cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 527 Documents
DEVELOPMENT OF THE E-BOOK "KNOWING HISTORY AROUND US" TO INCREASE INTEREST IN LEARNING HISTORY IN ELEMENTARY SCHOOL Anisa Rahmaniyah; Nurdinah Hanifah; Cucun Sunaengsih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3653

Abstract

Students' interest in studying history is still low. This is caused by various factors, one of which is the monotonous learning media. This research was conducted to increase students' interest in studying history using media in the form of e-books. This research uses the R&D (Research and Development) method with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). This research was conducted at SD Islam Plus Al Kayyis in Kamulyan, Bantarsari, Cilacap, with research subjects consisting of material validators, media validators, teachers or educators, and 13 grade IV students. Data collection techniques in this study used observation, questionnaires, and tests. The instruments used in this study were questionnaires given to validators, due diligence questionnaires given to teachers, and pretests and posttests given to students. Data analysis was carried out in a quantitative descriptive manner. The validation results from material experts were 82.9% in the very valid category, from media experts, 100% were in the very valid category, and the e-book 86.67% in the very feasible category. And the results of the pretest showed an average student score of 56.00 and, at the time of the posttest, showed an average student score of 91.50 which means there was an increase in learning outcomes. Media e-book is very feasible to use to increase interest in learning history for elementary school students.  Minat siswa dalam mempelajari sejarah masih rendah, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya media pembelajaran yang monoton. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam mempelajari sejarah menggunakan media berupa e-book. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan model yang digunakan yaitu ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SD Islam Plus Al Kayyis yang berada di Kamulyan, Bantarsari, Cilacap dengan subjek penelitian yang terdiri dari validator materi, validator media, guru atau pendidik, dan siswa kelas IV yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, kuesioner dan tes. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa angket yang diberikan pada validator dan angket uji kelayakan yang diberikan pada guru, dan pretest dan posttest yang diberikan pada siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi dari ahli materi 82,9% dengan kategori sangat valid, dari ahli media 100% dengan kategori sangat valid, dan hasil uji kelayakan e-book 86,67% dengan kategori sangat layak. Serta hasil pretest menunjukan nilai rata-rata siswa sebesar 56,00 dan pada saat posttest menjukan nilai rata-rata siswa sebesar 91,50 yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa media e-book ini sangat layak digunakan untuk meningkatkan minat belajar sejarah siswa sekolah dasar.
THE INFLUENCE OF MICROSOFT SWAY MEDIA ON LEARNING OUTCOMES IN NATURAL SCIENCE SUBJECTS IN GRADE V STUDENTS Arnandi Mukhlas Arnandi; Zulfadewina
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3661

Abstract

Learning Natural Sciences in elementary schools is still considered a subject that is difficult to understand. This is evidenced by the scores of student learning outcomes which are still below the Minimum Completeness Criteria with a criterion score of 7.5. This study aims to analyze the influence of Sway's Microsoft learning media on student learning outcomes in Natural Sciences subjects. The research method uses quantitative research methods, a quasi-experimental model with a posttest-only control design pattern, and the type of instrument used uses a multiple choice test using 2 class samples. The experimental class uses Microsoft Sway learning media, and the control class uses conventional learning media. The results of this study indicate that the Microsoft sway learning media affects the learning outcomes of fifth-grade students in the Natural Sciences subject. This is supported by a hypothesis test with a result of N_sig < N_table with a score of 0.00 < 0.05. The results of the research obtained can be concluded that Sway's Microsoft learning media influences the learning outcomes of fifth-grade students in Natural Sciences subjects. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipahami, hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar siswa yang masih banyak dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal dengan kriteria nilai 7,5. Penelitian ini bertujuan unuk menganalisis pengerauh media pembelajaran micrososft sway terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Metode penelitian mengunakan metode penelitian kuantitatif, model quasi eksperimen dengan pola posttest only control design dan jenis instrument yang digunakan mengunakan sebuah tes pilihan ganda dengan mengunakan 2 sampel kelas, pada kelas ekperimen mengunakan media pembelajaran micrososft sway dan kelas kontrol mengunakan media pembelajaran yang konvensional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran Microsoft sway berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, hal ini didukung dengan uji hipotesis dengan hasil nilai  <  dengan skor 0,00 < 0,05. Hasil penelitian yang diperolereh dapat disimpulkan terdapat pengaruh media pembelajaran micrososft sway terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
THE EFFECT OF USING GOOGLE SITES MEDIA ON THE LEARNING OUTCOMES OF SCIENCE AND TECHNOLOGY STUDENTS IN GRADE V Nadya Jihan Nabilah; Zulfa Dewina
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3713

Abstract

Learning media is very influential in teaching and learning activities to achieve learning objectives. Besides teaching, the teacher acts as a facilitator who is expected to be able to present innovative learning media for students. The teacher's creativity in choosing learning media can attract students' learning interests so that it has an impact on improving learning outcomes. This study aims to determine and analyze the use of instructional media Google Sites on the learning outcomes of grade 5 students in the subject of Natural Sciences (IPA) at SDN Beji Timur. The research method used is like an experimentwithNon-equivalent Control Group Design. The population in this study were all 5th-grade students at SDN Beji Timur for the 2022/2023 academic year. In contrast, the research sample was 68 students consisting of 34 students in class 5B and 34 in class 5E. The type of instrument used in this study was a multiple choice test that was tested whenPre-test andPost-test. Data analysis techniques were carried out to test normality by testingKolmogorov-Smirnov, homogeneity test with Levene Statistic. Next, test the hypothesis using the test independent sample t-test. Based on the t-test, hypothesis testing shows no effect on the average grade 5 science learning outcomes using mediaGoogle Sites at SDN Beji Timur. Thus, using mediaGoogle Sites does not affect student learning outcomes in Natural Sciences (IPA) subjects at SDN Beji Timur. Demi tercapainya tujuan pembelajaran, media pembelajaran sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar. Disamping mengajar, guru berperan sebagai fasilitator yang diharapkan mampu menghadirkan media pembelajaran yang inovatif bagi siswa. Kreativitas guru dalam memilih media pembelajaran dapat menarik minat belajar siswa sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan media pembelajaran Google Sites terhadap hasil belajar siswa kelas 5 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SDN Beji Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SDN Beji Timur tahun ajaran 2022/2023. Sedangkan yang dijadikan sampel penelitian adalah 68 siswa yang terdiri dari 34 siswa kelas 5B dan 34 siswa kelas 5E. Jenis instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes pilihan ganda yang diujikan saat Pre-test dan Post-test. Teknik analisis data dilakukan untuk menguji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas dengan Levene Statistic. Selanjutnya, untuk menguji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test. Berdasarkan pengujian hipotesis uji-t menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dari rata-rata hasil belajar IPA kelas 5 dengan penggunaan media Google Sites di SDN Beji Timur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Google Sites tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SDN Beji Timur.
DIGITAL SCIENCE TEACHING MATERIALS INTEGRATED WITH SCAFFOLDING PROBLEM-BASED LEARNING FOR PROBLEM-SOLVING AND SCIENTIFIC REASONING SKILLS OF PROSPECTIVE MADRASAH IBTIDAIYAH TEACHERS ON KINEMATICS MATERIAL Rizki Amelia; Ahmad Abtokhi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3719

Abstract

The ability to solve problems and reason scientifically is needed by prospective elementary schools or Madrasah Ibtidaiyah teachers to meet the demands of the 21st century. This study aimed to determine the effect of digital science teaching materials based on scaffolding problem-based learning on students' scientific thinking skills and problem-solving. This research is quasi-experimental quantitative research with a pre-test-post-control group design. The sample of this study was 24 PGMI students at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang who chose the concentration of Natural Sciences. The research instrument used scientific reasoning tests and problem-solving, which consisted of five descriptive questions. Data analysis was performed using paired sample t-test. Data analysis showed that students who used scaffolding problem-based learning digital science teaching materials had higher scientific thinking and problem-solving skills than those who did not use these materials. Therefore, it can be concluded that digital science material influences students' scientific thinking skills and problem-solving. Kemampuan memecahkan masalah dan bernalar secara ilmiah sangat dibutuhkan calon guru sekolah dasar atau Madrasah Ibtidaiyah untuk memenuhi tuntutan abad 21. Tujuan pelaksanaan riset berikut guna memberi pendeskripsian pengaruhnya bahan ajar sains digital berbasiskan scaffolding problem-based learning terhadap kemampuan berpikir ilmiah dan pemecahan permasalahan mahasiswa. Riset berikut ialah riset kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre-post-control group design. Sampel penelitian ini adalah 24 mahasiswa PGMI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang memilih konsentrasi Ilmu Pengetahuan Alam. Instrumen penelitian ini menggunakan tes penalaran ilmiah dan pemecahan masalah yang terdiri dari lima pertanyaan deskriptif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t sampel berpasangan. Analisis data menandakan yakni murid yang mempergunakan bahan ajar digital sains berbasis scaffolding PBL memiliki tingkat berpikir ilmiah dan keterampilan pemecahan masalah yang lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan bahan tersebut. maka begitu, berkeismpulan yakni bahan ajar sains digital berbasiskan scaffolding PBL membawa pengaruh kepada keterampilan berpikir ilmiah dan pemecahan masalah siswa.
DEVELOPMENT OF APPLICATION-BASED WORD WALL GAME MEDIA ON NATURAL SCIENCE SUBJECTS FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Fikri Abdillah; Moh. Balya Ali Syaban
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3786

Abstract

In the industrial era 4.0 at this time, the use of technology in the education aspect, by being applied to learning media, tends to be less than optimal where there are still teachers who do not use learning media by utilizing technology in the teaching and learning process. Teachers only use conventional learning media by using textbooks as learning media, so learning tends to be boring and less optimal. This study aims to develop Word Wall learning media and to determine the feasibility of Word Wall media in improving learning outcomes of Natural Sciences in grade V Elementary School. This study uses Research and Development (R&D) research methods, with the ADDIE model using five steps 1. Analysis 2. Design 3. Development 4. Implementation 5. Evaluate. This research was conducted at SDN Kemayoran 07 Pagi, Central Jakarta. They collected the information and data needed by distributing questionnaires to media experts in the form of 20 questions, material experts in the form of 17 questions and education experts in the form of 15 questions. The validation results from the experts in this study found that media expert validation was categorized as “very feasible”, material expert validation was “very feasible”, and educational expert validation was categorized as “very feasible”. Furthermore, small and large group trials were categorized as “very feasible”. So it can be concluded in this study that Word Wall learning media is very feasible in improving student learning outcomes in the subject of science Natural knowledge grade V elementary school. Di era industri 4.0 pada saat ini pemanfaatan teknologi pada aspek Pendidikan, dengan diaplikasikan pada media pembelajaran cenderung masih kurang maksimal dimana guru masih ada yang tidak mengunakan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi pada proses belajar mengajar. Guru hanya mengunakan media pembelajaran yang konvensional dengan mengunakan buku pelajaran sebagai media pembelajaran sehingga pembelajaran cenderung membosankan dan kurang makimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Word Wall serta untuk mengetahui kelayakan dari media Word Wall dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini mengunakan metode penelitian Research and Development (R&D), dengan model ADDIE mengunakan lima Langkah 1. Analysis 2. Design 3. Development 4. Implementation 5. Evaluate. Penelitian ini dilakukan di SDN Kemayoran 07 Pagi Jakarta Pusat. Pengumpulan informasi dan data yang dibutuhkan dengan menyebarkan angket kepada ahli media berupa 20 soal, ahli materi berupa 17 soal dan ahli Pendidikan berupa 15 soal. Hasil validasi  dari para ahlli pada penelitian ini mendapatkan, validasi ahli media dikategorikan “sangat layak”, validasi ahli materi “sangat layak” serta validasi ahli Pendidikan dikategorikan “sangat layak”. Selanjutnya dilakukan uji coba kelompok kecil dan kelompok besar dengan dikategorikan “sangat layak”. Maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini media pembelajaran Word Wall sangat layak dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pekajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas V sekolah dasar.
THE EFFECTIVENESS OF BRAINSTORMING METHOD AND AUDIO-VISUAL MEDIA ON THE LEARNING OUTCOMES OF ELEMENTARY SCHOOL IPS STUDENTS Anggara Dwinata; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Muhammad Nuruddin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3806

Abstract

This research is motivated by the results of researchers' observations that students in understanding Social Sciences (IPS) learning materials are less able to support achieving maximum learning outcomes. So an exciting treatment is needed using the Brainstorming method and audio-visual media to give a significant impact effectively. The research objective was to determine the effectiveness of the treatment of student learning outcomes in Social Science learning through the Brainstorming method supported by Audio Visual media for fourth-grade students at SDN Grogol 1, Kediri Regency. The research method used is quantitative, with the True-Experimental-Design research technique using two classes, namely the control and experimental classes. The research sample was fourth-grade students at SDN Grogol 1, Kediri Regency, for the 2021/2022 academic year, totaling 40 students. Data collection techniques in research are tests. The analysis technique used with the t-test (Independent Sample t-test) is used to test the effectiveness of using the Brainstorming method, which is supported by Audio Visual media in learning Social Sciences (IPS). The results showed that the probability (Sig. 2-tailed) = 0.002 <0.05 (significance level) and a t-count of 3.206 was more significant than a t-table of 2.009. The conclusions in the study provide evidence that the effectiveness of the Brainstorming method supported by Audio Visual media can improve learning outcomes in Social Sciences (IPS) in class IV Elementary School students. Penelitian ini dilatarbelakangi melalui hasil pengamatan peneliti bahwa siswa dalam memahami materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kurang mampu mendukung tercapainya hasil belajar yang maksimal, sehingga dibutuhkan perlakuan yang menarik dengan menggunakan metode Brainstorming dan media audio visual sebagai bentuk efektivitas dalam memberikan dampak secara signifikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas perlakuan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui metode Brainstorming yang didukung media Audio Visual siswa kelas IV SDN Grogol 1 Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik penelitian True-Experimental-Design dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN Grogol 1 Kabupaten Kediri tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah tes. Teknik analisis yang digunakan dengan uji-t (Independent Sample t-test) digunakan untuk menguji tingkat efektivitas penggunaan metode Brainstorming yang di dukung media Audio Visual dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hasil penelitian menunjukkan besarnya probabilitas (Sig. 2-tailed) = 0,002 < 0,05 (taraf signifikasi) dan diperoleh t-hitung sebesar 3,206 lebih besar dibandingkan t-tabel sebesar 2,009. Simpulan dalam penelitian memberikan bukti bahwa efektivitas metode Brainstorming yang didukung media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas IV Sekolah Dasar.
THE USE OF VIDEO CONFERENCES IN MICROTEACHING PRACTICES BY PRIMARY SCHOOL TEACHER EDUCATION STUDENTS Eri Subekti; Hesti Widiastuti; Audilla Putri Munggaran; Bella Anantha Sritumini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3818

Abstract

The emergence of the Covid-19 pandemic in the world affects the implementation of the learning in the Microteaching course which requires students to make simulations of learning activities in class. One solution that could be applied to achieve learning targets was using video conferencing. This study aimed to analyze the implementation process of teaching practices using video conference in Microteaching course by Primary School Teacher Education (PGSD) student. This study applied a quantitative descriptive method with microteaching assessment rubric instruments. Quantitative calculations were carried out by calculating the percentage of the total score obtained from each criterion of the microteaching assessment rubric, then converted into qualitative data through the percentage table of learning outcomes assessment criteria. Based on the results, it can be concluded that the student participants could achieve all criteria of microteaching process with good results. The use of learning media became the criterion which most students achieved very good results. It is followed by the criterion of the use of teaching methods, delivering material, and understanding concepts which most students achieved good results. Meanwhile, the criteria of opening, class management, and closing are still in a fair category and must be improved. Munculnya pandemi Covid-19 di dunia mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran pada mata kuliah Microteaching yang mengharuskan mahasiswa melakukan simulasi kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mencapai target pembelajaran adalah dengan menggunakan video conference. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan praktik mengajar menggunakan video conference pada mata kuliah microteaching oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen rubrik penilaian microteaching. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase jumlah skor yang diperoleh dari setiap kriteria rubrik penilaian microteaching, kemudian dikonversikan ke dalam data kualitatif melalui tabel persentase kriteria penilaian hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa peserta dapat mencapai semua kriteria proses microteaching dengan hasil yang baik. Penggunaan media pembelajaran menjadi kriteria yang paling banyak mendapatkan nilai sangat baik. Diikuti dengan kriteria penggunaan metode mengajar, penyampaian materi, dan pemahaman konsep yang sebagian besar mahasiswa memperoleh hasil yang baik. Sementara itu, kriteria membuka pelajaran, pengelolaan kelas, dan menutup pelajaran masih dalam kategori cukup dan harus ditingkatkan.
PRACTICALITY OF DEVELOPING INTERACTIVE MULTIMEDIA BASED ON MACROMEDIA FLASH 8 ON LEARNING INTEGRATED THEMATIC ELEMENTARY SCHOOL Arespi Junindra Arespi Junindra; Yalvema Miaz; Yeni Karneli; Elfia Sukma
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3846

Abstract

The implementation of learning objectives cannot be separated from certain aspects, one of which is the aspect of learning media, including interactive multimedia, which is very suitable for learning in the current technological era. However, the implementation in the field related to the use of interactive multimedia in learning has not been optimal, including the lack of optimal use of interactive multimedia based on computer applications, even though the facilities and infrastructure are adequate. This research aims to develop interactive multimedia based on Macromedia Flash 8 for integrated thematic learning in practical elementary schools. This type of research is R&D using the 4-D model consisting of four stages: define, design, develop, and disseminate. The subjects of this study were the fifth-grade students at SDN 32 Bungo Pasang, SDN 45 Bungo Pasang, and SDN 51 Bungo Pasang, Koto Tangah District, Padang City, totaling 62 students. The research data collection instrument was through practicality sheets, namely the educator's response questionnaire and the student's response questionnaire. The results showed that the practicality level of interactive multimedia was obtained with the teacher's response value of 95.56% in the "very practical" category and the student's response was 91.36% in the "very practical" category. Thus, the development of interactive multimedia based on Macromedia Flash 8 in elementary school integrated thematic learning is practically used in classroom learning. Terlaksananya tujuan pembelajaran tidak lepas dari aspek-aspek tertentu salah satunya ialah aspek media pembelajaran diantaranya multimedia interaktif yang sangat cocok diterapkan pada pembelajaran di era teknologi saat ini. Namun, pelaksanaan dilapangan terkait penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran belum optimal diantaranya masih kurangnya pemanfaatan multimedia interaktif berbasis aplikasi komputer secara optimal padahal sarana dan prasarana memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif berbasis macromedia flash 8 pada pembelajaran tematik terpadu sekolah dasar yang praktis. Jenis penelitian ini adalah R&D dengan menggunakan model 4-D terdiri atas empat tahap yaitu, define, design, develop, dan disseminate. Subjek Penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 32 Bungo Pasang, SDN 45 Bungo Pasang dan SDN 51 Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang berjumlah 62 orang peserta didik. Instrumen pengumpulan data penelitian ini adalah melalui lembar praktikalitas yaitu angket respon pendidik dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, diperoleh hasil tingkat kepraktisan multimedia interaktif dengan nilai respon pendidik yaitu 95,56% pada kategori “sangat praktis” dan respon peserta didik yaitu 91,36% pada kategori “sangat praktis”. Dengan demikian, pengembangan multimedia interaktif berbasis macromedia flash 8 pada pembelajaran tematik terpadu sekolah dasar praktis digunakan dalam pembelajaran di kelas.
DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIALS BASED ON THE RADEC MODEL TO IMPROVE THE HOTS OF GRADE V ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Hasanatul Fitri; Yanti Fitria; Solfema; Elfia Sukma
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3847

Abstract

Challenges and changes in the 21st century require students to have 4C skills (Critical Thinking, Collaboration, Communication, and Creativity). These 4C skills are closely related to HOTS or higher-order thinking skills. Familiarizing students with HOTS skills in making decisions will be able to act quickly and efficiently compared to students who are less trained in HOTS thinking. These HOTS skills should be loaded into RADEC-based teaching materials. However, its application is still not optimal at the SD level. This study aimed to develop teaching materials based on the RADEC model (Read, Answer, Discuss, Explain and Create) to improve the good high-order thinking skills of fifth-grade elementary school students. The model used in this development research is the 4-D development model. It is a model that defines, designs, develop, and distributes information. Sixty-one fifth-grade students from SDN 35 Payakumbuh, SDN 13 Payakumbuh and SDN 07 Payakumbuh participated in this study. The products developed are tested for validity using validation sheets from material experts, linguists, and media experts. This validation sheet is used to determine the validity of their answers. Material expert validation scored 94% in the "very valid" category. For linguists, it was 95% in the "very valid" category, and media experts got 93% in the "very valid" category. This proves that RADEC Model-Based Teaching Materials To Increase Student HOTS Class V SD should properly be used as teaching materials in elementary schools. Tantangan dan perubahan pada abad ke 21 ini mengaharuskan siswa memiliki keterampilan 4C (Critical Thinking, Collaboration, Communication, dan Creativity). Keterampilan 4C ini sangat erat kaitannya dengan HOTS atau kemampuan berfikir tingkat tinggi. Membiasakan siswa untuk memiliki keterampilan HOTS dalam mengambil keputusan maka akan dapat bertindak cepat dan efisiensi jika dibandingkan siswa yang kurang dilatih dalam berpikir secara HOTS. Keterampilan HOTS ini harusnya dapat dimuat kedalam bahan ajar berbasis RADEC. Namun, penerapannya masih belum optimal pada jenjang SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis model RADEC (Read,Answer,Disscuss,Explain and Create) untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa siswa kelas V sekolah dasar yang valid. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan 4-D. Ini adalah model yang mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan mendistribusikan informasi. Sebanyak 61 siswa kelas V dari SDN 35 Payakumbuh, SDN 13 Payakumbuh dan SDN 07 Payakumbuh berpartisipasi dalam penelitian ini. Produk yang dikembangkan diuji validitasnya dengan menggunakan lembar validasi ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. Lembar validasi ini digunakan untuk menentukan validitas jawaban mereka. Validasi ahli materi mendapat skor 94% kategori “sangat valid”, dari ahli bahasa adalah 95% kategori “sangat valid” dan ahli media mendapat skor 93% kategori “sangat valid”, Hal ini membuktikan bahwa Bahan Ajar Berbasis Model RADEC Untuk Meningkatkan HOTS Siswa Kelas V SD sudah selayaknya digunakan sebagai bahan ajar di sekolah dasar.
CHARACTER IN THE LOCAL WISDOM OF REWANG OF THE JOTOSANUR VILLAGE COMMUNITY AS A STRATEGY TO STRENGTHEN THE PROFILE OF PANCASILA STUDENTS IN ELEMENTARY SCHOOLS Mochammad Miftachul Huda; Mamat Supriatna; Zaenal Abidin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3848

Abstract

This study aims to produce an analytical description of the background, understanding, form, and process and reveal the characters in the local wisdom of rewang in the people of Jotosanur Village, Lamongan, East Java Province. Based on the scope of the study, the characteristics that can be adopted, developed, and integrated into learning activities in elementary schools are revealed. The methods include a literature review and field studies using interview techniques, observation, and documentation studies on primary and secondary data sources. The results of this study show that in the Rewang local wisdom of the Jotosanur village community, there is the main character of gotong royong. In contrast, the supporting characters include the characters of harmony, caring, and togetherness. The characters contained through rewang can be adopted, developed, and integrated into learning activities in schools as an innovative learning strategy in elementary schools to strengthen the profile of Pancasila students. Especially in elements 1) global diversity, namely to know and appreciate the culture of the Lamongan region, being able to communicate and interact with others, and responsibility for the implementation of diversity and elements 2) cooperation which includes collaboration, caring, and sharing. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi analitis tentang latar belakang, pengertian, bentuk, proses, dan mengungkap karakter yang terdapat dalam kearifan lokal rewang pada masyarakat Desa Jotosanur, Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Dalam budaya terdapat karakter yang bisa diinternalisasi dalam sebuah pembelajaran, termasuk budaya rewang. Berdasarkan lingkup kajian tersebut, diungkap karakter yang dapat diadopsi, dikembangkan, dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan meliputi kajian literatur dan kajian lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sumber data primer dan sumber data sekunder. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan tahapan Miles dan Huberman yaitu 1) mereduksi data yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data berdasarkan tujuan penelitain, 2) mendisplay data hasil reduksi, dan melakukan verifikasi kesimpulan terhadap data yang diperoleh. Hasil kajian ini, bahwa dalam kearifan lokal rewang masyarakat desa Jotosanur terdapat karakter utama gotong royong, sedangkan karakter penunjang meliputi karakter kerukunan, peduli, dan kebersamaan. Karakter-karakter yang terkandung melalui rewang dapat diadopsi, dikembangkan, dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah sebagai sebuah strategi pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar untuk menguatkan profil pelajar Pancasila utamanya pada elemen 1) berkebhinekaan global yaitu untuk mengenal dan menghargai kebudayaan daerah Lamongan, mampu berkomunikasi dan berinteraksi terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap implementasi kebhinekaan dan elemen 2) gotong royong yang meliputi kolaborasi, kepedulian, dan berbagi terhadap sesama. Karakter-karakter dari budaya di Indonesia sangat banyak sekali untuk diintegrasikan dalam sebuah pembelajaran di sekolah dasar.