cover
Contact Name
Yogi Ginanjar
Contact Email
yogi.ginanjar@ptk.ubpkarawang.ac.id
Phone
+6281340144014
Journal Mail Official
empowerment@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Secara garis besar jurnal empowerment bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi mahasiswa-dosen dalam melakukan publikasi artikel ilmiah secara bersama di Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang. Metode yang digunakan untuk meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa adalah dengan mengikutsertakan para peneliti lain di luar Universitas Buana Perjuangan Karawang. Selain meningkatkan motivasi, penelitian ini juga berfungsi sebagai media untuk membangun kerjasama antar Universitas dalam mencapai Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pada edisi pertama, jurnal ini melibatkan empat Universitas yang memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas jurnal. Diharapkan pada edisi selanjutnya jurnal ini dapat mengajak mahasiswa lain yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia untuk mengasah kemampuan melakukan publikasi artikel jurnal. Fokus topik dari jurnal ini adalah fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Psikologi. Kelebihan yang dimiliki oleh jurnal ini adalah mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi secara bersama-sama dalam melakukan penelitian hingga publikasi penelitian
Articles 130 Documents
SELF EFFICACY DAN PENYESUAIAN AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH PENERBANGAN DI INDONESIA Meidy Nindira; Novendawati Wahyu Sitasari; Safitri M
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.618

Abstract

Siswa yang menjalani pendidikan di sekolah penerbangan di Indonesia dihadapkan dengan berbagai tuntutan pembelajaran dengan basic semi militer yang belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga untuk para siswa yang baru masuk diperlukan adanya kemampuan penyesuaian akademik yang baik agar dapat mempertahankan dirinya disekolah penerbangan dengan tuntutan yang tinggi. Salah satu faktor yang diduga memiliki hubungan dengan penyesuaian akademik adalah self efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan penyesuaian akademik pada siswa sekolah penerbangan di Indonesia. Rancangan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif noneksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jenis sampling kuota. Sampel penelitian berjumlah 85 siswa sekolah penerbangan di Indonesia. Alat ukur pertama self efficacy dari teori Bandura berjumlah 28 aitem valid dengan koefisien realibilitas sebesar (α) 0,936 dan alat ukur kedua penyesuaian akademik dari teori Schneiders berjumlah 32 aitem valid dengan koefisien realibilitas (α) sebesar 0,953. Berdasarkan hasil uji pearson product moment memiliki hasil sig (p) = 0,026 (p < 0,05) dengan nilai r = 0,240 yang menyatakan adanya hubungan positif antara self efficacy dengan penyesuaian akademik pada siswa sekolah penerbangan di Indonesia yang berarti hipotesis diterima. Self efficacy mempengaruhi penyesuaian akademik sebesar 5,76%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Students who are studying in aviation school in Indonesia are faced with various demands for learning on a semi-military basis that have never been encountered before, so for new students who are required to have good academic adjustment skills in order to be able to defend themselves at flight schools with high demands. One factor that is thought to have a relationship with academic adjustment is self efficacy. The purpose of this study was to determine the relationship between self efficacy and academic adjustment in pilot students in Indonesia. The design in this study is quantitative non-experimental. The sampling technique uses non-probability sampling with the type of quota sampling. The research sample was 85 pilot students in Indonesia. The first self efficacy measuring instrument from the Bandura theory is 28 valid items with a reliability coefficient of (α) 0.936 and the second academic adjustment tool from the Schneiders theory is 32 valid items with a reliability coefficient (α) of 0.953. Based on the Pearson product moment test results have the results of sig (p) = 0.026 (p <0.05) with a value of r = 0.240 which states there is a positive relationship between self efficacy and academic adjustment in pilot students in Indonesia, which means the hypothesis is accepted. Self efficacy affects academic adjustment by 5.76%, the rest is influenced by other factors.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE EXPRESS) KARAWANG Jodi Kurniawan; Linda Mora; Nur Ainy Sadijah
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.619

Abstract

Keberhasilan suatu perusahaan dapat diperoleh dari kerja keras dan kerja sama semua karyawan, sehingga target yang sudah ditentukan dapat tercapai, namun dibalik keberhasilan tersebut terdapat beban kerja yang harus di tanggung oleh setiap karyawan seperti target perusahaan yang dirasa cukup tinggi, sistem kerja yang masih berantakan serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan yang harus dilaksanakan setiap harinya membuat beban kerja bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT Tiki Jalur Nugraha Eka kurir (JNE Express) Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan teknik sampling kuota (nonprobability) yang dilakukan kepada 159 karyawan outsourcing sebagai sampel responden. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana untuk melihat besaran nilai variable Kepuasan Kerja (Y) yang dipengaruhi oleh variable beban kerja (X). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE Express) Karawang dengan nilai signifikan 0,011<0,05 maka hipotesis penelitian ini Ha diterima dan H0 ditolak. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan terhadap perusahaan agar tetap stabil dalam memperhatikan karyawannya dan hal tersebut dapat meningkatkan kualitas perusahaan dalam bidang sumber daya manusia. The success of a company can be obtained from the hard work and cooperation of all employees, so that the predetermined targets can be achieved, but behind this success there is a workload that must be borne by each employee such as company targets that are considered high enough, the work system is still messy and employee loyalty to the company that must be carried out every day makes the workload increase. The purpose of this study was to determine the effect of workload on job satisfaction of employees of PT Tiki Jalur Nugraha Eka kurir (JNE EXPRESS) Karawang. The method used in this research is quantitative with a quota sampling technique (nonprobability) which is conducted on 159 outsourcing employees as a sample of respondents. Data analysis used simple linear regression test to see the value of the Job Satisfaction variable (Y) which is influenced by the workload variable (X). The results of this study are that there is an effect of workload on job satisfaction at PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE EXPRESS) Karawang with a significant value of 0.011 <0.05, so this research hypothesis Ha is accepted and H0 is rejected. It is hoped that this research can become a reference for the company to remain stable in paying attention to its employees and this can improve the quality of the company in the field of human resources.
SELF-DISCLOSURE DITINJAU DARI TRUST PADA KARYAWAN PT MITRA ABDI PERKASA MEDAN Sri Hartini; Chelsia
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.620

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan dan pengungkapan diri. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kepercayaan dan pengungkapan diri, dengan asumsi semakin tinggi kepercayaan maka semakin tinggi pengungkapan diri dan sebaliknya semakin rendah kepercayaan maka semakin rendah pengungkapan diri. Subyek penelitian ini adalah 100 karyawan PT Mitra Abdi Perkasa yang dipilih dengan metode total sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kepercayaan dan keterbukaan diri. Perhitungan dilakukan untuk menguji persyaratan analisis (asumsi), yang terdiri dari uji normalitas distribusi dan uji hubungan linieritas. Analisis data menggunakan Korelasi Product Moment dengan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,466 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kepercayaan dan pengungkapan diri. Hasil ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel kepercayaan terhadap pengungkapan diri sebesar 21,7 persen, sedangkan sisanya 78,3 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif antara kepercayaan dan pengungkapan diri dapat diterima. This study aims to determine the relationship between trust and selfdisclosure. The hypothesis of this study stated that there is a positive relationship between trust and self-disclosure, with the assumption that the higher the trust, the higher the self-disclosure and conversely the lower the trust, the lower the selfdisclosure. The subjects of this study were 100 employees of PT Mitra Abdi Perkasa selected with a total sampling method. Data were obtained from a scale to measure trust and self-disclosure. Calculations were performed to test the requirements analysis (assumption), which consisted of distribution normality test and linearity relationship test. The analysis of the data used Product Moment Correlation with SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed that a correlation coefficient was 0.466 (p <0.05). It showed that there is a positive relationship between trust and self-disclosure. These results indicate that the contribution of a the variable of trust on self-disclosure was 21.7 percent, while the remaining 78.3 percent is influenced by other factors not examined. From these results it is concluded that the hypothesis stating that there is a positive relationship between trust and self disclosure is acceptable
PENGARUH BODY IMAGE TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN PADA WANITA MADYA YANG BEKERJA DI PT X Sopia; Wina Lova Riza; Randwitya Ayu Ganis
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepuasan pernikahan pada wanita madya yang bekerja di PT X. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan cara pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 266 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa koefesien regresi bersifat signifikan, karena menurut hasil uji hipotesis nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,00 < 0,05, maka disimpulkan bahwa ada pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan pernikahan. Adapun nilai R Square adalah 0,075 yang berarti body image memiliki pengaruh terhadap kepuasan pernikahan sebesar R2= 7,5 %. Jadi kesimpulannya adalah terdapat hubungan positif antara body image dan kepuasan pernikahan. his research aims to know effect of body image on marriage satisfaction among middle women who work at PT X. The sampling technique in this study is nonprobability sampling by means of the sampling used is quota sampling. The number of samples in this study were 266 respondents. The results showed that the regression coefficient was significant, because according to the results of the hypothesis test the significance value (Sig.) Was 0.00 <0.05. It concludes that there was an effect of body image on marriage satisfaction. The R Square value is 0.075, which means that body image has an influence on marriage satisfaction by R2 = 7.5%. So the conclusion is that there is a positive relationship between body image and marriage satisfaction.
KADAR CINTA PADA PASANGAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN Cipto Winner Simanjuntak
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.622

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mengangkat kasus kekerasan dalam berpacaran dan alasan subjek masih mempertahankan hubungannya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja di Medan dengan kriteria telan menjalani hubungan selama satu tahun lebih. Metode penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil yang ditemukan peneliti dalam penelitian terhadap 2 subjek penelitian AL dan PS serta didukung oleh subjek sekunder peneliti menemukan bahwa subjek AL dalam menjalani hubungannya yang paling dominan dari ketiga komponen cinta Stenberg yaitu komponen komitmen dan komponen gairah namun kekurangan dari hubungan mereka adalah komponen keintiman hal ini dikarenakan kurang adanya komunikasi diantara keduanya karena di saat bersama pasangan dari subjek AL ini cenderung mementingkan aktivitas bermain game dari pada berkomunikasi dengan pasangannya. Dari penelitian yang dilakukan peneliti menemukan juga bahwa AL sering mendapatkan kekerasan secara fisik dan juga emosional berupa ancaman. Alasan AL mempertahankan hubungannya karena AL sudah berhubungan seksual dengan pasangannya AL juga mengakui jika dirinya takut untuk melepaskan pasangannya karena nantinya tidak ada cowok yang menerima dirinya apa adanya. AL juga tidak bisa melepaskan pasangannya karena diancam oleh pasangannya jika sampe pergi dari kos dan hamil maka pasangannya tidak akan bertanggung jawab hal ini membuat AL sangat tertekan sehingga masih bertahan dengan pasangannya. This research is a qualitative research with a case study approach that raises cases of violence in dating and the reasons the subject still maintains the relationship. The subjects in this study were teenagers in Medan with the criteria of having been in a relationship for more than one year. This research method uses observation and interview methods. The results found by researchers in research on 2 research subjects AL and PS and supported by secondary subjects, researchers found that AL subjects in their relationship were the most dominant of the three components of Stenberg's love, namely the commitment component and the passion component. due to the lack of communication between the two because when they are with their partner, this Navy subject tends to prioritize playing game activities rather than communicating with their partner. From the research conducted by the researchers, it was also found that AL often received physical and emotional violence in the form of threats. The reason AL maintains his relationship is because AL has had sex with his partner AL also admits that he is afraid to let go of his partner because later there will be no guy who will accept him as he is. AL also couldn't let go of his partner because he was threatened by his partner if he left the boarding house and got pregnant, his partner would not be responsible, this made AL very depressed so he still stayed with his partner.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP AGGRESSIVE DRIVING PADA ANGGOTA CLUB SEPEDA MOTOR HONDA CB150R DI KABUPATEN KARAWANG Dede Faturohman; Nuram Mubina; Puspa Rahayu Utami
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.623

Abstract

Angka kecelakaan lalu lintas pada pengemudi sepeda motor semakin meningkat di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah human error. Perilaku aggressive drivingdisinyalir membFebriantoan kontribusi utama pada peningkatan angka kecelakaan tersebut. Dengan pengendalian diri yang baik, perilaku aggressive driving bisa dikurangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap perilaku aggressive driving pada anggota Club sepeda motor Honda CB150R di Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan populasi sebanyak 135 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan skala kontrol diri dan skala perilaku aggressive driving. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif terhadap perilaku aggressive driving, dengan nilai r = -0,179 dan p = 0,00 p < 0,01. Artinya, semakin tinggi kontrol diri maka akan semakin rendah perilaku aggressive driving, begitu pula sebaliknya. Pengaruh efektif control diri terhadap perilaku aggressive driving sebesar 17,9% yang artinya masih ada 82,1% perilaku aggressive drivingdipengaruhi oleh variabel lain. The number of traffic accidents on motorcyclists increased in Indonesia. One possible caused was human error. Aggressive driving behavior was allegedly contributed to the increase in the number of these accidents. With good self-control, aggressive driving behavior can reduce. This study aimed to examine the relationship between selfcontrol toward aggressive driving behavior on the honda CB150R motorcycle Club in Karawang regency. The research design was associative quantitative with a population of 135 people. The sampling technique used nonprobability sampling. The instrument in this study used a self-control scale and an aggressive driving scale. The results of this study indicated that the self-control harms aggressive driving behavior, with r = -0.537 and p = 0.00; p < 0.01. That was, the higher the self-control, the lower of aggressive driving behavior, vice versa. The effect of self-control on aggressive driving behavior is 17.9%, which means that 82.1% of aggressive driving behavior influence by other variables
PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI PEER GROUP PADA SISWA-SISWI SMA GLOBAL PRIMA MEDAN Dani Perton Sihole
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer group dengan perilaku bullying. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara peer group dengan perilaku bullying, dengan asumsi semakin tinggi peer group, maka semakin´ tinggi perilaku bullying dan sebaliknya semakin rendah peer group maka semakin rendah perilaku bullying. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purpossive sampling. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA GLOBAL PRIMA MEDAN yang berjumlah 150 orang dengan karakteristik usia 15 sampai 17 tahun. Data diperoleh dari skala untuk mengukur peer groupdan perilaku bullying. Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 21 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,431 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara peer group dengan perilaku bullying. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel peer group terhadap perilaku bullying adalah sebesar 18,6 persen peer group mempengaruhi perilaku bullying dan selebihnya 81,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain seperti iklim sekolah, komunikasi interpersonal, harga diri, kepribadian, dan perilaku over protective orang tua. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara peer group dengan perilaku bullying dapat diterima This study aims to see the relationship between peer groups and bullying behavior. The hypothesis proposed in this study is that there is a positive relationship between peer groups and bullying behavior, with the assumption that the higher the peer group, the higher the bullying behavior and vice versa, the lower the peer group behavior, the lower the bullying behavior. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique. The research subjects used in this study were GLOBAL PRIMA MEDAN high school students who can measure 150 people aged 15 to 17 years. Data obtained from a scale to measure peer group and bullying behavior. The calculation is done through the analysis prerequisite test (assumption test) which consists of a normality test and a relationship linearity test. The data analysis used is to use the Product Moment view through the help of SPSS 21 for Windows. The results of data analysis showed no evidence of 0.431 with p of 0.000 (p <0.05). This shows that there is a positive relationship between peer groups and bullying behavior. The results of this study indicate that the contribution given by group variables to bullying behavior is 18.6 percent of the group of friends influencing bullying behavior and the remaining 81.4 percent from other factors such as school climate, interpersonal communication, self-esteem, personality, and over parent behavior. protector. From the results of this study it can be concluded that the research hypothesis that there is a positive relationship between peer groups and bullying behavior is acceptable.
READINESS ANGGOTA PMKRI CABANG MAUMERE DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL Emanuel Wilem Wisang; Debi Angelina Br Barus
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran readiness pada anggota PMKRI cabang Maumere. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh (sensus). Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala readiness. Skala tersebut memiliki rentan korelasi validitas sebesar 0,317 sampai dengan 0,825 dan total item yang valid sebanyak 28 item. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 81% anggota PMKRI memiliki tingkat readiness rendah atau sebanyak 49 orang. 12% anggota PMKRI memiliki tingkat readiness tinggi atau sebanyak 7 orang dan 7% angggota PMKRI memiliki tingkat readiness sedang atau sebanyak 4 orang.
HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA SISWA SMK ITENAS KELAS XII Wahyudin; Cempaka Putrie Dimala; Nita Rohayati
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.626

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi saat ini yang belum terselesaikan dari dulu hingga sekarang yaitu minimnya ketersediaan lapangan kerja bagi para lulusan SMK, membuat jumlah pengangguran dengan latar belakang pendidikan SMK semakin meningkat, terlebih pada masa pandemic saat ini. Fenomena tersebut merupakan sebuah permasalahan untuk para lulusan SLTA juga termasuk para siswa sekolah yang saat pandemic ini sedang menuntut ilmu guna mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan. Dengan adanya fenomena seperti itu, para siswa harus memiliki optimisme yang tinggi agar dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara variable self esteemdengan optimisme masa depan pada siswa SMK. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK ITENAS kelas XII. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik quota sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan mencari hubungan antara variabel self esteem dengan optimisme masa depan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala self esteem dan skala optimisme. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (r hitung) sebesar 0.694 lebih besar dari r tabel 0.195, artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self esteemdengan optimisme masa depan. This research is based on the current problem that is lack of jobs for high school graduates. Therefore the number of unemployed is increasing, especially during a pandemic like now. That phenomenon is a problem for every freshgraduates even for students who are currently facing a pandemicproblems in learning. Therefore, every student’s must have high optimism in order to prepare themselves as best as possible for their future. This research aims to examine the correlation between self-esteem and future optimism of Vocational High School students. The population in this research were 12th grade of ITENAS’S Vocational High School students. The sampling technique used was the quota sampling technique. This research is a correlational quantitative research between self-esteem and future optimism. Data collection was done using a self-esteem and optimism scales. The data analysis technique used is the product moment correlation. Based on the results of the analysis obtained the correlation coefficient value of 0.694 which is biger than the r-table value of 0.195, it means that there is a very significant positive correlation between self-esteem and future optimism.
KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK USIA 4 TAHUN (STUDI KASUS DI LEMBAGA LAYANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KARYA ILAHI) Epifania Margareta Ladapase
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.627

Abstract

keterlambatan bicara (speech delay) pada anak yaitu apabila tingkat perkembangan bicara anak berada di bawah tingkat kualitas bicara anak yang umurnya sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum keterlambatan bicara dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) pada seorang anak laki-laki berusia 4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan single subject research. Berdasarkan hasil diperoleh gambaran umum keterlambatan bicara (speech delay) anak adalah 1) anak memiliki perbendaharaan kata yang sangat sedikit, 2) kemampuan bicara yang rendah dengan artikulasi yang kurang jelas dan pembentukan bunyi bahasa yang kurang tepat, 3) kurang respon terhadap stimulus yang diberikan, 4) memilih menggunakan gerak tubuh untuk komunikasi dari pada menggunakan kata-kata. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan bicara anak adalah 1) anak tidak mendapatkan model yang baik, 2) anak tidak mendapat kesempatan untuk bicara, 3) motivasi yang rendah, 4) kebiasaan menonton televisi atau you tube di handphone speech delay in children, namely if the level of speech development of children is below the level of speech quality of children of the same age. This study aims to determine the general description of speech delay and the factors that affect speech delay in a 4 years old boy. This study uses a qualitative descriptive method with a single subject research approach. Based on the results, the general description of speech delay in children is 1) the child has very little vocabulary, 2) low speech ability with unclear articulation and inappropriate language sound formation, 3) less response to the given stimulus. 4) choose to use gestures for communication rather than using words. While the factors that affect the speech delay of children are 1) the child does not get a good model, 2) the child does not get the opportunity to talk, 3) low motivation, 4) the habit of watching television or you tube on the cellphone

Page 2 of 13 | Total Record : 130