cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 459 Documents
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Program Pelatihan di Era Digital Ita Anita; Asa Aulia Nuril Najla; Dewi Sri; Machdum Bachtiar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan serta solusi dalam implementasi program pelatihan di era digital. Transformasi digital telah mendorong perubahan sistem pelatihan dari metode konvensional menuju pelatihan berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), video conference, serta media interaktif lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya interaksi peserta, desain materi yang kurang inovatif, serta sistem evaluasi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah berupa jurnal nasional, buku, dan prosiding seminar yang relevan dengan topik pelatihan digital dan literasi teknologi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi program pelatihan digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, desain pembelajaran yang interaktif dan adaptif, serta sistem evaluasi berbasis digital yang terukur. Solusi strategis yang dapat diterapkan meliputi pelatihan literasi digital awal, optimalisasi LMS dan aplikasi konferensi daring, penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti gamifikasi dan diskusi virtual, pengembangan materi berbasis microlearning, serta evaluasi menggunakan platform digital seperti Google Form. Dengan strategi yang terintegrasi, program pelatihan di era digital dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Tantangan Kesehatan Mental di Tempat Kerja : Studi Kepustakaan Kontemporer Nazwa Ramadhani Fitrie; Thalia Salsabilla; Machdum Bachtiar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2660

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan kesehatan mental di tempat kerja dalam konteks organisasi modern melalui pendekatan studi kepustakaan. Perubahan sistem kerja, peningkatan tuntutan produktivitas, serta digitalisasi lingkungan kerja telah meningkatkan tekanan psikologis yang dialami pekerja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental pekerja serta implikasinya terhadap kesejahteraan dan produktivitas kerja. Metode yang digunakan berupa analisis literatur ilmiah yang relevan dengan tema kesehatan mental kerja, stres kerja, kelelahan kerja, teknostres, serta faktor sosial dan demografis. Hasil kajian menunjukkan bahwa beban kerja mental, kelelahan kerja, perubahan teknologi, serta ketimpangan dukungan organisasi menjadi determinan utama gangguan kesehatan mental di tempat kerja. Selain itu, kelompok pekerja tertentu seperti pekerja muda dan perempuan memiliki kerentanan lebih tinggi akibat tekanan adaptasi dan beban peran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi organisasi yang bersifat struktural, preventif, dan promotif guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara psikologis dan berkelanjutan.
Analisis Peran Panti Santa Dymphna dalam Penanganan Masalah Sosial ODGJ di Wilayah Maumere Hendrikus Nandito Timu; Frederikus Kevin Janggur; Fransiskus Xaverius Busa; Dionisius Afganius Mbete Pati; Fransiskus Bungsu Nosi; Kastoria Karolus Sado; Hendrikus Thomas Temongmere; Edita Nona Iche
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2661

Abstract

Keberadaan manusia dengan riwayat gangguan jiwa atau yang sering dikenal dengan ODGJ menjadi suatu permasalahan sosial yang dinilai cukup urgen. Permasalahan ini terjadi karena adanya gangguan baik secara fisik maupun emosional yang dialami seorang ODGJ yang kurang lebih turut memengaruhi perkembangan psikis dan kepribadiannya. Salah satu cara yang ditawarkan untuk mengatasi kasus ini adalah dengan melakukan rehabilitasi mental dan psikis di panti ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panti St Dymphna dalam menangani kasus ODGJ di wilayah maumere. Dengan menjadikan panti St Dymphna sebagai locus utama, penelitian ini berupaya untuk melihat dan menijau sejauh mana panti berkontribusi sebagai pusat rehabilitasi bagi para ODGJ di wilayah Maumere. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengamati secara cermat fenomena ODGJ dari prespektif filosofis menurut pandangan Michel Foucault dan mengaitkannya dengan peran lembaga panti St Dymphna dalam menangani ODGJ di wilayah Maumere. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dibuat dengan melakukan wawancara bersama beberapa informan yang turut berkontribusi bagi perkembangan dan keberlangsungan panti. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata ODGJ di wilayah Maumere mengalami tekanan psikologis akibat depresi dan stres yang menyebabkan psikis dan mental mereka terganggu. Sehingga untuk mengatasi hal ini mereka perlu mendapat perhatian melalui pembinaan khusus di panti yang dinilai mampuh memulihkan mental dan psikis serta mengembalikan kepercayaan diri mereka yang hilang karena stigma buruk yang diberikan kepada ODGJ. Hasil penelitian ini dinilai relevan dengan teori Mchel Foucault yang melihat kondisi kegilaan sebagai kondisi dimana manusia kehilangan kekuasaan atas dirinya sendiri.
Iman Sebagai Identitas Formal:Tantangan Orang Muda Katolik di Era Digital Epianus Darus; Yohana Fitriana Daus; Helena Nurtiyanti Wiha; Kornelia Kurnia; Maria Yunita Janu
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2662

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena iman orang muda Katolik (OMK) yang semakin dipahami sebagai identitas formal semata di era digital. Arus digitalisasi yang melanda kehidupan generasi muda menghadirkan berbagai daya tarik yang kompetitif terhadap kehadiran dan penghayatan iman dalam Gereja. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran penghayatan iman OMK dari yang bersifat eksistensial menuju formalitas identitas belaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya digital, media sosial, dan tekanan identitas sosial menjadi faktor utama yang melemahkan keterlibatan aktif orang muda dalam kehidupan menggereja. Studi ini juga menelaah dokumen Christus Vivit (2019) sebagai tawaran pastoral Gereja untuk merespons krisis tersebut. Kesimpulannya, Gereja perlu melakukan pembaruan pastoral yang kontekstual dan dialogis agar iman OMK tidak sekadar menjadi label identitas, melainkan sungguh menjadi kekuatan hidup yang transformatif di era digital.
Krisis Identitas Kaum Muda dan Tanggapan Pastoral Gereja Fransiska Landang; Yosefina Ursula Jaun; Regina Mala; Hiasinta Maning; Maria Delastri Reku
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2664

Abstract

Penelitian Krisis identitas di kalangan kaum muda merupakan fenomena yang semakin nyata di era moderen. Perubahan sosial yang cepat, pergeseran budaya, dan pesatnya teknologi digital membuat kaum muda sering menghadapi tekana dari berbagai arah, baik dari keluarga, lingkungan pergaulan, maupun media sosial. Jika tidak di dampingi, kondisi ini bisa memicu kebingungan, kehilangan arah hidup, hingga prilaku menyimpang. Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengkaji dinamika krisis identitas kaum muda secara kritis dan merumuskan tanggapan pastoral Gereja yang relevan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui studi literatur dan refleksi teologis. Hasil kajian menunjukan bahwa krisis identitas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor luar, tetapi juga akibat kurangnya pendampingan di dalam komunitas iman. Oleh karena itu, Gereja memiliki peran strategis untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang utuh, dialogis, dan trasformatif melalui pendampingan personal, pembinaan iman yang kontesktual, serta penciptaan komunitas yang inklusif.
Hubungan antara Loneliness dengan Smartphone Addiction pada Remaja Patmawati Suleman; Salahuddin Liputo; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2665

Abstract

Penggunaan smartphone pada remaja bisa menimbulkan berbagai dampak, salah satunya loneliness yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan smartphone addiction pada remaja di SMK Negeri 1 Pulubala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 264 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil screening dari populasi sebanyak 329 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala UCLA loneliness scale (UCLA-LS) dan smartphone addiction scale (SAS). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara loneliness dengan smartphone addiction dengan nilai koefisien korelasi r = -0,162 dan nilai signifikansi p = 0,008. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan yang lemah, di mana semakin tinggi tingkat smartphone addiction maka semakin rendah tingkat loneliness. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan smartphone pada remaja lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kesenangan, kenyamanan, serta kebutuhan untuk tetap terhubung secara sosial, bukan semata-mata durasi penggunaan. Selain itu, smartphone juga dapat berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional remaja dalam kehidupan sehari-hari secara positif dan mendukung serta membantu menjaga kualitas hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya secara lebih efektif dan bermakna sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengurangi perasaan kesepian yang dialami oleh remaja di era digital saat ini dan tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan tatap muka.
Hubungan antara Keterlibatan Orang Tua dengan Kesehatan Mental pada Remaja di SMPN 4 Tilamuta Taufik Djafar; Anik Indarwati; Zulkarnain
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2666

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, sosial, dan akademik yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental. Oleh karena itu, dukungan dari lingkungan terdekat, khususnya orang tua, menjadi faktor penting dalam membantu remaja menghadapi berbagai tantangan perkembangan secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Negeri 4 Tilamuta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 164 siswa dengan sampel sebanyak 62 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala keterlibatan orang tua dan Skala Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,360 dan nilai signifikansi sebesar p = 0,004 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan orang tua, maka semakin tinggi pula tingkat kesehatan mental remaja. Sebaliknya, semakin rendah keterlibatan orang tua cenderung berkaitan dengan rendahnya tingkat kesehatan mental remaja. Dengan demikian, keterlibatan orang tua memiliki hubungan yang penting dengan kesehatan mental remaja dan perlu mendapat perhatian dalam upaya mendukung perkembangan psikologis remaja.
Efektivitas Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab SDIT Khoiru Ummah Purworejo Fanny Indah Wijayanti; Budi Harjo
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2667

Abstract

Permasalahan yang sering ditemui dalam pembelajaran Bahasa Arab di sekolah dasar adalah guru tidak menggunakan metode yang membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bernyanyi dalam meningkatkan penguasaan mufrodat Bahasa Arab materi asyau fil bait (benda-benda di dalam rumah) pada siswa kelas III SDIT Khoiru Ummah Purworejo Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 14 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan presentase. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 48,57 dengan hanya 2 siswa (14%) yang berada pada kategori sangat baik, sementara 8 siswa (57%) masih berada dalam kategori sangat kurang. Setelah metode bernyanyi diterapkan, hasil posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 80,00 dengan 7 siswa (50%) mencapai kategori sangat baik dan hanya 1 siswa (7%) yang masih berada pada kategori sangat kurang. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa meningkat 31,43 poin atau 64,7%. Dapat disimpulkan metode bernyanyi efektif meningkatkan penguasaan mufrodat Bahasa Arab dan menjadi alternatif strategi pembelajaran yang menyenangkan di tingkat sekolah dasar.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Ekonomi Petani Pascabencana di Nagari Tambangan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Irja irja; Kendall Malik; Hamdan Akromullah; Amy Maulid; Syafran
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan ekonomi petani pascabencana di Nagari Tambangan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Bencana alam yang terjadi menyebabkan kerusakan lahan pertanian, menurunnya hasil produksi, terganggunya distribusi hasil pertanian, serta menurunkan tingkat pendapatan masyarakat petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Informan penelitian terdiri dari pemerintah nagari, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan masyarakat petani terdampak bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan pertanian produktif, bantuan sarana produksi pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis hasil pertanian, serta pendampingan pemasaran digital. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah daerah, dan kerja sama dengan lembaga sosial. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan modal usaha, kerusakan infrastruktur pertanian, dan rendahnya kemampuan teknologi petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif mampu meningkatkan ketahanan ekonomi petani pascabencana dan mempercepat proses pemulihan ekonomi masyarakat.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi KPK dan FPB di Kelas IV SD 1 E’erinere Nur Elvida; Ahmad Rustam; Arna Juwairiyah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2669

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal KPK dan FPB, (2) untuk mengetahui Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal KPK dan FPB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 E’Erinere Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode: observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan cara: 1) pengumpulan data , 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam proses disebabkan kurangnya pemahaman konsep faktor dan kelipatan, kesalahan dalam melakukan perhitungan, ketidaktepatan dalam menggunakan langkah-langkah penyelesaian, serta kurangnya ketelitian dalam membaca dan memahami soal. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret. Untuk mengatasi kesulitan tersebut guru berusaha meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui penjelasan yang lebih sederhana, memberikan latihan secara rutin, melatih siswa dalam menyelesaikan soal secara sistematis, membaca soal dengan teliti, serta menggunakan metode dan media pembelajaran yang lebih variatif. Kesimpulan penelitian ini adalah: kesulitan siswa dalam materi faktor dan kelipatan disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep, kesalahan perhitungan, dan kurang teliti memahami soal. Guru mengatasinya dengan latihan rutin, penjelasan sederhana, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang lebih variatif.