cover
Contact Name
Daud Pamungkas
Contact Email
daudp@unsur.ac.id
Phone
+6285721613541
Journal Mail Official
alinea@unsur.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Muwardi, Cianjur, 43216 Telp/fak 0263 262284
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
ISSN : 23016345     EISSN : 26147599     DOI : 10.35194/alinea.v1i1
Alinea is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of learning bahasa-sastra Indonesia.
Articles 118 Documents
Revitalisasi Cucupatian melalui Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Fahimah*, Fahimah; Fitriani, Maudiya; Rianta, I Gusti Kadek Agus; Sartika, Yana; Hanafi, M.; Luthfiyanti, Lita
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i2.4466

Abstract

This article describes the development of Indonesian language teaching materials based on cucupatian for grade IV elementary school students. This research uses an ethnopedagogical approach with in-depth interviews and direct observation. There are several results of this research. First, the Indonesian language teaching materials at SDN Teluk Tiram 2 currently do not include Banjar culture. Second, cucupatian can be included in the descriptive text material in chapter 6 "Satu Titik" with the teaching module "Cucupatian Descriptive Text" and physical teaching media "Cuba Pang". Third, teaching materials can increase insight into Banjar culture, Banjar and Indonesian vocabulary, and can trigger the implementation of a thematic approach in the Merdeka Curriculum. In addition, it can be an example of making a culture-based teaching module.Keywords: teaching materials; cucupatian; Indonesian Abstrak: Artikel ini memaparkan pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berdasar cucupatian untuk siswa SD kelas IV. Riset ini menggunakan pendekatan etnopedagogi dengan wawancara mendalam dan observasi langsung. Terdapat beberapa hasil riset ini. Pertama, bahan ajar bahasa Indonesia yang ada di SDN Teluk Tiram 2 saat ini belum memuat budaya Banjar. Kedua, cucupatian dapat dimuat dalam materi teks deskripsi pada bab 6 “Satu Titik” dengan  modul ajar “Teks Deskripsi Cucupatian” dan media ajar fisik “Cuba Pang”. Ketiga, bahan ajar dapat menambah wawasan budaya Banjar, kosakata bahasa Banjar dan bahasa Indonesia, serta dapat memicu penerapan pendekatan tematik dalam Kurikulum Merdeka. Selain itu, bisa menjadi contoh pembuatan modul ajar berbasis budaya.Katakunci: bahan ajar; cucupatian; bahasa Indonesia 
Citra Perempuan Modern Novel "Lebih Senyap dari Bisikan" Karya Andina Dwifatma Setiawan*, Agus; Setyadi, Dwi; Ricahyono, Sigit
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i2.4011

Abstract

This article will describe the physical image and psychological image of modern women in the novel " Lebih Senyap dari Bisikan " by Adinda Dwifatma. The theories used are Djajanegara's feminist literary criticism theory, Sugihastuti's image of women, and Bruns' self-image. The data analysis technique uses a Flow Model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings show that the modern woman depicted is a woman who is slim and smooth, a woman who is mature, and cares about her health. Then, psychologically, modern women are characterized as women who are technologically literate, independent, easy to get along with, tough and hardworking, and have anxiety.Keywodrs: image; contemporary women; literary feminismAbstrak:Artikel ini akan mendeskripsikan citra fisik dan citra psikis perempuan modern dalam novel “Lebih Senyap dari Bisikan” karya Adinda Dwifatma. Teori yang digunakan adalah teori kritik sastra feminis Djajanegara, citra perempuan Sugihastuti, dan citra diri Bruns. Teknik analisis data menggunakan Flow Model yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa  perempuan modern yang digambarkan merupakan perempuan yang langsing dan mulus, perempuan yang dewasa, dan peduli terhadap kesehatan. Kemudian, secara psikis perempuan modern memiliki ciri sebagai perempuan yang melek teknologi, mandiri, mudah akrab, tangguh dan pekerja keras, serta memiliki kecemasan.Kata kunci: citra; fenimisme sastra; perempuan modern
Tindak Tutur Meminta dalam Film Kembang Api Kulsum*, Lastunna Umi; Salsabiila, Fardha Yoedya; Putra, Gagas Roskadasya Indra; Azzahra, Kania Difia; Kifaya, Kinanti Nadia; Nugroho, Miftah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i2.4394

Abstract

This article will describe the speech act of requesting in films "Kembang Api"and classify them into direct and indirect speech acts. The research method used in this study is qualitative research by taking data from the film  which was released in 2023. The research was conducted using listening techniques and note-taking techniques as well as free-speech techniques. The results of the study indicate that directive speech acts of requesting in the conversations of the actors in the film, especially in the characters Fahmi, Raga, Sukma, and Anggun. In addition, this study also found that direct speech acts of requesting occurred more often than indirect speech acts of requesting. The reason for the emergence of speech acts of requesting in the film is because the characters are described as people who do not know each otherKeywords: directive; request; pragmatics; speech act Abstrak: Artikel ini akan mendeskripsikan tindak tutur meminta dalam film “Kembang Api”dan mengklasifikasikannya menjadi tindak tutur meminta langsung dan tidak langsung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengambil data dari film “yang rilis pada tahun 2023. Penelitian dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat serta teknik bebas libat cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif meminta pada percakapan pemeran dalam film terutama pada tokoh Fahmi, Raga, Sukma, dan Anggun. Selain itu, dalam penelitian ini juga diketahui bahwa tindak tutur meminta secara langsung lebih banyak terjadi daripada tindak tutur meminta secara tidak langsung. Penyebab munculnya tindak tutur meminta pada film tersebut karena para tokohnya diceritakan sebagai orang yang tidak saling mengenalKatakunci: direktif; meminta; pragmatik; tindak tutur 
Interaksi Simbolik dalam Novel "Partikel" Karya Dee Lestari Khisbiyah*, Nurul; Susanto, Gatut
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4667

Abstract

Communication in the form of symbols and codes certainly requires meaning. Failure to understand symbols and codes can lead to misunderstandings between speakers and interlocutors. Through the theory of symbolic interaction, the symbols and codes contained in the communication between characters and Firas will be further dissected from two different perspectives. This article uses critical discourse analysis of sociocultural praxis to achieve the research objectives. The results of the study found the importance of meaning, self-concept, relationships between individuals and society, and factors underlying misunderstandings.Keywords: symbolic interaction; novel; sociopragmaticsAbstrakKomunikasi yang berupa simbol dan kode tentu memerlukan pemaknaan. Kegagalan dalam memahami simbol dan kode dapat menimbulkan adanya kesalahpahaman antara penutur dan lawan tutur. Melalui teori interaksi simbolik, akan dibedah lebih lanjut simbol dan kode yang terkandung dalam komunikasi antartokoh dengan Firas melalui dua sudut pandang yang berbeda. Artikel ini menggunakan analisis wacana kritis praksis sosiokultural untuk mencapai tujuan penelitian. Adapun hasil penelitian, ditemukan pentingnya makna, konsep diri, hubungan antar individu dan masyarakat, dan faktor-faktor yang melatarbelakangi adanya kesalahpahaman.. Katakunci: interaksi simbolik; novel; sosiopragmatik
Strategi Penguasaan Literasi Digital dan Pemahaman Wacana Muchtar, Mohamad Candra; R, Mantasiah; Juanda*, Juanda
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4965

Abstract

This article will present the understanding of digital discourse in the modern information age, focusing on the challenges faced by individuals in accessing and understanding multimodal texts on digital platforms such as social media and e-learning. The study identified patterns of understanding, including information fragmentation, difficulty verifying credibility, and challenges in understanding multimodal texts. The results of the study indicate the importance of individual comprehension strategies, such as cross-verification, additional reference searches, and the use of technology and collaboration features to overcome these obstacles. This study provides recommendations for educators and policymakers to design effective digital literacy programs, involving technologies such as Natural Language Processing (NLP) and data visualization to support discourse understanding, as well as encouraging the use of interactive and collaborative features in Ok Hb digital-based learning..Keywords: literacy; media; learningAbstrakArtikel ini akan memaparkan pemahaman wacana digital di era informasi modern, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi individu dalam mengakses dan memahami teks multimodal di platform digital seperti media sosial dan e-learning. Penelitian mengidentifikasi pola-pola pemahaman, termasuk fragmentasi informasi, kesulitan memverifikasi kredibilitas, dan tantangan dalam memahami teks multimodal. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya strategi pemahaman individu, seperti verifikasi silang, pencarian referensi tambahan, serta pemanfaatan fitur teknologi dan kolaborasi untuk mengatasi hambatan tersebut. Studi ini memberikan rekomendasi bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk merancang program literasi digital yang efektif, dengan melibatkan teknologi seperti Natural Language Processing (NLP) dan visualisasi data untuk mendukung pemahaman wacana, serta mendorong penggunaan fitur interaktif dan kolaboratif dalam Ok Hb pembelajaran berbasis digitalKatakunci: literasi; media; pembelajaran  
Relasi Makna dalam Buku Kumpulan Puisi Dongeng-Dongeng Yang Tak Utuh Karya Boy Candra Sabrina*, Sarah; Rahmawati, Nadhila Zahra
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4827

Abstract

This article will explain the relation of meaning in three poems contained in the poetry collection Dongeng-Dongeng yang Tak Utuh by Boy Candra. The focus of the research examines the types of relation of meaning: antonymy, synonymy, and opposition. The method used is a qualitative descriptive method. The data in the study are words or diction in lines or stanzas in three poems by Boy Candra. The results of the study show that the relation of meaning in the three selected poems contains 4 paired words that are antonyms, 5 paired words that are synonyms, 3 paired words that are complementary oppositions, and 2 paired words that are directional oppositions.Keywords: antonymy; opposition; meaning relation; synonymyAbstrakArtikel ini akan memaparkan relasi makna pada tiga buah puisi yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Dongeng-Dongeng yang Tak Utuh karya Boy Candra. Fokus  penelitian mengkaji jenis relasi makna antonimi, sinonimi, dan oposisi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian adalah kata atau diksi dalam larik maupun bait pada tiga puisi karya Boy Candra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi makna dalam tiga puisi yang dipilih terdapat 4 kata berpasangan yang berantonim, 5 kata berpasangan yang bersinonim, 3 kata berpasangan yang beroposisi komplementer, dan 2 kata berpasangan yang beroposisi direksional.Katakunci: antonimi; oposisi; relasi makna; sinonimi 
Peningkatan Literasi Menulis Puisi dengan Media Video Wisata Kinasih*, Bunga Sekar; Maryam, Siti; Adawiyah, Aprilla; Nuryadin, Cecep
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4987

Abstract

This article will describe the improvement of poetry writing literacy and students' responses before and after using video. The method used in the study was an experiment, with a Pre-experimental one group pretest posttest design. The results showed that the ability to write poetry before and after using video media increased. This can be seen from the test of the difference in the average pretest and posttest which obtained a Sig. (2-tailed) value of 0.000 which means it is smaller than 0.005 and it can be said that there is a significant difference between the two data. Then, the results of the N-gain score test showed a value of 0.83 or around 83% and were included in the effective category. Thus, it can be concluded that the use of video media is effective in improving students' poetry writing literacy. On the other hand, the results of the questionnaire showed that most students felt helped by the use of video media in learning to write poetry.Key wodds: literacy; writing poetry; media; travel videosAbstrakArtikel ini akan mendeskripsikan peningkatan literasi menulis puisi dan respon siswa sebelum dan sesudah menggunakan  video. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu eksperimen, dengan desain Pre-experimental one group pretest posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi sebelum dan sesudah menggunakan media video  mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest yang memperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,005 dan dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua data. Kemudian, hasil uji N-gain score yang menunjukkan nilai 0,83 atau sekitar 83% dan termasuk pada kategori efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video efektif untuk meningkatkan literasi menulis puisi siswa. Di sisi lain, hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa terbantu dengan gunakannya media video dalam pembelajaran menulis puisi.Kata kunci: literasi; menulis puisi; media;  video wisata
Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Persuasi Berbasis Canva Ganeswara, Muhamad Ginanjar; Atih*, Atih
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4971

Abstract

This article will present the results of the development of Indonesian language learning media in SMPN based on Canva. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, including analysis, design, development, implementation and evaluation. Validation was carried out by language experts (100%), material experts (100%) and media experts (90%). The responses of educators (91.5%) and students (96.41%) were also very valid. Thus, it can be concluded that Canva-based learning media in the Indonesian language subject of persuasive text material for class VIII is suitable for use as a learning medium..Keywords: Canva; learning media; persuasive textAbstrakArtikel ini akan memaparkan hasil pengembangan media pembelajaran bahasa Indonesia di SMPN berbasis Canva. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, mencakup analisis, rancangan, pengembangan, penerapan dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli bahasa (100%), ahli materi (100%) dan ahli media (90%). Respon pendidik (91,5%) dan peserta didik (96,41%) juga sangat valid. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Canva pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi teks persuasi kelas VIII layak digunakan sebagai media pembelajaran. Katakunci: Canva; media pembelajaran;  teks persuasi 
Struktur Puisi “Perempuan-Perempuan” Karya D. Kemalawati Yani*, Ulfi; Yanti, Diana; Solihati, Nani
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4887

Abstract

This article will explain the physical structure in the poem Perempuan-perempuan by D. Kemalawati. The approach in this study uses a qualitative descriptive method. Data in the study were collected using content analysis techniques (text). The results of this study reveal that the physical structure and diction of the poem utilize connotative language that provides figurative meaning and denotative language that is simple but full of meaning, while the imagery or imagery in this poem utilizes visual and auditory imagery to strengthen the atmosphere of the poem and make it easier for readers to understand the poem. The message in the poem explains that a woman must survive amidst all limitations.Keywords: poetry; physical structure; imagery AbstrakArtikel ini akan memaparkan struktur fisik dalam puisi Perempuan-perempuan karya D. Kemalawati. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian dikumpulkan menggunakan teknik content analysis (teks). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa struktur fisik dan diksi puisi memanfaatkan bahasa konotatif yang memberikan makna kiasan dan bahasa denotatif yang bersifat sederhana tapi penuh makna, sedangkan citra atau pengimajian dalam puisi ini memanfaatkan citraan visual dan auditif untuk memperkuat suasana puisi dan memudahkan pembaca dalam memahami puisi. Amanat dalam puisi menjelaskan bahwa seorang perempuan harus tetap bertahan di tengah segala keterbatasan.Katakunci: puisi; struktur fisik; citraan 
Alur Dramatik dan Karakter Tokoh Novel Seri Detektif Handaka "Kunarpa Tan Bisa Kandha" karya Suparto Brata Istiqomah*, Roihanah; Zustiyantoro, Dhoni
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i1.4917

Abstract

The novel "Kunarpa Tan Bisa Kandha" by Suparto Brata is a Handaka detective series novel. This research is motivated by the uniqueness of the novel including a storyline full of surprises, a detective's adventure in uncovering a case, and the psychological condition of the characters. The purpose of this study is to describe the dramatic plot in the novel and analyze the characters' characters, this study uses a descriptive method whose data is in the form of dialogue quotes or sentences in the novel, with an objective approach and Robert Stanton's structuralism theory of plot. The results of this study indicate that the novel that is the object of research has a dramatic plot consisting of exposition showing the background of the story, complications of the emergence of problems, climax of the peak point of conflict, resolution of problem solving, and conclusion of the final conclusion of the story. Then, the characters involved in the case of revealing the mystery of the murder of the characters have calm, meticulous, obedient, tough, open, quiet, shy, polite, vengeful, and mysterious characters.Keywords: dramatic; character; structuralism; figureAbstrakNovel “Kunarpa Tan Bisa Kandha” karya Suparto Brata merupakan novel serial detektif Handaka. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya keunikan novel tersebut meliputi alur cerita yang penuh kejutan, petualangan detektif dalam mengungkap sebuah kasus, dan kondisi psikologis tokoh. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan alur dramatik dalam novel dan menganalisis karakter tokoh, penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang datanya berupa kutipan dialog atau kalimat dalam novel tersebut, dengan tujuan pendek dan teori strukturalisme alur Robert Stanton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel yang menjadi objek penelitian memiliki alur dramatik yang terdiri atas eksposisi yang menunjukkan latar belakang cerita, komplikasi munculnya masalah, klimaks titik puncak konflik, resolusi penyelesaian masalah, dan konklusi kesimpulan akhir cerita. Kemudian, tokoh yang terlibat dalam kasus mengungkap misteri pembunuhan para tokoh memiliki karakter tenang, teliti, penurut, keras, terbuka, pendiam, pemalu, sopan, pendendam, dan misterius.Kata kunci :  dramatik; karakter; strukturalisme; tokoh 

Page 11 of 12 | Total Record : 118