cover
Contact Name
Mustika Ratna Dewi
Contact Email
wartapariwisata.itb@gmail.com
Phone
+6281277667773
Journal Mail Official
mustikard@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Pariwisata
ISSN : 14107112     EISSN : 27754723     DOI : https://doi.org/10.5614/wpar
Warta Pariwisata is a journal that accepts various articles related to tourism. The aim of this journal is to raise awareness, consideration and analysis of issues in the tourism field, and also promotes the exchange of ideas related to tourism development. This journal is aimed primarily at various people who are concerned with tourism and tourism-related issues in Indonesia, for example: * Those involved in planning, policy-making and consulting positions on tourism field; * Those involved in tourism and tourism-related activities; * Those involved in education and research on tourism or tourism-related issues.
Articles 100 Documents
PRIORITAS FAKTOR DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PANTAI BARU, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ramdhani, Noviana; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Warta Pariwisata Vol 23 No 2 (2025):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2025.23.2.07

Abstract

Pantai Baru memiliki atraksi wisata menarik dan aksesibilitas baik tetapi mengalami permasalahan terkait partisipasi masyarakat dan rawan abrasi. Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), studi bertujuan untuk menunjukkan faktor-faktor yang menjadi prioritas dalam pengembangan Pantai Baru. Temuan menunjukkan prioritas faktor dalam pengembangan wisata Pantai Baru meliputi 1) partipasi masyarakat, 2) promosi, 3) lembaga pengelola, 4) jenis aktivitas, 5) keindahan alam dan budaya, 6) sarana dan prasarana, 7) fasilitas kebencanaan, 8) jaringan jalan, dan 9) moda transportasi. Studi diharapkan dapat memberikan masukan bagi stakeholder mengenai prioritas faktor untuk mengembangkan wisata Pantai Baru yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
PENDEKATAN 6A DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS KOMUNITAS: Studi Kasus: Desa Wisata Selindung–Jerambah Gantung Pusparini, Marissa
Warta Pariwisata Vol 23 No 2 (2025):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2025.23.2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Desa Wisata Selindung–Jerambah Gantung dengan menggunakan pendekatan 6A (Attraction, Accessibility, Amenities, Activities, Accommodation, dan Ancillary Services) dalam kerangka pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas. Isu utama yang dikaji adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi alam dan budaya akibat keterbatasan infrastruktur, partisipasi masyarakat, dan dukungan kelembagaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi berbasis mangrove dan budaya pesisir belum memiliki narasi interpretatif yang kuat, aksesibilitas terhambat oleh ketiadaan dermaga wisata, amenitas dasar masih minim, aktivitas wisata bergantung pada perahu nelayan sehingga tidak konsisten, akomodasi belum terintegrasi dengan paket wisata, dan layanan pendukung seperti kelembagaan serta pemasaran digital belum berjalan efektif. Temuan ini memperlihatkan bahwa kelemahan pada satu komponen 6A menciptakan dampak sistemik pada komponen lainnya dan menghambat tercapainya dimensi keberlanjutan lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang penerapan 6A pada desa wisata berbasis komunitas serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan kelembagaan, pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, dan integrasi layanan wisata.
PERAN PARIWISATA BAHARI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI PULAU GELASA, KABUPATEN BANGKA TENGAH Prima, Anugrah Gusta; Lestari, Zakia; Kurniawan , Kunkun; Marwani, Iga Safa
Warta Pariwisata Vol 23 No 2 (2025):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2025.23.2.08

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pariwisata bahari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah dengan fokus pada dimensi ekonomi lokal berbasis masyarakat. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam penelitian ini dipahami sebagai peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, penciptaan lapangan kerja, serta munculnya efek pengganda ekonomi melalui berkembangnya usaha kecil dan menengah pendukung pariwisata yang dijalankan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan kelompok sadar wisata dan masyarakat lokal serta analisis data ekonomi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata bahari berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal, sekaligus mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan. Temuan ini menginformasikan bahwa pengelolaan pariwisata bahari berbasis keberlanjutan dan partisipasi masyarakat merupakan prasyarat utama agar manfaat ekonomi dapat dinikmati secara berkelanjutan di Pulau Gelasa.
PERENCANAAN PROGRAM INISIATIF WISATA EDUKATIF WARUNG KEBON Hyldan Natawiguna; Candra Sari Triyana; Armandha Redo Pratama
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.01

Abstract

Warung Kebon merupakan ruang terbuka hijau (RTH) milik pribadi di Bandung yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat, berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi produk alternatif melalui riset berbasis kearifan lokal dan pengetahuan modern.  Artikel ini menguraikan perencanaan program inisiatif untuk mengembangkan Warung Kebon sebagai destinasi wisata edukatif yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.  Tahapan perencanaan meliputi penilaian kebutuhan dan keterlibatan pemangku kepentingan, penyusunan program edukasi, desain lingkungan fisik dan sosial yang mendukung, serta pembentukan rencana strategis implementasi.  Proses ini bertujuan menciptakan sarana kegiatan edukasi lingkungan yang menjangkau beragam kebutuhan pengunjung.
GLOKALISASI PARIWISATA BALI: PURA SEBAGAI DESTINASI WISATA DI BALI Dinar Pramesti
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.02

Abstract

Glokalisasi merupakan respons terhadap arus globalisasi yang masif, terutama dalam sektor pariwisata yang mendorong terjadinya kontak budaya antara masyarakat lokal dan wisatawan global. Bali sebagai destinasi wisata budaya mengalami dinamika glokalisasi yang signifikan, salah satunya melalui transformasi fungsi Pura, dari ruang sakral menjadi objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan implikasi glokalisasi dalam pengelolaan Pura sebagai destinasi wisata, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat Bali dalam menjaga nilai sakral dan identitas budaya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi, dan analisis kasus Pura Luhur Uluwatu, ditemukan bahwa adaptasi budaya lokal terhadap tuntutan pariwisata global terjadi melalui pengaturan akses, penggunaan atribut adat, dan edukasi wisatawan. Namun, gesekan antara kepentingan spiritual dan komersial tetap menjadi tantangan serius. Fenomena ini mencerminkan dilema antara pelestarian dan komodifikasi budaya. Oleh karena itu, glokalisasi dalam konteks ini harus dimaknai sebagai strategi untuk mempertahankan esensi budaya lokal, bukan sekadar alat komersialisasi. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Bali.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN SPASIAL KAMUNG WISATA DI YOGYAKARTA: : Memahami Produksi Ruang dalam Pariwisata melalui Teori Lefebvre Yusuf Hermawan; Danny Rizky Ramadhan; Wisnu Pramudya; Dyah Kemala Firdausi
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.03

Abstract

Penelitian ini membahas dilema pengembangan kampung wisata yang muncul akibat ketegangan antara kebutuhan ruang untuk wisatawan dan keterbatasan ruang hidup warga lokal. Dalam konteks perkotaan yang padat, kampung wisata mengalami transformasi spasial dari ruang hunian menjadi ruang wisata yang sarat kepentingan ekonomi, estetika, dan sosial. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan paradigma kritis, menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di kampung wisata perkotaan. Analisis dilakukan dengan kerangka teori produksi ruang Lefebvre (1991) yang meliputi tiga dimensi: spatial practice, representations of space, dan representational space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level praktik, warga beradaptasi secara improvisatif terhadap tekanan pariwisata dengan mengubah ruang domestik menjadi ruang ekonomi. Pada level representasi, kebijakan dan estetika ruang yang dikendalikan oleh pemerintah serta pelaku wisata menimbulkan hegemoni terhadap citra ruang lokal. Sementara itu, pada level makna, terjadi pergeseran identitas dari ruang komunal menjadi ruang konsumsi wisata.
MOTIVASI WISATAWAN GEN Z BERKUNJUNG KE KAWASAN CAGAR BUDAYA DI DESA TROWULAN, MOJOKERTO Zahratul Ula Salsabila; Nazwa Kaila Putri; Regina Maharani
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.04

Abstract

Di era sekarang terjadi peningkatan minat berkunjung di kalangan Gen Z ke destinasi wisata yang berbasis warisan budaya. Salah satunya adalah ke kawasan yang menyimpan jejak sejarah perjalanan dan peradaban Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan motivasi generasi Z dalam mengunjungi situs cagar budaya di Desa Trowulan Mojokerto, yang sebagian besar berupa candi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan pencarian data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka pada buku dan artikel ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga motivasi utama atau alasan Gen Z berkunjung ke situs sejarah, yakni mereka datang untuk bersantai dan menjaga kesehatan di ruang terbuka, separti situs kolam; melakukan kunjungan dengan adanya dorongan sosial, berupa ajakan keluarga atau teman; tujuan yang ketiga adalah ingin mempelajari sejarah dan budaya dari Kerajaan Majapahit. Penelitian merekomendasikan dua hal, yakni pengelola perlu menyediakan ruang rekreasi yang nyaman, perlunya menambah papan informasi yang mudah dipahami, sehingga dapat menjadi media edukasi bagi Gen Z yang berkunjung.
ANALISIS CITRA DESTINASI PADA LANDMARK PARIWISATA BALI GARUDA WISNU KENCANA CULTURAL PARK BALI Kevin Febrian
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.05

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu bagaimana citra destinasi yang terdiri atas citra kognitif dan citra afektif pada destinasi wisata Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Penelitian berbasis survei dengan pendekatan kuantitatif merupakan dasar dalam aktivitas penelitian yang dilakukan kepada 100 wisatawan yang pernah mengunjungi Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Metode penghimpunan data dalam penelitian adalah dengan menggunakan studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner. Metode rata-rata (mean) dan tabel distribusi frekuensi merupakan metode analisis yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Garuda Wisnu Kencana Cultural Park memiliki nilai citra destinasi yang baik dimata wisatawan yang telah mengunjungi destinasi terkait, nilai rata-rata citra kognitif dan citra afektif destinasi yang keduanya memiliki nilai rata-rata sebesar 4,05/5 menjadi tolak ukur yang menunjukkan bahwa destinasi wisata yang dijadikan objek penelitian memiliki citra destinasi yang baik.
IMPLEMENTASI KONSEP SLOW TOURISM DALAM MEMBANGUN CITRA DESTINASI WISATA PENYANGGA DI PROVINSI ACEH Ahmad Ghazy Dananjaya
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.06

Abstract

Penelitian ini menelusuri bagaimana pesona alam dan interaksi hangat dengan warga lokal mampu membentuk citra positif pariwisata Aceh melalui pendekatan Slow Tourism. Melalui survei kepada 200 wisatawan dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, ditemukan sebuah fakta yang menarik: keramahan penduduk lokal yang berakar pada budaya Peumulia Jamee ternyata meninggalkan kesan yang jauh lebih mendalam di hati wisatawan dibandingkan keindahan bentang alamnya semata. Temuan ini menegaskan bahwa "jiwa" dari pariwisata Aceh sesungguhnya terletak pada kehangatan manusianya. Konsep Slow Tourism terbukti sangat selaras dengan nilai-nilai syariat Islam yang mengedepankan adab dan ketenangan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal sangat direkomendasikan sebagai kunci keberlanjutan destinasi wisata di Aceh.
ATRIBUT DAYA TARIK WISATA DAN KEPUASAN WISATAWAN DI PURA MANGKUNEGARAN SURAKARTA I Made Bayu Wisnawa
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tarik wisata budaya di Pura Mangkunegaran dan strategi peningkatan kepuasan pengunjung. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Mangkunegaran memiliki berbagai atraksi budaya seperti Pendopo Ageng, Museum Pura Mangkunegaran, Taman Dalam, Pamedan, Pracima Tuin Royal Dinner, serta pertunjukan tari dan gamelan. Aksesibilitas yang baik didukung oleh lokasi strategis di pusat kota Surakarta dan fasilitas parkir yang luas. Amenitas yang tersedia, seperti toilet bersih dan restoran mewah, meningkatkan kenyamanan pengunjung. Layanan tambahan seperti pemandu wisata profesional dan pertunjukan budaya rutin menambah nilai edukatif dan pengalaman yang holistik. Wawancara dengan pengunjung menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terkait kualitas layanan, aksesibilitas, kenyamanan, dan nilai pengalaman, meskipun ada kekecewaan terhadap museum yang tutup untuk inventarisasi. Dengan demikian, Pura Mangkunegaran berhasil menciptakan kepuasan wisatawan melalui integrasi berbagai faktor manajemen destinasi wisata.

Page 10 of 10 | Total Record : 100