cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 581 Documents
Pengaruh Brand Image Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Promosi Media Sosial Sebagai Variabel Mediasi: (Studi Kasus: Pasar Seni Guwang) I Kadek Dian Julvana; I Nengah Wirsa
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image dan harga terhadap keputusan pembelian dengan promosi media sosial sebagai variabel mediasi pada Pasar Seni Guwang, Gianyar, Bali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 200 wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan: (1) harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β=0,476; p<0,05); (2) brand image berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β=-0,234; p<0,05); (3) promosi media sosial tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan brand image maupun harga terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada konteks pasar seni tradisional, persepsi harga yang kompetitif lebih menentukan keputusan pembelian wisatawan dibandingkan brand image, sementara pengalaman langsung lebih berpengaruh daripada promosi digital.
Analisis Peran Kapal SV. Fiona 38 Dalam Mendukung Operasi Lifting Tanker di Wilayah Kerja PHE WMO Reyhnard Satria Prabowo; Tri Haryanto; Henna Nurdiansari; Sutralinda, Dety; Sitepu, Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1538

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis peran krusial kapal SV. Fiona 38 dalam mendukung operasi lifting tanker berbasis Single Buoy Mooring (SBM) di wilayah kerja Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Penelitian ini dilakukan karena konsistensi penugasan SV. Fiona 38 dan minimnya kajian spesifik mengenai kontribusi teknis kapal tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi partisipasif, studi dokumen seperti laporan harian dan spesifikasi kapal, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan alasan dipilihnya SV. Fiona 38 serta menguraikan fungsi peralatan deck handling yang ada di kapal, seperti towing winch, tugger winch, work winch, capstan, shark jaw, dan towing pin dalam menunjang kelancaran dan keamanan operasi lifting tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan kapal SV. Fiona 38 dalam operasi lifting tanker mencapai 100%. Selain itu, analisis peralatan deck handling menunjukkan bahwa tugger winch merupakan peralatan dengan tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 49,8%, serta memiliki durasi penggunaan terlama yaitu 71,4% atau selama 63 menit dari total waktu operasi lifting tanker. Kapal SV. Fiona 38 dipilih karena kelengkapan dan keandalan peralatan deck handling, kemampuan manuver yang stabil, serta kapastias towing yang memadai. Peran SV. Fiona 38 sebagai pengendali hose, pengatur posisi tanker, dan pendukung keselamatan operasional menunjukkan bahwa kapal ini merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, efisiensi, dan keandalan kegiatan lifting tanker di wilayah kerja PHE WMO.
Mental Health and Work-Life Balance as A Moderating Variable the Influence of Social Media on Employee Performance Vinno Petrus Manoppo; Gde Bayu Surya Parwita; Debiyanti Kune; Kohar; Hilarius Wandan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1546

Abstract

This study aims to investigate the complex dynamics between social media usage and employee performance within the modern corporate landscape of 2026. Specifically, it examines the role of Mental Health and Work-Life Balance (WLB) as dual moderating variables that can either mitigate or exacerbate the impact of digital connectivity on professional productivity. Utilizing a quantitative approach with a sample of 500 corporate employees, the research explores how the pervasive nature of social media-often characterized by information overload and social comparison-affects task completion and focus. The conceptual framework integrates the Job Demands-Resources (JD-R) model and Social Cognitive Theory to map these relationships. Preliminary findings suggest that while social media can facilitate networking and information sharing, its influence on performance is highly contingent upon an individual's psychological state and their ability to maintain boundaries between professional and personal life. Mental health acts as a critical filter; employees with high psychological resilience can leverage digital tools more effectively, whereas those with compromised mental health experience increased burnout. Furthermore, work-life balance serves as a second-tier moderator, where a healthy balance attenuates the negative "always-on" culture fostered by social media. This paper provides significant theoretical contributions to organizational psychology and offers practical managerial implications for fostering a digitally healthy workplace.
The Impact of Using the Internet of Things in Improving the Quality of Teachers' Communication and The Quality Of Education In Indonesia Rieneke Ryke Kalalo; Taransa Agasya Tutupoly; Dewi Anggreini; Gede Erik Aktama; Apriani Riyanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1552

Abstract

The rapid evolution of digital technology in 2026 has positioned the Internet of Things (IoT) as a cornerstone of educational reform globally, particularly in the Indonesian context. This research investigates the strategic impact of IoT integration on two critical dimensions: teacher communication quality and overall education quality. Utilizing a quantitative approach with a sample of 500 educators across various provinces in Indonesia, this study examines how IoT-enabled devices—such as smart whiteboards, wearable technology, and automated attendance systems—facilitate real-time data exchange and interpersonal engagement. The conceptual framework is grounded in the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Preliminary findings suggest that IoT significantly enhances communication quality by providing teachers with synchronized platforms for student-parent interaction, thereby reducing information asymmetry. Furthermore, the automation of administrative tasks through IoT enables educators to devote more time to pedagogical innovation, which directly correlates with improved educational outcomes. However, the study also identifies persistent challenges, including the digital infrastructure gap between urban and rural regions in Indonesia. This research concludes that while IoT serves as a powerful catalyst for educational excellence, its success depends on equitable access to technology and comprehensive teacher training programs.
Transformasi Pengetahuan Program Magang MAGENTA: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Knowledge Transfer Andy Wahyu Priadana; Bambang Syairudin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1553

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya daya saing talenta Indonesia secara global yang mencerminkan kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA) dirancang sebagai upaya strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut, namun implementasinya di PT XY menunjukkan keterbatasan dalam optimalisasi transfer pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi pengetahuan dalam program MAGENTA dengan menggunakan model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei terhadap peserta magang dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas interaksi saja tidak cukup, transfer pengetahuan efektif terjadi melalui mekanisme pembelajaran terstruktur yang didorong oleh tahap Sosialisasi dan Kombinasi. Sementara Eksternalisasi dan Internalisasi kurang signifikan akibat kendala operasional. Kualitas mentoring serta karakter adaptif Generasi Z menjadi katalisator kunci, sehingga penguatan interaksi mentor–mentee dan akses informasi berperan penting dalam mendukung pengembangan SDM yang kompetitif dan selaras dengan kebutuhan industri global.
Optimalisasi Ballast Water Management Plan (BWMP) Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Air Laut: (Studi Kasus:MV. Ocean Perkasa) Azzah, Nadya Nurul; Haryanto, Tri; Nurdiansari, Henna; Sutralinda, Dety; Sitepu, Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1554

Abstract

Pengelolaan air ballast yang tidak optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan laut akibat perpindahan organisme antar perairan. Oleh karena itu, penerapan Ballast Water Management Plan (BWMP) menjadi hal yang penting dalam mendukung kepatuhan terhadap ketentuan Ballast Water Management Convention (BWMC). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan pada sistem Ballast Water Treatment System (BWTS), khususnya pada komponen pengolahan kimia dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Pada penelitian ini memiliki keterbaruan pada foku s kajian optimalisasi penerapan BWMP melalui identifikasi akar permasalahan malfungsi sistem Total Residual Oxidant (TRO) akibat sumbatan pada T-strainer serta keterkaitannya dengan aspek operasional dan perawatan di atas kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak optimalnya penerapan BWMP dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen operasional. Sumbatan pada T-strainer sistem TRO akibat endapan yang tidak dibersihkan secara rutin menyebabkan kinerja sistem BWTS menjadi tidak stabil dan memicu alarm maupun kondisi trip. Selain itu, keterbatasan pemahaman kru terhadap pelaksanaan ballast operation turut memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Dengan peningkatan perawatan sistem secara berkala dan penguatan pemahaman awak kapal, penerapan BWMP dapat berjalan lebih optimal dan mendukung upaya pencegahan pencemaran air laut.
Analisis Kapasitas Lintas Pada Jalur Single Track Menjadi Double Track Antara Stasiun Wonokromo – Stasiun Sepanjang Lintas Wonokromo – Mojokerto Gadang Endrayanto; Tri Mulyani; Yanuar Dwi H
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1562

Abstract

Pada lintas Wonorkomo – Mojokerto terdapat jalur yang masih single track, yaitu petak jalan Wonokromo – Sepanjang dengan kapasitas lintas 149 KA/hari. Petak jalan yang sudah double track mampu dilewati sebanyak 230 KA/hari. Metode perhitungan yang digunakan adalah pendekatan teoritis dengan rumus Uned dan rumus Scott. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas lintas sebelum double track (GAPEKA 2023), setelah double track pada lintas Sepanjang Mojokerto (GAPEKA 2025), setelah double track 100% dengan menggunakan perhitungan teoritis rumus Uned dan rumus Scott, serta perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api setelah pembangunan double track pada petak jalan Wonokromo  Sepanjang.
Hedonic Lifestyle as A Moderating Variable of The Influence Of User-Generated Content On Purchasing Decisions Efti Novita Sari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1563

Abstract

This study aims to analyze the role of hedonic lifestyle in moderating the influence of User-Generated Content (UGC) on consumer purchasing decisions in the digital era. Amid the rapid rise of social media, user-generated content has become a source of information considered more credible than traditional advertising. However, the effectiveness of UGC in driving transactions often depends on consumers' psychological characteristics and lifestyles, including a hedonic lifestyle. Using a quantitative, survey-based method, this study explores how the interaction between visual content on social media and the tendency to seek personal pleasure affects consumption behavior. The results show that UGC has a significant positive influence on purchasing decisions. Furthermore, a hedonic lifestyle is shown to strengthen this influence, where consumers with high levels of hedonism tend to be more impulsive and responsive to visual stimulation and positive reviews from fellow users. This study provides theoretical contributions to the behavioral accounting and marketing management literature and provides practical implications for marketers in optimizing content strategies based on lifestyle segmentation.
Analisis Metode Lashing Terhadap Keamanan Muatan : (studi Kasus: Kapal MV. Meratus Mamiri) Hafiz Ramadhan Samsuri; Sutoyo; Elly Kusumawati; Imam Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode lashing terhadap keamanan muatan di atas kapal MV. Meratus Mamiri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan langsung di atas kapal MV. Meratus Mamiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode lashing belum sepenuhnya efektif karena masih ditemukan ketidaksesuaian prosedur yang mengakibatkan pergeseran kontainer dan kerusakan muatan pada beberapa pelayaran. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas lashing meliputi kurangnya pengawasan, keterbatasan jumlah personel, pemahaman teknis kru yang belum optimal, tekanan waktu operasional, kondisi peralatan yang tidak layak, tidak dilakukannya pemeriksaan ulang, serta pengaruh cuaca buruk. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keamanan muatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap prosedur lashing, kelayakan peralatan, kompetensi kru, pemantauan selama pelayaran, serta penanganan tambahan pada kondisi cuaca ekstrem, sehingga diperlukan integrasi aspek teknis dan operasional untuk menjamin keselamatan muatan dan kapal.  
Comparative Marshall Performance of Asphalt Concrete and Stone Mastic Asphalt Mixtures for Taxiway Pavements Based on FAA Specifications Alifah Widya Rochmah; Ervina Ahyudanari; Budi Rahardjo; Istiar; Viorentika Vigrid Yuniar Dirgan Putri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1566

Abstract

Taxiway flexible pavements are subjected to high shear stresses from slow-moving aircraft with large wheel configurations, making mixture stability and resistance to permanent deformation critical performance requirements. Asphalt Concrete (AC) and Stone Mastic Asphalt (SMA) are commonly used wearing course mixtures; however, their performance characteristics under taxiway loading conditions may differ significantly. This study presents a comparative evaluation of the Marshall performance of AC and SMA mixtures designed in accordance with Federal Aviation Administration (FAA) specifications for taxiway pavements. Laboratory experiments were conducted using the Marshall mix design method to determine key parameters, including stability, flow, Marshall Quotient (MQ), Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), Voids Filled with Asphalt (VFA), and Optimum Asphalt Content (OAC). The results indicate that the AC mixture exhibits higher average Marshall stability, reflecting superior load-bearing capacity, whereas the SMA mixture demonstrates lower flow values, indicating greater resistance to permanent deformation. The OAC of the SMA mixture is higher than that of the AC mixture due to its stone-on-stone aggregate structure and larger VMA. These findings highlight the trade-off between structural stiffness and deformation resistance in selecting wearing course mixtures for taxiway pavements and provide technical insights for mixture selection based on FAA performance requirements.