cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 469 Documents
Membangun Identitas Santri melalui Love Induction: Implementasi Pendidikan Berbasis Cinta pada Santri Remaja Feri Indra Irawan; Rosleny Marliani; Endi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3228

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pencarian identitas (identity versus role confusion) sehingga individu rentan mengalami berbagai konflik sosial dan psikologis. Lingkungan pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk identitas santri melalui internalisasi nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada kasih sayang (love induction). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan berbasis cinta dalam membangun identitas santri remaja melalui pengalaman sosial, penyelesaian konflik, dan internalisasi nilai-nilai Islam di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui pertanyaan terbuka terhadap 56 santri remaja berusia 13–15 tahun di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Majalengka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi data, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial yang dialami santri, seperti perundungan, pengucilan, kehilangan barang, ketidakadilan, dan konflik pertemanan, menjadi bagian dari dinamika pembentukan identitas remaja. Implementasi pendidikan berbasis cinta tercermin melalui penanaman nilai kesabaran, empati, musyawarah, ukhuwah, tolong-menolong, memaafkan, serta penguatan spiritual melalui ibadah, zikir, dan membaca Al-Qur'an sebagai strategi regulasi emosi. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk identitas santri yang lebih adaptif, resilien, dan berkepribadian Islami. Penelitian ini menegaskan bahwa love induction tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan pedagogis, tetapi juga sebagai mekanisme psikologis yang membantu santri melewati fase krisis identitas secara konstruktif. Temuan ini memperkuat urgensi implementasi Pendidikan Berbasis Cinta sebagai pendekatan pendidikan karakter dalam lingkungan pesantren dan madrasah.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Nilai-Nilai Budaya Alionda terhadap Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buton Utara Acoci; Muhamad Iksan; Tarno
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3234

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang kontekstual agar mampu meningkatkan pemahaman konsep sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya Alionda terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buton Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang terdiri atas 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Shapiro–Wilk, uji Levene, Welch’s t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (72,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (57,20), dengan tingkat ketuntasan belajar masing-masing sebesar 92% dan 64%. Hasil Welch’s t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (Sig. = 0,002 < 0,05), sedangkan nilai Cohen’s d = 0,97 menunjukkan ukuran efek yang besar. Meskipun nilai N-Gain berada pada kategori rendah, kelas eksperimen memperoleh peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya Alionda efektif meningkatkan pemahaman konsep IPAS sekaligus mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam dan pelestarian budaya lokal.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Kooperatif Tipe Scramble dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning Hilmi Agni Ruhiyat; Suci Ramdhany Darmawan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3239

Abstract

Beberapa waktu terakhir, terdapat fenomena para ibu baru dengan kelahiran anak pertama melakukan self-disclosure di fitur Instagram Stories (IGS). Sebagian bertujuan untuk mengekspresikan emosi yang berkaitan dengan persoalan di saat masa transisi menjadi orang tua, yang seringkali merasa terisolasi dari lingkungan sosial dan persoalan pengasuhan anak. Fitur IGS dapat difungsikan sebagai ruang interaksi sosial, yang memungkinkan penggunanya mendapatkan online social support dari para pengguna lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran self-disclosure yang dilakukan oleh ibu baru pengguna fitur IGS terhadap online social support yang mereka persepsikan. Partisipan penelitian dijaring menggunakan convenience sampling, berjumlah 146 orang melalui kuesioner online. Hasil analisis data menggunakan uji regresi sederhana menunjukkan nilai p=0.000 (p<0.05) dengan estimasi 7.280. Hal ini diartikan bahwa terdapat peran positif self-disclosure terhadap online social support pada ibu baru pengguna IGS. Temuan ini menjelaskan jika semakin tinggi self-disclosure ibu baru di IGS, maka semakin tinggi online social support yang didapatkan.
Differentiated Learning as a Pedagogical Response to Student Diversity: A Case Study of Islamic Religious Education Teachers at MTS Assalaam Bandung Ahmad Fadly Pasya
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3241

Abstract

Keberagaman karakteristik peserta didik menuntut pendekatan pembelajaran yang adaptif dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Assalaam Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap guru PAI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menghadapi tantangan meliputi keterbatasan kurikulum pelatihan, kesulitan manajemen kelas, keberagaman karakter siswa, serta minimnya media dan sumber belajar yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas pembelajaran berdiferensiasi sangat ditentukan oleh kompetensi pedagogis dan kreativitas guru. Solusi yang direkomendasikan mencakup pelatihan berkelanjutan, pendekatan personal dalam pembelajaran, dan optimalisasi pemanfaatan media digital guna meningkatkan partisipasi, motivasi, dan hasil belajar peserta didik.
Pengaruh Penggunaan Smartboard terhadap Kemampuan Numerasi Anak Usia 5-6 Tahun di TK Wulele Sanggula II Kendari Anggun; Sitti Rahmaniar Abubakar; Muamal Gadafi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2519

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Smartboard terhadap kemampuan numerasi anak usia 5-6 tahun di TK Wulele Sanggula II Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu desain pre-eksperimental dengan model one-group pretest–posttest design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu Tes dengan Lembar Kerja Anak (LKA), lembar observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini mennggunakan analisis deskriptif statistik dan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai antara pretest dan posttest. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis statistik menunjukkan nilai Z sebesar -5,215 dengan angka signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 pada data LKA. Sementara itu, data Observasi menunjukkan hasil analisis statistik nilai Z sebesar -5,514 dengan angka signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi kedua data tersebut jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, maka terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara skor pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan Smartboard terhadap kemampuan numerasi anak usia 5-6 tahun di TK Wulele Sanggula II Kendari.
Effectiveness of the EnglishCentral Application as an Interactive Learning Medium for Improving Junior High School Students' Speaking Skills Oktavia Ayu Virginia
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3105

Abstract

Keterampilan berbicara masih menjadi salah satu aspek yang paling sulit dikuasai oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing karena terbatasnya kesempatan memperoleh umpan balik yang spesifik, keterbatasan waktu pembelajaran di kelas, serta minimnya paparan terhadap masukan lisan autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan EnglishCentral dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama swasta pada tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe two-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang berasal dari duabkelas, terdiri dari 30 siswa pada kelompok eksperimen dan 30 siswa pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti lima sesi pembelajaran menggunakan EnglishCentral dengan durasi masing-masing 60 menit melalui tahapan Watch-Learn-Speak, yang memanfaatkan video autentik, teknologi pengenalan suara, perekaman berulang, umpan balik otomatis, dan pemantauan perkembangan belajar. Sementara itu, kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional melalui buku teks, dialog tertulis, bermain peran, dan diskusi yang dipandu guru. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara secara individual sebelum dan sesudah perlakuan dengan durasi satu hingga dua menit. Penilaian mencangkup aspek kelancaran, pelafalan, kosakata, tata bahasa, dan kesesuaian isi dengan topik. Hasil uji Levene menunjukkan bahwa varians kedua kelompok homogen, sedangkan uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa sebagian besar data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis data dilakukan menggunakan uji Wlicoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil penelutian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan, tetapi kelompok eksperimen memperoleh rerata peringkat yang lebih tinggi (45,50) dibandingkan kelompok kontrol (15,50). Perbandingan gain score juga menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (U = 900,000; Z = 6,670; p< 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa EnglishCentral efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara, meberikan umpan balik korektif secara cepat, serta mendorong kemandirian belajar siswa. Dengan dukungan perangkat, koneksi internet, dan pendampingan guru yang memadai, EnglishCentral direkomendasikan sebagai media pendukung pembelajaran berbicara di kelas.
Model Hybrid Microteaching Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kesiapan Mengajar Mahasiswa Sulis Anjarwati; Nina Ikhwati Wahidah; Iskandar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3253

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru melalui inovasi pembelajaran microteaching yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hybrid microteaching berbasis teknologi digital serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama Lampung dengan melibatkan 36 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons mahasiswa, lembar observasi keterampilan mengajar, dan tes kesiapan mengajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 85,6% dengan kategori sangat valid, tingkat kepraktisan sebesar 85,9% dengan kategori sangat praktis, serta mampu meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 68,4 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, model hybrid microteaching berbasis teknologi digital dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru
The Effect of Movie Scene Clips on Seventh-Grade Students' English-Speaking Performance: A Quasi-Experimental Study in an Indonesian EFL Context M. Reza Pahlevi; Sueb; Fulviana Arraisah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen performa berbicara yang memperoleh peningkatan N-Gain tertinggi pada siswa yang diajar menggunakan potongan adegan film (movie scene clips) serta untuk menguji apakah terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan potongan adegan film dan siswa yang diajar menggunakan aktivitas berbicara berbasis buku teks. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pola non-equivalent control group yang melibatkan 42 siswa kelas tujuh pada sebuah sekolah menengah pertama di Surabaya, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh perlakuan berupa potongan adegan film Zootopia berdurasi tiga sampai empat menit melalui teknik menyimak tiga tahap, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran berbicara konvensional berbasis buku teks dengan topik yang sama. Performa berbicara diukur melalui tes lisan sebelum dan sesudah perlakuan yang dinilai oleh dua penilai menggunakan rubrik analitis adaptasi CEFR level A2 pada lima komponen, yaitu akurasi pelafalan, kelancaran, intonasi, kepercayaan diri, dan ekspresi. Data dianalisis dengan skor Normalized Gain (N-Gain), uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi pelafalan, kelancaran, dan kepercayaan diri memperoleh rerata N-Gain tertinggi dan identik sebesar 0,92, diikuti intonasi (0,80) dan ekspresi (0,77); seluruhnya berada pada kategori efektivitas tinggi. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pada seluruh komponen (p = 0,000 < 0,05), sementara kelas kontrol hanya berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa potongan adegan film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek linguistik sekaligus aspek afektif keterampilan berbicara siswa sekolah menengah pertama.
Peran Guru BK dalam Perencanaan Karir Siswa melalui Bimbingan Kelompok di SMA Negeri 15 Takengon Nanda Afriani; Syaiful Indra; Zamratul Aini
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3278

Abstract

Perencanaan karir merupakan salah satu tugas perkembangan penting bagi peserta didik pada jenjang sekolah menengah atas, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan menghubungkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki dengan pilihan pendidikan lanjutan maupun karir yang sesuai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya layanan bimbingan kelompok sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa menyusun perencanaan karir secara lebih terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal perencanaan karir siswa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok, mendeskripsikan proses pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam membantu perencanaan karir siswa, serta mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti layanan tersebut di SMA Negeri 15 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok sebagian besar siswa telah memiliki cita-cita dan minat, namun belum mampu menghubungkan potensi diri dengan pilihan pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok berlangsung secara sistematis melalui tahap perencanaan, pembentukan kelompok, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi, dengan guru BK berperan sebagai, informator, motivator dan pembimbing. Setelah mengikuti layanan, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap potensi, minat, dan bakat, memperoleh informasi karir yang lebih komprehensif, serta memiliki perencanaan karir yang lebih jelas dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini menegaskan bahwa proses layanan bimbingan kelompok berperan penting dalam memfasilitasi eksplorasi diri dan penyusunan perencanaan karir siswa.
Peran Layanan Konseling Psikologi dalam Mendukung Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Kepustakaan pada Konteks Pendidikan Tinggi Islam Titi Ratna Garnasih; Tedi Priatna; Teti Ratnasih; Eka Juarsa
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3294

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan tinggi. Berbagai tuntutan akademik, sosial, dan personal selama masa perkuliahan dapat meningkatkan risiko munculnya permasalahan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Oleh karena itu, keberadaan layanan konseling psikologi di perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk dukungan institusional untuk membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan selama masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan konseling psikologi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa pada konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap berbagai literatur yang relevan mengenai kesehatan mental mahasiswa, layanan konseling psikologi, dan pendidikan tinggi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan konseling psikologi memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai layanan preventif melalui edukasi kesehatan mental, layanan intervensi melalui pemberian bantuan psikologis, serta layanan pengembangan melalui penguatan kemampuan adaptasi mahasiswa. Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, keberadaan unit layanan psikologi seperti Unit Layanan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Pusat Layanan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan layanan konseling pada perguruan tinggi Islam lainnya menunjukkan adanya perhatian institusi terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dengan demikian, penguatan layanan konseling psikologi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh.