FENOMENA: Jurnal Penelitian
FENOMENA: Jurnal Penelitian, a peer-reviewed journal, is an interdisciplinary publication of original research on Islamic Studies. The journal aims to provide a forum for scholarly understanding and promote the process of knowledge, values, and skills. The journal encompasses research articles, original research reports, reviews, and scientific commentaries on Islamic studies, including Islamic Education and Islamic Law.
Articles
178 Documents
Pencegahan Paham Radikal di Kalangan Siswa pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kalimantan Timur
Mahmuji Mahmuji
FENOMENA Vol 13 No 2 (2021): FENOMENA VOL 13, NO. 2, 2021
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v13i2.1428
Radical understanding is a common phenomenon that can occur in a society with diverse motives, both social and political, cultural and religious, which is marked by acts of extreme, and anarchist as a form of rejection of the symptoms faced. In this case, everyone has the potential to become radical and radical, depending on whether the environment (habitus) supports it or not. This research use descriptive qualitative approach. Sources of data using purposive sampling. The results showed that the implementation of radical prevention programs at State Senior High School in Samarinda city, namely (1) Academic program in the form of religious and multicultural coaching conducted during the lesson. (2) Non-academic program that is extracurricular activities that run outside of lesson. Various factors that influence the learning process come from supporting and inhibiting factors such as the supporting factors are: Vision and mission of the school, community interest, conducive school atmosphere, facilities and infrastructure. While the inhibiting factors are: The use of information and communication technology, and mass media. Implementation of the implementation of the program is the formation of a moderate pattern of understanding among students so that none of it shows the existence of practical abnormalities of rites and thoughts.
Reconstruction of Examination of Marriage Dispensation As a Effort to Protect Children
Nugraha, Alfajar
FENOMENA Vol 15 No 1 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 1, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v15i1.3576
Abstract Marriage dispensation is one of the problems that is still unfinished to be discussed where there is a lot of debate that the marriage dispensation is a legality of underage marriage on the grounds that the provision of marriage dispensation is not based on child protection even some decisions of the Religious Courts have become a material for criticism where the consideration of the judges' decisions is still considered "not properly constructed both in terms of examination procedures and in terms of substantial legal considerations, therefore the Supreme Court as the highest institution within the scope of the Judiciary has issued Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 as a regulatory framework for the judges of course to determine the granting of marriage dispensation to the prospective bride and groom whose age is still below the age of marriage with reference to child protection efforts such as in the absence of coercion, psychological maturity, reproductive health and sexuality, as well as economic and educational readiness of the prospective bride and groom which are seen as factors that must be considered so that child protection efforts can be achieved.
PEMENUHAN HAK PEREMPUAN DAN ANAK PADA PUTUSAN VERSTEK DI PENGADILAN AGAMA
Adriansyah Adriansyah
FENOMENA Vol 13 No 2 (2021): FENOMENA VOL 13, NO. 2, 2021
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v13i2.4500
Kajian ini ditulis dengan maksud ingin mengetahui bagaimana pemenuhan hak perempuan dan anak pasca cerai dalam putusan verstek. Problem apa saja yang muncul dalam pememuhan hak perempuan pada putusan verstek, serta pertimbangan hakim dalam memberikan hak pasca cerai. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normative, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Teknik analisisnya adalah deskriptif kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam memberikan hak perempuan dan anak pada putusan verstek di antaranya adalah Pasal 41 huruf (c) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 03 Tahun 2015 huruf C angka 3, SEMA No. 3 Tahun / 2018 , PerMA 3/ 2017. Selain pertimbangan hukum, kemampuan finasial serta nusyuz tidaknya istri dijadikan acuan juga dalam memberikan hak perempuan dan dan pada putusan verstek.
Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Fanten di Patani Halmahera Tengah
Sarmi Sarmi
FENOMENA Vol 13 No 2 (2021): FENOMENA VOL 13, NO. 2, 2021
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v13i2.4798
Value is not something we see from the world based on what we know, but value is more related to what should happen. Islamic education is a process of changing individual behavior for the better, so the value of Islamic education is the things or traits inherent in Islamic education that are used as a basis or life guide to become a better person. Islam recognizes the existence of community customs because customs are part of that society. In addition, customs or traditions often contain values ​​whose source is the religion adopted or Islamic education. So the purpose of this study is to explore the values ​​of Islamic education contained in the fanten tradition carried out by the Patani community of Central Halmahera every month of Rabiul Awal as an expression of gratitude for the birth of the Prophet Muhammad. So it can be understood that in the fanten tradition there is a process for strengthening faith, worship and morals which are the values ​​of Islamic education.
Pelaksanaan Pembelajaran PAI Di SMA Tahfidz Al-Izzah Samarinda
Uswandi Uswandi
FENOMENA Vol 14 No 1 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 1, 2022
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v14i1.4843
Pendidikan agama Islam adalah salah satu mata pelajaran terpenting untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu insan yang beriman serta bertaqwa terhadap yang kuasa yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Maka sudah seharusnyalah pemerintah dan lembaga pendidikan memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama termasuk PAI demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Namun kenyataannya, hingga kini tetap saja porsi waktu untuk PAI yang merupakan garda terdepan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional masih sangat minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Tahfidz Al-Izzah Samarinda yang memberikan pembinaan tambahan diluar pembelajaran PAI sesuai kurikulum K13. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMA Tahfidz Al-Izzah Samarinda. Penelitian dilakukan selama 4 bulan yakni mulai bulan maret-juni 2022. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI di SMA Tahfidz Al-Izzah Samarinda telah berjalan dengan sangat baik bahkan dipraktekkan dalam aktifitas sehari-hari baik di kelas, asrama, masjid maupun lingkungan masyarakat sekitar. Faktor pendukung: Siswa berasrama, guru PAI yang telah memberikan keteladanan dengan baik dan dukungan yayasan sebagai pemilik sekolah. Faktor penghambat: konsistensi pengasuh asrama yang fluktuatif, libur sekolah yang membuat siswa banyak kembali pada kebiasaan lama.
Implementasi dan Evaluasi Metode Pakistani dalam Pembelajaran Tahfidz Al Qur’an di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda
Firlita Silvianti;
Romelah Romelah
FENOMENA Vol 14 No 1 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 1, 2022
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v14i1.4844
Hukum menghafal Al Quran adalah fardhu kifayah, sedang menjaga hafalan merupakan fardu ain. Namun dengan semakin maraknya program tahfidz di sejumlah lembaga pendidikan islam tidak menjamin para siswa yang telah menghafal bisa menjaga hafalanya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tahfidz al quran dengan metode Pakistani dan evaluasinya yang dilakukan di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda Kalimantan Timur untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan hafalan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, sedangkan lokasi penelitian ini di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda Kalimantan Timur, dengan informan 3 Musyrifah tahfidz dan 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil yang diperoleh adalah pelaksanaan pembelajaran mencakup kegiatan awal (pendahuluan) yang diawali dengan sapaan salam, doa dan motivasi. Kemudian kegiatan inti, yakni penyetoran sabqi (hafalan baru yang telah disetor beberapa hari lalu), langsung dilanjutkan dengan sabaq (penambahan hafalan yang baru diperoleh hari ini), kemudian dilanjutkan dengan manzil (murojaah hafalan lama). Dan terakhir kegiatan penutup yang ditutup dengan evaluasi tentang kualitas hafalan hari ini dan adab siswa serta doa penutup. Adapun penilaian terbagi ke dalam dua kategori, yaitu penilaian per juz dan penilaian semesteran.
The Optimalization Legal Role of Contracts in the Settlement of Business Disputes Between the Parties of Contract Agreement
Retnowati, May Shinta;
Amrullah, Muhammad Ilham;
Rachmawati, Andini
FENOMENA Vol 15 No 1 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 1, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v15i1.4846
There are many problems in Islamic civil transactions, including muamalah activities carried out in the midst of society when running a business. This time the role of agreement law (contract) in the settlement of business disputes between the parties in the contract agreement, in which the dispute will be vulnera-ble to occur in a business relationship, due to the absence of good faith, the desire to increase the profits that can be achieved, and the existence of default, which is not closing the possibility of a loss experi-enced by one of the parties in the business relationship who entered into the agreement or contract, there-fore the law of the agreement (contract) is very necessary in order to protect the parties in the business re-lationship so as not to experience losses that can occur at any time. . This research method uses library research that takes references from several literatures. The results of this study are that at the beginning of business activities there must be a law of agreement or often referred to as a contract to guard so that a business relationship can run well, according to what is desired and agreed upon by the parties who make an agreement or contract. Because basically a dispute is a situation that often appears in the busi-ness world, where the dispute must be resolved
Pembentukan Karakter Mandiri Melalui Pembelajaran ISMUBA Di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo
Nasikin Nasikin;
Romelah Romelah;
Khozin Khozin
FENOMENA Vol 14 No 1 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 1, 2022
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v14i1.4924
Moral siswa di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo diketahui mengalami kemerosotan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengenalan kurikulum ISMUBA untuk membantu siswa mengembangkan kepribadian yang mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pembelajaran ISMUBA di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo Malang berkontribusi terhadap pengembangan karakteristik otonom. Sementara menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, peneliti mengungkapkan berbagai keadaan lapangan terkait dengan penerapan kurikulum ISMUBA di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo. Kepala sekolah, perancang kurikulum, makalah kurikulum ISMUBA, materi kurikulum SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, dan dokumen yang berkaitan dengan kurikulum sekolah merupakan sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan temuan penelitian, dapat dikatakan bahwa siswa SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo telah terpapar kurikulum ISMUBA dengan cara yang berjalan sesuai rencana dan menjadi rutinitas, sehingga secara bertahap muncul kepribadian mandiri pada siswa. Terbukti dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kekurangan, antara lain karena tidak semua guru terlibat aktif dalam pengembangan program ISMUBA.
Membaca Relasi Kuasa Dan Tantangan Kekerasan Terhadap Perempuan Di Perguruan Tinggi Islam
Asy'ari Asy'ari
FENOMENA Vol 14 No 1 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 1, 2022
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v14i1.5035
Abstrak Tulisan ini akan mengulas tentang kekerasan seksual terhadap perempuan yang terjadi di Perguruan Tinggi Islam dengan menggunakan analisa relasi kuasa Michael Foucault. Adapun kekerasan yang dimaksud dalam tulisan ini, mengacu pada kekerasan Johan Galtung yang membagi kekerasan menjadi tiga, yaitu kekerasan langsung, kekerasan struktural dan kekerasan kultural. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yakni penelitian literatur review. Hasil dari penelitian ini, dari sekian banyak kasus kekerasan seksual di Perguruan Tinggi Islam, hanyalah ibarat pucuk segitiga piramida sedangkan gondokan besar yang di bagian bawah piramida itu, menjadi tantangan tersendiri untuk diungkap dan diselesaikan. Hal itu karena berkaitan dengan relasi kuasa, struktur dan kultural yang seringkali tidak hanya mengaburkan tetapi juga membalikkan fenomena yang sebenarnya.
Praktik Pengangkatan Anak Dibawah Tangan Yang Dilakukan Masyarakat Kota Langsa Perspektif Hukum Islam
Zulham Wahyudani;
Zulfikar Zulfikar;
Aulia Ramadan
FENOMENA Vol 14 No 1 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 1, 2022
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/fj.v14i1.5166
Pengangkatan anak dengan merubah nasab anak diharamkan dalam Islam. Dasar hukumnya diterangkan dalam Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 4 dan 5, kemudian pandangan Imam Syafi’i dan Fatwa MUI. Namun realita saat ini, banyak pengangkatan anak yang dilakukan olah masyarakat Kota Langsa dengan cara merubah nasab anak dan tanpa penetapan pengadilan. Faktor-faktor pengangkatan anak seperti pasangan yang tidak memiliki anak dan kepentingan anak yang diangkat. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik pengangkatan anak dibawah tangan yang dilakukan masyarakat Kota Langsa? Dan Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap praktik pengangkatan anak dibawah tangan yang dilakukan masyarakat Kota Langsa? Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara dengan masyarakat maupun pihak yang bersangkutn lainya yang mengetahui secara jelas kasus pengangkatan anak yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa adanya praktik pengangkatan anak yang masyarakat Kota Langsa lakukan, yang hanya menggunakan surat perjanjian tanpa penetapan pengadilan, lalu pada saat pencatatan anak juga terjadinya perubahan nasab secara tertulis di dalam akta kelahiran anak angkat tersebut. Praktik pengangkatan anak yang dilakukan masyarakat Kota Langsa dalam Islam hukunya haram karena merubah nasab secara tertulis, tidak melalui penetapan Pengadilan, layaknya seperti apa yang dipraktikan oleh orang-orang Arab terdahulu dengan merubah nasab anak tersebut.