cover
Contact Name
Ilfa Khairina
Contact Email
japi@unitri.ac.id
Phone
+6281333369595
Journal Mail Official
japi@unitri.ac..id
Editorial Address
Unitri Press Jln. Telaga Warna Tlogomas Malang Jawa Timur Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25483463     DOI : (DOI) 10.33366.
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) mrupakan jurnal pengabdian masyarakat berkala 6 bulanan yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil pengabdian masyarakat Scope jurnal terdiri dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterapkan pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Organik Pertanian Sebagai Media Tanam Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Dalam Membangun Kemandirian Pangan di “Kampung Wisata Terpadu” Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Nugroho, Tri Wahyu; Aziz, Aulia Luqman; Toiba, Hery; Rozuli, Ahmad Imron; Suyadi, Suyadi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6113

Abstract

Luas lahan pertanian yang semakin menyusut disetiap tahun menjadi masalah penting bagi masyarakat Desa Mulyoagung. Pertanian perkotaan (urban farming) merupakan salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut dalam mempertahankan ketersediaan pangan. Urban farming dapat memperkuat ekonomi local dengan penerapan yang benar. Akan tetapi salah satu kendala yang menyebabkan kegagalan urban farming antara lain sumber bahan, SDM, dan pasar. Konsep paling mendasar yang perlu dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah menjalin mitra kerjasama yang dengan pelaku pertanian yang bersinergi dengan program urban farming. Happytani merupakan badan usaha yang berada di desa Mulyoagung dan sangat berpotensi dijadikan mitra dengan skema urban farming. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Mulyoagung melalui pemeliharaan keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan kemitraan dan kerjasama. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengadopsi konsep urban farming dengan memanfaatkan limbah organik cocopeat dan polybag. Pengembangan model urban farming telah membuktikan keberhasilannya dalam mengatasi penyusutan lahan pertanian dan memperkuat ekonomi lokal
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Kedung Kandang Melalui Produksi Minuman Jamu Beras Kencur Dan Kunyit Asam Susanti, Erna; Mardiyah, Mardiyah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.3329

Abstract

Wilayah Kedung Kandang meskipun masuk wilayah kota namun lahan pertanian masih cukup banyak sehingga sumber bahan baku untuk minuman sehat sangat mudah didapatkan yang dapat meningkatkan kemanfaatan secara maksimal. Diperlukan pendampingan kesehatan melalui kegiatan produktif produksi minuman sehat melalui usaha- usaha produktif untuk menangkap respon masyarakat yang banyak mencari produk minuman sehat untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap virus yang mewabah serta banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaaan karena kondisi pandemi. Daya tahan tubuh terhadap virus yang mewabah serta banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaaan karena kondisi pandemi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada kelompok  ibu-ibu rumah tangga RT 06, RW 04 Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang agar memiliki bekal untuk berwirausaha dan mengembangkan produksi jamu sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peserta pendampingan kegiatan produksi dapat memahami tahapan-tahapan pembuatan jamu sesuai standar dengan hasil produksi yang sesuai harapan. Hasil pendampingan ini dapat diterapkan di rumah masing-masing dengan terus melakukan pengembangan-pengembangan yang diperlukan untuk meningkatkan respon pasar terhadap produk yang telah dibuat.
Inovasi Agroteknologi: Produksi Metabolit Sekunder Trichoderma Sp. Sebagai Solusi Pengelolaan Penyakit Cabai Rawit Di Kelompok Tani Mekar Sari 2 Samad, Abdul; Suci, Ida Ayu; Hamdani, Hamdani; Ayen, Rosalina Yuliana
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6037

Abstract

Serangan penyakit patek atau antracnose pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan masalah yang sering dialami para petani dalam melakukan budidaya tanaman ini sehingga mengalami penurunan produksi. Dalam praktek pengelolaan penyakit ini, penggunaan pestisida sintesis masih menjadi primadona bagi petani. Penggunaan bahan ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah baru bagi lingkungan akibat residu yang dihasilkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan produksi cabai rawit pada Kelompok Tani Mekar Sari 2, Desa Sungai Rengas, Kecamatan. Sungai Kakap, Kabupaten. Kubu Raya melalui pelatihan pembuatan metabolit sekunder Trichoderma sp dan aplikasinya pada tanaman cabai rawit (C. frutescens). Tahapan kegiatan meliputi: observasi dan identifikasi, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan pelatihan, penerapan atau pengaplikasian, evaluasi program kegiatan, pertisipasi mitra dalam kegiatan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program kegiatan. Para petani yang terlibat dalam kegiatan ini (n=25) mengalami peningkatan pengetahuan yaitu dengan rata-rata nilai 36,2 (pre test) menjadi 94,4 (post test) atau mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 61,65 %. Para petani juga berperan aktif dalam praktek pembuatan metabolit sekunder Trichoderma sp. dan sekaligus pengaplikasiannya.
Pemberdayaan Petani Dalam Upaya Kemandirian Pupuk Organik Dan Dekomposer Demi Menunjang Keberhasilan Dalam Usaha Tani Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro Mangar, Irma; Romadhon, Nafatio Dwiki; Al Mahdi, Sholahudin Ahmed; Aprilia, Nanda Dwi; Agustina, Ria
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6116

Abstract

Perubahan iklim yang semakin ekstrem dan fluktuasi harga komoditas pertanian juga memperburuk situasi, membuat petani semakin rentan terhadap risiko kehilangan hasil panen. Kurangnya pendidikan dan pelatihan juga menjadi penghalang bagi petani untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Melihat ini sebagai permasalahan yang harus di selesaikan. Oleh karena itu program ini dilaksanakan dengan upaya dapat membantu petani di Desa kolong untuk mengatasi permasalahan yang ada termasuk untuk solusi kemiskinan. Metode ataupun tahapan dan frekuensi kegiatan pada program pengabdian seperti persiapan, survey, kordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu petani untuk menghemat biaya pengeluaran pupuk dalam menjalankan usaha tani, kemudian dapat membantu petani untuk lebih bijak lagi dalam menggunakan pupuk, petani di Desa Kolong mampu mandiri dalam membuat pupuk organik.   
Strategi Pengembangan Keterampilan Hidup Warga Belajar Paket C Melalui Pelatihan Kaligrafi Di PKBM Al Mubarok 2 Genteng, Banyuwangi Sugiharto, Firsta Bagus; Al Mubarok, Zaki; Thoif, Mokh; Surandoko, Tomas
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6011

Abstract

Program Pengembangan Keterampilan Hidup melalui pelatihan kaligrafi di PKBM Al Mubarok 2 Genteng Banyuwangi dirancang untuk meningkatkan keterampilan hidup (life skills) warga belajar Paket C. Pelatihan ini dimulai dengan identifikasi kebutuhan peserta dan penyusunan kurikulum yang mencakup teknik kaligrafi, manajemen waktu, kerja sama tim, serta keterampilan berwirausaha. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah partisipatif, melibatkan demonstrasi langsung oleh instruktur, praktek mandiri, dan evaluasi berkala untuk memastikan pemahaman dan kemajuan peserta. Motivasi warga belajar diperkuat melalui pemberian sertifikat, penghargaan untuk karya terbaik, serta pameran hasil karya. Dukungan psikososial juga diberikan untuk membantu peserta mengatasi hambatan pribadi dan sosial. Evaluasi pelatihan dilakukan secara berkala melalui penilaian hasil karya, observasi, dan feedback dari peserta, yang kemudian digunakan untuk menyempurnakan program. Selain itu, PKBM Al Mubarok 2 menjalin kerjasama dengan komunitas seni lokal dan lembaga lainnya untuk memperluas akses dan peluang bagi peserta pelatihan. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan artistik, rasa percaya diri, dan peluang usaha bagi warga belajar. Pelatihan kaligrafi tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi warga belajar dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Program ini membuktikan bahwa pendekatan yang komprehensif dan partisipatif dalam pelatihan keterampilan hidup dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pendampingan Pengaplikasian Hasil Desain Pada Kelompok Remaja Jimpitan Kelurahan Batu Jaya, Kota Tangerang Pangestu, Ilham Aji; Suseno, Ari; Fadhlillah, Muhammad Rizqi; Kurniawan, Irvan Arif
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6075

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan kegiatan tahap 2 (dua) berdasarkan roadmap kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada kelompok remaja Jimpitan. Kelompok remaja Jimpitan dalam hal ini terhimpun dalam Pusat Informasi, Konseling, Komunikasi Remaja (PIKKR). Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tahap 2 (dua) ini adalah kelompok remaja PIKKR dapat mengaplikasikan hasil desain yang sudah disusun kedalam suatu media tertentu. Metode yang digunakan pada Pengabdian Kepada Masyarakat tahap 2 (dua) ini menggunkan metode pelatihan. Dengan metode pelatihan, peserta dalam hal ini kelompok remaja PIKKR diberikan materi mengenai dasar-dasar desain, aplikasi yang digunakan serta pemahaman dalam mengaplikasikan kedalam suatu media tertentu. Materi-materi tersebut selain diberikan secara teori, juga dilaksanakan melalui praktik. Berdasarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tahap 2 (dua) yang sudah dilaksanakan, tujuan utama dari kegiatan ini belum tercapai. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor kendala. Faktor-faktor kendala tersebut diantaranya, pertama yaitu kendala dalam hal instal aplikasi adobe illustrator. Kedua, tidak seluruhnya anggota kelompok remaja PIKKR memiliki laptop. Ketiga, kurangnya intensitas pendampingan kepada kelompok remaja PIKKR. Untuk kedepannya, saran yang diberikan diantaranya pertama, memperkuat intensitas pendampingan dan monitoring, baik dilakukan secara formal ataupun non formal. Kedua, memperkuat komunikasi dengan kelompok remaja PIKKR, dan ketiga, mengalokasikan laptop yang khusus digunakan oleh kelompok remaja PIKKR.  
Pelestarian Kawasan Konservasi Pengelolaan Hutan Lindung Dan Penguatan Usaha Desa Sa'diyah, Ana Arifatus; Widowati, Widowati; Khoiriyah, Nikmatul
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6031

Abstract

Program pemberdayaan petani hutan untuk konservasi dan restorasi ekosistem yang telah dilakukan oleh Pemdes Jetak Kecamatan Montong kabupaten Tuban pada tahun 2022 dipandang cukup efektif untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan hutan, namun kesinambungan program dalam bentuk pelestarian masih terus diperlukan. Pelestarian kawasan konservasi pengelolaan hutan masih perlu digalakkan agar terjadi keseimbangan ekosistem. Di lain pihak tumbuhnya kelompok usaha baru sebagai sumber penghasilan rumah tangga di luar sektor pertanian (batik, makanan dari produk pertanian, dan pewarna alami batik). Namun masih mengalami beberapa kendala yang berkaitan dengan produksi daun tanaman, manajemen produksi pewarna batik, legal formal ijin usaha, brand produk dan pemasaran digital. Untuk itu perlu penguatan usaha desa sebagai program yang dapat mengatasi kendala tersebut.  Di bawah tegakan pohon masih banyak lahan yang pengelolaannya kurang maksimal sehingga berpotensi dikelola untuk tanaman indigofera tinctoria sebagai bahan baku pewarna alami kain batik dengan inovasi teknologi pemupukan yang menerapkan biochar. Program bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan budidaya tanaman di bawah tegakan hutan serta penguatan usaha desa. Optimalisasi pemanfaatan lahan dilakukan dengan scalling up agroforestri kopi. Penguatan usaha desa dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan legal formal perijinan, branding produk, dan pemasaran digital. Hasil dari program ada penambahan agroforestry kopi dari 3.000 pohon menjadi 4.500 pohon, ada formal legal ijin usaha desa, dan tersedia toko online untuk produk desa. Agar ekosistem hutan lindung terjaga maka program konservasi perlu terus diupayakan. Disamping itu sebagai program keberlanjutan usaha desa, maka Pemdes perlu mendorong pelaku usaha agar memanfaatkan toko online yang tersedia.
Edukasi Dan Motivasi SPP-IRT Bagi Calon Wirausaha Industri Rumah Tangga Di Lingkungan Ibu-Ibu Aisyiyah Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu Mutmainnah, Elni; Kurniati, Novitri; Fitriani, Dwi; Feriady, Anton
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6111

Abstract

Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir pantai memiliki sumber daya alam laut yang melimpah. Pada kondisi tertentu saat musim penangkapan ikan berlimpah, ikan yang diperoleh nelayan selain dijual dalam keadaan segar juga dibuat menjadi berbagai ikan olahan ikan seperti ikan kering, ikan asin dan lain-lain. Usaha ini dilakukan secara turun temurun sebagai mata pencaharian sampingan masyarakat nelayan yang tinggal di Kampung Nelayan kelurahan Sumber Jaya kota Bengkulu. Produk ikan olahan yang dihasilkan dikumpulkan dan dijual melalui pengepul atau langsung ke konsumen. Namun sayangnya, produk ikan olahan yang dibuat belum berorientasi pasar. Dalam arti produk yang dihasilkan belum memperhatikan persyaratan jaminan keamanan produk dalam bentuk sertifikasi pangan. Sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal karena tidak dapat bersaing dengan produk lain yang serupa. SPP-IRT merupakan perizinan keamanan pangan yang dimiliki suatu produk dengan tujuan memperluas area pemasaran dan meningkatkan daya saing produk. Sebagai wilayah penghasil ikan olahan, kelurahan sumber jaya berpotensi menghasilkan produk yang memiliki jaminan keamanan pangan dan mampu memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga. Berdasarkan hal tersebut maka Tim Pengabdi Program Studi Agribisnis terdorong untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang edukasi dan motivasi calon wira usaha bagi ibu rumah tangga di lingkungan Aisyiyah.  Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan motivasi calon wirausaha baru untuk membuat jaminan keamanan produk ikan olahan yang dihasilkan mereka dalam bentuk Perizinan SPP-IRT dengan tujuan memperluas area pemasaran dan meningkatkan daya saing produk ikan kering yang dihasilkan. 
Peningkatan Kualitas UMKM Dalam Pemasaran Teh Telang Berbasis Digital Di Desa Wage, Kecamatan Taman Kurniawan, Bagus Ananda; Prasetyo, Farrel Eko; Halawa, Tita Vestalenti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6236

Abstract

Warga RW 13 Desa Wage di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membudidayakan bunga telang di halaman rumah. Masyarakat menganggap bunga telang adalah tanaman rambat biasa. Oleh karena itu, untuk mengetahui keuntungan bunga telang, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan. Kehidupan masyarakat RW 13 Desa Wage Kecamatan Taman memiliki beragam UMKM hasil olahan bunga telang. Usaha olahan produk ini adalah mata pencaharian utama dan memiliki kebun kecil bunga telang di wilayah asrama polisi RW 13 Desa Wage dan sekitar wilayah Desa Wage RW 13 ini salah satu tempat sebagai pengembangan usaha teh telang dan memiliki UMKM hasil olahan bunga telang berupa teh telang dan serbuk teh telang. RW 13 Desa wage ini sebagai tempat kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri yang dilaksanakan oleh Tim Dosen bidang pengabdian masyarakat dan kelompok 1 KKN gelombang 2. Adapun yang menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri  ini adalah Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN), para warga beserta pengurus Rukun Warga (RW) 3, dan UMKM Asmantoga RW 13 Teh telang Desa Wage Kecamatan Taman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilaksanakan dalam sebuah workshop yang memberikan pendalaman materi tentang pentingnya penghijauan dan menumbuhkan kepedulian penghijauan, mendesain label produk, digital marketing e-commerce dalam memasarkan komoditi teh telang, menambahkan konten berita artikel di website resmi Desa Wage, mengadakan lomba mengaji untuk meningkatkan literasi anak usia dini. 
Pengolahan Limbah Cair Tempe Pada Industri Skala Kecil Di Kepanjen, Kabupaten Malang Sonalitha, Elta; Hidayatulail, Basitha Febrinda; Arianto, Nur Alif; Nachrowie, Nachrowie; Rozaq, Rozaq; Bungalawele, Stepin Bless Etnaf
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6086

Abstract

Limbah cair industri tempe adalah sisa cairan yang dihasilkan dari proses pembuatan tempe secara massal. Limbah ini umumnya mengandung air, bahan organik seperti protein dan karbohidrat, serta kadang-kadang senyawa nitrogen seperti amonia. Limbah cair ini perlu dikelola dengan baik karena dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan benar. Proses pengolahan limbah cair industri tempe umumnya terdiri dari filtrasi, oksidasi, dan pemurnian. Untuk mengurangi dampak limbah tempe terhadap lingkungan, penting untuk melakukan pengelolaan limbah yang baik, seperti pengolahan limbah sebelum dibuang, penggunaan kembali limbah sebagai pupuk cair organik dan penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam pengolahan limbah tempe. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pembekalan ketrampilan tentang lingkungan yang sehat, pengetempean pengolahan limbah tempe dan pemanfaatan cairan pengolahan limbah. Pelatihan implementasi program pengolahan limbah yang memadukan antara kegiatan ceramah dan praktek, penataan lingkungan produksi dan pengolahan limbah dengan harapan di masa yang akan datang terbangun Lingkungan yang sehat dan bersih. Ketercapaian target kegiatan yaitu pengetahuan lingkungan terhadap pengrajin tempe dusun legok kabupaten kepanjen meningkat, hal ini diketempei dari survey tentang lingkungan yang diaksanakan sebelum dan sesudah kegiatan. Tingkat ketercapaian ketepatan solusi antara persoalan, kebutuhan atau tantangan yang  ditangani dan metode yang diterapkan mendapatkan reaksi positif dari mitra.

Page 1 of 2 | Total Record : 15