cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 581 Documents
Perbandingan Dampak Lingkungan Dan Carbon Tax Antara Proses Manufaktur Dan Proses Perbaikan Propeller Kapal Empat Blade (4B) Dela Wahyu Nur Isroina; Maria Anityasari; Ahmad Rusdiansyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1604

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut (kapal) dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional. Dalam sistem penggerak kapal, propeller merupakan bagian inti karena berperan sebagai pedorong saat kapal beroperasi. Selain itu, propeller juga rentan mengalami kerusakan akibat kelelahan material, kavitasi, dan beban operasi jangka panjang. Kerusakan pada propeller dapat menurunkan performa kapal, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Tanpa strategi pemeliharaan yang tepat, praktik penggantian propeller secara berulang berpotensi meningkatkan beban emisi dan biaya karbon, sehingga dapat menghambat pencapaian target dekarbonisasi sektor maritim. Kemudian, penggunaan propeller baru menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan akibat proses manufaktur yang bersifat intensif energi dan material. Seiring dengan penerapan carbon pricing dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan, diperlukan strategi pemeliharaan propeller yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menerapkan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk menilai dan memembandingkan dampak lingkungan antara propeller baru dan strategi perbaikan (repair). Hasil analisis menunjukkan bahwa propeller baru menghasilkan dampak lingkungan sebesar 16.962 kg CO₂-eq, sedangkan strategi repair mampu memberikan penghematan emisi sebesar 10.000–12.000 kg CO₂-eq, bergantung pada tingkat kerusakan. Jika dikonversikan ke dalam skema carbon tax sebesar Rp30 per kg CO₂-eq, strategi repair menghasilkan environmental saving cost sebesar Rp305.400–Rp375.180 dibandingkan dengan propeller baru. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa repair propeller tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan biaya karbon, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan di industri perkapalan dan galangan kapal terkait strategi pergantian propeller kapal.
The Effect of Ginger on Lowering Blood Pressure in The Elderly Widya Lusi Arisona; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Cahyaning Rini Utami; Imam Jayanto; Ertati Suarni
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1613

Abstract

Hypertension is a significant global health challenge, especially in the elderly population experiencing decreased vascular physiological function. This study aims to analyze the effectiveness of ginger (Zingiber officinale) intervention as a complementary therapy in lowering blood pressure in the elderly. Using a quantitative design with a quasi-experimental pre-test and post-test group approach, this study evaluated changes in systolic and diastolic blood pressure after regular administration of ginger extract. The results showed a statistically significant decrease in blood pressure ($p < 0,05$) in the intervention group compared to the control group. The hypotensive mechanism of ginger is associated with its role as a natural calcium channel blocker and angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. This study concludes that ginger can be used as a safe and effective nutraceutical alternative to help manage hypertension in the elderly, improving quality of life and reducing the risk of cardiovascular complications.
Cultural Tourism: A Strategy to Improve the Tourism Industry and Preserve Indonesian Culture Agus Sunatha Putra; Gusti Made Riko Hendrajana; Komang Shanty Muni Parwati; Komang Trigita Juliastari; Firlie Lanovia Amir
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1616

Abstract

Cultural tourism has become a strategic pillar in national economic development and a vital instrument in preserving Indonesia's cultural heritage. This study aims to analyze the effectiveness of cultural tourism as a dual strategy to strengthen the competitiveness of the tourism industry and ensure the sustainability of cultural heritage amidst globalization. Using a descriptive qualitative approach, this article examines the synergy between local wisdom-based destination promotion and traditional value conservation efforts. The analysis shows that cultural integration in the tourism industry not only increases the volume of international and domestic tourist visits but also creates a collective awareness of local communities' cultural identity. However, challenges such as cultural commodification and the destruction of physical artifacts require tourism management policies based on sustainability principles. This article concludes that synchronization between stakeholders, digital innovation, and local community involvement is key to achieving a balance between industry profitability and the protection of Indonesian culture.
Rekayasa Model Korporatisasi Kelembagaan Petani Swadaya Melalui Kolaborasi Kemitraan Sertifikasi dan IT Support System untuk Mewujudkan Desa Mandiri Sawit Budi Azwar; Fitra Lestari; Ahmad Hamdallah; Masyhuri; Aprijon
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i4.1621

Abstract

Tujuan penelitian adalah Mengidentifikasi permasalahan kelembagaan pada organisasi inti (koperasi petani swadaya) saat ini sebagai landasan perbaikan dimasa mendatang dan Menganalisis bentuk kolaborasi kemitraan dan peran antar pemangku kepentingan dalam upaya penguatan lembagaan petani swadaya. Implementasi model ini diharapan dapat menjadi sarana dalam upayanya meningkatan produktivitas, saluran kerja sama dengan organisasi inti, kesetaraan harga TBS, transaksi perdagangan serta perbaikan pendapatan. Penelitian ini diawali dengan observasi untuk mengidentifikasi kondisi empiris praktik petani Swadaya dari perspektif Pelaku Usaha, pemerintah, dan Koperasi . Hasil identifikasi masalah dianalisis untuk merancang model integrasi manajemen kebijakan Petani Swadaya untuk mencapai Membangun sinergi kelembagaan antara pemerintah desa dengan organisasi inti dalam mendukung berbagai aktivitas administrasi dan manajemen kedua belah pihak. Metode yang digunakan adalah Soft System Methodology (SSM). Data dikumpulkan melalui Fokus Group Discussion (FGD), In Depth Interview (IDI) dan survei pakar. Model Integrasi Manajemen Kebijakan Petani Swadaya sebagai sistem manajemen IT Supoort System untuk Mewujudkan Desa Mandiri Sawit yang melibatkan stakeholder dalam perencanaan, yaitu pengawasan, pembinaan dan penindakan untuk minimalisasi konflik.
Pengaruh Durasi Pengasapan Terhadap Sifat Tarik Serat Tunggal dan Morfologi Permukaan Serat Pelepah Aren (Arenga Pinnata) Salo, Lery Alfriany; Musa Bondaris Palungan; Nitha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1572

Abstract

Pemanfaatan serat alam sebagai penguat komposit ramah lingkungan terus meningkat, namun keterbatasan sifat fisik, kimia, dan ikatan antarmuka masih menjadi tantangan utama dalam aplikasinya. Salah satu pendekatan modifikasi serat yang potensial dan relatif sederhana adalah perlakuan pengasapan, yang mampu memodifikasi struktur kimia dan morfologi permukaan serat. Penelitian ini menganalisis pengaruh durasi pengasapan suhu rendah terhadap komposisi kimia, sifat fisik, morfologi permukaan, dan kekuatan tarik serat tunggal pelepah aren bagian bawah. Pengasapan dilakukan menggunakan kotak pengasapan dengan sumber asap dari pembakaran tempurung kelapa, pada suhu terkontrol 45 °C, dengan variasi durasi 0, 5, 10, 15, dan 20 jam. Parameter yang diuji meliputi komposisi kimia, kekuatan tarik serat tunggal, serta karakterisasi permukaan menggunakan SEM. Hasil menunjukkan hemiselulosa menurun dari 23,70% menjadi 19,70% dan lignin dari 17,17% menjadi 10,34%. Kekuatan tarik meningkat dari 210,64 MPa menjadi maksimum 421,59 MPa pada durasi 15 jam, kemudian menurun pada 20 jam. Citra SEM mengonfirmasi peningkatan kekasaran permukaan hingga durasi optimum 15 jam, sedangkan pengasapan 20 jam menunjukkan indikasi microcrack dan delaminasi. Durasi pengasapan 15 jam direkomendasikan sebagai kondisi optimum.
Pinjaman Online Sebagai Ancaman Keamanan Data Pribadi Dan Dampaknya Terhadap Kepercayaan Konsumen I Gusti Ngurah Satya Widiana; Putu Sri Arta Jaya Kusuma
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1575

Abstract

Perkembangan layanan pinjaman online (fintech lending) di Indonesia memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat, namun di sisi lain memunculkan risiko serius terkait keamanan dan perlindungan data pribadi konsumen. Maraknya kasus kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi menimbulkan kekhawatiran yang berpotensi menurunkan kepercayaan konsumen terhadap layanan pinjaman online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebocoran data pribadi, penyalahgunaan data, dan transparansi kebijakan privasi terhadap kepercayaan konsumen, serta menguji peran faktor demografi sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengguna layanan pinjaman online. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebocoran data pribadi, penyalahgunaan data, dan transparansi kebijakan privasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Faktor demografi juga terbukti berpengaruh langsung terhadap kepercayaan konsumen. Namun demikian, faktor demografi tidak terbukti memoderasi hubungan antara kebocoran data, penyalahgunaan data, maupun transparansi kebijakan privasi terhadap kepercayaan konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa isu perlindungan data pribadi dan transparansi informasi merupakan faktor fundamental yang memengaruhi kepercayaan konsumen secara universal, tanpa memandang perbedaan karakteristik demografi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan data yang aman, etis, dan transparan oleh penyedia layanan pinjaman online guna menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.
Analisis Implementasi Prinsip Partisipasi Publik dalam Sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Pasca Berlakunya PP Nomor 28 Tahun 2025 Titin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1598

Abstract

Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko merupakan tonggak penting dalam reformasi sistem perizinan di Indonesia. Kebijakan ini memperkuat digitalisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mewujudkan efisiensi dan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Namun, penerapan sistem perizinan berbasis risiko ini juga menimbulkan persoalan baru terkait implementasi prinsip partisipasi publik, terutama dalam proses penilaian risiko, penerbitan izin, dan pengawasan kegiatan usaha berisiko tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan analisis perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan untuk mengkaji sejauh mana PP Nomor 28 Tahun 2025 sejalan dengan prinsip good governance dan asas kepastian hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi ini meningkatkan efisiensi administratif, ketiadaan mekanisme partisipasi publik yang eksplisit dalam OSS menimbulkan celah hukum yang dapat melemahkan akuntabilitas, transparansi, dan perlindungan lingkungan hidup. Untuk itu, diperlukan reformulasi norma partisipasi publik serta penguatan fitur konsultasi publik digital dalam OSS agar percepatan perizinan berbasis risiko dapat berjalan seiring dengan prinsip good governance, kepastian hukum, dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Analisis Aliran Udara Dan Tekanan Pada Silinder Double Acting Scissor Lift Pneumatik Menggunakan Metode FEA dan CFD Ahmad Rizal Nurul K; Atus Buku; Corvis L Ranterung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1600

Abstract

Perusahaan di dunia industri dan perbengkelan sangat membutuhkan scissor lift Pneumatik untuk mengangkat manusia dan barang pada ketinggian tertentu.untuk menggerakkan Scissor lift Pneumatik dibutuhkan Cylinder double acting yang merupakan salah satu jenis akuator dengan memiliki dua port yang berfungsi mengubah energi udara bertekanan menjadi Gerakan gaya dorong dan tarik mekanis linier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran udara dan pada struktur silinder double acting. Metode yang digunakan dengan menganalisis kecepatan dan tekanan aliran udara menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) untuk mengetahui prilaku aliran udara pada pneumatik dari selang ke reservoir/tangki dengan visualisasi menggunakan countour/pathlines sedangkan untuk statik structur menggunakan simulasi Finite Element Analysis (FEA). Hasil aliran udara dari selang menuju reservoir yang membuat pola aliran berputar dan mengikuti geometri sehingga kecepatan aliran mencapai 0,779 m/s , tekanan Statik ≈ 0,8 MPa dan tekanan dinamik ≈3,46 Pa dengan menggunakan simulasi CFD. piston silinder pneumatik double acting mampu mengangkat beban tekanan kerja gaya aksial mencapai 800 N pada saat boundary condition di base cylinder/mounting end. Pada statik struktur di ujung selang silinder double acting mencapai deformasi maksimum 8,62 mm yang relatif kaku dan stabil lalu tegangan maksimum 25,03 MPa, regangan maksimum 0,00124 mm/mm dengan menggunakan simulasi FEA.
Analisis Perencanaan Perawatan Mesin Producer Extrude Dengan Pendekatan Metode Markov Chain Untuk Meminimumkan Biaya Perawatan : (Studi Kasus: PT. Jembo Cable Company TBK) Aanthon Rudy W
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1602

Abstract

Jembo Cable Company Tbk sebagai salah satu produsen berbagai macam kabel yang mengutamakan kepuasan pelanggan, Efektifitas dan produktivitas mesin- mesin sebagai poros utama produksi suatu perusahaan haruslah ditunjang dengan sistem perawatan yang baik. Kerusakan yang terjadi pada salah satu jenis mesin akan mengakibatkan terputusnya rantai proses produksi, karena antara satu mesin dengan mesin lainnya saling berhubungan satu sama lain. Hal ini dapat berdampak pada terjadinya kerugian bagi perusahaan dan kemungkinan membahayakan pekerja. masih kesulitan dalam memperhatikan pentingnya perawatan mesin produksinya. Kerusakan mesin dapat terjadi karena berbagai faktor diantaranya yaitu adanya human error dan kurang baiknya manajemen perawatan mesin. Perawatan mesin merupakan kegiatan pendukung yang menjamin kelangsungan mesin dan peralatan sehingga pada saat dibutuhkan akan dapat dipakai sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan perawatan merupakan seluruh rangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mempertahankan unit-unit pada kondisi operasional dan aman, dan apabila terjadi kerusakan maka dapat dikendalikan pada kondisi operasional yang handal dan aman. Dan jika ada kerusakan, PT. Jembo Cable Company Tbk harus menghentikan proses produksi sebentar lalu memperbaiki mesin yang rusak terlebih dahulu. Dengan permasalahan tersebut, perencanaan pemeliharaan mesin produksi akan dilakukan dengan menggunakan metode Markov Chain dengan harapan dapat meminimalisir biaya perawatan. Belum optimalnya proses perawatan membuat tingginya nilai kerugian perusahaan. Dari permasalahan tersebut maka dibuat usulan untuk melakukan penelitian guna menganalisa apakah pelaksanaan perawatan mesin tersebut sudah maksimal. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penghematan biaya perawatan yang diperoleh perusahaan adalah Mesin Producer memperoleh penghematan sebesar Rp 14.530.862,- atau 35,5% dari biaya perawatan perusahaan.
Pengaturan Lama Waktu Istrahat Menggunakan Penilaian Beban Kerja Fisiologis di Bagian Assembling dan Sewing: (Studi Kasus: PT. Pungkok Indonesia One) Wanto Sarwoko; Muhammad Yusuf
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1606

Abstract

PT Pungkook Indonesia One merupakan perusahaan manufaktur tas outdoor dan fashion untuk brand internasional. Proses produksi meliputi cutting, assembling, sewing, packing, hingga ekspor. Penelitian ini berfokus pada bagian assembling dan sewing yang memiliki kondisi kerja kurang nyaman, seperti kebisingan dan suhu ruang yang panas, serta postur kerja yang bervariasi (sebagian pekerja berdiri dan sebagian duduk). Kondisi tersebut berkontribusi terhadap keluhan kelelahan yang berdampak pada kehadiran, produktivitas input–output, dan penurunan kualitas. Penilaian beban kerja fisik dilakukan menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) melalui pengukuran langsung dan tidak langsung pada 20 pekerja (10 pekerja assembling dan 10 pekerja sewing) dengan variasi usia dan berat badan. Hasil menunjukkan rata-rata CVL pada bagian assembling sebesar 14,54% (kategori ringan) dan pada bagian sewing sebesar 18,86% (kategori ringan). Nilai penilaian beban kerja untuk assembling adalah denyut nadi 86,38 denyut/menit, konsumsi oksigen 1,55 L/menit, energi 3,3711 kkal/menit, dan total metabolisme 313,51 kkal/jam; sedangkan pada sewing adalah denyut nadi 91,26 denyut/menit, konsumsi oksigen 1,66 L/menit, energi 3,691 kkal/menit, dan total metabolisme 362,45 kkal/jam. Berdasarkan total metabolisme, beban kerja pada bagian assembling dan sewing termasuk kategori sedang. Perhitungan waktu istirahat optimal berdasarkan pendekatan fisiologis menggunakan konsumsi energi menunjukkan bahwa tidak diperlukan tambahan waktu istirahat (Rt = 0), sehingga waktu istirahat yang tersedia selama 60 menit dinilai sudah mencukupi.