cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Website sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (Studi Kasus pada Cygreat Photobooth) Farhan Anugerah; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Communication Management 407 - 416
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24119

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to corporate marketing communication strategies. Websites are no longer merely informational media but have evolved into integrated marketing communication tools capable of connecting various digital promotional channels in a consistent and effective manner. In the context of the creative service industry, websites play an important role in building brand image. Based on this phenomenon, this research, entitled “Website as a Medium of Integrated Marketing Communication (A Study on Cygreat Photobooth)”, aims to understand how websites are used as a medium of integrated marketing communication and why the company chooses them as the primary medium in its marketing communication strategy. This study employs a constructivist para digm with a descriptive qualitative method and a case study approach as proposed by Robert K. Yin. Data collection techniques include in-depth interviews with the owner and marketing team, observation of digital activities, and document analysis of website and social media content. This research is expected to provide an in-depth understanding of the website’s role as the central hub of marketing communication integration that connects various promotional media, both online and offline. The findings are expected to serve as a reference for creative industry practitioners in optimizing websites as an effective and sustainable marketing communication strategy in the digital era.   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap strategi komunikasi pemasaran perusahaan. Website kini tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana komunikasi pemasaran terintegrasi yang mampu menghubungkan berbagai kanal promosi digital secara konsisten dan efektif. Dalam konteks industri jasa kreatif, website berperan penting dalam membangun citra merek. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini berjudul “Website sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (Studi pada Cygreat Photobooth)” yang bertujuan untuk memahami bagaimana website digunakan sebagai sarana komunikasi pemasaran terintegrasi serta mengapa perusahaan memilihnya sebagai media utama dalam strategi pemasaran. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Yin. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan pemilik dan tim pemasaran, observasi terhadap aktivitas digital, serta analisis dokumentasi berupa konten website dan media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai peran website sebagai pusat integrasi komunikasi pemasaran yang menghubungkan berbagai media promosi, baik online maupun offline. Hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha jasa kreatif dalam mengoptimalkan website sebagai strategi komunikasi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan di era digital.
Pesan Komunikasi Visual dalam Desain Produk untuk Membangun Identitas Merek: Studi Kasus pada Produk Sepatu Lokal Brand Brodo Deva Naulia; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management 417 - 424
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24132

Abstract

The development of local shoe brands in Indonesia shows a positive trend, one of which is Brodo, a brand from Bandung that builds a masculine image through product design. Brodo not only sells shoes as functional products, but also emphasizes quality and narrative by presenting values through visual messages. However, there is a gap between the visual message that is intended to be conveyed and the consumer perception that emphasizes more on the aspects of function and convenience, so that the philosophical value and brand identity are not captured. This study aims to analyze how visual communication messages in Brodo product design are used to build brand identity, how the process of determining design visualization is carried out, and the reasons for the importance of establishing brand identity. The research method used is qualitative with a case study approach, based on a constructivist paradigm to explore the meaning of visual elements in depth. The results show that Brodo's identity is built through visual elements such as shapes, colors, materials, logos, and design details that represent modern, masculine, and functional characters. In addition, the local cultural elements in Kaliku Ina products also strengthen Brodo's identity as a local brand. Consistency of visual communication in product design plays an important role in strengthening the brand identity while differentiating Brodo amid competition from the local shoe industry.   Perkembangan merek sepatu lokal di Indonesia menunjukkan tren positif, salah satunya Brodo, brand asal Bandung yang membangun citra maskulin melalui desain produk. Brodo tidak hanya menjual sepatu sebagai produk fungsional, tetapi juga menekankan kualitas dan narasi dengan menghadirkan nilai-nilai melalui pesan visual. Namun, terdapat kesenjangan antara pesan visual yang ingin disampaikan dengan persepsi konsumen yang lebih menekankan aspek fungsi dan kenyamanan, sehingga nilai filosofis dan identitas merek kurang tertangkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pesan komunikasi visual dalam desain produk Brodo digunakan untuk membangun identitas merek, bagaimana proses penentuan visualisasi desain dilakukan, serta alasan pentingnya penetapan identitas merek. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berlandaskan paradigma konstruktivis untuk menggali makna elemen visual secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Brodo dibangun melalui elemen visual seperti bentuk, warna, material, logo, dan detail desain yang merepresentasikan karakter modern, maskulin, dan fungsional. Selain itu, unsur budaya lokal pada produk Kaliku Ina turut memperkuat identitas Brodo sebagai brand lokal. Konsistensi komunikasi visual dalam desain produk berperan penting dalam memperkuat identitas merek sekaligus membedakan Brodo di tengah persaingan industri sepatu lokal.
Reorientasi Aktualisasi Diri Mahasiswa Program Mobilitas antar Budaya U-GEO Naila Salma Fakhira; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Communication Management 425 - 434
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24140

Abstract

Self-actualization is a continuous process of individuals in reaching the peak of their life potential, which requires reorientation of values when faced with a new environment. This study aims to analyze the process of reorientation self-actualization in students through the Unisba Global Student Motion (U-GEO) program, an international intercultural mobility initiative from the Unisba International Affairs Office (KUI). This program was established to strengthen international cooperation and facilitate students in building the university's reputation in the international arena. Using a qualitative phenomenological approach, this study explores the meaning and motivation of the conscious experiences of five U-GEO participants. Results show that global interactions trigger significant transformations in students motives for action, both in the past and in their future goals. Students experienced a reorientation of identity that included a change in mindset to become more open-minded, increased self-confidence, and a new understanding of success as a form of continuous self-development. This reorientation not only served as professional capacity building but also as an emotional foundation for achieving more complete self-actualization amid cultural diversity. This research is expected to contribute to the implementation of future programs so that they can pay more attention to aspects of individual development in greater depth.   Aktualisasi diri merupakan proses berkelanjutan individu dalam mencapai puncak potensi kehidupannya, yang memerlukan adanya reorientasi nilai ketika dihadapkan pada lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses reorientasi aktualisasi diri pada mahasiswa melalui program Unisba Global Student Motion (U-GEO), sebuah inisiasi mobilitas antarbudaya internasional dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisba. Program ini dibentuk dalam memperkuat kerjasama internasional serta memfasilitasi mahasiswa dalam membangun reputasi universitas di kancah internasional. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi makna serta motivasi dari pengalaman sadar lima peserta progam U-GEO. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi global yang memicu transformasi signifikan terhadap motif tindakan mahasiswa baik dari masa lalu maupun tujuan masa depan. Mahasiswa mengalami reorientasi identitas yang mencangkup perubahan pola piker menjadi lebih terbuka (global minded), peningkatan kepercayaan diri, serta pemaknaan baru terhadap sebuah kesuksesan sebagai bentuk proses pengembangan diri yang berkelanjutan. Reorientasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengembangan kapasitas profesional, tetapi juga sebagai fondasi emosional dalam mencapai aktualisasi diri yang lebih utuh di tengah keberagaman budaya. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelaksanaan program U-GEO selanjutnya agar dapat memperhatikan aspek perkembangan individu secara lebih mendalam.
Dari Akses Menuju Partisipasi: Komunikasi Inklusif pada Festival Literasi Kota Bandung Metha Ainurohmah; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 435 - 442
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24186

Abstract

This study examines the inclusive communication strategy of the Bandung City Office of Library and Archives in the Literacy Festival Program, particularly in the Lomba Bakat Anak Istimewa for children with special needs. The study is motivated by the need for public institutions to provide equal access to information and participation for vulnerable groups. The research aims to explain how communication needs are identified, how interaction is built during the event, how messages and media are planned, and why the strategy has not fully reached all inclusive groups. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the strategy was built through coordination with teachers, judges, parents, companions, and disability networks. Communication occurred in a layered pattern through intermediaries, while messages were distributed using formal letters, flyers, Instagram, WhatsApp, registration links, and technical meetings. These findings were formulated into an inclusive communication strategy model consisting of needs identification, message and media planning, assisted interaction, participation of children with special needs, and evaluation. Although the strategy has moved toward inclusive communication, limitations remain in participant coverage, the availability of judges and facilitators, message accessibility, and institutional capacity.   Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi inklusif Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dalam Program Festival Literasi, khususnya pada kegiatan Lomba Bakat Anak Istimewa bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lembaga publik menyediakan akses informasi dan ruang partisipasi yang setara bagi kelompok rentan. Tujuan penelitian adalah menjelaskan proses identifikasi kebutuhan komunikasi ABK, bentuk interaksi selama kegiatan, perencanaan pesan dan media komunikasi, serta penyebab strategi komunikasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh kelompok inklusivitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dibangun melalui koordinasi dengan beberapa pihak yang memahami ABK, yaitu guru, juri, orang tua, pendamping, dan jejaring disabilitas. Komunikasi berlangsung secara berlapis melalui pihak perantara, sedangkan pesan disampaikan melalui surat, flyer, Instagram, WhatsApp, tautan pendaftaran, dan rapat teknis. Temuan penelitian dirumuskan dalam model strategi komunikasi inklusif yang mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan pesan dan media, interaksi pendampingan, partisipasi ABK, serta evaluasi. Meskipun telah mengarah pada komunikasi inklusif, strategi tersebut masih dibatasi oleh cakupan kategori peserta, ketersediaan juri dan fasilitator, aksesibilitas pesan, serta kapasitas pendukung.  
Strategi Event Bagigs sebagai Upaya Membangun Brand Awareness “Bagi Kopi” Bandung Az-Zahra Nurul Muthmainah; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Communication Management 443 - 450
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24200

Abstract

The purpose of this study is to analyze how the Bagigs event strategy is designed, implemented, and utilized in building brand awareness, including the free ticket strategy, collaboration with internal and external parties, social interactions, and the reasons for selecting the Bagigs event as a communication strategy. This study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with three key informants from the internal team of “Bagi Kopi,” direct observation of the event implementation, and documentation. The findings reveal that the free admission strategy successfully attracts Generation Z audiences and increases brand exposure through social media activities. The success of the event is supported by well-structured internal collaboration and selective, mutually beneficial external partnerships. Social interactions created through a relaxed atmosphere, quizzes, and door prizes are able to generate memorable experiences, encourage word-of-mouth, and build emotional connections with the brand. The Bagigs event was chosen as the main strategy due to its strong identity, flexibility, inclusiveness, and its effectiveness in building brand awareness compared to other programs. Therefore, the Bagigs event strategy significantly contributes to building and strengthening the position of “Bagi Kopi” amid intense competition through a community-based and emotionally driven approach.   Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana strategi event Bagigs dirancang, dilaksanakan, dan dimanfaatkan dalam membangun brand awareness, mencakup strategi tiket gratis, kerja sama pihak internal dan eksternal, interaksi sosial, serta alasan pemilihan event Bagigs sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci dari pihak internal “Bagi Kopi”, observasi langsung pada pelaksanaan event, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tiket masuk gratis berhasil menarik audiens generasi Z dan membangun eksposur merek melalui aktivitas di media sosial. Keberhasilan event didukung oleh kolaborasi internal yang terstruktur serta kemitraan eksternal yang selektif dan saling menguntungkan. Interaksi sosial melalui suasana santai, kuis, dan doorprize mampu menciptakan pengalaman berkesan, mendorong word of mouth, serta membangun keterikatan emosional dengan brand. Event Bagigs dipilih sebagai strategi utama karena memiliki identitas yang kuat, fleksibel, inklusif, dan paling tepat dalam membangun kesadaran merek dibandingkan program lainnya. Dengan demikian, strategi event Bagigs berkontribusi signifikan dalam membangun dan memperkuat posisi “Bagi Kopi” di tengah persaingan ketat melalui pendekatan berbasis komunitas dan pengalaman emosional.  
Strategi Pengelolaan Konten Media Sosial Pikiran Rakyat Bandung dalam Meningkatkan Engagment Audiens Firly Rizky Kamila; Rita Gani
Bandung Conference Series: Communication Management 451 - 458
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24205

Abstract

Social media has become an important medium for mass media to adapt to developments in the digital era, while also building audience engagement. This study aims to examine how the social media content management strategy of Pikiran Rakyat Bandung increases engagement, especially on Youtube, which has lower interaction compared to Instagram. This study uses the POAC Management theory (planning, organizing, actuating, and controlling) by George Terry, New Media theory by Pierre Levy, and Framing theory by Robert M. Entman. The method used is descriptive qualitative, conducted through observation, in-depth interviews with the Lead Creative Program, Managing Editor/Redaktur Pelaksana, and Editor, as well as documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity tested through source triangulation. The results show Pikiran Rakyat has implemented POAC management functions in a structured manner. Planning is reflected through research, theme determination, and a KPI target of six videos per day. Organizing is carried out through clearly defined roles among team members.   Media sosial kini menjadi sarana penting bagi media massa untuk beradaptasi dengan perkembangan pada era digital, sekaligus membangun keterlibatan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi pengelolaan konten media sosial Pikiran Rakyat Bandung dalam meningkatkan engagement, terutama di Youtube yang interaksinya masih lebih rendah dibanding Instagram. Penelitian ini menggunakan teori Manajemen POAC (perencanaa, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian) dari George Tery, teori New Media dari Piere Levy, dan teori Framing dari Robert M. Entman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan cara observasi, wawancara mendalam bersama Lead Creative Program, Redaktur Pelaksana/Managing editor, dan Editor, serta dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan Pikiran Rakyat menerapkan fungsi manajemen POAC dengan terstruktur. Perencanaan dapat dilihat dari mulai riset, penentuan tema, dan target KPI enam video harian. Pengorganisasian dijalankan dengan adanya beberapa peran yang jelas antar tim.
Komunikasi Antarpribadi dalam Menjaga Keharmonisan Kolaborasi Kerja Tim Kreatif Hijack Sandals Edward Adhikara; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management 459 - 466
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24283

Abstract

This study is entitled “Interpersonal Communication in Maintaining Work Harmony within the Creative Team at Hijack Sandals Bandung.” The research aims to analyze the role of interpersonal communication in maintaining team harmony within a creative work environment that is dynamic and competitive. This study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that interpersonal communication within the creative team occurs intensively, openly, bidirectionally, and in a structured manner through stages of perception alignment, keyword formulation, and collaborative brainstorming. Interpersonal communication plays a significant role in fostering psychological safety, openness, empathy, and mutual respect, which strengthen team cohesion. Conflicts that arise are functional in nature and are managed collaboratively, becoming a source of idea enrichment rather than team disintegration. Communication barriers psychological, temporal, and media-related are minimized through communication awareness and direct clarification. The study concludes that the success of team harmony in creative collaboration is determined not by the absence of conflict, but by the team’s ability to manage communication dynamics adaptively, empathetically, and in a solution-oriented manner.   Penelitian ini berjudul “Komunikasi Antarpribadi dalam Menjaga Keharmonisan Kerja Tim Kreatif pada Hijack Sandals Bandung.” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi antarpribadi dalam menjaga keharmonisan kerja tim kreatif di Hijack Sandals Bandung yang beroperasi dalam lingkungan kerja dinamis dan kompetitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi dalam tim kreatif berlangsung secara intensif, terbuka, dua arah, dan terstruktur melalui tahapan penyamaan persepsi, perumusan keyword, serta brainstorming kolaboratif. Komunikasi berperan signifikan dalam menciptakan rasa aman psikologis, keterbukaan, empati, dan sikap saling menghargai yang memperkuat kohesi tim. Konflik yang muncul bersifat fungsional dan dikelola secara kolaboratif sehingga menjadi sumber pengayaan gagasan. Hambatan komunikasi, baik psikologis, temporal, maupun media, dapat diminimalkan melalui kesadaran komunikasi dan klarifikasi langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan keharmonisan kerja tim kreatif ditentukan oleh kemampuan mengelola dinamika komunikasi secara adaptif, empatik, dan berorientasi solusi.
Asertivitas Orang Tua Milenial sebagai Jembatan Kedekatan Generasi Alpha Najwa Rahma Fauziah; Alexandria Cempaka Harum
Bandung Conference Series: Communication Management 467 - 476
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24285

Abstract

Communication between parents and children is an important foundation for building closeness between generations. This study aims to determine the relationship between the assertive communication style of millennial parents and the closeness of relationships with alpha children in Bukit Cianjur Residence, Cibeber District, using Alberti & Emmons' Assertiveness Theory with three dimensions: expressing feelings and opinions, defending personal rights, and respecting the rights of others. The study used a quantitative method with a correlational approach; data were collected through questionnaires administered to 89 millennial parents with alpha children using a non-probability, saturated sampling technique. The results show that assertive communication style has a positive and significant relationship with the closeness of relationships with alpha children, with the dimensions of respecting the rights of others and expressing feelings and opinions contributing more strongly than defending personal rights. These findings confirm that parents' application of assertive communication is related to establishing closer relationships with alpha children.   Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam membangun kedekatan hubungan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gaya komunikasi asertif orang tua milenial dengan kedekatan hubungan anak alpha di Bukit Cianjur Residence, Kecamatan Cibeber, menggunakan teori Asertivitas Alberti & Emmons dengan tiga dimensi: menyatakan perasaan dan pendapat, mempertahankan hak-hak pribadi, dan menghormati hak-hak orang lain. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional; data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 89 orang tua milenial yang memiliki anak alpha dengan teknik non-probability sampling jenuh. Hasil menunjukkan gaya komunikasi asertif berhubungan positif dan signifikan dengan kedekatan hubungan anak alpha, dengan dimensi menghormati hak-hak orang lain dan menyatakan perasaan serta pendapat berkontribusi lebih kuat dibandingkan mempertahankan hak-hak pribadi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan komunikasi asertif oleh orang tua berkaitan dengan terjalinnya kedekatan hubungan yang lebih erat dengan anak alpha.  
Potret Komunikasi Antarbudaya Delegasi Unisba pada ANNIE School Net Conference 2024 Zidan Andika Hidayat; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management 477 - 484
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24307

Abstract

This study describes intercultural communication, communication barriers, and communication adaptation among participants of the ANNIE School Net Conference 2024. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving Indonesian and Vietnamese delegates. Findings reveal that intercultural communication occurred through formal and informal activities presentations, group discussions, cultural sharing sessions, and daily social interactions that served as media for information exchange, cultural learning, and global perspective development. Barriers encountered included limited English proficiency, accent differences, varying communication styles, and psychological factors such as nervousness and shyness. To overcome these, participants adapted their speaking styles, simplified their language, used nonverbal cues and translation apps, practiced active listening, and stayed open to other cultures. These adaptations reduced communication barriers and strengthened participants' intercultural communication competence, showing that the conference functioned both as an academic exchange forum and a learning space for cross-cultural communication skills.   Penelitian ini menggambarkan proses komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi, dan adaptasi komunikasi peserta ANNIE School Net Conference 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delegasi Indonesia dan Vietnam. Hasil menunjukkan komunikasi antarbudaya berlangsung melalui kegiatan formal maupun nonformal presentasi, diskusi kelompok, pertukaran budaya, dan interaksi sosial sehari-hari yang berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, pembelajaran budaya, dan pengembangan wawasan global. Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan bahasa Inggris, perbedaan aksen, perbedaan gaya komunikasi, serta faktor psikologis seperti gugup dan malu. Untuk mengatasinya, peserta menyesuaikan gaya bicara, menyederhanakan bahasa, memanfaatkan komunikasi nonverbal dan aplikasi penerjemah, meningkatkan kemampuan mendengarkan aktif, serta membangun keterbukaan terhadap budaya lain. Adaptasi ini berhasil mengurangi hambatan komunikasi sekaligus meningkatkan kompetensi komunikasi antarbudaya peserta, menunjukkan bahwa konferensi ini berfungsi baik sebagai forum pertukaran akademik maupun ruang pembelajaran komunikasi lintas budaya.
Fotografi sebagai Media Komunikasi Pemasaran Septya Rizky Maulana; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management 503 - 510
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24329

Abstract

The development of social media, particularly Instagram, has intensified competition in the wedding photography industry. Every service provider is required to present a strong visual identity to attract audience attention. This situation is also experienced by Nesnumoto, which faces challenges such as changing visual trends, dynamic algorithms, and numerous competitors with similar qualities. This study aims to determine how Nesnumoto utilizes photography as a digital marketing communication medium and understand the challenges that arise in this process. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through in-dept interviews, observations, and documentation of digital activities carried out. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions based on the Miles & Huberman model. The results of this study indicate that photography serves not only as visual documentation but also as a strategic medium that shapes image, strengthens brand identity, and enhances consumer interest. Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, membuat persaingan di industri fotografi pernikahan semakin ketat. Setiap penyedia jasa dituntut untuk menampilkan identitas visual yang kuat agar mampu menarik perhatian audiens. Kondisi ini turut dialami oleh Nesnumoto yang menghadapi tantangan berupa perubahan tren visual, algoritma yang dinamis, serta banyaknya kompetitor dengan kualitas serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Nesnumoto memanfaatkan fotografi sebagai media komunikasi pemasaran digital serta memahami tantangan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi aktivitas digital yang dilakukan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fotografi tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai medium strategis yang membentuk citra, memperkuat identitas brand, serta meningkatkan ketertarikan konsumen.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue