cover
Contact Name
Vera Sholeha
Contact Email
verasholeha@staff.uns.ac.id
Phone
+6285729001211
Journal Mail Official
ecedjournal@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Jalan Slamet Riyadi No. 449 Kleco, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Early Childhood Education and Development Journal
ISSN : 26847442     EISSN : 27160637     DOI : https://doi.org/10.20961/xxxx
Core Subject : Education,
Development of moral and religious values of early childhood education, Physical motor development of early childhood, Emotional social development of early childhood, Cognitive development of early childhood, Language development of early childhood, Artistic and creative development of early childhood, Parenting for early childhood education, Management institution of early childhood education, Early child development assessment, Child development psychology, Child empowerment, Learning strategy of early childhood education Educational tool play of early childhood education, Instructional media of early childhood education, Innovation in early childhood education and Various fields related to Early Childhood Education.
Articles 149 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT MELALUI PERMAINAN MEMORY GAME PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mustaqimah Assa'diyah; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.110206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya ingat anak usia 5-6 tahun di salah satu TK Negeri yang Surakarta menggunakan permainan memory game. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek usia 5-6 tahun. Data yang dikumpulkan ialah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penilaian tentang kemampuan daya ingat anak usia 5-6 tahun. Teknik uji validitas dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dengan menggunakan analisis interaktif. Hasil dari penelitian menunjukkan permainan memory game digunakan dalam salah satu kegiatan dalam pembelajaran. Sebelum penggunaan permainan memory game anak-anak mengalami kendala seperti kurang fokus terhadap pembelajaran yang mereka ikuti, anak mengalami kesulitan mengingat pembelajaran dan tidak mampu menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan sebelumnya. Upaya yang dilakukan ialah memaksimalkan penggunaan permainan memory game sebagai bagian dalam meningkatkan kemampuan daya ingat anak usia 5-6 tahun.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR LOKOMOTOR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN JUMPING GAMES Savira Puspita Kusumatika; Upik Elok Endang Rasmani
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.108232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar lokomotor anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan Jumping Games. Penelitian dilakukan di TK Surakarta dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 anak kelompok B, yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, serta unjuk kerja, dengan indikator yang diamati meliputi kemampuan berjalan jinjit, melompat dan menumpu dengan dua kaki, serta berlari melewati rintangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dasar lokomotor anak setelah mengikuti kegiatan Jumping Games. Ketuntasan pra tindakan hanya mencapai 20%, meningkat menjadi 47% pada siklus I, dan mencapai 80% pada siklus II. Kegiatan Jumping Games, yang dirancang dalam berbagai pos permainan fisik, terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi gerak anak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Jumping Games merupakan metode yang menyenangkan sekaligus efektif dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar, khususnya gerak dasar lokomotor pada anak usia 5–6 tahun.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI TEKNIK MONTASE Sri Waryanti; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116383

Abstract

Penelitian ini dilakukan di salah satu taman kanak-kanak di Surakarta yang didasarkan pada rendahnya koordinasi mata-tangan, kontrol penggunaan alat, serta kelenturan pergelangan tangan anak TK  di kelas B. Penelitian ini menggunakan kegiatan montase yang bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak kelas B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja dengan instrumen lembar observasi perkembangan motorik halus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan indikator ketuntasan klasikal 75%, sedangkan indikator yang diukur dalam penelitian ini yaitu koordinasi mata dan tangan, kontrol penggunaan alat dan kelenturan pergelangan tangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus. Ketuntasan klasikal meningkat dari 4% pada pratindakan menjadi 35% pada siklus I dan mencapai 85% pada siklus II. Kegiatan montase terbukti efektif karena melibatkan aktivitas menggunting, menempel, mengatur posisi gambar, serta koordinasi visual-motorik secara terpadu. Penelitian menyimpulkan bahwa montase dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
PENERAPAN COOPERATIVE PLAY PADA ANAK USIA DINI Risma Khoirun Nisak; Anayanti Rahmawati; Nurul Shofiatin Zuhro
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.102243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode cooperative play untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam menguji validitas data yaitu menggunakan Teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data berupa data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penerapan metode cooperative play dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Tahapan pelaksanaan metode cooperative play meliputi: (1) Tahap perencanaan yaitu membuat lembar observasi anak, menyiapkan media, menyiapkan instrument penilaian, peraturan dalam bermain dan RPPH. (2)Tahap pelaksanaan dilakukan setelah anak memahami aturan dalam bermain dan pembagian tugas yang diberikan oleh kelompoknya. (3)Tahap pengamatan dilakukan untuk mengamati keadaan dan tingkah laku anak bermain cooperative play. (4) Tahap refleksi berupa evaluasi dari permainan yang telah diterapkan pada anak. Manfaat penerapan metode cooperative play, dapat meningkatkan keterampilan sosial anak, yang menjadikan anak mudah dalam bersosialisasi terhadap temannya dan diterima dalam kelompok bermainnya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN MAGIC FLASH CARD Rita Setianingrum; Upik Elok Endang Rasmani
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116112

Abstract

Membaca permulaan pada anak usia dini merupakan kemampuan awal dalam mengenal bunyi huruf, suku kata dan kata yang melambangkannya, sehingga anak dapat membaca dalam bentuk kalimat sederhana. Indikator yang digunakan dalam penelitian yaitu menyebutkan huruf abjad, membaca suku kata, membaca kata berdasarkan gambar dan membaca kalimat sederhana berdasarkan gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan magic flash card dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini yakni anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 14 anak. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi, unjuk kerja, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh magic flash card dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak. Hal ini berdasarkan pada tahap pratindakan dengan hasil masih 36%, setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 meningkat menjadi 55% dan pada siklus 2 menunjukkan peningkatan yang lebih baik lagi yaitu 79%. Penggunaan magic flash card dalam media pembelajaran merupakan strategi pembelajaran yang efektif, menarik dan menyenangkan dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia dini. Media ini tidak hanya membantu anak dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan, tetapi juga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan anak dalam proses belajar melalui aktivitas yang lebih interaktif, sehingga pembelajaran akan lebih optimal. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI METODE PHONICS DENGAN PENDEKATAN MULTISENSORI Candra Oktavianingrum; Warananingtyas Palupi; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.102280

Abstract

Metode phonics dengan pendekatan multisensori dapat membantu anak dalam mengingat huruf karena anak belajar melalui lebih dari satu indra, seperti visual, auditori, dan kinestetik secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui metode phonics. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan 2 pertemuan pada setiap siklusnya yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 10 anak berusia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi foto, dan pretest. Teknik uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terjadi peningkatan kemampuan mengenal huruf anak melalui metode phonics. Hal tersebut dapat dibuktikan presentase ketuntasa pada saat pra tindakan mencapai 40%, siklus I mencapai 70%, dan siklus II mencapai 80%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode phonics dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun.
MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN PAUD DI DAERAH MINIM SUMBER DAYA: PENDEKATAN ADAPTIF DAN INKLUSIF Mutiara Indah Pratama; Fajar Ria Rohmatin; Fetty Ernawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.117154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah dengan keterbatasan sumber daya melalui pendekatan adaptif dan inklusif. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai referensi akademik, artikel jurnal, dan kebijakan terkait untuk mensintesis model pengelolaan SDM yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama di daerah minim sumber daya meliputi rendahnya kualifikasi akademik pendidik, keterbatasan akses pelatihan profesional karena kendala geografis, rendahnya kesejahteraan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi. Sebagai solusi, penelitian ini menawarkan pendekatan adaptif melalui inovasi digital seperti micro-learning dan platform smart hub untuk pemantauan kinerja jarak jauh. Selain itu, pendekatan inklusif diterapkan dengan memberdayakan tenaga lokal melalui sistem transisi kualifikasi dan penguatan manajemen berbasis komunitas seperti bimbingan virtual. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen PAUD yang lebih fleksibel dan responsif terhadap karakteristik wilayah terpencil demi pemerataan kualitas pendidikan anak usia dini.  
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERKEBUN MINI DI LUAR KELAS Faida Rochani; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116144

Abstract

Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi di salah satu TK di Surakarta dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dimana anak mengalami masalah terkait keterampilan motorik halus. Penelitian ini menggunakan kegiatan berkebun mini sebagai cara untuk mengatasi masalah terkait keterampikan motorik halus anak. Berkebun mini merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak dikarenakan kegiatan berkebun mini dapat merangsang penyesuaian mata dan tangan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan lembar observasi, sedangkan data kualitatif menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan analisis komparatif untuk data kuantitatif dan analisis interaktif untuk data kualitatif. Hasil ketuntasan klasikal dari lima indikator yang telah ditetapkan tahap pratindakan yaitu sebesar 13% anak tuntas 87% anak belum tuntas, selanjutnya pada tahap tindakan siklus I hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 66% anak tuntas 34% anak belum tuntas, dan pada tahap tindakan siklus II hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 87% anak tuntas 13% belum tuntas. Dari hasil tersebut terbukti bahwa kegiatan berkebun mini dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI PERMAINAN NUMBER DICE ANAK USIA 3-4 TAHUN Lianita Putri Padusthy; Upik Elok Endang Rasmani
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116117

Abstract

Kemampuan mengenal bilangan merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sejak usia dini karena menjadi dasar dalam belajar matematika. Pendekatan yang sesuai dan media yang menarik, anak akan lebih mudah mengenal bilangan, membangun rasa percaya diri, serta menunjukkan kesiapan dalam pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan melalui permainan number dice anak usia 3-4 tahun. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian ini merupakan riset tindakan kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus, setiap siklus menempuh dua kali observasi. Instrumen penghimpunan data mencakup pengamatan, wawancara, dokumentasi serta tes. Validasi data diuji melalui triangulasi sumber informasi maupun triangulasi metodologi. Prosedur analisis data mengintegrasikan pendekatan analisis data kualitatif serta kuantitatif. Output penelitian mengindikasikan bahwa tingkat capaian kognitif kemampuan mengenal bilangan melalui permainan number dice anak usia 3-4 tahun dengan kondisi awal sebesar 25%, siklus I sebesar 50%, hingga siklus II sebesar 75%. Simpulan menunjukkan bahwa permainan number dice efektif dalam kemampuan mengenal bilangan melalui permainan number dice anak usia 3-4 tahun
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN ROULETTE NUMBER Denny Eko Wiyanti; Warananingtyas Palupi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116326

Abstract

Kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun merupakan keterampilan dalam mengerjakan operasi matematika dasar yang perlu di kembangkan sebagai dasar perkembangan kognitif anak dalam berfikir logis, sistematis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung anak  melalui penggunaan media yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Media Roulette Number merupakan alat permainan edukatif berbentuk roda putar yang berisi angka, digunakan dengan cara diputar, efektif digunakan karena bersifat visual, familiar, serta mampu mendorong keterlibatan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian anak usia 5-6 tahun berjumlah 22 anak. Indikator kemampuan berhitung pada penelitian ini yaitu (1) pengenalan lambang operasi hitung yang meliputi simbol penjumlahan (+), pengurangan (-) dan sama dengan (=), (2) kemampuan menjumlahkan dua kelompok objek, dan (3) kemampuan melakukan pengurangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung anak, ketuntasan klasikal pada pratindakan sebesar 27,3%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 40,9%. Peningkatan yang signifikan terjadi pada siklus II, yaitu ketuntasan klasikal mencapai 77,3%. Dengan demikian, permainan Roulette Number terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 1 (2025): Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 3 (2022): Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 2 (2022): Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 3 (2021): Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 2 (2021): Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 1 (2021): Early Childhood Education and Development Journal Vol 2, No 3 (2020): Early Childhood Education and Development Journal Vol 2, No 2 (2020): Early Childhood Education and Development Journal Vol 2, No 1 (2020): Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 3 (2019): Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 2 (2019): Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 1 (2019): Early Childhood Education and Development Journal More Issue