cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,198 Documents
RM-SAINS PUZZLE KLOBOT BERBASIS BOOK WIDGETS: MEDIA PEMBELAJARAN UNIK DARI LIMBAH JAGUNG YANG TERUJI KELAYAKANNYA Azky Anggraeni; Wahyu Kurniawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4778

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif RM-Sains Puzzle Klobot berbasis Book Widgets sebagai bentuk inovasi dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Media ini memanfaatkan limbah klobot jagung menjadi sarana edukatif yang menarik, ramah lingkungan, serta layak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Pengembangan media tersebut didasarkan pada masih rendahnya variasi media pembelajaran IPA yang digunakan oleh guru, sehingga peserta didik cenderung kurang aktif dan mudah merasa jenuh selama proses pembelajaran berlangsung. RM-Sains Puzzle Klobot dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui kegiatan bermain sambil belajar yang dipadukan dengan teknologi digital berbasis Book Widgets. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup tahapan Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Pada tahap Define dilakukan analisis terhadap kebutuhan pembelajaran serta karakteristik peserta didik. Tahap Design mencakup proses perancangan media, penyusunan materi, dan pembuatan tampilan interaktif berbasis Book Widgets. Selanjutnya, tahap Develop dilakukan melalui proses validasi oleh ahli media dan ahli materi, disertai uji coba kepada peserta didik guna mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Adapun tahap Disseminate dilakukan dengan memperkenalkan media kepada guru dan lingkungan sekolah sebagai bentuk implementasi hasil pengembangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, serta dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui tingkat kelayakan media yang telah dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran RM-Sains Puzzle Klobot berbasis Book Widgets memperoleh kategori sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, serta respons pengguna. Media ini dinilai mampu meningkatkan minat belajar, kreativitas, dan keaktifan peserta didik dalam memahami materi IPA. Selain itu, pemanfaatan limbah klobot jagung sebagai bahan utama media pembelajaran memberikan nilai edukatif terkait pentingnya penggunaan kembali bahan bekas serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Integrasi teknologi Book Widgets juga memudahkan peserta didik dalam mengakses latihan interaktif maupun evaluasi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Oleh karena itu, media RM-Sains Puzzle Klobot berbasis Book Widgets dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif yang efektif untuk mendukung proses pembelajaran IPA di sekolah dasar.
PENDEKATAN SISTEMATIS DALAM PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TERPADU BERBASIS MODEL ADDIE: ANALISIS KONSEPTUAL ADAPTASI, MODIFIKASI, DAN SIMULASI Basmala Basmala; Sulfadli Sulfadli; Bunga Rosi; Hamzah Hamzah; Kaharuddin Kaharuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4783

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum bahasa Arab yang menekankan keterpaduan maharah dengan realitas bahan ajar yang masih disusun secara terfragmentasi dan parsial. Kondisi ini berdampak pada munculnya fragmented competence, di mana peserta didik menguasai aspek kebahasaan secara terpisah tanpa kemampuan komunikatif yang utuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendekatan sistematis dalam penyusunan modul pembelajaran bahasa Arab terpadu berbasis model ADDIE dengan mengintegrasikan konsep adaptasi, modifikasi, dan simulasi sebagai elemen penguat desain instruksional. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan metode analisis isi (content analysis) yang bersifat kualitatif-interpretatif. Data diperoleh dari berbagai literatur terkait desain instruksional, pembelajaran bahasa Arab, dan pengembangan bahan ajar, yang kemudian dianalisis untuk mensintesis kerangka konseptual baru yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model konseptual yang dirumuskan mampu mengintegrasikan prinsip adaptasi, modifikasi, dan simulasi dalam setiap tahapan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Integrasi ini menghasilkan modul yang berfungsi sebagai navigator kognitif dalam mengarahkan proses pemerolehan bahasa secara sistematis melalui keterpaduan maharah istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah. Dengan demikian, modul tidak hanya berperan sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai sistem instruksional yang koheren dan berorientasi pada pengembangan kompetensi komunikatif secara utuh. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa kerangka kerja yang dihasilkan memberikan fondasi teoretis yang kuat bagi pengembang bahan ajar dalam merancang modul bahasa Arab yang lebih sistematis, kontekstual, dan adaptif. Selain itu, pendekatan ini berpotensi menjadi solusi konseptual dalam mengatasi problematika fragmented competence pada peserta didik.
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL SISWA KELAS RENDAH SD DALAM INTERAKSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DI UPTD SD INPRES BUNGAWARU TAHUN AJARAN 2025/2026 Munandar M. Abdullah; Rahmad Nasir; Mahmud Abdullah Noho; Rusmin Mulyadin Tut; Ahmad J. Yasir; Aulia Djafar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan sosial emosional siswa kelas rendah serta menganalisis pola interaksi sosial yang terjadi di lingkungan UPTD SD Inpres Bungawaru pada Tahun Ajaran 2025/2026. Fokus utama penelitian ini adalah pada bagaimana siswa kelas I dan II mengelola emosi diri, menunjukkan empati, serta membangun hubungan antarteman dalam konteks lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi sistematis terhadap perilaku siswa, wawancara mendalam dengan guru kelas, serta studi dokumentasi catatan perkembangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional siswa kelas rendah di UPTD SD Inpres Bungawaru secara umum berada pada kategori berkembang sesuai harapan, yang ditandai dengan kemampuan siswa dalam mengikuti aturan sekolah dan mulai terbentuknya kerjasama kelompok. Pola interaksi didominasi oleh aktivitas bermain yang bersifat kolaboratif, meskipun masih ditemukan konflik kecil yang bersifat situasional. Faktor pendukung utama adalah peran guru sebagai fasilitator emosional, sementara hambatan yang ditemukan adalah adanya perbedaan pola asuh di rumah yang memengaruhi kemandirian siswa di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan interaksi positif di lingkungan sekolah sangat krusial dalam membentuk kecerdasan emosional siswa sejak dini.
TANTANGAN DAN STRATEGI GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGAJARAN BAHASA DI ERA DIGITAL Farida Nugrahani; Fitri Erning Kurniawati; Arif Setyo Saputo; Lina Fatin Haifa; Toyib Toyib; Tulus Hidayat; Islami Rahmawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4794

Abstract

Era digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pengajaran bahasa di Sekolah Dasar (SD). Guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran bahasa menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru Sekolah Dasar Negeri 3 Bagor Miri Sragen dalam pengajaran bahasa di era digital serta strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru sekolah dasar. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Jean Piaget dan teori pembelajaran sosial dari Lev Vygotsky. Teori konstruktivisme digunakan untuk memahami bagaimana peserta didik membangun pengetahuan bahasa melalui pengalaman belajar berbasis teknologi, sedangkan teori pembelajaran sosial digunakan untuk melihat pentingnya interaksi, kolaborasi, dan peran guru dalam mendukung proses pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama guru SD dalam pengajaran bahasa di era digital meliputi keterbatasan kemampuan teknologi, rendahnya konsentrasi siswa akibat penggunaan gawai, serta kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran digital. Adapun strategi yang diterapkan guru meliputi penggunaan media pembelajaran interaktif, pemanfaatan aplikasi digital edukatif, serta penerapan metode pembelajaran kolaboratif yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan adaptasi guru dan pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pengajaran bahasa di sekolah dasar pada era digital.
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI PENDEKATAN INDIVIDUAL DI SLB PGRI KAMAL Siti Roihana Putri; Dina Amelia; Nur Amalia; Firawdatus Sarifa; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4804

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar anak tunagrahita ringan yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian saat pembelajaran, mudah bosan, sulit berkonsentrasi, dan rendahnya rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak tunagrahita ringan melalui pendekatan individual di SLB PGRI Kamal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas yang mengajar siswa tunagrahita ringan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pendekatan individual dengan menyesuaikan metode pembelajaran, penggunaan media, bahasa, serta bentuk pendampingan sesuai karakteristik masing-masing siswa. Guru menggunakan media konkret, pengulangan materi, tugas bertahap, permainan edukatif, dan penguatan positif berupa pujian serta motivasi verbal untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan perhatian, keaktifan, rasa percaya diri, dan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Namun, pelaksanaan pendekatan individual masih menghadapi hambatan, seperti keterbatasan konsentrasi siswa, kondisi emosi yang mudah berubah, perbedaan kemampuan siswa dalam satu kelas, keterbatasan media pembelajaran, serta kurangnya dukungan orang tua dalam mendampingi belajar di rumah. Dengan demikian, pendekatan individual dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar anak tunagrahita ringan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN PANCASILA BERBASIS KEARIFAN LOKAL NTT UNTUK MENGUATKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Michael Alexsander Reynaldy Manno; Vera Rosalina Bulu; Netty Elisabeth Antonetha Nawa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4805

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penguatan karakter peserta didik di kelas I sekolah dasar, yang ditunjukkan melalui kurangnya sikap tolong-menolong, belum terbiasa bekerja sama, kurang menghargai teman, serta belum disiplin dalam mengikuti aturan kelas. Perilaku tersebut berkaitan dengan empat aspek karakter yang perlu dikuatkan, yaitu kepedulian, kerja sama, kebersamaan, dan tanggung jawab. Selain itu, bahan ajar yang digunakan masih bersifat umum dan belum mengintegrasikan nilai-nilai karakter dengan kehidupan sehari-hari maupun kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang kontekstual untuk mendukung penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Pancasila berbasis kearifan lokal NTT yang valid, praktis, dan efektif dalam menguatkan karakter peserta didik. Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SD. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas I yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan observasi. Analisis data dilakukan melalui uji kevalidan, kepraktisan, serta uji keefektifan yang mencakup uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, uji t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa bahan ajar mudah digunakan oleh guru dan peserta didik. Pada aspek keefektifan, hasil uji statistik menunjukkan bahwa bahan ajar efektif dalam menguatkan karakter peserta didik. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,56 (kategori  sedang) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,26 (kategori rendah). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bahan ajar pendidikan pancasila berbasis kearifan lokal yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk penguatan karakter peserta didik.
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING BERBANTUAN MEDIA CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III SD GMIT AIRNONA 12 KUPANG Farlin Metan; Markus Sampe; Martha Kristina Kota
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4806

Abstract

Rendahnya minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, rendshnya ketertarikan terhadap bacaan, serta belum optimalnya keterlibaran siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam upaya meningkatkan minat membaca iswa, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menarik, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang, dengan penekanan pada aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 13 siswa kelas III A SD GMIT Airnona 12 Kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deksriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan minat membaca siswa pada setiap siklus pembelajaran.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar mampu meningkatkan minat membaca siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada tahap Pre-test, presentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 23,1 % dengan rata-rata kelas 41,9. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, presentase ketuntasan meningkat menjadi 53,9% dengan rata-rata kelas 62,7. Selanjutnya pada siklus II, prsentase ketuntasan kembali meningkat menjadi 92,3% dengan rata-rata kelas 84,6. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari nilai 81,7 pada siklus I dan menjadi 95 pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 63,6 menjadi 98,71. Peningkatan tersebut menunjukan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan tertarik dalam kegiatan membaca melalui pengunaan media cerita bergambar. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapa model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang.
EKSPLORASI LAYANAN PENDIDIKAN ANAK TUNARUNGU DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN DAN KEMANDIRIAN DI SLB NEGERI KELEYAN BANGKALAN Citra Hanum Eka Pratiwi; Istihana Hoiris Zuhro; Sabrina Maghfirli Islami; Dea Alya Agustina; Amanda Elsa Syafila; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan pendidikan bagi anak tunarungu di SLB Negeri Keleyan Bangkalan yang meliputi proses identifikasi dan asesmen awal, peran dan metode guru dalam pembelajaran, pemanfaatan media pendukung, serta program pengembangan life skills dan keterampilan vokasional siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan layanan pendidikan komprehensif dan fleksibel berbasis Kurikulum Merdeka yang diawali dengan identifikasi serta asesmen awal untuk memetakan penempatan kelas sesuai hambatan dominan siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode Komunikasi Total (Komtal) yang memadukan bahasa isyarat, oral, membaca ujaran (lip reading), dan metode maternal reflektif. Pembelajaran didukung oleh fasilitas multisensorial seperti panggung getar, media audio, dan alat musik untuk melatih kepekaan mendengar/getaran, serta media wicara (cermin, madu, lilin) untuk melatih artikulasi. Sekolah juga memfasilitasi kerja sama dengan psikolog, terapis, dan penyediaan kamus isyarat bagi orang tua demi kesinambungan belajar di rumah. Selain aspek akademik, kemandirian siswa secara konsisten dibangun melalui program life skills mingguan (tata boga, cuci motor, kesenian) serta kegiatan outing class dua kali setahun untuk melatih adaptasi sosial. Dapat disimpulkan bahwa layanan pendidikan bagi anak tunarungu di sekolah ini telah dilaksanakan secara menyeluruh, berpusat pada anak, dan terintegrasi dengan berbagai pihak profesional guna mengoptimalkan potensi serta kemandirian siswa secara akademik maupun non-akademik.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA PESERTA DIDIK DI UPTD SD NEGERI MORU II KABUPATEN ALOR Sudarto Lukman Lema; Murni Murni; Didemus Dara Bali; Habibul Abdul Haris; Indrawati Bura
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4815

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di jenjang Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan identitas nasional. Namun, arus globalisasi dan keterbukaan informasi digital memicu degradasi moral, seperti maraknya tawuran pelajar dan memudarnya nilai kesopanan. Di sisi lain, pembelajaran PKn di sekolah sering kali bersifat formalistik dan kurang mengontekstualisasikan materi dengan nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan pendidikan karakter kewarganegaraan melalui integrasi kearifan lokal Alor di UPTD SD Negeri Moru II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga nilai kearifan lokal utama Alor yang diintegrasikan sebagai "ruh" pembelajaran PKn, yaitu: (1) Lego-lego (simbol persatuan dan kesetaraan/Sila ke-3), (2) Hela Rotan/Belung (budaya gotong royong, asas timbal balik, dan solidaritas sosial), dan (3) Tara Miti Tominuku (falsafah persaudaraan dalam perbedaan). Strategi penguatan dilakukan secara komprehensif melalui intrakurikuler, keteladanan (modeling), penciptaan budaya sekolah (culture building), metode pembelajaran aktif (Project-Based Learning dan Collaborative Learning), kegiatan ekstrakurikuler, serta evaluasi otentik. Integrasi ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan sikap toleransi antar peserta didik, penguatan inisiatif gotong royong, serta internalisasi tata krama dan kesantunan dalam berkomunikasi. Implementasi kearifan lokal Alor secara kontekstual terbukti efektif mentransformasikan pengetahuan moral (moral knowing) menjadi tindakan nyata (moral action) dalam kehidupan sehari-hari. Model ini berhasil menyelaraskan nilai-nilai universal kewarganegaraan dengan identitas budaya lokal (global thinking, local acting) sekaligus meminimalisir perilaku negatif seperti perundungan di lingkungan sekolah.
PENGARUH PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMP NOOR MUSHOLLA SURABAYA Anggraeni Lutfiyatul Afifah; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4823

Abstract

Pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam menjadi fokus penting dalam membentuk perilaku dan kepribadian siswa, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana karakter anak-anak dipengaruhi oleh pendidikan agama dan moral, lingkungan sekolah, serta lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 67 siswa, dengan sampel 67 siswa kelas 7,8,9 yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada siswa SMP Noor Musholla Surabaya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun lingkungan sekolah tidak secara signifikan memengaruhi karakter siswa jika dianalisis secara terpisah, pendidikan agama dan lingkungan keluarga justru memiliki dampak yang positif dan signifikan. Jika digabungkan, ketiga faktor ini secara signifikan memengaruhi karakter siswa dengan kontribusi sebesar 53,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai melalui pembelajaran serta dukungan keluarga memiliki peran yang lebih dominan dalam pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mengoptimalkan pendidikan karakter siswa.