cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 600 Documents
Analisis Tekno Ekonomi Implementasi Defense Scheme n-2 SUTET Batang – Pemalang Untuk Meningkatkan Pengoperasian Pembangkit PLTU Batang 2 x 1000 MW Heri Presiyono; Agus Indarto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1504

Abstract

PLTU Batang 2 × 1.000 MW merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang beroperasi sebagai pembangkit beban dasar (base load) pada sistem ketenagalistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), dengan teknologi ultra-supercritical (USC) untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi. Keandalan operasinya sangat bergantung pada ketersediaan dua jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Batang–Pemalang, sehingga diperlukan mitigasi kontingensi n-2 guna mencegah gangguan simultan yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan sistem. Penelitian ini mengevaluasi keandalan sistem dan kelayakan ekonomi melalui simulasi pengoperasian dengan metode pembatasan operasi dan penerapan Defense Scheme kontingensi n-2 menggunakan Software DIg SILENT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode pembatasan operasi membatasi kapasitas PLTU Batang hingga 1.400 MW untuk memenuhi kriteria keandalan, sedangkan penerapan Defense Scheme memungkinkan peningkatan pembangkitan hingga 1.900 MW dengan pelepasan beban terarah sebesar 608 MW. Secara ekonomi, Defense Scheme menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) harian sebesar 24% dibandingkan metode pembatasan operasi. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa implementasi Defense Scheme n-2 pada SUTET Batang–Pemalang layak dilaksanakan. Implementasi Defense Scheme tersebut untuk meningkatkan keandalan dan kestabilan sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali serta sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan..
Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental dengan Menggunakan Metode CVL dan NASA-TLX pada Karyawan: (Studi Kasus: PT SPLN Pasuruan) Aldo Nur Devri; Boy Isma Putra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1545

Abstract

PT SPLN merupakan salah satu perusahaan penanaman modal dalam negeri yang bergerak di bidang industri panel listrik, variable air volume, fire damper, dan diffuser. Pada saat volume pemesanan meningkat, perusahaan menerapkan kebijakan overtime atau penambahan jam kerja bagi karyawan. Hal tersebut berdampak pada menurunnya tingkat kehadiran karyawan di hari berikutnya sebesar 20%, yakni sekitar 3-5 pekerja dari total 18 orang. Selain memengaruhi kehadiran, kebijakan overtime juga memicu kelelahan fisik maupun mental pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya beban fisik serta mental yang dirasakan oleh karyawan, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Beban kerja mental diukur menggunakan metode NASA-TLX, sedangkan beban fisik diukur dengan metode analisis beban kardiovaskular (Cardiovascular Load atau CVL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan fisik (CVL) ditemukan pada hampir seluruh operator produksi dengan tingkat di atas 30%. Sementara itu, metode NASA-TLX mengindikasikan bahwa faktor performansi memiliki dampak paling besar dalam memengaruhi beban kerja karyawan, yaitu sebesar 44,79%.
Implementasi Sistem Business Intelligence Berbasis RFM Extended Untuk Segmentasi Toko Ritel Batik Muhamad Kaswa; Muhammad Ridwan Andi Purnomo; Demas Emirbuwono Basuki
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1582

Abstract

Persaingan bisnis ritel batik yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk memahami karakteristik pelanggan secara lebih mendalam agar strategi pemasaran dapat dilakukan secara tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pelanggan dan segmentasi pasar menggunakan RFMLC (Recency,Frequency,Monetary,Lifetime,Channel) pada data transaksi pelanggan toko ritel batik yang mencakup waktu transaksi terakhir, frekuensi pembelian, nilai transaksi, lama hubungan pelanggan dengan toko, serta saluran pembelian yang digunakan. Variabel R,F,M dan L dihitung berdasarkan historis pembelian, sedangkan variabel C meprensentasikan saluran pembelian utama pelanggan. Analisis K-Means Clustering diterapkan secara visual untuk menampilkan scatter plot pelanggan berdasarkan skor RFMLC, sehingga memudahkan identifikasi pola distribusi dan konsentrasi pelanggan dengan karakteristik serupa. Hasilnya menunjukkan pola pembelian yang jelas, dan variabel channel tetap dapat memberikan informasi tambahan mengenai saluran pembelian dominan tiap pelanggan. Analisis ini membantu toko ritel batik dalam memahami perilaku pelanggan dan merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran, sehingga pemilik usaha dapat merancang strategi pemasaran, promosi, dan pelayanan yang lebih efektif sesuai dengan karakteristik masing masing segmen pelanggan agar mampu meningkatkan loyalitas pelanggan dan kinerja penjualan secara berkelanjutan.
Perancangan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode ARC dan FTC Untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi: (Studi Kasus : PT.BSBMP) Syahrul Cahyo Saputra; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1675

Abstract

PT. BSBMP ialah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, khususnya dalam fabrikasi dan perakitan struktur baja. Proses produksi perusahaan didukung oleh lima stasiun kerja utama, yaitu gudang bahan, area pemotongan (cutting), pengelasan (welding), perakitan (assembly), dan sandblasting. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah rendahnya efisiensi dalam penyusunan area produksi, yang mengakibatkan peningkatan waktu dan jarak perpindahan material antarfasilitas serta menurunnya produktivitas. Studi ini dimaksudkan untuk melakukan redesain tata ruang fasilitas dalam rangka meningkatkan efisiensi jalannya produksi. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah integrasi Activity Relationship Chart (ARC) dan From-To Chart (FTC). Metode ARC digunakan untuk menganalisis hubungan kedekatan antarstasiun kerja berdasarkan intensitas dan kepentingan hubungan aktivitas, sedangkan FTC digunakan untuk memetakan frekuensi dan arah perpindahan material. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa rancangan penataan ruang baru mampu menurunkan keseluruhan jarak tempuh material dari 37 meter menjadi 34 meter. Selain itu, efisiensi alur produksi meningkat sebesar 10% dibandingkan dengan tata letak sebelumnya. Integrasi metode ARC dan FTC terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap perbaikan efisiensi layout di area produksi.
Pengaruh Running Hours Injector Terhadap Kualitas Pembakaran Mesin Induk Kapal AHTS Logindo Stamina Daffa Raihan Pradana; Frenki Imanto; Maulidiah Rahmawati; Antonius Edy Kristiyono; Agus Prawoto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1688

Abstract

Injector merupakan komponen penting pada mesin diesel yang berfungsi mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan tekanan tinggi, sehingga kualitas pengabutan sangat menentukan kesempurnaan proses pembakaran dan kinerja mesin induk kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta signifikansi running hours injector terhadap kualitas pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis statistik inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji One Way ANOVA. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, dan studi literatur berdasarkan instruction manual book mesin induk pada kapal AHTS Logindo Stamina milik PT. Logindo Samudramakmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan running hours injector menyebabkan penurunan kinerja injector akibat keausan komponen dan endapan kotoran, sehingga atomisasi bahan bakar menjadi tidak sempurna (after dripping) dan temperatur gas buang tidak stabil. Hasil uji One Way ANOVA membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara running hours injector dan kualitas pembakaran, di mana kondisi after maintenance menghasilkan pembakaran paling optimal, sedangkan kondisi upnormal menunjukkan penurunan performa injector yang berdampak pada efisiensi pembakaran mesin induk kapal.
Implementasi Perencanaan dan Perawatan Main Deck Terhadap Korosi di Atas Kapal MV. Iriana Arsy Nurul Arifin; I'ie Suwondo; Trisnowati Rahayu; Fazri Hermanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1689

Abstract

Korosi pada main deck kapal MV. Iriana merupakan ancaman serius terhadap integritas struktural dan keselamatan operasional akibat paparan air laut, hujan, serta kelembaban tinggi. Penelitian ini menkaji implementasi perencanaan dan perawatan main deck untuk meminimalisir korosi melalui metode kualitatif berbasis observasi, wawancara kru, serta studi pustaka sesuai standar ISM Code. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama korosi meliputi lingkungan abrasif, kurangnya peralatan pendukung, serta pengetahuan kru yang terbatas, sehingga perawatan rutin seperti pembersihan air tawar, pengecatan anti-korosi, dan inspeksi berkala menjadi krusial. Implementasi yang optimal dapat dicapai dengan perencanaan terstruktur, pelatihan kru, dan penggunaan lapisan berkualitas tinggi untuk memperpanjang umur dek dan mempermudah kelancaran navigasi.
Pengaruh Belanja Daerah dan Deviden Atas Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Terhadap Produk Domestik Regional Bruto dan Desentralisasi Fiskal Kabupaten Kutai Timur Nurfiza Widayati; Selly Swandari; Akbar Lufi Zulfikar
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja daerah dan dividen atas penyertaan modal pemerintah daerah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan derajat desentralisasi fiskal di Kabupaten Kutai Timur selama periode 2011–2022. Penelitian menggunakan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur. Analisis dilakukan melalui dua sub-struktur persamaan untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Variabel belanja daerah, dividen, dan PDRB ditransformasi ke dalam logaritma natural, sedangkan derajat desentralisasi fiskal diukur menggunakan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total penerimaan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sementara dividen atas penyertaan modal berpengaruh positif tetapi belum signifikan. Pada model derajat desentralisasi fiskal, belanja daerah, dividen, dan PDRB belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen fiskal daerah lebih berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi regional daripada dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas belanja publik, optimalisasi kinerja BUMD, dan penguatan basis PAD untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.
Design, Integration, And Deployment Of A Flutter–Firebase Mobile Commerce Application At Berlian Tech Labib Falah Athallah; Achmad Habib; Geri Kusnanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1718

Abstract

The development of e-commerce in Indonesia has shown an upward trend, with gross merchandise value (GMV) reaching USD 59 billion in 2022. This study aims to develop a mobile-based e-commerce application, with a case study of the Berlian Tech Online Store. This study employs a Research and Development (R&D) method using a software engineering approach based on the Software Development Life Cycle (SDLC) with the waterfall model. The waterfall model provides a sequential lifecycle approach, beginning with the analysis phase and proceeding to design, coding, testing, and maintenance. The requirements analysis is divided into two categories: functional requirements and non-functional requirements. The system architecture comprises four entities: authentication, products, and the shop. The software architecture adopts the Model-View-ViewModel (MVVM) pattern due to its superior CPU efficiency, with an average CPU usage of 8.92% and a memory consumption of 121.48 MB. The MVVM architecture is combined with a service layer and an API gateway. The Online Store application was successfully designed using the Model-View-ViewModel (MVVM) system architecture, combined with a service layer that facilitates communication between the API gateway and the view. The NoSQL database implemented with Firebase provides high flexibility for storing data in a non-relational structure. The results of black-box testing indicate that all core system features, including user authentication, product management, shopping cart, checkout, and transaction processing, function properly and align with user requirements.
Segmentasi Pelanggan Toko EMAS Menggunakan Metode RFM dan K-MEANS Clustering Dandi Ari Setiarno; Luqman Hakim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1721

Abstract

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan harus bisa menggunakan data pelanggan dengan baik agar bisa membuat keputusan yang lebih baik. Toko Emas XYZ di Sidoarjo memiliki banyak data transaksi dari pelanggan, tetapi data tersebut belum digunakan sepenuhnya untuk menganalisis strategi, terutama dalam membagi pelanggan berdasarkan segmen mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat-sifat pelanggan dan membagi pelanggan berdasarkan pola belanjanya dengan menggunakan metode RFM yaitu Recency, Frequency, dan Monetary, serta metode K-Means Clustering. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan pemilahan pelanggan yang jelas dan rapi, seperti pelanggan prioritas, pelanggan yang masih potensial, pelanggan biasa, dan pelanggan yang tidak aktif lagi. Segmentasi ini bisa jadi dasar dalam membuat strategi pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, serta mengelola hubungan dengan pelanggan secara lebih efektif dan efisien.
Analisis Faktor Kelelahan Sopir Truk Terhadap Risiko Kecelakaan Menggunakan Pendekatan Human Reliability Assessment (HRA) Dengan Metode Human Error Assessment And Reduction Technique (HEART): (Studi Kasus: PT. Aruna Cahaya Parama) M. Bagas Audi Hidayatullah; Untung Usada
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi human error yang berkaitan dengan kondisi kelelahan kerja pada pengemudi truk dengan menggunakan pendekatan Human Reliability Assessment (HRA) melalui metode Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART). Studi ini dilakukan pada sopir truk di PT. Aruna Cahaya Parama memiliki tingkat aktivitas distribusi tinggi dan beban kerja yang signifikan. Proses analisis diawali dengan penyusunan Hierarchical Task Analysis (HTA) untuk mengidentifikasi tahapan pekerjaan, kemudian dilanjutkan dengan penentuan Generic Task Type (GTT), identifikasi Error Producing Conditions (EPC), serta penilaian kontribusi masing-masing faktor melalui Assessed Proportion of Effect (APOE). Tahap akhir dilakukan dengan menghitung nilai Human Error Probability (HEP) untuk mengetahui tingkat kemungkinan terjadinya kesalahan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan potensi human error dalam aktivitas mengemudi. Nilai HEP yang relatif tinggi mengindikasikan besarnya peluang terjadinya kesalahan, sedangkan nilai Human Reliability Total (Rm) yang rendah menunjukkan tingkat keandalan operator yang belum optimal. Kondisi ini berimplikasi langsung pada meningkatnya risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan seperti pengaturan jadwal kerja yang lebih efektif, optimalisasi waktu istirahat, serta penguatan sistem keselamatan kerja guna meminimalkan risiko kecelakaan secara berkelanjutan.