cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 4 (2025)" : 7 Documents clear
BIOAKTIVITAS PESTISIDA BATANG BROTOWALI TERHADAP MORTALITAS HAMA Aphis gossypii (HEMIPTERA: APHIDIDAE) PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea var. alboglabra): BIOACTIVITY OF BROTOWALI STEM BIOPESTICIDE ON THE MORTALITY OF Aphis gossypii (HEMIPTERA: APHIDIDAE) ON CHINESE KALE (Brassica oleracea var. alboglabra) Margaretha, Ayunda; Ikawati, Silvi; Choliq, Fery Abdul; Mustofa, Oki; Setyaningrum, Sekar Putri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.2

Abstract

Aphis gossypii Glover (Hemiptera: Aphididae) merupakan hama penting pada tanaman kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra). Pengendalian A. gossypii pada tanaman kailan dengan menggunakan pestisida sintetik berbahan aktif Chlorpyrifos secara tidak bijaksana akan menimbulkan banyak dampak negatif pada lingkungan. Alternatif pengendalian hama A. gossypii yang ramah lingkungan adalah menggunakan pestisida nabati batang brotowali (Tinospora crispa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beberapa konsentrasi ekstrak batang brotowali terhadap mortalitas dan persentase penurunan jumlah keturunan hama A. gossypii serta menganalisa nilai LC50 dan LT50 dari ekstrak batang brotowali terhadap hama A. gossypii pada tanaman kailan. Penelitian bioaktivitas pestisida batang brotowali terhadap hama A. gossypii pada tanaman kailan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdapat tujuh perlakuan dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang brotowali mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, triterpenoid, dan tanin/fenol. Ekstrak batang brotowali menghasilkan nilai LC50 pada pengamatan 48 JSA sebesar 12% dan LT50 pada konsentrasi 10% sebesar 43 jam. Kesimpulannya, ekstrak batang brotowali dengan konsentrasi 90% paling efektif dalam meningkatkan persentase mortalitas serta persentase penurunan jumlah keturunan hama A. gossypii.
HUBUNGAN KOMPOSISI LANSKAP DAN CARA BUDIDAYA TANAMAN KUBIS TERHADAP KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN PARASITOID HYMENOPTERA: RELATIONSHIP OF LANDSCAPE COMPOSITION AND CABBAGE CULTIVATION METHODS TO THE DIVERSITY AND ABUNDANCE OF HYMENOPTERA PARASITOIDS Danya, Nafisya Haura; Rizali, Akhmad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.6

Abstract

Metode budidaya, kondisi habitat, dan komposisi lanskap memengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan parasitoid Hymenoptera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lanskap, keanekaragaman, kelimpahan, dan komposisi parasitoid Hymenoptera, serta menganalisis pengaruh metode budidaya, kondisi habitat, dan komposisi lanskap terhadap keanekaragaman dan kelimpahan parasitoid di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak dua belas lokasi budidaya kubis dipilih, dengan radius 500 meter di sekitar setiap lokasi yang dipetakan untuk digitalisasi lanskap menggunakan aplikasi QGIS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analysis of Similarity (ANOSIM) dan Generalized Linear Model (GLM) melalui perangkat lunak RStudio. Pada setiap lahan dilakukan sampling parasitoid Hymenoptera dengan menggunakan yellow pan trap selama 1x24 jam. Hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik lanskap pada lokasi penelitian didominasi oleh tipe penggunaan lahan habitat alami dan lahan pertanian. Jumlah keanekaragaman spesies terbanyak adalah Braconidae (Braconidae sp.4) dan Scelionidae (Scelionidae sp.2). Jumlah individu paling melimpah yaitu dari Famili Tetracampidae. Cara budidaya seperti umur tanaman kubis berpengaruh positif terhadap keanekaragaman parasitoid Hymenoptera. Komposisi lanskap pada skala lanskap yaitu jumlah fragmen (patch) pertanian dan skala lahan seperti umur tanaman kubis memberikan pengaruh terhadap keanekaragaman parasitoid Hymenoptera. Hal tersebut menunjukkan bahwa parasitoid Hymenoptera lebih dipengaruhi oleh skala lahan daripada skala lanskap.
PENDEKATAN GEOSTATISTIK UNTUK MEMETAKAN SEBARAN HAMA KUTU KEBUL (Bemisia sp.) PADA LAHAN TANAMAN MELON: A GEOSTATISTICAL APPROACH FOR MAPPING THE SPATIAL DISTRIBUTION OF WHITEFLY (Bemisia sp.) IN MELON FIELDS Hasbulloh, Mu'arif Ihza; Nirwanto, Hery; Rahmadhini, Noni
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.3

Abstract

Kutu kebul (Bemisia sp.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman melon yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi spasial hama kutu kebul menggunakan pendekatan geostatistik sebagai dasar pengendalian yang tepat sasaran. Penelitian dilakukan di lahan tanaman melon varietas Amanda di Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Pengambilan data menggunakan perangkap kuning (yellow trap) yang dipasang secara teratur, dengan penentuan titik koordinat menggunakan GPS. Data dianalisis menggunakan software Stanford Geostatistical Modeling Software (SGeMS) melalui tahapan penyusunan variogram, pemilihan model teoritis (spherical, exponensial, gaussian), dan interpolasi dengan metode Ordinary Kriging. Hasil analisis menunjukkan bahwa model variogram exponensial merupakan model terbaik dengan nilai RMSE terkecil yaitu 1,76. Nilai nugget effect sebesar 0,05, sill 2, dan range 8,55 meter menunjukkan pola distribusi kutu kebul yang cenderung mengelompok. Peta kontur yang dihasilkan memperlihatkan konsentrasi hama tinggi pada tanaman melon sehat di bagian selatan lahan, yang berkorelasi dengan kondisi tanaman melon yang lebih sehat di area tersebut. Pola ini kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat yang lebih mendukung atau pola kolonisasi awal hama. Pendekatan ini memberikan informasi spasial yang penting untuk pengendalian hama secara efisien dan ramah lingkungan, serta mendukung penerapan pengelolaan hama terpadu.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA BEBERAPA KULTIVAR PADI LOKAL SEBAGAI SUMBER BENIH SUMATERA BARAT INDONESIA: INSECT DIVERSITY ASSOCIATED WITH SEVERAL LOCAL RICE CULTIVARS USED AS SEED SOURCES IN WEST SUMATERA, INDONESIA Putri, Astri Harnov; Nelly, Novri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.1

Abstract

Kultivar padi lokal merupakan padi yang ditanam oleh leluhur dan masih bertahan hingga saat ini. Kultivar lokal telah beradaptasi dalam waktu yang lama pada suatu wilayah tertentu, termasuk terhadap jenis serangga yang berasosiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis dan keragaman serangga serta hubungannya dengan produksi beberapa kultivar padi lokal yang berbeda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kultivar sebagai perlakuan dan lima kelompok. Perlakuan meliputi kultivar Kusuik Putiah, Kuriak Kusuik, Kuriak Putiah, Empat Bulan Putiah, dan Cantik Manis. Penanaman padi dilakukan di daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui jenis, populasi dan keragaman serangga pada setiap kultivar. Pengamatan dilakukan mulai dari fase vegetatif sampai panen. Pengumpulan serangga dilakukan menggunakan jaring ayun dan perangkap stiky kuning selama 4 kali pengamatan. Identifikasi dilakukan dengan mengamati morfologi serangga yang diperoleh dari setiap kultivar di laboratorium. Produksi setiap kultivar diamati dengan mengukur bobot gabah kering. Indeks Shannon-Wiener digunakan untuk menentukan indeks keragaman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kultivar padi lokal Sumatera Barat ditemukan beberapa ordo serangga yaitu: Coleoptera, Diptera, Hemiptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Odonata, Orthoptera. Indeks keragaman serangga pada setiap kultivar yang berbeda tidak berbeda nyata sesamanya. Nilai indeks keragaman pada kultivar padi lokal yaitu berkisar 1,70 sampai 2,02. Tidak ada hubungan antara kelimpahan individu serangga dengan produksi padi beberapa kultivar lokal Sumatera Barat.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN (Steinernema spp. dan Heterorhabditis spp.) DI DATARAN TINGGI DLUNDUNG KABUPATEN MOJOKERTO PADA KERAPATAN VEGETASI YANG BERBEDA: EXPLORATION AND IDENTIFICATION OF ENTOMOPATHOGENIC NEMATODES (Steinernema spp. and Heterorhabditis spp.) IN THE DLUNDUNG HIGHLAND OF MOJOKERTO DISTRICT AT DIFFERENT VEGETATION DENSITIES Habibah, Isnaini Ainun; Rahmadhini, Noni; Kusuma, Ramadhani Mahendra
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.7

Abstract

Nematoda entomopatogen (NEP) merupakan agen pengendali hayati yang efektif dalam mengelola hama pertanian karena mampu membunuh inangnya secara cepat dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi nematoda entomopatogen (NEP) di dataran tinggi Dlundung, Trawas, Mojokerto, serta menganalisis hubungan antara kerapatan vegetasi dan kepadatan populasinya. Pengambilan sampel dilakukan pada dua lokasi berbeda ketinggian, yaitu 980 mdpl (vegetasi padat, NDVI 0,55) dan 1020 mdpl (vegetasi jarang, NDVI 0,23), dengan metode soil baiting menggunakan larva Tenebrio molitor sebagai umpan. Hasil isolasi menunjukkan adanya dua genus NEP, yaitu Steinernema spp. dan Heterorhabditis spp., yang dibedakan berdasarkan ciri morfologi dan warna kutikula inang terinfeksi. Populasi NEP lebih tinggi pada vegetasi padat (29,51 JI/mL) dibandingkan vegetasi jarang (15,86 JI/mL), meskipun perbedaan tidak signifikan (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua lokasi memiliki kondisi lingkungan yang sesuai bagi perkembangan NEP dan berpotensi menjadi sumber isolat lokal untuk pengendalian hayati hama.
EFIKASI AIR RENDAMAN SERBUK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DALAM PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.): EFFICACY OF AN AQUEOUS NEEM (Azadirachta indica A. Juss) LEAF POWDER WATER EXTRACT IN CONTROLLING PESTS AND DISEASES ON MUSTARD PLANTS (Brassica juncea L.) Angrayani, Rita; Nurdiansyah, Fuad; Mulyati, Sri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.4

Abstract

Serangan hama dan penyakit pada tanaman sawi dapat menurunkan kualitas dan kuantitas tanaman sawi jika tidak dilakukan pengendalian. Pengendalian menggunakan pestisida sintetik yang berlebihan memiliki dampak negatif terhadap agroekosistem dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rendaman serbuk daun mimba sebagai pestisida nabati terhadap hama Crocidolomia binotalis, Spodoptera litura,penyakit layu dan hawar daun pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel pengamatan yaitu, penekanan serangan hama dan penyakit, jenis dan populasi hama, persentase dan intensitas serangan hama, serta persentase dan intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air rendaman serbuk daun mimba konsentrasi 60% mampu menekan populasi C. binotalis sebesar 65% dan S. litura sebesar 47%, serta menekan intensitas penyakit layu dan hawar daun sebesar 70% dan 74%. Konsentrasi 30% dan 45% memiliki pengaruh yang sama dengan pestisida sintetik. Konsentrasi 60% memiliki pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan pestisida sintetik. Air rendaman serbuk daun mimba konsentrasi 30-60% berpotensi sebagai alternatif pestisida nabati yang ramah lingkungan.
INDUKSI KETAHANAN SISTEMIK PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) OLEH BAKTERI ENDOFIT YANG DIISOLASI DARI Platycerium elephantotis: INDUCED SYSTEMIC RESISTANCE IN SHALLOT (Allium ascalonicum) BY ENDOPHYTIC BACTERIA ISOLATED FROM Platycerium elephantotis Pamungkas, Bayu Aji; Aini, Luqman Qurata; Abadi, Abdul Latief; Syib`'li, Muhammad Akhid; Setiawan, Adi; Trianti, Irisa
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.5

Abstract

Produksi bawang merah dihadapkan pada kendala serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pemberian bakteri endofit diduga dapat menginduksi ketahanan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan ketahanan dan produktivitas tanaman bawang merah melalui aplikasi bakteri endofit asal Platycerium elephantotis yang berpotensi sebagai Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Penelitian ini dilakukan di Desa Dadaprejo, Kota Batu, dengan menggunakan varietas bawang merah Tajuk, yang ditanam menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan isolat bakteri endofit dari P. elephantotis (PE 5, PE 7, PE 24, PE 25, PE 30, dan PE 49) serta satu kontrol. Pengamatan serangan OPT dilakukan setiap minggu, sementara analisis aktivitas enzim pertahanan tanaman dilakukan pada umur 55 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri Bacillus cereus PE 5 mampu menurunkan kejadian penyakit moler (Fusarium oxysporum f.sp. cepae) secara signifikan pada tanaman bawang merah dibandingkan dengan kontrol, sehingga membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan ketahanan tanaman. Isolat PE 5, PE 30, dan A. nosocomonalis PE 49 juga meningkatkan aktivitas enzim peroksidase yang berperan dalam penguatan dinding sel dan sintesis senyawa antimikroba, sehingga memperkuat respons pertahanan tanaman. Meskipun demikian, aplikasi isolat bakteri tidak berpengaruh nyata terhadap produksi fenol, yang diduga dipengaruhi oleh serangan hama S. exigua yang merata pada seluruh tanaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa aplikasi PGPB, terutama isolat Bacillus cereus  PE 5, berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman bawang merah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7