cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 530 Documents
Analisis Efektivitas Mesin Generator Set Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dan Six Big Losses Juliansyah; Aryanto; Ihsan Tiaradia
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas operasional genset Caterpillar 3516B di PT XYZ sebagai sumber listrik cadangan kritis untuk sistem cold chain farmasi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Penelitian dilakukan menggunakan data historis 12 bulan dari data operasional dari logbook harian, laporan perawatan, dan sistem monitoring genset. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai OEE rata-rata adalah 65,80%, terdiri dari Availability Rate 99,42%, Performance Rate 66,96%, dan Quality Rate 98,82%. Meskipun Availability Rate telah melampaui standar JIPM sebesar 90%, nilai OEE masih berada di bawah standar kelas dunia minimal 85%, dengan Performance Rate menjadi faktor pembatas utama. Analisis Six Big Losses mengidentifikasi tiga kategori kerugian terbesar yang berkontribusi 77,32% dari total losses, yaitu idling and minor stoppages (31,18%), equipment failure (28,21%), dan reduced speed (17,93%). Melalui analisis akar penyebab menggunakan diagram fishbone dengan 6M framework (Man, Machine, Method, Material, Environment, Measurement), penelitian mengidentifikasi faktor-faktor multidimensional yang mempengaruhi rendahnya OEE. Hasil penelitian memberikan rekomendasi perbaikan berbasis data yang mencakup upgrade sistem monitoring, implementasi predictive maintenance, optimasi prosedur operasi, peningkatan kompetensi SDM, dan perbaikan kondisi lingkungan operasi genset untuk meningkatkan efektivitas menuju standar kelas dunia.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Pada Perjalanan Menuju Kawasan Central Business District William Seno; Utut Widyanto; Anugrah Martamba Sihombing
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1524

Abstract

Aktivitas lalu lintas yang fluktuatif pada akses menuju kawasan Central Business District (CBD) menyebabkan peningkatan beban kinerja jalan dan simpang disekitarnya. Berdasarkan hasil survei jumlah perjalanan menuju kawasan tersebut mencapai 61.608 perjalanan perhari dengan tingkat penggunaan kendaraan pribadi sebesar 98 persen, sedangkan penggunaan angkutan umum hanya sebesar 1 persen. Kondisi ini menunjukan rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum meskipun layanan tersebut masih beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi antara kendaraan pribadi dan angkutan umum dengan menggunakan metode regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukan terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda yaitu penghasilan bulanan, kepemilikan kendaraan, biaya transportasi dan kemauan berjalan kaki. Keempat variabel tersebut memiliki pengaruh negatif terhadap peningkatan penggunaan angkutan umum dengan tingkat keeratan hubungan sebesar 62.4 persen. Berdasarkan hasil model yang diperoleh probabilitas penggunaan angkutan umum pada kondisi eksisting hanya sebesar 0.329 persen. Hal ini menunjukan bahwa kualitas dan daya tarik pelayanan angkutan umum perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan kendaraan pribadi dan mendorong masyarakat untuk beralih pada penggunaan angkutan umum.
Analisis Strategis Pemasaran Media Sosial dalam Ekosistem Pengambilan Keputusan Konsumen Generasi Z Juliansyah; Yani Iriani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1525

Abstract

Pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen Generasi Z di Indonesia melalui pendekatan analisis SWOT. Tingkat penetrasi internet mencapai 74,6% dan 143 juta pengguna media sosial aktif pada awal 2025, Indonesia menjadi laboratorium hidup bagi evolusi perilaku konsumen digital. Generasi Z, yang mencakup 27,94% dari total populasi Indonesia, merupakan digital natives sejati yang menjadikan media sosial sebagai ekosistem holistik untuk pembentukan identitas, pencarian komunitas, dan pengambilan keputusan komersial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan perusahaan, dan artikel analisis pakar. Kerangka analisis SWOT diterapkan untuk memetakan faktor internal (kekuatan dan kelemahan media sosial sebagai alat pemasaran) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman dari dinamika audiens Generasi Z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian Generasi Z bersifat signifikan, langsung, dan multifaset, meruntuhkan model pengambilan keputusan linier tradisional menjadi proses yang simultan dan terkompresi dalam satu ekosistem platform. Kekuatan utama terletak pada jangkauan masif, konten interaktif, efektivitas influencer, dan kemampuan membangun komunitas. Namun, kelemahan muncul dari kejenuhan iklan, ketergantungan pada algoritma, dan kesulitan menjaga autentisitas. Peluang terbesar adalah ledakan social commerce, konten imersif, dan pemasaran berbasis nilai sosial, sementara ancaman utama berasal dari regulasi privasi data dan paradoks privasi Generasi Z. Studi kasus Fore Coffee, Scarlett, dan Wardah mendemonstrasikan penerapan strategi SO (Strength-Opportunity) yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan pemasar untuk mengadopsi pendekatan community-centric yang otentik, memanfaatkan live streaming dan social commerce, serta mengomunikasikan nilai-nilai brand secara transparan untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen Generasi Z.
Fenomena Gaya Hidup Jomo Dan Implikasinya Terhadap Keputusan Berwisata Di Kabupaten Lembata Hamzah Nazarudin; Indawati J Nino; Anastasia Imelda Sayd
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1526

Abstract

Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya hidup JOMO terhadap keputusan berkunjung pada obyek wisata kabupaten Lembata. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan domestic yang berkunjung ke obyek wisata kabupaten Lembata. Sampel dalam penelitian ini adalah wisatawan yang telah mengunjungi obyek wisata kabupaten Lembata di pengaruhi oleh gaya hidup JOMO.  Teknik pengambilan sampel menggunakan kategori nonprobability sampling dengan melibatkan pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria tersebut mencakup, a.Responden yang sudah mengunjungi obyek wisata kabupaten Lembata yang di pengaruhi oleh gaya hidup JOMO b.Responden dengan usia di atas 17 tahun, karena pada usia ini diharapkan responden memiliki kemampuan untuk menilai dan memahami variabel-variabel penelitian. Menurut Hair et al. (2010),  Penentuan dengan jumlah sampel yang representative adalah tergantung pada jumlah indicator (item Kuisioner) dikali 5 sampai 10. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sampel = jumlah indicator (item Kuisisoner) 18 item pertanyaan = (10 x 10) =100, jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden.  Teknik pengumpulan data antara lain observasi dengan melakukan pengamatanlangsung di lapangan, dengan membagikan kuesioner dalam bentuk per-tanyaan yang di bagikan kepada responden. Dan terdapat rancangan pertanyaan dan pernyataan yang berhubungan dengan masalah penelitian dan tiap jawaban mempunyai makna dalam menguji hipotesis.  Hasil Penelitian menunjukan  terdapat pengaruh variabel gaya hidup JOMO terhadap variabel keputusan berkunjung pada obyek wisata kabupaten Lembata sbebesar 61,1%.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Menggunakan Metode HAZOP Dan FMEA Yudi Maulana; Hotma Antoni Hutahaean; Esa Pratiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1527

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri maklon kosmetik yang melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan mekanis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya kerja di PT. ASK dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan, penyebab, konsekuensi, serta tindakan pencegahan berdasarkan matriks risiko. Sementara itu, FMEA menghitung Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian severity, occurrence, dan detection. Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi terdapat pada proses mixing, packaging, filling, dan penerimaan bahan baku. Beberapa potensi bahaya utama antara lain tumpahan bahan kimia (RPN 144), reaksi bahan dalam mixer (RPN 120), serta postur kerja yang tidak ergonomis (RPN 112). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan HAZOP dan FMEA efektif dalam memberikan penilaian risiko secara menyeluruh serta membantu perusahaan merumuskan langkah pencegahan. Dengan demikian, penerapan K3 secara sistematis sangat penting untuk meminimalkan risiko dan mendukung perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keselamatan kerja.
Pengaruh Brand Image Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Promosi Media Sosial Sebagai Variabel Mediasi: (Studi Kasus: Pasar Seni Guwang) I Kadek Dian Julvana; I Nengah Wirsa
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image dan harga terhadap keputusan pembelian dengan promosi media sosial sebagai variabel mediasi pada Pasar Seni Guwang, Gianyar, Bali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 200 wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan: (1) harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β=0,476; p<0,05); (2) brand image berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β=-0,234; p<0,05); (3) promosi media sosial tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan brand image maupun harga terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada konteks pasar seni tradisional, persepsi harga yang kompetitif lebih menentukan keputusan pembelian wisatawan dibandingkan brand image, sementara pengalaman langsung lebih berpengaruh daripada promosi digital.
Analisis Peran Kapal SV. Fiona 38 Dalam Mendukung Operasi Lifting Tanker di Wilayah Kerja PHE WMO Reyhnard Satria Prabowo; Tri Haryanto; Henna Nurdiansari; Sutralinda, Dety; Sitepu, Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1538

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis peran krusial kapal SV. Fiona 38 dalam mendukung operasi lifting tanker berbasis Single Buoy Mooring (SBM) di wilayah kerja Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Penelitian ini dilakukan karena konsistensi penugasan SV. Fiona 38 dan minimnya kajian spesifik mengenai kontribusi teknis kapal tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi partisipasif, studi dokumen seperti laporan harian dan spesifikasi kapal, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan alasan dipilihnya SV. Fiona 38 serta menguraikan fungsi peralatan deck handling yang ada di kapal, seperti towing winch, tugger winch, work winch, capstan, shark jaw, dan towing pin dalam menunjang kelancaran dan keamanan operasi lifting tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan kapal SV. Fiona 38 dalam operasi lifting tanker mencapai 100%. Selain itu, analisis peralatan deck handling menunjukkan bahwa tugger winch merupakan peralatan dengan tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 49,8%, serta memiliki durasi penggunaan terlama yaitu 71,4% atau selama 63 menit dari total waktu operasi lifting tanker. Kapal SV. Fiona 38 dipilih karena kelengkapan dan keandalan peralatan deck handling, kemampuan manuver yang stabil, serta kapastias towing yang memadai. Peran SV. Fiona 38 sebagai pengendali hose, pengatur posisi tanker, dan pendukung keselamatan operasional menunjukkan bahwa kapal ini merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, efisiensi, dan keandalan kegiatan lifting tanker di wilayah kerja PHE WMO.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Komandan Kapal Perang Terhadap Peningkatan Disiplin, Motivasi Dan Kinerja ABK KRI Di Lingkungan TNI Angkatan Laut: (Studi Kasus: KRI Frans Kaisiepo-368) Jerry May Hasudungan Limbong; Sri Umiyati; Sulistiyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v1i3.1541

Abstract

This study quantitatively examines the effect of the commanding officer’s transformational leadership on the discipline, work motivation, and performance of crew members aboard KRI Frans Kaisiepo-368 within the Indonesian Navy. An explanatory survey design was employed using five-point Likert questionnaires administered to 68 respondents drawn from a population of 82 personnel. Instrument quality met psychometric standards: all item–total correlations exceeded 0.30 and Cronbach’s alpha ranged from 0.87 to 0.92. Hypotheses were tested using multiple linear regression in SPSS, after confirming the classical assumptions of normality, absence of multicollinearity, and homoscedasticity. Results show positive and statistically significant effects of transformational leadership on all dependent variables. For discipline, the coefficient of determination was R² = 0.56, indicating that 56% of variance in discipline is explained by leadership. For work motivation, R² = 0.55 with p = 0.000. For crew performance, R² = 0.56 with p = 0.000. The unstandardized regression coefficient, B = 0.45, and standardized beta, 0.60, indicate that a one-unit increase in leadership scores is associated with a significant rise in discipline, motivation, and performance. Model estimates, therefore, support the theoretical expectation that the commanding officer’s transformational behaviors exert a substantive and beneficial influence on individual and collective outputs aboard the vessel. Practical implications recommend reinforcing idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration through structured briefings, coaching, and periodic feedback in operational units. The evidence confirms the effectiveness of transformational leadership in strengthening discipline, energizing motivation, and elevating performance. Keywords: transformational leadership; discipline; work motivation; performance; Indonesian Navy.
Mental Health and Work-Life Balance as A Moderating Variable the Influence of Social Media on Employee Performance Vinno Petrus Manoppo; Gde Bayu Surya Parwita; Debiyanti Kune; Kohar; Hilarius Wandan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1546

Abstract

This study aims to investigate the complex dynamics between social media usage and employee performance within the modern corporate landscape of 2026. Specifically, it examines the role of Mental Health and Work-Life Balance (WLB) as dual moderating variables that can either mitigate or exacerbate the impact of digital connectivity on professional productivity. Utilizing a quantitative approach with a sample of 500 corporate employees, the research explores how the pervasive nature of social media-often characterized by information overload and social comparison-affects task completion and focus. The conceptual framework integrates the Job Demands-Resources (JD-R) model and Social Cognitive Theory to map these relationships. Preliminary findings suggest that while social media can facilitate networking and information sharing, its influence on performance is highly contingent upon an individual's psychological state and their ability to maintain boundaries between professional and personal life. Mental health acts as a critical filter; employees with high psychological resilience can leverage digital tools more effectively, whereas those with compromised mental health experience increased burnout. Furthermore, work-life balance serves as a second-tier moderator, where a healthy balance attenuates the negative "always-on" culture fostered by social media. This paper provides significant theoretical contributions to organizational psychology and offers practical managerial implications for fostering a digitally healthy workplace.
The Impact of Using the Internet of Things in Improving the Quality of Teachers' Communication and The Quality Of Education In Indonesia Rieneke Ryke Kalalo; Taransa Agasya Tutupoly; Dewi Anggreini; Gede Erik Aktama; Apriani Riyanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1552

Abstract

The rapid evolution of digital technology in 2026 has positioned the Internet of Things (IoT) as a cornerstone of educational reform globally, particularly in the Indonesian context. This research investigates the strategic impact of IoT integration on two critical dimensions: teacher communication quality and overall education quality. Utilizing a quantitative approach with a sample of 500 educators across various provinces in Indonesia, this study examines how IoT-enabled devices—such as smart whiteboards, wearable technology, and automated attendance systems—facilitate real-time data exchange and interpersonal engagement. The conceptual framework is grounded in the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Preliminary findings suggest that IoT significantly enhances communication quality by providing teachers with synchronized platforms for student-parent interaction, thereby reducing information asymmetry. Furthermore, the automation of administrative tasks through IoT enables educators to devote more time to pedagogical innovation, which directly correlates with improved educational outcomes. However, the study also identifies persistent challenges, including the digital infrastructure gap between urban and rural regions in Indonesia. This research concludes that while IoT serves as a powerful catalyst for educational excellence, its success depends on equitable access to technology and comprehensive teacher training programs.