cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 654 Documents
Analisis Kegunaan dan Perawatan Apar Jenis Foam Guna Mencegah Kebakaran: (Studi Kasus: KMP. Dharma Bahari Sumekar III) Annabeth Ivanka Ocvinanda; Samsul Huda; Trisnowati Rahayu; Fazri Hermanto; Sri Mulyanto Herlambang
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1772

Abstract

Keselamatan kebakaran di kapal merupakan aspek krusial dalam menjamin perlindungan jiwa, kapal, dan muatan berbasis K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan). Upaya ini mencakup perlindungan kru dan penumpang, pencegahan cedera akibat paparan asap dan panas, serta pengendalian pencemaran maritim akibat residu pemadaman atau tumpahan bahan bakar. Salah satu sarana pemadaman awal yang penting adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis foam, yang efektif untuk kebakaran kelas A dan B. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kegunaan serta prosedur perawatan APAR foam dalam upaya pencegahan kebakaran di KMP Dharma Bahari Sumekar III.Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di kapal, wawancara dengan awak kapal terkait keselamatan kebakaran, serta studi dokumentasi terhadap prosedur operasional dan perawatan APAR. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengaitkan temuan lapangan terhadap standar keselamatan dan praktik operasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas APAR foam dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu ketersediaan jumlah unit, penempatan dan aksesibilitas, kondisi fisik dan perawatan, tingkat pemahaman awak kapal, serta kondisi lingkungan operasional. Meskipun APAR telah tersedia dan sesuai fungsi, efektivitasnya belum optimal akibat ketidakkonsistenan perawatan, hambatan akses, serta variasi kesiapan kru.Disarankan penataan ulang posisi APAR, penerapan jadwal perawatan rutin, penggunaan checklist inspeksi terstruktur, peningkatan pengawasan perwira, pelatihan berkala bagi kru, serta implementasi sistem pencatatan elektronik berbasis hirarki pengendalian risiko K3L..
Integration Of Value Stream Mapping And Systematic Layout Planning Using Supermarket Material System To Reduce Material Handling Cost In Sports Footwear Manufacturing Esa Pratiwi; Niera Feblidiyanti; Ramdani Lukito; Wahyu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1773

Abstract

Manufacturing systems operating under constrained facility layouts often experience inefficiencies such as excessive material handling, long waiting times, and high work-in-process (WIP) inventory. While Value Stream Mapping (VSM) and Systematic Layout Planning (SLP) have been widely applied to improve production efficiency, most existing studies assume high flexibility in machine relocation, which is rarely feasible in real industrial environments. Moreover, the integration of pull-based control systems, such as supermarket material systems, within layout-constrained environments remains underexplored. This study aims to develop an integrated lean framework combining VSM, SLP, and a supermarket-based material control system to improve material flow efficiency without requiring physical layout modification. The research was conducted in the upper assembly line of a sports footwear manufacturing facility. The methodology includes Current Value Stream Mapping (CVSM), Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), and quantitative material handling analysis. The results show that non-value-added activities dominate 99.76% of total lead time, indicating severe flow inefficiency. The implementation of the supermarket system successfully reduces material handling costs by 29.4%. A paired comparison analysis confirms that the improvement is operationally significant. This study demonstrates that integrating VSM, SLP, and supermarket systems provides a practical and effective approach for improving production efficiency under layout constraints
Analisis Kesesuaian Pelaksanaan Dinas Jaga Dengan Ketentuan Rest Hours & Fitness For Duty Berdasarkan STCW Section A-VIII/2  : (Studi Kasus: KMP. Dharma Bahari Sumekar III) Damayana Andriella Dita P; Samsul Huda; Bugi Nugraha; Elise Dwi Lestari; Lusia Permata Sari Hartanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1774

Abstract

Pelaksanaan dinas jaga merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan pelayaran yang berkaitan erat dengan pengaturan waktu kerja, waktu istirahat (rest hours), serta kondisi kesiapan kerja awak kapal (fitness for duty). Hal ini juga terkait dengan penerapan prinsip K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menciptakan lingkungan kerja maritim yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pelaksanaan dinas jaga dengan ketentuan rest hours dan fitness for duty berdasarkan STCW Section A-VIII/2 di KMP Dharma Bahari Sumekar III. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama praktik laut, wawancara dengan nahkoda, perwira, dan awak kapal, serta dokumentasi berupa work and rest hours record, logbook, dan jadwal dinas jaga. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif pelaksanaan dinas jaga telah sesuai dengan ketentuan STCW Section A-VIII/2, dengan sistem pembagian jaga 4 jam kerja dan 8 jam istirahat (4 on–8 off) serta pencatatan rest hours yang memenuhi standar. Namun, dalam praktik masih ditemukan ketidaksesuaian, seperti pertukaran jadwal tanpa persetujuan, keterlibatan dalam pekerjaan tambahan, serta perbedaan antara data administratif dan kondisi aktual. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan (fatigue) yang menurunkan kewaspadaan dan fitness for duty. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, kesadaran kru, serta penyesuaian beban kerja.
Pengaruh Sistem Blow Purifier Terhadap Efisiensi Kerja dan Volume Sludge Tank: (studi Kasus: Kapal SLM Marsha) Dewi Amara Parardhya; Frenki Imanto; Maulidiah Rahmawati; Monika Retno Gunarti; Intan Sianturi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1777

Abstract

Sistem blow purifier merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga efisiensi kerja purifier minyak pelumas serta pengelolaan sludge di kapal. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidakkonsistenan proses pembuangan sludge pada sistem blow manual yang dapat menurunkan efisiensi kerja purifier dan meningkatkan volume sludge tank. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif untuk membandingkan efektivitas sistem blow manual dan otomatis pada purifier minyak pelumas di Kapal SLM Marsha. Data penelitian diperoleh dari Engine Log Book dan Oil Record Book (ORB) selama periode September 2024 hingga Juli 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sistem blow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem blow otomatis memiliki konsistensi interval blow yang lebih stabil dibandingkan sistem manual, sehingga meningkatkan efisiensi kerja purifier dan menurunkan volume sludge yang terakumulasi di sludge tank. Selain itu, penggunaan sistem blow otomatis mampu mengurangi risiko overflow sludge tank dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi MARPOL Annex I Regulation 12 terkait kapasitas tangki sludge. Dengan demikian, sistem blow otomatis terbukti lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional purifier dan pengelolaan sludge di kapal.
Analisis Sentimen Publik terhadap Pernyataan Menteri Keuangan tentang Kebijakan Pajak meggunakan Support Vector Machine Farida Islamiah; Muh. Qardawi Hamzah; Fakhira Az Zahira; Rezky Angelina Pailang; Nafilah Agand
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1752

Abstract

Penelitian ini menganalisis respons publik terhadap kebijakan Menteri Keuangan yang tidak menaikkan pajak menggunakan analisis sentimen berbasis machine learning. Data berupa 2.950 komentar YouTube dari video CNBC Indonesia dianalisis dengan algoritma Support Vector Machine (SVM) setelah melalui tahap preprocessing, pelabelan leksikon, dan representasi fitur TF-IDF. Hasil menunjukkan dominasi sentimen positif sebesar 80,4% dan sentimen negatif 19,6%. Model SVM mencapai akurasi 87%, dengan kinerja lebih baik pada klasifikasi sentimen positif. Temuan ini mengindikasikan tingginya penerimaan publik terhadap kebijakan fiskal tersebut serta efektivitas SVM dalam analisis sentimen kebijakan publik.
Optimasi Rute Distribusi Cabai Merah Menggunakan Metode Saving Matrix dan Nearest Neighbor pada Depot Roga Berastagi Merani Estevani Sembiring; Saina Tesalonika; Anita Christine Sembiring
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1766

Abstract

Distribusi cabai merah sebagai komoditas hortikultura yang bersifat mudah rusak (perishable) memerlukan sistem distribusi yang cepat dan efisien untuk menjaga kualitas produk serta menstabilkan harga di tingkat konsumen. Pajak Roga Berastagi berperan sebagai pusat distribusi utama cabai merah di Kabupaten Karo, namun proses distribusi yang berjalan masih menghadapi kendala berupa penentuan rute yang belum optimal sehingga menyebabkan jarak tempuh lebih panjang, penggunaan bahan bakar tidak efisien, dan biaya transportasi tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan rute distribusi cabai merah dari depot Pajak Roga Berastagi menggunakan metode Saving Matrix dan algoritma Nearest Neighbor. Metode Saving Matrix digunakan untuk menentukan kombinasi rute dengan penghematan jarak terbesar melalui penggabungan beberapa titik distribusi dalam satu perjalanan, sedangkan algoritma Nearest Neighbor digunakan untuk menentukan urutan kunjungan berdasarkan jarak terdekat. Permasalahan dimodelkan sebagai Vehicle Routing Problem (VRP) dengan satu depot dan beberapa titik distribusi serta mempertimbangkan kapasitas kendaraan sebagai batasan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode mampu meningkatkan efisiensi distribusi secara signifikan, dengan pengurangan total jarak tempuh dari 6.588 km menjadi 3.973 km atau sebesar 39,69%, penurunan biaya transportasi dari Rp10.946.200 menjadi Rp6.823.075,67 atau sebesar 37,67%, serta pengurangan jumlah rute distribusi dari 14 rute menjadi 5 rute sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat waktu pengiriman.
Analisis Kegunaan dan Perawatan Liferaft: (Studi Kasus: MV. Pacific Bulk) Anak Agung Bagus Deva Sastrawiguna; I'ie Suwondo; Trisnowati Rahayu; Firdaus Sitepu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1788

Abstract

Keselamatan maritim sangat penting di tengah kecelakaan laut tinggi di Indonesia (342 korban jiwa pada 2021), dengan liferaft sebagai rakit penyelamat inflatable wajib berdasarkan SOLAS Chapter III untuk evakuasi kapal saat kebakaran, tenggelam, atau bencana, dilengkapi survival pack untuk bertahan 30 hari. Penelitian ini menganalisis kegunaan dan perawatan liferaft di MV Pacific Bulk. Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama 12 bulan, dan tinjauan dokumen. Populasi mencakup 20 awak kapal dari departemen deck dan engine; sampel purposive adalah Mualim III (safety officer).​ Instrumen terdiri dari pedoman wawancara semi-struktural (18 pertanyaan), checklist observasi, dan lembar dokumentasi logbook/sertifikat. Analisis data mengikuti model interaktif Miles et al.: reduksi, display, dan verifikasi melalui triangulasi. Hasil menunjukkan penempatan liferaft strategis untuk akses <2 menit, HRU fungsional rilis otomatis pada kedalaman 1,5-4 m, survival pack SOLAS A lengkap, perawatan berjenjang (harian-mingguan-bulanan-tahunan oleh kru dan CV Borneo Samudra Jaya), serta drill meningkatkan keterampilan kru. Kesimpulannya, liferaft MV Pacific Bulk memenuhi LSA Code, meminimalkan risiko kegagalan lewat pemeliharaan sistematis, meski terbatas sampel tunggal dan pendekatan kualitatif.
Optimalisasi Penerapan Rest Hour Management Berdasarkan Maritime Labour Convention (MLC) 2006 Untuk Meningkatkan Kinerja Crew Diatas Kapal: (Studi Kasus: MV. Kamadiya) Afdy Febriano; Elise Dwi Lestari; Intan Sianturi; Anugrah Nur Prasetyo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Rest Hour Management sesuai Maritime Labour Convention 2006, mengidentifikasi hambatan yang terjadi, serta mengkaji upaya optimalisasi penerapannya dalam meningkatkan kinerja crew di atas kapal MV. Kamadiya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan perwira dan awak kapal, serta studi dokumentasi berupa Record of Hours of Rest dan Table of Shipboard Working Arrangement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Rest Hour Management di MV. Kamadiya pada dasarnya telah mengacu pada Maritime Labour Convention 2006 secara administratif, khususnya mengenai pemenuhan minimal 10 jam istirahat dalam 24 jam dan 77 jam dalam 7 hari, namun belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rest Hour Management di MV. Kamadiya dalam penerapannya masih ditemukan ketidaksesuaian pada kondisi tertentu, seperti saat kegiatan manuver kapal, gangguan teknis, serta tekanan operasional di pelabuhan yang menyebabkan berkurangnya waktu istirahat awak kapal. Selain itu, kurangnya kesadaran sebagian kru dalam memanfaatkan waktu istirahat secara optimal serta tingginya beban kerja turut menjadi faktor penghambat. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kelelahan (fatigue) dan menurunnya konsentrasi kerja awak kapal.
Analisis Proses Anchor Handling Dengan Penggunaan Full Thruster: (Studi Kasus: Kapal SV. Etzomer 1601) Jendra Arya Anugrah Andi Bolong; Sutoyo; Eddi; Fazri Hermanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1798

Abstract

Anchor handling merupakan kegiatan penting pada kapal pendukung lepas pantai (offshore support vessel), khususnya kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) yang berperan dalam penanganan jangkar dan menjaga stabilitas posisi kapal. Dalam praktiknya, penggunaan full thruster sering diperlukan untuk mempertahankan posisi kapal pada kondisi lingkungan seperti arus, angin, dan gelombang. Namun, penggunaan thruster secara maksimal dalam waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan teknis yang berdampak pada kelancaran operasional. Permasalahan ini terjadi pada kapal SV. Etzomer 1601 saat melakukan operasi anchor handling di perairan Natuna, di mana terjadi penurunan performa stern thruster yang menyebabkan keterlambatan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala penggunaan full thruster serta menganalisis upaya penanganannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi faktor penyebab secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dipengaruhi oleh faktor machine, material, environment, dan money. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan thruster, perawatan sistem secara berkala, serta koordinasi operasional yang baik untuk mendukung kelancaran proses anchor handling.
Pengaruh Infrastruktur Transportasi dan Mobilitas terhadap Kinerja Angkutan Barang Kereta Api di Indonesia Tahun 2020–2024 Alif Athallah; Hendi Iskandar
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur transportasi dan mobilitas terhadap kinerja angkutan barang kereta api di Indonesia pada periode tahun 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori serta memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja angkutan barang kereta api yang diukur menggunakan produksi angkutan barang dalam satuan juta ton-km, sedangkan variabel independen meliputi mobilitas yang diproksikan melalui jumlah kendaraan bermotor dan infrastruktur transportasi yang diproksikan melalui pertumbuhan panjang jalan tol. Unit analisis penelitian mencakup wilayah Jawa dan Sumatera dengan periode pengamatan tahun 2020–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan transformasi logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel mobilitas dan infrastruktur transportasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja angkutan barang kereta api. Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,917, sedangkan hasil uji parsial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,743 untuk variabel mobilitas dan 0,988 untuk variabel infrastruktur transportasi. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,024 menunjukkan bahwa model penelitian hanya mampu menjelaskan sebesar 2,4% variasi kinerja angkutan barang kereta api. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transportasi jalan masih mendominasi sistem distribusi logistik nasional dibandingkan transportasi kereta api. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem transportasi multimoda yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional.