cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
Analisis Kapasitas Lintas Pada Jalur Single Track Menjadi Double Track Antara Stasiun Wonokromo – Stasiun Sepanjang Lintas Wonokromo – Mojokerto Gadang Endrayanto; Tri Mulyani; Yanuar Dwi H
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1562

Abstract

Pada lintas Wonorkomo – Mojokerto terdapat jalur yang masih single track, yaitu petak jalan Wonokromo – Sepanjang dengan kapasitas lintas 149 KA/hari. Petak jalan yang sudah double track mampu dilewati sebanyak 230 KA/hari. Metode perhitungan yang digunakan adalah pendekatan teoritis dengan rumus Uned dan rumus Scott. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas lintas sebelum double track (GAPEKA 2023), setelah double track pada lintas Sepanjang Mojokerto (GAPEKA 2025), setelah double track 100% dengan menggunakan perhitungan teoritis rumus Uned dan rumus Scott, serta perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api setelah pembangunan double track pada petak jalan Wonokromo  Sepanjang.
Hedonic Lifestyle as A Moderating Variable of The Influence Of User-Generated Content On Purchasing Decisions Efti Novita Sari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1563

Abstract

This study aims to analyze the role of hedonic lifestyle in moderating the influence of User-Generated Content (UGC) on consumer purchasing decisions in the digital era. Amid the rapid rise of social media, user-generated content has become a source of information considered more credible than traditional advertising. However, the effectiveness of UGC in driving transactions often depends on consumers' psychological characteristics and lifestyles, including a hedonic lifestyle. Using a quantitative, survey-based method, this study explores how the interaction between visual content on social media and the tendency to seek personal pleasure affects consumption behavior. The results show that UGC has a significant positive influence on purchasing decisions. Furthermore, a hedonic lifestyle is shown to strengthen this influence, where consumers with high levels of hedonism tend to be more impulsive and responsive to visual stimulation and positive reviews from fellow users. This study provides theoretical contributions to the behavioral accounting and marketing management literature and provides practical implications for marketers in optimizing content strategies based on lifestyle segmentation.
Analisis Metode Lashing Terhadap Keamanan Muatan : (studi Kasus: Kapal MV. Meratus Mamiri) Hafiz Ramadhan Samsuri; Sutoyo; Elly Kusumawati; Imam Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode lashing terhadap keamanan muatan di atas kapal MV. Meratus Mamiri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan langsung di atas kapal MV. Meratus Mamiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode lashing belum sepenuhnya efektif karena masih ditemukan ketidaksesuaian prosedur yang mengakibatkan pergeseran kontainer dan kerusakan muatan pada beberapa pelayaran. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas lashing meliputi kurangnya pengawasan, keterbatasan jumlah personel, pemahaman teknis kru yang belum optimal, tekanan waktu operasional, kondisi peralatan yang tidak layak, tidak dilakukannya pemeriksaan ulang, serta pengaruh cuaca buruk. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keamanan muatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap prosedur lashing, kelayakan peralatan, kompetensi kru, pemantauan selama pelayaran, serta penanganan tambahan pada kondisi cuaca ekstrem, sehingga diperlukan integrasi aspek teknis dan operasional untuk menjamin keselamatan muatan dan kapal.  
Comparative Marshall Performance of Asphalt Concrete and Stone Mastic Asphalt Mixtures for Taxiway Pavements Based on FAA Specifications Alifah Widya Rochmah; Ervina Ahyudanari; Budi Rahardjo; Istiar; Viorentika Vigrid Yuniar Dirgan Putri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1566

Abstract

Taxiway flexible pavements are subjected to high shear stresses from slow-moving aircraft with large wheel configurations, making mixture stability and resistance to permanent deformation critical performance requirements. Asphalt Concrete (AC) and Stone Mastic Asphalt (SMA) are commonly used wearing course mixtures; however, their performance characteristics under taxiway loading conditions may differ significantly. This study presents a comparative evaluation of the Marshall performance of AC and SMA mixtures designed in accordance with Federal Aviation Administration (FAA) specifications for taxiway pavements. Laboratory experiments were conducted using the Marshall mix design method to determine key parameters, including stability, flow, Marshall Quotient (MQ), Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), Voids Filled with Asphalt (VFA), and Optimum Asphalt Content (OAC). The results indicate that the AC mixture exhibits higher average Marshall stability, reflecting superior load-bearing capacity, whereas the SMA mixture demonstrates lower flow values, indicating greater resistance to permanent deformation. The OAC of the SMA mixture is higher than that of the AC mixture due to its stone-on-stone aggregate structure and larger VMA. These findings highlight the trade-off between structural stiffness and deformation resistance in selecting wearing course mixtures for taxiway pavements and provide technical insights for mixture selection based on FAA performance requirements.
Effect of FAA and BBA Aggregate Gradations on the Marshall Performance of Asphalt Concrete Mixtures for Airport Runway Applications Putri, Viorentika Vigrid Yuniar Diergan; Ahyudanari, Ervina; Alifah Widya Rochmah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1567

Abstract

Runway pavements are subjected to heavy and repetitive aircraft loads, requiring asphalt mixtures with high stability and deformation resistance. Aggregate gradation plays a critical role in controlling the mechanical performance of Asphalt Concrete (AC) mixtures. This study investigates the effect of FAA dense-graded and BBA open-graded aggregate gradations on the Marshall characteristics of AC mixtures for airport runway applications. Laboratory Marshall testing with 75 blows of compaction was conducted to evaluate stability, flow, Marshall Quotient (MQ), voids in mix (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), and voids filled with asphalt (VFA). The results show that the optimum asphalt content (OAC) of the FAA mixture is 5.0%, while the BBA mixture requires a higher OAC of 5.6%. Under optimal conditions, the BBA mixture achieved a higher stability value (2270 kg) than the FAA mixture (2120 kg), indicating superior load-bearing capacity. The BBA mixture also exhibited higher VMA (15.82%) and VFA (77.38%), reflecting a stronger aggregate interlocking structure combined with higher asphalt content. These findings demonstrate that aggregate gradation philosophy significantly influences the mechanical performance of runway asphalt mixtures. The BBA gradation shows greater potential for use as a runway wearing course where high stability and resistance to deformation are required.
Anti-Corruption Behavior: Its Relationship to The Creation of Food Independence and Community Welfare In 3T Regions Raden Roro Atiqah Sekararum; Baren Sipayung; Selvia Junita Praja; Rabith Madah Khulaili Harsya; Mitra Musika Lubis
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1569

Abstract

This study aims to analyze the influence of anti-corruption behavior on food self-sufficiency and its impact on community welfare in the Frontier, Outermost, and Disadvantaged (3T) regions. Corruption in the distribution of food aid and agricultural subsidies is often a major obstacle to the development of remote areas. Using a qualitative approach and in-depth literature review, this study explores how the integrity of local governance can ensure the effectiveness of food security programs. The analysis shows that anti-corruption behavior, manifested through budget transparency and public accountability, contributes significantly to sustainable food availability. The resulting food self-sufficiency ultimately becomes a key determinant in improving the welfare standards of communities in the 3T regions. This study recommends strengthening community-based supervision and digitizing the bureaucracy to minimize rent-seeking practices in the food sector in disadvantaged areas.
Perancangan Sistem Informasi Mesin Produksi Pada Industri Tekstil Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness Tri Ngudi Wiyatno; Chintya Meldeasafitri; Fahrul Arifin; Nur Hayati; Aulia Wiwin Safitri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1573

Abstract

Studi ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi Overall Equipment Effectiveness (OEE) di industri manufaktur benang tekstil menggunakan data produksi harian untuk September 2025. Perhitungan OEE didasarkan pada indikator Ketersediaan, Kinerja, dan Kualitas. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data produksi, analisis sistem, desain sistem, dan evaluasi kinerja OEE. Sistem informasi yang dikembangkan memproses waktu kerja standar, jumlah mesin, waktu henti, produksi standar, produksi aktual, dan data cacat secara otomatis untuk menghasilkan laporan OEE harian dan tren kinerja. Hasil menunjukkan bahwa nilai OEE rata-rata tetap di bawah tolok ukur kelas dunia sebesar 85%, dengan nilai harian berkisar antara sekitar 38% hingga 55%. Faktor dominan yang berkontribusi terhadap OEE rendah adalah waktu henti yang tinggi dan penurunan kecepatan produksi, sementara penurunan kualitas relatif kecil dengan tingkat cacat di bawah 1%. Implementasi sistem informasi OEE meningkatkan akurasi pelaporan dan mendukung pengambilan keputusan manajemen untuk peningkatan berkelanjutan dan implementasi Total Productive Maintenance di industri benang tekstil.
Pengaruh Viral Marketing, Online Consumer Review, Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Shopee di Kota Kupang Margaretha Sartien Kabanga; Taqwa Sultan; Krysler Kaleb Adoe
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pemasaran Viral, Ulasan Konsumen Online, dan Harga terhadap Keputusan Pembelian di kalangan konsumen yang menggunakan platform e-commerce Shopee di Kota Kupang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan survei, dengan kuesioner yang didistribusikan kepada pengguna Shopee aktif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linier berganda di SPSS, didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik untuk memastikan akurasi dan reliabilitas model. Hasil menunjukkan bahwa semua instrumen penelitian valid dan reliabel, dengan nilai korelasi item melebihi 0,300 dan Alpha Cronbach di atas 0,600. Skor rata-rata untuk Pemasaran Viral, Ulasan Konsumen Online, Harga, dan Keputusan Pembelian berada dalam kategori sangat tinggi, menunjukkan persepsi konsumen yang sangat positif terhadap variabel-variabel ini. Secara parsial, Ulasan Konsumen Online menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai t sebesar 6,329 dan tingkat signifikansi 0,000, menjadikannya faktor paling dominan yang memengaruhi keputusan konsumen. Sebaliknya, Pemasaran Viral memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan Harga memberikan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai Adjusted R² sebesar 0,435 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen menjelaskan 43,5% variasi dalam keputusan pembelian, sedangkan sisanya, yaitu 56,5%, dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti bahwa kepercayaan dan keyakinan konsumen yang dibangun melalui Ulasan Konsumen Online merupakan pendorong utama keputusan pembelian di Shopee, sedangkan strategi Pemasaran Viral perlu dikelola lebih selektif untuk menghindari kelelahan konsumen.
Comprehensive Study of Mass Poisoning MBG Program (Legal, Health, Human Rights, Social Perspectives) Aprilliany Zahra Nur Azzalia Jacob; Rabith Madah Khulaili Harsya; Dian Rositasari; Ainurrafiqa Pelupessy; Muhammad Fachrur Razy Mahka
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1583

Abstract

The Free Nutritious Meals (MBG) program is a strategic government policy to improve the quality of human resources, but its implementation faces serious technical risks in including mass poisoning incidents. This study aims to comprehensively analyze the phenomenon of mass poisoning in the MBG program through four main perspectives: law, health, human rights (HAM), and social. Using a normative-empirical research method with a case study approach, this study explores systemic failures in the food supply chain. The results of the study indicate that mass poisoning is not merely a medical problem, but rather a representation of weak enforcement of food safety regulations, violations of the basic right to safe food, and triggers social distrust in state institutions. This study recommends strengthening food safety protocols, standardizing food supply units, and establishing clear legal accountability mechanisms to protect citizens as rights holders.
Analisis Dan Perumusan Strategi Peningkatan Kinerja Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Ehs Pyramid Index Dan Fishbone Diagram Esa Pratiwi; Niera Feblidiyanti; Nurselvi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1589

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Environmental, Health, and Safety/EHS) merupakan elemen strategis dalam menjamin keberlanjutan operasional perusahaan serta melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan kerja. Penerapan sistem EHS yang efektif memerlukan metode pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir kecelakaan kerja, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui indikator proaktif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah EHS Pyramid Index, yang menekankan keseimbangan antara leading indicators dan lagging indicators dalam pengendalian risiko keselamatan kerja. Perusahaan menetapkan target EHS Pyramid Index sebesar 98% sebagai tolok ukur kinerja keselamatan kerja. Namun, hasil evaluasi Triwulan I Tahun 2025 menunjukkan capaian aktual sebesar 90,9%, yang mengindikasikan adanya kesenjangan dalam implementasi sistem EHS di tingkat operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaktercapaian target EHS Pyramid Index serta merumuskan strategi peningkatan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terukur dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif melalui analisis data EHS perusahaan, observasi lapangan, dan wawancara semi terstruktur dengan personel kunci. Analisis dilakukan menggunakan EHS Pyramid Index, Fishbone Diagram, dan pendekatan 5W+1H untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pelaporan near miss dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan EHS menjadi faktor utama penurunan kinerja EHS. Strategi peningkatan difokuskan pada penguatan indikator proaktif, penyederhanaan sistem pelaporan, peningkatan peran manajemen, serta penguatan budaya keselamatan kerja. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja EHS dan menurunkan potensi kecelakaan kerja secara berkelanjutan.