cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Tipologi Komunikasi Interpersonal Mediator Perceraian Pengadilan Agama Kota Bandung Tarissa Puri Febrianti; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management 297 - 306
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23917

Abstract

The high divorce rate in Bandung City which reached 4,934 cases in 2024 makes the mediation proces a crucial tool in curbing the erosion of family resilience. The success of such mediation depends heavily on the mediator’s interpersonal communication skills in resolving obstacles and managing emotionally charged disputes. This study aims to analyze the interpersonal communication practices of mediators at the Class 1A Religious Court in Bandung City using Joseph A. DeVito’s theoretical framework integrated with Islamic spiritual values. The object of this study is mediators’ interpersonal communication, with three key mediator informants as the research subjects. The approach used is quasi-qualitative with a combined deductive method through a post-positivist paradigm. Data collection was conducted using structured techniques, including in-depth interviews, non-participant observation, and documentation of mediation reports from 2025. Data analysis employed thematic analysis and categorization techniques. The research findings indicate that the five communication qualities are applied strategically and are influenced by three mediator typologies: M1 (Humorous-Persuasive), M2 (Firm-Patient), and M3 (Spiritual-Rational). Openness is manifested through facilitated disclosure; cognitive empathy through reframing; a supportive attitude in the form of the regulatory function of rules; interaction management as a balancer of the flow of dialogue (Qaulan Layyinan); and equality through power balancing (Al-Adl). This study produced the “Mediator Interpersonal Communication Transformation Model” as an instrument for restoring trust to facilitate peaceful resolutions (Ishlah) and amicable separations (Cerai Ma’ruf).   Tingginya angka perceraian di Kota Bandung yang mencapai 4.934 kasus pada tahun 2024 menempatkan proses mediasi sebagai instrumen krusial dalam menekan degradasi ketahanan keluarga. Keberhasilan mediasi tersebut sangat bergantung pada kualitas kompetensi komunikasi interpersonal mediator dalam mengurai hambatan dan mengelola sengketa yang sarat muatan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi interpersonal mediator di Pengadilan Agama Kelas 1A Kota Bandung dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual Islam. Objek penelitian ini adalah komunikasi interpersonal mediator dengan subjek penelitian tiga informan mediator kunci. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi-kualitatif dengan metode campuran deduktif (Combined Deductive) melalui paradigma post-positivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan secara terstruktur melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi laporan mediasi tahun 2025. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kualitas komunikasi diterapkan secara strategis yang dipengaruhi oleh tiga tipologi mediator: M1 (Humoris-Persuasif), M2 (Tegas-Sabar), dan M3 (Spiritual-Rasional). Keterbukaan diwujudkan lewat facilitated disclosure, empati secara kognitif melalui reframing, sikap mendukung berupa fungsi regulatif aturan, manajemen interaksi sebagai penyeimbang arus dialog (Qaulan Layyinan), dan kesetaraan melalui power balancing (Al-Adl). Penelitian ini menghasilkan "Model Transformasi Komunikasi Interpersonal Mediator" sebagai instrumen restorasi kepercayaan guna memfasilitasi keputusan damai (Ishlah) maupun perpisahan yang baik (Cerai Ma’ruf).
Transformasi Komunikasi Publik di Desa Cileunyi Kulon Lutfia Amalia Putri; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management 307 - 316
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23945

Abstract

The transformation of public communication through social media has become a phenomenon in village governance in the digital era. Social media not only serves as a channel for disseminating information but also promotes open, participatory, and collaborative communication. In Cileunyi Kulon Village, public communication through Instagram is managed not only by the village government and Neighborhood Associations, which informally administer Instagram accounts. This practice reflects a shift from formal public communication toward a community-based communication model. This study aims to analyze the transformation of public communication through Neighborhood Association Instagram accounts in Cileunyi Kulon Village and to identity the challenges encountered in implementation. The study employed a descriptive qualitative method using the POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) and Computer-Mediated Communication theory as analytical frameworks. Teh findings indicate that Neighborhood Association Instagram accounts function as an extension of the village government’s public communication by enabling faster, flexible, and interactive information dissemination. However,  implementation continues to face challenges, including limited human resources, inconsistent account management, and weak coordination among communcators. The study concludes that the transformation of public communication at the village level involves digitalization of communication media and changes in communicators roles, communication patterns, and collaborative public communication management. Transformasi komunikasi publik melalui media sosial menjadi fenomena penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di era digital. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga mendorong terwujudnya komunikasi yang lebih terbuka, partisipatif, dan kolaboratif. Di Desa Cileunyi Kulon, komunikasi publik melalui Instagram tidak hanya dikelola oleh pemerintah desa, tetapi juga melibatkan Rukun Warga sebagai pengelola akun Instagram wilayah secara informal. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran praktik komunikasi publik dari pola yang bersifat formal menuju komunikasi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi komunikasi publik melalui pemanfaatan Instagram Rukun Warga di Desa Cileunyi Kulon serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis berdasarkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan teori Computer Mediated Communication (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Rukun Warga berperan sebagai perpanjangan komunikasi publik pemerintah desa melalui penyebaran informasi yang lebih cepat, fleksibel, dan interaktif. Pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan akun, dan koordinasi antar komunikator. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi komunikasi publik di tingkat desa tidak hanya ditandai oleh digitalisasi media, tetapi juga mencakup perubahan peran komunikator, pola interaksi, serta sistem pengelolaan komunikasi publik yang lebih kolaboratif dalam mendukung penyelenggaraan komunikasi publik di tingkat desa.
Relasi Antarpribadi dalam Ruang Komunikasi Digital pada Fitur Streak TikTok Sekar Ayu Kinanti; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Communication Management 317 - 324
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23956

Abstract

The rapid development of digital communication technology has transformed interpersonal interaction patterns, particularly among Generation Z students. This study aims to examine how TikTok’s streak feature functions as a medium of interpersonal communication in digital space, as well as how media literacy knowledge influences relationship management among students of Fikom Unisba class of 2022. This research uses a qualitative method with a case study approach under a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving selected informants using purposive sampling. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the streak feature is not merely a technical tool but a symbolic medium representing relationship continuity, encouraging routine and reciprocal communication, and maintaining long-distance connections. Additionally, students demonstrate media literacy understanding of knowledge through ethical communication practices, understanding of digital footprints, adaptive communication styles, and anticipation of miscommunication. Furthermore, students are able to balance their digital social needs with healthy media usage boundaries through time management, selective responses, and maintaining relational balance. This study concludes that digital communication practices are shaped by the interaction between technological affordances, social needs, and individual awareness. Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola interaksi antarpribadi, khususnya di kalangan mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fitur streak TikTok sebagai media komunikasi dalam ruang digital serta mengkaji pengetahuan media literasi mahasiswa dalam mengelola relasi antarpribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur streak tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan relasi, media komunikasi ringan yang rutin, pendorong komunikasi dua arah, serta sarana menjaga keterhubungan jarak jauh. Selain itu, mahasiswa menunjukkan pemahaman kesadaran media literasi melalui penerapan etika komunikasi, pemahaman terhadap jejak digital, kemampuan menyesuaikan gaya komunikasi, serta upaya menghindari miskomunikasi. Mahasiswa juga mampu menyeimbangkan kebutuhan sosial digital dengan batas sehat bermedia melalui manajemen waktu, selektivitas respons, dan pengelolaan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi digital merupakan hasil interaksi antara teknologi, kebutuhan sosial, dan kesadaran individu yang membentuk pengalaman komunikasi bermakna, adaptif, serta relevan dengan dinamika kehidupan digital mahasiswa pada era transformasi komunikasi kontemporer secara konsisten dalam berbagai konteks komunikasi.
Strategi Komunikasi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada Siswa dalam Membangun Prestasi Akademik Syifa Fatihah; Dian Widya Putri
Bandung Conference Series: Communication Management 335 - 342
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23962

Abstract

Interpersonal communication is an important aspect in building effective working relationships, especially in the implementation of internship programs that involve direct interaction between supervisors and interns. In the implementation of the internship program at Rumah Kreatif Kota Bandung, obstacles to interpersonal communication are still found such as unclear work directions, minimal feedback, and sudden changes in tasks that have the potential to affect the work motivation of interns. This study aims to determine the relationship between interpersonal communication of supervisors and the work motivation of interns at Rumah Kreatif Kota Bandung. This study uses a quantitative method with a correlational study approach. Interpersonal communication variables are measured based on Joseph A. DeVito's theory of interpersonal communication effectiveness which includes openness, empathy, supportive attitudes, positive attitudes, and equality. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires to interns at Rumah Kreatif Kota Bandung. Data analysis used a correlation test to determine the level of relationship between research variables. The results of the study indicate that interpersonal communication of supervisors has a significant relationship with the work motivation of interns. All dimensions of interpersonal communication show a positive relationship with both intrinsic and extrinsic motivation of interns. The better the interpersonal communication carried out by the supervisor, the higher the work motivation of interns during the internship program at Rumah Kreatif Kota Bandung.   Komunikasi interpersonal merupakan aspek penting dalam membangun hubungan kerja yang efektif, khususnya dalam pelaksanaan program magang yang melibatkan interaksi langsung antara pembimbing dan mahasiswa magang. Dalam pelaksanaan program magang di Rumah Kreatif Kota Bandung masih ditemukan hambatan komunikasi interpersonal seperti ketidakjelasan arahan kerja, minimnya umpan balik, serta perubahan tugas secara mendadak yang berpotensi memengaruhi motivasi bekerja mahasiswa magang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal pembimbing dengan motivasi bekerja mahasiswa magang di Rumah Kreatif Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Variabel komunikasi interpersonal diukur berdasarkan teori efektivitas komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito yang meliputi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa magang di Rumah Kreatif Kota Bandung. Analisis data menggunakan uji korelasi untuk mengetahui tingkat hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pembimbing memiliki hubungan yang signifikan terhadap motivasi bekerja mahasiswa magang. Seluruh dimensi komunikasi interpersonal menunjukkan hubungan positif terhadap motivasi intrinsik maupun ekstrinsik mahasiswa magang. Semakin baik komunikasi interpersonal yang dilakukan pembimbing, maka semakin tinggi motivasi bekerja mahasiswa magang selama menjalani program magang di Rumah Kreatif Kota Bandung.
Pengelolaan Produksi Konten Dakwah Digital Radio MQFM Bandung Daffa Qurrota Aini Harira; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Communication Management 343 - 352
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23994

Abstract

The development of digital technology has transformed da’wah practices from conventional methods toward more interactive communication via digital media. MQFM Radio Bandung, as a da’wah broadcasting organization, has adapted through media convergence by developing da’wah content across various platforms, including its website, Instagram, Facebook, X, and YouTube. This study aims to examine the process of managing the production of digital da’wah content carried out by the MQFM Bandung multimedia team across all of these platforms, from the pre-production stage through production to post-production. Additionally, this study also examines the application of communication management functions—including planning, organizing, implementing, and monitoring—and explores the rationale behind selecting the value of “Inspiration for Indonesian Families” as the primary foundation for developing digital da’wah content. This study employs a qualitative research method using a case study approach and a constructivist paradigm. The theories used are Open System Theory, Media Management Strategic and Media Convergence The research findings show that the MQFM Bandung multimedia team implements systematic production management through the POAC framework at every stage of production. This process includes planning ideas and themes for da’wah, organizing the team, production, and the distribution and evaluation of content across various digital platforms. Media convergence allows a single piece of da’wah content to be adapted into various formats according to the characteristics of each platform The value of “Inspiration for Indonesian Families” serves as both the value proposition and the core identity of MQFM in delivering messages of Islamic outreach that are relevant, inclusive, and easily accepted by the public through a family-based approach. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan praktik dakwah dari metode konvensional menuju komunikasi yang lebih interaktif melalui media digital. Radio MQFM Bandung sebagai lembaga penyiaran dakwah beradaptasi melalui konvergensi media dengan mengembangkan konten dakwah pada berbagai platform, yaitu website, Instagram, Facebook, X, dan YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan produksi konten dakwah digital yang dilakukan oleh tim multimedia MQFM Bandung pada seluruh platform tersebut, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji penerapan fungsi manajemen komunikasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, serta memahami alasan pemilihan nilai “Inspirasi Keluarga Indonesia” sebagai landasan utama dalam pengembangan konten dakwah digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan meliputi Teori Sistem Terbuka, Manajemen Strategi Media dan Konvergensi Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim multimedia MQFM Bandung menerapkan manajemen produksi secara sistematis melalui fungsi POAC pada setiap tahapan produksi. Proses tersebut mencakup perencanaan ide dan tema dakwah, pengorganisasian tim, produksi, serta distribusi dan evaluasi konten pada berbagai platform digital. Konvergensi media memungkinkan satu materi dakwah diadaptasi ke berbagai format sesuai karakteristik platform. Nilai “Inspirasi Keluarga Indonesia” menjadi proposition value sekaligus identitas utama MQFM dalam mengemas pesan dakwah yang relevan, inklusif, dan mudah diterima masyarakat melalui pendekatan berbasis keluarga.
Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Konten Education Marketing di Platform Media Sosial Muh Iqbal Faturohman Paris; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Communication Management 353 - 360
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24020

Abstract

Advances in digital technology have encouraged early childhood education institutions to utilize social media as a marketing communication tool that is not only promotional but also educational. Starland Preschool and Kindergarten, through its Instagram account @starlandvaganza, uses educational marketing content to convey information about its programs, learning activities, parenting tips, and educational values to parents as its primary audience. This study aims to identify the marketing communication strategies within the educational marketing content on the @starlandvaganza Instagram account. The study employs a qualitative method using a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with the Starland Preschool and Kindergarten Marketing Team and parents of students, observations of Instagram content activities, as well as documentation in the form of content plans, posts, and data insights. The results indicate that marketing communication strategies are implemented through a combination of educational, promotional, entertaining, testimonial, and persuasive content. The content creation process is systematically organized via a monthly content plan and four content pillars: educate, entertain, inspire, and convince/enlighten. Challenges include shifting social media trends, low engagement with educational content, limited resources, and difficulties in measuring content impact. Instagram was chosen as the primary platform because it is visual, credible, interactive, and aligned with the target audience. These findings underscore Instagram’s role in fostering information sharing, interaction, and parental trust in the educational institution.   Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga pendidikan anak usia dini memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran yang tidak hanya bersifat promosi, tetapi juga edukatif. Starland Preschool and Kindergarten melalui akun Instagram @starlandvaganza menerapkan konten education marketing untuk menyampaikan informasi program, aktivitas pembelajaran, tips parenting, serta nilai edukatif kepada orang tua sebagai audiens utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dalam konten education marketing di akun Instagram @starlandvaganza. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Tim Marketing Starland Preschool and Kindergarten dan orang tua murid, observasi terhadap aktivitas konten Instagram, serta dokumentasi berupa content plan, unggahan, dan data insight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dilakukan melalui perpaduan konten edukatif, promosi, hiburan, testimoni, dan pesan persuasif. Proses konten disusun secara sistematis melalui content plan bulanan dan empat pilar konten, yaitu educate, entertain, inspire, dan convince/enlighten. Hambatan yang dihadapi meliputi perubahan tren media sosial, rendahnya engagement konten edukatif, keterbatasan sumber daya, dan kesulitan mengukur dampak konten. Instagram dipilih sebagai media utama karena visual, kredibel, interaktif, dan sesuai target audiens. Temuan ini menegaskan peran Instagram dalam membangun informasi, interaksi, dan kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan tersebut.
Strategi Komunikasi Naratif dalam Membangun Kesadaran Kesehatan Melalui Pengobatan Herbal Fatimah Afifah; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management 369 - 378
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24040

Abstract

Public preference for herbal medicine generally remains lower than for modern medicine. This condition contrasts with the phenomenon observed in the HNI Aktif Tim PK online mentoring program, where a strong preference for herbal medicine has been established. Based on the preliminary observations, this phenomenon is influenced by the unique communication strategies employed by mentors in delivering health messages about herbal medicine. Participants' trust and health awareness develop through a narrative communication approach, where mentors do not merely convey rational information about herbal benefits but also weave them into stories that reflect participants' experiences, values, and everyday realities. This study aims to analyze how narrative communication strategies are implemented by mentors in delivering health messages related to herbal medicine. The research employed a qualitative method with a case study approach, grounded in the constructivist paradigm. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that health messages presented in narrative form enable medical information to be understood more contextually. The use of testimonials and religious values contributes significantly to participants' understanding and confidence in herbal medicine as a holistic approach within digital community interactions. Storytelling effectively transforms complex medical concepts into familiar knowledge easily internalized by community participants.   Preferensi masyarakat terhadap pengobatan herbal secara umum masih cenderung lebih rendah dibandingkan dengan pengobatan modern. Kondisi tersebut berbeda dengan fenomena yang ditemukan pada program pembinaan daring HNI Aktif Tim PK, di mana preferensi terhadap pengobatan herbal justru terbentuk dengan kuat. Berdasarkan observasi awal penulis, fenomena ini dipengaruhi oleh keunikan strategi komunikasi yang digunakan pemateri dalam menyampaikan pesan kesehatan terkait pengobatan herbal. Kepercayaan dan kesadaran kesehatan partisipan berkembang melalui pendekatan komunikasi naratif, pemateri tidak hanya menyampaikan informasi rasional mengenai manfaat herbal, tetapi juga merangkainya ke dalam bentuk cerita yang relevan dengan pengalaman, nilai, dan realitas keseharian partisipan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi naratif diimplementasikan oleh pemateri dalam menyampaikan pesan kesehatan pengobatan herbal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan berlandaskan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan kesehatan yang dikemas dalam bentuk narasi memungkinkan informasi medis dipahami secara lebih kontekstual. Penggunaan testimoni dan nilai religius juga berkontribusi signifikan pada pembentukan pemahaman serta keyakinan partisipan terhadap pengobatan herbal sebagai kesadaran kesehatan yang holistik di ruang digital. Implementasi teknik penceritaan ini terbukti efektif mentransformasi materi yang kompleks menjadi informasi yang akrab dan mudah diinternalisasi oleh partisipan komunitas HNI Aktif Tim PK.
Adaptasi Sosial Mahasiswa Perantau di Lingkungan Kampus Moch. Nabil Akbar R; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Communication Management 379 - 390
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24056

Abstract

Higher-education mobility brings migrant students into campus environments that differ socially and culturally from their places of origin. This study aims to understand the motives and values underlying adaptation, the lived experience of adaptation, and the meaning of the social transition from newcomer to friend. The study used a qualitative method with Alfred Schutz's phenomenological approach. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and documentation. The informants comprised three migrant students in the International Relations Program at Pasundan University, one local student, and one cross-cultural communication scholar. Data were analyzed through reduction, categorization, meaning interpretation, and typification. The findings consist of three groups. Adaptation motives include discomfort and inherited values as because-motives, and tranquility and relationships as in-order-to motives. Adaptation develops through alienation, barriers, adjustment, and integration. The transition into friendship is interpreted through maturity, recognition, solidarity, and openness. Social adaptation is therefore a meaning-construction process developed through cross-cultural communication, social acceptance, and repeated interaction.   Mobilitas pendidikan tinggi mempertemukan mahasiswa perantau dengan lingkungan kampus yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan memahami motif dan nilai yang melandasi adaptasi, pengalaman adaptasi, serta makna perubahan posisi sosial dari pendatang menjadi kawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dokumentasi. Informan terdiri atas tiga mahasiswa perantau Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pasundan, satu mahasiswa lokal, dan satu akademisi komunikasi lintas budaya. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi makna, dan penyusunan tipikasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga kelompok temuan. Motif adaptasi mencakup ketidaknyamanan dan nilai sebagai motif sebab serta ketenangan dan relasi sebagai motif tujuan. Pengalaman adaptasi bergerak dari keterasingan, hambatan, penyesuaian, menuju integrasi. Perubahan menjadi kawan dimaknai melalui pendewasaan, pengakuan, solidaritas, dan keterbukaan. Adaptasi sosial dengan demikian merupakan konstruksi makna yang berkembang melalui komunikasi lintas budaya, penerimaan sosial, dan interaksi berulang.
Strategi Persuasif @arthaadaa dalam Membangun Citra Merek di TikTok Muhammad Fathur Baharsyah; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Communication Management 391 - 398
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24080

Abstract

TikTok has become one of the most influential digital marketing platforms, enabling influencers to play a strategic role in shaping brand image through persuasive communication. However, studies examining how verbal and nonverbal communication elements contribute to brand image formation remain limited. This study aims to analyze the persuasive marketing strategies employed by the TikTok influencer @arthaadaa in building brand image through vocal intonation, exaggerated facial expressions, and relatable language during the period of October 2025 to January 2026. This research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation of promotional TikTok content and digital documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that distinctive vocal intonation successfully captures audience attention and reinforces promotional messages. Exaggerated facial expressions create authenticity and enhance the visual attractiveness of the content, while relatable language fosters emotional closeness and strengthens audience engagement. The integration of these three communication elements forms an effective persuasive marketing strategy that contributes to a positive brand image. This study concludes that successful digital marketing communication depends not only on promotional content but also on how persuasive messages are delivered through verbal and nonverbal communication that aligns with the characteristics of TikTok audiences.cultural communication, social acceptance, and repeated interaction.   Perkembangan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran digital telah mendorong munculnya influencer sebagai komunikator yang berperan dalam membangun citra merek. Meskipun influencer banyak dimanfaatkan oleh berbagai merek, kajian mengenai bagaimana unsur komunikasi verbal dan nonverbal membentuk citra merek masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran persuasif yang diterapkan influencer @arthaadaa dalam membangun citra merek melalui penggunaan intonasi suara, ekspresi wajah yang berlebihan, dan bahasa pendekatan yang relate pada konten TikTok selama Oktober 2025 hingga Januari 2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap konten promosi TikTok dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intonasi suara yang khas mampu menarik perhatian audiens dan memperkuat penyampaian pesan promosi, ekspresi wajah yang berlebihan menciptakan kesan autentik serta meningkatkan daya tarik visual konten, sedangkan bahasa pendekatan yang relate membangun kedekatan emosional dengan audiens. Ketiga unsur tersebut membentuk strategi pemasaran persuasif yang efektif dalam membangun citra merek melalui konten TikTok. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi pemasaran digital ditentukan oleh kemampuan influencer mengemas pesan secara persuasif melalui perpaduan unsur verbal dan nonverbal yang sesuai dengan karakteristik audiens media sosial.
Pengaruh Terpaan Media Online terhadap Tingkat Kecemasan Siswa Mochamad Alfath Haikal Akbar; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management 399 - 406
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24117

Abstract

Digital technology has revolutionised how individuals, particularly students, access and acquire information. Online media has become the primary source of news, including educational issues. The land dispute involving SMAN 1 Bandung, widely reported by various online news portals, attracted significant public attention. This extensive and conflict-laden media exposure may trigger anxiety among students. This study examines the effect of online media exposure on the anxiety levels of SMAN 1 Bandung students regarding the school land dispute. The Stimulus–Organism–Response (SOR) theory provides the conceptual framework to explain the relationship between information exposure (stimulus) and emotional responses, particularly anxiety. A quantitative approach using multiple linear regression was employed. Data were collected through Likert-scale questionnaires administered to 93 students who had accessed news about the dispute. Data analysis included validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), and t-tests and F-tests to examine partial and simultaneous effects. The findings indicate that online media exposure significantly affects student anxiety (sig. 0.025 < 0.05), explaining 4.7% of the variance. Frequency (X1) has a significant partial effect (sig. 0.018), whereas duration (X2) and attention (X3) do not show significant individual effects on student anxiety.   Teknologi digital telah merevolusi cara individu, termasuk siswa, mengakses dan memperoleh informasi. Media daring kini menjadi sumber utama berita mengenai berbagai topik, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan. Sengketa lahan yang melibatkan SMAN 1 Bandung, yang telah diliput secara luas oleh berbagai portal berita daring, menjadi salah satu peristiwa yang menarik perhatian publik secara signifikan. Paparan informasi yang intens dan sarat konflik ini dapat memicu kecemasan pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak terpaan media daring terhadap tingkat kecemasan siswa di SMAN 1 Bandung terkait sengketa lahan sekolah. Teori Stimulus–Organisme–Respon (SOR) berfungsi sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan antara paparan informasi sebagai stimulus dan respons emosional berupa kecemasan. Penelitian menggunakan metodologi kuantitatif dengan teknik regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 93 siswa SMAN 1 Bandung. Analisis data mencakup penilaian validitas dan reliabilitas, serta evaluasi asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), dilengkapi uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan media berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasan siswa (sig. 0,025 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 4,7%. Secara parsial, frekuensi (X1) berpengaruh signifikan (sig. 0,018), sedangkan durasi (X2) dan atensi (X3) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara individu.  

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue