlu peran nyata dari berbagai pihak yang bisa membuat sebuah pembaruan, begitu juga dengan Provinsi Maluku. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, and Evaluation). Introduction dimulai dengan diskusi dan pengenalan program dan kesepakatan kerja sama, Communication dengan mengkomunikasikan garis besar pengabdian kepada masyarakat, Application dengan kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan program kerja, Reflection dengan merefleksikan program bersama, dan Extension dengan membuat keberlanjutan program. Hasil Pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat menyambut baik setiap program kerja yang dilakukan, subjek yang menjadi target di setiap program kerja berpartisipasi aktif, program kerja yang diselenggarakan merupakan solusi dari permasalahan yang ditemukan, dan pemerintah desa bersedia melanjutkan beberapa program yang dilaksanakan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Provinsi Maluku melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan ke-XII dengan titik lokasi yang akan menjadi pembahasan adalah Negeri Latuhalat, Negeri Mamala, Negeri Rumahkay, dan Negeri Saleman.
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMENT TEST DIAGNOSTIK THREE-TIER PADA MATERI STURKTUR ATOM DI MGMP JAKARTA SELATAN 2 Rika Siti Syaadah; Elsa Vera Nanda; Hanhan Dianhar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Chemistry considered as diffiuclt subject because studies abstract things. Atomic structure is one of chemistry fundamental topic which is abstract. Most of students have misconception about this topic. Misconceptions held by student will caused students to have difficulty in learning other chemical materials such as chemical bond that require a atomic structure as a basic. This community service activity aims to improve the competence of chemistry teachers in MGMP South Jakarta 2 in developing three-tier diagnostic test insturments to detect misconceptions. The methods used are presentations, group discussions, and three-tier misconception identification practice. The results show that the teacher are enthusiastic in participating to join this community service activity and have a high motivation to develop diagnostic test instrument on other chemical materials. This activity is expected to help the teachers in diagnosing student learning difficulties, so the teachers can choose more veried learning strategies to implement in learning activities then students’ understanding of chemical materials can be improved. Keywords: community service, diagnostic test instrument, three-tier, atomic structure, MGMP Jakarta 2 Abstrak Kimia identik dengan mata pelajaran yang sulit karena mempelajari hal yang abstrak. Struktur atom merupakan salah satu materi dasar yang bersifat abstrak. Siswa seringkali mengalami miskonsepsi pada materi ini. Miskonsepsi yang dialami siswa pada materi struktur atom akan menyebabkan siswa kesulitan dalam mempelajari materi kimia lainnya seperti ikatan kimia yang membutuhkan pemahaman dasar struktur atom. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru kimia di lingkungan MGMP Jakarta Selatan 2 dalam mengembangkan instrumen tes diagnostik three-tier untuk mendeteksi miskonsepsi. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi presentasi materi, diskusi kelompok, serta praktik identifikasi soal miskonsepsi three-tier. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para guru antusias dalam mengikuti kegiatan dan memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan instrument test diagnostik pada materi kimia lainnya. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para guru dalam mendiagnosis kesulitan belajar siswa, sehingga guru dapat memilih strategi pembelajaran yang lebih tepat untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga pemahaman siswa terhadap materi kimia dapat ditingkatkan. Kata Kunci: pengabdian masyarakat, instrumen tes diagnostik, three-tier, struktur atom, MGMP Jakarta Selatan
PELATIHAN PEMBUATAN BUSANA BATIK KHAS SUJO GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK KAMPUNG BATIK SUMBEREJO Kusumawardani, Hapsari; Nurul Aini; Annisau Nafiah; Endang Prahastuti; Saidah Ayu; Utami Kencana Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sumberejo batik village is in its development, apart from marketing its batik, it also sells several clothing products. As a village that is close to a coastal tourist area, it is best to develop other products so that it attracts guests or tourists who pass through the area. There is a lack of finished clothing products because none of their members have sewing skills and they still use the services of tailors for their limited products. Seeing the related problems, there is a need for a solution by providing sewing training so that apart from having batik skills, they are also skilled at sewing to support other production collections, such as shirts, blouses, bags, hats from Sujo batik. The aim of implementing this Community Service is so that mothers have the competence to sew clothes so they can increase their clothing products to a more diverse range and reduce  their selling prices. Through technical skills training in sewing clothes with Sujo's typical batik motif, it is hoped that it will attract more people to visit the gallery. The clothing sewing material provided starts from basic pattern making to finishing techniques. The evaluation results show that the core team of batik makers is very enthusiastic and hopes that there will be continued activities to improve product quality and marketing. Through this training, it is hoped that mothers will be able to produce their own clothing and other products thereby increasing sales and competitiveness in the fashion industry from batik.   Abstrak Kampung batik Sumberejo dalam perkembangannya disamping memasarkan batiknya, juga beberapa produk busana. Sebagai desa yang dekat dengan kawasan wisata pantai sebaiknya perlu mengembangkan produk lainnya sehingga menarik tamu atau wisatawan yang melalui kawasan tersebut. Kurangnya produk jadi busana karena dari anggota mereka belum ada yang memiliki ketrampilan menjahit dan masih menggunakan jasa penjahit untuk produknya yang terbatas. Melihat permasalahan terkait, perlu solusi dengan memberi pelatihan menjahit agar disamping memiliki ketrampilan membatik, juga trampil menjahit untuk menunjang koleksi produksi lainnya, seperti kemeja, blus, tas, topi dari batik Sujo. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian kepada Masyarakat ini, agar ibu-ibu memiliki kompetensi menjahit busana sehingga dapat meningkatkan produk busananya yang lebih beragam dan menekan harga jualnya. Melalui pelatihan ketrampilan teknis menjahit busana dengan motif batik khas Sujo, diharapkan lebih menjadi daya tarik masyarakat untuk mengunjungi galerynya. Materi menjahit busana yang diberikan mulai dari pembuatan pola dasar sampai dengan tehnik penyelesaiannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagai tim inti pembatik sangat antusias dan mengharap ada kelanjutan kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu dapat memproduksi sendiri busana dan produk lainnya sehingga meningkatkan penjualan dan daya saing di industri fashion dari batiknya.