cover
Contact Name
Sayuri
Contact Email
yurifeo@gmail.com
Phone
+62085250027988
Journal Mail Official
jurnal.fenomena@gmail.com
Editorial Address
LP2M UINSI Samarinda JL HAM Rifadin, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
FENOMENA: Jurnal Penelitian
ISSN : 24603902     EISSN : 26154900     DOI : https://doi.org/10.21093
FENOMENA: Jurnal Penelitian, a peer-reviewed journal, is an interdisciplinary publication of original research on Islamic Studies. The journal aims to provide a forum for scholarly understanding and promote the process of knowledge, values, and skills. The journal encompasses research articles, original research reports, reviews, and scientific commentaries on Islamic studies, including Islamic Education and Islamic Law.
Articles 178 Documents
Internalisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan Menengah Atas di Kalimantan Timur Duraesa, M. Abzar; Idris, Muhammad
FENOMENA Vol 13 No 2 (2021): FENOMENA VOL 13, NO. 2, 2021
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v13i2.7728

Abstract

In Indonesia, religious moderation is now a topic of serious discussion. The religion most commonly associated with religious moderation in this country is Islam, which is a major religion. Long before the Ministry of Religion formalized the idea of religious moderation, moderate Islam and religious moderation as a topic for scientific inquiry were actually studied. In the context of schools, the way that religious moderation is implemented in schools varies depending on the organizational structure and management style of the educational institution. Senior high schools under the jurisdiction of the Ministry of Religion typically have a more visible implementation of their policies in all areas, including extracurricular activities, various subjects, the religious curriculum, and various narratives expressed by institutional leaders. This article addresses how much Islamic moderation discourse has permeated Indonesian Islamic education, particularly in senior high schools.
Kontribusi Penyesuaian Diri Sebagai Alternatif Penurunan Stres Belajar Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 Basith, Abdul; Rahmawati, Indriana
FENOMENA Vol 13 No 2 (2021): FENOMENA VOL 13, NO. 2, 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v13i2.7886

Abstract

The Covid-19 pandemic affects the quality of life of a person and society in general. Pandemics can cause social disruption, negative stigma, and excessive panic. Apart from economic activities, teaching and learning activities in schools and universities are also limited. Require all educators to carry out learning from home. Online learning replaces all conventional classroom settings, thereby expanding the reach of learning beyond boundaries, time, and space. However, online learning carried out from home poses various problems. The problems that arise include boredom and stress in education. This study determines the decrease in student learning stress by making adjustments. The Research was conducted on students with a total sample of 99 students. The hypothesis is that self-adjustment contributes to reducing student learning stress. Data were obtained by using questionnaires and documentation. The results showed that the hypothesis was accepted on the basis of the T-count value in the T-test received several of 5.309, where the value was smaller than the T-table value of 1.660, and the significance value was 0.000 less than the 0.05 significance level. For the large contribution, it is obtained from the Coefficient of Determination test with a score of 0.457 or 45.7% if it is a percentage, which means that the self-adjustment hypothesis contributes 45.7% to the decrease in learning stress for students of UINSI Samarinda and STAI Sangatta East Kutai.
Menyatu dalam Harmoni: Melihat Islam dalam Multikulturalisme Budaya Bali Utara Wulan, Nisfi Chairani; Hyangsewu, Pandu
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.7946

Abstract

Bali Utara, tidak hanya sekadar destinasi wisata, melainkan panggung epik keberagaman budaya dan kerukunan antarumat beragama. Dalam sentuhan tradisi Hindu yang kuat dan kehadiran Islam sebagai minoritas, wilayah ini menjadi lanskap harmoni unik. Artikel ini, melalui pendekatan literature review, menyelami kisah perpaduan yang memikat. Masjid Al-Hidayah di Bedugul, sebagai ikon inklusivitas, mencerminkan arsitektur indah dan toleransi. Hasil penelitian menggambarkan kolaborasi umat beragama sebagai sumber kekayaan masyarakat. Di balik keindahan alam, Bali Utara adalah cerita sederhana tentang hidup bersama dalam perbedaan, sebuah melodi yang memPesona.
Dinamika Tradisi Baritan: Kearifan Lokal dan Spiritualitas Islami di Desa Meteseh Husna, Fina Mazida; Maola, Mochammad
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.8006

Abstract

Artikel ini mendalami signifikansi budaya dari tradisi yang diwarisi dari nenek moyang dan evolusinya sepanjang waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Baritan di Desa Meteseh, Boja, Kendal. Penelitian ini mengungkap motif dan tujuan di balik tradisi Baritan yang telah berlangsung lama dan diwariskan, mengungkapkan signifikansi budaya dan agamanya. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengadopsi observasi dan wawancara. Peneliti, yang tinggal di Desa Meteseh, mengadopsi pendekatan observasi partisipatif untuk terlibat aktif dalam tradisi Baritan. Wawancara dengan pemimpin agama dan masyarakat, termasuk "modin" lokal (pemimpin agama), berkontribusi pada pemahaman demografi dan nuansa budaya Desa Meteseh. Penelitian mengungkap bahwa Baritan berfungsi sebagai upaya bersama untuk mencari keselamatan di awal tahun, memasuki bulan Muharram. Selain itu, Baritan berfungsi sebagai platform untuk wacana keagamaan, mendorong aktivitas positif, dan menentang perayaan duniawi. Artikel membahas tujuan ganda Baritan – sebagai praktik keagamaan dan sebagai upaya untuk menolak bahaya potensial. Sebagai kesimpulan, tradisi Baritan di Desa Meteseh memiliki signifikansi budaya dan keagamaan yang mendalam. Sifat komunal ritual ini, evolusinya sepanjang waktu, dan simbolisme filosofis dalam hidangan tradisional mencerminkan hubungan kompleks antara Islam dan adat istiadat lokal Jawa. Baritan tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana doa bersama dan keterlibatan positif.
Islam Rahmatan Lil Alamin Paradigm and Its Implications for Strengthening Student Profiles in Nusantara Nurdin, Arbain; Hendra, Hendra; Tobroni, Tobroni; Khozin, Khozin
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.8008

Abstract

The purpose of this research is to describe the concept of Islam rahmatan lil’alamin perspective of Ulama and to analyze its implications for strengthening students profile in Nusantara. This study was conducted using a library research method, and the research data sources were diverse articles and research findings on the paradigm of Islam rahmatan lil’alamin and its implications. The research findings revealed that Ulama have provided their views on this matter, such as KH. Hazim Muzadi, who proposed three approaches to promote Islam Islam rahmatan lil’alamin, KH. Achmad Siddiq, who developed the concept of ukhuwah trilogy, and KH. Achmad Dahlan, who emphasized values in his preaching method. The implications of these findings provide support for shaping the profiles of students in Nusantara by designing programs and activities that offer opportunities for students to develop and actualize the values of rahmatan lil’alamin, both within the school environment and in society
Non-Muslim Hijabi: Praktik Penggunaan Hijab oleh Siswa Non-Muslim di Sekolah Oviensy, Vegia; Putri, Luqyana Azmiya
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.8092

Abstract

Ikonisitas hijab telah menjadi identitas yang merujuk kepada diri seorang perempuan muslim. tulisan ini mengeksplorasi dan menganalisis melalui studi empiris tentang praktik penggunaan hijab di kalangan non-muslim di sekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah field research. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMKN 1 Kerinci merupakan SMK negeri yang mayoritas siswanya beragama Islam, dari 622 siswa hanya 14 orang siswa yang beragama non Islam seperti Budha, Konghucu, Kristen Protestan dan Kristen Katholik, dari 14 siswa tersebut terdapat 8 orang siswa perempuan yang beragama non Islam namun fenomena yang ditemukan adalah mereka menggunakan hijab baik di sekolah maupun di luar sekolah. Salah satu bentuk respons yang menarik adalah ketika guru merespons dengan membelikan hijab bagi siswa non-Muslim yang memutuskan untuk berhijab. Tindakan ini menunjukkan sikap empati dan dukungan dari pihak sekolah terhadap kebebasan berpakaian siswa. Proaktif dalam memfasilitasi dialog interreligius, sekolah dapat menjadi agen pembentukan pemahaman yang lebih baik dan meredakan potensi konflik di lingkungan pendidikan yang inklusif.
Kurikulum Anti Radikalisme (Studi Kasus Pada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia) Abdi, Muhammad Iwan; Sayuri, Sayuri; Saparuddin, Muhammad
FENOMENA Vol 12 No 1 (2020): FENOMENA VOL 12 NO. 1, 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v12i1.8201

Abstract

This research is present to provide an alternative solution for photographing the curriculum development model at Madrasah Aliyah Negeri Islam Cendikia (MAN-IC) in Indonesia. The aims of this research are to photograph the form of the curriculum developed by MAN-IC, examine the MAN-IC curriculum with its various development components, explore and examine the efforts made by MAN-IC in countering radicalism that is rife on social media, and photograph examples of cases that have occurred related to radicalism among students and handling techniques. Data collection techniques in this research include observation, interviews and documentation. Based on the author's findings, a conclusion can be drawn, the study of the anti-radicalism curriculum at MAN IC in Indonesia includes four components, namely the objective component, the material/content component, the method and strategy component and the evaluation component. The goal components in it are developed by the concepts of independence, achievement and religion. Content/material components, apart from MAN IC implementing a boarding school system, efforts to overcome radicalism are also carried out in learning, namely by integrating science with character education values in each learning session. The method and strategy component, namely MAN IC, has made a series of efforts to prevent negative behavior that might be carried out by its students, including creating a series of rules/regulations, designing an IT system that can protect students from using sites that are considered useless, foster parent methods. Which makes teachers as foster parents for students, coaching guidance and counseling teachers for student problems or following up on cases that occur either persuasively or classically. The most effective assessment component in preventing radicalism is continuous and intensive observation regarding students' attitudes (affective).
Strategi Pelaku Usaha dalam Memasarkan Produk Halal di Kalimantan Timur Hervina, Hervina; Maryah, Dewi; Sayuri, Sayuri
FENOMENA Vol 12 No 2 (2020): FENOMENA VOL 12 NO. 2, 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v12i2.8213

Abstract

This research was inspired by a comparative study conducted by researchers at the International Institute for Halal Research and Training (INHART), which is one of the halal studies from the International Islamic University Malaysia. So far, especially people in Indonesia are only familiar with halal studies regarding food and beverage boundaries, including services, dynamics and innovation, halal products developed at this study institution are innovative and developing. This research aims to determine the strategies of business actors in marketing halal products in East Kalimantan, especially in the Sengatta East Kutai area. Based on the author's data findings and the results of the analysis carried out, it can be concluded that there are three strategies carried out by business actors in Sengatta, East Kutai, namely segmenting, targeting and positioning. The form of market segmentation carried out by business actors in marketing halal products can be seen that the segmentation in question has indeed been formed as if it is aimed at a particular community. The community in question is for example work friends, or a campus alma mater, school alumni, members of the Taklim Council, a group of prayer congregations at a mosque or Langgar, a professional community, a community that has the same hobby. Regarding targets, the form of market segmentation carried out by business actors in marketing halal products, it can be seen that the segmentation in question has indeed been formed as if it is aimed at a particular community. The community in question is for example work friends, or a campus alma mater, school alumni, members of the Taklim Council, a group of prayer congregations at a mosque or langgar, a professional community, a community that has the same hobby. Meanwhile, with regard to positioning, business actors are required to carry out promotions using social media considering that geographically Sengatta is located in a region that has inadequate infrastructure which hampers economic flows.
Analisis Dakwah TikTok terhadap Tingkat Religiusitas Mahasiswa: Studi Kasus pada Pengguna Aktif TikTok di Kalangan Mahasiswa UPI Budiarti, Ayu Lestari; Alviyah, Erlin Nisa; Triana, Ira; Lestari, Noviana Ayu; Jamilah, Rahma; Saptaji, Salma Adriyani Putri; Hyangsewu, Pandu
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.8555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dakwah melalui aplikasi TikTok terhadap tingkat religiusitas mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dengan memanfaatkan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi oleh 100 responden mahasiswa UPI dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok merupakan platform yang sangat populer di kalangan mahasiswa dengan frekuensi dan durasi penggunaan yang tinggi. Selain untuk hiburan, TikTok juga dimanfaatkan untuk pengembangan diri. Konten dakwah di TikTok sering dijumpai oleh pengguna, dengan topik utama seperti kehidupan sehari-hari dalam Islam, motivasi ibadah, dan pengingat akhirat. Mayoritas pengguna merasa konten dakwah di TikTok berpengaruh positif terhadap pemahaman, praktik, dan sikap keagamaan mereka. Meskipun ada tantangan terkait kredibilitas dan kedalaman informasi, TikTok memiliki potensi besar sebagai sumber pengetahuan Islam yang efektif bagi mahasiswa.
Kurikulum Holistik-Integratif: Analisis Kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Berpola Kurikulum Merdeka Mahardhika, Muhammad Fajrul; Wantini, Wantini
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.8927

Abstract

Konsep kurikulum holistik-integratif yang menekankan pengembangan keseluruhan siswa dan mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan, termasuk kognitif, fisik, emosional, sosial, dan spiritual. Menganalisis kurikulum al-Islam, yang didasarkan pada ajaran Islam dan bertujuan untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang Islam secara holistik. Pentingnya menjaga keseimbangan antara pembelajaran akademik dan agama serta mengintegrasikan teknologi modern dalam kurikulum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, menganalisis berbagai sumber secara kritis untuk mendukung proposal dan ide. Pendekatan dalam desain kurikulum dalam pendidikan, termasuk pendekatan holistik dan integratif, serta yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam dan gerakan Kemuhammadiyahan. Kurikulum Merdeka menekankan otonomi siswa dan personalisasi, sedangkan Kurikulum Al-Islam mengintegrasikan nilai dan prinsip Islam ke dalam mata pelajaran akademik. Kurikulum Kemuhammadiyahan berfokus pada pendidikan Islam, pengembangan karakter, mata pelajaran akademik, keterampilan praktis, kewirausahaan, dan pendidikan sosial. Pendekatan-pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan personal bagi siswa. Aspek kurikulum holistik dan integratif dalam pendidikan Islam, termasuk implementasinya di sekolah, penggunaan permainan tradisional dan budaya lokal, dan integrasi pendidikan Islam dan lingkungan. Peran pendidikan karakter dan emosi positif dalam pendidikan holistik, serta pentingnya pandangan positif terhadap kurikulum.