cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 12 (2023)" : 10 Documents clear
Perancangan Konten Media Sosial Batik Modern untuk Brand Awareness Ntara Adaniyah, Nur Aviatul; Sarjono, Sarjono; Sudarmanto, Joni Agung
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1732-1752

Abstract

Saat ini sering kali generasi muda di Indonesia lebih menyukai menggunakan fesyen yang dipenga­ruhi oleh tren luar negeri, sehingga menyebabkan fesyen lokal mulai terabaikan, salah satunya adalah batik. Sebagai bagian dari negara Indonesia, generasi muda harus menjadikan batik Indonesia sebagai pakaian sehari-hari untuk dapat menjaga batik sebagai kebudayaan dan warisan Indonesia. Ntara merupakan brand fesyen dengan konsep desain pattern dan ilustrasi bertemakan budaya dan ciri khas Indonesia yang dikemas menyesuaikan tren saat ini. Sebagai brand yang baru didirikan maka membutuhkan lebih banyak brand awareness dari target konsumennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan merancang konten media sosial yang menarik dan efektif guna meningkatkan brand awareness Ntara. Proses perancangan menggunakan metodologi terdiri dari tahap latar belakang, identifikasi, analisis, sintesis, konsep peracangan, dan desain final. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang bersifat deskiptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, survei, dan studi dokumen yang kemudian dianalisis meng­gunakan teknik STP dan 5W+1H. Proses perancangan dilakukan berdasarkan pendekatan teori komunikasi AIDA. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden lebih menyukai konten promosi yang informatif dan menghibur. Pendistribusian konten promosi menggunakan media sosial yaitu Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, dan YouTube sebagai media yang paling banyak diakses oleh responden. Kata kunci: perancangan; konten media sosial; batik motif modern; kesadaran merek; ntara Designing Modern Batik Social Media Content for Ntara Brand Awareness Nowadays, young people in Indonesia often prefer to use fashion that is influenced by foreign trends, thus causing local fashion to be neglected, one of which is batik. The younger generation must make Indonesian batik as daily clothing to be able to maintain batik as Indonesian culture and heritage. Ntara is a fashion brand with the concept of pattern design and illustrations themed on Indonesian culture and characteristics that are packaged according to current trends. As a newly established brand it requires more brand awareness from its target consumers. The purpose of this research is to understand and design attractive and effective promotional content to increase Ntara's brand awareness. The design process using methodology consists of the background, identification, analysis, synthesis, design concept, and final design stages. This study uses a descriptive qualitative methodology using data collection techniques, namely interviews, surveys, and document studies which are then analyzed using STP and 5W+1H techniques. The design process is carried out based on the AIDA communication theory approach. The results showed that respondents preferred promotional content that was informative and entertaining. Distribution of promotional content using social media, namely Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, and YouTube as the media most accessed by respondents. Keywords: design; social media content; pattern batik modern; brand awareness; ntara
Bentuk Musik pada Lagu Pilu Membiru Karya Kunto Aji Bazur, Rizkyatul; Hidajat, Robby; Pristiati, Tutut
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1772-1785

Abstract

Bentuk musik merupakan susunan unsur musik dalam sebuah komposisi yang terdiri dari motif, tema, dan frase. Bentuk Musik menurut jumlah kalimat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu bentuk musik satu bagian, bentuk musik dua bagian dan bentuk musik tiga bagian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik pada lagu “Pilu Membiru” karya Kunto Aji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu “Pilu Membiru” karya Kunto Aji mempunyai bentuk musik dengan tiga bagian kompleks. Pada bagian A kompleks terdapat terdapat 2 tema pokok dan 1 tema transisi. Pada bagian B kompleks terdapat 2 tema pokok dengan tema baru yang dimainkan secara repetitif. Bagian C kompleks merupakan pengulangan dari bagian A kompleks dan dimainkan dengan dinamika yang naik untuk memberi penegasan pada bagian lagu tersebut. Bentuk musik dengan tiga bagian kompleks pada lagu “Pilu Membiru” dapat ditulis dengan bentuk musik Ak (A, AI, B, BI, C ) – Bk (AII, D, D, D, D, D, D) –  Ck (B, BI, C). Kata kunci: bentuk musik; lagu pilu membiru; Kunto Aji Pilu Membiru Musical Form by Kunto Aji Musical form is the composition of music in a composition of motifs, themes, and phrases. Musical forms according to the number of sentences is divided into three types, namely one-part musical form, two-part musical form, and three-part musical form. This study aims to describe the musical form of the song "Pilu Membiru" by Kunto Aji. This research uses a qualitative descriptive research method. The data in the research were obtained using observation, interviews, and documentation by testing the validity of the data using triangulation. The results of this research indicate that the song "Pilu Membiru" by Kunto Aji has a complex three-part musical form. In the A complex section, there are 2 main themes and 1 transition theme. In part B complex there are 2 main themes with new themes that are played over and over again. Part C complex is a series of parts A complex and is played with increased dynamics to emphasize the part of the song. The complex three-part form of the song "Pilu Membiru" can be written in the musical form Ak (A, AI, B, BI, C ) - Bk (AII, D, D, D, D, D, D) - Ck (B, BI, C). Keywords: musical form, pilu membiru song, Kunto Aji
Pengembangan Buku Saku Berbasis Barcode: Seni Lukis untuk Siswa Kelas XI Lutfiani, Maslicha; Iriaji, Iriaji; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1813-1827

Abstract

Seni lukis menjadi salah satu materi dalam mata pelajaran seni budaya. Pembelajaran seni budaya umumnya merupakan pembelajaran teori dan praktik. Dalam menunjang kesuksesan pembelajaran diperlukan suatu sarana pembelajaaran yang efektif serta efisien. Terlebih lagi di saat pandemi COVID-19 saat ini yang mengharuskan peserta didik untuk menjalani pembelajaran daring secara mandiri. Salah satu media yang bisa digunakan yaitu buku saku berbasis barcode. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah media pembelajaran buku saku seni lukis berbasis barcode. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu;(1) tahap analisis; (2) tahap desain; (3) tahap pengembangan; (4) tahap implementasi; dan (5) tahap evaluasi. Data kuantitatif dijadikan sebagai data penelitian dengan instrumen berupa lembar angket. Produk media pembelajaran yang dikembangkan berbentuk buku saku berbasis barcode. Media buku saku berukuran A7 sebanyak 12 halaman, dengan materi seni lukis. Buku saku ini dilengkapi latihan soal dan video tutorial berkarya seni lukis teknik aquarel. Media pembelajaran buku saku barcode telah diuji oleh 2 ahli media, 2 ahli materi serta telah diujicobakan terhadap 20 peserta didik kelas XI SMPN 11 Malang. Hasil validasi media sebesar 85 persen, validasi materi sebesar 73 persen serta uji coba peserta didik 88 persen media dikategorikan sangat layak. Kata kunci: seni lukis; pengembangan buku saku; barcode The Development of Barcode-Based Pocket Book: Art Painting for Grade XI Students Painting is one of the materials for arts and culture. Learning arts and culture is generally theoretically and practically. In order to support successful learning, effective and efficient media is needed, especially during the current COVID-19 pandemic, which requires students to complete an online learning independently. One of the media, which can be used is a barcode-based pocket book. The purpose of this developmental research is to produce a barcode-based learning media for painting pocket books. The research model used is the 5 step ADIE development model; (1) analysis; (2) design; (3) development; (4) implementation; and (5) evaluation. Qualitative data are used as research data with an instrument in the form of a questionnaire sheet. The developed media are in the form of a pocket book based on a barcode composed of pocket book size A7 up to 12 pages paint materials. Pocket book equipped with practical questions, video tutorials, and watercolor painting techniques. This pocket book media has been validated by 2 media experts, 2 material experts and has been tested on 20 class XI students of SMPN 11 Malang. Media validation results is 85 percent, material validation 73 percent and 88 percent of student tests are categorized as highly doable. Keywords: art painting; development pocket book; barcode
Korelasi Tingkat Penguasaan Kosakata dengan Kemampuan Memahami Hubungan Kausalitas Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Amrullah, Muhammad Fahmi; Martutik, Martutik; Nurhadi, Nurhadi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1786-1796

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indoensia yang semula berfokus pada struktur dan tata bahasa, sekarang berada pada empat kompetensi berbahasa penting untuk menunjang pembelajaran lain yang juga menggunakan bahasa Indonesia, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menyimak. Pemahaman akan suatu bahasa dimulai dari pemahaman akan kosakatanya. Teks eksplanasi meru­pakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu peristiwa bisa terjadi. Dalam menjelaskan terjadi­nya suatu peristiwa, teks eksplanasi menggunakan kosakata yang berbeda dengan teks-teks lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami hubungan kausalitas tes eksplanasi. Penelitian ini ter­masuk penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui instrumen tes dari kedua variabel. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI IBB SMA Laboratorium Malang. Peminatan IBB (Ilmu Bahasa dan Budaya) dipilih karena siswa yang telah masuk ke peminatan ini telah terseleksi dan mempunyai minat dan bakat di bidang bahasa. Kelas XI dipilih karena materi teks eksplanasi terdapat pada kelas XI. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua variabel saling berhubungan. Hubungan antar variabel bernilai positif yang artinya semakin tinggi nilai variabel tingkat pengua­saan kosakata, maka semakin tinggi pula nilai variabel kemampuan memahami hubungan kausalitas teks eksplanasi, dan sebaliknya. Kata kunci: kosakata; Ilmu Bahasa dan Budaya; teks eksplanasi Correlation between Vocabulary Mastery Level and Understanding Ability Causality Relationship of Explanation Text of Grade XI Students of Language and Culture Specialization Learning Indonesian which originally focused on structure and grammar, now focuses on four important language competencies to support other learning which also uses Indonesian, namely listening, speaking, reading and listening. Understanding a language starts from understanding its vocabulary. Explanatory text is text that explains the causes and effects of an event that occurred. In explaining the occurrence of an event, explanatory text uses different vocabulary from other texts. This research aims to find out whether there is a relationship between the level of vocabulary mastery and the ability to understand the causality relationship in the explanation test. This research includes quantitative research. Data was obtained through test instruments for both variables. The population of this study was all students of class XI IBB SMA Laboratory Malang. The IBB (Language and Culture Science) specialization was chosen because students who have entered this specializa­tion have been selected and have interest and talent in the field of languages. Class XI was chosen because explanatory text material is found in class XI. The results of data analysis show that the two variables are interconnected. The relationship between variables is positive, which means that the higher the value of the vocabulary mastery variable, the higher the value of the variable for the ability to understand causal relationships in explanatory text, and vice versa. Keywords: vocabulary; Language and Culture Science; explatory text
Proses Penerjemahan dalam Tugas Mata Kuliah Latihan Penerjemahan Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Ghofur, Nahdah Arifatus Sholihah; Irhamni, Irhamni
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1753-1771

Abstract

Intensitas kebutuhan penerjemahan Arab-Indonesia meningkat secara drastis di Indonesia. Penerjemahan yang baik dilakukan dengan proses yang matang dengan alur yang benar. Adanya tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerjemahan mahasiswa jurusan sastra Arab Universitas Negeri Malang 2018. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk memaparkan tahapan yang dilalui mahasiswa dalam menerjemahkan tugas dari awal hingga akhir. Analisis proses penerjemahan dilakukan dengan mengkaji hasil terjemahan mahasiswa terkait alat, metode, dan teknik yang digunakan, serta wawancara secara berkala untuk mengetahui proses yang lebih detail. Subjek penelitian diambil dari tugas latihan penerjemahan sebanyak 240 halaman dan tugas komentar hasil terjemahan teman. Objek penelitian terdiri dari 6 mahasiswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses penerjemahan mahasiswa diawali dengan analisis dan internalisasi BSu. Metode penerjemahan yang digunakan mahasiswa 1 dan 5 adalah terjemah bebas; mahasiswa 2, 3, dan 6  terjemah harfiah; mahasiswa 4 terjemah semantik. Teknik yang sering digunakan oleh keenam mahasiswa diantaranya transposisi, modulasi, substitusi, dan reduksi. Langkah akhir keenam mahasiswa adalah evaluasi oleh teman sejawat. Kata kunci: proses penerjemahan; tugas mata kuliah latihan penerjemahan; mahasiswa jurusan sastra Arab The Translation Process in The Assignment of Practical Translation Course for Arabic Literature Students The intensity of the need for Arabis-Indonesia translation has increasing drastically in Indonesia. Good translation is done with a mature process with the right flow. The purpose of this paper is to describe the translation process of Arabic Literature students 2018 at the State University of Malang. Descriptive qualitative research methods are used to describe the stages that students go through in translating assignments from beginning to end. Analysis of the translation process is carried out by reviewing the results of student translations regarding the methods, techniques and tools used, as well as periodic interviews to find out a more detailed process. The research subjects were taken from a 240 page translation practice assignment and a friend's translation of a commentary assignment. The object of research consists of 6 students. The results of the study reveal that the student translation process begins with the analysis and internalization of RSV. The translation method used by students 1 and 5 is free translation; student 2, 3, and 6 used literal translation; student 4 used semantic translation. The techniques used by the six students include transposition, modulation, description equivalent, substitution, and reduction. The final step of the sixth student is evaluation by peers. Keywords: translation process; assignment of practical translation course; Arabic Literature Students
Ekstremisme Misogini Jakarta dalam Puisi Perjalanan Bu Aminah Karya W.S Rendra Intan Aldani Putri, Drima
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1719-1731

Abstract

Tujuan dari penelitan dalam bentuk penulisan artikel ini adalah untuk menelusuri fenomena misogini yang terdapat dalam puisi W.S. Rendra, serta melihat fakta realita tindak moral tersebut yang sering terjadi di Jakarta. Jakarta sebagai kota besar tentunya terdapat berbagai permasalahan dari berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali permasalahan terkait isu gender. Sastra sebagai kamera, dapat menangkap fenomena tersebut dan bisa menjadi alat edukasi terhadap masyarakat agar meminimalisirkan keruntuhan moralitas dalam suatu masyarakat. Dalam penelitian ini psikologi sastra dianggap mampu dalam menjawab persoalan tindakan misogini, sebab hal tersebut berkaitan dengan manusia dan jiwanya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini juga, penulis secara objektif dalam mengumpulkan data dengan rangkaian proses penelitian. Puisi Perjalanan Bu Aminah karya W.S. Rendra menjadi sumber data dalam penulisan artikel ini. Dari hasil penelitian tersebut didapati bahwa puisi ini keberadaannya dangat relevan sekali dengan fenomena misogini di Jakarta. Sosok wanita yang menjadi korban diakibatkan dari budaya patriarki yang kuat, serta menyebabkan lemahnya keberanian wanita dalam menyuarakan tindak amoral tersebut. Kata kunci: misogini; masyarakat; psikologi sastra; patriarki  Jakarta Misogyny Extremism in the Poem Perjalanan Bu Aminah by W.S. Rendra The purpose of the research in the form of writing this article is to explore the misogyny phenomenon contained in Rendra's poetry,and see the facts of the reality of these moral acts that often occur in Jakarta. Jakarta as a big city, of course, there are various problems from various levels of society, including issues related to gender issues. Literature as a camera can capture this phenomenon and can be an educational tool for the community in order to minimize the collapse of morality in a society. In this study, literary psychology is considered capable of answering the problem of misogyny, because it is related to humans and their souls. The method used in this paper is a qualitative descriptive method. In this study, the authors objectively collect data with a series of research processes. The Poetry of Perjalanan Bu Aminah by W.S. Rendra became the source of data in writing this article. From the results of this study, it was found that this poem is very relevant to the misogyny phenomenon in Jakarta. The figure of women who become victims is caused by a strong patriarchal culture, and causes women's lack of courage in voicing these immoral acts. Keywords: misogyny; public; literature psychology; patriarchy
Permainan Tradisional Anak dalam Penciptaan Desain Motif Batik Tulis sebagai Busana Outer Kekinian Puspamurti, Diennora Yossi; Ratnawati, Ike; Sidyawati, Lisa
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1828-1847

Abstract

Kemajuan dan penggunaan teknologi secara masif pada masa kini membuat budaya permainan tradisional anak tergantikan oleh bentuk permainan modern berbasis digital. Permainan tradisional yang sarat akan budaya, nilai-nilai pendidikan yang berguna bagi perkembangan anak menjadi terabaikan, sehingga perlu untuk dilestarikan. Batik telah dikenal hingga ke mancanegara, namun dengan citra batik yang tinggi minat akan batik pada generasi muda masih rendah. Mereka menilai dengan harga yang mahal, produk batik identik dengan suatu hal yang kuno dan tidak sesuai dengan style mereka. Berawal dari hal tersebut penulis memiliki ketertarikan mengangkat permainan tradisional anak sebagai inspirasi motif baru dalam seni batik tulis yang diterapkan dalam produk outer kekinian sebagai busana casual remaja. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengkaji mengenai konsep kreatif, proses kreatif, dan hasil visualisasi penciptaan desain motif batik tulis permainan tradisional anak dalam produk outer kekinian. Metode penciptaan ini mengacu pada model SP. Gustami yang terdiri dari tiga tahap, yakni eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil pen­cip­taan karya batik yang diwujudkan memvisualisasikan permainan layang-layang dan dakon sebagai motif utamanya, terdiri dari enam karya berjudul: 1) Life Balance, 2) Closer to God, 3) Dream, 4) A History, 5) Harmony, dan 6) Peaceful. Penciptaan ini dilakukan sebagai respon terkikisnya salah satu kebudayaan Indonesia yaitu permainan tradisional anak dalam konteks kekinian. Kata kunci: permainan tradisional; anak; batik tulis; busana Outer: kekinian Traditional Children's Games in Creating Written Batik Motif Designs as Modern Outerwear Progress and the massive use of technology today have replaced traditional children's game culture with modern digital-based forms of play. Traditional games that are full of culture, education values that are useful for children's development are best preserved, so they need to be preserved. Batik has been known to foreign countries, but with a high image of batik, interest in batik among the younger generation is still low. They judged that with an expensive price, batik products were identical to something ancient and did not match their style. Starting from this, the author has an interest in raising children's traditional games as inspiration for new motifs in the art of written batik which is applied to contemporary outer products as casual youth clothing. The purpose of this study is to examine the creative concept, creative process, and the results of visualization of the creation of traditional children's game batik motif designs in contemporary outer products. The creation refers to the SP. Gustami model method with three stages of six steps: The first is the exploration stage, the second is the design stage, and the third is the embodiment stage. The results of the creation of batik works that visualize the game of kites and dakon as the main motifs, consist of six works entitled: 1) Life Balance, 2) Closer to God, 3) Dream, 4) A History, 5) Harmony, and 6) Peaceful. This creation was carried out as a response to the erosion of one of Indonesian culture, namely traditional children's games in the present context. Keywords: traditional game; children; batik tulis; outerwear: modern
Motivasi Belajar Siswa pada KD Keterampilan Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa Masa New Normal di Kelas VIII Melati, Dinda; Iriaji, Iriaji; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1848-1865

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik siswa pada KD Keterampilan mata pelajaran seni budaya bidang seni rupa masa new normal. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian mencakup siswa kelas VIII SMP. Pengambilan sampel menggunakan teknik area sampling ditentukan berdasarkan adanya strata wilayah populasi yaitu terdapat sekolah di daerah kecamatan dan daerah pedalaman. Pengambilan sampel di daerah kecamatan diambil secara random 43 siswa dan daerah pedalaman diambil secara total 40 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data menerapkan teknik deskriptif persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa di daerah kecamatan dikategorikan tinggi (70,63 persen) dan di daerah pedalaman dikategorikan tinggi (67,89 persen). Sedangkan motivasi belajar ekstrinsik siswa di daerah kecamatan dikategorikan tinggi (71,07 persen) dan di daerah pedalaman dikategorikan rendah (61,95 persen). Beberapa indikator yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar ekstrinsik siswa di daerah pedalaman yaitu: (1) kurang adanya pujian dari guru ketika siswa mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, (2) kurang adanya teguran dari guru ketika siswa tidak menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, dan (3) lingkungan tempat tinggal siswa yang kurang mendukung keberhasilan pembelajaran. Kata kunci: New Normal; Motivasi Belajar Intrinsik; Motivasi Belajar Ekstrinsik Student’s Learning Motivation on The Basic Competence of Cultural Arts Subject Skills of The Fine Arts in New Normal Period at 8th Grades The aim of this study was to describe the intrinsic and extrinsic learning motivation of students in KD Skills of cultural arts subjects in the field of fine arts during the new normal period. This research applies a quantitative descriptive approach. The study population included students in grade VIII of junior high school. Sampling using the area sampling technique was determined based on the strata of the population area, namely there are schools in the sub-district and rural areas. Sampling in the sub-district area was taken randomly 43 students and the inland area was taken in total 40 students. Data collection used a questionnaire with a Likert scale. Data analysis techniques apply descriptive percentage techniques. The results of the study showed that the intrinsic learning motivation of students in the sub-district area was categorized as high (70.63 percent) and in the rural area was categorized as high (67.89 percent). Meanwhile, the extrinsic learning motivation of students in sub-district areas is categorized as high (71.07 percent) and in rural areas is categorized as low (61.95 percent). Some indicators that cause low extrinsic learning motivation of students in rural areas are: (1) lack of praise from teachers when students were able to complete assignments on time, (2) lack of reprimands from teachers when students did not complete assignments on time, and (3) students' living environment that was less supportive of learning success. Keywords: New Normal; Intrinsic motivation learning; Extrinsic motivation learning
Upacara Adat Ceprotan sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Wijaya, Satria Aji; Hariyanto, Hariyanto; Prasetyo, Abdul Rahman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1866-1878

Abstract

Upacara adat Ceprotan merupakan salah satu budaya lokal di Indonesia khususnya dari daerah Pacitan tepatnya di Desa Sekar, Donorojo yang masih eksis hingga saat ini. Ironinya budaya lokal kini mulai tergerus karena adanya era globalisasi yang mengubah gaya hidup modern serta minimnya generasi penerus bangsa yang enggan melestarikan budaya lokal. Dengan saling mengenalkan budaya lokal ke masyarakat luas serta generasi penerus, maka budaya bisa tetap lestari dan hidup. Berdasarkan hal tersebut pencipta terdorong untuk mengekspresikan serangkaian acara Upacara Adat Ceprotan melalui bentuk karya seni lukis. Tujuan penciptaan ini untuk mengenalkan Upacara Adat Ceprotan kepada masyarakat melalui bentuk sebuah karya seni lukis dekoratif dengan mengangkat tentang Upacara Adat Ceprotan yang selalu dilaksanakan setahun sekali pada bulan Longkang (DzulQa'idah) hari Senin Kliwon. Metode penciptaan penelitian ini menggunakan metode dari Alma Hawkins yang terdiri atas tiga tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Karya lukis yang dihasilkan berjumlah 6 karya yang memvisualkan bagaimana proses awal hingga akhir dalam pelaksanaan Upacara Adat Ceprotan. Karya seni ditampilkan sebagai upaya pelestarian serta pengenalan budaya kepada masyarakat luas khususnya kepada generasi penerus bangsa. Kata kunci: upacara adat Ceprotan; seni lukis; kebudayaan Ceprotan Traditional Ceremony as a Source of Painting Inspiration The Ceprotan traditional ceremony is one of the local cultures in Indonesia, especially from the Pacitan area, precisely in Sekar Village, Donorojo which still exists today. The irony is that local culture is now starting to be eroded due to the era of globalization that has changed modern lifestyles and the lack of future generations who are reluctant to preserve local culture. By introducing each other to local culture to the wider community and the next generation, the culture can remain sustainable and alive. Based on this, the creator was compelled to express a series of Ceprotan Traditional Ceremony events through the form of painting. The purpose of this creation is to introduce the Ceprotan Traditional Ceremony to the public through the form of a decorative painting by raising the Ceprotan Traditional Ceremony which is always held once a year in the month of Longkang (DzulQa'idah) on Monday Kliwon. The method of creating this research uses the method of Alma Hawkins which consists of three stages, namely exploration, improvisation, and formation. The resulting paintings are 6 works which visualize the process from beginning to end in the implementation of the Ceprotan Traditional Ceremony. Artworks are displayed as an effort to preserve and introduce culture to the wider community, especially to the nation's next generation. Keywords: ceprotan traditional Ceremony; art painting; culture
Dominasi Bahasa pada Keluarga Amalgamasi Jawa-Madura Di Kelurahan Ngemplakrejo Kota Pasuruan Af'idah, Ainul; Jayanti, Cicik Tri
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1797-1812

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dominasi bahasa dan mendeskrip­sikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dominasi bahasa pada komunikasi keluarga amalgamasi Jawa-Madura di kelurahan Ngemplakrejo kota Pasuruan. Kriteria responden penelitian ini adalah keluarga amalgamasi Jawa-Madura yang memiliki anggota keluarga yang lengkap, usia pernikahan di atas 7 tahun, dan berdomisili di kelurahan Ngemplakrejo kota Pasuruan. Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknis triangulasi yang terdiri dari teknik observasi partisipan pasif, teknik rekam, dan pemberian kuesioner terbuka dan tertutup. Data penelitian ini berupa tuturan keluarga amalgamasi yang ditranskripsikan dan ditransliterasikan dalam bahasa Indonesia dan hasil kuesioner. Data akan dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasar­kan hasil analisis data ditemukan bahwa dominasi bahasa dalam komunikasi keluarga amalgamasi Jawa-Madura di kelurahan Ngemplakrejo kota Pasuruan adalah bahasa Jawa dialek Madura, yang disebabkan oleh faktor individu, letak geografis, dan sosial dan budaya. Kata-kata kunci: Keluarga amalgamasi, Etnis Jawa dan Madura, dominasi bahasa Language Dominance Javanese-Madurese Amalgamation Family in the Ngemplakrejo Village, Pasuruan City This qualitative study aims to describe the form of language dominance and describe the factors behind the dominance of language in Javanese-Madura amalgamation family communication in Ngemplakrejo village, Pasuruan city. The criteria for the respondents in this study were Javanese-Madura amalgamated families who had complete family members, the age of marriage was over 7 years, and domiciled in Ngemplakrejo village, Pasuruan city. The process of collecting data in this study used triangulation techniques consisting of passive participant observation techniques, recording techniques, and giving open and closed questionnaires. The data of this research are amalgamation family utterances which are transcribed and transliterated in Indonesian and the results of the questionnaire. The data will be analyzed using the Miles Huberman interactive model, which consists of three stages, namely data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. Based on the results of data analysis, it was found that the dominance of language in Javanese-Maduran amalgamation family communication in Ngemplakrejo village, Pasuruan city, was Javanese dialect of Madura, which was caused by individual factors, geographical location, and social and culture. Keywords: amalgamated family, Javanese and Madurese ethnicity, language dominance

Page 1 of 1 | Total Record : 10