cover
Contact Name
Rahmad Purwanto
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+628112874466
Journal Mail Official
rachmad-purwanto@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Suara Pengabdian 45
ISSN : 29637198     EISSN : 29646588     DOI : https://doi.org/10.56444/pengabdian45.v1i1
Core Subject : Social,
Jurnal Suara Pengabdian 45, is a peer reviewed journal published by the UNTAG Community Service Institute Semarang. Jurnal Suara Pengabdian 45 is published 4 (four) times a year in March, June, September and December. This journal provides direct open access to its content on the principle that making research journals freely available to the public supports greater global exchange of knowledge within the Community Service field. This journal aims to provide a place for academics, researchers, and practitioners to publish original research articles or review articles. The scope of articles published in this journal relates to various topics in the field of outcomes from community service activities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 267 Documents
Sosialisasi dan Implementasi Hukum Pidana dalam Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Desa Karangmojo Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani; Hadi Karyono; Salma Nur Hanifah; Husni Kurniawati
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2152

Abstract

Sosialisasi berupaya untuk menjelaskan tentang Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindakan yang terjadi di dalam lingkungan keluarga dan dapat dilakukan oleh suami, istri, maupun anak, yang berpotensi merusak keutuhan fisik, psikis, serta mengganggu keharmonisan hubungan keluarga. Bentuk kekerasan ini bisa bermacam-macam, seperti kekerasan fisik, emosional, seksual, maupun ekonomi, dan sering kali terjadi tanpa disadari oleh para korban maupun orang-orang di sekitarnya. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah tindakan yang melanggar hukum, sehingga upaya pencegahan sangatlah penting. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai apa itu kekerasan dalam rumah tangga agar dapat mendeteksi, mencegah, serta mengambil langkah tepat dalam menghadapinya.
Pembuatan Tempat Sampah dari Bahan Daur Ulang dan Implementasinya dalam Edukasi Kebersihan Lingkungan Sekolah dengan Metode PAR Septiani, Riana; Sundari, Susanti; Suharto; Indrawan, Beni
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2157

Abstract

Kegiatan pengabdian di SDN 1 Sukamaju Teluk Betung Timur dilakukan melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Industri dari Universitas Tulang Bawang beserta PT. Centra Pertiwi Bahari dari lemahnya siswa dalam pengetahuan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan budaya buang sampah pada tempatnya, ditambah minimnya fasilitas pendukung berupa tempat sampah. Dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan di masyarakat, mengubah sikap dan pola pikir, serta meningkatkan kesadaran siswa. Hasil dari edukasi ini mampu menumbuhkan pemahaman juga kesadaran tentang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui sosialisasi dan simulasi, pemberian fasilitas tempat sampah dan poster-poster. Kegiatan berjalan lancar dan interaktif, dan dari hasil simulasi 90% peserta mampu mengelompokkan sampah sesuai jenisnya baik yang organik dan non-organik. Terdapatnya poster-poster yang dipasang diruang terbuka bermanfaat sebagai pengingat agar menjaga kebersihan lingkungan menjadi budaya berkelanjutan.
Penyuluhan Kehidupan Perkawinan Mendukung Keluarga Ideal dan Harmonis Melalui Kesadaran Hukum pada Masyarakat di Desa Karangmojo Kidul, Kecamatan Klego, Boyolali Nur Hanifah, Salma; Husni Kurniawati; Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhan; Hadi Karyono
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2169

Abstract

Perkawinan adalah salah satu hal yang menjadi suatu ikatan lahir batin bagi manusia untuk dapat menjalin hubungan keluarga. Perkawinan dapat dilakukan jika kedua pihak telah mencapai usia minimal yang telah ditentukan. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan, batas usia minimal perkawinan dinaikkan menjadi 19 (sembilan belas) tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan sosialisasi serta edukasi dengan warga dan perangkat desa Karangmojo Kidul, Kecamatan Klego, Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkawinan menganut prinsip bahwa calon suami istri itu jiwa raganya stabil untuk dapat melangsungkan perkawinan agar supaya dapat mewujudkan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan dapat mendapat keturunan yang baik dan sehat. Membentuk keluarga yang bahagia sangat penting demi kelangsungan hidup berumah tangga, baik suami istri itu sendiri maupun anak.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan Penyebaran Virus Pasca Pandemi melalui Pembuatan dan Pemanfaatan Alat Cuci Tangan Portabel di Kecamatan Colomadu Priyanto, Kaleb; Priyambodo, Bambang Hari; Palmiyanto, Martinus Heru; Enita, Sarai
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/zn6ymn80

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan, terutama dalam kebiasaan mencuci tangan. Namun, setelah pandemi berakhir, kebiasaan ini mulai berkurang, ditambah dengan terbatasnya sarana cuci tangan yang tersedia. Di Kecamatan Colomadu, masih ditemukan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan tangan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian masyarakat menginisiasi penyediaan alat cuci tangan portabel di beberapa fasilitas umum sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan tangan. Kegiatan ini meliputi perencanaan dan desain alat, pembuatan dan instalasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta monitoring dan perawatan berkala. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa enam unit alat cuci tangan portabel yang dipasang di kantor kecamatan, pasar, dan puskesmas telah dimanfaatkan secara intensif oleh masyarakat, meningkatkan frekuensi kebiasaan mencuci tangan dan memperoleh apresiasi dari pemerintah setempat. Desain alat yang ergonomis dan sistem drainase yang efektif mendukung keberhasilan program ini, meskipun beberapa tantangan dalam perawatan dan koordinasi masih perlu diatasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran kebersihan tangan dan dapat dijadikan model untuk implementasi serupa di wilayah lain guna mencegah penyebaran penyakit menular pasca pandemi.
Deteksi Dini Resiko Tinggi pada Kehamilan sebagai Upaya Menurunkan AKI dan AKB Sri Tanjung Rejeki; Yuni Fitriani; Natiqotul Fatkhiyah; Sania Alifatimah
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2185

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang sangat penting dalam kehidupan seorang wanita, namun kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai risiko dan komplikasi, baik bagi ibu hamil maupun janin. Setiap tahun, sejumlah wanita meninggal dunia akibat masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, atau komplikasi selama masa kehamilan. Komplikasi-komplikasi ini, baik yang bersifat fisiologis maupun patologis, dapat berpotensi meningkatkan AKI dan AKB. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap faktor-faktor risiko kehamilan dan pemantauan kondisi ibu hamil sangat penting untuk menurunkan angka kematian tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi potensi risiko pada ibu hamil adalah dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR).. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya deteksi dini faktor risiko selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah pengisian KSPR pada 31 ibu hamil. Dari 31 ibu hamil yang mengikuti kegiatan ini, sebagian besar (58%) dalam kategori Kehamilan Risiko Tinggi (KRT), jumlah 18 orang.
Pemberian KIE Tanda Bahaya Masa Nifas Pada Ibu Masa Nifas dan Menyusui Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih; Ike Putri Setyatama; Siswati
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2192

Abstract

Asuhan masa nifas pada ibu bayi setelah melahirkan membutuhkan perawatan khusus yang ditentukan berdasarkan adanya komplikasi pada masa nifas, tingkat pendidikan ibu, maupun pekerjaan ibu nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Pemberin KIE tentang tanda bahaya masa nifas bertujuan memberikan edukasi kepada ibu nifas sehingga ibu nifas dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu tanda bahaya nifas tersebut.Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Harjosari Kidul diikuti oleh 15 ibu nifas. Setelah diberikan KIE tentang tanda bahaya ibu nifas didapatkan evaluasi bahwa ibu nifas sudah mengetahui dan memahami apa saja yang termasuk tanda bahaya ibu nifas beserta tanda dan gejalanya dan bersedia untuk ke tenaga kesehatan jika mengalaminya.
Fenomena Culture Shock Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Asal Jawa di Kalimantan Barat Sera Triya Meilida
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/fhj26p82

Abstract

Artikel ini mengkaji culture shock yang dialami oleh mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) asal Jawa yang mengikuti program studi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan dampak culture shock terhadap mahasiswa dalam proses adaptasi budaya, sosial, dan akademik mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, studi ini menemukan bahwa mahasiswa asal Jawa mengalami berbagai tantangan budaya seperti perbedaan adat istiadat, bahasa, pola hidup, dan kebiasaan masyarakat setempat yang cukup berbeda dengan kehidupan mereka di Jawa. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa berhasil mengatasi kesulitan tersebut melalui proses pembelajaran sosial dan kultural yang mendalam. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan akademik dan sosial dalam mempercepat proses adaptasi bagi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran antar daerah, serta memberikan wawasan tentang keragaman budaya Indonesia yang dapat memperkaya pengalaman pendidikan.
Dampak Penyalahgunaan Napza Terhadap Perilaku Sosial di Masyarakat Nurfitriyani, Novita; Nova Afifah; Fakhruddin Luthfi
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/djrggz31

Abstract

Sampai saat ini penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan di berbagai kalangan. Salah satu tempat di Cirebon yang menjadi pusat rehabilitasi yaitu di IPWL Yayasan Putra Agung Mandiri. Banyak faktor dan dampak yang mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA dalam mengkonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor dan dampak penyalahgunaan NAPZA terhadap perilaku sosial di masyarakat pada klien. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui subjek penelitian 2 informan korban penyalahgunaan NAPZA (klien) dan 1 pekerja sosial sebagai konselor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku yang diberikan klien terhadap lingkungan sosial di masyarakat sangat berpengaruh pada penyalahgunaan NAPZA. Dari hal ini banyak faktor yang mempengaruhi klien terutama pada faktor lingkungan pertemanan. Dampak yang ditimbulkan juga sangat berpengaruh pada klien seperti perubahan fisik, emosional, depresi. Klien juga sampai sekarang masih mengkonsumsi NAPZA tetapi sudah berkurang dikarenakan telah menjadi proses rehabilitasi di IPWL Yayasan Putra Agung Mandiri, Kota Cirebon.
Putuskan Rantai Kekerasan: Sosialisasi Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan di Kelurahan Karangrejo, Semarang Hilmi, Husnia
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/egj91v07

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan serius yang masih marak terjadi di masyarakat. Meskipun terdapat undang-undang yang melindungi korban, praktik budaya patriarki dan stigma sosial seringkali menghalangi pelaporan dan akses terhadap bantuan. Kader PKK memiliki potensi besar dalam pencegahan KDRT di tingkat komunitas. Dengan memberikan pelatihan yang memadai dan dukungan yang berkelanjutan, kader PKK dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak. Melalui sosialisasi dan penyuluhan hukum ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang KDRT, peningkatan kepercayaan diri kader dalam menangani kasus, atau peningkatan pelaporan kasus oleh masyarakat.
Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Pengelolaan dan Sertifikasi Tanah di Kelurahan Karangmojo, Klego, Boyolali Afda'u, Faisal
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/yb7yk952

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sertifikasi tanah di Kelurahan Karangmojo, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, berpotensi meningkatkan sengketa agraria. Meski PTSL digulirkan, hambatan administratif dan minimnya edukasi hukum menghambat implementasi. Program pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan kesadaran hukum warga, mendukung Reforma Agraria, dan mendorong pengelolaan tanah berkeadilan. Kegiatan meliputi survei lokasi, sosialisasi hukum pertanahan melalui presentasi interaktif, dan diskusi dengan masyarakat Karangmojo Kidul. Kesadaran hukum masyarakat Kelurahan Karangmojo terkait pengelolaan dan sertifikasi tanah masih rendah, ditunjukkan oleh banyaknya tanah yang belum bersertifikat, berisiko menimbulkan konflik agraria. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pemahaman akan pentingnya sertifikat tanah sebagai bukti hukum, kendala ekonomi, rendahnya pendidikan, dan budaya pengelolaan tanah tradisional. Kurangnya informasi dan tenaga ahli di bidang pertanahan juga menjadi hambatan. Program pemerintah seperti PTSL, yang bertujuan mempermudah sertifikasi, kurang dimanfaatkan karena minimnya sosialisasi. Langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran mencakup edukasi intensif melalui sosialisasi, pendampingan teknis bagi masyarakat dalam melengkapi dokumen sertifikasi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menyebarkan panduan terkait. Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan layanan publik yang efektif. Peningkatan kesadaran hukum ini penting untuk menjamin kepastian hukum, mencegah konflik, dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.