cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pengaruh Tipe Bunga terhadap Komponen Produksi Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Parnidi, P; Riajaya, Prima Diarini
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.961 KB)

Abstract

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman yang dapat beradaptasi pada kondisi kering dan lahan marginal (kritis). Salah satu kendala dalam budidaya tanaman jarak pagar adalah rendahnya rasio bunga betina dan jantan yang berpengaruh terhadap rendahnya produksi biji. Serangan hama, kekurangan nutrisi dan air menyebabkan terbentuknya tipe bunga yang berpengaruh terhadap produksi jarak pagar. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari 2015 sampai dengan Pebruari 2016 menggunakan lima belas tanaman jarak pagar IP-3A yang berumur empat tahun hasil pertanaman dari biji yang ditanam pada tahun 2012 di Kebun Percobaan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Pengamatan terdiri dari jumlah malai normal dan roset, jumlah bunga betina dan jantan, jumlah buah yang terbentuk dan bobot kering biji. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada tanaman jarak pagar terdapat dua tipe bunga yaitu tipe normal dan abnormal (roset). Rata-rata jumlah malai bunga normal per pohon yang terbentuk selama 12 bulan sebesar 10,28. Rata-rata jumlah bunga betina per malai 9,50 dan jumlah buah jadi 7,13. Rata-rata jumlah malai bunga roset yang terbentuk per pohon adalah 8,28. Rata-rata jumlah bunga betina 2,30 dan buah jadi sebesar 2,28. Banyaknya bunga betina yang terbentuk bulan Juli-November pada bunga normal tidak diikuti dengan banyaknya buah yang jadi, karena bunga betina banyak yang gugur. Secara umum tingginya jumlah bunga roset, rendahnya rasio bunga betina dan jantan, jumlah buah jadi serta rendahnya bobot kering biji menyebabkan rendahnya komponen produksi jarak pagar. Besarnya bunga tipe roset berpengaruh terhadap penurunan komponen produksi jarak pagar, sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan ratio bunga betina terhadap bunga jantan melalui pemenuhan nutrisi tanaman pada bulan Juni-November (musim kemarau), dan pemeliharaan tanaman dari serangan hama penyakit.
Viabilitas Biji Sengon Penyimpanan 6 Bulan dan 23 Tahun Baskorowati, Liliana; Setiadi, Dedi; Fauzi, Mohammad Anis
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.659 KB)

Abstract

Sengon yang banyak dikembangkan oleh masyarakat di Jawa karena cepat tumbuh dan mempunyai pangsapasar kayu yang bagus. Hal tersebut menyebabkan permintaan akan bibit sengon di masyarakat sangat tinggi.Pembibitan sengon selama ini dilakukan melalui penyemaian biji yang didapat dari tanaman-tamanan sengondisekitarnya. Untuk menunjang penyediaan bibit, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui viabilitas biji sengon setelah penyimpanan yang lama (23 tahun) dan penyimpanan selama 6bulan. Penelitian dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan PemuliaanTanaman Hutan pada bulan Januari sampai Maret 2017. Benih sengon yang digunakan adalah benih sengonyang dieksplorasi dari 5 provenan (daerah asal) di Wamena dan Jawa untuk uji umur 6 bulan; serta 5provenan dari Wamena untuk uji umur 23 tahun oleh tim peneliti sengon B2P2PBPTH. Benih sengontersebut disimpan di dalam plastik tertutup yang dimasukkan ke dalam botol plastik dan disimpan dalamDCS (Dry Cold Storage) dengan suhu -5oC. Pengujian viabilitas benih dilakukan dengan menabur benihmasing masing 25 biji menggunakan petridish, dan jumlah benih yang berekecambah diamati pada hari ke 2.5 dan 7. Pertumbuhan tinggi semai umur 1 bulan dicatat, untuk mengetahui laju pertumbuhannya. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa perkecambahan maksimal terjadi pada hari ke 7 dan tidak terjadipenambahan kecambah pada hari ke 9. Kemampuan kecambah sengon dengan lama simpan 6 bulanmenunjukkan perbedaan yang nyata antar provenan dengan nilai F hitung = 3.391 dan P (sig) = 0.000;sedangkan yang dengan lama simpan 23 tahun tidak berbeda secara nyata antar provenan. Rerata persenkecambah untuk benih dengan penyimpanan 6 bulan : 81,99% sedangkan dengan penyimpanan 23 tahun :60,31%. Analisis data pengukuran tinggi semai sengon umur 1 bulan dari benih yang disimpan selama 6bulan menunjukan perbedaan yang sangat nyata antar provenan; semai sengon dari Elagiama mencapai reratatinggi 8.67 cm; pertumbuhan tinggi terendah adalah semai yang berasal dari Wonosobo (5.98 cm). Variasipertumbuhan semai sengon umur 1 bulan antar provenan Wamena juga ditunjukkan dari benih sengon yangsudah disimpan selama 23 tahun. Secara umum benih yang masih baru (disimpan 6 bulan) mempunyaikemampuan tumbuh yang lebih baik dibandingkan dengan benih yang sudah lama tersimpan (23 tahun). Daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa biji sengon dapat disimpan di DCS dalam waktu yang lama,meskipun terjadi penurunan viabilitas.
Inventarisasi Protozoa di Objek Wisata Umbul Cokro Tulung Klaten Astuti, Dwi Setyo
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.856 KB)

Abstract

Protozoa merupakan mikroorganisme bersel tunggal kelompok Protista yaitu organisme eukariota yang bukanhewan maupun tumbuhan. Protozoa dibagi ke dalam empat Classis berdasarkan susunan alat geraknya. Ciliatamerupakan Protozoa yang bergerak dengan silia atau bulu getar, Flagellata merupakan Protozoa yang bergerakdengan bulu cambuk, Rhizopoda adalah Protozoa berkaki semu sedangkan Sporozoa adalah Protozoa yangtidak memiliki alat gerak. Habitat Protozoa tersebar mulai di air, di tanah yang lembab, dan dalam tubuhorganisme lain. Tujuan penelitian ini adalah utnuk mengetahui dan menginventaris jenis Protozoa yangterdapat di objek wisata pemandian umbul Cokro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Populasi adalah semua air di umbul Cokro, sedangkan sampel adalah air yang berada di titk-titik yang telahditentukan sebagai lokasi pengambilan sampel. Berdasarkan pemgamatan dan identifikasi yang telah dilakukandiperoleh hasil jenis Protozoa yang terdapat di umbul Cokro adalah sebagai berikut : Stentor sp, Vorticella sp,Difflugia sp, Arcella sp, Actinospaerium sp, dan Volvox sp. Dari semua spesies yang temukan merupakanProtozoa nonpatogenik.
Kerapatan Stomata dan Kadar Klorofil Tumbuhan Clausena Excavata berdasarkan Perbedaan Intensitas Cahaya Budiono, Ruly; Sugarti, Dini; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Supriatun, Titin; Mutaqin, Asep Zainal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.752 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerapatan stomata dan kadar klorofil tumbuhan Clausena excavata atau ki baceta berdasarkan intensitas cahaya di Cagar Alam Bojonglarang Jayanti Kabupaten Cianjur. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey dan untuk analisis sampel menggunakan spektrofotometer. Pengambilan sampel daun dengan intensitas cahaya 0-500 lux, 500-1000 lux dan 1000-1500 lux dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Sampel daun diambil sebanyak 6 helai kemudian dilakukan pengamatan kerapatan stomata dan ekstraksi untuk pengukuran kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerapatan stomata pada intensitas cahaya 0-500 lux sebesar 149,4/mm², pada intensitas cahaya 500-1000 lux sebesar 156,5/mm², dan pada intensitas cahaya 1000-1500 lux sebesar 166,5/mm². Dari hasil pengukuran kadar klorofil didapatkan bahwa total kadar klorofil pada intensitas 0-500 lux adalah sebesar 25,44 mg/L, pada intensitas 500-1000 lux sebesar 47,70 mg/L, dan pada intensitas 1000-1500 lux sebesar 52,45 mg/L
Inventarisasi Keanekaan Anggota Ordo Odonata di Cagar Alam Nusakambangan Timur dan Sekitarnya Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Zaman, Mokhamad Nur; Yusuf, Muhammad; Romli, Mochamad; Syafii, Imam; Hardhaka, Tri; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Saikhu, Akhmad; Rouf, M. Solakhudin Ar; Adi, Arfiansyah; Laily, Zainul; Purwanto, Pratama Bimo; Yudo, M. Haris
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.249 KB)

Abstract

Capung merupakan serangga yang mempunyai nilai penting bagi lingkungan. Keberadaanya di alam menjadipenanda adanya perubahan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah merekam keberadaan keanekaanCapung, karena hingga saat ini belum ada data capung di Cagar Alam Nusakambangan Timur. Mengingatpulau Nusakambangan adalah salah satu lokasi bernilai tinggi yang merupakan daerah hutan primer di Jawayang masih tersisa. Metode yang digunakan adalah survey langsung di lapangan di beberapa wilayah yaituSungai, Hutan Primer, dan Pantai pada bulan Januari 2017. Hasilnya tercatat ada 14 spesies yang terbagidalam 2 subordo yaitu Anisoptera dan Zygoptera. Subordo Anisoptera terdiri dari 2 famili yaitu Aeshnidae (1spesies) dan Libellulidae (7spesies). Subordo Zygoptera terdiri dari 4 famili yaitu Clorochypidae (1 spesies),Protoneuridae (1 spesies), Platycnemididae (3 spesies),dan Platystictidae (1 spesies). Spesies terakhirmerupakan spesies endemik Jawa yaitu Drepanosticta sundana.
Kadar Klorofil pada Beberapa Tumbuhan Obat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung Nurzaman, Mohamad; Meilinda, Pudji; Budiono, Ruly; Setiawati, Tia; Mutaqin, Asep Zainal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorofil dari tumbuhan–tumbuhan obat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey. Sampel dianalisis menggunakan spektrofotometer. Penelitian dilakukan pada lima titik lokasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 15 jenis tumbuhan obat dari 15 famili yang berbeda, yaitu Cananga odorata (Annonaceae), Cinnamomum parthenoxylon (Lauraceae), Cordyline fruticosa (Liliacaee), Datura metel (Solanaceae), Gossampynus heptaphylla (Bombacaceae), Intsia bijuga (Fabaceae), Ixora javinca (Rubiaceae), Lagerstromia speciosa (Lythraceae), Lantana camara (Verbenaceae), Melastoma candidum (Melastomaceae), Pileatrinervia (Urticaceae), Psidium guajava (Myrtaceae), Rhoeo discolor (Commelinaceae), Stercullia Oblongata(Streculiaceae), dan Styrax benzoin (Sytraceae). Jenis yang memiliki kadar klorofil tertinggi adalah Lantana camara dari famili verbenaceae, yaitu sebesar 50,52mg/L. Sedangkan Stercullia Oblongata dari famili Streculiaceae memiliki kadar klorofil terendah dengan nilai sebesar 3,96 mg/L.
Pengaruh Penggunaan Polivinil Pirolidon (Pvp) Sebagai Bahan Pengikat terhadap Sifat Fisik dalam Formulasi Sediaan Granul Effervescent Ekstrak Buah Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis Griff. Et Anders.) Sala, Yameela; Suprapto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.509 KB)

Abstract

Ekstrak buah asam gelugur (Garcinia atroviridis Griff. et Anders.) salah satu herbal yang mengandungHydroxytic acid (HCA) telah diteliti dan terbukti memiliki berbagai khasiat salah satunya untuk menekan nafsumakan dan meningkat pembakaran lemak sehingga dapat digunakan sebagai suplimen penurunan berat badan.Granul effervescent dipilih sebagai alternatif bentuk sediaan karena dapat memberi sensasi yang menyegarkannyaman mudah digunakan dan penyiapan larutan dengan dosis obat yang tepat dapat dilakukan dalam waktuseketika. Bahan pengikat mengandung peranan penting dalam pembuatan granul effervescent, yaitumenghasikan granul yang kompak. Salah satu bahan pengikat yang digunakan yaitu Polivinil pirolidon (PVP).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar PVP sebagai bahan pengikat terhadap sifatfisik granul effervescent ekstrak etanolik buah asam gelugur.Ekstrak buah asam gelugur diekstraksi dengan metode maserasi dengan etanol 96% dan granul effervescentdibuat denngan metode granulasi basah. Granul ekstrak etanol buah asam gelugur di buat dalam tiga formulasidengan perbedaan variasi konsentrasi PVP dalam granul yaitu formulasi I 1%, formulasi II 3 % dan formulasiIII 5%. Granul kering dievaluesi meliputi uji waktu alir dan sudut diam. Granul effervescent yang dihasilkankemudian diuji sifat fisik digukan untuk menentukan kualitas formula granul effervescent yang dihasilkan. Datadianalisis dengan pendekatan teoritis dan statistik menggunaan uji analisis varian (ANOVA) satu jalan dengantarif kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul effervescent yang dihasilkan memenuhi pensyaratan uji kecepatanalir dan sudut diam. PVP berpengaruh dominan terhadap semua sifat fisik granul effervescent. Sifat fisik yangpaling baik terhadap granul effervescent ekstrak buah asam gelugur yang mengandung PVP 1%.
Prevalensi Tungau Parasit pada Larva Aedes Sp. di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kabupaten Karanganyar Budianto, Bambang Heru
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.152 KB)

Abstract

Kabupaten Karanganyar mempunyai 6 kecamatan yang merupakan daerah endemis Demam BerdarahDengue (DBD). Endemisitas DBD menggambarkan keberhasilan perkembangan populasi nyamuk Aedes sp.,namun sebaliknya diduga berkaitan dengan rendahnya kemampuan tungau parasit dalam menemukan danmemparasiti larva Aedes sp. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui familia-familia tungau parasit yangmemparasiti larva Aedes sp dan menentukan prevalensinya di daerah endemis DBD di Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah survai dengan teknik pengambilan sampel secara purposiverandom sampling. Lokasi penelitian terdapat di 6 kecamatan endemis DBD yaitu kecamatan Colomadu,Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat. Banyaknya sampel larva Aedes sp. yang disampel berkisarantara 806 hingga 835 individu untuk setiap kecamatannya atau seluruh kecamatan mencapai 4.899 individu.Larva yang diperoleh diperiksa menggunakan mikroskop perbesaran rendah untuk mengetahui familia danjumlah individu setiap familia tungau parasit. Data dianalisis menggunakan analisis prevalensi yaitu denganmembagi jumlah larva Aedes sp. yang terparasiti oleh tungau parasit dengan jumlah seluruh individu larva Aedessp. yang diperiksa. Hasil identifikasi ditemukan 3 familia tungau parasit larva nyamuk Aedes sp. yaitu FamiliaPionidae, Hydryphantidae, dan Hydrachnidae. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi tungau parasit padalarva Aedes sp. di kabupaten Karanganyar tergolong sangat rendah yaitu hanya mencapai 0,10%.
Spesifisitas Parasit Protozoa Trichodina Sp. pada Gurame, Tawes, Nilem dan Nila yang Dibudidayakan Polikultur Utami, Prasetyarti; Rokhmani, R
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.911 KB)

Abstract

Parasit Protozoa Trichodina sp. memiliki kemampuan reproduksi dengan membelah yang cepat, penyebarannyayang luas, dan dapat menginfeksi lebih dari satu jenis ikan. Petani ikan di wilayah Banyumas masih banyakditemui membudidayakan gurame dengan polikultur bersama-sama tawes, nilem dan nila. Telah dilakukanpenelitian untuk mengetahui spesifisitas parasit protozoa Trichodina sp. tertentu yang menginfeksi pada masingmasingikan pada budidayakan polikultur. Metode penelitiannya adalah survei. Lokasi pengambilan sampel diDesa Kutasari Baturaden Kabupaten Banyumas dan Pelaksanaan isolasi dan identifikasi parasit dilaksanakan diLaboratorium Parasitologi-Entomologi Fakultas Biologi Unsoed Purwokerto. Hasil penelitian berdasarkanpengukuran variasi morfomertrik untuk penentuan jenis spesies Trichodina sp. yang ditemukan pada masingmasingikan adalah tidak ada perbedaan atau tidak ada spesifisitas. Jenis spesies Trichodina sp. yang ditemukanpada gurame, tawes, nilem dan nila yang dibudidayakan polikultur adalah sama, yaitu Trichodina nigra,Trichodina acuta, Trichodina nobilis dan Trichodina heterodentata.
Jumlah dan Motilitas Spermatozoa Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang Dipapari Obat Nyamuk Elektrik Berbahan Aktif D-Allethrin Naim, Fatchun; Krismawati, Windi Tri; Maulana, Khoironni Devi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.478 KB)

Abstract

Obat nyamuk merupakan salah satu obat yang digunakan untuk membasmi nyamuk dalam suatu ruangan. Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki potensi dan daya tarik tersendiri bagi habitat nyamuk. Akibatnya, tidak jarang masyarakat Indonesia menggunakan obat nyamuk untuk membasmi serangan nyamuk. Saat ini obat nyamuk yang beredar di pasaran sangat beragam. Misalnya obat nyamuk berbentuk semprot, bakar, oles maupun elektrik. Produk obat nyamuk umumnya memiliki zat tambahan tertentu misalnya senyawa d-alletrin yang dapat merugikan kesehatan. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dan motilitas spermatozoa tikus jantan galur wistar umur 2-3 bulan yang dipapari obat nyamuk eletrik yang berbahan aktif d-allethrin dengan durasi waktu yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu post test randomized control design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 12 ekor tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar berumur 3 bulan yang terpapar allethrin yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kotrol, pemaparan 4 jam, 8 jam serta 12 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian waktu pemaparan obat nyamuk dengan kandungan bahan aktif d-allethrin dapat mempengaruhi terhadap kualitas spermatozoa dalam hal ini jumlah spermatozoa untuk semua kelompok perlakuan 135, 67, 130, 117.3 dan 101 (juta/ml ejakulat). Sedangkan motilitas spermatozoa tikus dalam bilik hitung Neurbaeur (%) untuk semua kelompok perlakuan masing masing 77.3, 68, 65.7 dan 49,7. Semakin lama waktu pemaparan obat nyamuk d-alletrin semakin tinggi pengaruhnya terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa tikus jantan.

Page 10 of 69 | Total Record : 687